Tittle : Thanatos and Ker

Author : Kim Kyusung (Kimmie)

Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Humor, Action, DC

Pairing: KyuSung (Kyuhyun & Yesung)

Slight Pair : HaeSung, WonSung and KiSung

Cast : Super Junior, EXO.

Disclaimer : Mereka milik Tuhan, Orang tua, Fansnya.

Dan cerita ini Milik saya.

Rating : K/T

Warning : YAOI (Boy X Boy) Yesung UKE! Crack Pair!

Thanatos and Ker

by KimKyusung (kimmie)

©2015

Please don't copy paste without permission.

Summary

Dewa Kematian dua jiwa satu tubuh. Buruk & baik. Ketika sosok Buruknya memakan Jiwa dari 12 pemegang elemen(EXO).Ia harus dihukum. Namun,Siapa sangka jika Dewa kematian diberikan sebuah nama –Yesung- oleh seorang manusia bernama Kyuhyun. Berhasilkah Pemegang elemen (EXO) membalaskan dendam kepada Yesung. Petualangan Yesung beserta 4 Guardian hadir disini :)

.

.

"Kalian telah melakukannya dengan baik, terima kasih…." Ucap Yesung dan perlahan Yesung lebih mendekat kearah para Guardiannya dan berjinjit …

CUP… Yesung mencium pipi Donghae.

CUP… Yesung mencium pipi Kibum.

CUP… Yesung mencium pipi Siwon.

CUP… Yesung mencium pipi Kyuhyun.

Mematung. Mereka semua kini hanya bisa mematung karena menerima sebuah kecupan dari Yesung. Kecupan sebagai hadiah atas kerja kerasnya hari ini.

"Ayo kita pulang Hyukkie." Ajak Yesung sambil menggandeng Eunhyuk dan meninggalkan para guardianya yang arwahnya satu persatu sedang terbang entah kemana.

"Mereka idiot." Ucap Eunhyuk yang membuat Yesung terkekeh.

Di lain tempat yang tidak jauh dari mereka semua, terlihat para Guardian yang tersisa sekarang sedang menggerang marah. Bahkan bangunan yang di sentuh oleh Dewa Earth sudah terdapat retakan – retakan yang hanya menunggu waktu saja bangunan disamping mereka akan runtuh.

"Hyung, tenangkan dirimu." Lirih Dewa Time Controller yang tidak ingin hyungnya menghancurkan bangunan selantai 45 ini. Bukan karena bangunan ini mewah, tapi karena Dewa Time Controller tidak ingin manusia – manusia yang ada di gedung tersebut terluka, itu saja.

"Dewa kematian itu harus secepatnya dibunuh!." Geram Dewa Earth yang kini matanya sudah berubah menjadi merah menandakan bahwa Dewa Earth sudah sangat marah.

GREEEBB… Dewa Teleportatio tiba – tiba datang dengan langsung memeluk tubuh Dewa Earth dan menutup kedua matanya dengan tangan agar Dewa Earth bisa mengendalikan emosinya untuk tidak meledakkan kekuatannya saat ini. Karena jika Dewa Earth sudah meledak (emosi) maka Bumi akan hancur dan membuat manusia mengalami kemusnahan.

"Grr… Lepaskan!." Teriak Dewa Earth brutal.

"Aku akan membawanya pergi dari sini." Ucap Dewa Teleportatio dengan membawa Dewa Earth menghilang dari hadapan teman – temannya seketika.

"Sebaiknya kita pergi juga." Perintah Dewa Telekinesis dan CTAAKK… secara serempak mereka semua menjetikkan jari dan menghilang….

.

Thanatos and Ker

Chapter 9

Happy Reading^^

.

.

[Kyunghee High School ]

.

"Mulai hari ini Kris Seongsanim berhenti mengajar kelas 12 – A." Ucap wakil kepala sekolah memberitahukan pada semua murid yang beberapa bulan ini telah dididik oleh Kris, salah satu pemegang elemen.

"Hah ? Serius ?."

"Waah… kenapa bisa begitu."

"Lalu siapa yang akan menjadi guru kita."

"Padahal ujian sekolah sebentar lagi."

Terdengar kelas mulai riuh membicarakan guru mereka yang berhenti begitu saja tanpa pemberitahuan ataupun perpisahan kepada mereka semua. Ini terlalu mendadak dan tiba – tiba bagi mereka mengingat Kris Seongsanim baru mengajar selama 2 bulan dan seminggu lagi mereka akan ujian sekolah. Bagaimana nasib mereka ?

"Ekhem… Tenang semua ya." Intrupsi wakil kepala sekolah agar semua murid diam dan tenang. Wakil kepala sekolah sangat tahu akan keresahan mereka semua saat ini.

"HALLOO SEMUAA YAAA." Teriak Jung Seongsanim yang masuk kedalam kelas tiba – tiba dengan wajah ceriahnya, membuat beberapa murid terdiam untuk beberapa saat dan….

"KYAAA…. JUNG SEONGSANIM KEMBALIII." Balas para murid yang tidak kalah heboh. Kembalinya Jung Seongsanim ditengah – tengah mereka membuat semua murid sangat senang termasuk Donghae, Kyuhyun dan Kibum karena Jung Seongsanim sudah memiliki tempat tesendiri di kelas mereka, sejujurnya tidak ada yang bisa menggantikan Jung Seongsanim yang sudah mengajar di kelas 12 – A dari awal. Hanya Jung Seongsanimlah yang betah terhadap tingkah KyuBumHae.

Setelah wakil kepala sekolah berpamitan dan keluar kelas. Jung Seongsanim tidak henti – hentinya tersenyum kepada murid – murid kesayangannya ini.

"Seongsanim kemana saja, kami merindukan mu." Ucap Kyuhyun dengan nada sendu yang dibuat - buat.

"Benar, tanpa Seongsanim kelas bagaikan taman tanpa bunga." Sambung Donghae yang sedikit menggombal.

"Bad acting guys." Ucap Kibum membuat Kyuhyun dan Donghae langsung tertohok dibuatnya. Melihat ulah tiga sekawan tersebut sontak saja membuat kelas menjadi ramai kembali, begitu juga dengan Jung Seongsanim yang hanya menggelengkan kepalanya heran melihat ketiga murid nakalnya tidak berubah.

"Wah…aku baru melihat kalian." Seru Jung Seongsanim ketika melihat ada wajah (murid) baru dikelasnya. Dua bulan tidak mengajar ternyata kelasnya sudah kedatangan murid baru. Yesung, Siwon dan Ryeowook yang di tegur Seongsanim pun hanya menggangukkan kepalanya sebagai salam.

"Seongsanim, yang manis itu pacar ku." Ucap Kyuhyun sambil menunjuk Yesung tanpa peduli pada Kibum dan Siwon yang sedang menatap dirinya seperti ingin mengirimnya ke kutub Selatan. Sedangkan Yesung yang tidak mengerti arti 'pacar' yang Kyuhyun ucapkan hanya dapat tersenyum kikuk.

.

.

"Minggu depan adalah Ujian sekolah, jika kalian bisa mendapatkan nilai diatas 95. Kalian akan Ibu beri hadiah menginap di Villa selama 3 hari 3 malam sepuasnya gratis!." Pengumuman Jung Seongsanim tiba – tiba disela memberikan materi pelajaran yang akan keluar di Ujian besok.

"Nilai diatas 95 ?." Tanya Donghae entah pada siapa.

"Seongsanim, apakah murid yang mendapatkan nilai dibawah 95 boleh ikut. sekalipun diajak oleh murid yang mendapatkan nilai 95 ?." Tanya Eunhyuk yang di anggukan oleh semua murid, mereka semua sedang berharap sang guru akan berkata 'boleh'.

"Tidak, yang boleh pergi hanya yang mendapatkan NILAI 95 SAJA." Balas Jung Seongsanim tegas dengan menekan kalimat terakhir. Mendengar balasan sang guru, Donghae dengan cepat langsung menoleh kearah samping dan belakang dimana Kyuhyun dan Kibum berada.

"Jangan tinggalkan aku." Ucap Donghae memohon dengan menggepalkan kedua tangannya seperti berdoa. Kyuhyun dan Kibum yang melihat tentu saja langsung terkekeh. Donghae sangat yakin sekali bahwa Kibum dan Kyuhyun akan mendapatkan nilai diatas 95.

TEEETT….TEEEETTT…Terdengar suara bel pulang dimana Jung Seongsanim harus menutup kelasnya hari ini. Setelah Jung Seongsanim keluar kelasm barulah semua murid di izinkan keluar. Sekarang didalam kelas hanya tersisa Kyuhyun, Yesung, Kibum, Eunhyuk, Donghae dan Siwon.

"Jadi kita mau belajar bersama dimana nanti ?." Tanya Donghae semangat. Donghae benar – benar sangat bersemangat untuk mendapatkan nilai di atas 95 untuk berlibur 3 hari 3 malam di Villa yang dijanjikan Jung Seongsanim.

Jung Seongsanim itu termasuk guru yang hidup berlimpah harta. Jadi, membayangkan villa Jung Seongsanim saja sudah membuat Donghae sudah tidak sabar, pasti villanya akan sangat besar dan mewah.

"Bagaimana jika di taman dekat Danau ? belajar di taman akan lebih menyenangkan bukan." Tawar Eunhyuk yang langsung dijawab setuju oleh semua orang.

"Tumben sekali tidak ada perdebatan." Bisik Eunhyuk ditelinga Donghae.

"Lihat mata Kyuhyun dan Kibum sedang mengarah kemana." Mendengar ucapan Donghae, Eunhyuk pun langsungg mengarahkan tatapannya ke sosok Kyuhyun dan Kibum dimana mata mereka berdua sedang menatap hyungnya atau lebih tepatnya kearah tangan sang hyung, Siwon.

"Ayo kita pulang Yesungie." Ajak Siwon yang semakin menggeratkan tautan jari Yesung.

"Lepaskan tangan mu." Perintah Kyuhyun pada Siwon dengan tatapan tidak suka. Melihat Siwon belum juga melepaskan Yesung, Kyuhyun pun berdesis kesal.

STREET… Kyuhyun langsung menghepaskan pegangan Siwon dan Yesung sehingga tautan jari mereka berdua terlepas.

"Kau akan ikut aku." Ucap Kyuhyun yang sudah berhasil merebut Yesung kali ini. Dengan cepat Kyuhyun membawa Yesung pergi dari kelas dan tidak lama kemudian Kibum beserta Donghae menyusul Kyuhyun keluar meninggalkan Siwon dan Eunhyuk yang masih berdiam diri di kelas.

"Hyung…" Panggil Eunhyuk hati – hati pada sang kakak.

"Kita pulang." Balas Siwon sambil tersenyum hangat seperti biasanya, sejujurnya Siwon ingin mengejar Kyuhyun dan merebut kembali Yesung dari tangannya tapi ia mengurungkan niatnya. Karena, jika di pikir – pikir dia egois ingin memiliki Yesung.

.

[Hari Minggu | 11:00 AM]

.

"AKKHH…. KENAPA KOREA HARI INI PANAS SEKALIIIII!." Teriak Donghae kesal sambil mengipas – ngipaskan tangannya di leher, Donghae benar – benar sangat berharap tubuh atletisnya ini bisa sedikit merasakan kesejukan walaupun hanya sebentar.

Melihat Donghae yang terus saja menggeluh, Eunhyuk pun mendongakkan kepalanya dimana matahari tepat berada di atas kepalanya sedang tersenyum sangat lebar, hingga membuat bajunya yang ia pakai sedikit basah karna keringat. Padahal, Korea seharusnya sedang memasuki musim gugur dimana angin musim gugur biasanya sangat sejuk. Tapi sekarang cuaca beberapa hari ini sangat panas melebihi musim panas tahun lalu.

"Aku ingin es krim." Renggek Donghae sambil memeluk Kibum yang sedang mensadarkan punggungnya disebuah pohon besar rindang yang saat ini sedang mereka jadikan tempat berkumpul sekaligus berteduh.

"Siwon, Kyuhyun dan Yesungie kan sedang beli." Balas Kibum yang masih fokus membaca bukunya.

"Kenapa mereka belum juga kembali ?." Celoteh Eunhyuk yang sama saja dengan Donghae, bedanya Donghae sedikit merenggek sedangkan Eunhyuk tidak.

"Jangan – jangan terjadi sesuatu pada mereka." Ucap Donghae yang sekarang sudah berubah menjadi panik.

"Kau benar, bagaimana jika Yesungie diculik oleh pemegang elemen." Timpal Eunhyuk tanpa tahu efek yang akan terjadi jika Donghae mendengarnya.

"KAU BENARR! YAK! KIBUM BAGAIMANA INI…AYO KITA SUSUL MEREKA" Teriak Donghae mendengar nama Yesung dan pemegang elemen disebut membuat Donghae menjadi semakin panik. Sedangkan Kibum yang melihat sikap Donghae hanya menghela nafasnya, kenapa harus dia yang menjaga kedua bocah yang terjebak didalam tubuh dewasa ini. Ckckck.

"HEEEEEIII…." Terdengar seruan dari belakang Donghae, dimana suara itu sudah sangat Donghae hafal.

"YESUNGIEEEE." Teriak Donghae yang melihat wajah ceria Yesung dari kejauhan sedang melambaikan tangannya. Disusul dibelakangnya terlihat Siwon dan Kyuhyun berjalan membawa sekantong es krim. Dimana es krim sangat cocok untuk mereka semua nikmati di cuaca yang panas ini.

"Ini untuk mu Bum, Hae, Eunhyuk dan ini milik ku." Ucap Kyuhyun yang sudah membagikan es krim pada pemiliknya.

"Kenapa punya ku kecil sedangkan Eunhyuk dan Yesungie besar." Keluh Donghae seperti anak kecil ketika melihat perbedaan cup eskrim miliknya dengan Yesung dan Eunhyuk.

"Tanyakan padanya." Balas Kyuhyun sambil menunjuk Siwon dengan dagunya.

.

[Flashback | Saat membeli EsKrim]

.

"Kau mau yang mana Yesungie ?." Tanya Kyuhyun pada Yesung yang sedang melihat ember berisi berbagai warna dan rasa dari Es krim terpajang di etalase stand penjual es krim Baskin Robbin dengan mata berbinar.

"Co…ke…lat." Ucapnya seperti anak kecil.

"Tolong dua Cup es krim rasa coklat ukuran large dan empat ukuran medium saja." Ucap Siwon langsung pada kasir membuat Kyuhyun mendesis kesal.

"Kenapa ? Kau tidak suka ?." Tanya Siwon pada Kyuhyun setelah memberikan kredit cardnya pada kasir wajah Kyuhyun langsung berubah tidak suka.

"Tidak." Jawab Kyuhyun jutek sambil melipat tangannya di dada.

'Andai aku membawa kredit card ku. Dia akan ku belikan yang small!." Kesal Kyuhyun yang ternyata Siwon membeda – bedakan ukuran es krim yang dibeli, dimana yang large hanya untuk Eunhyuk dan Yesung lalu Kibum, Donghae dan dirinya dibelikan yang medium. Dimana kata 'team' kemarin yang mereka serukan.

.

[Flashback end | Balik ke KyuYeWonBumHaeHyuk ]

.

"Yak! dasar kuda…" Ucap Donghae yang selesai mendengarkan cerita Kyuhyun. Yesung yang sendari tadi melihat wajah Donghae yang terus saja mengambek karna hal kecil langsung menyodorkan Cup es krim miliknya.

"Ayo kita bertukar." Ajak Yesung sambil memberikan es krim miliknya pada Donghae membuat Kyuhyun dan Kibum yang melihat sikap polos Yesung tanpa sadar tersenyum.

"Yesungie… aku menyayangi mu." Peluk Donghae yang tersentuh dengan tindakan Yesung. Padahal sejujurnya Donghae hanya bercanda untuk melihat bagaimana reaksi teman – temannya dan ternyata hanya Yesung saja yang peduli padanya. Bahkan, Kibum dan Kyuhyun yang notabennya adalah sahabat baiknya malah asik sendiri menikmati eskrim.

'Dasar sahabat tidak peka.' Batin Donghae.

"Sudah… sudah, ayo kita habiskan es krimnya lalu mulai belajarnya untuk Ujian besok." Ucap Eunhyuk yang mulai meletakkan buku pelajaran ditengah – tengah mereka memakan es krim. Kibum, Kyuhyun dan Siwon sudah memiliki otak di atas rata – rata. Jadi kalian tahu siapa yang mengajar dan diajar untuk hari ini bukan.

"Hyukkie, kau harusnya memakai rumus ini." Tunjuk Siwon pada sebuah rumus di buku Matematikanya ketika sang adik tidak menggunakan rumus yang benar untuk menghitung besaran sebuah lingkaran.

"Tapi bukankah hasilnya akan sama saja Hyung." Cemberut Eunhyuk sambil mengigit pensilnya.

"Memang, tapi saat Ujian essai kau harus menjawab dengan langkah yang benar untuk mendapatkan point tambahan." Mendengar nasehat sang Hyung, Eunhyuk pun mengganguk nurut.

"Kenapa kau memilih ku untuk mengajari mu sih." Keluh pria berambut bown ikal yang posisinya tidak jauh dengan Siwon dan Eunhyuk.

"Ini sudah benar belum ?." Tanya Donghae sambil menyodorkan buku latihannya pada Kyuhyun. Perlahan Kyuhyun mengambil buku latihan tersebut dan melihat hasil jawaban Donghae dengan seksama dan teliti.

"Kau harusnya mencari nilai 'r' dulu." Balas Kyuhyun yang ternyata mendapatkan tugas mengajari Donghae. Sesungguhnya Kyuhyun ingin mengajari Yesung tapi Donghae terus saja memaksa Kyuhyun untuk mengajarinya yang mau tidak mau, Kyuhyun tidak bisa menolaknya.

"Aku takut jika di ajari Kibum. Bummie itu tidak sabaran orangnya. Kau tahu sendiri Kyu bagaimana aku." Cerita Donghae pada Kyuhyun yang hanya dibalas hembusan nafas. Kyuhyun sangat tahu bagaimana Donghae dalam belajar, bukankah mereka sudah lama berteman.

"Anak pintar." Ucap Kibum sambil menggusap kepala Yesung lembut karena berhasil menjawab pertanyaan yang Kibum berikan.

Mendengar suara Kibum yang memuji Yesung, Donghae pun merasa penasaran akan jawaban Yesung. Pasalnya Kibum itu tipe pria yang jarang sekali memberikan pujian untuk orang lain, dengan diam – diam Donghae yang iseng langsung merebut buku tulis yang dipegang Kibum dimana buku itu adalah buku latihan milik Yesung.

"Coba ku lihat." Ucap Donghae cepat melihat soal seperti apa yang diberikan Kibum pada Yesung, ketika Donghae melihat soal dan hasil jawaban Yesung, Donghae sangat terkejut.

"MWOO! Pufftt… ini mah soal anak ke-."

"Jika kau katakan… matilah kau saat ini juga." Gumam Kibum tepat dibelakang Donghae dengan aura dingin dan membunuhnya sebelum Donghae mengatakan hal sebenarnya.

"Anak apa Hae ya ?." Tanya Yesung sambil memiringkan kepalanya imut.

"A-anak Jenius. Ahhahah iya benar anak Jenius." Balas Donghae sambil memberikan buku tulis Yesung pada Kibum kembali. Dan, Yesung yang mendengar pujian Donghae tentu saja langsung tersenyum senang.

"Apa yang kau lihat." Bisik Eunhyuk pada Donghae yang juga penasaran.

"Ayo lebih dekat." Ajak Donghae pada Siwon, Kyuhyun dan Eunhyuk agar lebih mendekat.

"Kibummie memberikan soal anak kelas 1 SD pada Yesung." Ucap Donghae sangat pelan dan saat Eunhyuk ingin berteriak karna terkejut Donghae langsung menutup mulut Eunhyuk agar tidak keceplosan berteriak.

"Jinjjayo ?." Kaget Kyuhyun dengan suara pelan tidak percaya dengan apa yang Donghae katakan.

"Benar, mana mungkin aku berbohong." Dan, mereka semua hanya bisa menatap Yesung dan Kibum dengan tatapan 'Apa Yesung akan berhasil lolos di Ujian besok.' Begitulah.

Sebenarnya bukan tanpa alasan Kibum memberikan soal anak sekolah dasar untuk Yesung. Di awal Kibum sudah memberikan soal seperti dibuku yang ia bawa, tapi melihat respon jawaban dari Yesung yang ia tidak duga membuat Kibum jadi memberikan Yesung soal anak kelas 1 SD dan ternyata dia bisa menjawabnya dengan baik.

.

[Hari Ujian Sekolah]

.

"Baik Ujian akan berlangsung selama 100 menit. Jangan ada yang menyontek! Jika ketahuan maka habislah kalian." Intrupsi Jung Seongsanim sambil mengeluarkan aura menyeramkannya, membuat Donghae yang melihat langsung keringat dingin.

"Tenang Hae… ada yang lebih parah dari mu." Gumam Donghae sambil menatap Yesung untuk menyemangati dirinya sendiri.

Sudah 40 menit ujian berlangsung, kini sudah banyak terlihat murid – murid mengalami wajah kesusahan, depresi dan bingung harus mengisi jawaban seperti apa lagi dikertas mereka. Terkecuali Kibum, dengan wajah datarnya ia dengan santai menuliskan sesuatu di kertas ujian dan dibelakangnya Kyuhyun juga sama terlihat sedang menompang dagunya bahkan menguap ngantuk. Apakah pertanyaan ujian dimata Kyuhyun dan Kibum sangat mudah sehingga tidak ada sedikit pun raut di wajah mereka mengalami kesulitan.

Di sisi lain Siwon dan Eunhyuk juga sama, mereka berdua sedang berusaha mengerjakan ujian dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil yang optimal. Lalu bagaimana dengan Yesung dan Donghae ? Terlihat Donghae sedang mengerjakan ujian dengan wajah sangat serius. Bahkan dahinya kadang sering kali berkerut menandakan betapa kerasnya ia sedang berpikir. Sedangkan, Dewa kematian Yesung dengan wajah tersenyumnya ia menuliskan jawabannya di kertas ujian seperti tangannya tidak memiliki beban apapun.

.

[Di waktu yang bersamaan | Pemegang elemen]

.

"Hyung tidak bisakah kau membuat cuaca menjadi lebih panas lagi ?." Tanya Dewa Time Controller sambil memperhatikan warga Korea yang sedang berlalu lalang dibawahnya. Dari atas awan terlihat banyak masyarakat sudah mulai menggunakan payung agar kulit mereka tidak terpapar langsung oleh sinar matahari yang kali ini sungguh bersinar sangat terik.

"Jika ku naikan, akan berbahaya bagi kehidupan manusia." Balas Dewa Light yang sedang memainkan tangannya seperti sedang mengendalikan sinar matahari yang berada diatas kepalanya untuk mengarah ke Bumi.

"Hei…. Sampai kapan aku harus mengusir awan hujan di sini ?." Tanya pria berkulit putih berjubah dengan simbol angin yang keberadaannya tidak jauh dari Dewa Light dan Dewa Controller.

Dewa Wind sepertinya sedang mengusir awan hujan di Bumi dengan angin kencangnya. Dengan jentikan jari, awan berwarna hitam gelap dimana awan tersebut merupakan awan hujan langsung di singkirkan jauh – jauh dari Korea agar Korea tidak mendapatkan air dari hujan.

"Sampai kita mendapatkan dewa kematian itu." Balas Dewa Time Controller sambil bersmirk.

Dewa Time Contoller kali ini sangat yakin rencananya akan berhasil, dimana rencana membuat manusia – manusia dibawah sana sengsara dan menderita akan membuat Dewa kematian Thanatos pasti menyerahkan diri karena tidak ingin melihat banyak manusia mati akibat kehausan dan kekeringan. Sungguh Dewa Time Controller sangat pintar menggunakan kelemahan (kebaikan hati) Dewa kematian untuk membuatnya menyerah.

"Hyung, bolehkan aku bermain sedikit." Tanya Dewa Wind yang sudah merasa bosan karena disuruh mengusir awan hitam terus – menerus dari kemarin.

"Boleh saja." Mendengar balasan Dewa Time Controller, Dewa Wind pun bersmirk. Di izinkan bermain – main dengan kekuatannya adalah suatu kesenangan yang tiada tara baginya.

Perlahan Dewa Wind memainkan tangannya, memutar tangannya seperti sedang membentuk sebuah lingkaran di udara kosong.

WUUSSHHH…. WUUSHHH…. Sedikit demi sedikit telihat pusaran angin kecil sudah terbentuk di depannya.

"Baby Tornado, eum ?." Tanya Dewa Light ketika melihat pusaran angin tornado berukuran sangat mini ada di atas telapak tangan Dewa Wind. Tanpa bersuara Dewa Wind hanya tersenyum, Dewa Wind sangat suka bermain dengan baby Tornadonya.

"Lihat ini hyung." Ucap Dewa Wind dengan menurunkan baby Tornadonya ke bawah langit dimana umat manusia berada.

WUUUSHH…. WWUUSHH… WUSHH… SWWIING… Terlihat baby Tornado yang Dewa Wind tadi turunkan kini berubah menjadi pusaran angin besar, besar dan lebih besar lagi.

"KYAAAA…. CEPAAT BERLINDUUUUNG!." Teriak warga Korea saat melihat pusaran angin sedang menuju mereka. Angin Tornado tersebut membuat lingkungan sekitar mereka menjadi porak poranda, benda plastik, kertas, pohon, besi dan benda apapun dibuat terbang ke langit dan terhisap ke dalam pusaran angin.

"MAMA… HIKS…MAMAAA" Banyak orang tua yang berada di luar rumah kini memeluk anaknya agar tidak terpisah. Semua warga berlari kesana kemari mencari tempat berlindung.

.

.

TEEEEEEEEEETTTT…Terdengar suara bel cukup nyaring dan panjang bergema di sekolah KyungHee. Bel tersebut menandakan waktu Ujian sudah selesai dan semua murid tidak boleh mengerjakan soal – soal ujiannya lagi.

"Yak! Karna waktu Ujian sudah habis, cepat kumpulkan!." Teriak Jung Seongsanim di depan kelas sambil memukul penggaris panjangnya ke meja. Satu persatu murid maju ke depan untuk mengumpulkan lembar dan soal ujian mereka. Kecuali…..

"DONGHAEEE YAAAAA!." Panggil Jung Seongsanim dengan suara tingginya ketika melihat Donghae masih saja berkutak dengan ujiannya.

"Se-sebentar lagi Seongsanim." Balas Donghae membuat Kyuhyun, Eunhyuk dan Kibum langsung tertawa geli.

"Donghae… Fighting!." Ucap Yesung memberikan semangat pada salah satu guardian angelnya yang masih berusaha mengerjakan soal terakhir.

"MWOO! Kau sudah selesai Yesungie ?." Kaget Donghae melihat Yesung sudah berdiri disampingya sambil tersenyum.

Sreeet…. Secara tiba – tiba, entah kapan Jung Seongsanim berjalan kearah bangkunya yang jelas sekarang Jung Seongsanim sudah mengambil lembar jawaban Donghae, membuat Donghae dengan refleks langsung merebutnya.

"CEPAT BERIKAANN!."

"YAK! ANDWEE SEONGSANIM…. SEDIKIT LAGI."

Alhasil terjadilah acara rebutan lembar ujian dimana Jung Seongsanim dan Donghae sama – sama tidak mau mengalah. Melihat temannya berperilaku seperti anak kecil lagi, Kyuhyun menghela nafasnya dan perlahan berjalan dengan kepalan tangan yang sudah ia siapkan lalu…

PLETAKK…. Kyuhyun dengan sengaja menjitak kepala Donghae, membuat sang empu langsung melepaskan pegangannya dikertas ujian untuk menggusap kepalanya.

"Ishh…" Ringgis Donghae yang sedang menggusap kepalanya.

"Kerja bagus Kyu-ah." Ucap Jung Seongsanim sambil memberikan jempolnya dan dengan cepat Jung Seongsanim berlari ke mejanya untuk membawa tumpukan lembar jawaban dan soal ke ruang guru.

"Hae… tidak apa – apa kan ?." Tanya Yesung dengan wajah khawatirnya.

"Yesungie…mereka jahat." Lirih Donghae sambil memeluk Yesung.

"D.o.n.g.h.a.e." Ucap Kyuhyun sambil mengeja nama Donghae dengan tatapan tajam dan intimidasi. Membuat Donghae langsung beralih mengumpat ke belakang Yesung kali ini. Menjadikan Yesung sebagai temeng adalah yang terbaik jika sedang berhadapan dengan Kibum ataupun Kyuhyun, benarkan ?.

"TEMAN – TEMAN GAWAAAAT…" Teriak panik salah satu murid masuk kedalam kelas, dengan cepat murid bernama Joy tersebut menyala TV kelas mereka dengan channel sebuah berita breaking news.

"Seperti yang anda saksikan sekarang, ini merupakan angin tornado yang cukup besar sedang melanda kota Sacheon bagian Gyeongsang Selatan saat ini, menurut laporan yang kami terima masih banyak warga yang terjebak disana..."

Melihat berita di TV membuat seluruh murid dikelas menjadi terdiam dan terbengong. Betapa menggerikannya angin Tornado tersebut membawa dan menghisap apapun yang ia lewati tanpa terkecuali. Walaupun sekolah mereka berjarak sangat jauh dari Sacheon. Tapi mereka bisa ikut merasakan ketakutan akan warga – warga disana.

"Bagaimana bisa ada Tornado." Seru Kyuhyun tidak percaya dan heran, baru kali ini Korea diterjang oleh sebuah angin tornado. Biasanya jika bencana alam, Korea lebih ke gempa dan banjir. Tapi ini angin Tornado ? itu benar – benar aneh bagi Kyuhyun.

"Apa Tornado itu akan ke sini ?." Tanya Donghae yang sudah mulai takut melihat bentuk dari angin Tornado di TV.

"Tidak akan." Balas Yesung dengan suara yakin. Jika kalian jeli melihat siaran TV itu, dimana dalam siaran tersebut dibagian langit. Walaupun sangat kecil sekali tapi Yesung dapat melihat dengan jelas sosok itu.

"Ayo kita ke kantin." Ajak Yesung tiba – tiba kepada Siwon, Eunhyuk, Kibum, Kyuhyun dan Donghae. Awalnya mereka semua bingung maksud perkataan Yesung yang disaat seperti ini malah mengajak ke kantin.

Tidak lama Kibum menyadari maksud Yesung. Sedangkan Kyuhyun, Siwon, Eunhyuk dan Donghae malah tidak mengerti sama sekali. Hingga akhirnya Kibum mengisyratkan sesuatu pada mereka.

"AH… Benar aku sangat lapar, ayo kita kesana." Ucap Kibum ketika mengatakan 'ayo kita kesana' sambil menunjuk ke layar TV dan mereka semua akhirnya mengerti. Dengan wajah biasanya mereka semua keluar kelas membuat teman – temannya tidak akan menaruh curiga dan saat sudah berhasil keluar mereka semua langsung berlari.

'Heebum, kau mendengar ku ? cepat datang ke sekolah sekarang.' Batin Yesung memanggil Heebum yang saat ini sedang dimanjakan oleh Heechul di rumah kediaman keluarga CHO.

"Kita keatap sekolah." Seru Kyuhyun dan mereka semua langsung menuju ke atap sekola tanpa banyak bicara.

.

[Negeri Myrtos]

.

"Pangeran Nickhun anda dipanggil Dewa Hades." Ucap pelayan kerajaan negeri Myrtos pada seorang bocah kecil yang sedang asik bermain bersama dengan harimau api di dekat danau kelahiran.

"Katakan pada Ayah, aku sedang sibuk." Balas Nichkun kepada pelayan yang masih saja tertunduk hormat didepannya. Padahal sudah sering sekali Nickun mengatakan pada pelayannya untuk tidak hormat padanya seperti itu. Walaupun kekuatan Nickhun sangat hebat dan kuat seseungguhnya Nickhun tidak ingin ditakuti oleh para penghuni negeri Myrtos ini.

"Sepertinya Raja tahu kau turun ke Bumi kemarin pangeran." Seru Kkoming yang di tatap horror oleh Nickhun.

"Benar begitu ?." Tanya Nickhun pada pelayannya membuat Nickhun dengan berat hati menyudahi bermain dengan harimau apinya. Perlahan Nickhun mengangkat Kkoming dan menaruhnya di atas kepalanya untuk diajak ikut menemui sang Raja alias Ayahnya sendiri.

TAP… TAP…. TAP…. Nickhun dengan santainya berjalan di lorong megah istana para dewa ini dengan sedikit bercanda bersama Kkoming, lorong panjang ini menghubungkan Nickhun ke aula utama singgahsana sang Dewa Hades berada.

CEKLEEEEEKK…. Pintu terbuka dengan sendirinya saat pangeran negeri Myrtos datang, saat memasuki aula Nickhun langsung di sungguhi pemandangan Dewa Hades yang memiliki ukuran lebih besar dari para dewa lainnya sedang duduk dengan tenang di kursi kehormatannya. Lalu, disamping kanan dan kirinya penuh dengan para dewi – dewi yang memiliki kecantikan di atas rata – rata, dimana di antara dewi tersebut terdapat ibu Nickhun.

"Aku ingin bicara berdua dengan anak ku." Ucap Dewa Hades yang langsung dijawab tundukan dari semua Dewa yang didalam.

"Berikan aku satu alasan agar aku tidak memusnahkan mu."

DHEG… mendengar suara dan ucapan Dewa Hades membuat Kkoming yang berada di atas kepala Nickhun langsung bergetar ketakutan.

"Aku ingin menemui calon istri ku." Jawab Nickhun cuek tanpa menatap Dewa Hades.

"Pangeran." Lirih Kkoming dengan perasan semakin takut dan gemetaran. Kenapa pangerannya bisa semudah itu mengatakan hal tersebut. Apa pangerannya itu lupa, bahwa Dewa Hades tidak menyukai dewa kematian Thantos dan Ker.

"Ayah pasti tahu, kemampuan seorang Dewa itu akan di turunkan langsung dari Ibunya tanpa perlu di ajarkan. Dan, Ayahnya akan mengajarkan ilmu mereka pada anaknya agar anak itu semakin kuat..." Jeda Nickhun sejenak untuk melihat bagaimana reaksi sang Ayah.

"Dewa Kematian dan Dewa kelahiran adalah dewa yang memiliki kekuasaan setara dengan Ayah. Karena mereka memiliki kekuasaan untuk mencabut dan memberikan nyawa pada umat manusia. Aku tidak mungkin menikahi Dewa kelahiran karna dia adalah Ibu ku. Jadi, menikahi Dewa Kematian adalah pilihan yang tepat agar aku memiliki keturunan kuat, bukan ?." Smirk Nickhun membuat Dewa Hades sang Ayah menjadi terdiam.

"Dewa kelahiran tidak akan memberimu anak jika kau menikah dengannya." Ucap Dewa Hades dengan sedikit nada mengancam.

"Hahaha… Ibu sudah berjanji pada ku, dia akan memberi ku anak laki – laki jika aku berhasil menikahi Dewa Kematian, Ayah…"

'Anak ini.' Geram Dewa Hades pada keturunannya.

.

[Other Side]

.

"Mereka akan datang." Ucap Dewa Time Controller saat merasakan keberadaan Dewa Kematian yang sedang mendekati kearahnya. Dan, benar saja. Tidak lama terlihat Yesung dan kawan – kawan tiba di lokasi.

"Kita habisi sekarang atau kita bermain dulu hyung ?." Tanya Dewa Wind dengan wajah polos sambil menatap para penjaga Yesung yang terlihat sedang mengalami kesulitan menghadapi angin Tornadonya.

"Habisi." Jawab Dewa Time Controller sebelum menghilang.

"Jangan memaksakan diri." Ucap Dewa Light yang juga menghilang menyusul Dewa Time Controller. Kini hanya tinggal Dewa Wind saja yang berada di atas langit.

"Lets play." Gumamnya yang sudah bersiap bermain (melawan) bersama Yesung beserta para penjaganya. Perlahan tubuh Dewa Wind melayang dan tepat dibawah kakinya terdapat pusaran angin yang terus saja berputar seperti sedang menopang tubuh Dewa Wind.

.

.

"ANGINNYA TERLALU KUAT, JIKA LEBIH DEKAT, KITA AKAN TERHISAP KEDALAMNYA." Teriak Kyuhyun yang saat ini sedang berusaha menggepakkan sayap putihnya untuk tetap terbang stabil dan menjaga jarak agar tidak terhisap ke pusaran angin tornado itu.

"Kalian semua turun kebawah, bantu warga untuk ketempat yang lebih aman." Perintah Yesung pada para guardiannya.

"Lalu kau ?." Tanya Siwon yang membuat Kyuhyun, Donghae , Kibum dan Eunhyuk langsung menatap kearah dimana Yesung yang sedang menunggangi Heebum sedang tersenyum kikuk.

"Aku akan mencari pemegang elemen itu, aku yakin dia ada disekitar sini." Balas Yesung yakin sambil menggepalkan tangannya kuat.

"Aku ikut dengan mu."

"Tidak Kyu, kau ikut bersama mereka."

"Tapi…"

"Aku duluan!." WUUSH…. Dengan kecepatan tinggi, Kibum terbang menukik ke bawah untuk segera menolong wanita paruh baya yang hampir tertimpa pohon.

"Yak! Tunggu aku Kibummie!." Teriak Donghae yang langsung menyusul Kibum.

"Ayo Hyukkie…" Ajak Siwon pada sang adik untuk turun menolong dan membantu warga. Melihat satu persatu guardian angelnya sudah turun, Yesung menatap Kyuhyun dimana hanya dia saja yang belum mendengarkan perintahnya.

"Aku bisa menjaga diri ku Kyu, sekarang yang terpenting adalah menyelamatkan mereka." Ucap Yesung lembut sambil menunjuk kebawah dimana banyak warga membutuhkan pertolongannya.

Terlihat dibawah Donghae sedang menggendong seorang anak kecil yang sepertinya terpisah dengan kedua orang tuanya. Lalu Kibum terlihat sedang menyingkirkan pohon – pohon besar yang terbawa angin agar tidak menimpa rumah dan warga.

Siwon pun sibuk membantu mengeluarkan orang – orang yang terjebak di dalam mobil dimana kondisi mobilnya kebanyakan sudah terbalik lalu kepedulian dan ketelatenan Eunhyuk dalam memberikan obat – obatan atau pertolongan pertama untuk korban yang terluka sangat sigap.

Perlahan Yesung menyuruh Heebum untuk mendekati Kyuhyun agar Yesung bisa menyentuh wajahnya.

Srreet… Yesung menyentuh pipi kanan Kyuhyun lembut dan tersenyum padanya. Dari dekat Kyuhyun dapat melihat wajah Yesung jelas sekali, terlebih sayapnya. Sayap Yesung yang sudah patah membuat Yesung sekarang bergantung pada Heebum untuk membuat dirinya terbang.

"Kyuu… aku mengerti kekhawatiran mu. Ta-."

"Berjanjilah kau tidak akan terluka." Ucap Kyuhyun memotong perkataan Yesung.

Chuu… Kyuhyun mencium pipi Yesung secara tiba – tiba dan WUUSHH… dengan kecepatan kilat Kyuhyun turun kebawah untuk membantu teman – temannya menolong warga dengan wajah bahagia karena Kyuhyun berhasil mencium pipi Yesung.

"Kau mencintai manusia itu ?." Tanya Heebum yang melihat Yesung masih saja tersenyum sambil memegangi pipinya yang habis dicium Kyuhyun.

"Ayo kita temukan pemegang elemen itu." Balas Yesung mengalihkan topik atau memang tidak ingin membahasnya disaat mereka sedang seperti ini.

.

.

Dari atas langit Dewa Wind, pemegang elemen angin memperhatikan gerak – gerik para guardian angel Yesung yang sedang menolong warga.

"Bagaimana jika seperti ini." Gumam Dewa Wind sambil membuat angin pusaran didepannya yang sudah besar menjadi semakin besar dan kencang. CTAAK…. CTAK…. Dua jentikan jari di jentikan lalu muncul dua angin tornado dengan ukuran dan bentuk yang sama. Sekarang angin tornado menjadi tiga buah. Bagaimana para guardian dan warga yang berada dibawah sana ?

WUUSHH…. WUUSHH… angin bertambah kencang dan hisapan angin Tornado tersebut menjadi semakin kuat. Beruntung seluruh warga sudah Kyuhyun, Siwon, Eunhyuk, Kibum dan Donghae evakuasi ke tempat yang lebih aman. Kini hanya tinggal mereka berlima yang berada di kota, mereka berlima sudah tidak bisa kemana – mana lagi, mereka saat ini sudah di kepung oleh angin Tornado pemegang elemen dan tidak bisa terbang.

"Bertahanlah kawan – kawan!." Teriak Kyuhyun yang sedang menahan dirinya dengan menggunakan pedang Eisemeteornya yang terkenal berat, berkat pedangnya membuat Kyuhyun bisa mengandalkan pedang tersebut untuk menahan tubuhnya agar tidak terbawa angin.

"Hyukkie, jangan pernah lepaskan hyung ne ?." Ucap Siwon si pemilik kekuatan penghancur besar yang sedang memegang sebuah batu berukuran super besar sambil memeluk Eunhyuk agar tidak terbawa angin.

"Siaal..." Geram Kibum yang memiliki senjata panah, membuat ia sedikit mengalami kesulitan.

Syuuut… Kibum berhasil menancapkan anak panahnya ke sebuah bangunan tinggi berjumlah 89 lantai. Diikatnya tubuhnya sendiri dengan tali yang ia temukan di jalan dimana tali tersebut sudah tersambung ke anak panahnya. Sehingga dengan cara ini Kibum bisa menahan dirinya untuk tidak terbawa hisapan angin Tornado.

Sedangkan Donghae yang senjatanya adalah pistol menjadi tidak berguna sama sekali untuk di situasi seperti ini.

"GYAAA…. Tolong akuuu…" Teriak Donghae yang merasakan tubuhnya sudah mulai terangkat akibat daya hisap angin Tornado yang berada dibelakangnya saat ini.

"YAK! KENAPA KAU MEMELUK POHON KELAPAA!." Teriak Kyuhyun meruntuki kebodohan Donghae.

"NANTI SAJA MARAHNYA! SELAMATKAN AKUUU DULUUUU." Balas Donghae tidak kalah kencangnya dengan wajah yang sudah ketakutan.

Srreet… Perlahan Donghae merasakan pegangan pada pohon mulai terlepas.

"SIAPA SAJA SELAMATKAN AKUUU." Teriak Donghae yang sudah tidak bisa menahan pegangannya lebih lama lagi.

.

.

"Hahhahaha…. Rasakan itu." Tawa Pemegang elemen puas melihat salah satu guardian angel Yesung akan terhisap kedalam pusaran anginnya.

ZEEET…ZEEEETT …. dari arah ufuk timur terlihat petir mendekati pemegang elemen Wind. Tapi dengan cepat Dewa Wind menghindari kilatan petir tersebut.

'Dia datang.' Batin Dewa Wind yang kini terlihat sudah lebih waspada.

Grrrr…. Tiba – tiba dari atas Heebum dan Yesung menyerang, dengan cepat Heebum menggeluarkan cakar tajam dari kaki depan kanannya dan…

SRAAAKK…. Lagi – lagi Dewa Wind berhasil menghindari. Tapi seranga Yesug tidak hanya samapi disitu saja. Dengan cepat ia menggeluarkan Kristal – Kristal es yang sangat runcing untuk melesat menyarang Dewa Wind.

CLIING….SREET… salah satu Kristal runcing Yesung berhasil mengenai bahu kiri Dewa Wind, terlihat darah segar sudah mulai keluar dari kulitnya yang putih.

"KAUUU…." Geram marah Dewa Wind sambil menahan darah yang terus saja keluar.

"Harusnya kau tidak sendirian ? Karena kau akan kalah." Ucap Yesung sambil bersmirk meremhkan.

Tidak mau mengambil resiko (terluka lebih banyak), Dewa Wind pun membuat sebuah perisai untuk dirinya sendiri. Dimana ia menyatukan ketiga angin Tornadonya sehingga terbentuk angin tornado sangat besar dan perlahan Dewa Wind masuk kedalam tengah – tengah pusaran angin tersebut.

.

.

"Anginnya sudah berhenti ?." Kaget Donghae yang tidak jadi terhisap angin tornado.

"Lihat diatas sana." Seru Eunhyuk cepat saat melihat Yesung berada diatas langit. Yesung yang melihat seluruh temannya berada dibawah langsung turun dan bergabung dengan para guardiannya.

"Kalian tidak apa – apa ?." Tanya Yesung pada seluruh temannya yang dibalas anggukan kepala.

"Tornadonya bertambah besar, bagaimana kita mendekati dia."

"Kita serang pun senjata kita akan terpental semua."

"Bagaimana kita mengalahkanya ?."

Disaat Kyuhyun, Siwon dan Donghae sibuk berdiskkusi untuk melawan pemegang elemen. Satu pria sedang terdiam mengamati setiap gerakan dari pusaran angin di depannya ini. Kinerja otaknya digunakan untuk memproses sebuah masukan agar bisa diproses dengan cepat dan….

"Aku punya ide, tapi hanya Donghae saja yang bisa melakukannya." Ucap Kibum yang sudah menemukan sebuah cara untuk mengalahkannya Dewa Wind.

"Aku ?." Tunjuk Donghae pada dirinya sendiri.

"Akan sulit untuk ku dan Kyuhyun yang memiliki senjata bertarung dengannya lalu Siwon juga merupakan tipe petarung jarak dekat. Tidak ada yang cocok untuk kita bertiga melawan dia, tapi kau yang memiliki senjata pistol akan memungkinkan berhasil." Jelas Kibum membuat Donghe mengangguk. Baru kali ini ia di tunjuk sebagai tombak keberhasilan. Karena, biasanya Kyuhyun yang selalu menjadi akhir dari keberhasilan mereka.

"Ingat kesempatan mu hanya sekali Donghae."

"Baik, aku siap." Donghae pun mempersiapkan senjatannya. Dan sekarang saatnya beraksi.

Kyuhyun, Siwon dan Kibum pun terbang bersama – sama ke langit untuk mengalihkan Dewa Wind. Dibawah terlihat Eunhyuk dan Yesung sedang menyakinkan Donghae bahwa ia pasti bisa. Melihat Kode yang Kibum berikan, Yesung pun mengangguk.

"Hae-ah, kau pasti bisa." Gumam Yesung pada Donghae.

TAP… TAP…. Perlahan Donghae mendekati pusaran angin tersebut dan menelan ludahnya kasar saat melihat betapa besar dan tingginya pusaran angin di depannya ini.

WUSHHH…. WWUSHHH….

"GYAAAA….." Teriak Donghae yang sedang berputar – putar didalam hisapan angin tornado. Kyuhyun yang sedang terbang pun mendekati Donghae.

"Jangan tutup mata muuu!." Teriak Kyuhyun di luar pusaran angin saat melihat Donghae menutup kedua matanya. Padahal, Kibum sudah mengatakan jangan tutup mata dan jangan berpikir apapun tapi dia malah melakukan hal yang tidak boleh. Ckckkc.

"Kau pasti bisa hae! Ingat kau ini pahlawan sama seperti Super Hero mu yang kau lihat di TV." Teriak Kibum yang membuat Donghae langsung membuka matanya. Benar yang dikatakan Kibum, bukankah sekarang ia pahlawan.

"Apa yang ingin kau lakukan ?." Tanya Dewa Wind yang berada di dalam pusaran angin saat melihat Donghae ikut berputar – putar bersama Tornadonya. Perlahan dengan tubuh berputar mengikuti pusaran, Donghae mengambil senjatanya Hacklernya dari kantong dan mengarahkannya kedepan.

Apa yang dilakukan Donghae kali ini membutuhkan ketepatan yang pas karena jika gagal peluru yang ia tembakan akan berputar dan berbalik mengenai dirinya.

WIING…. WINGGGG….. Donghae terus berputar – putar didalam pusaran angin tornado. Dan….

JDEERRR…. Donghae melepaskan pelurunya saat titik yang ia targetkan sudah dalam waktu yang tepat.

"Apakah dia berhasil ?." Tanya Kyuhyun khawatir.

WUSHHH… WUSHH… secara perlahan angin tornado berhenti membuat Yesung yang berada dibawah langsung tersenyum senang.

"DIAA BERHASIL!." Teriak Eunhyuk ikut senang.

"GYAAAA….. AKUUU JATUUUHH." Kali ini Donghae yang berteriak karena selepas dari angin tornado dirinya terjun bebas langsungg jatuh ke bawah.

HAP…. Dengan cepat Kyuhyun memegang kerah baju Donghae lalu mengangkat tubuhnya ke atas lagi agar tidak jatuh dan menurunkan dirinya perlahan.

"YAK! KAU PIKIR AKU INI ANAK KUCING."

"Dasar cerewet, sudah ku selamatkan masih saja bawel."

"Buum… kenapa bukan kau saja yang menyelamatkan ku." Renggek Donghae pada Kibum yang sedang tertawa didepannya. Well… hari ini Kyuhyun CS berhasil mengalahkan pemegang elemen lagi dan ini berkat Donghae.

.

[Back To School]

.

"Ibu sudah memeriksa hasil ujian kalian." Ucap Jung Seongsanim yang sekarang berdiri dibalik mejanya dengan tersenyum puas.

"Loh… Donghae kenapa kau memakai baju olahraga, dimana seragam sekolah mu ?." Tanya Jung Seongsanim ketika melihat Donghae memakai baju olahraga.

"A-anu, tadi seragam ku ketumpahan minuman Seongsanim, hehehe." Nyengir Donghae sambil menggaruk tengkunya yang tidak gatal. Tidak mungkin kan Donghae mengatakan baju seragamnya robek akibat bertarung dengan musuh. Beruntung mereka datang kembali ke sekolah tepat waktu. Jika tidak, akan ada masalah karna sekolah pasti heboh kehilangan anak muridnya.

"Seongsanim bagaimana hasil ujian kami ?." Ucap Kyuhyun mengalihkan pembicaran.

"Ah iya, Ibu senang sekali karena kalian menjawab soal ujian dengan baik, nilai kalian bagus semua tapi hanya ada 4 murid yang mendapatkan nilai di atas 95."

Sreet…. Sreeet…. Dengan cepat semua murid langsung menatap Kyuhyun dan Kibum bersamaan seperti mengatakan dua dari empat murid tersebut pasti mereka berdua.

"Ada masalah ?." Ucap Kibum membuat seluruh murid dikelas langsung menggelengkan kepala cepat.

"Dua orang itu pasti Kyuhyun dan Kibum lalu dua orang lagi siapa Seongsanim ?." Tanya salah seorang murid.

"Siwon dan Yesung." Jawab Jung Seongsanim sambil terseyum kearah Yesung dan Siwon.

"MWOYAAA!." Kaget Donghae tidak bisa menerima kenyataan, mungkin untuk Siwon dia akan terima tapi bagaimana dengan Yesung yang mendapatkan nilai 95 di Ujian sekolah. Bukankah waktu belajar bersama tempo hari Yesung diberikan soal anak SD oleh Kibum.

Kini semua murid dikelas sibuk memberikan selamat pada Yesung, mereka kagum ternyata Yesung tidak hanya manis tapi juga sangat pintar seperti Kyuhyun, Siwon dan Kibum. Padahal tanpa mereka sadari di dalam hati Yesung sedang bingung kenapa manusia – manusia di depannya ini memberikan ia ucapan selamat seperti ini.

'Sepertinya Seongsanim menyukai gambar Heebum ku.' Batin Yesung yang sebenarnya dikertas Ujian tadi Yesung menggambar Heebum kucing peliharaanya bukan menuliskan jawaban ujian. Lalu kenapa dia bisa mendapatkan nilai 95 ? hanya Jung Seongsanim yang tahu.

"Sesuai janji Ibu yang mendapatkan nilai diatas 95 akan mendapatkan hadiah menginap di Villa Ibu selama 3 hari 3 malam."

"Seongsanim aku ti-."

"Kau boleh mengajaknya." Ucap Jung Seongsanim memotong ucapan Kyuhyun dengan cepat. Jung Seongsanim tahu maksud ucapan Kyuhyun. Kyuhyun dan Kibum tidak akan mau pergi jika salah satu temannya tidak ada yang ikut.

"Seongsanim ak-…"

"Kau juga boleh mengajak adik mu." Ucap Jung Seongsanim pada Siwon kali ini. Membuat Eunhyuk langsung tertawa lebar menampilkan deretan gigi – gigi putihnya karena senang karena dia akan ikut liburan.

.

.

[Jumat Sore | Cho Home]

.

"Kau sudah baca berita hari ini ?." Tanya Kyuhyun yang sedang asik bermain Playstation bersama Donghae.

"Tidak, memang ada apa ?." Balik Donghae bertanya dengan mata fokus pada mobil miliknya yang terlihat di layar kaca bertuliskan Donghae VS Kyuhyun.

"Korea sekarang sedang dilanda kekeringan yang sangat parah. Bahkan sungai Han kita semakin lama semakin surut." Cerita Kyuhyun dengan nada dramatis.

"MWOYAA ? BENARKAH ITUU ?." Teriak Donghae sambil menatap ngeri. Bagaimana tidak negeri jika ia hidup tidak ada air.

"YESSS! AKU MENAAAANG!." Teriak Kyuhyun senang ketika berhasil menang dari Donghae. Merasa ditipu oleh Kyuhyun Donghae pun melemparkan stick PSnya dengan keras membuat Kyuhyun hampir saja kena.

"Hahaha… maaf, ayoo main lagi." Ajak Kyuhyun yang kali ini akan bermain jujur.

"Tapi sebenarnya yang ku ceritakan tadi itu benar Hae." Ucap Kyuhyun yang dibalas cuek oleh Donghae, membuat Kyuhyun terkekeh geli. Kenapa temannya itu sangat polos. Tidak jauh dari Kyuhyun dan Donghae yang sedang bermain PS di kamar. Diruang tamu terlihat Yesung sedang menonton TV atau lebih tepatnya menatap TV tersebut dengan tatapan kosong.

"Memikirkan sesuatu, eum ?." Tanya Kibum yang duduk disebelah Yesung persis sambil menyodorkan segelas minuman kesukaan Yesung, yaitu susu.

"Tidak." Jawab Yesung bohong dan segera mengambil gelas yang berisi susu dari tangan Kibum lalu meminumnya untuk menyembunyikan wajah paniknya.

Sebenarnya Yesung sedang memikirkan kehidupan manusia di Bumi. Yesung tahu kekeringan yang sedang melanda manusia di Korea saat ini adalah akibat pemegang elemen. Jika Yesung tidak salah ingat, di antara sisa pemegang elemen yang masih hidup ada pemegang elemen Light. Dimana Dewa Light tersebut bisa mengendalikan sinar termasuk matahari.

Dan, sepertinya Dewa Light sudah menggunakan kekuatannya untuk membuat matahari bersinar 2 kali lipat dari biasanya. Hingga membuat air di Bumi khususnya Korea semakin lama semakin berkurang. Air merupakan hal terpenting bagi umat manusia, jika tidak ada air bagaimana manusia untuk bertahan hidup.

GREEBB…. Tiba – tiba Kibum menggengam tangan Yesung dari samping, membuat Yesung yang tadinya sedang takut dan kalut didalam pikirannya entah kenapa menjadi sedikit tenang sekarang.

"Jangan menyimpan beban sendirian." Ucap Kibum dengan senyuman mautnya. Yesung bingung kenapa Guardian Angel satunya ini selalu tahu apa yang sedang ia resahkan.

"Jangan menatap ku seperti itu, aku bukan Ker." Seru Yesung yang entah kenapa sedikit kesal karena Kibum selalu menatap dirinya seakan – akan dia adalah Ker. Walaupun Ker adalah saudara kembarnya tapi tetap saja Yesung tidak suka jika ia di anggap sebagai bayangan.

"Kau cemburu ?." DHEG… jantung Yesung langsung berdebar – debar sekarang. Tungggu, Jantung yang sedang berdebar ini, perasaan siapa ? Thanatos atau perasaan Ker ? satu tubuh dan satu jiwa.

Ini tidak mungkin bukankah Ker sedang tersegel (tertidur) dan tidak bisa menampakkan wujudnya untuk sementara ini. Apakah mungkin Thanatos juga berdebar karena Kibum ?

"Yesung." Panggil Kibum seperti sebuah bisikan karena suaranya yang teramat pelan.

Sreet….. Entah apa yang mempengaruhi Kibum, perlahan Kibum mendekati wajahnya ke wajah Yesung sehingga Yesung yang tidak tahu apa yang akan Kibum lakukan (polos nan lugu) bersikap tenang seperti biasanya karena Kibum tidak akan mungkin mencelakakannya bukan.

Jarak Kibum dan Yesung semakin dekat bahkan Kibum menyentuh jemari – jemari mungil Yesung untuk menautkan telapak tangan mereka dan Chu… mereka berdua berciuman ah… bukan, tapi hanya menempelkan bibir saja dan itu berlangsung lama.

.

.

"Mana minumnya Kyu ?." Tanya Donghae yang melihat Kyuhyun kembali ke kamar tapi tidak membawa minuman.

"Ambil saja sendiri." Balas Kyuhyun yang langsung merebahkan tubuhnya di kasur lalu menyelimuti dirinya dengan selimut.

"Yee… kau ini kenapa ?." Tanya Donghae yang tidak dibalas oleh Kyuhyun. Tidak mau mengambil pusing melihat tingkah aneh Kyuhyun, akhirnya Donghae keluar kamar untuk mengambil minum sendiri.

'My god.' Terkejut Donghae di dalam hati saat melihat adegan didepannya, terlihat Kibum baru saja melepaskan ciumannya pada Yesung. Dan, refleks Donghae langsung memundurkan langkahnya untuk masuk kembali kedalam kamar Kyuhyun.

'Aish… dia begini pasti karena tadi melihat Kibum dan Yesung berciuman.' Batin Donghae menatap tubuh Kyuhyun dikasur yang sudah sedikit bergetar. Apakah Kyuhyun sedang menangis ?

"Kyuuu." Panggil Donghae yang tetap tidak di gubris oleh Kyuhyun. Sedikit memijit keningnya yang terasa sakit akibat ulah temannya dalam hal cinta. Merasa harus bertindak Donghae pun berjalan keluar kamar dan turun.

TAP… TAP…. Dari tangga Donghae dapat melihat jelas Kibum dan Yesung di ruang TV. Dimana Kibum saat ini sedang menggelus – elus kepala Yesung sambil tersenyum lembut.

"Aigoo… kenapa aku harus berada di posisi ini." Renggek Donghae karena berada di tengah – tengah sahabatnya. Siapa yang harus ia bela dan bantu disaat seperti ini. Baik Kibum dan Kyuhyun, mereka berdua sama – sama mencintai orang yang sama.

"Maafkan aku Bum." Gumam Donghae sangat pelan.

Sreeet….

"Bum…. Ayo kita pulang." Ajak Donghae sambil menarik Kibum dari sofa tanpa basa basi. Pada akhirnya Donghae mengambil keputusan bahwa ia akan membantu Kyuhyun.

"Hae…lepaskan aku!." Berontak Kibum yang dipaksa meninggalkan apartement Kyuhyun tanpa alasan jelas.

"Hae-ah ada apa ?." Tanya Yesung bingung melihat Donghae terus saja menarik – narik Kibum.

"Salam pada paman Hanggeng dan Bibi Chullie ne, Yesungie." Ucap Donghae sebelum ia menutup pintu apartement keluarga Cho.

BLAAAM… setelah menyeret Kibum keluar, Donghae pun melepaskan pegangannya yang berada di pakaian Kibum.

"Kau ini kenapa!." Marah Kibum untuk pertama kalinya dengan nada tinggi dan murka. Biasanya semarah – marahnya Kibum pada Donghae, Kibum tidak akan menggunakan nada tinggi dan murka terlebih matanya kini terlihat tajam seakan Kibum ingin membunuh Donghae sekarang juga.

"KAU YANG KENAPA ? KAU TAHU BAHWA SAHABAT MU MENYUKAI YESUNG TAPI KENAPA KAU MENCIUM DIAAA! ." Balas Donghae tidak kalah marahnya dan Kibum langsung terbelak kaget. Benar yang dikatakan oleh Donghae, Kibum sangat tahu bahwa Kyuhyun menyukai Yesung. Lalu kenapa tadi dia mencium Yesung ? ciuman itu benar – benar diluar dugaannya.

"A-aku….." Ucap Kibum yang tidak tahu harus beralasan apa lagi kali ini. Karena, sejujurnya dialah yang salah.

TAP… perlahan Donghae berjalan mendekati Kibum dan GREEB…Donghae memeluk Kibum dari samping. Badan Kibum saat ini sedang bergetar ketakutan, ini pertama kalinya Donghae melihat Kibum seperti ini. Kibumnya sedang menahan emosi sampai seperti ini.

"Bum… aku tidak ingin persahabatan kita hancur karna hal seperti …" Kali ini Donghae menangis. Donghae sudah tidak tahu lagi harus bagaimana, Donghae tidak ingin persahabatan mereka bertiga hancur. Donghae sangat menyayangi Kibum dan Kyuhyun. Bagi Donghae mereka berdua adalah sahabat yang tidak pernah meninggalkan dirinya dalam keadaan apapun.

"Kumohon….. mengalahlah pada Kyuhyun." Mohon Donghae dengan suara paraunya dan Kibum langsung menggepalkan tangannya kuat – kuat. Kenapa harus Kibum yang mengalah ?. kenapa bukan Kyuhyun saja ?

"Bum…" Panggil Donghae kali ini menatap Kibum dengan wajah penuh air mata dan juga ingus yang terus turun dari hidungnya.

"Baik." Jawab Kibum sambil menutup matanya, mencoba rasa sakit hatinya karna harus mengalah demi sahabatnya.

.

[Kembali pada kediaman keluarga CHO]

.

"Nee… Ahjumma, baik..." PIIP… sambungan telepon pun tertutup.

Yesung yang baru saja menerima telepon dari Heechul langsung menaruh benda yang bernama telepon ke tempatnya lalu beranjak naik ke lantai dua dimana Heechul menitipkan sebuah pesan yang harus ia sampaikan pada Kyuhyun.

"Kyuuu…" Panggil Yesung yang berdiri di ambang pintu kamar Kyuhyun saat ini.

"Kyu, kata Chullie Ahjumma dia akan pulang telat karna ingin membawa Heebum ke pet SPA." Ucap Yesung menyampaikan pesan Heechul.

"Kyuu… Pet SPA itu apa ?." Tanya Yesung yang tidak tahu kenapa Heechul suka sekali membawa Heebum ketempat dengan nama – nama aneh seperti Pet SPA, pet Salon dan sebagainnya. Membuat Yesung bingung, karna setiap habis ketempat itu, Heebum pasti akan berpenampilan beda.

"Tidak tahu." Balas Kyuhyun dingin, membuat Yesung sedikit heran ada apa dengan Kyuhyun. Tidak biasanya Kyuhyun bersikap seperti ini. Biasanya Kyuhyun akan menjawab pertanyaan Yesung apapun itu dengan baik hingga Yesung mengerti.

"Kyu, aku lapar." Ucap Yesung dengan nada sedikit merenggek, biasanya jika Yesung sudah begini. Kyuhyun akan langsung membuatkan segelas susu segar untuk Yesung. Tapi ini, bergerak sedikit pun tidak membuat Yesung menjadi cemberut.

"Kyunnie tidak mau membuatkan ku susu, kalau begitu aku akan meminta Kibummie untuk membuatkannya."

Sreeet… Tiba – tiba Kyuhyun menyibakkan selimutnya dan langsung berjalan kearah Yesung.

Bruugh… sekali tarikan dan hempasan, Kyuhyun memojokkan Yesung ke dinding sehingga ringgisan kesakitan dari Yesung terdengar karna punggungnya menabrak dinding kamar begitu keras.

"K-kyuuu." Kaget Yesung ketika melihat sorot mata Kyuhyun didepannya ini terlihat menakutkan dan membuat Yesung takut.

"Kenapa! Kenapaa!" Ucap Kyuhyun sambil menggeram marah, Kyuhyun marah kenapa harus sahabat baiknya yang menyentuh Yesung. Jika saja bukan Kibum, Kyuhyun pasti sudah melampiaskan kemarahannya dengan meninju dan memukul orang tersebut sampai puas. Tapi ini adalah sahabatnya, Kyuhyun tidak mungkin memukulnya.

Melihat badan Yesung sedikit bergetar sorot mata Kyuhyun pun berubah melembut kembali , dengan tangan besarnya Kyuhyun mulai menyentuh pipi Yesung perlahan dan meminta maaf.

Tapi, ketika Kyuhyun melihat bibir mungil Yesung. Kyuhyun kembali teringat saat Kibum menciumnya. Dan, sorot mata Kyuhyun kembali berubah. Sorot mata penuh kemarahan. Bukankah manusia itu selalu memiliki perasaan dan emosional yang tidak di miliki oleh para dewa.

"Mmmhh…Kyuh..." Leguh Yesung saat Kyuhyun menciumi bibirnya kasar. Kyuhyun yang dibakar Cemburu membuat Yesung tidak bisa melakukan apapun, jika Yesung menyerang Kyuhyun dengan kekuatannya Kyuhyun akan mati. Tapi, jika Yesung tidak menyerangnya (menjauhi) Kyuhyun darinya, Kyuhyun akan semakin kehilangan kendali dan akan mencapai titik dimana manusia sering sekali melakukan kesalahan diluar akal sehatnya.

.

.

"Kyuuuh… sadarlahhh…akhh!." Seru Yesung disela – sela Kyuhyun menikmati bibirnya, Yesung terus berusaha agar Kyuhyun sadar dari hawa birahinya. Namun, hasilnya nihil. Kyuhyun tidak mengubris ucapan Yesung sama sekali. Dia tetap menicum bibir Yesung tanpa ampun, bahkan tangannya kini tidak tinggal diam.

Tangan besar Kyuhyun mulai menyentuh dada kiri Yesung dan sesekali meremasnya membuat Yesung semakin takut akan tindakan Kyuhyun.

'Kau benar Ker, manusia itu menakutkan.' Batin Yesung sambil menutup matanya teringat akan ucapan sang kakak tentang manusia.

"Maafkan aku Kyu..." Gumam Yesung yang sudah tidak tahan dan dengan terpaksa Yesung menggunakan kekuatannya untuk membuat Kyuhyun menyudahi ini semua dan kembali sadar. Perlahan dari jemari telunjuk Yesung keluar aliran listrik dimana ia sedang menggunakan kekuatan pemegang elemen petir.

TUKK… dengan sekali sentuh, Yesung menempelkan telunjuknya ke badan Kyuhyun dan..

"AKH!." Erang Kyuhyun ketika tubuhnya mendapatkan kejutan listrik.

BRUUGH… Kyuhyun terjatuh ke lantai membuat Yesung langsung memasang kuda – kuda untuk menyerang, takut – takut Kyuhyun kembali menyerang dirinya.

"YAK!." Marah Kyuhyun sambil menatap Yesung tajam.

"Mi-mianhae…"

"Eh, kenapa keadaan mu begitu Yesung ?." Tanya Kyuhyun polos ketika melihat keadaan Yesung yang sudah acak – acakan.

"I-ini karna Kyunnie menyerangkan ku." Balas Yesung masih tetap memasang kuda – kudanya.

'Menyerang ?.' Batin Kyuhyun memproses perkataan Yesung. Tunggu, Kyuhyun benar – benar lupa apa yang ia lakukan tadi, yang dia ingat dia sedang tiduran dikasur karna merasakan rasa sesak di dada ketika melihat Yesung dan Kibum berciuman, lalu ia pun marah dan tidak bisa menahan emosinya karna cemburu dan….

Dan Blush…. Kyuhyun ingat, rupanya tanpa sadar Kyuhyun yang tadi terlalu cemburu membuat ia seperti tertidur di bawah alam sadarnya dan tubuhnya refleks menyerang (mencium) Yesung.

"Aish… mian." Erang Kyuhyun sambil mengacak – acak rambutnya frustasi. Bagaimana bisa Kyuhyun melakukan hal itu pada Yesung. Melihat wajah Kyuhyun yang merasa sangat bersalah, Yesung pun perlahan medekati Kyuhyun.

Sreeet… Yesung berjongkok di depan Kyuhyun dan menyentuh pipinya lalu tersenyum seperti biasanya. Sejujurnya Yesung tidak marah pada Kyuhyun, dia hanya takut.

"Apakah ini Kyunnie ?." Tanya Yesung sangat imut dan Kyuhyun hanya bisa memegang tangan Yesung yang berada dipipinya saat ini. Kyuhyun mengerti maksud pertanyaan Yesung.

"Heem… ini aku." Jawab Kyuhyun tersenyum, dimana sekarang yang ada di hadapannya Yesung adalah Kyuhyun yang selalu lembut dan penuh perhatian padanya. Bukan menyeramkan seperti tadi.

"Boleh aku bertanya pada mu Yesungie ?."

"Tentu."

"Apakah kau menyukai Kibum ?."

Yesung terdiam dan perlahan tangan yang berada di pipi Kyuhyun sedikit demi sedikit mulai menjauh. Dan itu membuat Kyuhyun sedikit terluka, mungkinkah Yesung menyukai Kibum.

"Aku…..menyukai…."

Siapakah orang yang disukai Yesung sebenarnya ?

konflik percintaan antar Guardian semakin terlihat.

Masihkan mereka kompak atau salah satu dari Guardian akan mundur ?

.

TBC

.

Yosh…. Akhirnya chapter 9 publish juga :D

Adakah yang masih minat dengan FF ini? hahaha. I think… No/? _

Semoga suka dengan lanjutannya…

terima kasih buat yang review dan menunggu FF ini dengan sangat lama –"

See You Next Story

Sehat selalu untuk reader^^

Author

-Kimmie-

Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.