Tittle : Thanatos and Ker
Author : Kim Kyusung (Kimmie)
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Humor, Action, DC
Pairing : KyuSung
Slight Pair : HaeSung, WonSung/YeWon and BumYe/KiSung
Cast : Member Super Junior, Boyfriend, EXO, Yonghwa CNBlue dan SNSD.
Disclaimer : Mereka milik Tuhan, Orang tua, Sment, Fans ya ^^
Rating : K/T/M
Warning : YAOI (Boy X Boy)
Original Fanfiction by ©KimKyusung (kimmie)
Please don't copy paste without permission.
Summary
Dewa Kematian dua jiwa satu tubuh. Buruk & baik. Ketika sosok Buruknya memakan Jiwa dari 12 pemegang elemen(EXO).Ia harus dihukum. Namun,Siapa sangka jika Dewa kematian diberikan sebuah nama –Yesung- oleh seorang manusia bernama Kyuhyun. Berhasilkah Pemegang elemen (EXO) membalaskan dendam kepada Yesung. Petualangan Yesung beserta 4 Guardian hadir disini :)
.
.
"Honey… Kau kenapa ?." Tanya Heechul pada Hangkyung yang tampak serius membaca sebuah buku di meja kerja yang tidak jauh dari tempat tidur mereka. Buku yang Hangkyung baca terlihat lusuh, kusam dan Heechul yakin buku tersebut sudah sangat rapuh.
"Gwechana…" Dengan lembut Hangkyung menutup buku tersebut, perlahan Hangkyung berjalan kearah tempat tidur mereka untuk melihat sang istri lebih dekat yang sedang bermain-main dengan seekor kucing lucu dan menggemaskan berwarna hitam gelap dengan warna mata yang berbeda.
"Ini kucing milik Yesung kan, Heebum ?." Tanya Hangkyung yang ikut membelai kepala kucing mungil yang saat ini sedang dipelukan Heechul. Dengan, senyum lembut Heechul mengganguk dan sesekali mencium hidung kecil Heebum.
"Kucing ini sangat lucu honey sama dengan pemiliknya, benarkah Heebum ?." Tanya Heechul pada Heebum. Sedangkan sang kucing yang ditanyai hanya menatap Heechul dengan wajah dan kedipin mata yang lucu.
'Meoow.' Mendengar respon Heebum membuat Heehul tidak tahan untuk histeris. Keduanya terlihat sangat akrab. Bahkan Hangkyung yang melihat tingkah istrinya menjadi geli sendiri. Istrinya ini sudah memasuki umur 40 tahun tapi kenapa masih terlihat cute sampai sekarang.
Disaat Hangkyung dan Heehul sibuk bermain dengan Heebum, tidak jauh dari mereka perlahan buku yang Hangkyung baca di meja kerjanya tadi terbuka. Angin yang lewat dari jendela kamar mereka seakan berhembus kearah buku Hangkyung dan membuat lembar demi lembar dalam buku terbuka dan tepat berhenti saat lembaran buku tersebut menampilkan sketsa gambar yang mirip dengan Yesung.
Chapter 6
Original Fanfiction by ©KimKyusung (kimmie)
Happy Reading^^
.
.
[Flashback | Nohwon, tahun 1990 | Kediaman keluarga CHO]
.
"Tahun ini berapa usia anak kita yeobo?" Tanya pemuda tampan berpakaian jubah putih khas dokter yang sedang menikmati sarapan pagi dengan secangkir kopi panas dan roti panggang selai kacang kesukaannya. Cho Yonghwa, ilmuan sukses yang mengikuti jejak leluhurnya dari generasi ke generasi.
"17 Tahun, wae ?." Tanya balik wanita cantik yang sedang menyiapkan sarapan untuk anak semata wayangnya, Ibu dari Hangkyung yang bernama Cho Seohyun.
"Sudah waktunya dia menerima amanat keluarga Cho." Mendengar penuturan Yonghwa, sontak Seohyun yang sedang menuangkan susu kedalam gelas langsung menghentikan aktivitasnya. Suaminya ini apakah dia lupa bahwa anak semata wayangnya sangat tidak suka berkutak dengan hal-hal sains.
"Tapi suami ku, Hangkyung tidak me-."
"Tidak apa eomma ?." Ucapan Seohyun terputus ketika Hangkyung anak tunggal mereka memotong pembicaraannya dengan Yonghwa.
Dilihatnya pemuda berusia 17 tahun sedang menuruni anak tangga dengan membawa bola basket kesayangannya . Yonghwa yang melihat anaknya mendekat kearah meja makan langsung meminum kopinya habis dan berjalan melewati Hangkyung.
PUK.. ditepuknya bahu kiri Hangkyung dan memberikan senyuman pada anak lelakinya yang kini sudah tumbuh menjadi remaja laki-laki yang sangat tampan seperti dirinya dulu.
"Kau tahu Appa tidak menerima penolakan, sepulang sekolah temui Appa di Lab." Ucap Yonghwa dengan senyum yang kini sudah berubah menjadi senyuman intimidasi. Sedangkan, Hangkyung hanya memutar bola matanya malas. Ia tahu maksud dari perkataan Appanya itu.
"Eomma, aku tidak mau menjadi ilmuan. Aku ingin menjadi pengusaha." Keluh Hangkyung pada Seohyun yang saat ini sedang memeluk pinggang sang Eomma. Seohyun yang melihat Hangkyung sedih hanya dapat menggelus rambut putranya, sejujurnya Seohyun juga tidak suka dengan Yonghwa yang memaksakan kehendak anaknya.
"Bersabarlah sayang…." Hanya kalimat seperti itu yang bisa Seohyun ucapakan untuk Hangkyung, putra tercintanya.
.
.
"Jadi Hangkyung, apapun yang appa katakan ingat baik-baik dan pelajarilah." Ucap Yonghwa yang kini sedang fokus pada tabung yang berisi cairan berwarna biru.
Perlahan Honghwa sedikit meneteskan cairan tersebut kedalam tabung kecil yang berisi cairan berwarna ungu. Sehingga menghasilkan efek asap yan tebal dan gelembung yang cukup banyak akibat campuran kedua bahan kimia tersebut. Sedangkan Hangkyung tanpa banyak bicara langsung mencatat semua hal yang dikatakan oleh Appanya kedalam note kecil.
Saat ini Yonghwa berada di laboratorium bersama Hangkyung. Hangkyung yang sudah lulus Senior High School saat usia 17 tahun menjadi nilai kebanggaan bagi keluarga Cho. Dimana saat usia tersebut Hangkyung seharusnya masih mendalami ilmu dibangku kelas 2 SMA. Dan, saat dirinya ingin melanjutkan ke Universitas, sang Appa tentu saja tidak mengizinkan, karena menurut Yonghwa itu semua percuma. Hangkyung harus menjadi seorang ilmuan seperti dirinya dan menjaga 'sosok itu' dari tangan orang jahat.
Empat tahun sudah Hangkyung menekuni bidang sang Appa, sudah banyak hal juga yang diajarkan oleh sang Ayah, berbagai ramuan ciptaan dari zat-zat kimia sudah dapat Hangkyung hafal diluar kepala, Hangkyung yang memang dari awal menerima dengan rasa terpaksa menjadi muak dan sudah tidak tahan. Hangkyung benar-benar ingin keluar dari Laboratorium ini dan hidup bebas. Usia Hangkyung yang kini sudah menginjak 21 tahun dan belum juga memliki kekasih akibat waktu yang ia punya habis digunakan dalam ruang penuh dengan benda-benda aneh.
PRAAANG… suara botol-botol di laboratorium pecah dan hancur berantakan, akibat ulah Hangkyung yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi membuat pria paruh baya yang sedang mengamati 'sosok itu' menjadi teralihkan fokusnya.
"Bereskan." Ucap Yonghwa dan kembali melanjutkan aktivitas mencatatnya didalam buku.
"…."
"Kau tidak dengar kata Appa, cepat bereskan."
"Tidak appa! Aku sudah muak dengan semua ini! Aku muak menjadi ilmuan! Aku ingin jadi pembisnis appa!." Teriak Hangkyung pada Yonghwa dengan nafas menggebu-ngebu.
"Hmm…"
Mendengar balasan dari sang appa yang hanya dengan berdehem, membuat Hangkyung yang sudah emosi menjadi semakin emosi. Dikepalnya tangan kuat-kuat untuk mencoba menahan amarahnya lagi yang kini sudah semakin meluap.
"Dalam lima tahun, akan ku buktikan pada mu Cho Yonghwa…..- " Ucap Hangkyung yan sengaja menjeda kalimatnya, dengan mata penuh sorotan marah dan keyakinan akan tekad yang kuat pada pria paruh baya yang saat ini masih memunggunginya.
".. -Aku Cho Hangkyung…! Akan menjadi pembisnis sukses dan tidak akan hidup seperti mu!."
BRAAK…
Dengan kasar Hangkyung melempar jas laboratoriumnya sembarangan. Meninggalkan sang Appa yang masih sibuk menulis catatan-catatan dibukunya seakan tidak peduli, jujur sebenarnya Yonghwa sakit hati dengan keputusan Hangkyung. Seperti bisa membaca masa depan Yonghwa kembali memusatkan pikirannya, sekarang hanya satu dipikiran Yonghwa yaitu menyelesaikan buku tentang 'sosok itu'. Entahlah, Yonghwa merasa dirinya harus menulis semua hal yang ia tahu selama ini kedalam buku.
"Dia pasti akan membutuhkan buku ini, benarkan ?." Dengan senyuman menggembang Yonghwa menatap 'sosok itu'.
.
.
[Nohwon | Masa kini tahun 2015 | Tengah malam]
.
"Enghh.." Leguh sosok manis bertubuh mungil dan berambut pink yaitu Yesung, saat ini Yesung sedang mencoba menggerakkan tubuhnya agar pelukan namja tampan disampingnya ini terlepas. Bukannya melepaskan pelukannya Cho Kyuhyun yang sedang tertidur sambil memeluk tubuh Yesung malah makin memperat pelukannya.
#Kruuuk.. terdengar suara khas perut yang lapar. Pasrah dan menghela nafas kembali, itu yang Yesung lakukan. Menatap langit-langit kamar Kyuhyun seakan sedang menatap langit yang indah.
#Kruuuk… kembali terdengar suara perut yang sudah tidak bisa Yesung tahan.
"Aish… Kyuuu~." Kembali digoyangkan tubuh Kyuhyun, berharap namja tampan itu bangun dan memberikan kesukaannya yaitu daging lezat dan susu pada dirinya. Namun, Kyuhyun yang memiliki sifat 'tidur seperti orang mati' tidak bisa dibangunkan semudah itu hanya dengan guncangan.
"Donghae yaa~.. aku lapar.. hiks.." Lirih Yesung yang saat ini, entah kenapa ingin sekali Donghae berada didekatnya. Donghae adalah guardian angel yang tidak akan membiarkan Yesung kelaparan ditengah malam. Merasa dirinya percuma membangunkan Kyuhyun dan merenggek tidak jelas, akhirnya Yesung dengan susah payah menyingkirkan lengan Kyuhyun yang berada di perutnya dan berjalan ke dapur untuk mencari makanan.
#Kreet…Kreet.. decitan - decitan lantai rumah Kyuhyun yang memang terbuat dari kayu terdengar jelas saat Yesung perlahan berjalan untuk turun dari lantai dua.
"Haaaa…" Yesung menghela nafasnya kembali, entah berapa kali Yesung hari ini menghela nafasnya. Yesung yang tidak mau membuat suara gaduh dan menganggu tidur orang rumah disini, akhirnya memutuskan untuk melayangkan tubuhnya.
#Syuuuu…. Jemari-jemari kaki Yesung perlahan meninggalkan lantai dan melayangkan tubuhnya diatas 5cm dari lantai untuk menyelusuri ruangan, saat sampai dilantai bawah hanya satu kata yang menggambarkan rumah ini – gelap- dengan ingatan yang cukup kuat, Yesung masuk kedalam sebuah ruangan yang ia yakini sekarang dirinya sudah berada di dapur.
Dengan ayunan tangan yang sederhana, Yesung mampu membuat pintu kulkas terbuka dengan sendirinya dan menampilkan berbagai makanan yang ada di dalamnya, dari jarak tiga meter Yesung dapat melihat ada 3 kotak susu putih di dalam kulkas dengan ukuran susu satu liter, seketika senyum ceria pun mengembang diwajahnya saat melihat minuman favoritenya, kembali diayunkan lagi tangan mungil itu hingga 2 kotak susu yang berada di dalam kulkas tersebut perlahan keluar dan menuju kearah Yesung.
Hap… Hap.. sekali tangkap ditangan kanan dan kiri Yesung kini kotak susu sudah berpindah tempat. Dengan masih melayang Yesung membuka kotak susu tersebut dan mulai meminum susu tersebut dengan perlahan untuk menikmati rasa dari susu yang sangat lezat itu.
.
.
"Siapa itu ? Kyuhyun kau kah itu ?."
Uhuk… tersedak Yesung saat mendengar suara dan langkah kaki yang hendak mendekat kearah dapur.
'Ottokeh…' Batin Yesung panik, dan kepanikan Yesung bertambah saat langkah kaki tersebut sudah Yesung pastikan hanya 3 langkah lagi akan sampai ke dapur ini dan mempergoki dirinya seperti Heebum yang sedang mencuri makanan. Oh No.
TAP...TAP…TAP... Ctak... Lampu dapur tiba-tiba menyala dan…
"Yesung..." layaknya pencuri yang ketangkap basah, Yesung hanya bisa tertawa sambil menggaruk tengku belakangnnya yang tidak gatal.
Betapa malunya Yesung kepergok oleh tuan besar rumah ini. Setidaknya saat panik tadi Yesung masih sempat berpikir untuk menapakkan kakinya kembali dilantai sebelum sang tuan rumah dibuat pingsan oleh dirinya karena melihat seseorang melayang.
"Apa yang kau lakukan di dapur tengah malam begini."
"Ah.. i-itu.. hehehhe."
Ditanya oleh sang tuan rumah, Yesung menjadi salah tingkah. Diangkatnya kotak susu tinggi-tinggi bermaksud memberikan kode bahwa dirinya habis minum.
"Kau haus rupanya, hahaha. Apa sudah selesai minumnya ?."
"Su-sudah, kalau begitu aku kembali ke kamar." Dengan nada gugup Yesung meletakkan dua kotak susu yang sudah habis dimeja dan berjalan keluar dapur, membungkukkan badannya ketika dirinya melewati sang tuan rumah tidak lupa memberikan senyuman terbaik yang ia miliki.
"Seberapa keras dan sejauh apapun aku menghindar. Takdir antara 'Sosok itu' dengan keluarga Cho sepertinya memang tidak bisa diputus." Ucap sang tuan rumah tiba-tiba.
Yesung yang sudah menaiki anak tangga kelima langsung menghentikan langkah kakinya. Dibaliknya tubuh dan menatap sang pemiliki rumah yang sedang bersandar di abang pintu dapur dengan senyuman yang sulit Yesung artikan.
"Ne ?." Tanya Yesung bingung.
"Kau sosok yang selama ini keluarga Cho jaga kan ?." Tanya sang pemilik rumah yang saat ini mulai berjalan mendekati Yesung.
"Aku tidak mengerti maksud anda Ahjussi." Mendengar perkataan Yesung yang dibarengi dengan wajah polos membuat Hangkyung tidak dapat menahan senyumnya.
"Jangan membodohi ku." Ucap Hangkyung lagi yang kini sudah berada di dekat Yesung. Mata Yesung terbelak kaget saat Hangkyung memperlihatkan sebuah buku yang bergambar sketsa malaikat dengan sebelah sayap berwarna putih dan sebelah lagi berwarna hitam. Dimana sayap berwarna putih melambangkan dirinya 'Thanatos' dan sayap berwarna hitam melambangkan 'Ker' sang kakak.
"I-itu…" Diraihnya buku tersebut dari tangan Hangkyung dengan paksa, dan ditatapnya gambar sketsa yang Yesung yakini itu adalah gabungan dari dirinya dan Ker.
'Tidak salah lagi, ini memang gambar diriku dan Ker' Batin Yesung. Seketika ditatapnya kembali Hangkyung, ayah dari salah satu guardian angelnya ini untuk meminta penjelasan.
"Kau ingat professor Cho Kwangmin, professor Cho Jonghyun, professor Cho Minhyuk, professor Cho Donghyun, professor Cho Jeongmin dan ayah ku professor Cho Yonghwa ?." Tanya Hangkyung pada Yesung dengan masih tetap tersenyum.
Sedangkan Yesung yang mendengar nama-nama yang telah disebutkan oleh Hangkyung menatap tidak percaya, semua nama yang Hangkyung sebutkan itu sangat Yesung kenali. Walaupun ketika masa itu Yesung tertidur bahkan sudah melewati 1000 tahun dan tidak bertatap muka dengan mereka semua secara langsung, tapi Yesung tahu siapa saja orang-orang yang berjasa dalam menjaga dirinya.
"Me-mereka, i-itu ?."
"Benar, mereka adalah leluhur keluarga Cho dan aku Cho Hangkyung adalah generasi ke-tujuh keluarga Cho yang diwarisi amanat untuk menjaga mu." Ucap Hangkyung yang melihat Yesung sedikit memudurkan langkah kakinya ketika dirinya menjulurkan tangan tangannya.
Tangan Hangkyung semakin dekat dengan wajahnya dan Yesung hanya bisa menutup matanya, takut…
PUK… Hangkyung mengusap kepala Yesung dengan lembut sambil tersenyum, membuat Yesung perlahan membuka matanya dan menatap Hangkyung bingung.
"Jika 'sosok itu' akan bersikap semanis ini, aku menyesal tidak menjaganya dari dulu." Ucap Hangkyung sedikit bercanda.
Awalnya Hangkyung memang sangat kaget setelah mengetahui siapa Yesung sebenarnya dari buku yang Appanya dulu berikan sebelum sang Appa wafat. Tapi mengingat bagaimana efek Yesung pada keluarganya, Hangkyung mengurungkan niatnya untuk menjauhi keluarganya dari Yesung.
"YESUUNNG." Terdengar teriakan Kyuhyun yang mencari Yesung dari lantai dua. Sepertinya Kyuhyun terbangun dan panik saat dirinya tidak mendapati Yesung di dalam kamar.
"Kembalilah ke kamar, Kyuhyun mencari mu."
"Ne, ahjussi.. ini buku milik anda." Setelah memberikan buku yang sudah terlihat lusuh kepada Hangkyung, Yesung dengan segera kembali ke kamar dimana Kyuhyun sedang panik mencari dirinya.
.
.
[Hari Minggu | Kediaman keluarga CHO | 07:20AM]
.
Hari minggu, hari dimana manusia berhenti melakukan aktifitas rutin mereka yang monoton. Tidak ada hari yang indah selain hari minggu, kebayakan orang menggunakan hari minggu untuk tidur lebih lama dan bermalas-malasan seperti makhluk satu ini.
"Kyuu.. ayoo bangun.."
"Engh~.. lima menit lagi."
Namja mungil yang sendari tadi membangunkan namja yang berada di dalam selimut hanya dapat menghela nafasnya frustasi. Selain bermalas-malasan dihari minggu, cuaca hari ini juga dirasakan sangat pas bagi Ibu-ibu untuk menjemur pakaian mereka.
"Ah…langit sangat cerah." Ucap namja cantik yang sedang menyeka keringat dikeningnya, dirinya merasa puas ketika melihat seprei-seprei berwarna putih sudah rapi bertengger dijemuran.
Dilangkahkan kaki jenjangnya untuk masuk kedalam rumah meninggalkan balkon, matanya kini perlahan menelusuri ruangan yang sudah ia bersihkan satu jam lalu, hingga dirinya melihat sang suami yang sedang duduk santai diruang TV sambil meminum teh.
Greb..dipeluknya sang suami dari belakang sambil mencium-cium pipinya. Ah.. mereka terlihat seperti anak muda remaja yang sedang memadu kasih.
"AAAKKHHHHH.!." Terdengar teriakan menggelegar dari lantai dua membuat acara Heechul dan suaminya Hangkyung menjadi terganggu, bukannya marah karena waktu momentnya terganggu Heechul malah tertawa geli.
"Rumah semakin ramai." Ucap Hangkyung yang tidak mengalihkan matanya dari acara berita di TV.
"Kau benar honey.. hahaha." Balas Heechul dan tidak lama namja bertubuh tinggi dengan rambut dan wajah khas orang bangun tidur turun dari lantai dua.
.
.
"Wajah mu semakin tampan Kyu." Ucap Heechul saat melihat Kyuhyun sedang sibuk menggelus pipi sebelah kanannya. Mendengar perkataan sang mommy, Kyuhyun hanya dapat mendengus kesal.
"Gara-gara Heebum pipi ku jadi seperti tokoh samurai X." Kesal Kyuhyun sambil mendeathglear Heebum yang sedang bermanja-manjaan dibawah kaki Yesung seakan Heebum tidak memiliki dosa pada dirinya.
"Meoww…" Mendengar jawaban Heebum, Yesung hanya dapat tertawa.
"Wae ? apa yang Heebum katakan ?." Tanya Kyuhyun yang tidak mengerti bahasa hewan.
"Kata Heebum 'Siapa suruh kau menciumnya' hahaha." Mendengar ucapan Yesung membuat Heechul dan Hangkyung menatap bingung tidak mengerti.
"Yak! Mana aku tahu kalau itu Heebum, ku kira itu…" Kyuhyun langsung menghentikan ucapannya saat dirinya ingat mimpi yang ia alami tadi pagi.
"Ku kira apa ? pasti kau bermimpi jorok."
"A-aniyaaa mom." Elak Kyuhyun dengan wajah memerah.
Pagi ini dirinya benar-benar sial. Padahal tadi pagi dirinya sedang bermimpi akan berciuman dengan Yesung tapi entah kapan Heebum datangnya tiba-tiba tidur pulas meringkuk di sisi wajahnya hingga pada saat Kyuhyun yang bermimpi berciuman dengan Yesung memonyongkan bibir tebalnya dan cup… bibir tebalnya itu mencium mulut mungil Heebum.
"Sudah.. sudah sekarang kan hari minggu, kenapa kau tidak mengajak Yesung jalan-jalan Kyu." Usul sang Appa.
"Benar juga.. Lagi pula pakaian Yesung lusuh semua." Ucap Kyuhyun sambil melirik Yesung dari bawah sampai atas, membuat namja yang di lirik hanya mendengus kesal.
.
.
[Mall Lotte avenue]
.
"Waaaaaah.." Tatap kangum Yesung saat melihat hamparan luas pakaian manusia yang dijual didalam mall ini. Dengan antusias Yesung melihat dan mengambil beberapa pakaian yang menurutnya cocok jika dipakai oleh tubuhnya.
"Kyuu… bagaimana dengan yang ini ?." Tanya Yesung saat dirinya mengambil kaos dengan kardigan dan celana bahan hitam. Kyuhyun yang melihat pakaian yang di tunjukan oleh Yesung hanya menggelengkan kepalanya tidak setuju.
"Tidak." Mendengar penolakan dari Kyuhyun, Yesung hanya mempoutkan bibirnya. Berpikir mungkin pakaiannya tidak bagus dan jelek, Yesung menggambil beberapa pakaian lagi yaitu kemeja biru muda dengan celana jeans.
"Kalau yang ini bagaimana ?."
"Tidak."
"Ini Kyu ?."
"Tidak."
"Yang ini pasti kau suka."
"T-i-d-a-k."
Merasa kesal karena berulang kali Kyuhyun tidak setuju dengan pakaian yang ia ambil membuat Yesung menjadi jengkel.
"Aku sudah membelikan mu pakaian, lihat." Unjuk Kyuhyun yang sudah membawa beberapa paperback di kedua tangannya. Yesung yang melihat hanya menatap bingung, kapan Kyuhyun mengambil semua pakaian itu dan membayarnya.
"Aku mau lihat." Dengan penasaran dan harapan yang tinggi, Yesung sangat berharap pakaian yang ada di paperback adalah pakaian yang tadi dia rekomendasikan. Tapi ternyata….
"APAAA INIII ? KENAPA BAJUNYA KAOS YANGG SEDANG DISKONAN SEMUAAAA." Teriak Yesung tidak terima, lihat saja kaos yang ada di dalam paperback, semua kaos memiliki model sama dan yang membedakannya adalah warnanya saja.
"Kyu… ahjussi kan memberikan uang begitu banyak untuk membeli ku baju, tapi kenapa semuanya kaos." Dengan wajah cemberutnya Yesung menghentak-hentakkan kakinya kesal.
"Nah… itu dia, jangan membuang-buang uang Yesungie." Ucap Kyuhyun sambil menggelus rambut Yesung lembut seperti anak kecil.
'Lumayan sisanya buat beli PSP baru.' Batin Kyuhyun tanpa Yesung sadari memiliki niat tidak baik.
"Ayo kita ke toko elektronik, ada yang ingin ku beli." Ucap Kyuhyun sambil menarik Yesung untuk menjauh dari toko pakaian.
"A-andwee! Belikan aku baju dipatung ini dulu baru aku mau jalan." Mendengar ucapan Yesung, Kyuhyun melirik patung yang sedang Yesung peluk. Berpikir sejenak dan mengecek harga pada pakaian dipatung.
'Mwooyaaa… dua ratus ribu won.' Batin Kyuhyun.
"Iya nanti kubelikan, sekarang kita ke toko elektronik dulu, okey."
.
.
[Di waktu yang bersamaan tidak jauh dari KyuSung | Mall Lote Avenue ]
.
"Hyung aku ingin ini." Ucap namja bergummy smile dengan mata berbinar saat melihat sebuah sepatu sneaker keluaran terbaru dari Nike yang berada ditangannya.
"Tolong bungkus sepatu ini." Perintah namja yang lebih tua sambil memberikan kartu kreditnya.
"Baik tuan, tunggu sebentar." Pelayan pun langsun mengambil sepatu dari tangan namja yang bergummy smile dan mengambil sebuah kartu kredit dari tangan pemuda tampan disebelahnya. Tidak lama pelayan tersebut datang kembali dan memberikan sebuah paperback beserta kartu kredit kepada dua pemuda yang pelayan toko tersebut sudah hafal sekali siapa mereka.
Toko demi toko mereka berdua masuki, walaupun si tampan tidak membeli barang sebanyak namja manis disebelahnya, tapi dirinya tidak keberatan untuk menemaninya berbelanja.
"Belikan aku ini."
"Iya nanti kubelikan, sekarang kita ke toko elektronik dulu, okey."
"Kyu bohong.. hiks."
Dua namja yang baru saja keluar dari toko aksesoris langsung menoleh saat mendengar keributan di toko yang tidak jauh dari mereka saat ini. Terlihat dua namja, dimana yang satu sedang memeluk dan merenggek meminta pakaian yang berada di patung, sedangkan namja satunya sedang berusaha menarik namja mungil itu untuk menjauh dari toko tersebut.
"Bukan kah itu Kyuhyun ? Dan siapa yang bersama Kyuhyun ?."
DHEG… detak jantungnya tiba-tiba berdebar seketika saat melihat sosok namja berambut pink yang berada tidak jauh dari arah pandannya itu.
"Hyung ? Siwon hyung yak! Kau melamun lagi."
Pletak!... sebuah jitakan berhasil melayang dikepala Choi Siwon, membuat sang korban hanya dapat meringis kesakitan.
"Hyukkie kau! iishh…" Dengan memberikan tatapan mematikan Choi Siwon, Hyukjae sang adik hanya dapat tersenyum tanpa dosa. Dengan, cepat dan penuh paksaan Eunhyuk langsung menyeret Siwon untuk ikut menghampiri pemuda yang Eunhyuk yakini adalah Cho Kyuhyun.
"Annyeong…" Sapa Hyukjae dengan lembut, membuat dua pemuda yang sedang ribut seperti anak kecil langsung menghentikan pertengkarannya.
"Mwo.. Hyukjae! Dan…" ucap Kyuhyun terhenti ketika melihat sosok Siwon membuang mukannya yang ia yakini tidak mau menatap Kyuhyun.
"Sedang apa kau disini Hyukjae ?." Tanya Kyuhyun yang mencueki Siwon, jika Siwon menggangap Kyuhyun tidak ada maka ia akan melakukan hal yang sama.
"Berbelanja dan eum… itu yang bersama mu, apakah ?..." Tanya Eunhyuk balik sambil menunjuk sosok Yesung yang berdiri disamping Kyuhyun dengan wajah cemberutnya.
"Dia Yesung yang sering kami ceritakan." Jawab Kyuhyun dengan santai.
"Benarkah ?!."
Greb… Eunhyuk langsung memeluk tubuh Yesung dan sukses membuat dua pemuda terbelak kaget.
"Yak! Lepaskan!." Ucap Kyuhyun dan Siwon tanpa sengaja berbarengan, refleks mereka berdua langsung menarik bahu Eunhyuk untuk menjauh dari Yesung. Membuat Eunhyuk harus meronta karena tubuhnya ditahan tidak bisa bergerak oleh Kyuhyun dan Siwon.
"YAAK!." Dengan cepat Kyuhyun langsung melepaskan pegangannya pada Eunhyuk dan nyengir meminta maaf, begitu juga dengan Siwon.
"Kalian ini, aish…" Kesal Eunhyuk.
Yesung yang melihat tingkah Eunhyuk sedang memarahi Kyuhyun dan Siwon seperti anak kecil jadi teringat Donghae yang suka sekali memarahi Kibum dan Kyuhyun jika sedang bertengkar akibat dirinya.
"Hahaha..." Tawa Yesung dengan keras.
Mendengar tertawa Yesung yang tiba-tiba itu membuat tiga pemuda di depannya jadi teralihkan. Kyuhyun dan Siwon terpana melihat Yesung sedang tertawa, lihat saja matanya itu ketika sedang tertawa membentuk lengkungan bulan sabit yang sangat cute.
"Kyaaa… Cutely." Seru Eunhyuk sambil mencubit kedua pipi Yesung gemes. Tanpa banyak bicara Eunhyuk langsun memeluk lengan Yesung.
"Ayo kita makan es krim." Ajak Eunhyuk sebelah pihak pada Yesung dan meninggalkan Kyuhyun beserta Siwon dibelakang yang sedang diam mematung.
.
.
[Toko Eskrim | Pukul 15:10PM |Kyuhyun – Yesung – Siwon – Eunhyuk ]
.
"Kenapa tidak dimakan Yesung ? Kau tidak suka es krim ?." Tanya Eunhyuk pada Yesung yang melihat dirinya sama sekali tidak menyentuh es krim miliknya.
Siwon yang sedang menikmati eskrim miliknya bersama Eunhyuk langsung mengalihkan pandangannya ke namja berambut pink. Sedangkan namja yang dipandangi oleh dua pasang mata hanya dapat tersenyum kaku.
"Es krim ini terbuat dari susu." Ucap Kyuhyun sambil menyendok es krim miliknya dan memakan di depan Yesung untuk menyakinkan namja manis disebelahnya ini bahwa ia tidak berbohong. Melihat Kyuhyun memakan es krim dengan wajah yang menikmati seakan memberitahukan Yesung bahwa es krim ini sangat enak membuat Yesung menjadi tergiur.
"Cobalah, kau akan suka." Ucap Kyuhyun dengan lembut. Yesung pun mengganguk, ia segera menyendokkan es krim coklat yang berada di hadapannya dan mencoba memakannya.
"Kyaaaa… Ekspresi mu sangat lucuuu!." Histeris Eunhyuk saat melihat mimik wajah Yesung saat memakan es krimnya. Sensasi dingin yang Yesung rasakan membuat wajah Yesung seperti anak bayi yang memakan buah lemon.
'Kyuhyun benar, es krim ini sangat enak' Batin Yesung yang sepertinya sudah mendaftarkan es krim sebagai makanan kesukaannya selain daging dan susu. Yesung memakan es krim tersebut dengan lahap, membuat Kyuhyun yang berada disampingnya tersenyum geli.
"Kau sangat lucu." Ucap Kyuhyun sambil memperhatikan cara makan Yesung sambil terkekeh pelan.
"Ayo kita pulang." Ajak Siwon yang tiba-tiba menyeret Eunhyuk untuk pulang, melihat Yesung yang diperlakukan manis oleh Kyuhyun membuat Siwon tidak suka dan menjadi emosi.
"Tapi hyung es krim ku belum habis." Tolak Eunhyuk untuk bangun dari bangkunya.
"Kau bisa membungkusnya dan memakannya kembali di jalan." Jelas Siwon sambil menarik lengan Eunhyuk paksa.
"Hei… Siwon, jangan begitu pada adik mu."
"Aku tidak bicara pada mu Cho Kyuhyun."
"Dasar hyung tidak punya perasaan."
"Diam dan jangan ikut campur."
"Hyung.. Kyu sudahlah ini tempat umum." Ucap Eunhyuk mencoba melerai hyung dan Kyuhyun agar menghentikan pertengkarannya. Tapi, bukannya berhenti bertengkar, Eunhyuk malah di dorong-dorong oleh Kyuhyun agar tidak ikut campur dalam melawan perkataan Siwon.
Sedangkan Yesung tidak peduli melihat Kyuhyun dan Siwon bertengkar, Yesung masih sibuk menghabiskan es krim yang menurutnya sangat enak ini. Kyuhyun, Siwon dan Eunhyuk yang sibuk berceloteh tidak menyadari sekitar mereka yang telah berubah.
"Kekuatan ini…" Gumam Yesung dan langsung menghentikan makan es krimnya, di dongakkan kepalanya untuk melihat sekelilingnya.
"BERHENTI BERTENGKAAAR!." Teriak Yesung membuat Kyuhyun, Siwon dan Eunhyuk yang tadinya sedang adu mulut langsung diam dan menatap Yesung.
"Perhatikan sekeliling kalian." Ucap Yesung dan membuat Kyuhyun, Siwon dan Eunhyuk menjadi terkaget. Apa yang Yesung rasakan tadi benar didalam toko es krim yang tadinya sangat ramai banyak anak muda duduk menikmati es krimnya kini lenyap tidak ada. Bahkan orang-orang yang berada didalam mall ini seperti hilang ditelan bumi.
"Me-mereka menghilang Hyung." Ucap Eunhyuk yang ketakutan karena pertama kali melihat hal aneh seperti ini. Dipeluknya lengan Siwon dengan erat seakan tidak ingin hyungnya jauh.
"Apakah ini perbuatan pemegang elemen ?." Tanya Kyuhyun pada Yesung. Sedangkan, Siwon menatap tidak percaya apa yang ia lihat sekarang.
"Time Controller Tao." Ucap Yesung saat melihat jarum jam dinding yang berada didalam toko es krim berhenti bergerak. Yesung yakin perbuatan ini adalah perbuatan dari pemegang elemen sang pengendali waktu.
("Hello… dewa kematian.")
Sreet… mendengar suara asing Kyuhyun dengan sigap langsung melindungi Yesung dengan berdiri didepan Yesung. Begitu juga dengan Siwon, ia melakukan hal yang sama kepada Eunhyuk, dengan sigap Siwon membawa Eunhyuk untuk berdiri dibelakangnya agar tidak terjadi sesuatu pada sang adik.
("Hahahaha… jangan serius begitu, aku bosan dan ingin bermain dengan kalian.")
"Dimana kau." Tanya Yesung karena tidak melihat sosok pemegang elemen dimana pun didalam mall ini.
("Kalian sekarang berada di dimensi waktu ku, jadi kalian tidak akan bisa menemukan ku.")
"Dimensi waktu ? apa maksudnya ?." Tanya Siwon tidak mengerti dan meminta penjelasan dari Yesung.
"Dimensi waktu adalah dimensi dimana kita berada disuatu tempat yang tidak memiliki waktu dan ruang." Jawab Yesung yang memberikan penjelasan singkat yang sederhana pada Siwon.
"Apakah kita bisa keluar dari sini ?." Tanya Eunhyuk kali ini.
"A-aku tidak tahu." Jawab Yesung yang terlihat gusar.
("Oke… Permainan dimulai, kalian tahu kan di mall ini terdapat 7 lantai. Masing-masing lantai memiliki misi tersendiri -.")
.
.
[Di lain tempat]
.
"Kau sedang apa Dewa Time Controller ?." Tanya salah satu dewa yang sedang bingung melihat saudaranya tertawa sendiri didalam kamar sambil menutup matanya dengan gaya bermeditasi. Mendengar suara yang menggangu, Dewa Time Controller Tao membuka matanya dan tersenyum.
"Ah… Dewa Light, aku sedang bersenang-senang, keluar sana jangan menggangu ku Baekki hyung." Usir Dewa Time Controller sambil mendorong tubuh saudaranya dari kamar.
"Yak! Yak!." Protes Dewa Light Baekhyun yang di dorong oleh saudara kecilnya ini.
Blam… Ceklek... dikuncinya pintu kamar dan kembali ke posisi meditasinya lagi. Menutup kedua matanya kembali dan tidak lama bayangan empat sosok namja yang berada didunia atau dimensi yang ia buat sendiri terlihat jelas.
.
.
[Back to Kyuhyun- Yesung- Siwon- Eunhyuk ]
.
("Sampai mana tadi, misi ? Oke.. jika kalian bisa memenangkan misi di mall ini 4 kali aku akan membebaskan kalian. Tapi jika tidak kalian akan terkurung selamanya disini. Hahaha… bukankah itu hal yang menyenangkan, selamat berjuang.")
Dan, suara pemegang elemen pun menghilang. Kini mereka berempat, Kyuhyun, Yesung, Siwon dan Eunhyuk berada disebuah mall dan terjebak didalamnya.
"Bagaimana ini hyung." Eunhyuk makin menggeratkan pelukannya dilengan Siwon. Eunhyuk takut jika dirinya terjebak didalam dimensi waktu ini selamanya.
"Kyu… aku tidak masalah jika terjebak didalam sini, tapi aku… tidak ingin…" Ucapan Yesung terhenti ketika melihat wajah takut Eunhyuk. Dirinya kini telah melibatkan manusia yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan misi Yesung.
"Kita semua pasti akan keluar, aku berjanji" Ucap Kyuhyun lembut kepada Yesung berharap Yesung tenang. Kyuhyun tahu Yesung tidak ingin melibatkan manusia yang tidak tahu apa-apa masuk kedalam masalahnya. Sedangkan Yesung yang mendengar ucapan Kyuhyun, mengganguk percaya pada guardian angelnya.
"Terjebak apa ? Omong kosong." Ucap Siwon sanarkis dan membawa Eunhyuk menuju pintu keluar mall. Dan, saat dirinya membuka pintu keluar mall tersebut Siwon terkaget, bukannya jalan raya yang ia lihat. Siwon malah melihat mall ini melayang dan area sekitarnya gelap.
"Hyu-Hyung." Eunhyuk semakin takut dan mengajak Siwon untuk kembali masuk kedalam mall.
"Ayolah Siwon, jangan bertingkah seperti anak kecil. Jika kau ingin kita keluar, kita harus bekerja sama. Bagaimana ?." Ucap Kyuhyun sambil mengulurkan tangannya untuk bekerja sama. Eunhyuk yang melihat Siwon tidak menyambut tangan Kyuhyun langsung menyenggol lengan hyungnya agar mau menjabat tangan Kyuhyun.
"Baik." Balas Siwon dan menjabat tangan Kyuhyun sebagai tanda mereka sepakat.
.
.
[Misi pertama]
.
Kini mereka ber-empat berada dilantai satu, mereka menelusuri lantai satu dengan pengawasan yang tinggi. Siwon dan Kyuhyun berada didepan sedangkan Yesung menggandeng Eunhyuk untuk menjaganya kalau ada sesuatu hal yang terjadi.
Tuing... Tuing... Kyuhyun yang mendengar suara langsung menghentikan langkah kakinya dan mengeluarkan senjatanya.
"Keluarlah Pedang eisenmeteor." Ucap Kyuhyun dan kini ditangan kanan Kyuhyun sudah terdapat pedang eisenmeteor, pedang yang akan menjadi teman bertarungnya. Siwon yang berada di samping Kyuhyun kaget dan takjub akan pedang Kyuhyun.
'Apa itu senjatanya ? Kyuhyun yang terlihat lemah ini bisa mengangkat pedang sebesar itu.' Batin Siwon. Sedangkan, Kyuhyun yang melihat ekpresi raut wajah Siwon hanya dapat ber-smirk.
Perlahan dari kejauahan muncullah se-ekor kelinci putih dengan balutan baju tuxedo sedang melompat kearah mereka.
"Kelinci itu lucu sekali." Ucap Eunhyuk saat melihat se-ekor kelinci yang sudah berdiri dihadapan mereka dengan membawa jam besar ditangannya.
"Apa aku harus melawan kelinci ini ?." Tanya Kyuhyun.
"Tentu saja bukan"
"Mwoyaaa… kelincinya bisa bicara." Kaget Kyuhyun saat mendengar kelinci didepannya bicara.
"Selamat datang dan perkenalkan nama saya Usagi, saya yang akan memandu kalian selama game ini berlangsung." Ucap kelinci tersebut kepada Kyuhyun, Eunhyuk, Siwon dan juga Yesung.
"Ikuti aku." Kelinci itu pun berjalan duluan untuk memandu mereka berempat dan kini sampailah mereka pada area permainan mall.
"Game pertama adalah battle dance, dimana kalian harus melawan 'Monster Dancing' kami." Ucap Usagi membuat Kyuhyun, Eunhyuk, Siwon dan Yesung tidak mengerti. Pertempuran macam apa ini, semua pertempuran yang Kyuhyun bayangkan didalam otaknya benar-benar diluar bayangannya.
"Pertempuran ini satu lawan satu. Jadi, siapa wakil kalian ?." Tanya Usagi kepada mereka ber-empat.
"Kyu majulah."
"Yak! Kenapa harus aku, kau saja sana."
"Aku tidak bisa."
"Kau pikir aku bisa ? jika battle bermain stacraft tanpa kau suruh pun aku akan maju. Tapi ini…"
Ah… lagi-lagi Kyuhyun dan Siwon bertengkar membuat Yesung menghela nafasnya sekali lagi. Sedangkan Eunhyuk menarik-narik baju belakang Yesung dan membisikan sesuatu pada dirinya.
"Kau yakin ?." Tanya Yesung pada Eunhyuk sekali lagi dengan wajah khawatir.
"Hem.. sangat yakin."
"Baiklah."
Akhirnya Eunhyuk berjalan maju kedepan melewati Kyuhyun dan Siwon yang masih bertengkar adu mulut.
"Baiklah, jadi Choi Eunhyuk yang akan maju melawan Monster Dancing kami." Mendengar suara Usagi sang kelinci membuat Siwon dan Kyuhyun menoleh.
"IYAA BENAR EUNH-… APAAAAA ?." Teriak Kyuhyun dan Siwon berbarengan.
"Yak! Hyukkie kembali ke sini." Ucap Siwon dengan raut wajah khawatir.
"Bukan dia! Aku.. aku yang akan maju." Ucap Kyuhyun yang sebenarnya khawatir juga. Kyuhyun takut terjadi sesuatu pada Eunhyuk yang notabennya adalah manusia biasa. Dan, Kyuhyun merutuki dirinya kenapa bukan dia saja tadi yang maju.
"Tenanglah, Hyukkie bilang dia jago dalam menari." Ucapan Yesung sambil tersenyum. Terlihat lawan Eunhyuk muncul, lawannya adalah sosok monster wanita berambut blonde panjang dengan tanduk diatas kepalanya dan jangan lupakan pakaian yang sedikit terbuka. Monster didepan Eunhyuk benar-benar sangat sexy.
"Pertarungan battle dance Choi Eunhyuk VS Monster dancing. Start..".
Lantunan lagu pun dimulai, mereka berdua menari dengan dance andalannya masing-masing. Kyuhyun dan Yesung yang melihat Eunhyuk serius menari menatap tidak percaya. Terlebih dengan Siwon, Siwon sama sekali tidak tahu bahwa adiknya sangat pintar menari yang Siwon tahu Eunhyuk adalah adik yang kemana-mana selalu menempel pada Hyungnya, manja, cenggeng dan selalu membuat ulang karena sering membawa temuan sang Ayah.
"YESS! KITA MENAAAANG." Teriak sorak gembira dari Kyuhyun, Siwon dan Yesung saat melihat hasil dari battle tersebut. Mereka bertiga tidak percaya mereka telah memenangkan misi pertama dengan mudah.
"Hyung..hosh.. kita menang." Ucap Eunhyuk yang segera berlari kearah Siwon, Yesung dan Kyuhyun. Dilihatnya tubuh Eunhyuk yang sudah basah oleh keringat dengan nafas ter-enggah.
"Adikku sangat hebat." Ucap Siwon sambil menggacak-acak rambut Eunhyuk dengan lembut. Sedangkan, Kyuhyun memberikan dua jempol pada Eunhyuk yang berarti Eunhyuk sangat hebat. Perlahan Yesung mendekati Eunhyuk dan memeluknya. Seketika tubuh Yesung dan Eunhyuk mengeluarkan sinar berwarna hijau.
"Tenaga ku ?." Bingung Eunhyuk saat merasakan tubuhnya yang tadi sangat lelah dan letih hilang seketika saat dipeluk oleh Yesung.
"Kau pasti sangat lelah. Jadi aku mengembalikan tenaga mu Hyukkie." Ucap Yesung dengan lembut. Namun, tidak lama setelah menggembalikan tenaga Eunhyuk tubuh Yesung terhuyung lemas, membuat Kyuhyun dengan cepat langsung menahan tubuhnya.
"Gwechanayo ?." Tanya Eunhyuk dengan wajah khawatir dan Yesung hanya menanganggapinya dengan senyuman.
"Dia selalu seperti ini, tubuhnya akan kelelahan jika menggu-.." Belum sempat Kyuhyun melanjutkan kalimatnya Yesung dengan cepat mencengkram kuat kaos lengan Kyuhyun.
"Kyuu…" Lirih Yesung dengan nada lemas membuat seorang pria yang sendari tadi memperhatikan dirinya cemas, Siwon yang melihat kondisi Yesung kurang baik tiba-tiba mendekati Kyuhyun dan langsung menarik Yesung untuk ia gendong dipunggungnya.
"Yak! Choi Siwooon!." Teriak Kyuhyun saat Siwon sudah membawa Yesung menjauh darinya tanpa izin.
"Tenanglah Kyu, Siwon hyung tidak akan menyakiti Yesung."
"Iya, dia tidak menyakiti Yesung tapi membawa kabur Yesung lebih tepatnya."
Mendengar jawaban Kyuhyun, Eunhyuk hanya dapat tertawa renyah. Dan, mereka berdua mau tidak mau menyusul Siwon yang sudah berjalan lebih dulu.
.
.
[Siwon & Yesung side]
.
"Siwon.." Lirih Yesung yang sekarang berada digendongan Siwon. Yesung merasa gugup dan juga malu karena pertama kali merasakan hangatnya punggung Siwon yang lebar dan kokoh ini.
"Gomawo."
"Huh ?." Bingung Yesung mendengar ucapan Siwon.
"Tentang Hyukjae tadi, Gomawo." Ucap Siwon mencoba menjelaskan rasa terima kasihnya pada Yesung, membuat Yesung yang mendengarnya hanya dapat tertawa renyah.
"Oh… itu, sudah seharusnya aku membantu adik dari Guardian ku kan."
"Haha… aku tidak pernah bilang sudah setuju bergabung dengan mu."
"Cepat atau lambat kau akan setuju."
Kali ini giliran Siwon yang tertawa renyah saat mendengar ucapan Yesung. Blush.. Kedua pipi Yesung memerah seketika saat Yesung melihat lesung pipi Siwon ketika tertawa dari samping.
'Ah.. kenapa wajah ku memanas.' Batin Yesung sambil menyembunyikan wajahnya tanpa tahu bahwa pria yang sedang berada tepat dibelakang dirinya sedang menatap Siwon dan Yesung dengan tatapan tidak suka.
.
[Misi kedua]
[Misi ketiga]
[Misi keempat]
[Misi Kelima]
[Misi keenam]
.
.
[Misi terakhir]
.
"Kita sudah memenangkan 3 misi. Jadi, misi terakhir ini kita harus menang agar kita bisa kelaur dari sini, benarkan Yesung ?." Tanya Eunhyuk dan langsung dibalas anggukan oleh Yesung.
"Argghh! Kenapa semua game yang sudah kita lalui, tidak ada game yang menantang adrenalin!." Teriak Kyuhyun yang saat ini berjalan dilantai 7 dengan wajah kesal sambil menyeret pedangnya yang ternyata percuma dan sia-sia ia keluarkan.
Kreek… Krak..Krak.. jauh dilorong lantai tujuh yang sekarang Yesung dan kawan-kawan lalui terdengar suara aneh yang semakin dekat.
"Misi terakhir dimulai, selamat berjuang."
"APAA?! MI-MISI TERAKHIR MAKSUDNYAA ?." Teriak Kyuhyun pada Usagi dan ZING…tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun, Usai sang kelinci pemandu jalannya pertandingan selama ini menghilang dengan begitu saja.
"KYAAA…. LABA-LABA RAKSASAAAA!." Histeris Eunhyuk saat melihat beribu-ribu tarantulla dengan ukuran yang super besar jalan merambat di dinding dan bergelantungan dimana-mana membuat mereka kini sudah dikepung.
"Akhirnya…" Ucap Kyuhyun dengan smrik andalannya, ini yang Kyuhyun tunggu. Bertarung sesungguhnya tidak seperti pertarungan tadi yang memainkan bebarapa permainan yang menurut Kyuhyun tidak ada tantangannya.
Tanpa banyak pikir Kyuhyun langsung maju menusuk dan menebaskan pedang eisenmeteornya ke tarantulla tersebut.
ZIIING… SRASSH.. ZIIING… dengan gerakan cepat dan lihai Kyuhyun menghabisi tarantulla tersebut tanpa ampun, tubuh yang dipotong-potong dan darah hitam dari Tarantulla berceceran dimana-mana. Tidak jauh berbeda dengan Kyuhyun, Yesung sang malaikat kematian pun ikut ambil bagian bertarung dengan pedang bulan sabitnya, melindungi Siwon dan Eunhyuk yang berada dibelakangnya.
'Kalau begini akan sulit melawan mereka, tidak ada cara lain selain menggunakan kekuatan pemegang elemen yang ku miliki.' Batin Yesung yang mengalami kesulitan menghadapi Tarantulla yang begitu banyak menyerang dari berbagai arah.
"Kilatan petir."
Duaaarr… Duaar… Duaaar… Duaar… kilatan demi keliatan petir menyambar dan tembus ke tubuh tarantulla tersebut. Terus menerus kekuatan pemegang emelen yang ia miliki digunakan tanpa peduli tenaga yang terkuras akibat menggunakan kekuatan tersebut.
"KYUUU." Teriak Yesung yang meminta bantuan terhadap Kyuhyun. Tapi, sepertinya teriakan Yesung percuma karena Kyuhyun sama dengan dirinya sibuk melawan tarantulla dari berbagai arah yang menyerang dirinya. Seperti mendapatkan celah, salah satu tarantulla menyemprotkan jaring dari mulutnya kearah Yesung membuat pergerakan Yesung menjadi tertahan.
"YESUUUUNG…"
.
.
[Japan | Donghae dan Kibum side]
.
DUNG… DUNG... DUNG… pantulan demi pantulan bola terdengar dari lapangan basket yang kini sedang berlangsungnya turnamen antar sekolah se-asia. Teriakan riuh supporter yang mendukung sekolah mereka masing-masing terdengar nyaring dan bergema dengan keras.
"HAE… AKU BEBAAAS." Teriak namja tampan yang berada disisi tidak jauh dari namja yang bernama Donghae, melihat teman sekelompoknya tidak ada yang menjaga Donghae langsung memberikan bola yang berada ditangannya dengan operan yang sangat bagus.
HAAP… bola sudah ditangan, namja yang kini sudah memegang alih bola langsung menambah kecepatan untuk menuju ring dan…SRAAK… bola tersebut masuk ke ring dan bersamaan dengan lemparan tersebut peluit wasit terdengar menandakan bahwa permainan sudah berakhir.
"KIM KIBUUM KITA MENAAANG!." Sorak gembiran dari seluruh team terdengar saat Kim Kibum, namja yang berhasil memasukkan bola ke ring didetik-detik terakhir. Sekolah mereka berhasil membawa pulang piala kemenangan.
Dheg… serempak Kibum dan Donghae tiba-tiba merasakan perasaan yang tidak enak, debaran jantung mereka berdetak seperti tidak biasanya.
"Bum/Hae." Ucap Kibum dan Donghae berbarengan.
"Yesung…." Ucap Donghae yang tidak bisa melanjutkan kalimatnya, entah kenapa lidahnya sekarang menjadi kelu.
"Sial!." Umpat Kibum dengan wajah yang penuh rasa khawatir dan takut. Tanpa membuang waktu Kibum berlari menuju tas ransel yang terletak dipinggir lapangan, mencari benda kotak kecil dan menekan beberapa nomor.
"Ada apa ?." Tanya pelatih Lee yang melihat gelagat aneh dari Kibum.
"Ah… tidak ada apa-apa Seongsanim, Kibum sedang menelfon kedua orang tuannya untuk memberitahukan kemenangannya pada mereka, saya akan menyusul Kibum." Setelah mohon izin, Donghae langsung menghampiri Kibum yang wajahnya sudah super panik, umpatan-umpatan yang keluar dari bibir Kibum sudah tidak karuan itu membuktikan bahwa Kibum sedang panik berat.
"Coba kau hubungi rumah Kyuhyun." Saran Donghae dan dengan cepat Kibum mengganguk.
"Yeoboseo… Ahjumma, apa Kyuhyunnya ada ?."
"Kyuhyun pergi dengan Yesung ke mall untuk membeli pakaian."
"Kenapa handphone miliknya tidak aktif."
"Ahjumma tidak tahu, apa terjadi sesuatu ?."
"Aa-aniya, kalau begitu terima kasih ahjumma." PIIIP… sambungan telefon pun terputus. Membuat Donghae yang memperhatikan Kibum menjadi ikutan panik sekarang.
"Ba-bagaimana ?."
"Chullie ahjumma bilang mereka sedang berbelanja ke mall."
Hening… untuk beberapa saat mereka berdua terdiam sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
"Aku yakin Kyuhyun bisa melindungi Yesung. Tenanglah… lusa kita akan pulang ke Korea." Ucap Donghae mencoba membuat Kibum tenang. Donghae tahu Kibum tipe laki-laki cuek dan acuh tapi ketika Kibum sedang panik seperti ini otak jeniusnya seakan tidak akan terpakai dan…
Pasti berbuat nekat…
"Malam ini kita pulang ke Korea." Benar saja, setalah mengucapkan sebuah ultimatum kepada Donghae, Kibum langsung sibuk dengan telefonnya yang Donghae yakini Kibum sedang mengurus semua keperluan mereka untuk pulang ke Korea malam ini juga.
.
.
[Kembali ke pertempuran Kyuhyun-Yesung-Siwon-Eunhyuk VS monster Tarantulla]
.
'Dia…. Apa yang dia pikirkan.' Batin Siwon menatap punggung Yesung tidak percaya, Yesung yang bertubuh mungil ini bertarung untuk melindungi dirinya dan Eunhyuk.
"Yesung, hiks…Hyung tolong dia." lirih Eunhyuk dengan suara yang sudah terisak, Eunhyuk sedih melihat kondisi Yesung yang mencoba melindungi mereka berdua dengan tubuh yang sudah lemah itu.
"Hyukkie.."
"Kumohon hyuung hiks… lindungi Yesung seperti hyung melindungi diriku. Jebal…"
Sakit…perih Siwon rasakan melihat dirinya sendiri sangat buruk dan egoisnya dia yang hanya melindungi sang adik tanpa peduli namja yang berada didepannya sudah habis-habisan melindunginya dan sang adik dari monter tarantulla ini.
"Jika yang dikatakan kucing itu benar, bahwa kekuatan ku adalah yang terbesar. Maka…"
Siwon sengaja menjeda kalimatnya saat dirinya mencoba berkonsentrasi penuh pada telapak tangannya, mengepalkan tangan kanannya kuat dan…
"TUNJUKANLAAAH PADA KUUU." Seketika tangan kanan Siwon bersinar dengan terang.
.
.
"YESUUUUUNG."
DUUUAAARH… tarantulla yang berhasil menjerat Yesung dengan jaringnya langsung terlempar jauh dan membentur dinding dengan keras membuat Yesung dan Eunhyuk yang melihat hanya dapat menggedipkan kedua matanya takjub.
"Si-Siwon hyung/Siwon." Ucap Yesung dan Eunhyuk berbarengan. Kini Siwon maju didepan Yesung menghabisi tarantulla yang mendekat kearah mereka. Memukul dan menendang tarantulla tersebut sangat jauh dan membuat tarantulla tersebut langsung mati.
"Yesung… Gweachanayoo ? Bertahanlah." Tanpa banyak berkata, Eunhyuk langsung mensandarkan tubuh Yesung ke dinding dan menyingkirkan jaring laba-laba yang membungkus tubuhnya.
"Gomawo Hyukkie." Balas Yesung dengan senyum cerahnya, walaupun tubuhnya sudah lemah karena bertarung Yesung masih bisa memberikan senyuman yang sangat hangat pada Eunhyuk.
"Aaa-ada apa ini ? ge-gempa bumi ." Tanya Eunhyuk yang merasakan lantai bergetar dengan hebat. Dan, detik kemudian atap mall tersebut ambruk kebawah memperlihatkan se-ekor tarantulla yang besarnya sepuluh kali lipat dari yang mereka lawan. Kyuhyun yang melihat tarantulla tersebut langsung menghampiri Yesung untuk bergabung dengan Siwon.
"Kyuu… Siwon.." Panggil Yesung dengan lirih, membuat Siwon dan Kyuhyun langsung mendekat kearah Yesung.
"Kalian harus bekerja sama."
"Tidak/Tidak." Balas Siwon dan Kyuhyun berbarengan dengan saling membuang muka acuh.
"Yak! Kalian tidak dengar Yesung mengatakan apaaa! Bekerja samalah dan lawan monster ituu." Ucap Eunhyuk dengan kesal sambil menunjuk-nunjuk Siwon dan Kyuhyun tidak santai.
"Ka-kalau kalian tidak bisa… uhuk.. aa-aku..uhuk yang akan melawannya."
"BAIK/BAIK." Lagi-lagi Siwon dan Kyuhyun mengucapkan kalimat secara berbarengan membuat keduanya menjadi kesal.
.
.
"kita serang secara bersama, begitu ada kesempatan tusuk jantung monster itu."
"Jantung ? bagaimana kita menusuknya ? posisi monster itu jantungnya berada dibawah."
"Tentu saja kau harus menjatuhkannya terbalik Siwon pabo, dan aku yang akan menusuknya."
"Jangan panggil aku pabo."
"Kau memang pabo."
"Kauu…."
Walaupun mereka berdebat dengan berteriak satu sama lain tetapi dengan lihai mereka dapat mengghindari serangan dari moster itu. Sadar atau tidak, kerja sama antara keduanya sangat bagus. Dimana, Kyuhyun mengalihkan perhatian monster tersebut dan Siwon memukul bertubi-tubi punggung monster itu dengan tangan kosong. Iya… kemampuan Siwon adalah bertarung dengan tangan kosong, dimana Siwon bisa mengontrol seberapa kuat daya pukulnya dan itu adalah kekuatan yang membuat dirinya menjadi paling kuat diantara paran Guardian angel.
"SEKARANG KYUU." Teriak Siwon yang berhasil membalikkan badan monster tersebut.
"OKEEEY!." Dan detik kemudian Kyuhyun langsung melesat kearah monster tersebut, melompat dan Syuut.. pedang Kyuhyun menembus jantung monster tersebut. SRAAK… tubuh monster itu pun menghilang bagai debu yang diterpa angin.
Monster berhasil dikalahkan dan Kyuhyun yang bertarung dengan pedangnya sekali lagi berhasil mengalahkan musuh tersenyum puas. Begitu juga dengan Siwon ada rasa lega, bangga, dan puas karna berhasil mengalahkan monster tersebut. Mereka berdua pun mendekat kearah Eunhyuk dan Yesung yang sedang menunggu.
"Kyu.. mata Yesung tidak mau terbuka. Bagaimana ini ?." Panik Eunhyuk yang melihat tubuh Yesung yang berada dipangkuannya tidak mau membuka mata.
"Tenanglah Hyukjae, Yesung hanya tertidur." Balas Kyuhyun dan menggendong tubuh Yesung ala bridal.
("Selamat…. Selamat kalian telah berhasil memenangkan 4 misi dari 7 misi yang telah diberikan. Sesuai dengan janji, aku akan membawa kalian ke dimensi waktu kalian yang sesungguhnya")
.
.
[Mall Lotte |Pukul 15:10PM| Toko eskrim]
.
TRIING…
"Apa yang mereka lakukan pada namja itu ?."
"Kenapa dia menggendong namja tersebut ? apa mereka telah menyakiti namja itu."
"Aku tidak menyangkan pria tampan seperti mereka melukai namja lemah."
Mendengar berbagai bisikan ditelinga mereka bertiga Kyuhyun, Eunhyuk dan juga Siwon. Akhirnya dengan pelan mereka membuka matanya dan betapa terkejutnya mereka mendapati mereka kini sudah berada ditoko es krim persis dengan orang-orang yang sama rupa dan perilaku sewaktu mereka belum dikirim ke dimensi waktu yang lain.
"Ayo kita pergi." Ajak Siwon kepada Eunhyuk dan Kyuhyun yang sedang menggendong Yesung untuk segera keluar dari toko eskrim sebelum mereka bertiga dihabisi oleh warga yang mengira bahwa mereka berbuat tidak baik pada Yesung.
"Jadi, waktu kita berada didimensi tersebut waktu tidak berjalan." Ucap Siwon yang sudah mengerti.
"Sepertinya begitu. Baiklah, aku pulang dulu." Pamit Kyuhyun yang sudah meletakkan tubuh Yesung dibangku belakang mobilnya.
"Kabari kami jika dia sudah sadar." Terang Eunhyuk sambil menatap Yesung khawatir.
"Oke…"
.
.
[Massion Kediaman CHO]
.
Duuug… Dugg… Kyuhyun menendang pintu apartementnya dengan keras menggunakan kaki, saat ini tangannya sibuk menggendong Yesung dan membuat dirinya tidak dapat menekan password pintu.
"YAAAK! BERANINYA KA.- OMOO…" Kaget Heechul saat ingin memarahi seseorang yang telah berani menendang pintu rumahnya tapi yang dia lihat adalah putra semata wayangnya Cho Kyuhyun yang sedang menggendong Yesung.
"Nanti saja acara kaget-kagetannya, awas!." Dengan menggunakan bahunya, Kyuhyun mendorong tubuh sang mommy dari ambang pintu agar segera menyingkir untuk memberikan Kyuhyun jalan masuk kedalam.
"Aiishh!." Dengan gerakan seakan ingin menjitak kepala Kyuhyun, Heechul mengumpat dengan kesal. Sedangkan Kyuhyun langsung membawa tubuh Yesung ke lantai dua dimana letak kamar dirinya berada, dibaringkannya tubuh Yesung diranjang miliknya. Tidak lama Heechul dan Hangkyung datang untuk melihat keadaan Yesung.
"Apa yang terjadi ?." Tanya Heechul khawatir sekaligus panik. Sedangkan yang ditanya hanya diam membisu tidak tahu harus mengatakan apa. Akhirnya Cho Kyuhyun berpikir sejenak untuk mencari alasan yang mungkin masuk akal dan membuat kedua orang tuanya percaya.
"I-itu, tadi kami di mall berjalan terus lalu Yesung kelelahan mommy. Jadi, dia pingsan karena kecapean." Jelas Kyuhyun sambil melirik mommy dan daddynya.
"Omoo… dasar anak nakal! Kenapa tidak istrirahat kalau kalian kelelahan." Omel Heechul yang percaya pada perkataan Kyuhyun.
"Hehehee… mianhae mom." Ucap Kyuhyun sambil tertawa renyah dan menggaruk tengku belakangnya. Sedangkan, Hangkyung yang berada di ambang pintu kamar Kyuhyun hanya dapat memandang Yesung dan Kyuhyun bergantian. Hangkyung mencium bau yang tidak beres disini seperti ada sesuatu yang Kyuhyun coba sembunyikan dari dirinya.
.
.
[Kediaman keluarga CHOI]
.
Bruugh…
"Hyuuung." Kaget Eunhyuk yang baru saja memasuki rumah mereka, Siwon yang berjalan disamping dirinya langsung jatuh tesungkur.
"Pelayan! Pelayaaan!." Teriak Eunhyuk memanggil-manggil pelayan rumahnya dengan panik. Dan, beberapa saat kemudian maid langsung datang untuk membantu Eunhyuk mengangkat tubuh Siwon.
"Apa yang terjadi dengan hyung mu ?." Tanya wanita cantik berambut panjang sepunggung dengan wajah panik saat mengetahui anak pertamanya jatuh sakit.
"Aa-anu itu…." Eunhyuk menjeda kalimatnya untuk berpikir sejenak apa yang harus ia katakan pada Ibunya ini. Eunhyuk tidak mungkin mengatakan bahwa Siwon demam karena menggunakan kekuatannya.
"Hyukkie… Jawab eomma mu ketika dia bertanya." Kali ini namja paruh baya dengan pakaian khas laboratorium memasuki kamar dan bertanya pada anak bungsu keluarga Choi.
"Appa." Kaget Eunhyuk yang melihat appanya tiba-tiba datang kekamar hyungnya.
"Siwon hyung…dia…"
"Uggh..Eomma appa… akuh hanya dehidrasi saja, karena tadi dibawah matahari terus. Jangan memojokkan Hyukkie seperti ituuh." Jawab Siwon yang telah membuka kedua matanya melihat sang eomma dan appanya telah menatap Eunhyuk tajam.
Nyonya Choi yang melihat anak bungsunya ketakutan akibat dirinya menjadi merasa sedikit bersalah, diraihnya jemari Eunhyuk dan memberikan senyuman.
"Mianhae Hyukkie, eomma tadi panik mendengar kakak mu jatuh sakit. Kau tahu kan kakak mu ini jarang sakit." Ucap nyonya Choi dengan lembut sambil mengusap punggung tangan Eunhyuk. Sedangkan, tuan Choi juga ikut mendekati Eunhyuk untuk menggelus kepalanya.
"Appa juga minta maaf Hyukkie." Ucap tuan Choi.
Mendengar ucapan sang eomma dan appanya meminta maaf, Eunhyuk membalas dengan gummy smile-nya dan mewajarkan sikap kedua orang tuanya. Walaupun mereka berdua disibukkan oleh kegiatan mereka masing-masing tapi kedua orangnya selalu mengutamakan anak-anaknya. Siwon dan Eunhyuk sangat mencintai kedua orang tuannya ini.
.
.
[Kediaman keluarga Cho | Malam hari]
.
Saat ini Kyuhyun sedang makan malam bersama Heechul dan Hangkyung. Sedari tadi Kyuhyun terus ditatap oleh Hangkyung, Kyuhyun yang makan dengan rasa tidak nyaman akhirnya menyelesaikan makan malamnya dengan cepat.
"Kau sudah selesai Kyu ?." Tanya Heechul yang melihat sisa nasi dimangkuk Kyuhyun masih banyak.
"Ne mom, aku sudah kenyang." Jawab Kyuhyun dengan nada lemas, sejujurnya bukan karena Hangkyung saja yang membuat makan malamnya tidak nyaman tapi karena Kyuhyun tidak ada nafsu juga untuk makan.
"Meoow.." Di liriknya Heebum dibawah kaki jenjang miliknya sebelum Kyuhyun meninggalkan ruang makan, terlihat Heebum sedang menggeluskan kepalanya sendiri ke kaki Kyuhyun bertanda Heebum ingin Kyuhyun membawa dirinya ke kamar untuk bertemu dengan masternya.
"Kau mengkhawatirkan majikan mu ?." Tanya Kyuhyun yang sedang menggangkat tubuh Heebum tinggi sewajahnya. Sehingga Kyuhyun dapat melihat kedua mata berbeda warna milik Heebum sekarang.
"Meow~." Mendengar jawaban Heebum yang ia yakini adalah 'iya' membuat Kyuhyun tersenyum. Dan, Kyuhyun akhirnya membawa Heebum kedalam gendongannya menuju kamar. Di meja makan Heechul dan Hangkyung menatap punggung Kyuhyun yang sedang menaiki tangga untuk ke lantai dua dengan tatapan khawatir.
"Dia membuat ku cemas." Ucap Heechul sambil kembali melanjutkan makan malamnya dengan raut sedih.
"Siapa ? Putra mu atau Yesung eum ?." Tanya Hangkyung sambil mencolek dagu istrinya nakal.
"Heebum."
"Eh ?." bingung Hangkyung mendengar jawaban Heechul.
"Heebum dari tadi tidak mau makan, padahal aku sudah memberikan dia makanan kucing yang paling mahal." Jelas Heechul yang langsung membuat Hangkyung tertawa. Istrinya ini benar-benar susah ditebak. Sedangkan Heechul mempoutkan bibirnya saat melihat suaminya malah menertawakan dirinya.
.
.
Kreeet… Terdengar pintu kamar di buka perlahan bermaksud tidak mau menggangu seseorang yang memang sudah dari tadi tertidur dan dirinya sangat berharap namja yang sekarang tertidur membuka kedua matanya.
Heebum yang melihat majikannya tertidur langsung melompat dari pelukan Kyuhyun dan menjilat-jilat pipi Yesung berharap sang majikan bangun.
"Meoow."
"Kau juga ingin dia bangunnya ?." Tanya Kyuhyun pada Heebum yang terus-terusan menjilat dan menggeluskan wajahnya ke pipi Yesung. Namun, tetap saja hasilnya nihil. Kyuhyun dan Heebum tahu Yesung tertidur karena Yesung lagi-lagi menggunakan kekuatan pemegang elemen yang menguras tenanganya dan mereka berdua juga tahu Yesung pasti bangun. Walaupun begitu tetap saja rasa khawatir Kyuhyun dan Heebum tidak bisa disembunyikan.
Kyuhyun perlahan naik keatas ranjang dan memposisikan dirinya tepat disebalah Yesung, memeluk tubuh orang yang sangat ia cintai dengan lembut.
"Yesungie..Cepatlah sadar, aku takut…" Lirih Kyuhyun dengan rasa takut yang menyelimuti dirirnya. Kyuhyun sangat takut ketika Yesung tertidur seperti ini.
.
.
[Kediaman Keluarga Cho | Pagi hari pukul 06:10AM]
.
"Ungh… Jam berapa sekarang." Leguh kyuhyun yang masih memejamkan kedua matanya tetapi tangannya mencari-cari sesuatu dimeja nakasnya.
"Jam enam pagi Cho."
"Oke." Kyuhyun pun kembali melanjutkan tidurnya tanpa membuka matanya dan detik kemudian dirinya tersandar dan langsung menyibak selimut yang menutupi tubuhnya.
"Hai evil."
Dilihatnya dua orang manusia yang sedang duduk santai disofa yang berada didepan tempat tidur miliknya.
"Kapan kalian datang ?." Tanya Kyuhyun yang menatap bingung kearah dua manusia didepannya.
"Satu jam yang lalu." Jawab salah satu namja yang sedang memakan sandwich buatan nyonya Cho dengan lahap.
"Jadi… apa yang terjadi selama kami tidak ada eum ?." Tanya namja satunya dengan tatapan membunuh dan menusuk kearah Kyuhyun, membuat dirinya harus menelan ludahnya kasar.
"Santai saja Kyu, Kibum tidak akan melesatkan anak panahnya ke kepala mu jika kau bisa memberikan alasan yang bagus."
"Yak! Donghae jangan menakuti ku!." Ucap Kyuhyun yang membuat Donghae hanya dapat tertawa renyah. Sedangkan Kibum masih setia menatap Kyuhyun dengan tatapan membunuhnya.
Perlahan Kyuhyun turun dari tempat tidurnya dan bergabung dengan Kibum dan Donghae yang berada disofa kamarny. Ikut bergabung menikmati sarapan pagi yang Kyuhyun yakini dibawakan oleh sang eomma ke kamarnya. Dan, Kyuhyun mulai menjelaskan kejadian yang menimpa dirinya kepada Kibum dan Donghae saat itu juga dengan detail.
.
.
[Kyunghee High School | 07:00]
.
"Pagi Hyukjae."
"…."
"Kau kenapa ? oh ya mana hyung mu ?." Tanya Kyuhyun sekali lagi yang melihat bangku Siwon ternyata kosong.
"Siwon hyung masih demam kyu akibat kemarin. Bagaimana dengan Yesung ?."
"Sama, Yesung belum bangun juga. Donghae dan Kibum sedang menjaganya dirumah."
"Mereka sudah pulang ? kenapa tidak sekolah ?."
"Mereka bilang ingin menjaga Yesung. Tadinya aku tidak ingin masuk, tapi karena ibu ku… Haaaa~." Ucap Kyuhyun tidak melanjutkan kalimatnya dan hanya menghela nafasnya kasar.
Eunhyuk dan Kyuhyun hari ini benar-benar tidak semangat pergi ke sekolah. Eunhyuk yang selalu mengutamakan pendidikan tidak bisa membolos sedangkan Kyuhyun takut terhadap sang mommy dan dengan terpaksa dirinya pergi kesekolah meninggalkan Yesung bersama Donghae dan Kibum.
"Kau lihat namja diruang guru tidak."
"kyaaa… namja itu sangat tampan."
"Apa dia guru baru disekolah kita ?."
Kyuhyun yang sekilas mendengar teman sekelas wanitanya sedang mengosip hanya dapat memutar bola matanya malas, berada dikelas dimana teman-temannya tidak ada itu terasa hampa bagi Kyuhyun.
.
.
[Diwaktu dan tempat yang sama | Class 10-B ]
.
"Hari ini kita kedatangan tiga murid baru." Ucap Ahn Seongsanim kepada murid kelas satu di Kyunghee High School. Semua murid dikelas yang melihat murid baru didepan kelas mereka menatap kagum, mereka bertiga sangat tampan.
"Baiklah perkenalkan diri kalian masing-masing." Ucap Ahn seongsanim lagi kepada ketiga murid baru yang sedari tadi hanya menampilkan tatapan datarnya, tepuk tangan terdengar dari ruang kelas 10 – B saat murid baru itu melangkah maju untuk memperkenalkan dirinya.
"Annyeong Kyungsoo Imnida."
Namja mungil, tampan dan memiliki senyuman yang lembut membuat siapa saja yang melihat akan tertipu, dibalik wajahnya yang manis dan lugu itu. Dia adalah sosok Dewa Earth DO, Dewa yang menyamar sebagai pelajar kelas 10 dikeluarga Kim dengan identitas manusia bernama Kim Kyungsoo. Keluarga Kim merupakan keluarga kaya raya pengusaha daging import dan eksport, dengan mencuci otak keluarga Kim, Dewa Earth DO bisa masuk ke keluarga ini.
"Annyeong Jongin Imnida."
Namja berkulit tan ini memiliki kepribadian yang easy going. Pembawaan yang ramah membuat dirinya bisa berbaur dengan cepat. Tapi, tunggu dulu.. Jongin adalah Dewa Teleportation Kai, Dewa yang menyamar sebagai pelajar kelas 10 bersama dengan DO ini tinggal dengan keluarga Lee, keluarga Lee adalah pengusaha fashion terkenal di korea. Sama halnya dengan DO, Kai mencuci otak keluarga Lee untuk dijadikan anak dikeluarga tersebut.
"Annyeong Edison Huang imnida."
Namja tinggi dengan mata panda khasnya ini adalah Dewa Time Controller Tao menyamar sebagai anak tunggal keluarga Huang. Keluarga Huang adalah keluarga kaya raya di Cina, sama dengan kedua temannya DO dan Kai. Tao juga mencuci otak keluarga Huang.
Tiga pemegang elemen telah memutuskan untuk menyamar sebagai manusia dengan menyembunyikan identitas mereka. Tepat sekolah yang mereka masuki adalah sekolah yang sama dengan sekolah Kyuhyun dan kawan-kawan bernaung menimba ilmu. Tidak ada satu pun dari mereka yang tahu bahwa Pemegang elemen telah membuat identitas baru.
.
.
[Back Kelas Kyuhyun]
.
"Annyeong, Kevin Wu imnida. Saya adalah pengganti dari Jung Seongsanim yang mulai sekarang menjadi wali kelas 12-F mohon kerja samanya." Ucap namja berperawakan tinggi dengan rambut blondenya.
"Murid yang dibelakang sana, apa kau mendengar ku ?." Ucap Kevin Seongsanim yang memastikan bahwa murid yang berada dibangku paling belakang mendengar suaranya. Cho Kyuhyun yang ditanyain sang guru hanya mengganguk dan tidak lama kemudian Kyuhyun mengangkat tangannya untuk menayakan sesuatu
"Seongsanim boleh aku tahu alasan kenapa kau menggantikan Jung Seongsanim. Setahu ku beliau tidak ada riwayat penyakit apapun dan beliau juga sangat senang mengajar dikelas ini." Tanya Kyuhyun dengan jelas dan bingung, seluruh murid dikelas yang mendengar pertanyaan Kyuhyun juga meraskan hal yang sama dengan Kyuhyun, bukankah kemarin Jung Seongsanim baru saja mengajar dan kenapa tiba-tiba Jung Seongsanim digantikan.
"Saya juga tidak tahu pastinya untuk alasan kenapa beliau digantikan kalian bisa bertanya langsung kepada kepala sekolah." Jelas Kevin Seongsanim.
Kevin Seongsanim pun mulai mengajar dikelas dengan tenang dan sedikit ribut karena murid wanita dikelas 12-F selalu histeris karena mendapatkan guru yang sangat tampan seperti orang luar negeri, Sedangkan Kyuhyun dia sibuk dengan pikirannya. Bukan, bukan karena Kyuhyun takut akan pesonanya sudah tersaingi oleh sang guru dikelas tetapi Kyuhyun merasa tidak yakin bahwa Jung Seongsanim berhenti mengajar begitu saja.
"Hei.. Kau kenapa Kyu ?." Tanya Eunhyuk yang melihat wajah serius Kyuhyun.
"Hyukjae mau menemani ku pulang sekolah nanti ?."
"Kemana ?."
"Tempat Jung Seongsanim."
"Baiklah."
Tidak jauh dari arah tempat duduk Kyuhyun dan Eunhyuk, diam-diam sang guru sedang memperhatikan mereka. Ya…Kevin Seongsanim juga merupakan salah satu pemegang elemen yaitu Dewa Dragon Kris. Ternyata di sekolah Kyunghee High School terdapat 4 pemegang elemen yang akan mengawasi gerak-gerik Kyuhyun dan kawan-kawan.
.
.
Dugh…Dugh… Terdengar suara gaduh dari arah pintu masuk menuju kedalam ruang tengah, Heechul yang sedang menonton drama TV kesukaannya menjadi terganggu.
"Yak! Cho Kyuhyun! Kau berisik." Omel Heehul yang melempar sandal rumahnya kearah Kyuhyun dengan kesal. Sedangkan Kyuhyun yang terkena timpukan Heechul hanya dapat tersenyum tanpa dosa.
Saat ini Kyuhyun benar-benar ingin bertemu dengan Yesung untuk melihat keadaaan pujaan hati apakah sudah siuman atau belum. Melihat Kyuhyun sudah ke kamarnya Heechul pun melanjutkan kembali menonton TVnya, dimana dalam episode hari ini merupakan episode terakhir yang menguras air mata.
TING… TONG… TING…TONG… suara bel dikediaman keluarga CHO pun berbunyi dengan nyaring.
"Aish! Kenapa hari ini sangat menjengkelkan." Kesal Heechul yang lagi-lagi acara menontonnya diganggu. Dengan langkah double kesal Heechul jalan kearah pintu untuk melihat siapa orang yang sudah menggangu acara santainya.
CEKLEK…
"Siapa kau ?." Tanya Heechul dengan ketus kepada sang tamu dihadapannya tanpa basa-basi.
"Annyeong… Saya Baekkie baru saja pindah kesini, ini ada makanan untuk anda nyonya." Balas pemuda tampan sambil memberikan sekotak kue beras kepada Heechul. Heechul yang awalnya memasang wajah seram akhirnya merubah raut wajahnya dengan senyuman.
"Ah… tetangga baru ternyata, maaf tadi aku bicara dengan ketus." Sesal Heechul dan dengan cepat mengambil sekotak kue beras yang diberikan oleh pemuda bernama Baekkie.
"Gwechana nyonya emm…"
"Panggil saja aku Chullie, silakan masuk." Tanpa rasa curiga sedikit pun Heechul mempersilakan Baekkie untuk masuk kedalam rumahnya. Heechul yang tidak tahu bahwa pemuda yang baru saja ia persilakan masuk tadi merupakan salah satu pemegang elemen Dewa Light Baekhyun.
Baekki atau yang bernama Baekhyun menyamar sebagai pemuda berusia 30 tahun yang tinggal berdua dengan pacarnya disamping apartement keluarga CHO. Tidak ada hal aneh memang menginggat gedung apartement yang ditinggali keluarga CHO juga siapa pun bisa tinggal.
Dua jam sudah Heechul dan Baekkie habiskan untuk mengobrol, mereka berdua entah kenapa menjadi cocok sebagai teman menggobrol. Menurut Heechul Baekki yang baru saja ia kenal sebentar memiliki pribadi yang baik dan menyenangkan.
"Mom… apakah kue beras yang berada dimeja boleh ku bawa naik ? ." Tanya Kyuhyun yang baru saja keluar dari arah dapur sambil memakan kue beras.
Sama dengan Heechul, Kyuhyun juga tidak menyadari bahwa pemuda yang ia lihat diruang TV bersama sang mommy adalah pemegang elemen. Kyuhyun berpikir bahwa dia adalah teman sang Ibu jadi Kyuhyun sedikit pun tidak curiga.
"Ah... tentu Kyu." Balas Heechul.
Mendengar izin sang mommy, Kyuhyun pun langsung masuk kedalam dapur lagi dan membawa sekotak kue beras yang ia ambil satu tadi untuk dibawa ke kamarnya agar bisa dinikmati bersama dengan Donghae dan Kibum. Tanpa tahu Baekkie melirik ke arah Kyuhyun untuk memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun.
"Chullie ahjumma, dimana kau meletakan minuman soda kaleng ?." Kali ini Donghae menghampiri Heechul yang sedang berbincang-bincang dengan Baekkie.
"Yak! Bukankah tadi Kyuhyun baru saja membawanya ?."
"Dia membawa minuman yang salah ahjumma."
"Aish… ada dirak bawah, kalian ini jangan terlalu banyak minum soda itu tidak baik." Omel Heechul kepada Donghae. Sedangkan, Donghae hanya mendengus karena dirinya yang menjadi amukan ceramahan Heechul. Dengan langkah cepat Donghae melesat kearah dapur dan membawa beberapa kaleng soda untuk dibawa kekamar Kyuhyun.
"Apa dia anak mu Chullie hyung ?." Tanya Baekkie yang mulai menyelidik.
"Dia? yang tadi ? aniya… dia teman anak ku, anak ku itu yang pertama tadi yang tinggi."
"Begitu, apa anak mu punya phobia yang bisa membuatnya takut hyung ?." Tanya Baekhyun sang dewa Light dengan hati-hati.
"Maksud mu ?."
"Akh.. tidak hyung, lupakan."
.
.
[Kyuhyun Room]
.
"Kau lama sekali Hae, aku sudah haus." Dengan cepat Kyuhyun mengambil minuman yang berada ditangan Donghae begitu juga dengan Kibum.
"Salah sendiri kau salah menggambil minu-. Yak! Aku sudah bilang jangan makan kue beras bagian ku." Omel Donghae yang kesal karena Kyuhyun mengambil kue beras yang sudah Donghae sisikan untuk dia makan saat nanti dirinya kembali mengambil minuman dibawah.
"Salah sendiri kenapa meninggalkannya." Balas Kyuhyun sambil meniru perkataan Donghae.
"Kauuuu…"
"Berisik."
Uhuk… mendengar suara Kibum, membuat Donghae dan Kyuhyun langsung berhenti bertengkar. Beginilah kerjaan Kyuhyun dan Donghae saat menunggu Yesung siuman, mereka berdua makan dan makan. Sedangkan, Kibum sendari tadi membaca buku yang ia beli pada saat dirinya di Jepang kemarin.
"Eungh…" leguh sosok manis yang berada diatas tempat tidur milik Kyuhyun, membuat tiga namja yang tadinya sibuk makan dan membaca buku langsung teralihkan.
"Yesung ?!." Panggil mereka bertiga berbarengan.
"Kyuu… ahh Hae.. dan enn Bum.." Ucap Yesung dengan suara yang parau.
'Kenapa nama ku terakhir disebut.' Batin Kibum sedikit kesal karena namanya terakhir disebutkan oleh Yesung saat dirinya telah sadar.
.
.
Pemegang elemen benar-benar menjalankan strategi mereka untuk menyamar sebagai manusia agar bisa mengenali dan mendapatkan informasi terhadap musuh mereka Guardian Angel sang Dewa Kematian. Akankah Kyuhyun dan kawan-kawan menyadari keberadaan pemegang elemen yang sudah menyamar sebagai manusia dan berkeliaran didekat mereka?
.
TBC
Hello Chapter 6 sudah publish^^
Apa masih ada yang berminat dan menunggu FF ini ?
Bagaimana ceritanya ? Semoga tidak membingungkan…
Dan tentunya tidak membuat bosan yang baca karena FF ini yaaaa… begitulah selalu dan selalu bercerita panjang lebar seperti buku sejarah/?. Kkkkk~
OKE… See you next story.
Sehat selalu untuk reader^^
.
Author
-Kimmie-
And Last… Big Thanks To :
YeShaSparkClouds, FTafsih, ziekyusung, , IrisJulianAmethyst, Kyutiesung, CLOUDSiwonest, Mylovelyyeye, ressalini, deraelf, CloudSparkyuLove, Kim YeHyun, cassandraelf, cloudsammy, Cindy Han, sekarzane, CloudYesungie, kim rose, Lydia Sparkyu Elf, dewinyonyakang, lyflink97, ajib4ff, Choi Kyu Woon, sukayesunguke, Jeremy kim84, Monic, MeganLim, yesung ukeku, Xxx, KaraKyusungReal, olla, KyusungChanbaek, arum.
Original Fanfiction by ©KimKyusung (kimmie)
