Tittle : Thanatos and Ker

Author : Kim Kyusung (Kimmie)

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Humor, Action, DC

Pairing : KyuSung

Slight Pair : HaeSung, WonSung/YeWon and BumYe/KiSung

Cast : Member Super Junior, Boyfriend, EXO, Yonghwa CNBlue dan SNSD.

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, Orang tua, SMentertainment, Fans ya ^^

Rating : K/T

Warning : YAOI (Boy X Boy) Yesung UKE!


Original Fanfiction Thanatos and Ker

by KimKyusung (kimmie)

©2015

Please don't copy paste without permission.

Summary

Dewa Kematian dua jiwa satu tubuh. Buruk & baik. Ketika sosok Buruknya memakan Jiwa dari 12 pemegang elemen(EXO).Ia harus dihukum. Namun,Siapa sangka jika Dewa kematian diberikan sebuah nama –Yesung- oleh seorang manusia bernama Kyuhyun. Berhasilkah Pemegang elemen (EXO) membalaskan dendam kepada Yesung. Petualangan Yesung beserta 4 Guardian hadir disini :)

.


.

"Apa sayap itu tidak bisa di sembuhkan ? bukankah Yesung memiliki kekuatan salah satu pemegang elemen healing yang bisa menyembuhkan luka." Jelas Kibum menggingat bahwa Yesung memiliki kemampuan dari salah satu pemegang elemen penyembuh.

"Itu tidak akan berhasil." Ucap suara dari balik pintu Kyuhyun yang perlahan terbuka menampilkan sosok Hanggeng ayah dari Cho Kyuhyun yang sedang menggendong Heebum.

"Daddy" Kaget Kyuhyun melihat sang ayah sudah masuk kedalam kamarnya. Sedangkan, Hanggeng berjalan santai masuk dan duduk bersama dengan para guardian Yesung seakan Hanggeng adalah bagian dari team.

Hanggeng pun menceritakan silsilah keluarga Cho pada Kibum, Donghae dan juga anaknya Kyuhyun. Kyuhyun yang mengetahui masa lalu keluarga Cho menjadi kaget, ternyata Yesung dan keluarga Cho memang benar-benar sudah ditakdirkan untuk saling terhubung.

Mendengar cerita Hangggeng, Heebum sang kucing dengan warna mata berbeda milik Yesung pun perlahan turun dari gendongan Hanggeng. Berjalan dan naik ke Kibum, Donghae dan Kyuhyun secara bergantian untuk menepuk kening mereka bertiga dengan kaki mungilnya. Dan, detik kemudian Kyuhyun, Donghae dan Kibum pun langsung tertarik ke masa lalu Yesung. Masa lalu yang memilukan, penuh dengan ambisi dan juga penghinaan.

"Dewa yang memiliki sayap cacat akan terbuang." Ucap Donghae yang benar-benar shock setelah melihat peristiwa yang baru saja ia lihat dengan sangat jelas.

"Sayap merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi dewa, karena tidak semua dewa memiliki sayap. Jika sayap itu rusak maka…." Putus Kibum yang tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Kibum sungguh tidak pernah membayangkan bahkan di dunia dewa sekalipun terjadi hal seperti itu, ini lebih kejam dari dunia manusia.

"…Kau tidak akan dihormati oleh kaum mu." Sambung Kyuhyun yang masih teringat jelas dibenaknya keadaan Yesung kemarin.


Thanatos and Ker

Chapter 8

Happy Reading^^

.

.

[Negeri Myrtos]

.

Negeri myrtos adalah negeri para dewa tinggal. Pemandangan alamnya sangat menakjubkan, banyak hewan-hewan dengan bentuk indah dan juga aneh tinggal berdampingan dengan para dewa. Hewan-hewan tersebut bukanlah hewan bisasa, mereka selalu menyebut hewan itu adalah hewan suci.

Pegasus si kuda berwarna putih yang memiliki sayap dan tanduk di kepalanya. Lalu, Dragon dan burung Phoniex mulai dari ukuran kecil hingga besar terbang bebas disini.

Hewan suci hanya di miliki oleh mereka yang memiliki kekuatan besar dan diakui oleh hewan tersebut sebagai majikan. Seperti Dragon dan Phoniex yang dimiliki oleh pemegan elemen dan juga kucing hitam yang dimiliki oleh Ker si Heebum. Mereka mendapatkan hewan suci itu karena hewan tersebutlah yang memilih mereka.

Terlihat paling ujung di negeri ini terdapat bangunan megah dengan pilar-pilar tinggi yang menjulang.

"Bagi dewa yang memiliki sayap dan sayap itu patah harus dibuang." Perintah dewa bertubuh besar dengan suara yang sangat lantang. Hingga, membuat orang-orang yang berada diluar bagunan dapat mendengarnya.

"Tidak! Kumohon… anakku akan sendirian." Ucap dewi yang memiliki wajah cantik namun hanya memiliki sebelah sayap saja.

Dewi itu terus meronta akibat rantai yang mengikat tubuhnya, perlahan rantai yang melilit tubuh dewi cantik itu mengeluarkan api dan membakar tubuh dewi tersebut perlahan dengan rasa sakit yang amat terasa.

"Hiks… Ibu, lepaskan ibu ku!." Teriak dewa kecil berambut pink soft dengan air mata yang mengalir tanpa henti.

ZING….

"Keparat! Lepaskan Ibu kuu." Geram sosok dewa kecil itu lagi namun kini rambutnya sudah berubah menjadi merah menyala.

"…" Tidak ada tanggapan dari dewa-dewa yang lainnya.

Semua dewa yang berada di aula seakan menulikan pedengarannya. Mereka bahkan sedikit menertawakan dewi yang memiliki sebelah sayap itu, bagi para dewa. Dewa dan Dewi yang memiliki sebelah sayap adalah aib.

Dewa kecil yang sendari menangis itu pun akhirnya menyaksikan kematian sang Ibu di depan matanya. Dimana raja Myrtos membunuh ibunya dikarenakan sang dewi hanya memiliki sebelah sayap tanpa mau mendengar alasan kenapa dewi cantik itu memiliki sebelah sayap.

Kini dialihkannya sorot mata penuh dendam pada dewa dewasa yang kini sedang menggendong anak-anak mereka dengan penuh sayang.

"Kalian sangat jahat! Sayap Ibu ku terluka akibat menolong anak itu sewaktu dia berkelahi dengan monster besar di gunung!." Teriak dewa kecil berambut merah dengan penuh emosi sambil menunjuk salah satu dewa kecil yag berada di gendongan Ibunya.

Sekali lagi ucapan dewa kecil itu tidak di dengarkan oleh dewa-dewa yang berada disana.

"Akan ku balas perbuatan kalian." Gumamnya pada dirinya sendiri.

"Akan ku miliki sayap yang kuat dan kokoh." Gumamnya lagi.

Di negeri myrtos ini memiliki sebuah budaya, dimana semakin kuat sayap yang kau miliki maka kau akan di segani dan ditakuti oleh orang lain.

Sejak saat itu Dewa kecil tumbuh dengan ambisi akan menjadi kuat dan membuat orang-orang yang telah memandang sebelah dirinya, harus menundukkan kepala di depannya dan menghormatinya.

Dengan dendam yang melekat pada sosok dirinya yang buruk. Dewa dengan warna sayap berbeda tersebut kini sudah menjadi dewa paling menakutkan karena memiliki posisi kapan pun dan dimana pun dia bisa mencabut nyawa manusia dengan mudahnya dan dia adalah dewa kematian Thanatos dan Ker.

.

.

TAP….TAP…. TAP

Namja bertubuh kekar perlahan memasuki kamar yang di dalamnya di dominasi oleh warna putih. Dengan nampan berisi susu segar dan daging yang baru saja dibakar itu membuat indra penciuman namja mungil yang sudah lima hari ini meringkuk di atas ranjang tidak tahan untuk tidak menoleh. Apakah dirinya harus menyerah kali ini, dirinya benar-benar sangat lapar.

"Aku tidak akan memakan itu." Ucap namja mungil dengan suara lirih namun penuh penekanan.

"Kau sangat keras kepala, kau sudah 5 hari tidak makan. Makanlah." Mohon Siwon pada Yesung dengan wajah khawatir. Di letaknya nampan tersebut di meja nakas, membuat mata Yesung yang dari tadi selalu melihat nampan tersebut menjadi bergerak mengikuti kemana nampan itu berada.

Gleg… Yesung menelan ludahnya kasar, sungguh dirinya benar-benar sudah kelaparan.

"Aku akan makan, jika kau membawa Kyuhyun ke sini."

DHEG… mendengar perkataan Yesung membuat Siwon sedikit terbesit rasa kesal. Siwon pun mencoba untuk tersenyum, Siwon perlahan menyetuh pucuk kepala Yesung, mencoba memberikan penjelasan kenapa Siwon membawa dirinya ke rumah dan tidak bermaksud memisahkan dirinya dari Kyuhyun.

"Aku membawa mu kesini, karena aku pikir Kyuhyun sudah tidak bisa menjaga mu dengan baik. Kucing itu mengatakan bahwa akulah yang terkuat jadi ku pikir aku mampu untuk menjaga mu. Apa ucapan ku terdengar egois bagi mu ? Bukankah kau bilang aku adalah Guardian mu, sudah seharusnya aku menjaga mu kan" Jelas Siwon mencoba membuat Yesung mengerti dengan apa yang ia lakukan saat ini.

Perlahan wajah tertunduk Yesung bangkit untuk melihat Siwon, terlihat di kedua pipi Siwon lesung pipi sudah muncul dengan indahnya membuat Yesung yang melihatnya mau tidak mau menjadi tersenyum.

"Maafkan aku." Lirih Yesung yang kini mulai merasa bersalah pada Siwon.

"Sekarang makanlah." Siwon pun mengambil nampan berisi makanan yang ia taruh dimeja nakas tadi dan meletakannya di pangkuan Yesung. Melihat Yesung meminum susunya dengan lahap membuat Siwon menjadi gemas.

"Kau sangat baik seperti Donghae.." ucap Yesung disela makan daging bakarnya.

"Dan, kau sudah mengambil perhatian Siwon hyung dariku." Terdengar suara lain di dalam kamar membuat Siwon dan Yesung langsung mencari asal suara tersebut.

"Hyukkie!." Teriak Yesung senang saat menemukan sosok Eunhyuk yang sedang bersandar di daun pintu kamarnya. Eunhyuk yang melihat wajah senang Yesung langsung tertawa renyah, wajah Yesung sangat imut. Eunhyuk pun mendekati Yesung dan berdiri disamping sang kakak.

"Makanlah yang banyak Yesungie. Karena, hyung ku ini sudah memenuhi dapur dengan daging dan susu." Sindir Eunhyuk kepada Siwon. Tentu saja ledekan Eunhyuk membuat Siwon menjadi malu,dengan refleks Siwon mencubit pinggang Eunhyuk dengan keras hinggga membuat Eunhyuk menggerang kesakitan.

"Yak! Hyung ishh…" Ringgis Eunhyuk sambil menggusap pinggangnya.

"Oh ya Yesungie, apa punggung mu sudah lebih baik ?." Tanya Eunhyuk yang menggingat luka di punggungg Yesung.

TUK… Mendengar perkataan Eunhyuk, perlahan Yesung meletakan paha ayam yang baru ia makan sebagian. Wajah cerah Yesung kini berubah menjadi murung membuat Eunhyuk menjadi tidak enak, terlebih Siwon sekarang memberikan tatapan membunuh padanya.

Eunhyuk yang berinisiatif untuk meminta maaf langsung menggurungkan niatnya saat melihat Yesung mengeluarkan sayap putih dan hitam besar nan kokoh di depan matanya.

"Sepertinya sudah lebih baik, darahnya sudah berhenti." Ucap Yesung setelah melihat luka di sayap kirinya sudah tidak mengeluarkan darah seperti kemarin. Siwon yang berada di depan Yesung perlahan mencoba untuk menyentuh sayap yang kini terlihat goresan sangat besar. Akibat luka goresan itu, membuat bulu-bulu sayap Yesung tidak bisa tumbuh kembali.

Jujur, baik Eunhyuk dan Siwon atau siapapun yang melihat Yesung sekarang akan merasa kasihan dan iba. Sungguh, sayap yang Yesung miliki terlihat menyedihkan. Dan, Euhyuk yang melihat sudah tidak bisa menahan untuk tidak menangis.

"A-aku harus ke kamar." Ucap Eunhyuk yang mencoba menahan suaranya yang terdengar sudah agak serak, meninggalkan Siwon dan Yesung berdua dikamar.

"Sangat lembut dan kau akan tetap terlihat indah bagiku." Ucap Siwon saat jemari tangannya sudah menyentuh helai demi helai bulu sayap Yesung. Dan, saat jemari itu menyentuh bekas luka Yesung, tangannya terhenti.

"Si-siwon."

Blush… Wajah Yesung seketika memerah, perlakuan Siwon terhadap dirinya benar-benar membuat Yesung terkejut. Siwon mencium kulit sayap Yesung tepat dimana goresan luka itu berada berefek Yesung menjadi tersipu malu sekarang.

"Apa yang kau lakukan ?." Tanya Yesung yang langsung meringkukkan sayapnya hingga sayapnya yang tadinya terbentang lebar menjadi mengapit seperti menyembunyikan sayapnya dari Siwon, sontak hal tersebut membuat Siwon terkekeh karena melihat wajah Yesung yang memerah malu.

"Mencium sayap mu." Balas Siwon dengan santai, tidak tahukah Siwon bahwa perlakuan yang baru saja ia lakukan membuat jantung Yesung berdebar.

.

.

[Apartement Keluarga CHO]

.

"Argh! Aku benar-benar sudah tidak tahan!." Teriak Kyuhyun frustasi yang suaranya terdengar di penjuru ruangan apartementnya. Bahkan, Heechul sang umma yang sedang memasak makan malam langsung menghentikann acara memotong wortelnya dan melepaskan celemek pinknya begitu saja lalu meleparkannya pada suami tercinta.

"Honey, tolong jaga sup ku." Ucap Heechul yang langsung berlari naik ke lantai dua dimana anak semata wayangnya berada. Sedangkan, Hanggeng yang baru saja pulang dari kantor langsung menerima celemek dari istrinya hanya mendesah.

"Dasar Chullie..."

Hanggeng pun menggantikan pekerjaan Heechul di dapur tanpa mengganti pakaian kantornya terlebih dahulu. Beruntung sekali Heechul menikahi pria seperti Hanggeng dan lebih beruntungya lagi Cho Kyuhyun karena memiliki orang tua seperti mereka. Bukakah begitu.

BRAAK….Pintu kamar berwarna baby blue di dorong dengan kuat hingga menimbulkan dentuman keras.

"KYUUUU…!" Teriak Heechul panik.

Bagaimana Heechul tidak panik. Lihat saja ketika Heechul membuka pintu kamar anaknya, dirinya melihat Kyuhyun sudah berdiri di atas jendela kamar seperti bersiap ingin terjun kebawah.

"Jangan bunuh diri Kyu." Melas Heechul sambil memegang pinggang anaknya, sesekali Heechul menarik pinggang anaknya dan menyuruh Kyuhyun untuk turun dari jendela.

"Yak! Mommy, siapa yang mau bunuh diri." Ucap Kyuhyun sambil memegang sisi jendela, akibat tarik menarik Heechul ke tubuh Kyuhyun, membuat Kyuhyun jadi tidak bisa menyimbangkan tubuhnya dan benar-benar ingin jatuh dari jendela sekarang.

"Ya! Yak! mommy." Histeris Kyuhyun takut.

GREB… GREB…. Terlihat dua orang yang tiba-tiba datang memegang tangan Kyuhyun dan juga memegang tubuh Heechul, dengan cepat mereka langsung menarik keduanya untuk menjauh dari jendela.

.

.

"Hhahahahaha… jadi mommy mu mengira kau ingin bunuh diri." Tawa Donghae yang terpingkal-pingkal. Kyuhyun yang ditertawakan oleh Donghae hanya mengumpat kesal. Habis sudah Kyuhyun sekarang, karena Donghae melihat kebodohan dirinya.

"Tentu saja Ibu mu berpikir kau ingin bunuh diri, kenapa juga kau harus keluar lewat jendela. Dasar bodoh."

Uhuk…. Mendengar perkataan Kibum membuat Kyuhyun yang sedang minum soda kaleng langsung tersedak. Benar kata Kibum, jika Kyuhyun yang notabennya tadi berteriak dirinya sudah tidak tahan akan kerinduannya pada Yesung dan dirinya bermaksud untuk menemui Yesung di kediaman Siwon.

Sehingga tanpa pikir panjang Kyuhyun ingin terbang ke tempat Siwon melalui jendela. Namun, naas bagi dirinya sang Ibu Heechul menobrak kamarnya dan menemukan dirinya seperti layaknya pria yang sedang ingin bunuh diri akibat depresi.

"Jadi bagaimana sekarang ?." Tanya Donghae yang membuka sesi diskusi dengan wajah serius.

"Sejak tragedi itu, pemegang elemen tidak muncul lagi. Ini membuat ku merasa ada yang tidak beres." Ucap Kibum yang menganalisa keadaan selama seminggu ini. Donghae yang mendengar penjelasan Kibum pun mengangguk. Membenarkan perkataan Kibum.

"Namja kuda benar-benar membuat ku kesal." Eluh Kyuhyun tiba-tiba membuat Kibum dan Donghae langsung saling pandang satu sama lain. Baik Kibum dan Donghae sekarang sedang menggangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, menggepalkan tangannya dan…..

PLETAK….PLETAK…. kepalan tangan tersebut mendarat di kepala Kyuhyun dengan sempurna dan sukses membuat Kyuhyun mendapatkan dua tonjolan besar di kepalanya.

"Iiish… kalian berani memukul Bos kalian."

"Siapa Bos ya, eum ?." Tanya Kibum dengan tatapan membunuhnya.

"Te-tentu saja diri mu Bum." Takut Kyuhyun saat melihat aura membunuh dari Kibum. Donghae yang melihat Kyuhyun dan Kibum hanya dapat menggelengkan kepalanya.

'Mereka berdua idiot, tentu saja Bosnya diriku.' Batin Donghae penuh percaya diri .

Ok. Di pertemanan mereka tidak ada acara Bos-Bos'an. Biarkan mereka bertiga lagi-lagi melewati malam ini dengan perdebatan yang tidak penting. Sekarang kita tahu kenapa Siwon tidak mau bergabung dengan mereka bertiga.

.

.

[Next Morning | Kyunghee High School]

.

Pagi hari di sekolah KyungheeHigh School, cuaca hari ini sangat cerah. Terlebih sekarang Seoul memasuki musim semi. Musim dimana banyak bunga-bunga bermekaran dan banyak cinta akan bersemi.

Musim semi sangat ditunggu-tunggu oleh murid perempuan yang bersekolah di KyungheeHigh School. Dimana para murid akan memakai seragam musim semi mereka dengan wajah gembira. Seragam musim semi di sekolah ini sangat berbeda dan seragam ini menjadi favorite bagi para murid kebayakan karena mereka akan terlihat lebih manis dan tampan dari biasanya.

DREP…DREP…DREP…. Terlihat murid berbondong-bondong berlari di lorong menuju kelas 12-F, membuat suasana sekolah pagi ini yang harusnya terlihat tenang sekarang menjadi gaduh.

Donghae yang baru sampai di sekolah langsung menghela nafasnya kasar, berbeda dengan Kibum yang berada di belakangnya. Kibum sibuk dengan buku bacaannya, Kibum membaca sambil berjalan seperti biasanya.

"Minggir, Aku mau masuk kedalam kelas." Perintah Donghae di depan kerumunan anak-anak yang memenuhi kelasnya.

Murid paling belakang yang mendengar suara Donghae langsung menepuk bahu murid di depannya begitu seterusnya hingga Donghae mendapatkan jalur untuk jalan kedalam kelasnya begitu juga dengan Kibum.

"Yak! Choi Siwon pertemukan aku dengan Yesung!."

Selalu perkataan itu yang Donghae dan Kibum dengar ketika memasuki kelas selama seminggu ini. Pemadangan dimana setiap pagi Kyuhyun akan langsung memalak keberadaan Yesung kepada Siwon yang baru tiba.

"….." Tidak ada balasan dari Siwon seperti biasa, membuat Kyuhyun merasa kesal.

HAP… Donghae langsung menahan tangan Kyuhyun ketika Kyuhyun ingin melayangkan tinjunya pada Siwon.

"Sudahlah Kyu, kau ini berisik. Setiap pagi seperti ini." Ucap Kibum yang sudah duduk di bangkunya. Kyuhyun yang mendengar perkataan Kibum langsung menatap tajam, ditepisnya tangan Donghae yang masih memegang tangannya agar terlepas.

"Memangnya kau tidak ingin bertemu dengan Yesung, hah ?." Tanya Kyuhyun dengan nada tinggi pada Kibum. Sontak hal tersebut membuat para murid jadi berbisik-bisik. Masalahnya mereka bertiga tidak pernah cekcok seperti ini.

"Hei… Yesung itu siapa sih ?."

"Siapa Yesung."

"Mungkin seorang wanita."

"Beruntung sekali orang yang bernama Yesung itu diperebutkan oleh mereka."

Begitulah bisikan dari para murid yang melihat Kyuhyun, Donghae dan Kibum yang ribut dengan murid baru Choi Siwon selama seminggu ini. Siwon yang mendengar bisikan dari para murid langsung menoleh dan membuat semua murid terdiam.

"Kalian akan bertemu dengannya nanti." Ucap Siwon pada Kyuhyun, Kibum dan Donghae.

"Apa maksud mu ?." Tanya Kyuhyun yang sudah hampir ingin menghampiri Siwon ditempat duduknya namun dengan cepat Eunhyuk menahan tubuh Kyuhyun untuk tidak mendekati hyungnya lagi.

"Tunggulah." Ucap Eunhyuk dengan tersenyum ambigu.

"BUBAR." Teriak Kibum sekali ucap dan tidak membutuhkan waktu lama semua murid bergegas masuk kedalam kelas masing-masing.

.

.

[Lorong kelas 10]

.

TAP…. TAP… Terdengar langkah kaki bergema di lorong kelas 10. Terlihat tiga orang murid kelas 10-B yang tadinya sedang serius belajar mengikuti arahan dari sang guru. Tiba-tiba mendapatkan feeling yang sangat tidak asing bagi mereka.

"Perasaan apa tadi ?." Bisik Time controller Tao pada teman sebangkunya saat merasakan hawa yang mereka kenal tapi samar sehingga mereka tidak bisa mendeteksi.

"Aku juga tidak tahu." Balas Kai yang juga merasakan hal yang sama seperti Time controller Tao.

"Edison, Kkamjong sedang apa kalian." Ucap Guru Shin pada dua murid yang terlihat tidak memperhatikan dirinya.

"Mianhae Seongsanim." Nyengir Kai saat di tegur oleh sang guru.

.

.

[Kelas 12-F]

.

TOK….TOK…. terdengar suara pintu di ketuk, murid-murid yang mendengar sontak seluruh mata menuju ke arah pintu, dimana wakil kepala sekolah sedang menyembulkan kepalanya.

"Kevin seongsanim maaf menggangu, anda dipanggil oleh kepala sekolah." Ucap wakil kepala sekolah pada Kevin Seongsanim yang sedang sibuk menulis beberapa rumus di papan dengan kapur.

"Tentu… tunggu sebentar... " Balas Kevin seongsanim, ditaruhnya kapur ke tempatnya dan buku di meja mengajarnya.

"Kalian catat dan pelajari rumus ini, setelah aku kembali harus sudah bisa." Sambungnya dan setelah menggatakan itu Kevin seongsanim keluar kelas dan bersamaan dengan keluarnya sang guru terdengar helaan nafas frustasi dari para murid.

"Catat dengan benar Donghae." Mendengar perintah dari lelaki di sebelahnya, Donghae langsung mencibir.

"Memang kau mencatat dengan benar."

"Aku sudah mencatatnya dengan baik."

"Mana ? coba ku lihat."

"Disini." Bingung Donghae saat Kyuhyun menunjuk ke arah kepalanya.

Namun, semenit kemudian Donghae memukul kepala Kyuhyun, mengerti akan maksudnya. Alhasil Kibum yang melihat wajah Donghae yang di bodohi oleh Kyuhyun tidak bisa menahan tertawanya.

KREEET… pintu kelas Kyuhyun CS pun terbuka, menampilkan Kevin Seongsanim yang sudah kembali ke dalam kelas.

"Ekhem…. Perhatiannya, hari ini kita kedatangan murid baru." Mendengar ucapan sang guru, semua murid dikelas 10-F pun langsung bersorak penasaran. Berbeda dengan Kyuhyun, Donghae dan Kibum wajah mereka datar.

"Kenapa sekarang jadi banyak murid baru sih." Heran Donghae, karena belum lama ini Siwon dan Eunhyuk pindah ke sekolahnya. Lalu, menjelang sebulan kemudian ada murid baru lagi sekarang.

"Tidak masalah yang penting murid barunya jangan seperti kuda itu." Ucap Kyuhyun yang sepertinya masih kesal dengan Siwon.

"Apa ?." Tanya Kibum pada kedua temannya yang sedang menatap dirinya saat ini.

"Kenapa kau tidak bicara, kita itu harus kompak. Harusnya ketika Donghae selesai bicara, aku menyambung lalu dirimu." Eluh Kyuhyun. Sedangkan, Kibum hanya memutar bola matanya malas. Kenapa dirinya harus berteman dengan Kyuhyun dan Donghae. Mereka bertiga sibuk dengan urusannya tanpa sedikit pun mengalihkan perhatian pada namja di depan kelas.

"Annyeong, Choi Yesung imnida." Intrupsi suara di depan kelas.

"Namanya" Ucap Donghae.

"Choi." Sambung Kyuhyun.

"Yesung." Balas Kibum cuek.

Tunggu….kenapa nama itu sangat familiar di telingan Donghae, Kibum dan juga Kyuhyun.

BRAAAAAK… Mereka bertiga serempak menggebrak mejanya.

"YESSUUUUUNNNG." Teriak Kyuhyun, Kibum dan Donghae bersamaan. Sedangkan, Yesung yang di teriaki oleh Kyuhyun CS hanya dapat say hello sambil melambaikan tangannya memberi salam tanpa dosa.

Dan, selama jam pelajaran kelas 12-F menjadi sangat gaduh. Bisa kalian bayangkan bagaimana Yesung yang selama ini di jaga oleh Kyuhyun, Kibum, Donghae, Siwon dan juga Eunhyuk bersekolah dan belajar di kelas yang sama dengan mereka semua.

.

.

[Kyunghee High School | Jam Istrirahat]

.

"Jadi dia yang bernama Yesung."

"Pantas saja di perebutkan oleh pria tampan, dia sangat cantik."

"Dia tampan."

"Tidak, dia itu imut."

Begitulah ucapan-ucapan seluruh murid di lorong sekolah ini. Saat ini Yesung sedang berjalan melihat-lihat sekolah dunia manusia. Yesung asik memeluk lengan Eunhyuk. Namun, berada ditengah pria keren membuat Yesung dan Eunhyuk mendapatkan bisikan dari murid lain. Lihat saja di belakang mereka ada Siwon yang menjaga, sebelah kiri dan kanan terdapat Kyuhyun dan Kibum. Sedangkan, sisi depan ada Donghae. Mereka berempat benar-benar menjaga Yesung dari segala penjuru.

DRAP…. DRAP… tiba-tiba dari arah depan terlihat murid lelaki bertubuh bagus dan tampan tidak kalah dengan Siwon maju menghampiri, dengan refleks Donghae pun menahan bahu lelaki itu.

"Mau apa kau ?." Tanya Donghae padanya. Namun, dengan mudahnya lelaki itu menepis tangan Donghae dari bahunya.

"Lee Minho dari kelas 12-A." Ucap Kyuhyun yang sekarang menahan tubuh lelaki bernama Minho itu.

"Aku ingin berkenalan dengan pria imut ini." Balasnya jujur. Yesung yang mendengar perkataan seperti itu dari bibir lelaki seperti Minho langsung tertunduk malu layaknya perempuan.

Para Guardian yang melihat Yesung tersipu malu rasanya ingin sekali membawa lelaki itu ke sebuah tempat sepi dimana Kibum bisa melesatkan anak panah ke jidatnya, lalu Siwon ingin sekali melempar jauh pria di depannya ini. Donghae ah… dia tidak memiliki niat jahat seperti itu. Mungkin, menembaknnya dengan satu peluru sudah cukup.

"Menyingkirlah." Balas Kyuhyun dengan tatapan intimidasi yang begitu dahsyat. Bahkan, Minho bisa melihat di belakang Kyuhyun sekarang ada petir saling menyambar.

.

.

Tidak jauh dari mereka, terlihat dua orang berada di balik tembok memperhatikan gerak-gerik Yesung beserta para guardian. Akibat Guardian CS yang terlihat mencolok menjaga Yesung ,tentu saja hal itu langsunng menarik perhatian pemengan elemen yang berada di sekolah.

"Bagaimana sekarang ?." Tanya namja bermata bulat.

"Kita serang saja." Balas namja berkulit tan.

"Jangan gegabah, sekarang tugas kita adalah mencari tahu kelemahannya. Ketika sudah mendapatkanya baru kita serang."

"Kevin seongsanim." Kaget kedua lelaki itu saat mendapati guru atau hyungnya yang berada di belakang mereka dengan tumpukan buku di tangannya.

"Taoo." Panggil Kai dengan mata malasnya saat melihat seorang pria sedang memeluk mesra sang guru.

"Wae ? aku tidak tahan untuk tidak memeluknnya. Kekasih ku ini sangat tampan dengan style guru." Ucap Tao senyum-senyum. Sedangkan, Kevin Seongsanim atau biasa di panggil Kris hanya dapat menggelus surai lembut sang kekasih di sampingnya. Jengah melihat kedua sejoli bermesraan. Kai pun langsung meraih tangan namja bermata bulat DO untuk menghilang.

.

.

[Other Side]

.

Di atas langit jauh dari permukaan bumi, terlihat sosok anak kecil berusia 9 tahun sedang menaiki anjing bertubuh super besar dengan warna hitam keabu-abuan. Hewan itu bernama Koming.

"Pangeran, bagaimana nanti kalau dewa Hades tahu kau turun ke bumi." Ucap Kkoming sambil menatap pemandangan di bawahnya. Terlihat rumah-rumah sangat kecil dimatanya. Bumi sangat indah jika di lihat dari atas seperti ini.

"Biar saja, aku ke bumi kan ingin menemui kekasih ku." Mendengar jawaban dari sang pangeran kecilnya, Kkoming hanya dapat memutar bola matanya malas.

"Kekasih ? Bukankah dia sudah menolak mu 150 kali." Ucapnnya polos. Sontak hal itu membuat pangeran kecilnya langsung mendengus kesal. Benar yang dikatakan oleh hewan peliharaannya ini.

"Haaa…. Apa yang kurang dengan ku, hingga Thanatos menolak ku terus."

"Bukankah yang menolak mu Ker ?."

"Sama saja bagi ku, Thanatos dan Ker sama-sama terlihat imut. Kkkkk~."

.

.

[Kyunghee High School | Pulang sekolah]

.

"Kau pulang bersama ku." Kyuhyun menarik tangan kiri Yesung.

"Tidak, dia akan pulang bersama ku. karena marga dia sekarang adalah Choi." Siwon menarik tangan kanan Yesung.

"Cih, dasar kuda curang. Aku akan menikahinya dan mengganti marga jelek itu dengan marga Cho." Rebut Kyuhyun lagi. Tidak mau kalah Siwon pun menarik tangan Yesung lagi hingga terjadi perebutan Yesung.

"Mereka ini ckckck. Bum lakukan sesuatu." Ucap Donghae pada Kibum, berharap teman jeniusnya ini memberikan solusi pada kedua namja bersifat bocah itu.

Perlahan Kibum medekati Kyuhyun dan Siwon yang sedang menarik-narik tangan Yesung, tidak tahukah mereka berdua Yesung merasa kesakitan. Terlebih mereka melakukan ini di depan gerbang sekolah.

SREET…. Kibum langsung menarik tubuh Yesung kedalam pelukannya membuat Kyuhyun, Siwon, Donghae dan Eunhyuk terbelak kaget.

"Marga dia adalah KIM." Mendengar Kibum ikut-ikutan, membuat Donghae tidak bisa menahan diri untuk tidak teriak.

"MWOYAAA! KALIAAAN." Teriak Donghae frustasi.

.

.

[Kediaman keluarga CHO]

.

"Aku pulaaang, Moooom." Ucap Kyuhyun memasuki mansionnya dengan riang. Perlahan sosok namja manis Yesung ikut masuk ke dalam rumah. Sepertinya Kyuhyun memenangkan pertarungan membawa Yesung pulang.

Drap…Drap… Heechul berlari saat mendengar suara Kyuhyun. Dan, saat melihat Kyuhyun datang bersama Yesung. Heechul senang bukan main, di peluknya tubuh Yesung dengan erat, menyalurkan kerinduannya.

"Kenapa mommy bisa tahu aku datang bersama Yesung ?." Tanya Kyuhyun heran.

"Kata adik Yesung, dia akan pulang ke sini. Ternyata benar. hahaha." Jawab Heechul dan membuat Kyuhyun dan Yesung bingung.

"Adik ? Kau punya adik ?." Tanya Kyuhyun dengan menggerakkan bibirnya tanpa suara. Yesung yang mengerti langsung menggelengkan kepalanya menandakan dia tidak memiliki adik. Kalau kakak Yesung punya yaitu Ker.

"Mom, lalu dimana adik yang kau bilang tadi ?." Tanya Kyuhyun yang sudah membuka sepatu sekolahnya begitu juga dengan Yesung.

"Ah… dia ada di kamar mu Kyu, dia datang dari siang. Mungkin dia tertidur. Dia bilang dia datang dari tempat yang sangat jauh…." Jelas Heechul sambil melirik jam di dinding rumahnya.

"Dan juga dia…. Ah dasar anak muda… ckckkck." Kesal Heechul saat dirinya belum selesai bicara Yesung dan Kyuhyun sudah pergi begitu saja ke kamar.

CEKLEKKK…. Bukannya sosok manusia yang mereka lihat, Kyuhyun dan Yesung malah menemukan sosok kucing dan anjing yang saling berhadapan satu sama lain. Seketika wajah Kyuhyun menjadi datar, padahal dirinya sudah berjaga-jaga mengeluarkan pedangnya takut-takut adik yang dimaksud Ibunya adalah musuh yang mungkin saja mengaku-ngaku sebagai adik Yesung.

"Meoow….." Terdengar suara Heebum menggeram.

"Guuuuk…" kali ini suara anjing terdengar di kamar Kyuhyun. Apakah sekarang kamarnya sudah berubah menjadi kebun binatang. Begitu pikiran Kyuhyun.

Srak…Srak… seketika gundukan di kasur Kyuhyun bergerak.

"Di dalam selimut." Teriak Kyuhyun yang kemudian langsung menendang sosok yang berada di dalam selimut begitu saja.

BUGHH

"Huwaaaa…. Ayaaaah."

"Guk guk…. "Anjing kecil di dalam kamar Kyuhyun terus saja menggonggong padanya. Yesung yang mengerti bahasa hewan dengan cepat langsung terbelak kaget saat mengetahui artinya.

"Pa-pangeran." Kaget Yesung saat melihat sosok yang Kyuhyun tendang tadi jatuh di sisi kasurnya. Sosok pangeran yang di panggil Yesung pun mendongakkan kepalanya dan berlari memeluk Yesung.

"Thanatos…." Renggeknya pada Yesung.

"Siapa dia." Tanya Kyuhyun pada anak kecil yang kalau Kyuhyun boleh jujur anak kecil itu sangat tampan untuk ukuran anak kecil. Wajahnnya saja seperti perpaduan antara korea dengan amerika.

"Perkenalkan dia adalah Nickhun. Pangeran negeri Myrtos." Ucap Yesung sambil menggelus pangeran yang bernama Nickhun.

"Pangeran ? bocah cebol ini ?." Tunjuk Kyuhyun tidak percaya.

Hei… Kyuhyun mulut pedas mu itu sangat tidak sopan, memang benar dia cebol tapi bisakah mulut pedas mu tidak dikeluarkan disaat seperti ini. Habislah kau, Cho Kyuhyun.

"Apa kau bilang….Bocah….Cebol ?."

Seketika aura Nickhun berubah menjadi gelap. Dan, Kyuhyun hanya bisa menggaruk tengku belakangnya saat merasakan hawa dingin. Suhu kamarnya menjadi tidak enak saat ini.

"Apa aku salah bicara." Gumamnya.

Gleg… Yesung yang melihat keadaanya menjadi tidak enak langsung memeluk tubuh kecil Nickhun.

"Pangeran sudah makan belum ?." Tanyanya dan tentu saja hal itu berhasil membuat mata Nickhun kembali memancarkan sorot mata khas anak kecil yang polos.

"Belum…. Kkoming juga belum makan. Benarkan Kkoming." Tanyanya pada anjing hitam yang sedang menggaruk-garuk lehernya gatal dengan kaki mungilnya.

"Baiklah, Kyuhyun akan mentraktir kita makan diluar."

"Apa! Yak! Yesung."

"Tidak mau ya ?."

Gleg…. Melihat puppy eye Yesung membuat Kyuhyun yang tadinya ingin menolak langsung mengganguk setuju. Hati Kyuhyun lemah terhadap hal-hal cute yang di lakukan oleh Yesung. Nichkun yang melihat sorot mata Kyuhyun langsung mengikuti arahnya. Nickhun mencium bau persaingan yang kuat di sini.

.

.

[Next Day | Kyunghee High School ]

.

"Kau pulang bersama ku." Kyuhyun menarik tangan kiri Yesung.

"Tidak, dia akan pulang bersama ku. karena marga dia sekarang adalah Choi." Siwon menarik tangan kanan Yesung.

Seperti dejavu, acara tarik menarik Yesung sepertinya akan menjadi ritual mereka selama sepulang sekolah. Baik Eunhyuk dan Donghae kini hanya berdiri sambil meminum juice, menunggu perdebatan anak kecil di depannya berakhir.

SREET…. Tubuh Yesung tertarik keluar gedung sekolah, menjauh dari jangkuan Kyuhyun dan Siwon. Bukan, itu buka Kibum. Kibum sedang bersadar pada pagar sekolah sambil membaca bukunya, posenya Kibum membuat siapa saja yang melintasi sekolahnya akan histeris menjerit melihat pria tampan berdiri dengan tampannya. Lalu siapa dia, dia adalah…

"Bocah! Kembalikan Yesung." Teriak Kyuhyun saat mengetahui siapa pelaku yang berhasil membawa Yesung pulang.

"Tidak, hari ini Yesung berjanji akan jalan-jalan denganku di dunia manusia." Balasnya sambil menjulurkan lidah.

"Bum, tangkap diaaaaaa." Lantang Kyuhyun menyuruh Kibum menghentikan penculik kecil itu. Namun, bukannya mendengar Kyuhyun, Kibum malah membiarkan Nickhun melewati gerbang sekolah begitu saja.

Saat melintasi gerbang sekolah, Nickhun sang pangeran langsung bergedik ngeri. Pasalnya saat melewati gerbang tersebut mata Nickhun bertemu dengan mata Kibum. Dimana, Kibum memberikan sorot mata yang entahlah.

"Dia sangat berbahaya." Gumam Nickhun yang dapat di dengar oleh Yesung.

"Nugu ?." Tanya Yesung.

"Pria yang berada di gerbang tadi."

"Kibum ?."

"Jadi namanya Kibum. Akh… sudahlah, ayo kita kencan." Ajak Nickhun sepihak.

.

.

[Nickhun & Yesung side]

.

"Untuk ku ?." Tanya Yesung yang saat ini sedang di beri bunga di depan umum oleh pangeran dari negeri Myrtos.

"Tentu."

"Terima kasih." Balas Yesung dengan eye smilenya.

Yesung yang beri bunga mawar merah oleh Nickhun terlihat sangat romantis di benak para guardian atau kita bisa memanggilnya saat ini penguntit karena mereka sekarang sedang mengikuti Yesung secara diam-diam.

"Apa benar dia anak kecil berusia 9 tahun." Heran Donghae saat melihat sosok bocah berusia 9 tahun bisa memperlakukan UKE dengan begitu baik.

"Sudalah, lihat mereka ke toko es krim."

Terus seperti itu, mereka… Kyuhyun, Kibum, Siwon, Donghae dan Eunhyuk entah kenapa jadi mengikuti kemana Yesung pergi. Itu semua gara-gara Kyuhyun yang menyeret mereka semua.

.

.

[Kkoming & Heebum side]

.

"Mereka semua bodoh." Ucap Kkoming pedes.

"Siapa ?." Tanya Heebum bingung.

"Manusia yang mengikuti majikan kita sekarang." Jelas Kkoming sambil menunjuk manusia-manusia yang berada di belakang dengan buntutnya.

"Kadang mereka bodoh, tapi mereka semua sangat kuat." Entah apa reaksi para Guardian jika mendengar percakapan anjing dan kucing ini.

Jika manusia melihat mereka, mereka hanyalah anjing dan kucing yang saling menyahut satu sama lain dengan menggunakan masa hewan masing-masing. Kkoming dengan bahasa 'guk guknya' Heebum dengan bahasa 'meoownya'.

Jangan heran melihat anjing dan kucing jalan beriringan seperti ini di depan umum. Jika kalian menemukan hal seperti itu, itu pastilah Heebum dan Kkoming. Bukan hanya manusia saja yang bisa mengobrol dan bergosip tapi hewan pun juga bisa. Baik Kkoming dan Heebum mereka berdua adalah hewan berjenis betina, tidak heran jika mereka berdua senang membicarakan orang lain.

.

.

[Other Side]

.

"Hyung kau mau kemana ?." Tanya lelaki tinggi pada hyungnya, semula dirinya ingin berdiskusi namun dirinya kaget saat masuk ke dalam kamar hyung tertuanya itu sudah rapi dengan jubahnya.

"Balas dendam." Balasnya dengan nada dingin.

"Hyung bukankah kita sudah sepakat akan menyerang mereka disaat kita mengetahui kelemahan dari para guardian ?" Cegah namja bertubuh tinggi itu yang mencoba menahan pemimpin dikelompoknya ini untuk bertindak bodoh.

"Kau tidak akan mengerti bagaimana rasanya kehilangan kekasih." Ucapnya membuat namja berjulukan happy virus di kelompoknya menjadi terdiam. Memang benar dirinya tidak mengerti rasa kehilanngan dari sang kekasih terlebih kekasih mu menghilang karena dia musnah.

"Hyung, aku akan ikut dengan mu." Jelasnya yang kemudian pergi ke kamarnya, dan kemudian kembali dengan membawa jubah coklat.

"Apa kau yakin ?."

"Bukankah berdua akan lebih baik."

Dewa droplet pun mengganguk lalu tersenyum dan mereka berdua menghilang begitu saja pergi dari tempat persembunyiaan pemegang elemen.

.

.

"Aku berharap semua pemegang elemen muncul sekarang." Doa Yesung saat ini pada langit berharap sang dewa mengabulkan permintaannya. Apakah Yesung lupa bahwa dirinya adalah dewa.

"Mentang-mentang ada pangeran, kau berharap semua pemegang elemen muncul, hah ?." Tanya Heebum pada sang master. Saat ini mereka berdua sedang duduk di tepi danau yang sangat indah, entah kenapa sang pangeran pergi karena ada urusan yang membuat dirinya harus meninggalkan Yesung.

"Habis mumpung ada pangeran di sini. Ku pikir dalam waktu 10 menit para pemegang elemen itu akan kalah olehnya." Melihat Yesung mengatakan dengan nada menggebu-ngebu membuat Heebum memutar bola matanya malas.

"Apa kau ingin pangeran kita menanggung dosa." Mendengar tanggapan Heebum, sontak Yesung langsung tertawa.

"Tentu saja tidak. Pangeran Nickhun sangat baik." Senyum Yesung saat menggingat bagaimana dirinya dulu di negeri Myrtos selalu di lamar oleh Nickhun.

.

.

[Flashback Yesung dan Nickhun | Negeri Myrtos]

.

"Ibu, kenapa semua orang mengatakan bahwa aku sangat aneh dan menakutkan?." Tanya Thanatos kecil pada ibundanya.

"…." Sang Ibu tidak menyahut, dirinya sibuk membaca buku matra yang ia bawa dari perpustakaan dewa.

"Apa karena sayap ku yang berbeda ini ?." Tanyanya lagi kali ini wujud Ker yang mengambil alih, Ker memperlihatkan sayap yang berbeda warna itu di depan Ibunya.

"Sayap mu sangat indah dan kau tidak menakutkan, percayalah." Mendengar pujian dari sang Ibu, seorang anak yang mendengar pasti akan senang begitu juga dengan Thanatos dan Ker. Mereka tidak jauh berbeda dengan anak lainnya yang berada di bumi.

.

.

Prook…Prook… terdengar suara tepukan yang meriah. Hari ini adalah kenaikan tingkat level menuju kedewasaan bagi para dewa kecil.

"Dewi Vict sangat hebat." Puji salah satu dewa yang usianya tidak jauh berbeda dengan dewi mungil yang bernama Victoria.

"Tentu saja, aku akan jadi Dewi yang hebat karena aku ingin menjadi istri dari pangeran Nickhun." Ucapnya lantang khas anak kecil berusia 5 tahun, para dewa yang mendengar mengganguk mengerti dan setuju. Victoria memang sangat pantas untuk pangeran, di usiannya yang terbilang dini ini dirinya sudah mampu menguasai berbagai ilmu.

"Bosan." Terdengar suara dari lelaki yang sedang di bicarakan.

"Pangeran." Panggil salah satu pelayan Nickhun.

"Ada apa ?."

"Pelindung danau kelahiran rusak."

DHEG… Nickhun kecil terbelak kaget. Sungguh dirinya kaget, siapa yang telah merusak pelindung yang hanya keturunan dewa Hades saja yang bisa membuatnya.

"Apakah ayah yang merusaknya ?."

"Bukan, Tapi anak dengan sayap berbeda warna itu yang merusaknya."

TUING… dengan cepat Nickhun beserta para dewa pergi untuk melihat ke danau kelahiran.

Danau kelahiran adalah danau yang berisi pohon teratai suci. Dimana, dewi kelahiran sang ibunda Nickhun akan memberikan setiap pasangan dewa dan dewi yang menikah seorang keturunan yang akan memawariskan ilmu dari ayah atau ibundanya.

TAP…. Kaki Nickhun kini berpijak di rumput hijau dekat danau kelahiran. Dari kejauhan Nickhun bisa melihat seorang lelaki kecil dengan sayap berbeda warna itu sedang memunggungi dirinya.

"Bagaimana bisa kau masuk ke sini ?."Tanya Nickhun kecil yang membuat dewa kecil berambut pink soft itu menoleh.

"Aku ? aku hanya mengikuti kupu-kupu yang terbang kesini." Balasnya polos.

"Kupu-kupu ? hahahaha begitu." Mendengar jawaban Thanatos membuat Nickhun tersenyum. Entah kenapa diriya merasa tertarik dengan lelaki berwajah cute di depannya ini.

"Menikahlah dengan ku."

"MWOYAAA!." Kaget semua orang saat mendengar lamaran Nickhun kecil pada Thanatos.

ZING… rambut pink soft kini berubah menjadi warna merah menyala.

"Tidak mau, bweee..." Tolak Ker yang mengambil alih tubuh Thanatos.

"Yak! Kau dewa rendahan!." Teriak Victoria karena Ker telah berani menolak pangeran Nickhun.

"Hahahha… kau sangat lucu."

Sejak saat itu Nichkun terus saja melamar Thanatos untuk menjadi istrinya dan tentu saja Ker yang menjawab. Menolak lamaran Nickhun sebanyak 150 kali.

.

.

Di langit tidak jauh dari Yesung berada, sebenarnya Nickhun sedang memperhatikan dirinya dari atas. Nickhun sengaja meninggalkan Yesung sendiri di danau, karena Nickhun tahu akan ada pemegeng elemen menyerang Yesung.

"Apakah kau akan terus melihatnya dari sini ?." Tanya Kkoming pada majikannya.

"Hmm… aku ingin melihat bagaimana para guardian itu bertarung dengan pemegang elemen."

Dan, benar saja. Di sebrang pangeran terlihat dua orang berjubah coklat sedang melayang diatas langit.

.

.

"Gara-gara kalian kita kehilangan jejak Yesung." Omel Kyuhyun pada Eunhyuk yang sempat terpisah dari Kyuhyun CS, sehingga membuat Kyuhyun harus memutar jalan untuk mencari Eunhyuk. Dan, ketika Eunhyuk ketemu, malah Donghae yang tiba-tiba hilang.

"Jangan salahkan adik ku." Bela Siwon yang tidak terima adiknya di salahkan begitu saja.

"Dan, jangan salahkan diriku." Bela Donghae untuk dirinya sendiri.

"Sudahlah, yang penting sekarang kita cari Yesung." Mendengar ucapan Kibum, semua mengganguk. Kini mereka semua mencari Yesung di kota Seoul yang sangat luas.

.

.

[Back To Yesung side]

.

"Grrrr." Geram Heebum saat merasakan hawa membunuh dari arah timur. Tanpa membuang waktu Heebum langsung merubah dirinya menjadi mode raksasa.

"Pemegang elemen." Bangkit Yesung dari duduknya, dengan sigap Heebum berdiri di depan Yesung bermaksud menjadi pelindung untuk sang master, takut-takut jika pemegang elemen menyerangnya.

"Doa mu terkabul, kau senang." Mendengar perkataan Heebum yang seperti meledek dirinya, Yesung hanya medengus kesal.

"Ck, Aku memang meminta pemegang elemen itu datang. Tapi…aish pangeran malah tidak ada." Kesal Yesung seketika terhadap pangeran Nickhun. Sedangka, pangeran Nickhun yang melihat Yesung dari jauh di atas awan hanya dapat tertawa renyah.

Wuuush…. Terlihat dari arah timur, bola api yang sangat besar melesat kearah Heebum dan Yesung tanpa di duga.

"Woow…. Bola api yang sangat besar." Takjub Nickhun pada bola api yang ia lihat. Namun, detik kemudian Nickhun bersmirk.

"Frozen!." Kreet…. Seketika bola api tersebut membeku dan jatuh ke dalam danau. Byuur…bukan, itu bukan perbuatan Nickhun. Melainkan, itu adalah kekuatan Yesung yang menggunakan kekuatan elemen es milik Xiumin.

"Haaa… haa... Hampir saja." Ucap Yesung dengan nafas ter-enggah. Menggunakan kekuatan sebesar itu membuat Yesung harus menggunakan tenaga ekstra.

"Heebum." Medengar suara perintah Yesung, Heebum dengan setia merendahkan tubuhnya, memudahkan Yesung agar bisa menaiki dirinya. Sekarang, Yesung berada di punggung Heebum.

"Bawa diriku menjauh dari dataran." Perintah Yesung lagi, dengan sekali kepakan sayap Heebum, dirinya sudah berada di langit. Tenang dan hening. Itu yang Yesung rasakan saat ini ketika melayang di atas danau.

"Kau mengambil langkah yang salah sayang." Gumam Nickhun yang menyadari kesalahan Yesung yang menjauhi dataran.

Bluup… blup… dari dasar danau gelembung air perlahan naik.

"Dibawah!." Teriak Yesung namun, Heebum yang kalah cepat menghindar gelembung yang timbul dari danau terkena cipratan air tersebut.

Cess…. kaki kanan depan Heebum melepuh seperti terbakar.

"Ini… mungkin kah…"

"Air keras." Sambung namja berjubah coklat dengan simbol air di dada kirinya.

"Kau!." Dengan cepat Heebum menjauh dari pemegang elemen. Beruntung hanya kaki kanan depan Heebum saja yang terkena, walaupun tidak dapat Heebum pungkiri bergerak dengan salah satu kaki terluka seperti ini membuat dirinya kesulitan.

"Grrr…" Erang kesakitan Heebum yang merasakan amat sangat perih akan kakinya. Yesung yang merasakan getaran dari tubuh Heebum langsung melirik kebawah dimana Yesung bisa melihat dengan jelas kaki Heebum yang terkena air raksa lukanya menjadi semakin lebar.

"Hahaha… itu bukan air keras biasa. Air keras itu sudah ku matrai agar menyebar ke seluruh tubuh jika sudah terkena."

"Kau hebat hyung." Puji namja berjubah coklat yang baru saja datang.

"Kita harus belajar dari pegalaman. Benarkan dewa kematian." Remeh Dewa droplet Suho yang saat ini menampilkan wajahnya di depan Yesung.

"Mendaratlah." Heebum pun mengganguk dan Brugh… Heebum jatuh karena tidak seimbang, sehingga dirinya terpaksa melemparkan diri ke tepi danau hingga Yesung tersungkur.

"Mashh…masterhh." Lirih Heebum.

"Bertahanlah, aku akan mengobati mu." Yesung perlahan mendekati kaki Heebum yang terluka dan mulai mengobati Heebum.

Cahaya berwarna hijau pun menyala di kedua tangan Yesung memberikan rasa dingin di kaki Heebum yang terluka sangat parah. Entah kenapa air keras itu perlahan seperti menggerogoti kaki kanan Heebum.

"Nngh." Leguh Heebum saat merasakan kaki kanannya sedang di obati Yesung dengan menggunakan kekuatan dewa haeling.

Pemegang elemen dengan simbol api yang melihat celah dewa kematian langsung memberikan Yesung serangan dari atas.

"Meteor fire." SyuuutSyuut… hujan meteor api pun datang dari atas Yesung secara tiba-tiba.

"Kalau begini caranya calon istri ku akan terbunuh, ck."

CTAK… sekali jentikan jari sebuah tembok batu raksasa mengurung Yesung dan Heebum, akibat tembok batu tersebut Yesung tidak terkena serangan pemegang elemen api.

"Kkoming." Ucap Nickhun yang memerintahkan hewan sucinya untuk pergi dan membawa para guardian yang entah kenapa tidak kunjung datang.

KrakDuaagrh.. Hantaman demi hantaman Pemegang elemen itu menyerang tembok yang melindungi Yesung. Di dalam sana, Yesung sedang berusaha menghentikan pergerakan air keras yang masih menggerogoti kaki Heebum. Bulir-bulir keringat dingin jatuh di pelipis kening Yesung.

.

.

Syuuuu…. Kkoming perlahan turun dari langit saat melihat segerombolan pria tampan sedang berkumpul di ujung jalan dengan wajah bingung. Kkoming perlahan turun ke jalanan dan berlari kearah Kyuhyun CS berada.

"Guk…guk." Panggil KKoming. Eunhyuk yang melihat ada anak anjing menggongong langsung berjongkok.

"Anjing lucu~. Dimana majikan mu?." Tanya Eunhyuk entah pada siapa sambil menggelus leher Kkoming. Kkoming yang keenakan di elus langsung berguling-guling manja di jalan.

"Yak! ini bukan waktunya bermain dengan anjing. Kita harus cari Yesung." Omel Kyuhyun yang melihat Eunhyuk sedang asik bermain dengan anjing.

Tunggu… sepertinya Kyuhyun mengenal anjing ini. Dengan tidak sopan, Kyuhyun langsung menggangkat leher belakang anjing itu seperti Kucing, meneliti bentuk wajah itu dengan teliti.

"Kau anjing si bocah cebol itu kan ?." Tanyannya pada Kkoming.

"Guk…Guk…" Gonggong Kkoming yang tidak ada satupun manusia yang mengerti. Melihat tidak ada manusia yang mengerti bahasanya, Kkoming pun meronta meminta Kyuhyun untuk menurunkannya.

"Guuk…." Setelah menggongong Kkoming langsung berlari, membuat Kyuhyun, Donghae, Siwon dan Eunhyuk tidak mengerti.

"Sepertinya dia ingin menunjukkan sesuatu pada kita." Ucap Kibum yang tepat sasaran.

"Guuuk…" Akhirnya para Guardian pun mengikuti Kkkoming. Dimana, Yesung sedang membutuhkan pertolongannya.

.

.

Duuaggh…. Kreeet…perlahan tembok batu yang melindungi Yesung retak. Nickhun yang melihat dari atas langit hanya dapat tersenyum, takjub akan kemampuan dari pemegang elemen yang berhasil membuat pelindung tembok buatan dirinya retak.

"Haaa….Haruskah aku turun tangan ?." Gumamnya yang sudah bersiap di atas langit. Di renggangkannya otot-otot leher yang kaku karena sudah lama pangeran Nickhun tidak bertarung. Mungkin dengan ikut campur sebentar akan menyenangkan.

"Sudah lebih baik, istrirahatlah Heebum." Ucap Yesung yang sudah selesai mengobati kaki Heebum, setidaknya efek matra Suho sudah ia hentikan. Kini di alihkannya tatapan matanya kearah dimana ppemegang elemen berada.

"Baiklah, mari bertarung." Teriak Yesung yang membuat Nickhun yang baru saja terbang ingin turun langsung berhenti.

"Dia akan bertarung. Kkkkk~ pasti seru." Kini Nickhun kembali duduk di atas awan.

.

.

Duaar…. Terdengar suara ledakan yang begitu dahsyat dari arah danau. Akibat ledakan tersebut air danau tumpah ke dataran. Sial bagi Yesung, sayapnya yang patah membuat dirinya harus bertarung di dataran, sedangka sang pemegang elemen di atas langit. Sangat sulit menyerang pemegang elemen yang terbang bebas di atas. Mereka berdua menghindari serangan Yesung dengan mudah.

"Kenapa ? sudah lelah eum ?." Tanya pemegang elemen api sambil bermain-main dengan bola apinya.

"Kita habisi dia sebelum para Guardian datang." Perintah Suho pada pemegang elemen api. Dan, detik kemudian Pemegang elemen Chanyeol mengeluarkan burung phoniex apinya begitu juga dengan Suho. Dari danau keluar ular naga air yang sangat besar dan berdiri di samping Suho.

"Wooow… Phoniex dan ular naga air. Kau akan kalah baby." Gumam Nickhun yang sudah tahu bagaimana akhir dari pertarungan ini.

"Grrrrr…" Geram Heebum saat melihat phoniex dan ular naga air berada di depan Yesung. jika saja Heebum tidak terluka, Heebum bisa melawan salah satu monster itu. Tapi, untuk berdiri saja Heebum tidak bisa.

WUUUUSH…. Burung phoniex tersebut mengibaskan sayapnya dengan kencang kearah Yesung. bermaksud mengalihkan perhatian Yesung sejenak agar ular naga milik Suho bisa menyerangnya.

Grroooow…. Aungan naga air terdengar di penjuru danau, mulut besar ular naga tersebut sudah terbuka lebar siap untuk memakan Yesung. Namun, dengan cepat Yesung mengeluarkan ilmu hingga didalam mulut naga itu terdapat banyak pohon.

"Lagi-lagi dia menggunakan kekuatan Lay." Geram Suho. Dari sisi barat Chanyeol tidak membuan waktu dirinya menyemburkan api dari paruh burung phoniexnya kearah Yesung, mereka tidak memberikan waktu jeda untuk Yesung dari serangan yang diterima.

Kreeeet…. Semburan api tersebut dengan cepat berubah menjadi es.

"Haaa…. Haaa…" Hela nafas berat Yesung hembuskan.

Tidak membuang waktu sama halnya dengan pemegang elemen, dari tangan kanan Yesung kini mengeluarkan asap. Asap akibat butiran-butiran es yang ia keluarkan dari telapak tangannya dan kepingan-kepingan es berbentuk runcing keluar menuju kearah Suho dan Chanyeol.

Diwaktu yang bersamaan, petir juga menggelegar keluar. Petir tersebut seperti hidup. Kemana pun pemegang elemen pergi, petir itu akan selalu menyambar mereka.

"Calon istri ku hebat, tapi… jika kau menggunakan kekuatan pemegang elemen terlalu berlebihan… " Nickhun menatap khawatir Yesung sesaat. Nickhun bingung, kenapa Yesung tidak terbang sama sekali. Bukankah dirinya memiliki sayap yang kokoh dan kuat. Jika, dirinya bertarung di dataran akan membuat pergerakan Yesung terbatas.

"& $%&! ! #**!" Tiba-tiba Suho membaca matra yang membuat Nickhun terbelak kaget. Mantra yang di lantunkan Suho sekarang adalah mantra yang hanya keturunan dewa hades saja yang bisa.

Perlahan cahaya berwarna merah berbentuk tali menuju kearah Yesung. Yesung yang tidak tahu sama sekali mantra apa yang dibaca Suho hanya dapat memundurkan langkah kakinya saat tali merah tersebut menuju dirinya.

ZEEEB… tali merah tersebut langsung melilit tubuh Yesung. Bruugh… Yesung jatuh tersungkur.

"#% $%#^&&$$%." Lagi-lagi Suho membaca mantra, dari atas langit dengan cepat cahaya berwarna biru sekarang menukik tajam kearah Yesung.

"Akkkh…." Erang Yesung saat merasakan cahaya biru itu menghantam dirinya.

.

.

"YESSUUUUNGGGG." Teriak Kyuhyun, Siwon, Donghae, Kibum dan Eunhyuk secara bersamaan ketika tiba dimana Yesung berada.

Mendengar suara para Guardian, perlahan Yesung membuka kedua matanya. Namun, nihil. Yesung tidak bisa membuka matanya, bahkan seluruh badanya tidak bisa ia gerakkan. Suho sang pemegang elemen air sudah mengurung Yesung kembali di sebuah prisma es sama persis seperti pertama kali dia terkurung di kutub utara.

Kibum yang melihat langsung melesatkan anak panahnya kearah es yang mengurung Yesung. namun, panahnya terpental. Donghae pun sama. Dirinya menembak es tersebut dengan senjatanya namun es itu tidak tergores sedikit pun.

Melihat Kibum dan Donghae tidak berhasil, Siwon pun mencoba menggangkat batu besar yang ada di sebealahnya. Eunhyuk yang melihat langsung bergedik ngeri.

"Percuma saja, es itu tidak akan retak sedikit pun dengan kemampuan kita." Ucap Kyuhyun yang menahan Siwon untuk melempar batu besar itu kearah Yesung.

"Kalian sudah terlambat, hahaha..." Senang Suho karena sudah berhasil menggurung Yesung kembali. Perlahan prisma es yang mengurung Yesung mendekat kearah pemegang elemen.

"Lihatlah dia untuk terakhir kalinya." Suruh Suho dengan pandangan remehnya pada Kyuhyun, Kibum, Donghae dan Siwon.

Bugh… Kyuhyun memukul tanah dengan kuat. Yesung benci, benar-benar benci pada dirinya sendiri saat ini.

"Lagi-lagi, akuu…" Geram Kyuhyun yang tidak bisa melindungi Yesungnya.

Gyuut…. Baik Siwon, Kibum dan Donghae hanya bisa menggepalkan tangannya kuat-kuat. Kenapa ? kenapa disaat seperti ini mereka selalu telat.

Kreeet…. Entah apa yang sudah terjadi, secara tiba-tiba prisma es yang mengurung Yesung perlahan dan….. PRAAANG… prisma es tersebut hancur.

"A-apaa." Kaget Suho dan Chanyeol secara bersamaan.

WUUUSH…. HAP… Tubuh Yesung yang sudah terbebas kini berada di gendongan seorang pria. Pria yang benar-benar tampan.

"Siapa kauuu ?." Teriak Kyuhyun.

"Aku yang sering kau panggil cebol."

"Apaaaa!."

Kaget Kyuhyun saat melihat bocah kecil, pangeran negeri Myrtos bukankah seorang bocah yang berusia 9 tahun. Tapi, apa yang sekarang ia lihat benar-benar jauh berbeda. Badan tinggi, tubuh bagus, rambut coklat keemasan dan wajah tegas khas orang dewasa itu.

'Apakah dia benar-benar pangeran bocah cebol itu.' Batin Kyuhyun.

"Pangeran bisa merubah diri menjadi anak kecil. Dan, inilah sosok aslinya." Ucap anjing besar yang sudah dalam mode besar, Kkoming. Pemegang elemen yang melihat sosok yang sangat ia kenal menatap tidak percaya.

"Kalian lawanlah mereka." Perintah Nickhun sepihak dan langsung membawa tubuh Yesung menjauh dari arena pertempuran.

"Yak! enak saja memerintahkan orang." Maki Kyuhyun.

"Waa…. HEIII… KAU CURANG." Teriak Kyuhyun lagi ketika dirinya di serang oleh bola api dari pemegang elemen. Dengan perasaan marah, cemburu karena Yesung di selamatkan oleh Nickhun. Kyuhyun, menyerang pemegang elemen bertubi-tubi.

Siwon dan Donghae melawan Chanyeol. Sedangkan, Kibum dan Kyuhyun melawan Suho. Disebrang pertempuran terlihat Eunhyuk menghampiri Yesung yang baru saja di baringkan kerumput oleh Nickhun.

"Apa dia baik-baik saja ?." Tanya Eunhyuk lirih ketika melihat kondisi Yesung. Nickhun yang melihat ada seorang manusia biasa yang mengkhawatirkan dirinya hanya mengganguk.

"Kau…."

"Aku adik dari salah satu guardian." Ucap Eunhyuk sebelum Nickhun selesai bertanya padanya. Eunhyuk menggeluarkan sapu tangan dari saku dan menggelap wajah Yesung yang kotor.

'Kau benar-benar calon istri idaman.' Batin Nickhun saat melihat banyak yang peduli pada Yesung.

Duaaar…pertarungan antara dua pemegang elemen dan 4 guardian berlangsung sangat sengit. Tapi, jangan meremehkan para Guardian Yesung. Mereka semua sekarang sudah sangat kuat.

.

[SKIP]

.

"Menikahlah dengan ku ?." Ucap Nickhun yang masih dalam mode dewasa. Yesung yang mendengar lamaran Pangerannya lagi hanya dapat tertawa.

"Jika kau menolak berarti sudah 151 kali, hahaha." Canda Nickhun.

Saat ini mereka berdua sedang berada di namsan tower. Malam ini saatnya Nickhun untuk kembali ke langit. Setelah pertarungan tadi sore tubuh Yesung menerima sebuah bola Kristal kecil berwarna biru dan merah yang langsung melayang kearah dirinya, hingga tubuh Yesung menerima sumber energi lain. Ternyata, mereka para guardian telah berhasil mengalah dua pemegang elemen sekaligus.

"Terima kasih sudah menyelamatkan ku." Ucap Yesung pada pangeran dengan membungkukkan badannya.

"Haaa… bukan ini yang ingin ku dengar, kau ini.." Ucap Nickhun sambil menjitak kepala Yesung.

Di lain tempat para Guardian yang sedang mengintip hanya dapat mendengus kesal. Perlahan Nickhun mengusap pipi kanan Yesung dan tersenyum.

"Salah satu di antara mereka…"

"…."

"…. Ada yang kau suka, kan ?."

DHEG… jantung Yesung berdebar dengan cepat.

"Aku tidak tahu." Jawab Yesung dengan tersenyum. Nickhun yang melihat senyuman Yesung hanya dapat terkekeh. Apakah dirinya harus menyerah.

TIING… Nickhun secara tiba-tiba berubah menjadi sosok anak kecil berusia 9 tahun lagi. Yesung yang melihat Nickhun mengecil langsung gemes. Yesung tidak henti-hentinya memeluk dan mencium pipi Nickhun.

"Hahahaha… hentikan, nanti aku bisa di serang oleh guardian mu."

"Eh ?."

"Baiklah, aku pulang ne. hei… Kalian yang sedang menggintip ku. Keluarlah." Mendengar perkataan Nickhun satu persatu pria tampan keluar dari tempat persembunyiaannya. Mulai dari Siwon, Kibum, Donghae, Eunhyuk dan Kyuhyun terakhir.

"Kau bertubuh seperti itu, jangan-jangan ?." Curiga Kibum pada Nickhun.

"Yup… Jika aku dalam mode dewasa Yesung tidak akan memeluk dan mencium ku seperti tadi. Hahaha." Jelas Nickhun yang ternyata menyukai mode tubuh anak kecil untuk mendapatkan pelukan dan ciuman dari Yesung.

"Benar, kau saingan kami ?." Tanya Kyuhyun pada Nickhun kali ini. Sontak ucapan polos Kyuhyun membuat Nickhun tertawa geli.

"Bagaimana ya…." Ucap Nickhun sambil melirik Yesung yang sedang menatap bingung para seme di depannya. Yesung tidak mengerti mereka semua sedang berdebat hal apa. Nickhun kecil pun perlahan berjalan keluar pagar namsan tower, dimana Kkoming dalam mode besar sudah menunggu dirinya.

Setelah menaiki Kkoming, Nickhun membuang sebuah benda bulat ke atas langit dan BOOOMS benda itu meledak dan mengeluarkan asap dan ketika asap itu menghilang di langit terdapat tulisan.

"Aku tidak akan menyerah untuk melamar Thanatos." Baca Eunhyuk dengan seksama.

"MWOYAAAA." Teriak Kyuhyun. Saingannya kini benar-benar berat. Tidak cukupkah Siwon dan Kibum yang menjadi saingan dalam memperebutkan Yesung.

"Kemari kau bocah Cebool !."

"Hahahahah…. Lain kali kita akan bertemu, bye." Nickhun pun menghilang dari pandangan mereka semua. Kini hanya ada Yesung beserta 4 guardiannya dan Eunhyuk yang sedang mengendong Heebum dimana kaki Heebum terdapat perban akibat luka yang ia terima.

Yesung menatap wajah guardiannya satu persatu, terlihat wajah sedih dari para guardiannya. Yesung dapat melihat itu dengan jelas.

"Ada apa dengan wajah kalian semua, eum ?."

"Kami….." Semua para Guardian, Kyuhyun, Kibum, Siwon dan Donghae tertunduk. Mereka semua tertunduk karena mereka semua merasa telah gagal menjadi guardian yang diharapkan Yesung.

"Kalian telah melakukannya dengan baik, terima kasih…." Ucap Yesung dan perlahan mendekat kearah para Guardiannya…

CUP… Yesung mencium pipi Donghae.

CUP… Yesung mencium pipi Kibum.

CUP… Yesung mencium pipi Siwon.

CUP… Yesung mencium pipi Kyuhyun.

Mematung. Mereka semua kini mematung karena menerima sebuah kecupan dari Yesung. Kecupan sebagai hadiah atas kerja kerasnya hari ini.

"Ayo kita pulang Hyukkie." Ajak Yesung sambil menggandeng Eunhyuk dan meninggalkan para guardianya yang arwahnya satu persatu sedang terbang entah kemana.

"Mereka idiot." Ucap Eunhyuk dan Yesung hanya dapat terkekeh

.

.

Lima musuh sudah mereka musnahkan, Kini tinggal tersisa tujuh.

Bagaimana kisah Yesung beserta para Guardian selanjutnya ?

Apa lagi kehebohan yang dilakukan oleh Kyuhyun, Siwon dan Kibum dalam memperebutkan Yesung ?.

TBC

.


Auhtor Note :

Yosh! Gimana Sama chapter ini ?

Waktu nulis ini saya suka scene KKoming sama Heebum ngobrol XD

Macem cewek bergosip, aku ga tau jenis kelamin mereka berdua =.= jadi aku bikin mereka betina ._.

Oh ya agak kecepatan tapi gpp ya :D

Saya ucapkan "Selamat hari raya Idul Fitri" bagi yang merayakannya.

Maafin author kalau selama nulis FF suka bikin kalian menguras emosi bacanya, hahah.

Oke sekian^^

Big Thanks To (Chapter kemarin) :

Cloudsammy, ressalini ,ajib4ff ,kyutiesung, AuraKim, Jeremy kim84,lydiasimatupang2301

CloudYesungie ,ziekyusung,Kim Yeclouds,kim rose,Jiji Park,Kim YeHyun ,olla ,

dewinyonyakang ,yesung ukeku,CloudSparkyuLove,deraelf,Xxx,

Makasih yang sudah Review kemarin, hehehe. Menyenangkan membaca (Review) kalian semua.

.

See you next story.

Sehat selalu untuk reader^^

.

Author

-Kimmie-

Thanatos and Ker

©2015