Tittle : Thanatos and Ker

Author : Kim Kyusung (Kimmie)

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Humor, Action, DC

Pairing : KyuSung

Slight Pair : HaeSung, WonSung/YeWon and BumYe/KiSung

Cast : Member Super Junior

~Member Boyfriend

~Member EXO

~Yonghwa CNBlue

~Member SNSD

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, Orang tua, Sment, Fans ya ^^

Dan, FF ini murni hasil kerja keras Kimmie ngetik~

Rating : K/T

Warning : YAOI (Boy X Boy ) yang ga suka Yaoi jangan baca, arraso !

Typo atau alur ga jelas harap maklum.

Ga suka sama FF dan Pairing ya, lebih baik langsung OUT.

Summary:

Dewa Kematian dua jiwa satu tubuh. Buruk & baik. Ketika sosok Buruknya memakan Jiwa dari 12 pemegang elemen(EXO).Ia harus dihukum. Namun,Siapa sangka jika Dewa kematian diberikan sebuah nama –Yesung- oleh manusia bernama Kyuhyun. Berhasilkah Pemegang elemen (EXO) membalaskan dendam kepada Yesung. Petualangan Yesung beserta 4 Guardian hadir disini :)

Preview

.

.

"SIALLL! KALAU BEGINI CARANYA KITA AKAN..."

DUAARHH...BUGH, BRAAKK...terdengar suara ledakan menjadi satu. Akibat dari ledakan yang dilempar secara bersamaan dari berbagai elemen, membuat efek asap yang sangat pekat dan banyak menggembul disekitar mereka.

"Dewa Wind Sehun, singkirkan asap ini dengan kekuatan mu."

"Baik."

Ssshh...Wuusshh, dengan cepat seakan angin mendengar perintahnya, angin yang membentuk pusaran kecil itu membawa asap yang hitam pekat keatas langit dan menyisahkan sosok laki-laki manis yang sudah babak belur dengan luka sayatan yang begitu banyak. Bayangkan saja 11 kekuatan elemen dilancarkan langsung ketubuh mu tanpa perisai.

ZEEBB...Dewa Teleportatio Kai langsung berpindah tempat dan mengunci pergelangan tangan Yesung kebelakang agar Yesung tidak bergerak.

"Hei...cepat, dengan luka seperti ini tubuhnya akan pulih dalam waktu 30detik." Ucap Dewa Teleportatio Kai menyuruh teman-temannya segera membunuh Dewa Kematian. Karena, serangan yang besar-besaran. Tubuh Yesung memerlukan waktu 30detik untuk memulihkan lukanya dari kekuatan Dewa Healing Lay.

"Benar...segera tusuk jantungnya dengan pisau dari Raja." Suho berjalan dengan smirk andalan yang menggerikan, hari ini adalah hari dimana dia membalaskan dendam untuk kekasihnya yang telah dimakan jiwanya oleh Dewa Kematian.

"THANATOS...SADARLAAAHH! AYOOO...BANGUUUUNN." Teriak Ker sosok buruk didalam diri Yesung.

Yesung pingsan akibat serangan tadi, Ker yang memang berada di dalam tubuh, berusaha menyadarkan Yesung agar cepat bangun. Entah kenapa 30 detik itu terasa sangat lama bagi Ker. Ker yang mulai panik karena mendengar langkah kaki pemegang elemen yang semakin mendekat hanya bisa mengumpat kesal.

"YAAAKK! THANAA-."

.

.

Thanatos and Ker

.

.

[Di waktu yang bersamaan, di suatu tempat yang tidak jauh]

"Hei Kyu, kau tidak mau membeli apapun disini ?." Tanya Kibum saat melihat temannya Kyuhyun hanya duduk melamun dengan menatap kosong keluar jendela dengan menopang dagunya tidak semangat. Saat ini mereka sedang berada di toko langgangan mereka bertiga untuk membeli pakaian, sepatu dan aksesoris sebagai penunjang penampilan mereka selama ini.

"Sepatu ini bagus sekali! Aku ingin membeli yang ini, bagaimana menurut kalian."

Donghae datang tiba-tiba menghampiri Kibum dan Kyuhyun yang sedang duduk, dengan membawa sepatu pengeluaran terbaru dari Nike, Donghae menatap Kibum dan Kyuhyun bergantian menunggu respon pada kedua sahabatnya itu.

"Itu memang style mu kan." Ucap Kibum saat melihat sepatu yang dibawa Donghae.

Donghae yang mendengar respon Kibum hanya dapat tersenyum. Kini di alihkannya mata Donghae ke Kyuhyun untuk mendengar pendapatnya.

"Bagus." Hanya kata itu yang dapat Kyuhyun keluarkan, itu juga tanpa menoleh ke arah Donghae.

"Apaaa!." Kaget Donghae saat mendengar pendapat Kyuhyun. Biasanya jika Donghae menayakan barang ke Kyuhyun, Kyuhyun pasti akan menghinanya 'Kau bilang itu keren, selera mu buruk sekali.' atau 'Barang itu tidak cocok dengan wajah mu.' Begitulah. Tapi, ini Kyuhyun untuk pertama kalinya bilang bagus.

"Hei... Kibum aku semakin khawatir dengan Kyuhyun." Bisik Donghae ke telinga Kibum dan Kibum mengganguk, bahwa apa yang dikatakan Donghae itu benar.

DUAARHH.... Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang begitu besar, membuat Kyuhyun langsung terkaget dari duduknya dan seketika jantungnya berdetak dengan cepat.

"Ka-Kau kenapa Kyu ?." Kaget Donghae saat melihat Kyuhyun bangun dari duduknya dengan tiba-tiba sambil memegang dada kirinya.

"Apa kalian tidak dengar, ada suara ledakan." Tanya Kyuhyun sambil menatap Kibum dan Donghae.

"Sepertinya kau harus istrirahat Kyu, ayo kita pulang saja." Ucap Kibum dengan menatap khawatir Kyuhyun.

"Kau pikir aku sakit ? Aku serius! Apa kalian tidak dengar suara ledakan itu ?." Tanya Kyuhyun sekali lagi dengan menepis tangan Kibum yang sudah menyeretnya untuk keluar dari toko.

"Tidak, kami tidak dengar apa-apa Kyu." Kyuhyun yang mendengar perkataan Kibum menjadi heran. Kyuhyun sangat yakin bahwa ledakan yang ia dengar itu sangat dahsyat, mana mungkin teman-temannya tidak mendengarnya. Atau mungkin...

"Apa jangan-jangan hanya aku yang mendengarnya." Gumam Kyuhyun lirih dengan perasaan khawatir, cemas dan takut semua menjadi satu. Tanpa sadar kaki Kyuhyun berjalan perlahan dan berlari menjauh dari Donghae dan Kibum yang akan masuk kedalam mobil, entah kenapa kaki Kyuhyun dengan refleks berlari dan berlari dengan mata yang mencari-cari sesuatu.

"YAK! KYUUU KAU MAU KEMANAAAAA." Teriak Donghae, tanpa membuang waktu dengan cepat.

Kibum dan Donghae mengikuti arah lari Kyuhyun dibelakang. Kedua namja itu benar-benar tidak mengerti kenapa Kyuhyun menjadi sangat aneh.

'Kenapa...? ada apa dengan ku...? perasaan apa ini ? kenapa aku merasa takut.'

Pertanyaan demi pertanyaan berputar dikepala Kyuhyun, hingga ia menemukan sebuah gang di sudut pojok jalan dan tepat berhenti digang itu dan tidak lama Donghae dan Kibum juga berdiri dibelakang Kyuhyun.

"Ada yang di bully." Celoteh Donghae saat melihat di sudut gang terdapat segerombolan manusia berjubah dan bertopeng sedang menyiksa seorang namja tanpa tahu siapa mereka semua sebenarnya.

Entah tekad dan keberanian darimana Kyuhyun melangkah masuk kedalam gang, yang jelas ia harus melakukan sesuatu kenapa tubuhnya membawa dirinya kesini tanpa alasan logis yang jelas. Donghae dan Kibum yang melihat Kyuhyun hanya dapat menghela nafasnya. 'Sepertinya Kyuhyun ingin ikut dalam masalah.' seperti itulah pikiran mereka berdua.

.

.

Thanatos and Ker

Part 3

Start

Happy Reading

.

.

[Kembali dimana Yesung tersudut]

"Hei...ada apa ramai-ramai begini." Ucap Kyuhyun dengan santainya masuk ke lorong yang dikuti oleh Donghae dan Kibum.

"Ada pembunuhan, boleh bergabung." Ucap Kibum dengan menatap dingin segerombolan didepannya dengan tatapan yang sangat menggerikan.

"Sepertinya seru sekali, benarkan teman-teman ?." Donghae juga ikut mengambil bagian, Donghae tidak kalah seram memadang segerombolan lelaki yang memakai topeng. Kini dengan berdiri secara sejajar, mereka bertiga mengeluarkan smirk dan aura andalannya masing-masing. Tanpa tahu siapa yang sedang mereka ajak bicara.

Segerombolan laki-laki yang memakai topeng alias pemegang elemen menjadi terkaget saat melihat ada manusia yang datang menghampiri mereka.

"Sial...ada manusia, bagaimana ini ?."

"Kita harus pergi, kita tidak boleh memperlihatkan kekuatan kita pada manusia."

"Kau benar."

Begitulah bisikan-bisikan dari para pemegang elemen. Mereka bukannya takut pada manusia. Tapi, mereka takut pada hukum Raja. Dimana, hukum Raja mengatakan. Siapapun Dewa yang memperlihatkan kekuataannya didepan manusia. Maka Dewa itu akan dihukum sesuai dengan apa yang Raja mau. Apa lagi menggunakan kekuatannya untuk menyakiti manusia. Sudah dipastikan kau akan langsung musnah menjadi debu. Karena, Raja akan secara langsung mengirim lidah api dari langit untuk memusnahkan mu.

"Kali ini kau beruntung Dewa Kematian."

ZEEB...dan seketika segerombolan pemegang elemen itu menghilangkan satu persatu, termasuk yang memegang tubuh Yesung juga.

"Me-mereka menghilang ? GYAAA...mereka hantuuu." Histeris lelaki berwajah tampan dengan wajah yang sudah pucat basi.

"Dasar, Ikan penakut." Cibir namja dengan wajah stonik datarnya.

"Yak! Kibum...mereka hilang tiba-tiba, berarti mereka hantu kan." Bela namja yang tidak mau dibilang penakut oleh sahabatnya itu.

BRUUK...Tubuh Yesung terjatuh dengan lemasnya, membuat Kibum dan Donghae yang sedang berdebat tidak penting menoleh ke arah Kyuhyun dan sosok yang mereka tidak kenali.

"Yesung! Kau Yesung kan." Teriak Kyuhyun sambil menepuk-nepuk pipi Yesung agar apa yang ia lakukan dapat membuat kedua mata indah itu terbuka. Tubuh Yesung kini sudah kembali mulus, luka-luka akibat serangan besar tadi juga sudah pulih. Hanya saja Yesung menjadi lemas. Akibat, menahan serangan yang begitu besar.

"Siapa dia Kyu ?."

"Cepat ambil mobil Donghae!."

Mendengar nada kasar dari Kyuhyun, membuat Donghae langsung pergi mengambil mobil yang terparkir cukup jauh dari lorong gang. Ternyata manusia yang tadi dilihat oleh pemegang elemen adalah Kyuhyun, Kibum dan Donghae. Tidak lama Donghae datang dengan mobil yang tepat berhenti di depan lorong gang. Kyuhyun pun menggendong Yesung dan membawanya ke apartment Donghae yang ditinggali bersama oleh Kibum juga.

.

.

[Apartement Donghae dan Kibum]

"Biarkan dia tidur disini dulu." Ucap Kyuhyun saat dirinya keluar dari kamar Donghae. Kamar dimana Yesung sedang beristrirahat. Kini mereka bertiga berada di ruang TV. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Donghae yang penasaran akan siapa laki-laki yang Kyuhyun bawa. Kibum yang merasakan ada hal aneh saat melihat sosok Yesung. Sedangkan, Kyuhyun sedang khawatir dengan kondisi Yesung.

"Dia bukan manusia. Benarkan ?." Tanya Kibum tiba-tiba memecahkan keheningan di antara mereka bertiga.

"MWOO! Kalau dia bukan manusia, berarti dia hantu juga." Ucap Donghae asal bicara lagi.

"Kalian bisa menjaga rahasia kan." Kali ini Kyuhyun menatap satu persatu sahabatnya.

"Jika, kau tidak percaya pada sahabat mu sendiri. Tidak usah dikatakan." Balas Kibum yang di setujui oleh Donghae. Dan, Kyuhyun pun menceritakan semuanya persis yang dikatakan oleh Yesung pada Kyuhyun dulu.

.

.

Thanatos and Ker

.

.

"Lalu, bagaimana liburan kita ? Bukannya besok kita akan pergi untuk merayakan ulang tahun mu Kyu. Kalau dibatalkan kau sangat kejam Kyu, aku sudah menanti-nantikan akan melihat wanita atau pria cantik dan sexy yang berjemur dipantai." Eluh Donghae panjang lebar ke Kyuhyun yang ingin menjaga Yesung.

"Bagaimananya? aku tidak bisa meninggalkannya. Kau lihat dia bagaimana keadaaannya." Ucap Kyuhyun yang ingin membatalkan acara liburannya selama sebulan ini.

"Ajak saja, kita bisa berlibur sambil tetap menjaganya kan." Usul Kibum, yang entah kenapa membuat Donghae yang tadinya kecewa langsung menatap binar-binar Kibum.

"Kau memang pintar Bum, itu ide bagus." Ucap Donghae sambil memberikan kedua jempolnya pada Kibum.

"Ck.. Jangan berlebihan Donghae."

"Ah.. peringkat dua dikelas marah ya, hahaha." Ledek Donghae kepada Kyuhyun, Kyuhyun yang ditertawakan oleh Donghae langsung memeluk tubuhnya dan memukul-mukul kepalanya seperti anak kecil. Kibum yang melihat tingkah kedua sahabatnya hanya dapat menggelengkan kepalanya.

Ceklekk... terdengar suara pintu terbuka, membuat sosok tiga namja tadi langsung menoleh kebelakang untuk melihat...

"Ker, tubuh kalian baik-baik saja kan. Mana Yesung ?." Tanya Kyuhyun yang langsung menghampiri sosok manis berambut merah,berdiri diambang pintu sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Hei ...tuan manusia kau lupanya, ini waktu ku untuk mengambil alih tubuh." Balas Ker pada Kyuhyun santai.

"Ah.. benar sekarang jam 06:30PM. Jika kau baik-baik saja berarti Yesung juga baik." Ucap Kyuhyun sambil tersenyum kearah Ker. Ker yang melihat hanya menatap ngeri.

"Aku tidak suka senyumannya." Ker membatin memberitahukan pada Yesung.

"Tapi aku suka senyumannya." Balas Yesung pada Ker tanpa sadar.

"Yak! Jangan bilang kau menyukai manusia di depan kita ini." Tanya menyelidik Ker pada Yesung.

"Ti-tidak Ker." Jawab Yesung takut-takut.

"Bagus..."

"Hello..." Kali ini Kyuhyun mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Ker, wajah yang juga merupakan wajah Yesung.

"Oh ya kenalkan dia Donghae dan ini Kibum." Kyuhyun memperkenalkan teman-temannya pada Ker, membuat Ker menatap Kibum dan Donghae dari atas sampai bawah. Kibum yang ditatap malah menatap balik, ditatapnya tubuh Yesung yang sedang berwujud sisi buruknya. Wajah manis, imut dan warna rambut red darknya itu membuatnya terlihat sangat errr bagi Kibum. Sedangkan, Donghae menatap biasa.

"Jadi, kau punya kepribadian ganda ya ?." Tanya Kibum menyelidik sambil memutari tubuh Yesung.

"Bisa dibilang begitu, saat matahari terbit aku menjadi Thanatos yang biasa dipanggil Yesung oleh Kyuhyun. Sedangkan saat malam hari sisi buruk ku keluar yaitu aku sekarang Ker. Mengerti ?." Balas Ker dengan senyuman remehnya, entah kenapa dia merasakan aura yang tidak biasa pada Kibum.

"Jadi, kau bukan hantu kan ?." Tiba-tiba terdengar pertanyaan dari bibir Donghae, membuat Ker yang jarang tertawa saat mendengarnya menjadi tertawa.

"Hahaha... Hantu ? aku ini Dewa kematian."

"A-APPAAAA ?!." Seketika Donghae langsung bersembunyi dibelakang punggung Kyuhyun mendengar perkataan Ker.

"Tidak apa-apa Hae, Yesung dan Ker baik. Benarkan Ker ?."

"Hanya Yesung saja."

Ker langsung masuk kedalam kamarnya lagi , meninggalkan ketiga pemuda yang sedang menatap pintu kamarnya dalam diam.

"Sepertinya mereka cocok." Ucap Ker sangat lirih ketika meneliti tubuh Kibum dan Donghae hanya dengan matanya tadi. Badan yang tegap, otot yang jadi. Membuat Ker ingin menjadikan Kibum dan Donghae sebagai Guardiannya untuk membantu melawan pemegang elemen itu.

.

.

"Baiklah, aku harus pulang. Besok kita akan berlibur sekaligus menjaganya. Dan, Hae karena ini malam hari berikan Ker daging dan saat pagi nanti berikan dia susu. Okey." Celoteh Kyuhyun panjang lebar.

"Baik.. baik Kyu, kau seperti mengkhawatirkan kekasih mu saja. hahahaha." Canda Donghae, membuat Kyuhyun menjadi salah tingkah.

"Ah... Akhirnya Kyuhyun kita kembali." Kibum ikut meledek Kyuhyun, karena semenjak mereka menemukan Dewa kematian itu, Kyuhyun jadi banyak bicara tidak seperti tadi pagi yang hanya bisa diam membisu.

.

.

Thanatos and Ker

Part 3

.

.

[Thanatos & Ker didalam dunia bawah sadar – Di mimpi mereka berdua-]

Saat ini Dewa Kematian sedang memejamkan kedua matanya, dia bukannya tidur. Tapi, Dewa kematian sedang menjelajah alam bawah sadarnya, dimana alam bawah sadarnya merupakan tempat namja dengan wajah yang sama persis sedang bertemu satu sama lain dengan tubuh masing-masing. Mereka adalah Ker sosok sisi buruk Dewa kematian dan Thanatos yang sebut saja Yesung sisi baik Dewa kematian.

"Thanatos, aku akan mengorbankan diriku untuk melindungi mu." Thanatos yang sedang bersandar di dada Ker saudara kembarnya langsung menatap kaget.

"Apa maksud mu Ker." Tanya Thanatos dengan nada tidak suka.

"Mereka ingin membunuh kita, Kau tahu hewan peliharaan ku Heebum. Tepat setelah kita bebas dari hukuman, Heebum mengirim pesan melalui batin ku memberitahukan bahwa raja telah mengutus mereka untuk membunuh kita. Membunuh kita! seperti waktu mereka membunuh Ibu."

Thanatos yang mendengar perkataan Ker menjadi sedih mengingat, bagaimana Ibu mereka dulu dibunuh oleh makhluk langit tanpa alasan jelas. Ker yang melihat Thanatos menangis, mengusap air mata sang adik tersayangnya. Adiknya itu memang memiliki jiwa yang lembut.

"Hiks... untuk apa kau mengorbankan dirimu untuk melindungi ku. Aku tidak mau hiks..." Thanatos terisak, sungguh dia tidak mau kehilangan keluarganya lagi. Cukup Ibunya dulu, dan sekarang saudara kembarnya akan pergi meninggalkannya. Dia tidak mau.

"Dengar,aku hanya bisa keluar dari tubuh mu saat malam hari. Mereka pemegang elemen akan menyerang saat matahari terbit dimana sisi baik ku yang lemah ini tidak bisa bertarung muncul. Dan, jika kau mati maka aku juga mati. " Ucap Ker sambil mencubit hidung mancung Thanatos gemes.

"..." Ker yang tidak mendapatkan respon dari Thanatos hanya menghela nafasnya lagi.

"Habisi mereka semua Thanatos, kau tahu aku sudah menyuruh Heebum merubah wujudnya menjadi diriku dan membaca Gulungan suci"

"Aaa-apaa ?."

"Di sana tertulis jika kau mengambil semua jiwa pemegang elemen. Maka pohon kehidupan akan muncul dan apapun yang kau minta akan terkabul."

"Apapun ?."

Mendengar kata 'apapun' membuat Thanatos yang tadinya kaget menjadi sedikit penasaran, Ker yang melihat Thanatos sudah mulai tertarik, langsung tersenyum lembut.

"Yah... bukan kah Thanatos ingin menghidupkan Ibu kembali, dengan aku mengorbankan diriku bukan berarti aku mati. Aku hanya akan tersegel, tertidur dalam dirimu..." dengan sengaja menjeda kalimatnya, Ker menyentuh dada kiri Thanatos. Bermaksud memberikan penjelasan bahwa Ker hanya tersegel(tertidur), dimana Ker tidak akan bisa mengeluarkan wujudnya lagi dari tubuh. Tubuh ini sepenuhnya milik Thanatos (Yesung)

"Aku meminjamkan kekuatan ku pada manusia yang akan menjaga mu." Sambung Ker dengan mencium pucuk kepala Thanatos dengan lembut.

"Jadi, jika aku berhasil mengumpulkan kedua belas jiwa pemegang elemen, Ibu akan hidup kembali dan Ker akan terbangun." Balas Thanatos dengan wajah polosnya. Ker yang melihat hanya dapat tersenyum melihat betapa sucinya adiknya ini. Berbeda dengan dirinya, sudah banyak darah dan nyawa yang ia cabut dengan sangat mengerikan.

"Itu benar, sekarang sudah mengertikan."

"Baiklah, demi Ibu dan Ker. Aku akan mengumpulkan jiwa pemegang elemen itu."

"Itu baru adik ku."

Dipeluknya tubuh Ker dengan sangat erat, walaupun sama-sama memiliki tubuh yang sama bentuk dan rupa. Entah kenapa pelukan Ker sangat hangat bagi Thanatos.

"Tapi, Ker. Siapa manusia yang akan menjaga ku."

"Itu... bukalah mata mu sekarang dan kau akan melihat manusia yang akan menjaga mu."

Setelah mengatakan hal itu muncul cahaya yang sangat menyilaukan mata Thanatos yang semakin lama semakin terang.

[Nohwon, Korea Selatan| 07:00AM | 03 Februari 2014]

"Woaah... Lihat warna rambutnya sekarang pink."

"Dia jadi Yesung sekarang."

"Kau menggangu tidurnya Donghae."

"Eng..." Yesung membuka matanya perlahan, membiarkan kedua matanya untuk membiasakan menerima cahaya-cahaya matahari yang masuk melalui tirai jendela. Perlahan mata itu terbuka dan Yesung dapat melihat tiga sosok namja yang sekarang tepat berada di atas wajahnya.

"Itu... bukalah mata mu sekarang dan kau akan melihat manusia yang akan menjaga mu." Seketika Yesung mengingat perkataan Ker.

'Apa mereka yang akan menjadi Guardian ku dan membantu mengumpulkan jiwa-jiwa pemegang elemen.' Pikir Yesung sambil menatap wajah namja-namja yang berada di atas wajahnya dengan ekspresi datarnya.

"Kalian keluarlah, aku rasa Yesung sedikit shock melihat wajah mengerikan kalian." Ucap namja berambul ikal coklat dengan pedasnya kepada kedua temannya.

"Yak! Cho Kyuhyun kau pikir wajah mu tidak mengerikan." Balas namja tampan dengan wajah kesalnya.

"Donghae sudahlah, mungkin Kyuhyun benar. Ayo kita bersiap." Dengan sigap Kibum menarik tangan Donghae yang pagi-pagi sudah teriak-teriak.

"Kibum~... hanya kau yang memeperlakukan ku dengan baik, Saranghaeyo~." Kibum yang melihat tingkah manja Donghae hanya memijit keningnya frustasi.

[Kembali ke Kyuhyun dan Yesung]

.

.

"Ini minumlah susu mu dulu." Kyuhyun memberikan segelas susu putih pada Yesung. Dan, dengan senyum manisnya Yesung mengganguk dan bangun dari tidurnya.

"Terima kasih Kyu, kau sudah menolong ku dan Ker."

"Hahahaha... tidak ko, itu hanya kebetulan saja aku dan teman-teman lewat situ. " Bohong Kyuhyun pada Yesung.

Hening... Baik Yesung dan kyuhyun tidak ada yang berbicara lagi. Kyuhyun memperhatikan Yesung yang sedang meminum susunya, kenapa sosok didepannya membuat dirinya menjadi aneh. Sejujurnya, Saat kembali kerumah, Kyuhyun memikirkan kenapa tubuhnya bisa bergerak dengan sendirinya dan berhenti tepat dimana Yesung mengalami masalah dan Kyuhyun sangat penasaran dengan sekelompok orang yang menyerang Yesung.

"Mereka siapa ? Kenapa mereka menyerang mu ?." Dengan sangat hati-hati Kyuhyun memberanikan diri untuk bertanya kepada Yesung.

"Mereka ? Ah... maksud mu itu, mereka ingin membunuh ku." Jawab Yesung santai dengan memberikan gelas yang sudah kosong pada Kyuhyun.

"A-apaa ? Mem-membunuh." Kaget Kyuhyun.

"Hemm." Balas Yesung dengan senyuman manisnya. Kembali Kyuhyun dan Yesung dalam keadaan hening. Yesung yang masih stay senyum, sedangkan Kyuhyun yang sedang berpikir. Ingin sekali Kyuhyun bertanya lebih jauh. Tapi, Kyuhyun takut dirinya akan dianggap oleh Yesung Kepo. Yang jelas Kyuhyun dapat menyimpulkan Yesung dalam bahaya.

.

.

"Yesung... kau mau ikut dengan ku berlibur ?." Mendengar pertanyaan Kyuhyun, Yesung menatap Kyuhyun bingung.

"Ber... apa?."

"Berlibur Yesung, ku pikir dengan mengajak mu aku dan teman-teman. Ah.. maksud ku.. bagaimana mengatakannya... Pokonya kau harus ikut."

"Baiklah." Mendengar jawaban Yesung, Kyuhyun hanya dapat terperangah. Semudah itukah mengajak Yesung. Kenapa Yesung tidak bertanya 'kenapa aku harus ikut' atau 'untuk apa aku ikut' Kyuhyun berpikir Yesung akan bertanya seperti itu.

"Kau harus bicara pada mereka Thanatos dan setidaknya dengan berada didekat mereka, para pemegang elemen tidak akan menyerang kita." Batin Ker didalam diri Yesung.

"Bagaimana caranya Ker ? Aku tidak mengerti."

"Aku akan membantu mu, 7 hari lagi adalah malam bulan purnama. Aku akan menyegel diriku. Dan kau berikan kekuaatan ku pada mereka." Perintah Ker pada Thanatos yang sudah tidak dapat dibantah.

"Yesung kau baik-baik saja." Tanya Kyuhyun yang melihat Yesung menunduk dan melamun.

"Akh.. aku tidak apa-apa Kyu." Yesung langsung memutuskan kontak batinnya dengan Ker.

"Baiklah... ayo turun kebawah, Donghae dan Kibum pasti sudah menunggu lama."

.

.

Thanatos and Ker

Part 3

.

.

[Gangneung, Korea Selatan |10:00AM| 03 Februari 2014]

"PANTAAAIII... I'M COMIIIING!." Teriak Donghae saat melihat pantai Gyeongpo didepan matanya.

"Ck.. dasar anak kecil. Kyu... kau mau ikut surfing bersama kami?." Ajak Kibum yang sedang membawa papan seluncur miliknya dan juga Donghae.

"Tidak, aku..." Kyuhyun menggantungkan kalimatnya dan menatap kearah Yesung yang sedang berdiri diam sambil mengadahkan kepalanya ke atas, seperti sedang menikmati sinar matahari yang menerpa tubuhnya.

"Baiklah... baiklah, padahal hari ini kau berulang ulang tahun kan. Setidaknya nikmatilah hari mu. " Kesal Kibum, Kibum sangat kesal. Harusnya mereka bertiga menikmati liburannya.

"Aku menikmati hari ku."

"Dia mengucapkan selamat ulang tahun saja tidak." Jenggah Kibum pada Kyuhyun dan dengan cueknya, Kibum berjalan menuju bibir pantai untuk berselancar.

"Yak! Kim Kibum.. sejak kapan kau jadi bawel seperti Donghae."

Tanpa Kibum dan Kyuhyun sadari, Yesung mendengar semua percakapan mereka.

"Ulang tahun apa itu?." Tanya Yesung dengan bergumam.

"Mungkin sesuatu yang penting, sebaiknya katakan padanya Thanatos." Balas Ker dalam batin dan dijawab anggukan oleh Yesung.

Yesung perlahan mendekati Kyuhyun dan menepuk bahunya dari belakang, membuat Kyuhyun sedikit kaget. Kini Kyuhyun dan Yesung saling menatap satu sama lain.

"Ada apa Yesung ? Apa kau mau minum susu ?."

"Aniya... emm, Kyuhyun..."

"Iya ?."

"Selamat ulang tahun."

Dheg. Detak Jantung Kyuhyun langsung berdetak dengan cepat saat Yesung mengucapkan selamat dengan senyum yang sangat manis sambil memiringkan kepalanya imut. Dan, habis mengucapkan kalimat itu Yesung langsung kembali ke posisi nyamannya lagi yaitu menikmati sinar matahari tanpa memperdulikan Kyuhyun yang sedang diam mematung sambil berdebar-debar.

.

.

[Malam hari]

"Yesung... dimana kau." Panggil Kyuhyun saat memasuki kamar Yesung. Tapi, Yesung tidak ada didalam kamar.

"Apa dia ada diberanda." Gumam Kyuhyun saat melihat jendela kamar yang sekaligus pintu untuk keberanda terbuka. Melihat ke kanan dan kiri tapi tidak ada Yesung.

"Apa kau mencari ku?." Mendengar intrupsi suara, Kyuhyun langsung mengadahkan kepalanya keatas. Dan benar saja, Yesung ah.. maksud ku Ker sedang melayang tepat diatas kepala Kyuhyun.

"Tidak. Aku mencari Yesung bukan kau."

"Hahahaha..." Tawa Ker, saat melihat wajah kecewa Kyuhyun.

"Hei... cepat turun Ker. Kalau kau melayang begitu akan ada yang melihat."

"Tidak mau, gara-gara kau. Tubuh ku jadi lelah. Karena, kau menyuruh Yesung tadi siang sampai sore berjalan dengan kakinya." Omel Ker pada Kyuhyun. Karena Kyuhyun yang meminta Yesung agar tidak melayang saat didepan orang banyak dan meminta Yesung untuk berjalan layaknya manusia.

"Mwoya... benarkah ?." Tanya Kyuhyun dengan wajah cemasnya kali ini. Ker yang melihat langsung mengganguk, diturunkannya tubuhnya kini hingga Kyuhyun jadi tidak terlalu mendonggak kepalanya.

"Tentu saja, kami ini makhluk yang sudah terbiasa melaya-."

"DIAAA.. MELAYAANGG.!." Teriak Donghae tiba-tiba saat melihat Ker melayang di udara. Kibum tidak jauh berbeda dengan Donghae saat melihatnya, terlihat wajah Kibum sedikit terkejut. Mereka berdua menyusul Kyuhyun ke kamar Yesung. Karena, Kyuhyun lama sekali memanggil Yesung untuk turun buat makan malam.

"Apa kalian ingin melihat sayap ku." Tawar Ker pada ketiga namja yang kini sedang memperhatikan dirinya.

"Kyu... kau tidak bilang bahwa dia bisa terbang." Tanya Donghae sambil memeluk bahu Kyuhyun takut. Sedangkan, Kibum masih setia menatap namja dengan rambut merah dark itu dengan intens. Sesuai perkataan Ker. Ker mengeluarkan sayap hitam legamnya yang sangat besar, membuat ketiga namja itu menatap tidak percaya apa yang baru saja mereka lihat.

.

.

Sudah seminggu mereka berada Gangneung. Kibum dan Donghae juga sudah mulai terbiasa dengan Ker dan Yesung (Thanatos) yang suka berganti-ganti wujud. Donghae sekarang pergi kemana-mana selalu mengajak Yesung, memperkenalkan hal-hal baru pada Yesung agar Yesung lebih mengenal dunia manusia ini. Apa lagi Kibum. Kibum sangat memperhatikan Yesung lebih tepatnya saat Yesung berubah wujud menjadi Ker sosok buruknya.

"Kenapa aku tidak suka melihat Ker dekat dengan Kibum." Gumam Kyuhyun saat melihat Ker dan Kibum sedang memanggang daging dibelakang Villa, dimana belakang Villa itu terhampar pemandangan laut yang begitu luas. Entah kenapa wajah Kyuhyun tidak akan terlihat semangat jika malam hari tiba.

"Kau cemburu."

"Eh! Yak! Lee Donghae sejak kapan kau berada disamping ku." Omel Kyuhyun saat melihat Donghae tiba-tiba berada disampingnya.

"Cho Kyuhyun menyukai sosok baiknya. Sedangkan, Kim Kibum menyukai sosok buruknya. Ah... percintaan yang sangat rumit." Kyuhyun yang mendengar kalimat Donghae menjadi terdiam. Bagaimana jika Kyuhyun dan Kibum mencintai satu namja dengan sosok yang berbeda. Lagipula Kyuhyun masih belum yakin apakah dia menyukai Yesung.

[Side Kibum dan Ker]

"Daging ini sangat enak." Ucap Ker yang sedang duduk melayang.

"Kalau begitu besok malam kita makan lagi." Tawa Kibum dengan killer smilenya.

"Mulai besok aku tidak akan bisa menikmati ini lagi." Ucap Ker dengan melahap daging bakarnya lagi sambil menatap laut dimalam hari. Kibum sendiri terdiam, mencerna ucapan Ker.

"Kenapa ? Apa kau akan pergi ?."

"Kau akan tahu nanti."

Kibum terdiam lagi mendengar jawaban Ker. Entah kenapa Kibum sekarang menjadi takut. Takut jika namja yang selama seminggu ini sudah merebut hatinya akan pergi. Merebut hatinya ? Iya... Kibum tidak bodoh, sampai tidak menyadari bagaimana dirinya selalu menatap sosok namja berambut red dark ini, sosok buruknya Yesung. Walaupun kadang ucapan Ker kasar berbeda dengan Yesung saat pagi hari. Tapi, senyuman Ker sangat menawan apalagi jika Ker sedang tertawa, yang menurut Kyuhyun dan Donghae menyeramkan tapi dimata Kibum tidak.

[Other Side]

Terlihat diatas pulau yang tidak jauh atau bisa kita bilang bersebrangan dengan villa Kyuhyun. Terbanglah sesosok naga dengan 11 namja yang berada dipunggung naga tersebut.

"Kita sudah seminggu memperhatikan mereka disini. Kita tidak bisa menyerangnya jika dia masih didekat manusia." Ucap namja dengan simbol burung phoniexnya.

"Sial!." Marah salah satu namja dengan sorot mata yang memandang benci ke arah Kibum dan Ker yang sedang menikmati makan malamnya.

"Te-tenanglah Dewa Droplet." Jawab ke-10 namja lainnya secara bersamaan. Mereka semua takut saat melihat air laut yang berada disekeliling mereka berbentuk pusaran yang begitu besar dan menyeramkan.

.

.

Thanatos and Ker

Part 3

.

.

Dheg.

Ker yang tadinya memakan daging dengan lahap langsung menghentikan aktivitas makannya sejenak. Membuat Kibum menatapnya heran.

"Ada apa?." Tanya Kibum.

"Aku ada urusan sebentar, terima kasih makanannya."

Dan, detik kemudian Ker langsung mengeluarkan sayap hitamnya dan terbang ke langit meninggalkan Kibum yang menatap heran.

[Di atas langit]

"Kau merasakannya Thanatos ?." Tanya Ker membatin.

"Heem... Mereka disini Ker." Balas Thanatos sedikit cemas.

Ker yang merasakan hawa keberadaan pemegang elemen yang semakin mendekat. Langsung mengeluarkan pisau besar berbentuk bulan sabit sama dengan milik Thanatos. Hanya saja, milik Ker jauh lebih besar dan tajam dengan pedang yang mengeluarkan aura hitam pekat.

"Akhirnya kau menjauh dengan manusia itu. Kami pikir kau sangat pengecut sampai-sampai bersembunyi dibalik manusia-manusia lemah itu."

Mendengar suara dari arah belakangnya, Ker langsung berbalik dan menatap satu persatu pemegang elemen yang masih menggunakan jubah dan topengnya itu.

"Aku pengecut ? bukannya kalian ?." Balas Ker dengan tertawa meremehkan.

"Apa!."

"Tahan.. Dewa Droplet Suho." Ucap Dewa Earth DO saat melihat Dewa Droplet yang ingin menyerang duluan.

"Hahaha... Benarkan, Kalian menyerang diriku saat adik ku yang mengambil alih tubuh. Kalian tahu adik ku itu tidak bisa bertarung dengan baik." Tawa Ker membuat ke-11 pemegang elemen menjadi sedikit tersinggung.

"Tutup mulut muuuu Ker!."

Wuuusssh... Suho langsung menyerang Ker dengan membuat air laut yang ia kendalikan untuk menyerang Ker. Tapi dengan sigap Ker langsung terbang untuk menghindarinya. Tidak sampai disitu dari atas Dewa Fly Kris yang menunggangi dragon dan Dewa Fire Chanyeol dengan menunggangi burung phoniex apinya menyerang secara bersamaan dari langit. Berbagai macam api mereka keluarkan untuk menyerang Ker.

"Hewan ini tidak lebih hebat dari hewan peliharaan ku Heebum. Hahahaha" Ejek Ker disela-sela dirinya melawan phoniex api dan Dragon. Dengan mudah api-api yang menyerangnya Ker, di tepis dengan pedang miliknya.

"Rain Fire!." Teriak Dewa Fire Chanyeol dengan kencangnya, membuat Phoniex yang ia tunggangi langsung melebarkan sayapnya dan mengibaskan api kearah Ker seperti hujan api.

"Dark Hole." Seketika api-api yang sedang menuju kearah Ker, terserap kearah lubang hitam yang berada ditelapak tangan kanannya.

"Hahahha... segini sajakah kekuatan kalian." Ledek Ker pada Pemegang elemen.

"Dewa Frost Xiumin aku akan menyerang Ker dengan air laut dan saat air itu mendekati Ker, ubahlah air laut menjadi batu es yang tajam seperti pisau." Perintah Dewa Droplet Suho sambil melihat pertarungan Dewa Fly Kris dan Dewa Fire Chanyeol.

"Baik Dewa Suho." Dewa Frost Xiumin pun mengambil ancang-ancang sambil memegang simbol 'Snow' yang terletak di dalam dada kirinya.

"RASAAKAN INII!." Sesuai rencana Dewa Suho, Dewa Xiumin pun melakukan apa yang diperintahkannya. Air laut yang dilemparkan Dewa Suho dari bawah, sudah berubah menjadi batu es yang runcing saat mau menuju kearah Ker.

"Ker! Dibawah mu! Awas!." Teriak Thanatos didalam batin Ker.

"APAA!." Kaget Ker.

Ker yang terfokus melawan phoniex dan dragon bukan berarti dia tidak bisa berpikir dengan sigap. Dengan cepat, Ker langsung membuat kedua sayap hitam besarnya menutupi tubuh Ker. Sehingga Ker terbungkus oleh sayap-sayapnya.

"Akh.. Sial!." Eluh Ker saat merasakan sayap-sayapnya tertusuk batu es yang runcing.

"Apakah kita berhasil melukainya." Tanya Dewa Thunder Chen yang menatap kepulan asap dilangit.

"Dewa Wind Sehun."

"Baik." Dengan jentikan jari, Dewa Sehun menghilangkan asap-asapnya dan betapa kagetnya mereka, Ker berdiri seolah dirinya tidak terkena serangan apapun.

"Kalian lupa kemampuan teman kalian yang ku makan, telah menyembuhkan luka ku dengan cepat." Smirk Ker kepada pemegang elemen.

"Tapi, apa kau juga lupa. Aku bisa menghentikan pergerakan waktu." Dheg.

"Tu-tubuh ku." Ucap Ker membatin.

"Tidak bisa bergerak, ini ulah Dewa Time Controller Tao." Balas Thanatos membatin.

Saat ini pergerakan tubuh Ker sudah terkunci akibat ulah Dewa Time Controller Tao. Tubuh Ker benar-benar mematung diatas langit. Dewa Telekinesis Luhan menggangkat tangan kanannya kearah tubuh Ker dan menggerakkannya ke kiri. Tubuh yang mematung itu mengikuti arah tangan Dewa Luhan yang bergerak.

"Dewa Telekinesis Luhan bawa tubuh busuk itu ke hadapan ku." Perintah Suho dan dengan cepat tubuh mematung Ker melayang mendekati dewa Suho. Sekarang Dewa Suho berhadapan dengan Ker.

"Bagaimana ini Ker, Hiks..." Tanggis Thanatos didalam dirinya.

"Ku bilang jangan menangis!." Desis Ker pada wujud satunya yang berada didalam.

"Oh... Lihat ini, Kau menangis Ker. Hahahhaaha." Tawa Dewa Droplet Suho yang di ikuti oleh kawan-kawannya. Akibat Thanatos yang berada di dalam dirinya menangis, membuat Ker mengeluarkan air matanya dari perbuatan Thanatos tanpa sadar.

"Bagaimana kalau kita buat dia berlutut didepan kita semua, sebelum kita membunuhnya."

"Wah... itu ide yang sangat bagus Dewa Teleportatio Kai. Hahahaha."

Dewa Luhan yang mendengar langsung membuat tubuh Ker yang berada dibawah kendali menekuk kedua lututnya sambil membuat kedua tangannya bertumpu pada pasir pantai. Sekarang Ker benar-benar berlutut dihadapan pemegang elemen tanpa dia mau.

"Siaal! Akan ku bunuh kaliaaan semuaaaa!." Teriak Ker didalam hati. Sungguh kali ini Ker benar-benar murka pada pemegang elemen membuat dirinya bersimpuh seperti ini.

"Thanatos, Kau lihat apa yang mereka lakukan pada kakak mu ini!." Teriak Ker sekali lagi didalam hati.

"..." Ker yang mendengar tidak merespon. Ker lebih memilih diam.

"Sebaiknya kita jangan membuang-buang waktu. Kita harus membunuhnya." Ucap salah satu Dewa yang dari tadi hanya diam dan menonton.

"Kau benar Dewa Light Baekhyun." Dewa Suho pun mengeluarkan belati dari saku jubahnya. Menarik pisau itu dari sarungnya. Dipisau itu kita dapat melihat ukiran-ukiran matra yang dibuat oleh Raja.

"Bulan purnama sudah sepenunya terbentuk, karena Dewa Time Controller menghentikan sosok ku bukan sosok dirimu. Itu berarti kita bisa kabur."

"Ker... Hiks.."

"Berhenti menangis ku bilang! Kenapa kau sangat lemah. Kau akan selamat dan balaskan dendam ku ini."

"Tapi... Ker...Hiks." Isak Thanatos tidak tahu harus berbuat apa.

"Aku menyayangi mu sosok baik ku Thanatos." Batin Ker dengan sangat lembut .

"Ker, Andweyoo... hiks, jebal."

.

.

Dheg.

"Yak! Cho Kyuhyun kau membuat ku kaget. Kenapa berdiri tiba-tiba." Omel Donghae saat sedang asik menonton Tv, Kyuhyun selalu membuat dirinya terkejut.

"kim Kibum... Dimana Yesung ?." Tanya Kyuhyun pada Kibum yang sedang membaca buku di sisi sofa yang tidak jauh dari mereka.

"Ker maksud mu?."

"Aish... Ker dan Yesung sama saja. Katakan tadi dia bilang mau pergi kemana ?."

"Aku tidak tahu."

Kyuhyun yang mendengar balasan Kibum, hanya mengumpat kesal. Entah kenapa perasaan ini lagi-lagi muncul. Perasaan takut, khawatir dan gelisah menjadi satu.

"Mereka ? Ah... mereka itu, Mereka ingin membunuh ku." Sekilas perkataan Yesung membayangi diri Yesung.

[Back Battle Ker & Thanatos VS pemegang elemen]

Pisau itu perlahan mendekati dada kiri Ker. Dewa Suho terpental dengan sangat jauh, begitu juga dengan pemegang elemen lainnya. Tubuh Ker melayang seketika ke atas dan tubuh itu terbungkus oleh matra-matra yang mengelilingi tubuhnya. Perlahan namun pasti, sayap-sayap hitam legam itu berubah warna menjadi helai bulu-bulu berwana putih lembut. Jubah hitam berganti dengan jubah berwarna putih ke-emasan. Rambutnya kini berubah menjadi pink soft manis. Dan, mata itu saat membuka mata memancarkan keteduhan tiada tara.

"A-apaaa ituuuu." Kaget pemegang elemen saat melihat Ker berubah menjadi sosok Thanatos. Dan, saat mereka semua ingin menyerangnya, lingkaran yang berisi wujud Yesung langsung menghilang.

.

.

Thanatos and Ker

Part 3

.

.

"Mungkinkah ?" Gumam Kyuhyun semakin takut. Dia tidak mau apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi. Di ambilnya jaket yang berada dikamar, Kyuhyun turun dari lantai dua dengan cepat. Membuat Kibum dan Donghae yang memperhatikan tingkah aneh Kyuhyun hanya bisa menghela nafas.

Duaghh...

Tiba-tiba terdengar suara seperti benda jatuh yang sangat keras sekali. Membuat mereka bertiga menatap satu sama lain. Dan, dengan cepat mereka bertiga keluar rumah.

"YESUUUNNG!." Teriak Kyuhyun saat mendapati Yesung berdiri didepan villa sambil menangis. Merasa namanya dipanggil, Yesung mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun, Donghae dan Kibum dengan wajah penuh air mata dengan isakan dan...

Brugh... Tubuh Yesung terjatuh ke rumput membuat ketiga namja itu langsung gerak cepat. Tentu Kyuhyun langsung menggendong tubuh Yesung dan membawanya ke kamar.

.

.

"Bukan kah ini masih malam Kyu, Kenapa wujudnya Yesung." Tanya Donghae yang sedang memperhatikan Yesung yang terbaring diranjang.

"Aku juga tidak tahu." Balas Kyuhyun sambil membelai rambut soft pink Yesung. Hingga akhirnya Yesung tersadar dan membuka matanya.

"Bagaimana keadaan mu." Tanya Kyuhyun dengan lembut.

"Ker... Hiks.. dia, hiks..."

Yesung kembali menangis, tubuh Yesung benar-benar lemah sekarang. Untuk bangun pun Yesung harus bersusah payah. Mengingat sekarang masih malam dan harusnya ini adalah waktu Ker yang mengambil tubuhnya. Yesung yang hanya keluar saat matahari terbit belum terbiasa dengan hawa suasana malam.

"Ada apa dengan Ker ?!." Tanya Kibum dengan sedikit nada keras. Membuat Yesung sedikit terhentak kaget. Kyuhyun yang melihat langsung mendorong tubuh Kibum untuk menjauh.

"Yak! Kim Kibum sejak kapan kau membentak orang." Eluh Kyuhyun yang tidak terima Yesung sedikit dibentak. Donghae yang merasakan hawa tidak enak, akhirnya membawa Kibum untuk keluar dari kamar.

"Sudahlah... Bum, ayo kita keluar." Ajak Donghae dengan merangkul Kibum.

"Aku bisa jalan sendiri." Ditepisnya tangan Donghae dengan kasar.

"Anak itu seram sekali." Dengan pasrah Donghae mengikuti Kibum keluar dan membiarkan Kyuhyun mentenangkan Yesung dikamarnya.

"Kau kenapa Yesung ? apa mereka kembali menyerang mu." Tanya Kyuhyun pada Yesung. Kyuhyun yang melihat Yesung hanya diam dan menghela nafasnya lagi.

'Mungkin dia belum mau cerita.' Batin Kyuhyun.

"Sudahlah... Jika kau memang tidak bisa bercerita. Istrirahatlah." Kyuhyun mengacak-acak rambut Yesung gemes sebelum Kyuhyun meninggalkan kamarnya. Kini didalam kamar Yesung sendirian, menatap kearah luar jendela dengan tatapan kosong.

"Aku tidak suka kegelapan. Tapi, Ker muncul disaat dunia ini gelap, pantas saja Ker sangat pemberani." Gumam Yesung sambil memeluk lututnya yang ditekuk. Dengan tubuh masih agak lemah, Yesung melangkahkan kakinya keluar beranda kamarnya untuk melihat benda bulat yang sedang bersinar dengan terangnya.

Dengan memejamkan kedua matanya, Yesung bisa merasakan cahaya-cahaya dari bulan menerpa tubuh mungilnya. Perlahan sayap-sayap dipunggung Yesung keluar, melebarkan sayapnya hingga sayap itu membungkus dirinya sendiri.

"Hiks... Ker, aku... hiks." Sayap-sayap putih lembut itu membungkus tubuh Yesung yang sedang menangis, seakan sayap-sayap itu tidak ingin ada yang melihat pemiliknya menangis pilu seperti ini. Yesung sangat merindukan Ker. Yesung merasakan kehampaan yang luar biasa didalam dirinya tanpa ada bagian sisi lainnya. Yesung merasa tidak sempurna sekarang.

"Akhh... sakit." Erang Yesung saat merasakan dada kirinya nyeri. Bagai Yin & Yhang, jika salah satu menghilang maka akan ada efek akibatnya. Sosok Yesung yang biasanya keluar pada saat matahari bersinar terang, kini harus bertahan 12jam di malam hari.

.

.

[Pagi hari | 11:00AM ]

"Hei... Kyu, ini sudah jam 11 siang. Tapi, kenapa Yesung belum turun." Tanya Donghae yang sebenarnya cemas. Biasanya tiap pagi Yesung akan minta dibuatkan susu olehnya, tapi sampai sekarang Yesung belum keluar juga dari kamarnya.

"Tadi pagi aku ingin kekamarnya. Tapi, aku ragu Hae." Jawab Kyuhyun sambil menghela nafasnya. Tanpa diduga Yesung sedang turun dari kamarnya. Ah... bukan sedang melayang turun dari tangga lebih tepatnya. Hingga ketiga namja yang sedang santai atau memang sedang menunggu Yesung turun diruang tengah.

"Yesung." Seru Kyuhyun dengan langsung bangun dari sofa dan menghampiri Yesung.

"Kau sudah minum susu, aku buatkannya. Tunggulah." Kali Donghae yang berseru, dengan cepat Donghae ke dapur untuk membuatkan Yesung susu. Sedangkan Kibum tidak bicara, tapi matanya terus memperhatikan Yesung yang sepertinya sedang gelisah.

Sudah 15 menit berlalu, Yesung masih diam tidak mau bicara. Bahkan susu yang sudah dibuat Donghae tidak diminum oleh Yesung. kyuhyun, Donghae dan Kibum hanya melihat Yesung yang dari tadi berdiri didepan mereka.

"Katanya kau ingin bicara pada kami, apa itu ?." Mulai Kyuhyun yang memulai bersuara.

"Yesung-ah, minum dulu susunya. Kau pasti capek kan berdiri dengan melayang seperti itu." mendengar perkataan Donghae membuat Yesung tersenyum, Donghae memang sangat perhatian padanya, dengan mengayunkan tangannya sedikit, membuat gelas susu yang berada ditangan Donghae melayang kearahnya. Mereka bertiga sudah biasa melihat benda-benda yang sering diterbangkan oleh Yesung dan Ker dirumah ini.

"Terima kasih Donghae." Ucap Yesung dengan sembari tersenyum kearah Donghae. Sedangkan, Kyuhyun yang melihat hanya berwajah sedikit kesal. Yesung mengacuhkannya.

"Lebih baik aku tidur saja."

"Tunggu!." Dengan cepat Yesung menahan Kibum yang ingin pergi, sejujurnya Yesung tidak tahu harus bicara bagaimana dengan mereka bertiga.

"Kenapa ?." Tanya Kibum sambil melihat Yesung. Tapi, Yesung hanya menunduk sambil memegang lengan Kibum. Hingga akhirnya Kibum melepaskan diri dari Yesung dan mencoba berjalan lagi menuju kamarnya.

"Ker tidak bisa menampakkan wujudnya lagi!."

Dheg. Mendengar tentang Ker, Kibum menghentikan langkah kakinya yang baru saja ingin menaiki anak tangga pertama.

"Apaaaa?!." Ucap Kyuhyun dan Donghae secara bersamaan. Mereka berdua kaget sama kagetnya dengan Kibum.

"Ma-maksud mu Ker mati ?."

Dheg. Mendengar pertanyaan Donghae, Kibum mengepalkan tangannya kuat-kuat, membuat kuku-kuku dijarinya memutih.

"Tidak. Aku akan menceritakan semuanya pada kalian. Jadi..." Yesung sengaja menjeda kalimatnya dan melirik kearah Kibum yang masih mematung ditempat. Bermaksud memberikan kode, bahwa Kibum untuk duduk kembali.

"Cepat ceritakan."

"Yak! Kibum.. jangan ketus begitu." Omel Kyuhyun karena Kibum membuat Yesung merasa takut. Dan, Yesung mulai menceritakan semuanya pada mereka bertiga. Dimana pemegang elemen mengincar nyawanya, alasan Ker menyegel dirinya sendiri dan tujuannya.

"Aku bersedia." Ucap Kyuhyun ketika ditanya apakah mereka mau membantu Yesung mengumpulkan jiwa-jiwa pemegang elemen.

"Aku selalu berpikir pasti menyenangkan, jika aku punya kekuatan seperti film-film yang sering ku lihat dan membasmi musuh-musuh. Hahahha, Aku bersedia." Seru Donghae dengan semangat saat mendengar Yesung akan memberikan kekuatan pada dirinya. Yesung yang mendengar langsung menatap senang kearah Kyuhyun dan Donghae.

"Aku menolak." Tolak Kibum mentah-mentah.

Mendengar penolakan Kibum. Donghae dan Kyuhyun langsung melotot kearah sahabatnya itu.

"Untuk apa aku membantu mu, kau bukan siapa-siapa bagi ku." Dheg.

Mendengar hal itu membuat hati Yesung terpukul. Memang benar, Yesung bukan siapa-siapanya. Kibum adalah orang yang tidak suka melakukan hal yang merepotkan bagi hidupnya. Apalagi ini nyata, melawan dan bertarung dengan makhluk-makhluk yang Kibum tidak ketahui apa itu dan yang paling utama adalah mengorbankan nyawa demi orang yang baru seminggu kau kenal.

"Jika Ker yang meminta mu, apakah kau akan bersedia." Tanya Yesung dengan suara paraunya. Kyuhyun yang mendengar suara parau Yesung hanya bisa diam-diam menggepalkan tangan kanannya kuat-kuat. Hatinya sakit saat Yesung memandang Kibum dengan wajah kecewa seperti itu.

"Kibum... ayolah, ini pasti menyenangkan." Bujuk Donghae dengan merangkul bahu Kibum seperti biasanya.

"Kau bukan seperti Kibum yang kita kenal. Kau bilang kau pria sejati. Tapi, apa ini. Kau takut eum?." Ucap Kyuhyun tiba-tiba sambil bersmrik meremehkan kearah Kibum.

"Apa kau bilang ? Aku Kim Kibum takut ? Bahkan aku tidak takut mati." Balas Kibum dengan smirk tidak kalah seram milik Cho Kyuhyun. Inilah salah satu kelemahan Kibum, Kibum gampang terhasut dan emosi jika ada yang meremehkan dirinya. Dan, Kyuhyun memakai kelemahannya itu.

"Yesung kemarilah.." Panggil Donghae dengan suara pelan sambil melambaikan tangannya, menyuruh agar Yesung mendekat.

"Donghae mereka..."

"Tenanglah, Kyuhyun tau apa yang dia lakukan."

Yesung dan Ddonghae kini hanya menyaksikan sindiran demi sindiran yang Kyuhyun lontarkan untuk membuat Kibum bersedia membantu Yesung. Tidak mudah adu mulut dengan Kibum. Mengingat Kibum merupakan anak peringkat satu di sekolahnya.

"Baiklah aku bersedia! Akan ku buktikan, aku ini jauh lebih kuat dari mu Cho Kyuhyun!."

Bingo. Kalian dengan semua, Kyuhyun menang.

"Kau dengar itu Yesung, Kibum bersedia, Hahahahaha." Ucap Kyuhyun dengan penuh senyum kemenangan. Tentu saja Yesung yang mendengarnya langsung tersenyum.

"Kibummie~ lelaki sejati itu harus menepati ucapannya."

Dheg. Kibum yang mendengar ucapan Donghae langsung tersadar. Dirinya sudah dijebak oleh Kyuhyun.

"Baiklah, aku melakukan ini demi Ker." Ucap Kibum pada akhirnya. Membuat Kyuhyun yang tadinya tertawa menjadi sedikit terdiam. 'Jadi, benar dia menyukai sosok buruk Yesung si Ker.' Batin Kyuhyun sambil memandangi Yesung yang sedang tertawa dan Dheg.

'Kibum menatap Yesung, apa jangan-jangan Kibum.. aish.' Frustasi Kyuhyun dalam hati dengan pikirannya.

.

.

"Yesung, aku akan mendapatkan kekuatan seperti apa ? apa aku bisa terbang juga seperti mu. Atau aku memiliki kekuatan salah satu dari fantastic Four ? atau seperti Iron Man juga tidak masalah"

Mendengar Donghae yang bicara dengan semangat membuat Yesung tertawa, Donghae sangat antusias sekali. Berbeda dengan Kyuhyun dan Kibum, Kyuhyun lebih memilih menjadi pendengar dan memandangi wajah Yesung yang sedang tertawa. Sedangkan, Kibum sibuk dengan buku bacaannya.

"Akhh... tu..buh ku." Erang kesakitan Yesung lagi dengan tiba-tiba, membuat Kibum dan Kyuhyun menjadi sedikit khawatir dan refleksnya mereka berdua langsung mendekati Yesung bersamaan.

"Dasar mereka berdua itu." Umpat Donghae melihat tingkah Kyuhyun dan Kibum.

"Yesung, mana yang sakit ?." Tanya Kyuhyun dengan agak panik.

"Jam.. berapa sekarang ?." Mendengar pertanyaan Yesung membuat dahi mereka bertiga mengerut.

"Jam 06:05PM, waeyo Yesung ?."

"Begituh... tidak apa-apa, aku hanya belum terbiasa dengan cuaca malam."

"Aku akan membawa mu ke kamar."

Dengan sangat hati-hati Kyuhyun menggendong tubuh Yesung, wajah Yesung sangat pucat, nafasnya juga sedikit terenggah-enggah. Sesampainya dikamar, Kyuhyun merebahkan tubuh Yesung dikasur. Tapi, sebelum Kyuhyun pergi menjauh dari kasur. Yesung menahan tangan Kyuhyun, memberikan kode bahwa...

"Apa kau mau ku temani ?." Dan, Yesung hanya mengganguk mendengar pertanyaan atau memang itu yang Yesung inginkan. Saat malam hari, Yesung tidak ingin sendiri, karena itu terlihat menakutkan baginya.

"Kyuhyun apa alasan mu bersedia membatu ku ?."

"Apa itu penting ?."

"Aku hanya ingin tahu, Donghae membantu ku karena dia ingin merasakan memiliki kekuatan. Kibum membantu ku demi Ker. Sedangkan, dirimu... apa alasan mu ?."

Sejenak Kyuhyun terdiam,memikirkan jawaban yang bagus. Tapi, semakin lama dipikirkan membuat Kyuhyun bingung harus mengatakan apa. Jawaban Kyuhyun terlontar begitu saja saat Yesung bertanya tadi siang. Secara refleks Kyuhyun mengatakan 'Aku bersedia'.

"Apa kau tidak takut terluka dan mati Kyu ?."

"Bahkan aku rela mati demi dirimu." Jawab Kyuhyun dengan refleks lagi dan dengan sedikit senyuman.

"Be-benarkah ?."

"Aku juga tidak tahu. Setelah pertemuan pertama kali kita bertemu di Lab kakek Cho. Jantung ini berdetak tidak karuan setiap kau dalam bahaya dan benar kan kau memang dalam bahaya..."

"..."

Yesung terdiam bukan karena mendengar jawaban Kyuhyun. Yesung terdiam karena, mata Kyuhyun saat ini sedang memandang dirinya sangat berbeda. Kyuhyun sendiri juga karena terbawa suasana atau memang sekarang ia ingin mengatakan semua yang ada dibenaknya tentang Yesung yang menggangu pikirannya.

"Kau tahu, melihat wujud lain mu dekat dengan Kibum, aku merasa cemburu, aku tidak suka, ada rasa egois bahwa kau tidak boleh bersama namja lain kecuali dengan ku. Aku sangat suka memandang wajah mu, apa lagi ketika tertawa..."

"..."

"Dan, sekarang aku yakin..."

Dengan berani, Kyuhyun menggelus salah satu pipi Yesung untuk pertama kalinya, menatap mata itu lebih dalam lagi.

"Aku bersedia, karena sepertinya aku me... me-menyu-."

"Yesung aku bawakan susu untuk mu."

Tiba-tiba Donghae datang dengan tiba-tiba dengan wajah yang gembira, membuat Kyuhyun yang tadinya sedang memegang pipi Yesung ,refleks langsung menjauhkan tangannya. 'Donghaeee!' Batin Kyuhyun geram sambil berbalik dan menatap Donghae dengan senyuman terpaksanya.

"Kau kenapa Kyu ?." Tanya Donghae santai.

"Ah.. tidak." Donghae pun memberikan Yesung segelas susu, dan dengan senang hati Yesung meminumnya. Tidak tahukah Donghae tadi Kyuhyun ingin mengatakan cinta pada Yesung sebelum hal yang ia tidak inginkan terjadi.

Dheg. Tiba-tiba Yesung merasakan sesuatu didalam kamarnya. Sesuatu yang biasa makhluk kayangan miliki. 'Ini.. hawa panas ini.' Batin Yesung sambil menatap sekeliling kamarnya.

"Aku ingin istrirahat. Bisakah kalian meninggalkan ku sendiri."

"Baiklah, kami ada dibawah. Jika butuh sesuatu teriak saja. Ayo.. Kyu" Donghae menyeret Kyuhyun untuk keluar. Dimana Kyuhyun sedikit menolak untuk keluar, Kyuhyun belum menyelesaikan kalimatnya tadi.

"Yak! Donghae...Tunggu dulu."

Blam. Pintu pun tertutup. Yesung meneliti setiap sudut kamarnya.

"Keluarlah Heebum." Panggil Yesung yang entah pada siapa dia ucapkan. Sedetik kemudian, dinding didepan Yesung terbentuk lubang berwarna hitam yang kecil dan semakin lama semakin besar. Perlahan sesosok makhluk bertubuh mungil berwarna hitam keluar dari sana.

"Meow..."

"Kemarilah Heebum."

Yup. Dari suaranya kita tahu, makhluk jenis apakah itu. Itu adalah kucing, Kucing dengan tubuh berwarna hitam, mata hijau yang menyala dan sebuah kalung nama 'Heebum' ditambah dengan bandul bel kecil. Jika dilihat baik-baik, Kucing ini tidak beda jauh dengan di dunia manusia. Hanya saja kucing ini bisa...

.

.

Thanatos and Ker

Part 3

.

.

"MWOYAAA! KUCING MACAM APA INI?." Teriak heboh, siapa lagi kalau bukan Donghae. Donghae akan selalu berteriak heboh kalau melihat hal-hal yang menakjubkan.

"Perkenalkan dia adalah Heebum, peliharaan Ker waktu di kayangan." Jelas Yesung sambil menggelus leher Heebum dengan sangat lembut.

Lalu, kenapa Donghae berteriak melihat Heebum ? bukan kah dia hanya se-ekor kucing biasa. Ah... waktu datang tadi Heebum memang kucing biasa. Namun sekarang, Heebum sudah berubah ke wujud aslinya. Dimana badannya lebih besar 10 kali lipat, dengan gigi taring atasnya dua keluar dari mulutnya. Ukuran gigi taring Heebum tidak main-main, itu sangat besar. Jangan lupakan sayap hitam legamnya sama dengan milik majikannya si Ker dan ujung buntutnya pun terdapat kobaran api yang menyala.

"Apa kalian manusia-manusia yang akan membantu Thanatos ?." Tanya Heebum pada ketiga namja didepannya.

"APA INIIII! KUCING BESAR INI BISA BICARAAA !." Teriak Donghae lagi heboh. Pletak. Pletak. Itu adalah suara dimana Donghae mendapatkan jitakan-jitakan manis dari kedua sahabatnya siapa lagi kalau bukan Kyuhyun dan Kibum.

"Aish... kalian berdua ini."

"Sudahlah... abaikan Donghae. Jadi untuk apa kita berkumpul disini." Tanya Kyuhyun dengan sedikit menguap. Mengingat sekarang pukul 03:00AM dan Kyuhyun belum tidur sama sekali. berbeda dengan Kibum, Kibum kembali menyenderkan punggungnya ditembok setelah menjitak Donghae. Memejamkan kedua matanya untuk sejenak istrirahat tetapi telinga tetap mendengar.

"Aku akan memulainya Thanatos, bersiaplah."

"Baik Heebum."

Setelah mendengar perintah Heebum, Yesung memejamkan kedua matanya. Dan, perlahan bersinarlah tubuh Yesung, menampilkan wujud aslinya yang selama ini mereka bertiga tidak ketahui.

Yesung yang berbalut pakaian putih ke-emasan dengan sayap putihnya lengkap dengan senjata yang ia pegang ditangan kanan. Pisau besar dengan bentuk bulan sabit. Jangan lupakan efek helai-helai bulu putih yang berjatuhan menambahkan kesan betapa cantiknya malaikat didepannya. Sehingga membuat Kyuhyun dan Donghae terperangah akan sosok asli Yesung dengan pakaian lengkapnya. Kibum yang memejamkan matanya juga sekarang sudah menatap Yesung.

"Baiklah... baiklah, sudah menatap Thanatosnya." Ucap Heebum ketus.

Mendengar perkataan Heebum, membuat Kyuhyun, Kibum dan Donghae mendengus kesal. 'Menggangu moment saja.' batin mereka bertiga. Yesung yang melihat hanya terkekeh pelan.

Kini Yesung berdiri didepan Heebum, menghadap kucing besar itu dan memejamkan kedua matanya kembali. Heebum pun mencium simbol dikening Yesung, membuat kening Yesung memancarkan cahaya yang semakin lama semakin menyilaukan mata Kyuhyun, Donghae dan Kibum.

Tring.. Cahaya perlahan kembali meredup dan menyisahkan Yesung dengan pakaian biasanya lagi sambil menggendong se-ekor kucing... kecil.

"Apa Kucingnya menciut Yesung."

"Hahahaha... aniya Donghae, Heebum hanya mengecilkan tubuhnya agar manusia tidak takut dengannya."

"Ah..kau benar, dia terlihat lucu jika bentuknya seperti ini."

Meow~ Yesung tersenyum senang, melihat Heebum sepertinya senang berada di gendongan Donghae. Kini Yesung membuka telapak tangannya, memperlihatkan 4 benda ke Kyuhyun, Donghae dan Kibum. Dimana benda itu adalah sebuah kalung, cincin, anting dan gelang dengan warna dan simbol yang sama, simbol matahari dan bulan yang berada didalam satu lingkaran.

"Kyuhyun ini untuk mu." Yesung memberikan sebuah kalung kepada Kyuhyun.

"Ini untuk mu Donghae." Yesung memberikan sebuah gelang kepada Donghae.

"Dan, ini milik mu Kibum." Yesung memberikan sebuah anting kepada Kibum.

"Pufft... Kibum dapat anting. Hahahaha." Ledek Kyuhyun dan Donghae bersamaan, saat Kibum menerima sebuah anting dari Yesung.

"Diam atau kalian mati." Ancam Kibum dan detik kemudian mereka berdua diam seribu bahasa.

"Kenapa cuma satu antingnya ? Bukannya anting itu harus sepasang." Tanya Kyuhyun pada Yesung yang dirinya sendiri padahal sedang sibuk memakai kalungnya.

"Agar tidak mencolok, sini aku pasangkan." Yesung pun mendekati Kibum dan mengambil anting perak itu dari tangannya, menyikap rambut yang menutupi telinga kirinya. Dan, saat jemari-jemari Yesung menyentuh telinga Kibum. Kibum merasakan debaran yang sama waktu dengan Ker.

"Karena rambut mu cukup panjang, antingnya jadi tertutup." Ucap Yesung sambil merapikan rambut Kibum. Kibum sendiri hanya diam dan sesekali mengganguk mendengar perkataan Yesung.

"Yak! Bantu aku juga Yesung." Teriak Kyuhyun tiba-tiba membuat moment Kibum dan Yesung jadi buyar.

"Kyuhyun... coba katakan 'keluarlah, aku memanggil mu' sambil memegang kalung itu." Ucap Yesung setelah selesai membantu Kyuhyun.

Awalnya Kyuhyun tidak mengerti maksud dari perkataan Yesung. Tapi, karena disuruh Yesung, Kyuhyun mencobanya. Digenggamnya liontin kalung itu dengan tangan kiri dan...

Duagh..

"BERAAATT!." Kali ini yang teriak bukan Donghae tetapi Kyuhyun. Kyuhyun berteriak karena saat melakukan apa yang disuruh Yesung. Tiba-tiba tangan kanan Kyuhyun memegang pedang perak besar yang tingginya 2 meter dengan berat kurang lebih 20Kg.

"Uggh..." Dengan susah payah Kyuhyun mengangkat pedang itu dengan kedua tangannya. Dan, terangkatlah 10cm dari tanah.

"Kkkkk~, Itu adalah Pedang eisenmeteor. Sekarang giliran mu Donghae, sama dengan Kyuhyun. Cobalah." Donghae pun mengganguk dan melakukan apa yang Yesung suruh. Bedanya Donghae tidak harus memegang gelangnya, cukup dengan kalimat saja. Dan, detik kemudian ditangan kanan Donghae terpasang senjata api(pistol) yang menyatu dengan lengannya.

"Itu ada senjata api Heckler. Jika, kau tidak benar menggunakannya kau akan terpental sangat jauh." Donghae yang baru saja ingin mengatakan 'Keren' menjadi pucat basi setelah mendengar ucapan Yesung.

"Kibum kau juga cobalah." Kibum pun ikut mencobanya dan detik kemudian tangan kirinya memegang busur besar berwarna putih dengan ukiran-ukiran huruf dan simbol yang tidak jelas terpasang.

"Itu adalah Busur Kematian. Sesuai namanya,jika kau tidak hati-hati kau yang akan mati." Kibum yang mendengar ucapan Yesung hanya menatap datar, entah takut atau tidak peduli.

"Kyuhyun pedang yang sedang kau coba angkat itu adalah pedang biasa. Ada 4 macam jenis pedang yang bisa kau gunakan. Jika kau bisa menguasai ke-empat pedang itu kau akan sangat hebat."

"A-apaa ? Pedang biasa saja seberat ini! bagaimana dengan pedang lainnya!."

.

.

"Donghae, kau juga sama. Kau memiliki 3 macam pistol. Dimana masing-masing senjata api itu memiliki kekuatan yang berbeda."

"Baik."

.

.

"Kibum... apa kau bingung, kau memegang busur tapi tidak ada panahnya."

"Begitulah."

"Bentuk dan kekuatan dari panah tergantung dari kekuatan spiritual mu dan pikiran mu. Jika kau memliki kekuatan spiritual kuat dan membayangka panah seperti apa. Maka panah itu akan muncul."

Merasa mengerti, Kibum memejamkan kedua matanya dan berkonsentrasi penuh, membayangkan panah apa yang akan ia coba keluarkan.

Triiingggg. Dari tangan kanan Kibum kini bersinar terang, digenggaman tangan itu terdapat satu buah anak panah dengan panjang 60cm, ujung panahnya terdapat kobaran api yang menyala dengan tangkai panah berwarna merah dengan corak hitam.

"Apa seperti ini ?." Tanya Kibum sambil menunjukkan sebuah anak panah pada Yesung yang kini sedang menatap tidak percaya.

"Woaah... Bum, kau sangat hebat." Takjub Donghae pada Kibum.

"Yak! Bagaimana bisa kau melalukan itu Kim Kibum!." Marah Kyuhyun, karena lagi-lagi dia kalah dari Kibum.

Kibum mencoba memasang posisi anak panahnya ke busur. Membidik sebuah pohon yang 10meter dari jarak pandangnya. Dan... Shuuut. JEEB. Anak panah itu menancap batang pohon kelapa dan membuat pohon kelapa itu terbakar habis tanpa sisa. Membuat Kyuhyun dan Donghae hanya bisa menatap tidak percaya.

"Aku juga ingin mencobanya!." Ucap Donghae dengan semangat yang menggebu setelah apa yang kibum lakukan.

"Yak! Yak! Donghae kau tidak akan bisa." Ledek kyuhyun pada Donghae sambil menyeret-nyeret pedangnya agar berpindah.

"Yesung..."

"Aku akan menahan tubuh mu agar tidak terpental Donghae." Ucap Yesung dengan tersenyum, sambil meletakan kedua telapak tangannya ke punggung Donghae. Tanpa membuang waktu Donghae mengarahkan tangan kanannya kearah batu karang besar yang berada di tengah laut, itulah target sasarannya. Dengan menutup kedua matanya takut-takut dan sedikit gemeteran.

"Tekan pelatuknya sampai 6 kali Donghae." Bisik Yesung ditelinga kanannya.

"Yak! Yesung apa yan-"

Door... door.. Door... door.. Door... door..

Door... door.. Door... door.. Door... door..

Door... door.. Door... door.. Door... door..

Door... door.. Door... door.. Door... door..

Belum sempat Kyuhyun mengajukan protes. Karena, waktu Yesung berbisik wajah Donghae langsung memerah. Suara-suara tembakan terdengar saling berseru, dalam sekali tembakan donghae dapat melesatkan 10 peluru sekaligus. Karena, senjata Heckler yang memiliki ukuran besar memiliki 10 lubang peluru di depannya. Jika Donghae menekan pelatuknya sebanyak 6 kali dalam 6 detik maka ada 60 buah peluru yang melesat. Jadi, tiap detik Donghae melesatkan 10peluru sekaligus.

DUAAR... Batu karang yang Donghae tembakan menjadi hancur lebur sekarang.

"Yeeaaah! ." Girang Donghae melihat hasil kerjanya. Dan, Kyuhyun pun kembali mendengus kesal.

"Yesung... bagaimana caranya agar aku bisa menggangkat pedang ini." Melas Kyuhyun pada Yesung. karena disini hanya dirinya saja yang tidak bisa.

"Kyuhyun, kau bisa menggangkat pedang itu dengan mudah, Donghae juga kau tidak akan terpental. Dan, Kibum tangan mu tidak akan terbakar karena melesatkan anak panah itu. jika kalian semua memakai pakaian tempur kalian."

Dan, benar saja. Saat Kibum melihat tangan kanannya terlihat luka bakar yang cukup parah dan hebatnya Kibum tidak merasakan itu.

"Katakan 'pelindung ku datanglah.' " Perintah Yesung.

"Pelindung ku datanglah." Ucap Kyuhyun, Kibum dan Donghae bersamaan.

Sesuai perkataan Yesung. Tubuh Kyuhyun, Donghae dan Kibum memancarkan cahaya terang dan saat cahaya itu menghilang. Mereka bertiga sudah memakai pakaian tempur dan terlihat sangat gagah sekali. Pakaian yang mereka kenakan sama dengan milik Yesung tadi, berwarna putih dan cream, jangan lupakan dibelakang pakaian mereka terdapat jubah seperti Superman. Dan, corak bajunya berbeda-beda dengan warna emas dan perak. (Pakaiannya seperti waktu Super Junior performance Superman di SmTown).

"Cobalah angkat pedang mu Kyuhyun." Dan kali ini Kyuhyun dapat menggangkat pedang itu dengan mudahnya. Menggibaskan ke kanan dan ke kiri layaknya seorang petarung.

"Hahhaha... Lihat aku." Bangga Kyuhyun saat berhasil menggangkat pedang besar peraknya.

"Cih... coba aku mau lihat apa kekuatan mu." Cibir Donghae.

"Benar, apa sangat kuat seperti kita." Tambah Kibum dengan smirknya.

"Hei... Yesung, bagaimana caranya." Bisik Kyuhyun pada Yesung pelan.

"Pusatkan pikiran mu dan cobalah tebas lautan itu dengan sekali tebasan." Mendengar perintah Yesung, Kyuhyun berdiri di tepi laut. Memposisikan pedang besarnya, konsentrasi, menarik nafas dalam-dalam dan...

Wuussttttt... Lautan itu terbelah sepanjang 100meter dan kembali seperti semula kembali dalam hitungan waktu 10detik.

"Te-Terbelah." Ucap Donghae terbata saat melihat laut di depan matanya terbelah jadi dua.

"Bagaimana lebih hebat kan." Tanya Kyuhyun.

"Pamer." Sindir Kibum dan membuat Kyuhyun tertawa terbahak-bahak.

"Baiklah, itu kekuatan kalian. Kuat atau tidaknya, tergantung dari bagaimana kalian meningkatkan kekuatan kalian masing-masing. Dan, kekuatan kalian tadi baru 10%."

"Jadi, apa kalian siap bertarung dengan pemegang elemen itu." Tanya Yesung kepada ketiga namja yang sekarang sudah memakai pakaian petarungnya lengkap dengan senjatanya.

"KAMIII SIAAAPPP!." Jawab mereka serempak sambil menggangkat senjata masing-masing. Yesung yang melihat hanya dapat tertawa melihat bagaimana Donghae mencoba mengangkat tangan Kibum paksa agar mereka bertiga terlihat kompak.

"Lihat matahari terbit." Seru Donghae dan langsung mengajak Kibum untuk ke tepi laut bersama dengan Heebum tentunya, bermaksud untuk melihat matahari terbit lebih dekat. Meninggalkan Yesung dan Kyuhyun dibelakang berdua.

"Cincin itu... Apakah mungkin ?."

"Iya... untuk Guardian ke-empat, tapi aku belum tahu siapa orangnya."

Hening... Tidak ada percakapan antara Kyuhyun dan Yesung.

"Kau masih ingat tidak, waktu itu aku belum menyelesaikan kalimat ku. Kenapa aku bersedia membantu mu." Tanya Kyuhyun yang saat ini sedang memandang namja berambut soft pink dari samping.

"Eng...Ya ?"

"Apa kau mau mendengar lanjutannya ?." Yesung mengganguk sambil membalas tatapan Kyuhyun.

"HEEII... KYUU... YESUUUNG KEMARILAAHH." Teriak Donghae kearah Kyuhyun dan Yesung. Dan, Kyuhyun memberikan lambaian tangan sebagai tanda bahwa ia akan kesana sebentar lagi. Kyuhyun merendahkan kepalannya ke Yesung, mendekatkan bibirnya tepat di telinga Yesung dan membisikan sesuatu...

"Aku menyukai mu Yesung." Dan, Kyuhyun langsung berjalan kearah Kibum dan Donghae, meninggalkan Yesung yang mematung seorang diri. Bersamaan dengan matahari terbit memancarkan sinarnya, jantung Yesung berdebar-debar tidak normal untuk pertama kalinya dan apa ini wajahnya memanas.

Tiga Guardian sudah Yesung dapatkan. Siapakah Guardian ke-empat yang akan bergabung dengan mereka ? Kyuhyun sudah mengatakan perasaannya pada Yesung ? Bagaimana dengan Yesung ?

Mampukah mereka membantu Yesung mengumpulkan jiwa pemegang elemen demi tujuan Yesung ?

.

.

Thanatos and Ker

Part 3

TBC

.

.

Ah... saya benar-benar minta maaf buat keterlambatan FF ini, disamping karena puasa. Dan, FF macam fantasy begini butuh waktu yang sangat lama untuk membuatnya^^ bagi saya yang baru pemula ini. Saya benar-benar harus ber-imajinasi kuat. Semoga Chapter 3 ini memuaskan. Dan, tentunya ga pada bingung sama alurnya.

Terakhir saya mengucapkan terima kasih banyak sama yang udah review kemarin di Chap 2:

NameKyusunglove – CloudSparkyuLove - yeseong – xelo – – oneheartforsuju – rikarika – cloudso4 – i'm the cutest sparkyu – kyutiesung – alinzajazky – Ye'Im Clouds – ErmaClouds13 – cassandraelf – ndadila – Xxx – Mylovvelyeye – Iu cloud'z kysungshipper – ajib4ff – JustCallMeAzi – AuraKim – ziefaa – purieCloudsYesungie – jeremy kim84 – lu gege –Harpaairiry – V – Dor4cloud – adi ayu septiyan – LittleCloud'Irizv – MeganLim – ryani clouds – Nakazawa Ryu – .18 – akusukayesung – sekarzane – KSfrvr – ZuoLiFen23 - hollla – Pusycat3 – Cho Sung Yeon – yesungie lover – jejelf kim -

Oke... segitu aja.

Kritik, saran dan pendapatnya jangan lupa.

See You Next Story

Chapter 4

Kimmie