Tittle : Thanatos and Ker
Author : Kim Kyusung (Kimmie)
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Humor, Action, DC
Pairing: KyuSung (Kyuhyun & Yesung)
Slight Pair : HaeSung, WonSung and KiSung
Cast : Super Junior, EXO.
Disclaimer : Mereka milik Tuhan, Orang tua, Fansnya.
Dan cerita ini Milik saya.
Rating : K/T
Warning : YAOI (Boy X Boy) Yesung UKE! Crack Pair!
Thanatos and Ker
by KimKyusung (kimmie)
©2016
Please don't copy paste without permission.
Summary
Dewa Kematian dua jiwa satu tubuh. Buruk & baik. Ketika sosok Buruknya memakan Jiwa dari 12 pemegang elemen(EXO).Ia harus dihukum. Namun,Siapa sangka jika Dewa kematian diberikan sebuah nama –Yesung- oleh seorang manusia bernama Kyuhyun. Berhasilkah Pemegang elemen (EXO) membalaskan dendam kepada Yesung. Petualangan Yesung beserta 4 Guardian hadir disini :)
.
Sreeet… Yesung berjongkok di depan Kyuhyun dan menyentuh pipinya lalu tersenyum seperti biasanya. Yesung tidak marah pada Kyuhyun, dia hanya takut karena belum pernah melihat Kyuhyun yang seorang manusia menatap dirinya dengan tatapan marah dan kesal.
"Apakah ini Kyunnie ?." Tanya Yesung sangat imut dan Kyuhyun hanya bisa memegang tangan Yesung yang berada dipipinya seakan Kyuhyun mengerti maksud pertanyaan Yesung.
"Heem…ini aku." Jawab Kyuhyun tersenyum, sekarang yang ada di hadapan Yesung adalah Kyuhyun yang selalu lembut dan penuh perhatian padanya, bukan menyeramkan seperti tadi hingga membuat Yesung bergetar ketakutan.
"Boleh aku bertanya pada mu Yesungie ?."
"Tentu."
"Apakah kau menyukai Kibum ?."
"….." Yesung terdiam dan perlahan tangan yang berada di pipi Kyuhyun sedikit demi sedikit mulai menjauh. Dan itu membuat Kyuhyun sedikit kecewa, mungkinkah Yesung menyukai Kibum. Jika itu benar, Kyuhyun akan mencoba untuk mendukung sahabatnya dengan Yesung walaupun dia sendiri akan terluka sangat dalam melihat orang yang ia cintai bersama orang lain.
"Aku…..menyukai….mu." Jawabnya polos sambil tersenyum lebar hingga membuat mata sipit Yesung menjadi segaris. Dan, Kyuhyun yang mendengar jawaban Yesung awalnya menatap datar tidak berekspressi kini perlahan wajah yang datar itu berubah menjadi senyum yang semakin lama semakin lebar.
"Jeongmal!." Seru Kyuhyun senang luar biasa, Yesung yang melihat Kyuhyun untuk pertama kalinya berwajah sesenang ini menjadi terkejut, Yesung benar – benar tidak menyangka bahwa efek ucapannya akan membuat Kyuhyun seperti ini.
"Tentu…sangat suka." Jelas Yesung sekali lagi membuat Kyuhyun jadi semakin senang, bahkan saking senangnya tanpa sadar Kyuhyun mengeluarkan sayap putihnya dan…
WUUUSHHH…..Kyuhyun melesat keluar kamar melalui jendelanya dan terbang memutar kesana – kemari, jungkir balik di udara sesuka hatinya untuk melampiaskan rasa senangnya.
"WOOHOOOO." Teriak Kyuhyun diluar beranda kamarnya untuk melepaskan semua beban cinta yang selama ini ia pendam ternyata membuahkan hasil yang bagus, Yesung yang melihat tingkah Kyuhyun dari dalam kamarnya hanya bisa terkekeh tanpa tahu bahwa ia baru saja sah menjadi kekasih Kyuhyun.
Kreeeet… terdengar pintu kamar Kyuhyun terdorong ke dalam akibat makhluk berbulu berwarna hitam yang ingin masuk, TAP…TAP…empat kaki mungilnya berjalan mendekati setelah melihat tuannya ternyata ada di dalam kamar sang anak pemilik rumah yang saat ini menjadi tempat tinggalnya sementara.
"Meooow."(master) Mendengar panggilan dan merasakan kehangatakan di kakinya, Yesung menjatuhkan pandangannya kebawah dimana Heebum saat ini sedang berputar – putar di pergelangan kakinya manja layaknya seekor kucing normal di dunia manusia. Pita merah berbandul lonceng kecil yang melingkar di leher Heebum sangat manis, Yesung sangat suka ketika lonceng itu mengeluarkan dentingan suara setiap kali Heebum melompat dengan lincahnya.
"Kau sudah pulang Heebum ?."
"Meooow…meow..." (Iya, dan kau di panggil tuan Cho)
Dheg…mendengar ayah Kyuhyun memanggilnya, Yesung pun dengan cepat keluar kamar dan turun kebawah untuk bertemu dengan Hanggeng. Jika Hanggeng sudah memanggil dirinya untuk bertemu, maka sudah di pastikan Hanggeng membuat sesuatu yang 'wah' menurut Yesung dan belum pernah ia lihat.
"Meow." Dengus Heebum kesal melihat kembaran tuannya keluar tanpa sepatah kata bahkan untuk sekedar menggelus kepalanya lima detik saja tidak di lakukan, tapi setidaknya Thanatos lebih baik dari Ker dalam memberikan dirinya makanan. Kini di alihkannya mata berbeda warna itu ke luar jendela, dan dahi Heebum berkerut heran ketika melihat salah satu guardian majikannya sedang bertingkah aneh dengan senyum – senyum dan teriak – teriak tidak jelas di luar kamar.
"Meoow." (Guardian gila) cuek dan tidak peduli, akhirnya Heebum loncat ke kasur Kyuhyun dan memutar – mutar tubuhnya lalu meringkukkan tubuhnya.
Malam ini…ah tidak bahkan setiap malam kamar Kyuhyun akan menjadi tempat favorite Heebum untuk beristrirahat, bagi kucing hitam itu kamar Kyuhyun sangatlah hangat karena di dalam kamar Kyuhyun terdapat mesin penghangat yang membuat ruangan akan selalu hangat jika musim dingin tiba. Sedangkan di kamar tuannya tidak ada, karena Yesung tidak bisa merasakan panas atau dingin.
.
.
"Professor." Panggil Yesung yang sedikit menyembulkan kepalanya di daun pintu, sedikit mengintip untuk memastikan apakah ayah Kyuhyun ada di ruang kerjanya atau tidak. Tapi sepanjang yang Yesung lihat di dalam ruangan tidak ada manusia, di dalam hanya ada tungku perapian yang masih menyala dan secangkir kopi hangat yang masih menggepul di atas meja berdampingan dengan segelas susu. Tunggu ? susu ? bukankah susu adalah makanan kesukaan Yesung.
TUING….Benar saja, ketika melihat ada segelas susu putih di atas meja kerja ayah Kyuhyun, bibir Yesung tidak berhenti untuk mengecap dan menelan ludahnya.
"Professor Chooo~." Sekali lagi Yesung memanggil ayah Kyuhyun dengan memasuki ruangannya. Perlahan namun pasti Yesung mulai mendekati meja kerja Hanggeng untuk satu alasan yaitu segelas susu lezat dan nikmat yang sedang memanggil – manggil dirinya.
Greeb… gelas susu kini sudah berpindah digenggamannya, dengan menjilat bibir bawahnya Yesung tersenyum senang. Harum dari susu itu benar – benar membuat Yesung tidak bisa menahan rasa laparnya.
"Kau bisa meminum susu itu, ketika kita sudah selesai bicara…Yesung." Uhuk… Yesung tersedak saat mendengar suara dibalik punggungnya, dengan gerak cepat ditaruhnya kembali gelas yang baru saja ia teguk sekali.
"Pro-professor, hehehe." Nyengir Yesung yang sudah ketangkap basah, Hanggeng yang baru saja mengambil sesuatu digudang hanya bisa senyam – senyum ketika masuk kedalam ruang kerja melihat tingkah Yesung yang lucu.
.
.
PUK…Ditutupnya buku usang warisan sang ayah yang sudah Hanggeng baca sebagian, lalu dilepaskannya kaca mata yang sudah cukup lama bertengger dihidung mancungnya, kini Hanggeng mengambil secangkir kopi dan menatap Yesung yang sudah duduk didepannya selama ia membaca tadi.
"Mengenai permintaan mu tempo hari. Bahan – bahannya sulit didapat tapi berkat petunjuk catatan ayahku bahan itu bisa ditemukan dengan mudah." Seru Hanggeng memulai pembicaraan mereka berdua.
"Lalu apa masalahnya ? Jika biaya, bukankah aku sudah memberi Ahjussi banyak sekali." Hanggeng yang mendengar pun mengganguk dan sedikit melirik ke sisi meja lainnya, dimana terdapat permata – permata berukuran kecil yang menyilaukan mata dan tentunya bernilai sangat tinggi. Dengan permata itu Hanggeng bukan tidak hanya bisa membeli satu gedung penuh apartement tapi membeli beberapa pulau pun bisa.
"Haaaa~….itu benar, tapi masalahnya adalah proses pembuatannya. Kau tahu ahjussi sudah lama tidak melakukan hal itu."
"Aku percaya pada Ahjussi, bukankah ahjussi anak dari professor Yonghwa ?." Dheg…mendengar nama sang ayah disebutkan membuat dada Hanggeng sedikit berdesir. Walaupun ia anak dari professor Yonghwa dan keturunan ilmuwan ternama tapi belum tentu hasil buatannya akan sama seperti sang ayah, bagaimana jika ia salah dan ada efek samping yang mematikan bagi si pemakai. Ditambah, fakta bahwa Hanggeng sudah lama tidak lagi memegang peralatan laboratorium, bisakah ia membuat hal yang diinginkan Yesung.
"Baiklah, akan ku buat permen penghilang ingatan milik ayah ku, tapi kenapa tiba – tiba kau meminta aku membuatkan itu." Yesung hanya bisa tersenyum, lalu tidak lama ia merundukkan kepala dan memainkan jemari – jemari mungilnya.
"Itu….Jika urusan ku sudah selesai disini, aku akan pergi. Jadi, ketika aku pergi lebih baik mereka melupakan ku…waktu itu kakek Kyuhyun, professor Yonghwa memberikan putra anda sebuah permen dan itu membuat Kyuhyun tidak bisa mengingat sama sekali tentang kejadian dimana putra anda melihat ku didalam lab, hingga sampai akhirnya aku membuka ingatannya kembali dengan kekuatan ku."
Tring…Hanggeng meletakan cangkir gelas kopinya dengan gelisah karena mendengar cerita Yesung, jujur Hanggeng sedikit kaget dan tidak percaya. Ternyata anaknya Cho Kyuhyun dari kecil sebenarnya sudah dipertemukan oleh sosok yang selama ini selalu keluarga Cho jaga. Dan, ibunya tidak pernah memberitahukan hal ini padanya.
"Ayah ku sengaja memberikan Kyuhyun permen itu untuk menghapus ingatannya, tapi kenapa ?." Bingung dan penasaran itu yang Hanggeng rasakan saat ini.
"Itu karena, ingin anak dan cucunya hidup dengan normal." Dan, selepas ucapan Yesung terbesit rasa menyesal dari Hanggeng karena di hari terakhirnya Hanggeng tidak kunjung juga menemuinya. Fakta bahwa selama ini Yonghwa tidak pernah memperdulikan keluarganya ternyata salah, karena sang Ayah selama ini disela menjadi ilmuwan yang menjaga Yesung ia terus memikirkan hidupnya dan juga cucunya.
"Bagaimana kau tahu ?."
"Walaupun aku terkurung didalam sebuah tabung tapi sebenarnya aku bisa mendengar suara kalian, mulai dari masa pertama kali menemukan ku hingga masa . Aku minta maaf ahjussi, aku telah membuat hidup silsilah keluarga CHO mengalami hal sulit demi menjaga ku."
"Tu-tunggu! Kau mendengar semuanya ? ah…hahaha, berarti kau mendengar ucapan ku ketika aku bertengkar dengan ayah dulu." Hanggeng pun tertawa kikuk sekarang, mengingat dulu semua ucapan Hanggeng yang di lontarkan untuk Yesung sangatlah kasar. Dan, sekarang ia terkena karma karena 'sosok itu' ternyata tidak seburuk yang ia pikirkan selama ini.
"Begitulah dan sekarang tradisi itu akan berhenti ketika aku pergi nanti…" Dheg…Sepintas terbesit rasa sedih ketika Yesung mengucapkan kalimat seperti itu, sejujurnya Hanggeng senang karena tradisi itu tidak akan ada lagi. Tapi ia merasa sedih juga ketika mengingat anaknya Kyuhyun. Sebagai seorang ayah, Hanggeng tahu anaknya itu menyukai Yesung. Menyukai makhluk yang bukan masuk dalam kategori manusia.
"Haaa…" Tanpa sadar Hanggeng menghela nafasnya, sambil melipat tangannya di dada, Hanggeng menyadarkan punggungnya ke kursi dan berpikir. Yesung itu jika diperhatikan adalah calon menantu idaman yang ia dan Heechul inginkan untuk Kyuhyun.
Di perhatikannya sekali lagi Yesung lebih seksama, rambut berwarna pink lalu rupawan yang tidak wajar untuk manusia dimana kecantikan dan ketampanan yang di miliki itu seperti manusia yang sengaja dibuat oleh beberapa dokter ahli bedah yang menginginkan kesempurnaan. Dan, Yesung sempurna karena dia memang bukan seorang manusia.
"Ahjussi." Panggil Yesung yang membuyarkan pikiran Hanggeng hingga ia kembali ke alam nyatanya.
"Bolehkan aku meminum susu ku sekarang."
"Tentu." Senyum Hanggeng lembut. Yah… disamping faktor Yesung bukan seorang manusia, Hanggeng dari awal memang menginginkan Kyuhyun memiliki kehidupan normal. Normal dalam arti jika Kyuhyun harus menikah maka ia harus menikah dengan seorang manusia sama seperti dirinya.
"Kau makhluk yang sangat manis." Sembari memuji, Hanggeng kembali menatap Yesung yang sedang asik meminum susunya.
Thanatos and Ker
Chapter 10
Happy Reading^^
[Di suatu tempat yang tidak di ketahui]
.
Sreeet…Sreeet… garis demi garis dilukiskan disebuah tanah lapang ditengah hutan yang berukuran cukup luas, setelah simbol berbentuk bintang yang berada ditengah lingkaran terbuat dengan sempurna, kini pemuda berjubah mulai menuliskan simbol – simbol huruf kuno di luar melingkari gambar tersebut.
Tuk… kapur putih terjatuh dari tangan pemuda berjubah itu setelah ia selesai mengerjakan tugasnya yaitu membuat sebuah simbol untuk ritual pemanggilan Iblis.
"Sudah selesai, mari kita mulai." Gumamnya yang tidak lama satu persatu keluar sosok berjubah lainnya dari sebuah lubang berwarna hitam keunguan, enam sosok berjubah itu langsung berdiri menggelilingi simbol tanpa membuka topeng mereka dan juga jubahnya.
"Kalian siap ?." Mereka semua pun mengganguk dan mulai mengigit ujung salah satu jari mereka agar darah yang ada di dalam tubuhnya menetes keluar dan jatuh tepat mengenai simbol tersebut. Bagai magnet yang menarik unsur logam besi, darah mereka semua yang menetes tadi langsung menyerap dan menyebar ke seluruh simbol dengan cepat. Kini simbol yang awalnya dibuat oleh sebuah kapur putih sekarang terlihat seperti dibuat oleh darah.
"Dengarlah Lucifer, kami memanggil mu...Datanglah, datanglah." Ucap salah satu perwakilan sosok berjubah, harapan akan sosok raja Iblis paling mengerikan dan laknat di dunia manusia dan para Dewa ini muncul ke hadapan mereka yang tentu saja demi tujuan pribadi.
"Hyung, mungkin kau salah mengucapkan matra." Lirih salah satu temannya yang sudah 1 menit berlalu tidak ada satupun makhluk yang keluar dari simbol pemanggil Iblis yang mereka buat.
"Diamlah Dewa Time Controller!." Dimarahi oleh rekannya, Dewa Time Controller hanya bisa mempoutkan bibirnya kesal. Para pemegang elemen yang sudah tidak tahu lagi bagaimana cara untuk melawan Dewa Kematian yang semakin hari semakin kuat, akhirnya mengambil jalan lain dan terlarang.
"Hei, Dewa Earth kau lupa Lucifer itu sombong, jadi kau harus menyombongkan dirinya dulu dengan kalimat – kalimat pujian." Mendengar ucapan Dewa Light, dewa Earth pun berpikir sejenak dan kemudian tertawa. Benar yang dikatakan oleh rekannya, bagaimana bisa ia melupakan hal penting tentang raja Iblis yang tidak disukai oleh Dewa Hades.
"Wahai Lucifer yang maha agung, tampan, berbakat dan hebat dari segala hal. Datanglah, kami memanggil mu."
'Dia berlebihan.' Batin seluruh pemegang elemen saat mendengar ucapan Dewa Earth.
Tringg…pinggir simbol yang mereka pijak saat ini langsung mengeluarkan cahaya gelap dan asap sangat pekat hingga membuat bulu kuduk mereka semua berdiri, karena merasakan aura kejahatan yang maha dahsyat. Semakin lama asap hitam pekat itu menyeruak ke atas dan…
"GROOOARRH…." Terdengar aungan marah dan tidak suka dari dalam asap yang masih menggumpal itu.
BRAAAK… Sekali hentakan tongkat, asap tebal itu menghilang dan para pemegang elemen yang baru pertama kali melihat Raja Iblis menelan ludahnya kasar. Sosok raksasa bertubuh kekar, dimana seluruh tubuhnya di selimuti oleh bara api yang tidak akan pernah padam, lalu dua tanduk runcing yang berada di kepalanya dan sayap kelelawar yang begitu kuat dan kokoh, Inikah rupa dari Lucifer sang raja Iblis ?.
"JADI, APA YANG KALIAN INGINKAN ?." Tanya sang Lucifer sambil menatap tajam para pemegang elemen satu persatu. Sang Lucifer sudah tahu tujuan dari para pembuat simbol yang dengan sengaja memanggil dirinya yaitu membuat sebuah perjanjian terlarang.
"Kekuatan untuk menjadi lebih kuat."
"HAHAHAHAHAHAHA." Lucifer hanya bisa tertawa keras mendengar permintaan yang mereka sebutkan. Meminta kekuatan pada raja Iblis ? yang benar saja, di dunia ini terdapat dua jenis Iblis yaitu kaum Iblis yang hidup berdampingan dengan baik bersama dewa di langit dan kaum Iblis yang hidup di bawah tanah karena sikap mereka yang menjerumuskan kaum manusia dan tidak pernah menaati peraturan alam. Dan, Raja Iblis yang baru saja di panggil oleh para pemegang elemen ini adalah kaum yang tidak di sukai oleh Dewa Hades.
"Baik, apa imbalannya ?."
"100.000 jiwa hewan suci, bagaimana ?." Jawab Dewa Teleport dengan lantang membuat Lucifer langsung bersmirk, tentu saja tawaran sebuah jiwa hewan suci sangat menggiurkan. Karena, dengan jiwa itu akan membuat kekuatan Lucifer bertambah.
"Deal, kalian akan ku berikan kekuatan level – S, dimana pada level tersebut kekuatan kalian menjadi lima kali lipat." Selepas ucapannya, perlahan di kening para pemegang elemen tergambar simbol sebuah segitiga terbalik berwarna merah yang menandakan bahwa para pemegang elemen sudah membuat kesepakatan dengan Raja Iblis.
.
.
[Di waktu bersamaan Negeri Myrtos]
.
"Para hewan suci di gunung Gong berulah lagi."
"Mana laporan nama – nama dewa yang mengikuti acara pendewasaan."
"Suruh Dewi Demeter turun ke bumi, sudah saatnya ia menyebarkan kesuburan tanaman di daerah dunia bagian Selatan."
"Pelindung belakang istana melemah, cepat bereskan itu sekarang juga."
Jika kebayakan manusia sibuk bekerja untuk mencari uang, ilmu dan kesenangan lahir batin. Maka di negeri Myrtos pun juga sama sibuknya dengan dunia manusia dibawah sana, terlihat negeri yang tidak pernah ada kegelapan ini, banyak sekali para dewa dan hewan suci hilir mudik kesana – kemari untuk menjalankan tugas mereka layaknya penguasa langit pada umumnya, tak terkecuali sang pemimpin negeri ini Dewa Hades.
"Bagaimana ?." Tanya Dewa yang memiliki jabatan dan kekuasaan paling tinggi di negeri ini tanpa menatap lawan bicaranya. Akibat kejadian beberapa ratus tahun lalu, dimana Dewa Thanatos dan Ker mencuri segel terlarang milik Dewa Hades, dengan terpaksa sang Dewa agung mencatat kembali yang kali ini akan ia simpan dengan sangat baik dan aman tentunya.
"Semuanya berjalan lancar tuan ku, pekerjaan Dewa Thantos dan Ker dalam mencabut nyawa umat manusia akan diganti sementara oleh para malaikat." Jelas Dewi cantik Hera selaku dewi yang menjabat sebagai kepala pengurus negeri Myrtos yang mengawasi semua aktivitas para dewa – dewi dalam menjalankan tugasnya agar tetap pada jalurnya untuk keseimbangan dunia manusia.
"Baguslah, kau boleh pergi."
"Tuan ku, ada sedikit masalah." Mendengar ada kata – masalah – di dalam kalimat Dewi Hera, Sang Dewa yang di segani di Myrtos pun menghentikan aktivitas menulisnya dan menatap kearah Dewi Hera dengan tatapan lelah, masalah dengan Dewa kematian belum selesai sudah datang masalah lagi.
"Apa Nickhun melakukan sesuatu lagi ?." Tanya Dewa Hades yang tahu betul akan kelakuan anaknya dan Dewa Hera langsung mengibaskan tangannya ke kiri dan kanan bertanda ini bukanlah tentang pangeran.
"Ada yang melakukan ritual terlarang."
"Nuguya ?."
"Pemegang elemen telah memanggil Iblis yang tidak seharus para dewa panggil."
BRAAAK….Sekali gebrakan meja yang Dewa Hades lakukan, negeri Myrtos langsung mengalami guncangan hebat. Beruntungnya negeri para Dewa ini tidak akan hancur hanya dengan sebuah gebrakan meja saja dan mereka semua sudah terbiasa dengan guncangan tersebut.
"Mereka sudah bertindak terlalu jauh, ini tidak bisa dibiarkan."
"Apakah saya perlu memanggil Dewa Zeus untuk membunuh Dewa Kematian dan pemegang elemen juga, tuan ?." Tawar Dewi Hera yang melihat kening Dewa Hades sedikit berkerut. Sepertinya Dewa Hades tidak punya solusi untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi. Salah mengambil langkah sedikit saja akan membuat masalah ini semakin parah.
"Kau pikir membunuh dewa kematian mudah ? dewa kematian hanya bisa dibunuh dengan senjata khusus yaitu belati yang ku berikan pada pemegang elemen itu, lalu pemegang elemen sendiri juga hanya bisa dibunuh oleh…"
"…."
"…Dewa kematian….kau tahu kan, kita para Dewa itu hidup kekal dan aku hanya bisa memberikan perintah kematian jika mereka memang terbukti bersalah, lalu yang mencabut nyawa mereka adalah Dewa Kematian. Maka dari itu sebagai pemimpin dari para dewa aku harus menjaga kata – kata ku."
"Jadi, apa yang akan tuan lakukan ?."
"Fokus utama kita saat ini adalah rencana Dewa Kematian agar tidak berhasil dan untuk masalah pemegang elemen, mereka sudah keluar jalur dari yang ku perintahkan. Kirim Dewa Ares ke Bumi untuk merebut pisau belati dari pemegang elemen."
"Baik." Dewa Hera pun membungkuk dan dengan sekali kibas selendang sutranya, ia menghilang dari pandangan Dewa Hades.
"Kita lihat siapa yang diburu dan siapa yang memburu, bukankah ini menarik." Dewa Hades pun menyeringai, membayangkan orang yang harusnya memburu malah harus diburu. Dan, target pemburuan sekarang bertambah. Sekali tepuk dua lalat kena, bukankah itu rencana yang sangat bagus. Dua kriminal negeri Myrtos saling membunuh dan yang menang tetap saja akan mati.
.
.
TAP…TAP… kaki yang tadinya semula berdiri di depan ruangan Dewa Hades, kini perlahan menjauh dari daun pintu itu tanpa banyak kata. Pakaian mewah khas bangsawan negeri Myrtos membungkus tubuh tegap pria yang beberapa menit lalu berniat menemui sang petinggi para Dewa untuk menayakan beberapa hal, tapi siapa sangka jika kedatangannya hari ini memberikan dirinya sebuah informasi tanpa ia bertemu dengan Dewa Hades.
"Pangeran, jika Thanatos berhasil membunuh semua pemegang elemen, maka ia akan membangkitkan pohon suci kehidupan. Apa kau tahu apa yang akan ia minta kepada pohon itu ?." Tanya seekor anjing mungil berwarna abu – abu hitam dipundak pemuda tersebut.
Nickhun, nama pangeran yang saat ini sedang dalam mode dewasa hanya tersenyum sembari mengibaskan poni rambutnya dengan pose keren disela menyelurusi lorong istana, para Dewi yang tidak sengaja berpapasan dengannya tentu saja hanya bisa menjerit dalam diam.
"Aku tidak tahu apa yang di inginkan Thanatos, tapi ji-." TAP….Nickun menghentikan langkah kakinya ketika melihat di ujung lorong depannya ada Dewa Ares yang sedang berjalan menuju kearahnya. Dewa Ares adalah dewa peperangan dan terkenal akan kesadisannya dalam membunuh musuh para Dewa, jadi tidak heran jika banyak Dewa dan hewan suci seperti Kkoming saat ini merasakan ketakutan yang luar biasa.
"Apa yang pangeran lakukan disini ?."
"Main kejar – kejaran dengan Kkoming." Jawab Nickhun polos sembari mengangkat tubuh anjing hitamnya ke depan wajah Dewa Ares. Kkoming yang melihat wajah Dewa Ares sedekat ini hanya bisa diam tidak berkutik namun didalam hati perasaan ingin mencakar majikannya sedang membara.
"Kalau begitu saya mohon diri pangeran." Setelah memberikan hormat, Dewa Ares melanjutkan kembali jalannya untuk menuju ruangan Dewa Hades.
"Dewa Ares." Panggil Nickhun tiba – tiba hingga membuat Dewa Ares yang baru saja melangkahkan kakinya lima langkah menjadi berbalik dan menatap sang pangeran.
"Jika kau berhasil mengambil pisau belati itu, bisakah kau memberikan pisau itu kepada ku. Karena, aku sendiri yang akan membunuh Dewa Kematian."
"Pa-pangeran." Kkoming menatap tidak percaya akan perkataan majikannya. Sungguh, Kkoming benar – benar terkejut, bukankah Dewa Kematian orang yang selama ini ingin ia nikahi. Tapi kenapa dia ingin membunuhnya ? mungkinkah ada rencana lain dibalik perkataan Nickhun.
"Akan ku pertimbangkan." Dan, Dewa Ares berjalan kembali tanpa menoleh sedikit pun.
Raawww…Kkoming langsung mencakar pipi Nickhun dengan sekali kibasan untuk menyadarkan tatapan kosong majikannya.
"Yashh, Kkoming apa yang kau lakukan ?."
"Aku yang harusnya bertanya, apa yang pangeran lakukan dengan mengatakan ingin membunuh Thanatos dengan tangan mu sendiri ?." Sambil berjalan keluar dari lorong, Nickhun merubah bentuknya kembali ke sosok anak kecil berusia 6 tahun lalu menaruh Kkoming diatas kepalanya seperti biasa.
"Aku akan membunuh Thanatos….jika dia meminta hal buruk pada pohon Suci seperti menghancurkan negeri ini, maka sebagai pangeran aku harus membunuhnyakan." Kkoming pun terdiam dan mengangguk, jika memang Thanatos ada niat untuk menghancurkan negeri Myrtos, maka Kkoming juga tidak akan membiarkan itu terjadi.
"Lalu sekarang kita akan turun kembali ke Bumi ?."
"Tentu, sudah ku katakan aku tidak akan menyerah untuk mengajaknya menikah."
"Dasar musuh dalam selimut." Mendengar sindiran Kkoming, Nickhun hanya terkekeh lalu tidak lama Kkoming berubah menjadi besar dan sang pangeran cilik pun menunggangi hewan peliharaannya untuk menuju ke istana miliknya sendiri, bersiap esok hari ia akan ke dunia bawah sana dimana manusia dan targetnya berada.
.
.
Di dimensi waktu yang berbeda yaitu dunia manusia. Malam ini di kediaman keluarga CHO, terlihat salah satu manusia sangat sibuk. Pemuda tampan yang sejak pukul lima sore terus saja berkutak dengan lemari pakaian, tidak henti – hentinya menggeluarkan berbagai pakaian. Banyak pakaian yang sudah tidak terhitung yang ia keluarkan dari lemari untuk dipakai namun tidak ada satu pun yang ia rasa cocok.
"Baiklah, pakai ini saja." Ia pun memilih baju rajutan berwarna hitam dengan garis putih untuk dipadukan dengan celana jeans serta Coat biru dongkernya. Cho Kyuhyun, yang tiga hari lalu mendapatkan jawaban atas perasaannya, akhirnya mengajak Yesung keluar.
Sreet…Sreet… di ikatnya tali sepatu Nike yang senada dengan pakaiannya dengan sempurna, lalu tidak lupa menyemprotkan parfum kesukaannya yang sudah melekat akan keharuman ciri khas seorang Cho Kyuhyun ke seluruh tubuh.
"Haaaa… Kau benar – benar sempurna Cho Kyuhyun." Pujinya pada diri sendiri saat melihat cermin untuk terakhir kalinya sebelum ia keluar kamar untuk bertemu Yesung. Melihat pantulan dirinya mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, membuat Cho Kyuhyun untuk pertama kalinya mensyukuri hidupnya yang telah diberikan wajah tampan dan badan tinggi pada sang pencipta.
"Dad…apa kau melihat Yesung ?." Tanya Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar tidak melihat Yesung diruang tamu, padahal Kyuhyun dan Yesung sudah janjian untuk keluar malam ini.
"Dia sedang keluar bersama ibu mu, sebentar lagi juga pulang."
"Baiklah." Akhirnya Kyuhyun ikut bergabung dengan sang Ayah dengan duduk disofa tepat disampingnya untuk menunggu Yesung. Hanggeng yang awalnya cuek kini mengalihkan fokus membacanya saat mencium aroma parfum yang begitu kuat dari anaknya, sejenak ia melirik penampilan putranya yang sudah rapi dan tampan. Mengerti hari ini Kyuhyun terlihat berbeda, ia pun menutup buku bacaannya dan menaruh buku itu di meja.
"Ada kencan, eum ?." Mendengar sang Ayah mulai mengintrogasi dirinya, Kyuhyun hanya bisa menggaruk tengku belakang lehernya sambil nyengir. Kyuhyun lupa memberitahukan kepada ayah dan Ibunya mengenai perihal bahwa dirinya sudah resmi menjalin hubungan dengan Yesung. Akhirnya, tidak biasa merahasiakan sesuatu dari kedua orang tuanya, Kyuhyun pun bercerita kepada ayahnya.
"Mengajak kencan Yesung, memang kau punya uang." Kyuhyun terdiam sejenak dan memandang sang Ayah dengan wajah datarnya. Kalau di ingat – ingat semua kartu kredit Kyuhyun masih di bekukan oleh sang Ayah. Bagaimana bisa Kyuhyun melupakan hal terpenting dalam berkencan yaitu biaya.
"Tentu aku punya, dad." Jawab Kyuhyun yang masih ingat bahwa ada beberapa uang Cash di dalam dompetnya walaupun tidak banyak. Melihat tingkah Kyuhyun yang sedikit gelisah, Hanggeng hanya bisa terkekeh melihat sikap anaknya ini benar – benar sangat jaim.
"Begitukah, kalau begitu dady tidak jadi mencairkan kredit card mu. Karena, ternyata kau memiliki uang." Ucap Hanggeng yang sudah memegang ponsel kini di kembalikan ke tempat semula yaitu meja nakas yang tidak jauh dari sisi kirinya.
"YAAK! DAADDDY…"
Cekleek…mendengar suara pintu terbuka dan radar Yesung di kepala Kyuhyun juga sudah berbunyi, dengan cepat pria tampan yang sudah rapi dari 20 menit lalu langsung bergegas keluar.
"Oh…Kyu, tepat sekali kau datang, bantu mom angkat belan-." Sreeet… Tanpa mendengar ucapan sang Ibu, Kyuhyun berjalan melewati Heechul begitu saja dan menarik pergelangan tangan Yesung untuk segera keluar lagi dari apartementnya.
"YAAAK! DASAR ANAK KURANG AJAR… KAU MENGACUHKAN IBU MU INI." Teriak Heechul murka karena anaknya sekarang sering sekali mengangap dirinya tidak ada yang jelas – jelas terlihat oleh mata manusia.
"Honey." Kaget Heechul yang entah kapan datangnya, Hanggeng tiba – tiba sudah berada disampingnya dan merebut kantong plastik belanjaannya.
"Jangan marah – marah…Kyuhyun begitu karena dia ingin kencan dengan Yesung."
"Jeongmal ? ah…kenapa Kyuhyun tidak bilang, jika ia bilang aku kan jadi tidak mengajak Yesung berbelanja." Heebum yang mendengar pembicaraan ibu dan ayah Kyuhyun awalnya bingung dan tidak lama Heebum sadar, bahwa kembaran majikannya telah dibawa pergi oleh Kyuhyun.
"Meeow…meooow." (Buka pintunya) Sreeet…Sreeet… Sembari mengeluarkan aungan suara khas kucing, Heebum mencakar – cakar daun pintu rumah keluarga CHO dengan brutal, Heechul yang tidak mengerti bahasa hewan tentu saja melihat Heebum seperti sedang iseng atau bermain mencakar – cakar pintu yang terbuat dari kayu jati tersebut.
"Hei Heebum, Jangan lakukan itu…kuku mu baru saja di potong."
"Meoow…meow." (lepaskan aku, aku harus menjaga tuan ku dari Kyuhyun) Heebum terus meronta di dalam gendongan Heechul yang semakin lama semakin jauh dari pintu.
"Akkh..." Erang Heechul tiba – tiba yang merasakan lengannya telah di cakar oleh Heebum.
"Jika kau tidak bisa diam, kau akan ku…tidurkan…selamanya"
Gleg… Heebum langsung terdiam dan tidak berkutik sama sekali saat melihat aura membunuh dari ibunda Kyuhyun yang sangat luar biasa seperti Dewa Ares.
.
.
"Sudah ku katakan, pukul 7 tepat kita akan pergi kan."
"A-anu…Kyu mian." Gugup Yesung yang merasakan wajah Kyuhyun terlalu dekat dengannya, ditambah tatapan intimidasi dan aura kesal Kyuhyun karena gara – gara Yesung pergi dengan Heechul walaupun sebentar membuat mereka berdua jadi telat.
Sreeet…Kyuhyun langsung membuang muka dan menjauhi diri dari Yesung. Kyuhyun lebih memilih melihat angka – angka yang terus berganti di dalam lift ketimbang menatap Yesung.
"Kita tidak jadi nonton." Ucap Kyuhyun dengan nada marah, sedangkan Yesung yang tidak mengerti kenapa Kyuhyun bisa semarah itu tanpa sadar cemberut dan memainkan jemarinya.
"Mian Kyu."
"…." Kyuhyun tidak mengubris sama sekali perkataan Yesung dan itu membuat Yesung semakin sedih bahkan sampai di teras depan gedung apartementnya, Kyuhyun tetap tidak bersuara.
"Apa yang harus ku lakukan agar Kyunnie tidak marah padaku lagi ?." TAP…Kyuhyun menghentikan langkah kakinya dan seutas seringai pun keluar dari bibir Kyuhyun. Perlahan Kyuhyun berbalik dan berjalan mendekati Yesung yang memang sedikit tertinggal dibelakang sana. Melihat wajah tidak semangat dari Yesung, Kyuhyun hanya terkekeh di dalam hati.
"Kissue." Minta Kyuhyun langsung sambil menunjuk kedua pipinya dengan jari telunjuk. Jadi, ini tujuan Kyuhyun bersikap marah pada Yesung. Yah…sejujurnya Kyuhyun ingin Yesung menciumnya di bibir tapi ia ingat bahwa Yesung itu lugu sama dengan bocah berusia lima tahun. Jadi, di pipi pun tidak masalah.
Cuup…Cuup...
"Baiklah, sekarang aku tidak marah lagi." Mendengar perkataan Kyuhyun, raut wajah Yesung pun langsung berbinar cerah kembali. Kali ini Kyuhyun menggengam jari tangan Yesung dan mulai berjalan bersama di trotoar khusus pejalan kaki, Kyuhyun lebih memilih berjalan kaki karena suasana malam di jalanan kotanya terlihat indah dan Kyuhyun ingin menunjukkan keindahan itu pada kekasih barunya.
.
.
[Di waktu yang bersamaan]
.
Kreeeeet…tarikan anak panah yang sudah di posisikan dibusur perak kini telah siap untuk dilepaskan, entah apa yang sang master pemilik busur pikirkan, karena sudah dua menit berlangsung ia tidak kunjung juga melesatkan anak panahnya. Kedua matanya yang biasa menatap tajam kearah objek targetnya kini berubah menjadi tatapan kosong.
"Bum…aku tidak ingin persahabatan kita hancur karena hal seperti ini..hiks…"
Syuuuut….anak panah langsung dilepaskan begitu saja ketika Kim Kibum kembali mengingat pembicaraannya bersama Donghae. TAK… anak panahnya tertancap tepat di tengah – tengah bundaran berwarna merah. Kembali, Kibum memunculkan anak panahnya dari tangan dan menarik tali busurnya lagi.
"Kumohon….. mengalahlah pada Kyuhyun."
Syuuut….TAK…Syuuut….TAK…
Syuuut….TAK…Syuuut….TAK…
Syuuut….TAK…Syuuut….TAK…
Syuuut….TAK…Syuuut….TAK…
Terus seperti itu Kibum melesatkan anak panahnya bertubi – tubi dan brutal seperti meluapkan rasa kesal dan amarahnya kepada sepuluh papan target yang telah terpasang di depannya. Kibum tidak peduli jika tangannya terluka bahkan terbakar akibat terus menerus melesatkan anak panahnya. Kibum seakan menyiksa dirinya sendiri untuk terluka agar rasa sakit yang berada di dalam hatinya tidak terasa lagi.
"Kibummie." Lirih Donghae yang sejak tadi secara diam – diam terus mengawasi dan menatap punggung temannya itu dari atas pohon yang sangat tinggi.
Saat ini Kibum sedang di atas bukit dan sudah tiga hari ia seperti ini, bahkan Donghae harus berbohong pada Kyuhyun bahwa mereka berdua akan pergi sementara waktu ke kampung halaman untuk bertemu keluarganya. Donghae tidak mungkin mengatakan hal sebenarnya pada Kyuhyun apa bahwa ia pergi untuk menemani Kibum untuk melampiaskan rasa kesalnya atas permintaan dirinya untuk merelakan Yesung.
SYUUUT…Menyadari ada anak panah datang kearah dirinya, Donghae dengan cepat menghindar dan DUUUAR… pohon itu langsung terbakar.
"Sudah ku katakan….tinggalkan aku sendiri." Dheg…. Kaget Donghae yang tidak menyadari kedatangan Kibum yang sekarang sudah berada dibelakangnya. Walaupun sama – sama memiliki kekuatan guardian dan insting yang sama tapi dalam hal kecepatan Donghae kalah dari Kibum.
Gleg…Donghae menelan ludahnya kasar dan keringat dingin mulai bercucuran keluar dari dahinya saat merasakan ujung anak panah Kibum menempel dibelakang kepalanya.
"Bum, maafkan aku." Ucap Donghae yang tidak berani untuk menoleh ke belakang.
"Keluarkan senjata mu, Donghae."
"TIDAK!." Teriak Donghae yang sudah panik sekaligus takut, Donghae tahu maksud Kibum menyuruh dirinya mengeluarkan senjata dan sampai kapapun Donghae tidak akan bertarung melawan temannya sendiri walaupun itu sebagai permintaan untuk melampiaskan rasa kesal dan amarah.
Kreeeet…Kibum semakin menarik anak panahnya ke belakang lalu sorot mata yang kosong dan ekspressi wajah yang datar, ia menatap belakang punggung temannya yang saat ini sedang ketakutan.
Brrrukk…Donghae menjatukan lututnya ke tanah dan tertunduk.
"Maa…maafkan aku bum…tolong jangan seperti ini." Mohon Donghae kali ini, sungguh Donghae merasa bersalah karena Kibum terluka seperti ini adalah salahnya. Sedangkan, Kibum yang melihat sahabat baiknya tertunduk dengan tubuh bergetar akibat menangis sesegukan perlahan menurunkan busurnya dan anak panahnya pun menghilang seperti es yang berubah menjadi uap.
TAP… TAP…Kibum berjalan hingga dirinya berada tepat di depan Donghae sekarang. Kibum sadar, bukan hanya dirinya saja yang terluka. Tapi, orang – orang terdekatnya juga ikut merasakan luka akibat tindakan bodohnya. Lagipula ini bukanlah dirinya yang bisa terpuruk akibat cinta sampai seperti ini. Kim Kibum, ia akan selalu bertindak dan berpikir tenang dalam segala hal.
"Maaf, aku mengacungkan senjata ku padamu, Hae." Dheg…Mendengar ucapan Kibum, Donghae langsung mendongakkan kepalanya ke atas dan perlahan Donghae tertawa pelan disela menangisnya. Sungguh Donghae sangat senang karena melihat sahabat terbaiknya kini sudah kembali tersenyum kepadanya seperti dulu.
"Hyung, mereka sudah berbaikan." Gumam sosok namja manis yang melihat Donghae dan Kibum dari kejauhan. Sama seperti Donghae, sudah tiga hari CHOI bersaudara yang mengetahui perihal masalah rekannya ikut mengawasi. Mereka berdua takut jika rekannya itu akan menyelesaikan masalah dengan saling melukai.
"Ayo kita pulang, Hyukkie." Seru Siwon yang langsung melesat terbang untuk pulang. Eunhyuk yang menggunakan sepatu terbang temuan ayahnya pun berusaha mengejar sang kakak yang sedang dalam mode Guardian.
"Hyung, kau juga terluka karena Yesung dengan Kyuhyun kan ?." Tanya Eunhyuk yang sekarang sudah sejajar dengan sang kakak. Menatap lurus dan membiarkan jubah berwarna sama seperti bulan yang saat ini sedang ia lintasi berkibar tertiup angin malam. Siwon seperti membiarkan sang angin menghembuskan anginnya untuk membawa pergi juga perasaan yang menyesakkan hatinya ini.
"Aku baik – baik saja."
"Hyung." Lirih Eunhyuk sedih melihat sang hyung mencoba untuk tegar dan tetap kuat di depan dirinya padahal jelas – jelas Siwon sama terlukanya dengan Kibum. Di antara ke empat Guardian, Eunhyuk akui hanya Siwon kakaknya saja tipe pria yang berpikir rasional akan kehidupan. Jika apa yang Siwon inginkan tidak sesuai harapannya maka relakan dan mencoba hal lain.
.
.
[Kembali ke KyuSung]
.
"Kyu, kenapa orang itu setelah masuk ke dalam, dikepalanya ada telinga binatang. " Tanya Yesung yang sedang asik makan es krim bersama Kyuhyun dibuat heran. Yesung heran saat melihat anak muda yang masuk ke dalam sebuah toko yang terlihat manis, keluar dengan sebuah kuping kucing dikepalanya.
"Itu namanya bando telinga binatang, anak perempuan suka sekali memakai itu agar terlihat imut. Kau mau ? ayo masuk, akan ku belikan satu." Tanpa persetujuan, Kyuhyun menggandeng tangan Yesung untuk masuk ke dalam sebuah toko pernak pernik aksesoris perempuan. Dan, mata Yesung menatap takjub dan kagum saat melihat benda – benda yang dijual disana, banyak sekali aneka bando telinga binatang yang Kyuhyun ceritakan tadi.
"Coba yang ini." Kyuhyun pun memasangkan sebuah bando telinga seekor binatang panda ke atas kepala Yesung dan Kyuhyun tidak bisa berkata – kata saat melihat penampilan Yesung, bahkan Kyuhyun berani bersumpah bahwa Yesung terlihat sangat imut dengan bando panda itu sekarang.
"Belikan aku gelang ini."
"Tapi, kemarin kita baru saja membeli sepatu couple kan."
"Uh…kau tidak mencintai ku."
"Aku mencintai mu, baiklah akan ku beli."
Kyuhyun yang sedang sibuk memilih bando yang akan ia pakaikan lagi ke Yesung, tidak sengaja mendengar pembicaraan sepasang kekasih dibelakangnya, diam – diam Kyuhyun sedikit melirik haruskah ia juga membelikan gelang couple untuk dirinya dan Yesung pakai. Tidak ingin memiliki gelang couple yang pasaran, akhirnya Kyuhyun memilih sebuah gelang yang bisa dibuat sendiri dengan memilih ornament yang sudah di sediakan.
"Berhasil!." Teriak Kyuhyun senang, butuh waktu lima belas menit untuk Kyuhyun membuat gelang couplenya sendiri dan tanpa pikir panjang ia langsung menghampiri Yesung yang sedang melihat – lihat sekitar area toko.
"Yesung lihat aku mem-…" TAP…namun langkahnya terhenti saat melihat kekasihnya sedang menatap sebuah benda yang masih masuk dalam kategori mainan yang suka sekali dipakai oleh anak perempuan untuk bergaya dia adalah seorang malaikat. Yah…sepasang sayap mainan berwarna putih sedang Yesung pandangi dengan tatapan kosong saat ini.
Sreeeet….Perlahan Yesung memegang sayap mainan itu, walaupun tidak selembut sayap miliknya tapi sayap mainan yang terbuat dari bulu – bulu binatang yang sudah diberi pengawet itu mampu membuat Yesung tersenyum tanpa sadar. Sayap putih ini menginggatkan dirinya akan sayap miliknya yang sudah tidak bisa ia gunakan untuk terbang.
"Jika kau mau, ambillah…" Seru Kyuhyun membuat Yesung sedikit terkejut karena tadi dirinya sedang melamun.
"Tidak…aku sudah punya kan, hehehe." Yesung mencoba tersenyum dan Kyuhyun tidak suka senyuman Yesung saat ini, karena senyuman itu adalah senyuman terluka. Melihat Kyuhyun menggengam sesuatu di tangannya, Yesung pun tanda sadar menyentuh genggaman itu.
"Apa kau membeli sesuatu, Kyu ?."
"Ti-tidak, ayo kita keluar." Dengan cepat Kyuhyun mendorong punggung Yesung untuk segera keluar dari toko dan tidak lupa menaruh gelang buatannya ke tempat semula. Namun, baru saja berjalan 10 langkah, Kyuhyun terlihat resah karena kepikiran antara membeli barang itu atau tidak.
"Tunggu disini." Akhirnya Kyuhyun kembali ke toko dan tidak lama Kyuhyun keluar dengan membawa sebuah sayap putih mainan di tangannya.
"Kyu…" Lirih Yesung yang menatap tidak percaya bahwa Kyuhyun akan memberikan dirinya sebuah sayap putih. Sayap mainan yang diberikan Kyuhyun berbeda dengan yang ia lihat, sayap yang Yesung lihat tadi adalah sayap mainan untuk ukuran anak kecil sedang sayap mainan yang diberikan oleh Kyuhyun yang ada di tangannya adalah ukuran untuk orang dewasa.
"Pokoknya harus terima! Terima! Karena, aku tidak suka penolakan." Paksa Kyuhyun dengan memalingkan wajahnya ke samping karena malu memberikan sebuah hadiah sayap mainan ke Yesung. Mana ada laki – laki memberikan mainan seperti ini kepada kekasihnya.
"Hehehe." Tanpa di duga Yesung terkekeh melihat tingkah malu Kyuhyun dan perlahan Yesung memeluk sayap mainan itu dengan erat. Semburat merah di pipi Yesung perlahan terlihat, semburat itu menandakan bahwa Yesung sangat senang menerimanya.
'Haaa…tadinya aku ingin memberi mu sebuah gelang juga Yesungie, tapi ketika aku kembali noona penjaga tokonya sudah membongkar gelang itu.' Batin Kyuhyun meratapi nasibnya yang sudah susah payah membuat malah menjadi sia – sia. Namun, melihat Yesung sesenang ini, rasa kecewanya terobati. Setidaknya ia bisa memberikan sesuatu yang membuat Yesung tersenyum.
.
.
Kryuuk…Kryuuuk…Suara khas perut sedang lapar terus saja berbunyi di meja paling ujung disebuah restoran daging panggang, restoran ini letaknya tidak jauh dari lokasi tempat tinggal Kyuhyun berada.
CEES…CESSS… suara daging yang baru saja ditaruh Kyuhyun di pemanggang berbunyi dengan nyaring akibat terkena lempengan besi panas yang akan membuat daging tersebut matang. Lembar demi lembar daging iga sapi ditaruhnya, tidak lupa usus pork yang terkenal enak juga ada di pemanggang.
"Kyu, kapan dagingnya matang."
"Mwoya, ini baru saja ditaruh. Setidaknya kita harus menunggu 30 menit untuk menikmatinya." Seru Kyuhyun sembari mengatur letak dagingnya. Sedangkan, Yesung yang mendengar masa waktu akan kematangan daging di depannya ini hanya bisa menghela nafas dan meminum sebotol susu pisang yang di pesan banyak oleh Kyuhyun.
"Cobalah makan ini." Tawar Kyuhyun yang sedang menyumpitkan tumisan sayurhijau lalu menyodorkan ke Yesung. Bukannya membuka mulut agar Kyuhyun memasukkan tumisan itu ke dalam mulutnya, Yesung malah menggendusnya.
"Uggh…baunya aneh." Yesung pun langsung menutup hidung dan mulutnya dengan tangan membuat Kyuhyun mendengus kesal dan memasukkan tumisan tersebut ke dalam mulutnya sendiri.
"Sayuran itu sehat tahu." Kyuhyun terus memakan makanan yang tidak bisa dimakan oleh Yesung. Bahkan, Kyuhyun sengaja makan dengan sedikit agak berlebihan dengan menggucapkan kata – enak- berulang kali setiap makanan tersebut masuk ke dalam mulutnya.
Gleg…Yesung menelan ludahnya dengan kasar saat melihat Kyuhyun makan dengan begitu nikmat, perlahan Yesung mengangkat sumpitnya dan menatap satu persatu menu makanan yang di pesan Kyuhyun selain daging panggang.
'Dia akan makan itu….' Batin Kyuhyun yang melihat arah tangan Yesung sudah mulai bergerak menuju sebuah piring besar yang berisi tumisan bihun, senyum senang Kyuhyun pun sedikit menggembang dan...
"YAAK! JANGAN MENGAMBIL DAGINGNYA SAJA YESUNG." Teriak Kyuhyun refleks saat menyadari Yesung mengacak – acak tumisan bihunnya dan mengambil daging yang terselip di masakan tersebut.
"Wae ?." Sembari mengunyah daging yang ditemukan, Yesung terus mengacak – acak menu makanan lainnya. Alhasil semua menu tumisan dan sup yang di pesan Kyuhyun yang terdapat daging sekarang tidak ada daging sama sekali.
"Kyu, ppali….Ppali." Perintah Yesung pada Kyuhyun yang sibuk menggunting – gunting lembaran daging dan usus pork yang sudah hampir matang menjadi potongan lebih kecil.
"Jika ingin cepat, cium bibir ku dulu ba-." CUUP… Tanpa banyak melawan dan bertanya, Yesung langsung menarik kepala Kyuhyun yang berada di sebrang mejanya dan mengecup bibir Kyuhyun hingga sang empu yang baru saja di cium hanya bisa menggedipkan matanya. Padahal ia hanya asal bicara tadi dan Yesung melakukannya begitu saja.
CEEESSS…
"Aww…aiiish." Ringgis Kyuhyun perih, akibat terbengong salah satu jari kelingkingnya terkena pemanganggan. Dan, Yesung yang melihat Kyuhyun terus saja meniup tangannya langsung berdiri dari duduknya dan pindah ke samping Kyuhyun.
"Kemarikan tangan mu, Kyu." Minta Yesung agar Kyuhyun meletakkan tangan yang terluka di atas telapak tangannya. Perlahan di genggamnya tangan Kyuhyun dengan hati – hati dan cahaya hijau menyeruak dari telapak tangan Yesung dan luka Kyuhyun pun menghilang.
"Gomawo." Betapa beruntung dan bahagianya Kyuhyun memiliki kekasih yang memiiki kekuatan super seperti Yesung. Kapan pun dirinya terluka, Yesung akan selalu menyembuhkan lukanya walaupun itu akan membuat energinya melemah. Rela mati demi Yesung itu yang Kyuhyun janjikan pada Yesung di awal sebelum dia menjadi seoarang Guardian dan bahkan sampai ia menjadi kekasihnya sekarang, janjinya akan terus berlaku.
"Aku akan menyuapi mu." Seru Kyuhyun yang kemudian mengambil sepotong daging panggang yang telah matang lalu mencelupkannya di saus dan menyodorkannya ke Yesung dengan menjadikan tangan kirinya sebagai wadah agar tetesan saus tidak mengenai pakaian Yesung. Its sweet.
"Ini enak~." Gumam Yesung yang sedang mengunyah daging di mulutnya.
"Tentu saja, di restoran ini mereka menyediakan daging berkualitas tinggi." Jelas Kyuhyun yang tidak di mengerti oleh Yesung. Bagi Yesung selama itu adalah daging, entah sapi atau hewan apapun akan dia makan dan rasanya akan sama enaknya.
.
.
[Di waktu yang bersamaan]
.
"Kota yang indah…" Gumam pemegang elemen yang saat ini sedang menikmati pemandangan kota Seoul di malam hari dengan berdiri di atas ujung tiang Namsan Tower. Lampu warna – warni yang di timbulkan entah dari lampu mobil, lampu jalanan atau rumah – rumah, lampion, bahkan bintang dan bulan yang menerangi tidak kalah terangnya menghiasi kota.
"Aku ingin melihat kota ini dalam kegelapan." Dengan sekali ayunan tangan, perlahan lampu kota Seoul meredup dan bersamaan dengan menyalanya simbol yang berada di punggung tangannya, kota Seoul….
ZZEEB… ZEEB…ZEEEB… gelap secara berurut dari satu kota ke kota lainnya. Semua benda yang mengeluarkan cahaya langsung padam entah itu elektronik seperti ponsel, TV dan alat transportasi seperti kereta, mobil, bus bahkan pemancar pun tidak mengeluarkan cahaya sama sekali.
"KYAAA….ADA APA INI, LAMPU MOBILNYA TIDAK MENYALA." Teriak sekaligus panik salah satu penggendara mobil di jalan raya yang tiba – tiba lampu mobilnya ikutan padam.
CIIITTTT…BRAAAAK…. BRAAAKK… Banyak dari mobil, Bus, kereta memilih untuk menghentikannya di tengah jalan dan juga tidak banyak dari mereka saling menabrak akibat tidak ada penerangan sama sekali walaupun mesin masih menyala.
"Keluarlah Dewa Kematian, jangan bersembunyi."
.
.
"Kepada para warga Korea Selatan, kami minta maaf atas ketidak nyamanan yang sedang terjadi sekarang. Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi sepertinya Negara kita mengalami gelap gulita. Padahal listrik menyala, tapi tidak ada satu pun benda yang mengeluarkan cahaya menyala. Kami akan menyelidikinya diharapkan untuk warga tetaplah di dalam ruangan dan berhati – hati." Intrupsi pemerintah Korea dari jaringan radio dan speaker yang terpasang di seluruh sudut kota.
"Daebak! bahkan lilin dan obor yang tidak menggunakan listrik pun tidak bisa menyala." Terkejut Donghae kali ini yang sudah 10 menit berusaha menyalakan lilin dan kayu dengan korek api hanya menyala selama lima detik lalu padam begitu saja. Setidaknya di halaman belakang rumahnya kondisi terang akibat sinar rembulan yang tidak akan pernah lelah menyinari bumi di malam hari.
FuufuuuuFuuu….Tiba – tiba terdengar suara burung hantu saling bersahutan, membuat Donghae yang sedang berjongkok menjadi terkejut dan merinding.
"GYAAA! Kibuum..!." Teriaknya histeris dan langsung memeluk lengan Kibum yang memang sejak tadi terus berdiri disampingnya.
"Bum, lakukan sesuatu! kau tahu kan aku takut hantu." Donghae memejamkan matanya, ia benar – benar takut akan kondisi kota Seoul saat ini yang sedang gelap gulita. Suasananya sekarang menjadi mencengkam sekali. Udara dingin yang berhembus membuat kota terlihat sangat menyeramkan.
"Ini pasti ulah pemegang elemen." Yakin Kibum yang sedang mengawasi keadaan sekitar. Perlahan Kibum menajamkan pendengarannya dan benar saja apa yang ia pikirkan. Tidak ada satu suara manusia pun yang terdengar olehnya, langkah kaki manusia dan suara hewan seperti anjing tetanggaya pun tidak ada. Padahal lingkungan tempat tinggal mereka termasuk kawasan ramai.
Drrrrrttt…Merasakan ponselnya bergetar, Donghae menggeluarkan ponselnya dan menatap lekat – lekat untuk melihat nama si penelfon. Tapi, karena ponselnya tidak bisa mengeluarkan cahaya dan Donghae hanya bisa melihat layar hitam pekat saja dengan suara deringan ponsel yang masih menyala, ia pun menjadi frustasi.
"Yak! aku tidak bisa melihat namanya."
"Sudah angkat saja."
"Bagaimana aku mengangkatnya ? tombol icon nya juga tidak terlihat!." Greget Donghae yang sedikit menyesal ponselnya adalah layar sentuh. Dimana seluruh ponselnya adalah layar.
"Menerima telefon kan tinggal tekan bagian bawah layar lalu geser ke kiri." Seru Kibum dan Donghae hanya nyengir kuda. Benar juga yang dikatakan Kibum, Donghae pun melakukan apa yang dikatakan Kibum.
"Nuguya ?."
"…."
"Bagaimana bisa kalian menggunakan ponsel ?."
"…"
"Benar juga, telefon umum masih memakai tombol bukan touch screen, hahaha."
"….."
"Baiklah aku dan Kibum akan ke sana."
PIIIP…sambungan terputus. Siwon, Kibum, Donghae berserta Eunhyuk yang merasakan kejangalan pun bergegas untuk bertemu di taman dan mendiskusikan apa yang sedang terjadi di negaranya saat ini. Namun, karena gelap gulita akan memakan waktu lama jika melewati jalur darat, jadi akan lebih mudah da cepat jika mereka lewat jalur atas karena di atas langit di terangi oleh sinar bulan dan juga Siwon sadar bahwa jika dalam mode Guardian mata mereka seperti kucing yang dapat melihat dengan jelas di kegelapan.
"Bum, apa tidak apa – apa ? kau akan bertemu dengan Yesung dan Kyuhyun." Mendengar pertanyaan Donghae, Kibum yang baru saja selesai merubah diri menjadi Mode Guardian tersenyum. Temannya itu masih saja khawatir kepadanya.
"Fokuslah." Nasehat Kibum yang langsung melesat ke udara lalu di susul oleh Dongahae. Melihat Kibum dari belakang, Donghae pun sadar Kibum itu ternyata memiliki bahu yang lebar sama seperti dirinya. Pantas saja ia suka sekali menyandarkan diri ke Kibum bahkan selalu bergantung pada temannya itu, entah apa jadinya jika tidak ada Kibum dan Kyuhyun di dalam hidupnya. Mungkin Donghae akan merasa kesepian, Kibum adalah teman pertamanya sebelum Kyuhyun datang, dan Donghae sangat mencintai persahabatan mereka itu.
"Jika kau lambat, aku akan meninggalkan mu."
"MWOYAA! ANDWEEE."
Wuuussshh…Donghae pun langsung melesat dengan kecepatan tinggi dan mengejar Kibum lalu menendang Kibum dari samping hingga membuat Kibum yang tiba – tiba di tendang langsung goyang ke kiri. Tidak terima di tendang, Kibum pun membalas dengan meninjunya. Kini mereka berdua terbang dengan saling membully satu sama lain.
.
.
[Kyuhyun dan Yesung]
.
"Dasar pemegang elemen sialan!." Kesal Kyuhyun yang kencannya sudah terganggu oleh ulah musuh. Dengan menggandeng tangan Yesung, ia terus melangkahkan kakinya di jalanan trotoar yang sangat sepi dan tidak berpenghuni ini.
"Kyuu." Yesung mencoba memanggil Kyuhyun yang sedang menyeretnya untuk berjalan. Namun, Kyuhyun yang terlalu kesal karena pemegang elemen membuat ia tidak menyadari keadaan sekitar yang seperti kota mati ini. Gelap, dingin, mencengkam dan seperti banyak pasang mata sedang mengawasi mereka berdua.
TAP…TAP…TAP…dari arah belakang Yesung terdengar suara langkah kaki mendekat dan entah kenapa Kyuhyun tidak mendengar panggilan Yesung sejak dari tadi. Perlahan namun pasti langkah kaki tersebut semakin mendekati kearah Yesung dan...
GREEEB…kerah baju belakang Yesung tertarik hingga membuat tautan tangan dirinya dengan Kyuhyun terlepas begitu saja, merasakan pegangan tangannya terlepas refleks Kyuhyun langsung membalikkan badannya dan dengan mata kepala Kyuhyun sendiri, ia melihat Yesung sedang dikerumuni oleh segerombolan tengkorak hidup.
"KYUUUUU!." Teriak Yesung meminta tolong dan ZEEEB….darah merembes keluar dari bahu kiri Yesung akibat sebuah tulang berujung runcing menusuk bahunya hingga tembus ke belakang.
"Hooekk…uhuk…uhuk." Darah kental berwarna hitam pekat tumpah keluar dari mulut Yesung dalam jumlah banyak.
"Ye-yesungie..." Kyuhyun menatap nanar kekasihnya saat ini, sekali lagi Kyuhyun melihat Yesung terluka di depan matanya akibat dirinya yang ceroboh tidak menjaga Yesung dengan baik. Tidak terima Yesung dilukai seperti itu, gejolak amarah Kyuhyun pun perlahan naik hingga sorot matanya kini berubah menjadi tatapan penuh emosi.
"YAAAAAAAK! BERANINYA KALIAAAAAAAAN." Teriak Kyuhyun yang saat ini alam bawah sadarnya lagi – lagi menguasai dirinya. Tanpa Kyuhyun sadari, ia berubah menjadi Mode Guardian dan mengeluarkan pedang eisimeteornya lalu menebas semua tengkorak yang ada di depan matanya secara brutal.
CRASSSHH….CRRASSHH…Semua tengkorak di depan matanya ia potong hingga hancur dan bahkan bukan hanya musuhnya saja ia hancurkan tapi bangunan disekitar mereka hancur akibat kekuatan tebasan Kyuhyun yang tidak bisa dikendalikan.
"HENTIKAN KYUHYUUUN!." Dheg…mendengar teriakan Yesung, tubuh Kyuhyun bagaikan tersihir untuk tidak bergerak dari tempatnya sama sekali dan kesadarannya pun kembali.
TRAAANG….Pedang ditangan Kyuhyun perlahan terjatuh dan Kyuhyun melihat sekeliling area tempat yang baru saja ia hancurkan, banyak ratusan tulang tengkorak berserakan dimana – mana lalu bangunan yang sudah runtuh dan terpotong – potong itu membuat kota Seoul porak – poranda seperti habis perang dunia.
"A-apakah aku yang me-."
"Gweachana Kyuu." Lirih Yesung langsung memotong ucapan Kyuhyun. Yesung tahu Kyuhyun akan menyalahhkan dirinya maka dari itu Yesung harus tersenyum dan menenangkan dirinya bahwa apa yang sedang Kyuhyun lihat dan pikirkan adalah salah.
'Dia bertarung di bawah alam sadarnya, sama seperti pada waktu ia menyerang ku di kamar tempo lalu dan ini terjadi ketika Kyuhyun marah.' Batin Yesung yang sudah mulai sedikit mengerti tentang Kyuhyun yang memiliki kekuatan lebih, dan kekuatan itu bangkit ketika alam sadarnya mengambil alih tubuhnya.
"Luka mu…."
Dheg….Akibat melamun, Yesung tidak menyadari bahwa Kyuhyun saat ini sudah berjongkok di depannya sambil memegangi pipinya. Diliriknya bahu Yesung yang sedang terluka, disana tulang yang menembus bahu Yesung masih tertancap.
SREEEEET….tanpa rasa takut, Yesung mencabut tulang itu dari bahunya begitu saja, membuat Kyuhyun terbelak kaget. Bagaimana bisa Yesung mencabut tulang itu yang seakan – akan tulang itu adalah jarum yang sedang menusuk jarinya.
"Hehehe…aku tidak apa – apa, Kyunnie..." Kekeh Yesung disela menahan rasa sakitnya. Biasanya jika Yesung mengalami luka selama pertarungan, tubuhnya akan meregenerasikan diri dengan menggunakan kekuatan pemegang elemen Healing yang dalam waktu beberapa menit saja akan sembuh. Namun, untuk sekarang entah kenapa luka itu tidak bisa di sembuhkan. Dan, Kyuhyun menyadari itu.
.
.
"Kemana semua manusia di Kota, mereka seakan menghilang." Seru Eunhyuk yang sedang melihat ke bawah sambil terbang menggunakan fly shoesnya, saat ini kota Seoul hampir di seluruh pelosok tidak ada satu pun manusia ditemukan.
"Kalian menemukan sesuatu ?." Tanya Kibum saat melihat Siwon, Eunhyuk dan Donghae sudah kembali dari misi mereka. Dan, semua menggelengkan kepalanya bahwa pencarian dan pengecekan mereka menunjukkan tidak ada satu mausia pun ada di sini.
"Tanda – tanda akan keberadaan Kyuhyun dan Yesung pun juga tidak ada." Seru Kibum yang sejak dari tadi mencari hawa keberadaan rekannya itu tidak membuahkan hasil juga.
"Apa mungkin pemegang elemen membawa mereka ke dimensi lain." Siwon menggeluarkan pendapatnya dan Kibum langsung menyerngitkan dahinya.
"Maksud mu ?."
"Dulu, aku dan Hyukkie pernah dibawa ke dimensi lain bersama Kyuhyun dan Yesung, mungkin saja mereka berdua dibawa kesana lagi. " (baca chapter 6) mendengar penjelasan Siwon, Kibum menggangukkan kepalanya. Mungkin saja yang dikatakan Siwon benar, karena jujur Kibum tidak menangkap hawa keberadaan Yesung dan Kyuhyun, atau sebenarnya mereka berempatlah yang berada di dimensi yang dikatakan Siwon. Tapi itu tidak mungkin, karena jelas – jelas Kibum tahu betul saat ini mereka ada di Seoul kota tempat tinggalnya.
DUUGGH…DUUGH…Tiba – tiba bumi berguncang dan bergetar dengan hebat.
"GYAAAAAA…..APA ITUUUUUU." Teriak Donghae membuyarkan pikiran Kibum dan rekannya. Terlihat di depan mereka saat ini terdapat lima buah raksasa manusia batu sedang berjalan kearahnya. Pohon, rumah, gedung perkantoran, apartement dan apapun yang sedang mereka lewati dihancurkan.
"Hellooo~….perkenalkan aku Dewa Earth dan ini adalah anak – anak ku, lucu bukan." Seru sesosok pria berjubah yang sedang berdiri di atas kepala manusia batu. Dewa Earth adalah pemegang elemen yang menguasai bumi khususnya tanah dan bebatuan. Bahkan dengan kekuatannya ia bisa mengguncangkan tanah di Bumi.
"Kau! Dimana Kyuhyun dan Yesung berada, pasti kalian menyembunyikan mereka kan!." Tanya Kibum yang sudah siap melesatkan anak panahnya kearah Dewa Earth. Namun, Dewa Earth tidak takut dengan ancaman Kibum, ia dengan santai duduk di kepala manusia batu tersebut sambil menyilangkan kaki.
"Maksud mu Dewa Kematian dan rekan kalian itu ? ah…mereka sedang bersenang – senang dengan teman ku. Jangan khawatir karena kalian juga akan mati." CTAAAK….Sekali jentikan jari, empat manusia batu raksasa berjalan kearah Siwon, Eunhyuk, Kibum dan Donghae.
DOOOR…DOOOR…DOOOR….DOOOR…
DOOOR….DOOOR….DOOOR…DOOOR…
Dengan pistol Hacklernya, Donghae menembaki seluruh badan manusia batu tersebut dengan brutal hingga tubuh manusia batu tersebut berlubang dimana – mana. Dan, layaknya seorang penembak jitu, Donghae meniup ujung pistolnya seperti mengatakan 'Good job' pada senjata hebatnya.
SYUUUUT….TAAK….SYUUUUT….TAAK…
SYUUUUT….TAAK….SYUUUUT….TAAK…
Sama halnya dengan Donghae, Kibum tidak kalah kerennya dalam menghancurkan musuhnya. Dengan konstentrasi penuh dan ketepatan dalam membidik sasaran yang di miliki olehnya ia melesatkan dan menancapkan begitu banyak anak panah ke seluruh tubuh manusia batu tersebut seperti pohon kaktus.
KREEEK…KRAAK…perlahan ditubuh manusia batu tersebut tergambar garis – garis retakan dan PRAAANGG…. Runtuh dan hancur bagaikan debu.
"TOLOOONG!." Teriak Eunhyuk yang melihat manusia batu raksasa sudah melayangkan tinju besar kearah wajahnya. Mereka berdua lupa bahwa hanya Eunhyuk saja yang tidak memiliki kekuatan Guardian.
DUUAAAARRRRH…..Sebelum tangan manusia batu itu memukul wajah Eunhyuk, tangan hingga seluruh tubuh manusia batu itu sudah lebih dulu hancur dengan sekali pukul yang dilakukan oleh…Siwon.
"Jika kau berani menyentuh adik ku seujung rambut pun, jangan harap aku akan mengampuni kalian." Ucap Siwon sambil meniup kepalan tangannya dari sisa – sisa debu manusia batu yang baru saja ia hancurkan. Melihat kemampuan Guardian musuhnya, Dewa Earth menjilat bibir bawahnya. Ini membuat dirinya tertarik untuk mencoba kekuatan barunya untuk menghabisi para pengikut Dewa Kematian.
"Baiklah, kita sudahi pemanasan ini." Seru Dewa Earth yang perlahan mengigit ujung salah satu jarinya lalu meneteskannya ke bawah hingga jatuh ke tanah bumi. Pasir, tanah dan bebatuan yang berada di area kini berkumpul jadi satu lalu menggumpal dan membentuk suatu makhluk yang lebih tinggi dan besar dari manusia batu tadi.
"GOOARRRHHHHH…" Erangnya makhluk itu dengan penuh kekuatan hingga membuat Kibum, Donghae dan Siwon yang memeluk sang adik yaitu Eunhyuk terpental sangat jauh hingga menabrak gedung – gedung tinggi di belakang mereka.
"Hosh….Hosh...Hampir saja, kau tidak apa – apa Hyukkie ?." Tanya Siwon yang baru saja menabrak sebuah gedung perkantoran full kaca.
"I'am okey Hyung, gomawo." Jika sang kakak tidak menyelamatkan dirinya, pasti saat ini tubuh Eunhyuk sudah penuh dengan darah karena menabrak gedung kaca dan bahkan mati. Untung saja ia memiliki kakak yang bisa menyelamatkan dirinya dan hanya goresan kecil saja yang Eunhyuk terima di wajah dan tubuhnya.
"Tunggulah disini, hyung harus membantu Donghae dan Kibum." Perintah Siwon yang tadi sempat melihat Kibum dan Donghae sudah maju menyerang kembali untuk melawan monster entah apa namanya yang jelas sangat kuat. Karena, monster itu tidak mudah dihancurkan dan sekali hancur monster tersebut kembali ke bentuk semula.
GREEEB….Eunhyuk menahan kepergian sang kakak sejenak dengan menarik tangannya. Sembari menundukkan kepalanya, Eunhyuk sedikit terisak. Lagi – lagi Eunhyuk hanya merepotkan sang kakak dan membuat beban sang kakak bertambah dengan melindungi dirinya yang tidak bisa membantu apapun. Eunhyuk sadar ia bukan seorang Guardian dan bodohnya ia terus ikut kemana pun sang kakak pergi yang jelas – jelas sangat berbahaya untuk dirinya yang seorang manusia biasa.
Srreeet….Siwon mengacak – acak rambut Eunhyuk dengan lembut, Siwon tahu apa yang di pikirkan oleh sang adik saat ini.
"Tenanglah, kau tidak merepotkan hyung. Justru hyung senang karena kau selalu bersama dengan ku." Perlahan Eunhyuk mulai melepaskan tangannya dan Siwon pun berjalan perlahan meninggalkan sang adik di sebuah gedung yang dirasa cukup aman untuk Eunhyuk berlindung dari serangan pertarungan mereka nanti.
TAP…TAP…Melihat punggung sang kakak dari jauh, Eunhyuk hanya bisa menatap dan menatap. Tanpa menjadi Guardian pun, Siwon tetaplah seorang pahlawan dimata Eunhyuk. Seandainya ia boleh egois biarlah Kibum, Donghae atau Kyuhyun saja yang membereskan. Tapi, sang kakak adalah salah satu dari mereka dan ia harus mendukung.
"Kembalilah dengan selamat, Hyung." Lirih Eunhyuk yang dapat di dengar jelas oleh Siwon. Dan, sebelum ia menyusul kedua temannya Siwon tersenyum.
.
.
TAAANG….TIIING… suara pedang saling bebenturan satu sama lain. Saat ini Kyuhyun sedang bertarung dengan pemegang elemen Light. Dengan pedang cahayanya, Dewa Light terus menyerang Kyuhyun dengan kecepatan cahayanya.
'Sial…dia terlalu cepat.' Batin Kyuhyun yang terenggah – enggah di sela bertarung. Kondisi Kyuhyun saat ini sudah banyak memiliki luka goresan di tubuhnya, Kyuhyun hanya bisa menangkis dan menahan serangan Dewa Light agar tidak ada celah untuk Dewa Light menusuk dirinya.
"SShhhh…luka ini tidak bisa di sembuhkan." Gumam Yesung yang sedang bersandar di dinding bangunan runtuh. Perlahan telapak tangan yang sedang menutupi luka di bahunya ia buka dan jelas sekali terlihat luka yang telah dibuat oleh makhluk tadi bukanlah berasal dari makhluk biasa.
Dewa Light yang melihat Dewa Kematian sedang dilindungi oleh Kyuhyun, tersenyum disela bertarungnya.
"Kau tahu, luka di tubuhnya tidak akan bisa disembuhkan oleh kekuatan Dewa Healing yang terdapat di dalam tubuhnya…Dia akan mati, hahaha." Tawa Dewa Light yang senang karena berhasil melukai tubuh Dewa Kematian secara permanen.
"DIAM KAUUU!." Geram Kyuhyun yang langsung mendorong tubuh Dewa Light dengan kuat hingga ia jatuh tersungkur. Melihat celah, Dewa Light langsung melesat kearah Yesung yang sedang tergeletak lemah.
"Akan ku buat dia cacat, dengan luka yang ku buat." Wuuushh….haruskah Kyuhyun melihat Yesung terluka di depan matanya lagi ? Tidak, Kyuhyun tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Tapi apa yang harus ia lakukan untuk menghentikan Dewa Light. Dewa itu terlalu lincah dan cepat untuk menjadi lawan bertarungnya.
Greeb…Genggaman pada pedangnya semakin kuat. Kini entah apa yang terjadi di mata Kyuhyun, Dewa Light yang sedang melesat dan mengarahkan pedang cahanya kearah Yesung bergerak sangat lambat.
TRIIIINGGGG…..Pedang eisemeteor milik Kyuhyun bersinar dengan kuat hingga membuat Dewa Light menjadi tidak bisa bergerak dan Kyuhyun langsung bergerak ke atas hingga menembus awan lalu menukik ke bawah dengan kecepatan tajam. Yesung tidak menyangka bahkan tidak tahu bahwa Kyuhyun memiliki kekuatan seperti itu hanya menatap ke atas, dimana Kyuhyun sedang mengarahkan pedangnya ke Dewa Light.
Bersamaan dengan Kyuhyun melesatkan pedang dari atas langit, turun sebuah cahaya dan bayangan seorang dewa sedang memegang pedang besar yang sama persis dengan eisimeteor milik Kyuhyun menukik dengan tajam dan ZEEEEB….dalam waktu singkat pedang Kyuhyun sudah tertancap di jatung Dewa Light.
"Ba-bagaimana bisa..." Kaget Yesung tidak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat. Di belakang Kyuhyun tadi bayangan sosok dewa yang amat sangat ia kenal muncul. Ker…Kembaran dirinya tadi muncul bersama Kyuhyun seperti sedang membantu Kyuhyun untuk mendorong pedang kuat itu agar menusuk Dewa Light.
"Hahh…Haaah…hampir saja." SRAAAK…Kyuhyun melepaskan pedangnya dari tubuh Dewa Light. Dan, bersamaan dengan itu tubuh Dewa Light melebur menjadi cahaya dan terbang seperti kunang – kunang.
TAP…TAP…Kyuhyun berjalan mendekati Yesung dengan membawa jiwa pemegang elemen yang berhasil ia bunuh dengan tangannya sendiri. Jiwa berwarna putih itu perlahan berjalan menuju tubuh Yesung setelah Kyuhyun berjongkok di depan sang kekasih.
"Mmmh…" Yesung bisa merasakan jiwa tersebut masuk kedalam tubuhnya dan membaur dengan jiwa – jiwa lainnya. Sreeet….Dengan coat biru dongkernya, Kyuhyun menutupi tubuh depan Yesung yang sedang terluka.
Greeb…Kyuhyun mengangkat tubuh Yesung agar ia bisa beristrirahat di dalam gendongannya.
"Lihat Kyu, ada jiwa lain menuju ke sini." Tunjuk Yesung yang melihat sebuah cahaya berwarna coklat datang menghampirinya dan dibelakang cahaya tersebut terdapat Donghae, Kibum, Siwon dan Eunhyuk. Sepertinya mereka juga berhasil mengalahkan Dewa Earth.
"YESUUUUNG! Benarkan yang ku bilang, jiwa ini akan membawa kita menuju Yesung." Senang Donghae yang sudah menemukan Yesung sekaligus Kyuhyun. Setelah cahaya coklat tersebut masuk kedalam tubuh Yesung, satu persatu kaki Eunhyuk, Siwon, Donghae dan Kibum menapak ke tanah lalu merubah kembali ke bentuk asal mereka yaitu pakaian manusia.
"Apa yang terjadi padanya ?." Tanya Kibum yang melihat Yesung di gendongan Kyuhyun banyak sekali bercak darah di wajah dan leher putihnya.
"Itu…." Kyuhyun tidak berani mengatakan pada rekannya apa yang sudah terjadi pada Yesung. ZEEEB...ZEEEB…penerangan lampu kota Seoul perlahan menyala dan gedung – gedung yang rusak parah kini kembali ke sedia kala lagi.
"Yesung." Lirih Kyuhyun dan semua menatap kearah Yesung, ini pasti ulahnya lagi yaitu mengembalikan kota seutuhnya dengan menggunakan kekuatan yang ia miliki. Itu pasti memerlukan energi yang sangat banyak.
"Tunggu sebentar." Yesung pun memejamkan matanya dan perlahan satu persatu manusia muncul di tempat masing – masing disaat pemegang elemen belum melakukan sesuatu pada kotanya tadi, tidak lupa Yesung menghapus ingatan manusia agar melupakan kejadian hari ini.
"Sudah cukup! Istrirahatlah." Seru Kyuhyun yang tidak tahan melihat Yesung terus saja menggunakan energinya. Dan, Yesung yang dimarahi oleh Kyuhyun hanya terkekeh di sela lemahnya tubuh yang sudah tidak bisa di ajak kompromi lagi.
"Para manusia tadi di sembuyikan di dimesi lain, apa aku benar Yesungie ?."
"Kau benar, Siwon…akhhh.." Yesung menggerang ketika tidak sengaja Siwon memegang bahunya yang sedang terluka. Dan, dengan cepat Kibum membuka Coat biru dongker yang menutupi tubuh Yesung dan mata Kibum terbelak tidak percaya. Bahu Yesung berlubang dan terus mengeluarkan darah.
"KAUU!." Plaaak….Kibum menampar pipi kanan Kyuhyun dengan keras membuat manusia yang ada disana langsung memperhatikan mereka. Enam pria tampan dan manis, kini menjadi pusat perhatian.
"Yayaya…apa yang kalian lakukan, jangan bertengkar. Sebaiknya kita bawa Yesung untuk di obati dulu, itu yang penting." Nasehat Donghae dan di anggukan oleh Eunhyuk yang sedang menahan tangan Kibum.
"Kau benar Hae." Kyuhyun pun tersenyum lalu membungkukkan badannya kearah Kibum, Siwon dan Donghae. Eunhyuk yang melihat tahu betul apa yang sedang Kyuhyun lakukan saat ini, Kyuhyun sedang meminta maaf kepada mereka bertiga, karena dirinya tidak bisa menjaga Yesung.
"Hyukjae, bisa kau bawakan kantung itu untuk ku."
"Te-tentu Kyu." Eunhyuk pun berjalan kearah sebuah paper bag yang tergeletak dibawah tiang lampu jalanan dan mulai mengikuti para Guardian pergi meninggalkan tempat.
"Yee, sayap mainan." Gumam Eunhyuk yang mengintip isi paper bag tersebut.
.
.
[NEXT DAY]
.
Apartement keluarga CHO. Lebih tepatnya di sebuah ruangan rahasia dimana sang istri nyonya Cho tidak mengetahuinya, terlihat ada sebuah laboratorium yang beberapa bulan lalu telah di bangun khusus oleh penerus ke tujuh keluarga CHO.
Blluup…Bluup…Terdengar suara gelembung disebuah tabung yang terus naik, menandakan bahwa sesosok makhluk yang ada di dalamnya sedang bernafas.
"Dad, apa Yesung akan sembuh ?." Tany Kyuhyun cemas dan khawatir melihat sang kekasih berada di dalam sebuah tabung berisi cairan yang entah apa itu namanya. Hanggeng, sang ayah yang sedang menangani pengobatan Yesung akibat luka yang ia dapat kemarin hanya menghela nafasnya lalu menatap sang anak yang sejak dari tadi menatap tabung besar di depannya ini.
"Daddy tidak tahu Kyu, menurut catatan kakek mu. Cairan ini akan menyembuhkan luka tapi tidak pasti 100% akan sembuh. Semua penemuan pasti akan meninggalkan efek sampingnya Kyu." Jelas Hanggeng yang sedang memperhatikan layar monitor kecil yang terpasang di tabung yang berisi Yesung.
Sreeet…Kyuhyun menyentuh dinding kaca tabung itu, dingin. Tabung itu terasa sangat dingin dan Yesung sedang berada di dalam cairan dingin tersebut. Mata indah yang Kyuhyun sukai kini sedang tertutup rapat dan itu sudah berlangsung selama empat hari.
"Kenapa kau menutup mata mu, bukalah mata mu Yesungie." Lirih Kyuhyun sembari menatap sosok Yesung dengan tatapan memohon. Untuk kedua kalinya Kyuhyun melihat Yesung berada di dalam sebuah tabung (chapter 1). Pertama, ketika dirinya masih kecil dimana Yesung sedang tertidur dan sekarang kejadian tersebut terulang kembali dan itu adalah salahnya yang tidak bisa menjaga Yesung dengan baik.
"Uhuk…"
BLUUPP…BLUUUP…Seakan hati mereka tersambung, Yesung tiba – tiba memberikan reaksi akan ucapan Kyuhyun barusan. Dan, itu membuat lampu deteksi energy di samping Hanggeng berkedip terus menerus.
"Kyuu…cobalah bicara lagi padanya." Suruh Hanggeng yang sedang menaikkan energi cairan di dalam tabung itu.
"Kau mendengar suara ku kan Yesungie, bukanlah mata mu. Jebal…aku menyuruh mu membuka mata mu. Jadi lakukanlah…" Rintih Kyuhyun sambil menggelus tabung tersebut yang seakan – akan adalah pipi kenyal Yesung yang selalu ia cubit dan sentuh. Namun, Yesung tidak memberikan reaksi apapun padanya seperti tadi. Tabung itu kembali ke suasana tenang dan suara nafas Yesung yang terus menderu.
PIIIP…PIIIP… Tapi, di alat satunya Hanggeng menangkap suatu sinyal yang berbeda. Di carinya reaksi tersebut pada buku catatan ayahnya untuk mengetahui reaksi apakah itu. Setelah membolak – balikkan lembar demi lembar buku usang tersebut, tidak ada tulisan tentang tanda ini.
"Ayah…aku tidak mengerti tanda apa ini!." Hanggeng pun menjadi frustasi sendiri akibat sinyal yang diberikan oleh Yesung. Reaksi Yesung sama sekali tidak ada di buku catatan sang Ayah.
Ayah dan anak, keduanya menjadi terpuruk. Sang ayah terpuruk karena tidak bisa membaca sinyal apa yang telah diberikan Yesung, lalu sang anak yang terpuruk karena melihat sang kekasih di dalam sebuah tabung.
"Hihihihi." Tiba – tiba terdengar suara tawa yang sangat familiar di telinga mereka berdua. Refleks mereka berdua pun menatap ke segala arah untuk mencari sumber tawa tersebut.
"Professorr Hanggeng, kau sangat lucu. Hihihi…"
"Daad." Panggil Kyuhyun yang sudah mulai berpikir macam – macam dan takut sekarang.
BLLUUUP….BLUUUP….BLLUUUP….Lagi – lagi gelembung di dalam tabung Yesung naik dan itu semakin banyak. Perlahan namun pasti, Yesung membuka matanya.
"Kyuuniiehh." Lirih Yesung lemah di dalam tabung namun tetap memberikan sapaan dengan sebuah senyuman seperti biasanya. Dan, Kyuhyun yang melihat Yesung sudah membuka matanya tidak bisa menahan haru dan senangnya.
"Selamat datang kembali, Yesungie."
"Yaak….ternyata tadi dirimu, eoh ?." Hanggeng pun ikut angkat bicara dan Yesung hanya tersenyum lagi untuk memberikan jawaban atas pertanyaannya yang sudah menjahili barusan, Yesung terlalu lemah untuk bersuara.
Dan, terbangunnya Yesung tidak lama luka di bahunya sembuh, namun tetap ada efek yang tertinggal yaitu bekas luka yang membuat tubuh indah Yesung sedikit cacat.
.
.
TING…..TONG….TING…TONG…suara bel ditekan dengan brutal tanpa jeda, membuat sosok Ibu rumah tangga yang sedang sibuk di dapur harus menahan emosinya agar pisau besar yang ada ditangan kanannya tidak terlempar kearah pintu.
"YAAK! APA MAU KALIAAN!." Sambut sang pemilik rumah pada tamunya yang sedang menatap Heechul dengan tatapan ngeri.
"A-ahjumma, apakah Yesung dan Kyuhyun ada ?." Tanya Donghae dengan sangat hati – hati dibalik punggung Kim Kibum, Heechul yang melihat dua tamunya perlahan menatap dari ujung rambut sampai ujung kaki, mereka berpakaian style khas pantai.
"Ah…tentu saja ada, kalian akan pergi berliburkan ke villa guru kalian." Setelah dipersilakan masuk, mereka semua menghampiri Kyuhyun di ruang tamu yang sedang memasukkan beberapa pakaian ke kopernya yang tidak sempat ia masukkan semalam.
"Kalian sudah datang, dimana Siwon dan Eunhyuk ?."
"Kita akan bertemu dengan mereka di dermaga." Jelas Kibum, melihat tidak ada penampakan Yesung. Kibum pun melirik ke segala penjuru rumah keluarga CHO untuk mencari dimana Yesung.
"Kau mencari Yesung kan ? naiklah ke atas dan jemputlah dia, aku dan Hae akan menunggu di mobil." Donghae terkejut dengan perkataan Kyuhyun. Benarkah yang ia dengar ini bukan mimpi ? Kyuhyun baru saja menyuruh Kibum untuk menjemput Yesung dikamar.
"Tidak."
"Ayolah, kenapa kau jadi kaku begitu padaku Bum…ckckck." Kyuhyun pun menyenggol bahu Kibum seperti dulu dan tertawa.
"Lihatlah Donghae, Kibum jadi tidak asik." Dengus Kyuhyun kesal yang dijawab tawa terpaksa oleh Donghae. Bagaiamana Donghae harus bereksperssi sekarang, disamping dirinya juga ikut senang karena Kyuhyun bersikap seperti biasanya. Tapi di lain sisi, Donghae menyadari persahabatan mereka sedang krik…krik...alias garing.
Donghae pun diam – diam menyuruh Kibum untuk naik dengan kibasan tangannya. Dilihatnya sekali lagi wajah Kyuhyun yang sedang tersenyum lalu Donghae. Akhirnya Kibum pun naik ke lantai dua dimana Yesung berada.
CEKLEEEK….Ditekannya knop pintu tersebut lalu mendorongnya ke dalam. Pria tampan yang memiliki killer smile ini pun dibuat kagum akan keindahan di pagi ini disebuah kamar yang memiliki nuansa serba putih, sosok Yesung yang sedang menatap keluar jendela untuk menikmati sinar matahari agar diserap oleh tubuhnya. Ia memerlukan energi hari ini untuk beraktivitas.
"Kibummie, apakah itu kau." Seru Yesung yang masih menutup matanya sambil tersenyum.
"Heem…bagaimana kau tahu, aku yang datang ?." TAP…TAP…Kibum melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam dan mulai mendekati Yesung. Tepat dibelakang punggungg Yesung, Kibum berdiri dan terdiam. Kibum harus menahan dirinya untuk tidak memeluk Yesung walaupun tubuh dan hatinya sangat ingin melakukan hal itu.
Sreeet…Tanpa aba – aba, Yesung membalikkan tubuhnya dan tersenyum cerah kearah Kibum.
"Karena, aku bisa mendengar Kibummie selalu memanggil nama ku." Dheg….bolehkah ? bolehkan Kibum memeluk Yesung sekali saja, memeluk Yesung untuk terakhir kalinya karena ia akan melepaskan Yesung untuk Kyuhyun. Karena, Kibum tahu Kyuhyun lebih tepat untuk Yesung.
Greeeb…Kibum memeluk tubuh Yesung dengan erat, sangat erat dan Yesung hanya bisa menepuk – nepuk punggung Kibum untuk menenangkannya.
.
.
"Hei Kyu, kenapa kau menyuruh Kibum menjemput Yesung ?." Penasaran Donghae disela sibuknya menggeret koper milik Kyuhyun. TAP…Langkah kaki Kyuhyun terhenti lalu ia menatap ke atas langit – langit, Donghae yang tidak mendapatkan jawaban dari Kyuhyun menyerngitkan dahinya dan menatap apa yang sedang Kyuhyun lihat. Langit ? bukan, Kyuhyun bukan menatap langit tapi Kyuhyun sedang menatap sebuah apartemet lantai 6, khususnya arah jendela kamar dimana dari bawah terlihat jelas sekali sosok Kibum yang sedang memeluk Yesung.
"Karena, aku ingin memberikan kesempatan pada Kibum untuk mengungkapkan perasaannya." Kyuhyun tersenyum melihat sahabatnya bisa menyampaikan hal yang Kyuhyun tahu itu membuat sahabatnya menderita saat melihat ia dan Yesung bersama. Setidaknya, hanya ini yang Kyuhyun bisa lakukan yaitu memberikan kesempatan pada Kibum untuk meluapkan perasaannya.
"Kalau begitu kau akan memberikan kesempatan pada Siwon juga ?."
"Tidak, hanya Kibum saja yang kuberikan kesempatan untuk memeluk kekasih ku." BRAAK…Kyuhyun pun menutup pintu taksi setelah masuk kedalam mobil. Donghae yang melihat tingkah Kyuhyun langsung tertawa dan bergabung masuk ke dalam taksi setelah memasukkan koper milik temannya itu.
"Hei, Hae kenapa kau tidak berpacaran saja dengan Kibum ?." Uhuk….Donghae langsung terbatuk mendengar ucapan Kyuhyun. Berpacaran ? mendengar kata itu saja membuat Donghae merinding, pacaran dengan Kibum yang super duper pintar itu, lebih baik Kyuhyun menyuruh dia membaca seluruh buku di perpusatakaan dari pada berpacaran dengan sahabatnya.
.
.
"Jadi, apa yang kita lakukan di dermaga ini ?." Tanya Donghae menatap semua temannya. Di sepanjang dermaga ini hanya ada kapal tua dan hamparan lautan luas beserta burung – burung khas pantai terbang berkeliaran menghiasi langit biru.
Sreeet…Eunhyuk merogoh saku celananya dan mengambil sepucuk surat yang semalam ia dapatkan dari pelayan rumahnya, bahwa ada perempuan cantik menitipkan sepucuk surat padanya untuk dibaca besok setelah mereka sampai di dermaga.
"Katanya kita disuruh baca tulisan ini dengan suara kencang." Seru Eunhyuk yang langsung di lihat oleh mereka semua minus Yesung karena belum bisa membaca.
"Hanya orang bodoh yang melakukan hal itu." Ucap Kibum menohok. Namun, tidak ada cara lain selain melakukan hal tersebut. Jadi, mau tidak mau Kibum pun melakukan hal yang ia bilang bodoh.
"NOONA JUNG YANG PALING CANTIK DAN SEKSI, KAMI SUDAH DATANG." Teriak Eunhyuk, Donghae, Siwon, Kyuhyun dengan serempak dan lantang hingga membuat beberapa nelayan yang sedang berada di kapal tua mereka tertawa geli, bahkan beberapa burung yang sedang hinggap di kapal terbang karena kaget mendengar suara mereka semua.
TOOOONN…TOOOONNN….Klakson khas kapal laut berbunyi dengan nyaring yang entah kapan datangnya, yang jelas kapal berukuran jumbo seperti kapal Titanic itu sedang berjalan mendekati mereka.
"MWOOYAAA! KAPAL PESIARNYA BESAR SEKALI, MY GOD!." Kaget Donghae menatap shock kapal pesiar didepannya ini. Dalam, hidupnya Donghae ia akan menaiki kapal mewah ini dan ini berkat kedua temannya.
"Kami juga punya kapal seperti ini." Seru Eunhyuk yang dibalas anggukan oleh Siwon, namun di acuhkan oleh tiga sekawan.
"HALLO…MURID – MURID KU, AKHIRNYA KALIAN DATANG JUGA." Teriak Jung Seongsanim di atas kapal dengan pakaian militer dan puluhan pasukan bodyguard lengkap dengan pakian militernya yang sama dengan Jung Seongsanim pakai.
"Dia benar guru kita ?." Tanya Donghae dengan muka flatnya.
"Sepertinya bukan, ayo kita pulang." Ajak Kyuhyun yang langsung mengandeng tangan Yesung.
"GYAA…..JANGAN PERGI! Hei…ini aku guru kalian." Guru Jung pun melepaskan kacamatanya dan menatap murid – muridnya dengan tatapan memelas sambil berkata 'percayalah'. Butuh perjuangan keras bagi Jung Seongsanim, bahkan hal aneh pun ia lakukan agar muridnya percaya untuk menaiki kapalnya, tanpa tahu muridnya sedang mengerjainya.
'Kapan lagi mengerjai guru, hahaha.' Pikir tiga sekawan serempak.
.
.
"Mereka sudah naik ke kapal." Ucap sesosok pria berjubah hitam saat melihat Kyuhyun CS yang sudah menaiki kapal dengan bola kristalnya. Tiga orang rekannya yang berada di belakang pun bersmirk. Mengawasi dan memperhatikan sebuah kapal adalah tugas dari Dewa Telekmatis, ia akan terus mengarahkan kapal tersebut agar ke Pulau ini. Itulah kemampuan yang di miliki oleh pemegang elemen Telekematis, mempengaruhi pikiran orang.
"Bagus, mereka akan tiba di jebakan kita…Hahaha, bagus sekali rencana mu Kris –ge."
"Tentu." Kris sang leader dari rencanan ini pun tersenyum meremehkan. Menggunakan sang guru dari murid – murid tersebut adalah ide yang tepat.
"Bersiaplah." Satu persatu mereka semua pun menghilang. Pulau Hongdo adalah pulau tujuan Kyuhyun CS akan berlibur dan juga itu merupakan pulau yang sudah di siapkan oleh sisa pemegang elemen untuk menjebak dan membunuh Dewa Kematian dalam pertarungan terakhir mereka. Terakhir ? Yah….pertarungan disebuah pulau nanti akan menjadi ending untuk perjalanan pemburuan pemegang elemen dan pencarian jiwa bagi Dewa Kematian. Mereka akan habis – habisan bertarung untuk melihat siapa yang akan bertahan dan menang.
.
.
[Other Side]
.
TING….TOOONG…TING….TOOONG…lagi – lagi rumah kediaman keluarga CHO sedikit terganggu. Heechul yang sedang menikmati waktu berdua dengan suaminya menjadi naik pitam. Siapa lagi yang menggangu ? tidak tahukah tamu itu, ia sedang membuat adik untuk Kyuhyun. Karena, semenjak ada Yesung. Heechul selalu di acuhkan oleh anaknya.
"YAAAK!." Teriak Heechul dengan muka garangnya dan pakaian yang sedikit acak – acak menyambut sang tamu.
"Apakah Thanatos ada ? akh…maksud ku Yesung." Tanyanya dengan suara imut sambil memeluk anjing hitamnya erat, Heechul yang melihat ada anak kecil di depan pintunya memiringkan kepalanya dan ia ingat dengan bocah didepannya ini.
"Ah…kau adik Yesung ne ? Yesung sedang pergi bersama Kyuhyun dan lainnya."
"Pergi kemana ?." Tanyanya lagi dengan wajah super imut dan Heechul menjadi gemes melihat bocah kecil berwajah tampan.
"Aku tidak tahu, mereka tidak bilang." Mendengar jawaban Heechul, bocah kecil itu pun langsung berwajah datar. Sia – sia dia datang ke Bumi atau lebih tepatnya Timingnya kurang pas untuk datang.
TAP…TAP…Bocah kecil itu langsung meninggalkan kediaman keluarga CHO begitu saja membuat Heechul melonggo dengan tingkah adik Yesung.
"Guuuk….Guuuuk…" (Pangeran, apa yang akan kau lakukan sekarang) Tanya Kkoming pada pangeran Nickhun yang baru saja tiba di Bumi hari ini.
"Tentu saja mencari Yesung." Jawabnya santai yang sekarang sudah berada di atap gedung pencakar langit.
"Guuuk…." (Bagaimana caranya).
"Gunakan hidung mu, kau tahukan bau Thanatos bagaimana ?." Smirk Nickhun yang sedang dalam mode bocah, melihat smirk majikannya tentu saja Kkoming tidak bisa menggelak untuk menolak.
ZIIINNG…Nickhun merubah dirinya menjadi dewasa sekarang, dari telapak tangan kanannya keluar cahaya merah dan perlahan keluar sebuah pisau.
"Aku harus berada disana untuk mengawasi gerakan Thanatos." Gumam Nickhun memandangi pisau belati yang akan ia gunakan untuk membunuh Dewa Kematian. Jika Dewa yang ia sukai meminta sesuatu yang salah pada pohon kehidupan, maka ia harus melakukan itu karena Itulah hukum alam para Dewa, siapa pun yang bersalah sebagai pangeran ia harus bertindak.
.
.
[Di atas kapal pesiar]
.
"Meoow…Brrrrr." (Aku benci air) Heebum yang juga ikut berlibur pun hanya bisa meringkuk di dalam kamar kabin kapal, dirinya benar – benar takut akan air. Jiwa kucing dirinya ternyata sama saja dengan kucing manusia lainnya.
WUSHH….
WUSHH….angin laut kini sedang menerpa wajah Yesung. Bau air laut, deru ombak dan suara burung yang sedang mengikuti kapal mereka membuat perasaan Yesung menjadi nyaman.
"Kyuuu….lautnya indah sekali." Senang Yesung yang melihat hamparan laut biru membentang luas di matanya. Sungguh ini baru pertama kalinya Yesung melihat laut seindah ini terlebih dengan para Guardiannya dan juga kekasihnya.
"Dewa kematian menyukai laut, eum ? Sungguh kombinasi yang tidak cocok, kkkkk~." Kekeh Kyuhyun yang sedang memeluk tubuh Yesung dari belakang.
"Hei…apa kalian sedang memparodikan moment Titanic eoh ?." Ledek Donghae yang sedang menikmati air kelapanya langsung dari buahnya sembari berjemur tepat di belakang KyuSung.
"Sudah ku bilangkan, jadianlah dengan Kibum sana."
"MWOYAA! Uhuk...Yak! Cho Kyuhyun itu tidak akan terjadi!." Teriak Donghae membanting kelapanya hingga kelapa itu tanpa sadar menggelinding kearah depan dan berhenti tepat di kaki Kibum.
"Kalian membicarakan ku, eum ?."
"Tidak!." Balas Donghae yang ngambek karena diledek oleh Kyuhyun. Dan, Kibum yang melihat tingkah Donghae menuatkan kedua alisnya bingung. Kini Donghae memilih menemani Eunhyuk, dimana saat ini Eunhyuk sedang duduk di tepian pinggir kapal untuk memancing ikan paus atau hiu.
"Bum…mau berenang bersama ku tidak ?."
"Tentu, Siwon." Jawab Kibum tersenyum, berenang memang sangat cocok di saat seperti ini bukan. Akhirnya, Kibum dan Siwon pun berjalan bersama menuju kolam renang yang terdapat di kapal pesiar.
"Akh…aku mengerti sekarang, hahaha." Tawa Kyuhyun terbahak – bahak membuat Yesung yang menatap bingung, apa yang sedang Kyuhyun tertawakan. Greeeb….Kyuhyun memeluk tubuh Yesung semakin erat, melanjutkan kembali moment mereka yang terasa nyaman dan menyenangkan ini.
Apa yang akan terjadi ketika mereka sampai di Pulau tersebut ?
Bagaimanakah hasil pertempuran mereka ?
Diburu atau memburu yang akan menang ?
Atau keduanya akan mati.
.
.
TBC
.
Author Note :
Yosh! Chapter 10 akhirnya publish! :D
Gila…gila! butuh waktu lama banget buat update FF yang satu ini, hiks :"v
Tapi, akhirnya selesai juga disela pembuatan FF lainnya.
Untuk KyuSung momentnya, karena ini genre Action dan Adventure gitu, yah maklum jika Romancenya tidak Full ya :3 Semoga capter ini memuaskan dan tidak menggecewakan /.\.
Next chap adalah ending^^
So, siapa yang penasaran akan kelanjutan cerita ini '-')/ *Reader : kaga ada! Updatenya kelamaan -..- | Me : Hiks…./Mojok dikamar sambil meluk laptop/
Terima Kasih Kepada :
Kyutiesung | Rainny9488 | Alif yakyo123 | Ajib4ff | Kim Yehyun | Jy | Kim Rose | Yesung ukeku | Cindy Han | Eun810 | Yuni | Flink Elf | Olla | Deraelf | Gaem Clouds Kyusung | Jeremy Kim84 | Hlyeyenpls | Hani Kyu | Bita | Vipbigbang74 | Dewi yonyakang | Guest.
Sekali lagi aku hanya bisa mengatakan, terima kasih banyak atas Review kalian^^
Terima kasih telah meluangkan banyak waktu untuk membaca FF ya dan juga meluangkan sedikit waktunya untuk memberikan komentar yang positif mengenai FF saya, senang membacanya :D
Bukan karena pilih kasih FF ini lama publish dibanding dengan FF lainnya. Tidak~^^ saya akan berusaha melanjutkan FF saya yang ini. Sejujurnya, disamping saya sibuk kerja, lamanya ini FF karena saya buntu ide untuk menggembangkan cerita ini lagi harus bagaimana (T_T) huhuhu.
Oke… segitu aja deh...
See You Next Story.
Sehat selalu untuk reader^^
Author
-Kimmie-
Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya.
