Tittle : Thanatos and Ker

Author : Kim Kyusung (Kimmie)

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Humor, Action, DC

Pairing : KyuSung

Slight Pair : HaeSung, WonSung/YeWon and BumYe/KiSung

Cast : Member Super Junior

~Member Boyfriend

~Member EXO

~Yonghwa CNBlue

~Member SNSD

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, Orang tua, Sment, Fans ya ^^

Dan, FF ini murni hasil kerja keras Kimmie ngetik~

Rating : K/T

Warning : YAOI (Boy X Boy ) yang ga suka Yaoi jangan baca, arraso !

Typo atau alur ga jelas harap maklum.

Ga suka sama FF dan Pairing ya, lebih baik langsung OUT.

Summary:

Dewa Kematian dua jiwa satu tubuh. Buruk & baik. Ketika sosok Buruknya memakan Jiwa dari 12 pemegang elemen(EXO).Ia harus dihukum. Namun,Siapa sangka jika Dewa kematian diberikan sebuah nama –Yesung- oleh manusia bernama Kyuhyun. Berhasilkah Pemegang elemen (EXO) membalaskan dendam kepada Yesung. Petualangan Yesung beserta 4 Guardian hadir disini :)

.

Preview

.

.

"Kau masih ingat tidak, waktu itu aku belum menyelesaikan kalimat ku. Kenapa aku bersedia membantu mu." Tanya Kyuhyun yang saat ini sedang memandang namja berambut soft pink dari samping.

"Eng...Ya ?"

"Apa kau mau mendengar lanjutannya ?." Yesung mengganguk sambil membalas tatapan Kyuhyun.

"HEEII... KYUU... YESUUUNG KEMARILAAHH." Teriak Donghae kearah Kyuhyun dan Yesung. Dan, Kyuhyun memberikan lambaian tangan sebagai tanda bahwa ia akan kesana sebentar lagi. Kyuhyun merendahkan kepalannya ke Yesung, mendekatkan bibirnya tepat di telinga Yesung dan membisikan sesuatu...

"Aku menyukai mu Yesung." Dan, Kyuhyun langsung berjalan kearah Kibum dan Donghae, meninggalkan Yesung yang mematung seorang diri. Bersamaan dengan matahari terbit memancarkan sinarnya, jantung Yesung berdebar-debar tidak normal untuk pertama kalinya dan apa ini wajahnya memanas.

[Flashback | Yesung POV]

.

.

"Saranghae..." Ucap wanita dengan wajah tersipu malu. Pipi wanita itu sangat cantik, karena terlihat rona pink di kedua pipi putih nan kenyal itu.

"Nado saranghae.." Balas sang pria dengan tersenyum manis kepada wanita didepannya ini.

Sudah ribuan tahun aku bekerja didunia manusia, semakin aku sering melihat manusia aku jadi sangat menyukai manusia yang saling mengatakan cinta satu sama lain, dari pada harus berperang menumpahkan darah.

"Kasian wanita itu, sebentar lagi pria yang ia cintai akan mati." Kata ku sambil memperhatikan dua sejoli ini. Mati ? Bagaimana aku tahu hal itu ? Karena, aku adalah Dewa yang akan mencabut nyawa pemuda itu. terlihat dari jarak yang tidak jauh dari pasangan ini, ada seorang pemuda yang memperhatikan mereka dari tadi dengan sebuah pisau dibalik punggungnya.

"Sudah aku bilang! Jika aku tidak bisa memiliki mu. Maka orang lain pun tidak akan bisa!."

JEEB... Pisau yang dibawa oleh pria itu sukses tertanam diperut kiri bawah pemuda yang baru saja merasakan kebahagiaan sesaat.

"Kyaa... Apa yang kau lakukan!." Jerit sang wanita mendapati kekasihnya sudah tidak bernyawa lagi dengan darah yang terus merembes keluar dari bajunya.

"Sekarang tugas ku."

Syuung... Dengan sigap aku menurunkan tubuh ku, menghampiri tubuh yang sudah tidak bernyawa itu, tentu saja wanita dan sang pelaku pembunuh tidak melihat ku. Ingat aku adalah seorang Dewa Kematian (pencabut nyawa).

"Kemari... Tidak apa-apa, ikutlah dengan ku." Dengan senyuman, aku mengulurkan tangan kanan ku agar sosok yang berada dihadapan ku ini tidak takut dan mau ikut dengan ku.

"Jangan melihat kemana pun, lihatlah aku terus." Ucap ku lagi pada sosok yang sekarang sudah meninggalkan raganya.

Aku tidak mau sosok target ku melihat raganya yang sudah tidak bernyawa. Karena, jika target ku melihatnya itu akan membuat dirinya memberontak tidak terima bahwa dirinya sudah meninggal.

"Bagus... "

Greb... ku rengkuh target ku kedalam pelukan. Memberikan rasa nyaman, tenang dan hangat.

"kau sudah hidup dengan baik. Pergilah ke Surga. Chuuu~" Dan, setelah ku cium keningnya. Target ku naik ke atas dengan senyuman indahnya.

[Yesung end]

.

Thanatos and Ker

Part 4

Happy Reading^^

.

.

'Aaah... Aku tidak menyangka, akan ada seorang manusia yang mengatakan cinta kepada ku.' Batin Yesung yang sedang duduk menikmati sebuah ayunan yang di ikat di pohon rimbun belakang Villa. Yesung baru saja mengingat bagaimana dulu dia menjalankan tugasnya.

Setelah kejadian 'Kyuhyun menyatakan cinta' padanya tiga hari lalu. Yesung sering melamun disini. Membiarkan angin laut menerpa tubuhnya, seakan berharap angin itu juga bisa membawa pikiran galaunya. Mungkin.

"Dooor!" Terdengar suara tembakan yang dibuat dengan suara keras, membuat sang empu terlonjak kaget.

"Aakh! Yak... Donghae kau menggagetkan ku."

"Hahahah... Habis kau melamun sih."

"Aniya, Aku tidak melamun."

Hening... Baik Donghae atau Yesung tidak ada yang bicara, mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing. Donghae pun melirik Yesung sekilas untuk meihat wajah Yesung, wajah Yesung tampak lesu dan tidak bersemangat.

"Jika kau berwajah seperti itu, kau akan membuat dua orang yang sedang memperhatikan kita menjadi frustasi." Mendengar perkataan Donghae membuat Yesung menggerutkan keningnya bingung.

"Dua orang ? Memperhatikan kita ? Nuguya ?."

"Menolehlah kebelakang dan kau akan mendapati dua orang berwajah bodoh."

Mendengar ucapan Donghae, Yesung langsung menolehkan kepalanya kebelakang dan wajahnya menjadi sedikit terkejut saat mendapati Kyuhyun dan Kibum yang sedang salting karena ketahuan memperhatikan Yesung.

"Kkkkk~... Apa mereka dari tadi." Kekeh Yesung saat melihat tingkah lucu Kyuhyun dan Kibum. Sungguh saat ini mereka berdua sangat lucu. Dimana Kyuhyun berpura-pura sedang olahraga dicuaca siang bolong begini dan Kibum seperti sedang mengitrupsi gerakan Kyuhyun yang salah.

"Kyuhyun bukan begitu caranya. Tapi begini.." Terdengar suara Kibum dari kejauhan ditelinga Yesung, membuat Donghae yang melihat hanya dapat tertawa terbahak-bahak. Kenapa mereka berdua sangat bodoh sekarang. Gelar murid terpintar lenyap sudah, tidak berguna jika sudah di depan Yesung.

"HEI... KALIAN! KALIAN SANGAT BODOH... HAHAHAHA." Teriak Donghae kencang, membuat kedua orang tadi yang bertindak konyol langsung berlari kearah Donghae dengan cepat. Tentu saja mereka tidak terima dikatai bodoh oleh Donghae didepan Yesung. Sedangkan, Yesung yang tadinya melamun jadi ikut tertawa saat melihat Kyuhyun dan Kibum mengejar Donghae tapi tidak dapat-dapat.

"Hahahaha... Dua orang terpintar kini sedang berusaha menangkap ku. Hahahaha." Ledek Donghae dengan menjulurkan lidahnya.

"Yak! Donghae... Kemari kauu!." Geram Kyuhyun dengan wajah merah padamnya, tapi bukan Donghae namanya jika tertangkap, Donghae terus berlari dan berlari menghindari Kyuhyun dan Kibum. Merasa lelah berlari membuat kecepatan Donghae berkurang.

"Hiyaaa... Senyuman kalian mengerikaannn!." Merinding Donghae saat melihat kebelakang, dimana Kyuhyun dan Kibum sedang bersmirk kearahnya.

Greb.. Dheg.

Tiba-tiba Kyuhyun dan Kibum berhenti mengejar. Mereka berhenti bukan karena berhasil menangkap Donghae. Kibum dan Kyuhyun berhenti karena mata mereka berdua menangkap Donghae sedang memeluk tubuh Yesung. Iya! Memeluk tubuh Yesung dari belakang.

"Yesungie~." Ucap Donghae dengan nada manja. Yesung yang melihat hanya dapat tersenyum dan menggelus rambut Donghae lembut. Sedangkan, Donghae sedang bersmirk lebih tepatnya sedang senyum kemenangan 'Apa kalian lihat-lihat, hahaha'

"Cih... dulu saja takut dekat-dekat dengan Yesung, Sekarang bersembunyi." Ucap Kyuhyun jenggah yang melihat perbedaan Donghae ketika pertama bertemu dengan sekarang sangatlah jauh berbeda.

"Anak kecil memang begitu." Timpal Kibum.

"Yak! Aku bukan anak kecil." Krek.. Donghae pun mengeluarkan sebuah pistol dari tangannya, mengarahkan ke Kibum dan Kyuhyun dengan percaya diri. Tentu saja Kibum dan Kyuhyun dengan senang hati mengeluarkan senjata mereka juga.

"Senjata yang kalian gunakan bukan mainan, turunkan senjata kalian." Mendengar peintah Yesung, membuat ketiga namja itu langsung mengganguk dan menyimpan kembali senjata-senjatanya.

"Yesung.. mau ikut dengan kami." Tanya Kyuhyun dengan senyuman yang dibuat sebagus mungkin.

"Kemana ?."

"Jalan-jalan." Balas Kibum yang tatapannya tidak pernah lepas dari Donghae, seperti mengatakan 'Lepaskan tangan mu dari pundak Yesung.' Begitulah. Kyuhyun juga tidak mau kalah, di senggolnya lengan Donghae berkali-kali seperti mengatakan 'Menyingkirlah.'

"Kalian menggerikan." Ucap Donghae sambil menggelus tengku belakang lehernya saat dirinya menerima serangan batin. Lebih baik dia menyingkir dari pada dia menerima aura-aura membunuh dari sahabatnya itu.

.

Thanatos and Ker

Part 4

.

.

[Pasar Namdaemun ||14:00PM]

"Woaaah... Banyak barang yang dijual disini!." Heboh Donghae saat melihat pasar rakyat dekat pantai yang menjual berbagai baju, makanan, aksesoris, papan seluncur dan sebagainya tersedia disini. Kekiri dan kekanan terus bergantian Donghae datangi stand penjual.

"Donghae... Yak! Donghae... nanti kau tersesat. Aish... Dasar anak itu." Omel Kyuhyun yang melihat tingkah Donghae. Kyuhyun khawatir Donghae akan tersesat, menginggat di pasar ini sangat luas dan banyak orang. Ditambah Donghae seperti anak kecil 5 tahun jika sudah melihat barang yang bagus, dan akan asik sendiri sampai melupakan orang sekitar.

"Biar aku saja yang menemani." Kibum pun berlalu meninggalkan Kyuhyun dan memilih menyusul Donghae dari belakang.

"Kita berkumpul di parkiran jam 5 sore. Okey." Ucap Kyuhyun dengan sedikit meninggikan volume suaranya dan dibalas anggukan oleh Kibum tanpa melihat kearah belakang.

Dheg.. Dheg.. Dheg.. Dheg... Itu adalah debaran jantung Kyuhyun saat ini. Kyuhyun gugup sehingga, debaran jantungnya menjadi semakin cepat. Sekarang dengan perginya Donghae dan Kibum dirinya berdua-an dengan Yesung. Iya berdua! Bukan kah ini sama saja seperti kencan. Dibelakangnya sekarang ada Yesung dan Kyuhyun harus memanfaatkan waktu ini dengan baik. Dan, menayakan perihal cintanya kemarin.

"Ye-Yesung."

"Meow..."

"Eh.." Bingung Kyuhyun saat dirinya berbalik, Kyuhyun hanya menemukan se-ekor kucing berwarna hitam legam sedang duduk manis sambil menggoyangkan ekor kecilnya dan menatap Kyuhyun polos. Ah... Kyuhyun lupa, mereka bukan berdua. Tapi, bertiga dengan Heebum. Pupus sudah imajinasi Kyuhyun untuk berkencang dengan Yesung.

"Heebum, dimana Yesung." Tanya Kyuhyun yang sedang menggendong Heebum, mengajak bicara kucing yang selalu mengikuti Yesung ini.

"Meow.. meow. (Disana.. disana)" Balas Heebum.

"Hahaha... Bodoh sekali aku bertanya pada se-ekor kucing." Ucap Kyuhyun yang meruntuki dirinya bodoh karena berbicara pada hewan.

Tapi tunggu Kyuhyun bingung melihat tingkah Heebum, kenapa Heebum memaju-majukan kepalanya. Apa dia sedang tersedak tulang seperti kucing lainnya. Heebum terus saja memajukan kepalanya seperti sedang berusaha mengatakan sesuatu pada Kyuhyun. Akhirnya, dengan rasa bingung Kyuhyun mengikuti arah kepala Heebum yang maju-maju. Dan, benar saja. Kyuhyun melihat Yesung sedang berada di stand penjual pernak-pernik.

Tap... Tap.. Tap...

"Ada yang kau suka ? Pilih saja, akan ku belikan." Mendengar perkataan Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah berada di samping Yesung sekarang, membuat Ahjumma yang melihat mereka berdua hanya tersenyum manis.

"A-aniya... Aku hanya suka melihat benda-benda yang berkilau ketika matahari menerpanya." Ucap Yesung berbohong. Lihatlah matanya tidak pernah lepas dari ke pernak-pernik, tidak mau salah tingkah, Yesung berjalan menjauh dari stand itu dengan wajah memerah.

Heebum pun turun dari gendongan Kyuhyun dan berjalan di samping Yesung, mengikuti tuannya. Sementara Kyuhyun masih di tempatnya melihat Yesung yang sedang berada di stand sebrang. Kyuhyun yang melihat hanya tersenyum geli.

"Ahjumma... di antara semua ini, mana yang paling bagus." Tanya Kyuhyun pada penjual wanita paruh baya dengan bisik-bisik.

"Apa tadi pacar mu." Blush... sekarang gantian kedua pipi Kyuhyun merona malu, membuat Ahjumma yang melihatnya hanya terkekeh. Melihat pasangan muda-mudi yang malu-malu untuk mengakui hubungannya itu sudah sering ia lihat. Tapi, pasangan yang ini membuat Ahjumma entah kenapa merasakan bahwa Kyuhyun dan Yesung adalah pasangan spesial.

"Ini adalah kalung yang sangat hebat. Kalung ini akan melindungi DIA dari bahaya." Ucap sang Ahjumma sambil menekan kata 'dia' dan memberikan sebuah kalung berliontin batu permata hitam kepada Kyuhyun.

"Dia ? Yaa... Ahjumma, aku bukan anak kecil lagi. Ini kan kalung biasa. Apa ini siasat marketing mu Ahjumma." Balas Kyuhyun dengan mulut pedasnya. Bukannya jawaban yang Kyuhyun dapat, Ahjumma itu tetap tersenyum kearah Kyuhyun. Seperti menyakinkan bahwa dia berkata benar.

"Ba-baiklah... akan ku be-"

"3.000 Won." Ucap Ahjumma itu dengan menyela perkataan Kyuhyun, membuat Kyuhyun menyerngit bingung. Kenapa harganya semurah itu jika ini memang kalung yang sangat hebat. Setelah memberikan sejumlah uang, Kyuhyun pun menghampiri Yesung dan meninggalkan Ahjumma yang baru saja Kyuhyun pergi beberapa langkah. Sosok Ahjumma itu menghilang dan barang-barang jualannya tidak ada. Stand kosong. Itulah kenyataannya.

.

.

[Di suatu tempat yang jauh dari pemukiman manusia]

Duaar... Duaar... terlihat dari atas gunung kilatan-kilatan halilintar bersautan satu sama lain. Menghancurkan bebatuan super besar yang di layangkan oleh temannya.

"Hei... Dewa Thunder, berhenti menghancurkan bebatuan." Eluh Dewa Teleportation yang muncul disini-disana-dan-dimana-mana dengan wajah lesunya. Tentu saja lesu, Dewa Thunder menggangu acara tidurnya.

"Wae ? kita kan di atas gunung. Tidak akan ada yang tahu ini." Jelas Dewa Thunder cuek dan melanjutkan sesi latihannya menghancurkan lemparan batu dari temannya.

"Tapi kau menggangu tidur sore ku. Chagiya... berhenti melempari dia dengan bebatuan mu." Perintah Dewa Teleportation kepada sang kekasih Dewa Earth. Kekasih ? Iya.. mereka pemegang 12 elemen adalah team yang terdiri dari 6 pasang kekasih.

Dewa Droplet Suho– Dewa Healing Lay

Dewa Teleportation Kai – Dewa Earth DO

Dewa Fire Chanyeol– Dewa Light Baekhyun

Dewa Wind Sehun – Dewa Teleknesis Luhan

Dewa Fly Kris – Dewa Time Controller Tao

Dewa Thunder Chen – Dewa Frost Xiumin

"Kemana yang lain." Kali ini Dewa Droplet berbicara, keluar dari sebuah Goa yang selama ini pemegang elemen tempati. Dewa Droplet merupakan leader dari pemegang elemen. Dan, apapun perintah yang keluar dari mulutnya merupakan perintah mutlak bagi pemegang elemen yang lain.

"Mereka sedang istrirahat dan berlatih Dewa Droplet." Jelas Dewa Fire yang sedang bermain burung Phoniexnya sambil menggelus rambut namja manis yang sedang tiduran dipangkuannya.

"Aku akan berdiskusi dengan Raja, bilang pada semuanya jangan ada yang menggangu ku." Dewa Fire pun mengganguk dan melanjutkan aktivitasnya.

"Kau mau kemana Dewa Thunder." Tanya namja yang berada dipangkuan Dewa Fire, matanya yang tadi terbuka tidak sengaja menangkap silut Dewa Thunder yang lewat.

"Ah... Dewa Light, aku ingin jalan-jalan. Dewa Teleportation melarang Dewa Earth menemaniku berlatih." Eluh Dewa Thunder.

"Kenapa tidak minta ditemani kekasih mu Dewa Frost." Kali ini Dewa Fire bertanya, membuat Dewa Thunder hanya tertawa.

"Aniya... Aku tidak mau menggangu tidurnya." Setelah mengatakan hal itu, Dewa Thunder melayang dengan jubah dan topengnya. Meninggalkan Dewa Fire beserta kekasihnya dari basecam.

.

Thanatos and Ker

Part 4

.

.

[Back To KyuSung Moment]

Sekarang jam menunjukkan pukul 4 sore, dimana satu jam lagi Kyuhyun dan Yesung harus ke parkiran untuk berkumpul dan pulang ke Nohwon.

"Apa kau lelah Yesung." Tanya Kyuhyun yang saat ini sedang berjalan bersampingan dengan namja manis, yang tidak pernah membuat seorang Cho Kyuhyun merasa bosan. Melihat wajah pucat Yesung membuat Kyuhyun sedikit khawatir. Sepertinya Yesung terlalu banyak berjalan. Sehingga membuat dirinya lelah.

"Aniya, aku hanya..." Kruuuuukkk... terdengar suara perut berbunyi sangat keras, membuat Kyuhyun menatap Yesung dengan tatapan entahlah, yang jelas Yesung sangat malu sekarang.

'Akh! Aku malu.' Batin Yesung dalam hati saat dirinya tanpa sadar mengeluarkan bunyi diperut yang menandakan bahwa dirinya sangat lapar. Kyuhyun masih menatap Yesung, membuat Yesung semakin menundukan kepalannya malu.

"KAU!." Ucap Kyuhyun dengan suara tinggi dan keras, membuat Yesung terlonjak kaget dan berhenti berjalan untuk menatap Kyuhyun.

"A-aku.."

"Yak! Heebum! Kau itu kucing kecil tapi suara perutnya besar sekali. ckckck."

Yesung yang mendengar langsung menatap shock. Apa ? Jadi, Kyuhyun menyangka suara perut tadi adalah suara perut Heebum.

'Ah... Syukurlah.' Batin Yesung sambil menghela nafasnya lega. Sedangkan, Heebum sedang berontak ketika Kyuhyun menggangkatnya tinggi-tinggi.

"Meow... meowww... meooww." Ucap Heebum yang kalau diterjemahkan (Bukan... Bukaaan.. akuuuu). Saat sosok kecil Heebum tidak bisa bicara pada manusia kecuali pada makhluk langit seperti Yesung, dia sama dengan kucing lainnya. Dia tidak berdaya.

.

.

"Yesung ka-kau..." Terbata Kyuhyun atau dirinya kini sedang kaget saat melihat berapa banyak kotak susu ukuran 1liter yang sudah Yesung habiskan.

"Ne ?." Jawab Yesung yang menghentikan aktivitas minum susunya yang ke-10. Kyuhyun yang melihat hanya dapat menggelengkan kepalanya dan menyuruh Yesung melanjutkan acara minum susunya lagi.

"Hei... Heebum, jangan-jangan suara tadi itu milik Yesung ya ?." Tanya Kyuhyun berbisik sangat pelan kearah Heebum dibawah kakinya yang sedang menikmati kue berbentuk ikan.

"Meooow(Iyaaaaa)..." Jawab Heebum dengan menggangukan kepalanya malas kepada manusia di hadapannya ini. Yesung yang mengerti ucapan Heebum langsung melirik.

"Iya apa ?." Tanya Yesung pada Heebum.

"Meoow(Tidak)." Heebum pun menggeong dan memberikan sebuah senyuman khas Kucing pada Yesung.

"Yesung." Panggil Kyuhyun dengan suara bassnya. Membuat Yesung harus mengalihkan pandangannya kearah namja tinggi disebalahnya. Dheg. Lagi-lagi Yesung merasakan debaran ketika matanya melihat mata Kyuhyun sama seperti waktu itu, menatap Yesung dengan dalam.

Perlahan Kyuhyun menggeser bangkunya kearah Yesung. Di arahkannya tangan kanan Kyuhyun kearah saku celana dan mengambil sesuatu. Diperlihatkan kalung yang tadi Kyuhyun beli kearah Yesung, membuat Yesung hanya dapat terdiam dan mematung. Yesung tidak tahu harus bersikap bagaimana jika sudah masuk kedalam sorot mata Kyuhyun. Tanpa sadar Kyuhyun sudah memasangkan kalung itu dileher Yesung.

"Itu untuk mu Yesung." Ucap Kyuhyun dengan senyuman menawannya. Yesung hanya mengganguk dan sesekali menghindari tatapan Kyuhyun. Perlahan Kyuhyun memeluk tubuh Yesung, tanpa tahu banyak pengunjung minimarket yang tadinya ingin masuk jadi mengurungkan niatnya. Takut menggangu mungkin.

"Kau belum menjawab pernyataan cinta ku kemarin Yesung." Bisik Kyuhyun di salah satu telinga Yesung. Bisikan Kyuhyun membuat tubuh Yesung merasa sekujur tubuhnya seperti tersengat.

"Ah.. i-itu, A-aku.." Mendengar perkataan Yesung yang terbata membuat Kyuhyun tersenyum tanpa Yesung sadari.

Yah... Kyuhyun tahu Yesung sedang gugup sekarang dan itu wajar bagi siapa saja jika ada orang yang mengatakan cinta kepada mu. Dan, seorang Cho Kyuhyun tidak mau memaksa Yesung untuk menjawabnya. Bagi Kyuhyun cukup dengan Yesung terus berada disampingnya itu sudah cukup.

"Tunggulah diluar, aku akan ke kasir untuk membayar susu yang kau minum melebihi batas itu. kkkkk~." Ledek Kyuhyun membuat Yesung langsung mendorong tubuh Kyuhyun menjauh dan keluar dari minimarket dengan wajah memerah.

"Aww! Yaaak!. Issh" Ringis Kyuhyun saat mendapati kaki sebelahnya tiba-tiba dicakar oleh Heebum.

"Meoow.! Meoow... meooww, meeoow! (Kauu.! Apa... yang kau lakukan pada tuan ku!)" Ucap Heebum yang Kyuhyun tidak mengerti.

"Kau bicara apa sih."

Kyuhyun pun meninggalkan Heebum yang masih ngoceh dengan bahasa kucingnya, berjalan ke kasir untuk membayar kotak susu yang sudah Yesung minum tadi. Sedangkan Heebum, dia menunggu Kyuhyun. Heebum tidak bisa membuka pintu minimarket yang terbuat dari kaca itu.

Diluar terlihat Yesung yang sedang memanfaatkan waktu untuk menikmati udara khas sore yang sejuk dan nyaman.

Greb... Tiba-tiba dari arah belakang, Yesung merasakan seseorang mendekap mulutnya dan membawanya terbang tinggi ke langit.

"Yesung... maaf sudah membuat mu menu-." Ucapan Kyuhyun terputus saat dirinya keluar. Namun, Yesung tidak ada, ia pun berlari kearah mobil-mobil yang terparkir, berpikir barang kali Yesung sedang mengumpet di belakang mobil. Tapi, nihil. Kyuhyun tidak menemukannya. Kyuhyun pun masuk kedalan minimarket lagi mencari setiap lorong makanan tapi tidak ada juga.

"Permisi... Apa kau melihat namja berambut pink, tingginya segini dan dia memiliki wajah cantik seperti yeoja." Tanya Kyuhyun panik saat dirinya menghentikan salah satu pejalan kaki yang lewat.

"Aniya." Jawab pejalan kaki itu dan pergi dengan cepat. Takut. Pejalan kaki itu takut karena perlakuan Kyuhyun yang menayainya dengan mencengkram kuat lengan pejalan kaki itu.

"YESUUUNNG!. YESUUUNG DIMANAA KAUUU!." Teriak Kyuhyun seperti orang gila di pinggir jalan, melihat kekanan dan kekiri. Tidak peduli orang-orang yang melihat dirinya menggangap Kyuhyun gila.

Iya... Kyuhyun memang sedang gila sekarang. Gila karena Yesung hilang. Gila karena takut kehilangan Yesung. Gila karena dirinya tidak bisa melindungi Yesung, untuk apa kekuatannya jika ia sekarang tidak bisa melindungi Yesung. Berbagai pikiran terlintas di benak Kyuhyun saat segerombolan orang tersebut menghabisi Yesungnya.

.

Thanatos and Ker

Part 4

.

.

[Dewa Thunder || Sebelum Yesung menghilang]

"Ah... benar itu Dewa kematian." Ucap Dewa Thunder yang tidak sengaja sedang melayang melintasi sebuah minimarket, merasakan sebuah aura yang ia merasa kenal. Akhirnya ia pun menunggu untuk melihat siapa orang yang membuatnya penasaran akan aura yang ia miliki. Dan, ternyata Dewa Kematian Thanatos(Yesung).

"Apa dia sengaja keluar sendiri. Kemana manusia yang bersamanya. "Tanya Dewa Thunder Chen entah pada siapa sambil melihat sekeliling, mencari Kyuhyun, Kibum dan Donghae yang selalu berada di dekat Yesung.

"Aku harus segera melapor pada... Eh tunggu." Baru saja Dewa Thunder Chen ingin melaporkan pada Dewa Droplet sang leader. Diurungkan niatnya. Se-utas ide membunuh Dewa Kematian sendirian muncul dibenaknya.

"Mumpung dia sendiri, akan ku habisi." Dewa Thunder pun memakai topengnya dan mendekati Yesung yang memang tidak merasakan hawa bahaya.

Greb!

"I got U." Ucap Dewa Thunder Chen sambil membekap bibir Yesung dari belakang. Tanpa membuang waktu, Dewa Thunder Chen membawa Yesung ke sebuah bukit yang terjang.

.

.

[Side Donghae dan Kibum]

"Hei... Cantik~." Goda namja tampan dengan posisi menyadar di mobil sport saat melihat wanita dan Uke yang lewat di depannya, sesekali namja tampan itu bersiul memberikan kode pada mereka. Entah memuji tubuh langsing wanita atau uke yang lewat atau sekedar iseng.

"Donghae... berhenti menggoda." Ucap namja berwajah datar pada namja disebelahnya siapa lagi kalau bukan Donghae.

"Bum... Coba tersenyum, aku yakin saat wanita atau Uke yang lewat langsung histeris melihat mu." Celoteh Donghae yang tetap matanya tidak berenti melirik wanita dan Uke yang sedang lewat. Sesekali Donghae akan melemparkan flying kiss pada mereka.

"Ini sudah jam 17:30 kemana mereka." Tanya Kibum yang selalu melihat jam tangannya dari tadi. Bukankah Kyuhyun bilang jam 17:00 harus berkumpul di parkiran. Apa Kyuhyun lupa. Ah.. Tidak, Kyuhyun tidak mungkin lupa. Dia kan murid Jenius daya ingatnya sangat kuat tidak seperti namja di sampingnya.

"Waeyo ?." Tanya Donghae ketika Kibum meliriknya. Seperti mengetahui isi pikiran Kibum.

"Aniya." Balas Kibum datar.

Drrtt... Drrtt... Tiba-tiba terdengar suara Handphone yang bergetar dari saku celana Donghae. Dengan malas Donghae mengeluarkan handphonenya tanpa melihat siapa yang menelpon.

"Ini... Aku sedang sibuk." Ucap Donghae kepada Kibum. Kibum yang di sodori Handphone oleh Donghae hanya menatap bingung. Untuk apa dirinya dikasih Handphone, apa Donghae lupa bahwa Kibum sudah punya Handphone yang lebih mahal darinya.

'Kebiasaan kalau udah asik.' Batin Kibum jenggah. Diraihnya Handphone itu dan melihat siapa yang menelpon -Evil Cho-.

"Hello... Kyu ke-."

"CEPAT KALIAN KE ARAH BUKIT NAMGYEONG SEKARANG! YESUNG DALAM BAHAYA." Teriak Kyuhyun disebrang line. Suara Kyuhyun benar-benar luar biasa. Padahal Handphonenya tidak sedang di loudspeaker. Tapi, suaranya begitu menggelegar membuat Donghae yang tadinya sedang sibuk berbincang dengan wanita langsung terlonjak kaget, sama dengan Donghae. Kibum juga tidak kalah kagetnya, dengan cepat Donghae masuk dan melajukan mobilnya kearah bukit namgyeong.

.

.

[Kembali ke Kyuhyun]

"Heebum... Apa kau yakin Yesung ada disana." Tanya Kyuhyun yang sedang berlari mengikuti Heebum yang tepat berada di depannya. Ternyata Heebum dengan indra penciumannya yang luar biasa berhasil mencium bau Yesung dan menemukan dimana lokasi Yesung berada.

"Meow(Yakin)..." Kini Heebum berenti dibawah kaki bukit. Melihat kekanan dan kekiri, mengecek apakah ada manusia yang lewat sini. Merasa kondisi disini sepi dan aman. Heebum merubah dirinya menjadi besar. Tring... sinar putih menyelimuti tubuh Heebum dan sekarang tubuh Heebum menjadi 10x lipat besarnya, membuat Kyuhyun sedikit terkaget.

"Hei manusia... naik ke punggung ku. Jika kita naik ke atas bukit dengan kemampuan manusia mu. Kau akan tertinggal oleh ku." Ucap Heebum yang bisa berbicara jika sudah berwujud aslinya dan Kyuhyun tanpa banyak pikir langsung menaiki Heebum.

.

.

[Side Yesung VS Dewa Thunder Chen]

Ting... Ting...Duaar!

Terdengar dentingan pedang yang sedang menahan serangan. Yesung kini sedang dalam penampilan menyerang.

"Hahahaha... Bahkan, melawan aku yang seorang diri kau tidak bisa." Ucap Dewa Thunder yang melihat nafas Yesung sudah ter-enggah-enggah. Walaupun Yesung bisa menghindari semua serangan Dewa Thunder dengan baik. Tapi, itu cukup menguras tenaganya.

"Kenapa eum ?. Tidak bisa terbang ?."

Dheg. Pertanyaan Dewa Thunder membuat Yesung mencolos. Semenjak Dewa Kematian Ker menyegel dirinya didalam diri. Dewa Kematian Thanatos atau yang sering kita panggil Yesung kehilangan jiwa lainnya, begitu juga dengan sayapnya. Walaupun Yesung memiliki sepasang sayap putih yang cantik. Tapi, entah kenapa Yesung tidak bisa menggunakan sayapnya untuk terbang. Seperti se-ekor burung yang telah kehilangan separuh sayapnya.

Melihat Yesung melamun, Dewa Thunder pun langsung mengambil kesempatan, memberikan petir kearah Yesung. Dan, Tring... tangan kanan Yesung yang tadinya kosong. Kini memegang sebuah pisau bulan sabit perak.

"Bodoh." Ucap Dewa Thunder Chen saat Yesung mengeluarkan senjatanya.

"AKKHHH!." Teriak kesakitan Yesung, saat petir dari Dewa Thunder menyerang tubuhnya. Tubuh Yesung seperti tersengat aliran listrik 1.000.000 Volt besarnya.

Sshhh... seketika asap keluar dari tubuh Yesung. Jika Yesung manusia biasa, sudah dipastikan dia akan langsung mati gosong dan berakhir seperti debu. Pemegang elemen benar-benar tidak bisa diremehkan. Bahkan saat pemegang elemen sendirian pun. Yesung tidak bisa melawannya.

"Kau bodohnya. Jika Petir bertemu dengan perak, besi, logam. Maka dia akan menjadi pengantar listrik. Mana bisa kau menahannya. Hahahah" Ucap Dewa Thunder Chen dengan tawa penuh kemenangan.

"Kau tidak bisa membunuh ku...Ughh " Dengan tubuh tertatih akibat serangan, Yesung berusaha untuk berdiri.

"..."

"Karena, aku hanya bisa dibunuh dengan belati dari Raja." Ucap Yesung yang kini sudah berdiri tegak dengan tubuh yang mulus dari luka akibat kekuatan Dewa Healing membuat re-generasi tubuhnya cepat pulih. Dewa Thunder Chen yang mendengar gertakan Yesung hanya dapat melotot. Benar, yang dikatakan Yesung. Sampai Dewa Thunder Chen menghabisinya seminggu pun Yesung tidak akan mati.

"Kau takut, eum ?." Ledek Yesung kali ini pada Dewa Thunder Chen dengan smirknya.

.

Thanatos and Ker

Part 4

.

.

[Kyuhyun Side]

"Awww... Yak! Yak! Heebum..pelanlah sedikit." Protes Kyuhyun saat Heebum yang menaiki bukit menerobos pohon dan ranting tanpa memperdulikan Kyuhyun yang sedang berada di punggungnya. Berkali-kali wajah dan kepala Kyuhyun menjadi korban ketidakpeduliaan Heebum.

"Kau sangat berisik." Ucap Heebum yang membuat Kyuhyun bungkam. Baru kali ini ada yang berani melawan Kyuhyun dan lagi dia se-ekor Kucing.

"Aish! Pokonya cepat.. Aku tidak mau terjadi sesuatu pada Yesung." Tanpa Kyuhyun bilang pun, Heebum menambah kecepatannya untuk menaiki bukit ini.

.

.

[Side Donghae dan Kibum]

"MWOOYAAA! JADI KITA HARUS MENAIKI BUKIT TINGGI INI." Heboh Donghae yang saat ini berada di bawah kaki bukit, melihat betapa tingginya bukit yang harus mereka naiki. Membuat Donghae menelan ludahnya kasar. Tubuh Donghae memang sangat bagus, tapi tubuh ini juga memiliki batasan yang akan membuatnya lelah.

"Mungkin dengan itu akan cepat sampai." Ucap Kibum yang menunjuk sebuah toko yang tidak jauh dari sana.

"Balon." Ucap Donghae bingung. Kibum ini bodoh atau apa. Mereka harus keatas, kenapa Kibum masih sempet-sempetnya becanda. Tanpa menunggu Donghae protes, Kibum berjalan kearah toko. Berbicara dengan namja paruh baya, dan apa itu... Donghae melihat Kibum memberikan sejumlah uang kepada pria itu.

"Donghae... Cepat kemari. Ppali!." Teriak Kibum ke arah Donghae. Membuat Donghae langsung berlari menghampiri Kibum.

"Bersiaplah."

"Hah? Bersiap untuk apa ?."

"Kita akan pergi ke-atas dengan Balon udara."

"APAAAAAAAA!."

.

.

[Yesung VS Dewa Thunder Chen]

"Itu seperti suara Donghae." Gumam Yesung dengan lirih disela pertarungannya. Karena, hal inilah Yesung kehilangan konsentrasinya yang sedang melawan Dewa Thunder Chen.

"AKKHH!." Erang Yesung kesakitan yang saat ini berhasil berada didalam petir milik Dewa Thunder. Dewa Thunder mengurung Yesung didalam sebuah bola yang didalamnya terdapat aliran petir yang menyengat tubuh mungilnya.

"AKKHH! SAA...KIIIITTTT." Didalam bola petr itu, telihat tubuh Yesung merengkuh dan sesekali menegang akibat aliran petir yang menyengat tubuhnya.

"YESUUNNG!." Teriak Kyuhyun saat berhasil mencapi bukit paling atas, wajah Kyuhyun kini sangat marah, murka dan entahlah.

"Ggggrrrrrr." Heebum juga tidak kalah marah melihat Yesung tuannya di siksa didalam bola petir.

"Hahahaha... Kau manusia, bisa apa kau." Ejek Dewa Thunder Chen pada Kyuhyun. Dewa Thunder belum mengetahui bahwa manusia didepannya ini memiliki kekuatan.

"LEPASKAN YESUUUNG!." Teriak Kyuhyun dengan lantangnya, mata Kyuhyun sekarang memancarkan kilatan kemarahan yang luar biasa. Dewa Thunder Chen juga menatap mata Kyuhyun dengan tidak kalah seramnya.

Dewa Thunder Chen sudah tidak peduli dengan hukum Raja yang memperlihatkan kekuatan di depan manusia. Dewa Thunder Chen rela mati demi menahan Yesung disini dan membawa Dewa Kematian ke teman-temannya.

"YAK! CHO KYUUHYUN... DISINI! DI ATAS SINI." Teriak Donghae tiba-tiba memecahkan ketegangan yang ada saat ini dilokasi pertarungan, mendengar teriakan cepreng Donghae membuat Kyuhyun yang marah menjadi tersadar dan melihat ke langit. Dimana dilangit sudah ada Kibum dan Donghae sedang naik Balon udara.

"YAK! SEDANG APA KALIAN DISANA." Teriak Kyuhyun emosi saat melihat Kibum dan Donghae yang melambaikan tangannya.

"MENIKMATI PEMANDANGAN... TENTU SAJA MENYUSUL MU BODOOH!." Balas Donghae dengan sedikit becanda. Dewa Thunder Chen yang melihat hanya menatap 'Apa mereka bodoh. ' Begitulah.

Kyuhyun pun menyuruh Kibum dan Donghae untuk melompat dari Balon udara. Tentu saja Donghae menolak dengan sangat keras. Apa Kyuhyun ingin Donghae mati. Tapi, karena Heebum dalam mode besar, Heebum mengatakan akan menangkap mereka. Dan, Kibum yang percaya langsung melompat kebawah begitu saja tanpa alat keselamatan satu pun.

Dan, Hup! Heebum berhasil menangkap Kibum. Kini giliran Donghae. Dengan, mata terpejam Donghae pun melompat kebawah dan Hup. Heebum berhasil menangkapnya juga. Kini di hadapan Dewa Thunder Chen berdiri sosok Kyuhyun, Kibum, dan Donghae yang kakinya masih agak lemas akibat terjun dari Balon udara.

"Lepaskan Yesung, atau kami akan mem-."

"Akan apa, eum ?." Tanya Dewa Thunder Chen yang memotong ucapan Kyuhyun.

Sekali jentikan jari, Dewa Thunder Chen mengeluarkan berbagai macam petir dihadapan mereka. Kini mereka semua terkepung didalam sebuah petir yang saling menyambar satu sama lain, seperti menggambarkan jika salah satu dari mereka kabur, maka habislah dia.

"Aaah... Sepertinya 'dia' pingsan." Ucap Dewa Thunder Chen saat melihat sosok Yesung yang berada disampingnya sudah berhenti teriak kesakitan di dalam bola petir. Walaupun pingsan, tubuhnya tetap dihajar oleh Petir didalamnya.

Shuuutt... Duaarr. Terlihat sebuah panah menancap ke bola petir dimana Yesung berada didalamnya. Namun, panah itu seketika hangus. Dewa Thunder Chen yang melihat sedikit terkaget. Dan, matanya mencari dimana orang yang baru saja melesatkan anak panahnya. Dan, bingo.

Mata Dewa Thunder Chen mendapati manusia memegang busurnya dengan tatapan datar. Tapi, mengandung aura membunuh yang luar biasa dia adalah Kim Kibum.

"A-apaa." Terbata Dewa Thunder Chen menatap tidak percaya, manusia-manusia dihadapanya ini siapa sebenarnya.

"Hei.. Bum, kau mencuri start, yang pertama itu biasanya difilm action akan terlihat sangat keren." Eluh Donghae dan dianggukansejutu oleh Kyuhyun.

Dewa Thunder Chen pun melancarkan petir kearah Kyuhyun, Kibum, Donghae, dan Heebum. Tentu saja Kibum, Kyuhyun dan Heebum bisa menghindar. Tapi, Donghae melihat petir yang sangat besar yang belum pernah ia lihat membuat kakinya tidak bisa digerakan. Kaki Donghae lemas, tubuh dan pikirannya untuk cepat-cepat pergi menghindari petir itu seperti tidak konek.

'Katakan pelindung ku datanglah, itu akan melindungi mu.' Entah suara darimana, Donghae mendengar suara Yesung. Dan, tanpa sadar Donghae mengucapkan kalimat itu.

Tringgg... Duaarr!

"DONGHAEEEE!." Ucap Kibum dan Kyuhyun bebarengan. Sungguh mereka berdua sangat takut, takut jika Donghae mati. Berbagai kenangan-kenangan antara Kibum, Kyuhyun dan Donghae selama ini berputar dikepala Kyuhyun dan Kibum.

Asap menggepul di tempat Donghae berada dan detik kemudian asap itu hilang. Terlihat kini sebuah lingkaran cahaya berwarna putih melindungi Donghae yang sudah memakai pakaian tempurnya.

"Woaaahh..." Kagum Donghae saat melihat tubuhnya kini di kelilingi sinar. Kibum, Kyuhyun dan Heebum yang melihat Donghae selamat hanya dapat menghela nafasnya lega.

"Kekekeke~."

Seketika semua orang yang berada disana yang sedang bernafas lega mendengar suara lain, suara yang biasanya akan keluar dari bibir seorang Cho Kyuhyun. Tapi, ini bukan Kyuhyun melainkan ini adalah Donghae. Donghae mengeluarkan ketawa evil.

"Hahahahaha... I'm Strong. Now!." Dan, Donghae pun mengeluarkan pistol Hecklernya dan membidik kearah Dewa Thunder Chen.

Dor...Dor...Dor...Dor... Dor...Dor...Dor...Dor... Dor...Dor...Dor...Dor...

Dor...Dor...Dor...Dor... Dor...Dor...Dor...Dor... Dor...Dor...Dor...Dor...

Dengan brutal Donghae menembak Dewa Thunder dan tentu saja peluru itu ditahan dengan petirnya. Donghae yang melihat menatap tidak percaya. Heebum yang melihat hanya menggelengkan kepalanya. Tentu saja Dewa Thunder Chen tidak mudah dikalahkan. Ingat, derajat Chen adalah Dewa. Dan, Donghae hanya ksatria yang masih pemula.

"Bodoh." Ucap Kibum yang melihat perlawanan Donghae yang sia-sia. Sudah tahu gagal, masih saja Donghae terus menembaki Dewa Thunder tanpa ampun. Apa Donghae tidak belajar dari pengalaman.

"Kita harus mengeluarkan Yesung dari bola petir itu." Bisik Heebum ke Kyuhyun dan Kibum. Kali ini muka mereka berdua menjadi serius. Berdiskuis langkah apa yang mereka ambil.

"Bagaimana caranya ? kami tidak bisa terbang, kau mau kami jatuh ke danau yang berada dibawah Yesung ." Jelas Kyuhyun. Benar yang dikatakan Kyuhyun, saat ini mereka ada di atas bukit jurang, dimana bola petir yang mengurung Yesung sedang melayang.

"Satu-satunya cara adalah kita harus mendekati Dewa Thunder dan menahan tubuhnya. Dengan, begitu konsentrasinya akan pecah dan bola petir itu akan melepaskan Yesung. Dan, ketika Yesung terlepas harus ada yang menangkap tubuhnya." Heebum memberikan sebuah ide untuk menyelamatkan Yesung. Kyuhyun dan Kibum yang mendengar mengganguk setuju. Ide yang diberikan Heebum sebuah rencana yang cukup bagus. Tapi...

"Siapa yang akan menangkapnya ?." Tanya Kyuhyun dan detik kemudian dua pasang mata melirik ke arah dirinya.

"A-aku ?." Tunjuk Kyuhyun pada dirinya sendiri.

"Aku dan Donghae akan menyerangnya, mengalihkan perhatian. Sedangkan, Heebum diam-diam akan menerjang tubuhnya dan menahannya. Dan, saat itulah kau harus menangkap Yesung." Ucap Kibum sambil menatap Kyuhyun seram dan yang ditatap hanya dapat menelan ludahnya kasar.

Kini dimulailah rencana mereka. Kibum, Kyuhyun dan Heebum berjalan mendekati Donghae. Kibum yang membisikan rencananya ke Donghae langsung mengambil posisi. Dengan, memanggil jubah pelindungnya Kibum siap bertempur dengan panahnya.

"Kalian ?! Siapa kalian sebenarnya." Tanya Dewa Thunder Chen yang melihat Donghae dan Kibum memakai pakaian tempur seperti ksatria langit.

"Apa kau juga sama seperti mereka ?." Kali ini Dewa Thunder bertanya kepada Kyuhyun. Bukannya menjawab, dengan lantangnya Kibum langsung mengucapkan kata 'serang' membuat Donghae langsung berlari ke sisi kiri dan Kibum ke sisi kanan.

Donghae yang menyerang sisi kiri langsung menembaki Dewa Thunder dengan pelurunya bertubu-tubi. Sedangkan, Kibum terus melesatkan anak panahnya kearah Dewa Thunder tanpa henti.

"Hahahaha... Kalian tidak akan berhasil mengenai ku." Ucap Dewa Thunder saat melihat Donghae dan Kibum yang menyerangnya tidak ada satu pun yang kena. Kekiri dan kekanan konsetrasi Dewa Thunder kini terbagi menjadi dua dan inilah kesempatan...

"HEEBUM... SEKARAANGG!." Teriak Kibum memberikan perintah pada kucing langit itu.

"MEOOWW... GEEERRR.." Dengan kekuatan lincah bak Kucing. Heebum langsung berlari dengan sangat cepat dan memposisikan kedua kaki depannya dengan cakar yang tajam, melompat kearah Dewa Thunder dan Shrak! Heebum berhasil menangkap buruannya. Seperti kucing yang menangkap makan malamnya tikus. Heebum menahan tubuh Dewa Thunder dengan kakinya.

Tring...

"KYUHYUUNN!." Teriak Donghae saat melihat bola petir yang mengurung Yesung perlahan semakin memudar dan Kyuhyun yang dari tadi sudah berada diposisinya langsung berlari, berlari dan...

"Kyuhyun tidak akan bisa menangkapnya! Mereka akan jatuh kebawah!." Ucap Heebum panik saat melihat prediksinya sedikit meleset. Tubuh Yesung jatuh kebawah, jatuh menuju danau yang berada dibawahnya. Kyuhyun tidak akan bisa menangkapnya. Kyuhyun tahu itu.

'Tidak akan kubiarkan!.' Batin Kyuhyun saat melihat tubuh Yesung sudah merosot cepat kebawah, dengan cepat Kyuhyun menjatuhkan dirinya ke jurang untuk menangkap Yesung.

"SIAAAL! KELUARLAH EISENMETEOR!" Kyuhyun memanggil senjatanya, pedang Eisenmeteor pedang perak yang sangat berat diantara pedang lainnya. Dengan pedang Eisenmeteor yang berada ditangan kanan Kyuhyun, membuat gravitasi tubuh Kyuhyun merosot lebih cepat sehingga Kyuhyun sekarang sudah dekat dengan tubuh Yesung.

GREB... 25meter dari atas permukaan air Kyuhyun berhasil menangkap tubuh Yesung. Direngkuhnya tubuh Yesung kedalam pelukannya, merubah posisi dimana Kyuhyun melindungi tubuh Yesung sekarang. Sehingga, saat mereka berdua jatuh ke air maka punggung Kyuhyun dulu-lah yang akan terhempas.

BYUUURRRR... Kyuhyun dan Yesung jatuh kedalam air, didalam air pelukan mereka terlepas. Yesung yang pingsan perlahan tubuhnya mulai tenggelam makin dalam. Kyuhyun yang sadar langsung menyelam kebawah, mencari tubuh Yesung yang tenggelam dibawah air.

GREB... Kyuhyun berhasil memeluk tubuh Yesung lagi. Dengan, cepat Kyuhyun berenang keatas. Tapi, Karena Kyuhyun yang notabennya manusia biasa. Nafas Kyuhyun perlahan habis.

'Tuhan... aku sangat ingin melindunginya. Kumohon...Selamatkan Yesung.' Mohon Kyuhyun pada Tuhan dengan masih tetap memeluk tubuh Yesung.

Se-akan Tuhan mendengar doa seorang Cho Kyuhyun. Kalung pemberian Kyuhyun dileher Yesung bersinar dengan terang. Membuat Yesung yang tadinya pingsan langsung membuka matanya perlahan. Menyadari dirinya berada didalam air dan dipelukan Kyuhyun. Yesung mengguncangkan tubuh Kyuhyun agar ia sadar.

BLUUP... BLUUPP..BLUUPP

Kyuhyun tersadar, seperti mendapatkan kekuatan pasokan udara di paru-parunya. Kyuhyun dengan cepat memanggil jubah pelindungnya.

.

Thanatos and Ker

Part 4

.

.

[Side Donghae, Kibum, Heebum VS Dewa Thunder]

"Kalian menjebak ku." Ucap Dewa Thunder kepada Kibum, Donghae dan Heebum.

Dengan, kekuatan yang Dewa Thunder miliki diserangnya tubuh Heebum dengan sambaran petir yang sangat kuat, membuat tubuh Heebum terkejut dan melepaskan cengkraman Dewa Thunder. Sehingga, Dewa Thunder kini melayang bebas lagi.

"KALIAAAN AKAAN MATIII!." Murka Dewa Thunder sekarang. Terlihat langit mulai gelap dan awal tebal memenuhi bukit itu. Suara gemuruh petir saling menyambar satu sama lain. Membuat Seoul hari ini memiliki cuaca ekstrem.

"Bagaimana ini sekarang." Ucap Donghae saat melihat kondisi sekitarnya berubah menjadi menyeramkan.

"Kita harus membunuhnya." Balas Kibum dengan penuh percaya diri. Walaupun sebenarnya ia merasa khawatir tentang Kyuhyun dan Yesung yang jatuh ke bawah jurang.

ZIIINGG...Tiba-tiba sebuah pedang datang dan tertancap tepat di tengah-tengah perbatasan antara kubu Dewa Thunder dengan kubu Kibum dan kawan-kawan.

"Kau akan mati di tangan ku." Ucap namja tinggi yang sekarang dengan gagahnya melayang sambil memeluk tubuh Yesung.

"Kyuhyun!." Panggil Donghae dengan wajah senangnya. Tentu saja senang, melihat sahabatnya dan sosok yang harus ia lindungi selamat.

"Bukan... Itu bukan Kyuhyun yang kalian kenal." Ucap Heebum. Mendengar perkataan Heebum tentu saja membuat Donghae dan Kibum terlonjak kaget.

"Lihatlah sorot matanya."

Dheg. Sorot mata seorang Cho Kyuhyun terlihat menakutkan sekarang. Lihatlah, betapa marahnya dia.

"Pria itu, apakah mungkin..." Gumam Heebum yang melihat kekuatan Kyuhyun. Heebum sangat tahu, untuk ksatria pemula untuk terbang tidaklah mungkin, Ker hanya memberikan kekuatan untuk bertarung. Tapi, kenapa Kyuhyun bisa terbang . Berbagai pertanyaan berputar di otak Heebum.

"Ayo teman-teman kita habisi dia." Ajak Kyuhyun kepada Donghae dan Kibum. Yesung yang sekarang sudah berada dipunggung Heebum hanya dapat duduk dan membelai kucing kesayangannya itu dengan lemah.

"Kau tidak apa-apa Thanatos ?."

"Aku baik Heebum."

.

.

[Side Pemegang Elemen]

"Kau kenapa Dewa Frost ?." Tanya Namja bermata panda kepada teman satu teamnya. Sedari tadi namja di depannya ini terlihat gelisah. Sesekali bola salju yang berada ditangannya membeku dan mencair terus seperti itu.

"Aku sedang gelisah Dewa Time Controller. Dewa Light, apakah dia tidak mengatakan pada mu mau kemana ?." Kali ini Dewa Frost bertanya pada Dewa light. Sungguh, perasaannya sekarang entah kenapa kini dilanda ketakutan yang sangat dahsyat.

"Tidak, Mianhae Dewa Frost."

Sesal Dewa Light. Karena, dirinya tidak menayakan kemana perginya Dewa Thunder. Iya... Dewa Thunder. Saat ini kekasihnya Dewa Frost merasakan firasat buruk.

"Dewa Teleknesis apakah kau tidak bisa melihat dimana keberadaan Dewa Thunder dengan bola pikiran mu itu."

"Akh... benar juga. Sebentar akan kulihat."

Dewa Teleknesis pun mengeluarkan bola pikirannya. Dimana, bola ini dapat melihat berbagai macam kejadian dimanapun hanya dengan memikirkannya saja. Bola itu perlahan memperlihatkan sebuah cuplikan. Cuplikan pertarungan antara Dewa Thunder dengan...

"Siapa mereka ? Kenapa Dewa Thunder bertarung dengannya." Tanya salah satu Dewa yang melihat, mereka tidak mengetahui bahwa yang menyerang Dewa Thunder adalah manusia-manusia yang mereka lihat disekitar Dewa Kematian.

"Ayo kita susul." Ajak Dewa Wind kepada yang lainnya. Dan, dengan cepat semua sudah memakai jubahnya dan bergeges keluar dari Goa.

"Kalau sampai terjadi sesuatu dengan Dewa Thunder. Aku berjanji akan membuat seluruh dunia ini membeku." Umpat Dewa Frost dengan sangat lirih sambil menggempalkan tangannya kuat.

.

.

[Back Side Donghae, Kibum, Heebum VS Dewa Thunder]

Ting... Ting... Duar.. Shuuut.. Door..

Berbagai suara ditimbulkan akibat pertarungan sengit antara Dewa Thunder dengan Kyuhyun, Kibum dan Donghae. 30 menit bertarung, jujur membuat tenaga Dewa Thunder sedikit terkuras. Langit sudah menjadi gelap gulita sekarang, hanya ada sinar bulan yang menyinari. Tidak jauh dari sana, terlihat tubuh Yesung yang lemah akibat sekarang sudah memasuki waktu malam.

Pohon yang terbakar, dinding tebing yang bolong, serta bebatuan besar yang hancur lebur akibat serangan Donghae, Kyuhyun dan Kibum perbuat.

"Kita harus menyerangnya secara bersamaan."

"Itu ide bagus." Setelah berdiskusi, akhirnya Donghae menyerang duluan.

Dor...Dor...Dor...Dor.. Dor...Dor...Dor...Dor.. Dor...Dor...Dor...Dor.

Dor...Dor...Dor...Dor.. Dor...Dor...Dor...Dor.. Dor...Dor...Dor...Dor..

Donghae menyerang dari sisi depan dan Kibum yang tidak mau ketinggalan langsung mendekati Dewa Thunder. Bertarung dengan jarak dekat.

Shuuuutt... Satu panah melesat mengarah ke wajah Dewa Thunder. Namun, Dewa Thunder bisa menghindarinya. Dan, saat menghindari anak panah tersebut. Kibum langsung menendang dada Dewa Thunder dengan cepat, membuat Dewa Thunder terpental jauh. Tidak sampai disitu saja. Donghae langsung mengejar tubuh itu yang terpental lalu menembaki peluru dari pistol Heckler. Bertubi-tubi tubuh Dewa Thunder mendapatkan tembakan.

Dan, inilah finalnya. Kyuhyun dari jauh sudah berlari dan meloncat dengan tinggi hingga kini tepat dibawah Kyuhyun terdapat tubuh Dewa Thunder yang sudah babak belur.

"KAU AKAN MATIII!." Teriak Kyuhyun sambil terjun turun mengarahkan pedang Eisenmeteornya ke tubuh Dewa Thunder. Sedangkan, Dewa Thunder yang melihat di atas tubuhnya Kyuhyun sedang melesat turun. Tidak bisa bergerak, tubuhnya sekarang benar-benar terluka parah.

JEEEB! Pedang Eisenmeteor tertancap tepat di jantung pemegang elemen. Dan, tubuh itu hilang bagaikan debu. Perlahan segumpal cahaya hijau turun, melayang mendekati sosok yang sekarang terbaring lemah di punggung Heebum. Ya... cahaya hijau itu adalah roh pemegang elemen kedua yang berhasil ia dapat. Seperti magnet. Cahaya hijau itu masuk kedalam tubuh Yesung.

Melihat cahaya hijau itu masuk kedalam tubuh Yesung membuat Kyuhyun, Kibum dan Donghae langsung berlari mendekati Heebum.

"Apa kau baik-baik saja." Tanya Kyuhyun yang sedikit khawatir.

"Hemm... Kalian berhasil." Ucap Yesung dengan tubuh lemahnya. Walaupun lemah Yesung masih bisa memberikan senyuman kepada ksatrianya yang sudah menang.

"Yeaaahh! Kita menaaaang..." Sorak Donghae dengan gembira. Kyuhyun dan Heebum juga sama bersorak gembira. Sedangkan, Kibum dia juga ikut tersenyum senang. Tapi, diam-diam Kibum mengenggam tangan Yesung dengan hangat.

"Aku baik-baik saja. Jangan khawatir." Ucap Yesung sangat lirih, ucapan Yesung hanya bisa di dengar oleh Kibum dan Kibum yang mendengarnya hanya mengganguk dan tersenyum.

.

.

[Side Pemegang elemen]

Dheg.

"TIDAAAAAKKK!." Teriak Dewa Frost tiba-tiba disela perjalanan menuju ke lokasi Dewa Thunder berada. Membuat teman-temannya yang berada didekat Dewa Frost menjadi sedikit terlonjak kaget.

"Akan ku buat bumi ini membeku!." Erang Dewa Frost dengan nafas memburu penuh emosi.

"Apakah mungkin Dewa Thunder..." Ucap Dewa Droplet terputus saat membaca keadaan Dewa Frost. Yah...pemegang elemen terhubung satu sama lain dengan kekasihnya. Saat Dewa Thunder kalah dan mati. Dewa Frost dapat merasakan separuh jiwanya hilang. Itulah tanda bahwa kekasih mu sudah mati.

"Dewa Teleknesis."

"Baik."

Dewa Teleknesis pun memastikan apakah yang mereka duga itu benar. Dan, ternyata Dewa Teleknesis mengganguk mengakui bahwa Dewa Thunder sudah mati. Dengan cepat Dewa Teleknesis langsung mengunci gerakan Dewa Frost untuk menjaga agar Dewa Frost tidak melakukan hal macam-macam di bumi akibat rasa kehilangan itu. Tubuh Dewa Frost tidak ia digerakan. Dan, mereka semua kembali ke basecam, untuk menenangkan Dewa Frost dan membuat rencana baru.

.

Thanatos and Ker

Part 4

.

.

[Nohwon, Korea Selatan |10:00 AM ]

"HOMEEE SWEET HOMEE!." Teriak Donghae senang saat dirinya sudah pulang kerumah. Liburan mereka benar-benar menyenangkan. Digendongnya Heebum dengan wajah ceria oleh Donghae dan...

"Yesungie...Ayo kita masuk, akan ku buatkan kau susu." Tanpa menunggu Yesung menjawab, Donghae langsung menggandeng lengan Yesung untuk masuk kedalam rumah dan istrirahat, membuat Kyuhyun melotot tidak percaya. Baru saja Kyuhyun ingin menyusul, kerah bajunya sudah diangkat tinggi-tinggi oleh Kibum.

"Mau kemana ? Bantu aku bawakan barang-barang." Ucap Kibum dengan aura yang menyeramkan, membuat tengku belakang Kyuhyun merinding. Siapa yang berani menolak perintah Kibum jika ia sudah berkata. Dengan malas dan sesekali Kyuhyun cemberut saat mengeluarkan tas-tas yang ada didalam bagasi mobil.

"Saat pergi barang bawaan kita sedikit. Kenapa sekarang jadi banyak begini." Heran Kyuhyun saat melihat semua tas yang sudah dikeluarkan dari bagasi mobil. Seingat dirinya, mereka pergi dengan tas punggung yang tidak lebih dari 3. Tapi sekarang lihatlah, berbagai tas atau paper bag lebih tepatnya dari berbagai nama dan bentuk mulai dari yang kecil hingga yang besar ada disini semua.

Ah...dengan melihat semua barang-barang ini Kyuhyun tahu siapa pemiliknya. Siapa lagi kalau bukan Donghae, pasti waktu liburan kemarin Donghae membeli banyak barang.

'Dasar anak itu.' Umpat Kyuhyun membatin. Kibum yang melihat Kyuhyun terus saja mengedumel hanya dapat terkekeh. Beginilah persahabatan mereka bertiga.

.

.

[Side Other||Secret]

"Kau lama sekali." Tanya namja tampan kepada namja manis disampingnya. Dia sangat membenci menunggu, apalagi menunggu dengan sangat lama. Kalau saja namja di depannya ini bukan adiknya. Mungkin dia akan memarahinya habis-habisan. Karena, membuat pemuda tampan ini menunggu dimobil terlalu lama.

"Mian... Hyung, di minimarket itu sangat ramai." Alasan namja manis disampingnya sambil mengoreksi isi kantong plastik yang berisi berbagai makanan dan minuman tanpa melihat wajah Hyungnya yang sudah kesal.

"Jalankan mobilnya." Mendengar perintah dari tuannya, sopir pun langsung melajukan kendaraannya. Membawa kedua tuan mudannya pulang. Didalam perjalanan tidak henti-hentinya namja manis makan dan makan membuat sang kakak yang tadinya kesal menjadi tertawa geli.

"Wae ? Kenapa kau tertawa Hyung." Tanya namja manis dengan mulut masih menguyah snacknya.

"Kau itu makan terus tapi tubuh mu segitu saja."

"Inilah tubuh ideal. Hahahaha."

"Tubuh mu ideal. Maka tubuh ku Sempurna."

Mendengar balasan dari Hyungnya, membuat namja manis itu mendengus kesal. Melihat sang adik makan coklat dengan nikmat dan lahap, membuat namja tampan itu tidak bisa menahan hawa nafsunya yang ingin mencicipi coklat juga. Dicarinya batang coklat yang dimakan sang adik, siapa tahu ada sisa satu.

"Hei... Apa ini ?."

"Apa ? Aku tidak... Akh! Aku ingat, aku menemukan cincin itu di depan minimarket. Karna, berkilau aku ambil saja." Jawab Namja manis yang ditanyai oleh sang kakak. Hingga akhirnya, mobil mewah itu memasuki pintu gerbang salah satu rumah mewah yang berada di Nohwon.

"Kalau kau suka. Ambil saja Hyung." Ucap sang adik saat ingin turun dari mobil, melihat sang Hyung yang masih saja melihat cincin dengan wajah serius. Cincin perak yang berbentuk bulan dan matahari.

Sedangkan yang memperhatikan cincin dari tadi, entah kenapa merasa tertarik pada cincin yang berada ditangannya ini. Ayolah... ini cincin yang kalau ia tebak harganya tidak lebih dari 5.000 Won. Tapi, entah kenapa cincin ini membuatnya penasaran. Tidak mau mengambil pusing, dimasukannya cincin itu kedalam saku kemejanya dan ia pun ikut keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah yang super besar bersama adiknya.

.

.

"Aish...Kemana Cincin itu." Gumam Yesung yang saat ini sedang berada dikamarnya. Yesung baru sadar bahwa cincin ke-empat sudah tidak ada ditangannya.

"Berhenti mondar-mandir. Mungkin terjatuh disuatu tempat." Balas Heebum yang sedang tiduran dikasur milik tuannya, dirinya merasa pusing melihat Yesung mondar-mandir dari tadi.

"Aku hanya berharap cincin itu jatuh ditangan manusia yang baik. Aku tidak mau kekuatan itu disalah gunakan." Cemas Yesung.

"Kalaupun jatuh ditangan yang salah, dia tidak akan bisa menggunakannya."

"Benar juga, dia tidak tahu kata kunci untuk membangkitkan kekuatannya."

Akhirnya, Yesung memutuskan untuk tidak memikirkannya. Direbahnya tubuh mungil itu diatas kasur. Mengistrirahatkan tubuh untuk mendapatkan tenaga yang baru. Heebum yang melihat majikannya sudah tidur, langsung pindah dan menyelipkan dirinya kedalam pelukan Yesung. Nyaman... Itulah yang Heebum suka.

[Side Other||Secret]

"Hooaam... Hari ini benar-benar melelahkan." Ucap namja tampan yang sedang duduk di kasur king sizenya. Direnggangkannya otot-otot tubuhnya yang lelah, saat ini dipikirannya hanya ingin tidur.

BRAAK.. Terdengar suara pintu yang dibuka kasar, namja tampan itu sudah tahu siapa yang datang. Sehingga, ia mencueki sang tamu yang masuk ke kamar dan memilih masuk kedalam selimut.

"Hyung...Kita akan pindah sekolah." Tanya namja manis yang dengan s'enaknya masuk dan ikut tidur disamping namja tampan itu.

"Hemm." Balas namja tampan itu tanpa membuka matanya.

"Aku merasakan firasat hyung. Kalau disekolah baru kita, akan ada hal yang menarik."

"..."

Tidak mendapatkan respon dari sang lawan bicara, namja manis itu melirik dan membuka selimut untuk melihat kenapa hyung-nya tidak membalas ucapannya.

"Dia sudah tidur, hyung tidak asik." Dumel namja manis tersebut, merasa dirinya juga sudah menggantuk ia pun memutuskan untuk ke kamarnya dan menutup pintu itu dengan keras lagi.

BRAKK... membuat namja tampan yang sudah tidur, kembali terlonjak kaget.

"YAK! HYUKJAE!." Teriak namja tampan itu dengan keras, membuat namja manis yang bernama Choi Hyukjae tertawa geli dilorong rumahnya saat menuju kamar.

Namja tampan itu pun kembali tidur. Tepat tengah malam cincin yang berada di saku kemeja, yang berada di sofa mengeluarkan sinarnya dan melayang tepat di atas namja tampan yang sedang tertidur dengan sangat pulas. Seperti cincin yang hidup dan memiliki jiwa, Cincin itu mendekati jemari kanan sang namja dan masuk ke jari manis pria itu tanpa membangunkan sang majikan yang akan ia beri kekuatan nanti.

.

.

Team Yesung sudah mendapatkan roh kedua.

Siapakah lelaki misterius yang memegang cincin ke empat ?

Apa dia akan bergabung dengan team Yesung atau...Dia akan menjadi musuh?

Bagaimana kisah selanjutnya ? ._.

Stay terus di FF ini. hahahaha^^a

*Jujur ini FF bisa aja kimmie bikin asal jadi, ga mentingin alurnya mau kecepetan atau ga yang penting Publish. Tapi, Kimmie ga mau begitu... Serius bikin cerita action lewat tulisan itu susah.

Kimmie emang author abal-abal yang iseng bikin FF kalau ada waktu Free ^^

Walaupun begitu disini Kimmie mau ngasih KyuSung Shipper itu FF yang bagus. Jadi, kalau FF ini lama publish dan mengecewakan, Kimmie minta maaf. *Bow*

Buat yang baru gabung baca FF ini,

Welcome to my story^^

Makasih yang udah review dichapter 3 kemarin~

Yeseongbaby, Harpaairiry, Choi kyu woon, purieCloudsYesungie, YeShaSparkClouds,

JustCallMeAzi, AKUsukaYESUNG, bubu. , ErmaClouds13, Kim Raein, cassandraelf,

, poppo, alinzajazky, Namekyusunglove, youminchoi7, kyutiesung,

ajib4ff, Xxx, .18, cloudsition cungie, CloudSprkyuLove, Dor4cloudELF, Ziefaa,

sekarzane, jeremy kim48, Megan Lim, Fajar648, yesugie lover, KSFrvr, ryani clouds,

LittleCloud'sIrizv, ddangko, Mukahaclouds, swetyYeollie, deraelf, .

Give me Ur Love Reader (RnR)

See You Next Story

Kimmie