KUROKO NO BASKET milik FUJIMAKI TADATOSHI
STORY milik AUTHOR Levy Aomine Michaelis
SETTING: GYM
MAIN CHARACTER:
GENERATION of MIRACLE
NIJIMURA
SUPPORTING CHARACTER:
KAGAMI/TAKAO/KASAMATSU/HIMURO/OGIWARA/KARMA (AC)/NAGISA (AC)/ IRINA JELAVIC (AC)
READ AND REVIEW
~Happy Reading~
"Oi Akashi! Apa kau dan Tetsu masih lama didalam? Aku juga mau mandi baka!" Aomine mengetuk-ngetuk kasar pintu kamar mandi Gym mereka.
Pasalnya disana Cuma ada empat kamar mandi, satu dipakai Murasakibara yang maksa pengen duluan kalau ngga, dia mau ngeremukin badan Aomine, pas mau masuk yang kedua dengan jurus zone nya Kise menyerobot masuk duluan alhasil Aomine cengo sesaat, saat mau buka pintu yang ketiga malah gak bisa. Kenapa? Soalnya pintu itu udah dikunci Midorima yang udah masuk duluan kesana, entah kapan dia masuknya ngga ada yang sadar. Mungkin Midorima sudah menguasai jurus nya Kuroko lalu pintu terakhir terpaksa ia ikhlaskan karena Akashi Seijuuro sudah menodong kan gunting padanya, lalu Kuroko? Tentu aja dia mandi bersama digeret Akashi xD.
Alhasil Aomine sendirian diluar, mau mandi tempat lain takutnya dia telat dan bakal dikasih hukumanl lagi sama pelatih nya, netep disana mondar-mandir ngetukin pintu kamar mandi yang lagi ada orangnya juga hasilnya sama aja dia bakal telat. Aduhh Aomine gak kuat mak, bawa Aomine kerawa-rawa.
Menyerah, Aomine terpaksa mandi di toilet. Bermodal kan sabun cuci tangan , ia masuk berdiri didepan toilet khusus laki-laki. Mengidupkan air pembersih dan menadahkannya dalam ember yang dicurinya sewaktu lewat diruang perabotan. Mandi pengennya mandi ayam aja tapi yang pasti Aomine mementingkan ketek dan bagian anu nya itu untuk tetap wangi agar cewek-cewek tetap nempel padanya. Meskipun itu gak pernah terjadi.
Beberapa menit kemudian, saat Aomine lagi asik-asiknya mendendangkan lagu Sakitnya tuh disini sambil gosok-gosok ketek kanan kiri, Aomine samar-samar mendengar percakapan antar lelaki diluar toilet.
"Karma-kun tunggu diluar saja, aku Cuma mau pipis kok.."
Gawat ada orang!
Aomine langsung membilas dirinya namun sayang tiba-tiba pintu ruangan itu dibuka, ia bahkan belum sempat mengambil handuknya ia mendengar teriakan seseorang
"Kyaaaaaa ADA ORANG MESUM!" Teriak Nagisa dengan tidak elitnya, Aomine terdiam gak bisa berbuat apa-apa. Cahaya kilat menerpa Aomine.
"A-apa.." Aomine tidak loading sejenak, namun ia baru sadar saat mendengar langkah kaki yang cukup banyak mengarah ketoilet.
"Wah paman mesum ngapain telanjang ditoilet gini? Baru mandi ya?" Tebak Karma yang udah muncul aja disamping Nagisa, tangan kirinya memeluk Nagisa sementara tangan kanannya menyimpan kamera. Seringai jahil terpatri diwajahnya.
"A-apaa aku tidak.." Aomine mencomot handuk lalu melilit kannya asal dipinggangnya, ia langsung pergi dari sana.
"Loh paman mau kemana, diluar itu banyak—ups mereka sudah datang ya.." Ujar Karma, ia tersenyum geli saat melihat Aomine terpaku melihat orang asing disana. "Hoi kau orang mesumnya ya!" Tunjuk Kagami.
"Bu-bukan aku bukan..." Aomine menyilang-nyilangkan tangannya, ia tak bisa berkutik saat Nijimura ikut datang.
"Ada apa ini?" Suara berat nan gentle menyeruak dibalik tubuh Aomine. Akashi, Kuroko, Kise, Murasakibara dan Midorima datang menghampirinya dengan balutan jaket Teiko yang rapi.
"Aominecchi kenapa kau telanjang begitu –ssu?"
"T-tunggu aku tidak—"
"Kakak!" Nagisa langsung meluk Kuroko saat melihat sosok kakaknya tersebut. Melihat ekspresi ketakutan sang adik, raut wajah Kuroko mengkerut dan menatap tajam Aomine.
"Tunggu dulu Tetsu, ini tidak seperti—"
"Kau mencoba merape adik Kuroko nodayo." Ketus Midorima.
"Oi Midorima ja—"
"Ihh Mine-chin mesum.. kraus..kraus.."
"Kau tidak usah ikutan Mura—"
"Aomine!" Suara berat nan garang dari abang Nijimura membahana diruangan itu, membuat Aomine jadi frustasi karena dia tak diberi kesempatan untuk membela diri.
"TIDAAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!"
BRUK!
Semua terdiam.
Aomine pingsan dengan mata muter-muter dan mulut berbusa.
Aomine pun digotong ke petugas kebersihan terdekat, dengan terpaksa mereka membawa Aomine yang sepertiga telanjang itu kekamar ganti pakaian lalu membaringkannya disana sendirian, sedangkan makhluk lainnya sudah pergi bersama kembali kelapangan.
Mereka kembali bertemu Irina kecuali Akashi, Kuroko, dan Murasakibara yang belom tahu.
"Dia siapa niji-chin? Oppainya besar sekali." Tanya polos Murasakibara, membuat wajah Irina memerah malu. "Kenapa kau harus melihat ku pada bagian itu saja hah!" Bentaknya.
"Oh dia yang akan menilai kalian. Nama nya Irina Jelavic—" sebelum Nijimua melanjutkan suara seseorang menyahut dari belakangnya.
"Oh bitch-sensei rupanya.."
Panggilan itu membuat panas telinga si gadis pirang. "Sialan! Darimana kau tahu panggilan itu!" Gertaknya sambil menodongkan pisau BB. Dihadapannya muncullah seorang pria berambut merah dan cukup pendek dari yang lainnya. Pria itu menginggatkannya pada seseorang dari muridnya. "Akabane!"
Yang dipanggil langsung muncul dari punggung pria tadi, namun sosok itu lebih pendek lagi dari nya. "Loh kau punya kembaran?" Irina kaget dan menurunkan senjatanya.
"Oh kau salah Bitch-sensei, tapi dia ini kakakku." Karma menepuk-nepuk pundak Akashi, membuat pemuda itu jengkel. "Jangan kurang ajar Karma," Sahut Akashi.
"Tapi kau juga memanggilnya Bitch-sensei tadi.." Karma menyeringai.
"Itu karena aku mendengarnya darimu jika nama panggilannya itu Bitch-sensei"
"Heeh begitu , lalu sejak kapan kakak mau mengikuti apa kataku bukannya—"
"CUKUP! JANGAN PANGGIL AKU BITCH-SENSEI LAGI! "
Irina kini mengeluarkan pistol asli dari balik bajunya dan tanpa babibu langsung menembakkannya pada duo setan merah tersebut.
Dor! Dor!
Namun kedua sasarannya itu malah lari dan bersembunyi dibelakang yang lain membuat semuanya jadi sasaran tembak kemarahan Irina.
"JANGAN KABUR!" Pekik Irina sambil menembak, sementara orang-orang yang jadi tameng Akashi dan Karma langsung kabur tunggang-langgang menyelamatkan diri.
Kuroko merunduk dibench, Murasakibara ngumpet dibalik tiang basket biar dikira kalau dia itu Cuma tiang basket dan yang lainnya terima pasrah lari kesana kemari tak ada tempat sembunyi.
Jidad Nijimura berkerut melihat keadaan yang semakin larut dalam kekacauan, senyuman deathglarenya mengembang secara misterius dan dapat ditebak mahluk-mahluk didepannya itu akan segera menjadi patung.
-SKIP-
"Shin-chan.." Sahut si pemuda raven pada si hijau. Midorima langsung mendelik mendengar panggilan itu, matanya memang minus tapi tak ia sangka jika pengelihatannya saat moment Aomine ditoilet tadi benar-benar seorang Takao Kazunari. "Kenapa kau bisa ada disini Takao?" Sahutnya.
"Moo.. jangan cuek begitu Shin-chan.." Takao mengambit manja lengan Midorima, mata nya ia lebarkan layaknya kucing liat ikan didepan mata. Midorima menaikan kacamatanya. " Jawab pertanyaanku nodayo!" Ketusnya.
"Aku diundang Niji-nii kemari.. " Jawab Takao sambil manyun.
"Oi aku menyuruh kalian berakting bukan ngobrol!" Pekik Nijimura dengan toa buatan dari buku absen anggota basket.
"Kami sudah melakukannya kan nii, Shin-chan jadi cuek, sementara aku jadi karakter manja." Pekik Takao tak mau kalah. Sejujurnya Nijimura sedang kesal karena dua orang itu dapetnya karakter yang emang jadi tabiat mereka.
"Sudah gantian sana.. Akashi dan Kuroko sekarang giliran kalian!" Nijimura memerintah, ia memberikan kertas gulungan yang dikeluarkan dari cangkir arisan. Kuroko membuka "Ekspresi Ngambek" sementara Akashi mendapatkan " Ekspresi Cengeng."
"Aku tidak pernah jadi orang Cengeng Nijimura-san." Sahut Akashi.
"Karena kami kaya" Karma ikut menyahut.
"Udah lakuin sebisa lu aja dah.." Bahasa Nijimura berubah gaul brohh..
Kemudian Nijimura kembali ketempat duduknya disamping Irina yang diiket biar gak bikin rusuh lagi beserta Karma dan Nagisa yang ikut jadi penonton sambil makan popcorn.
Midorima balik kebench dengan kalem, sementara Takao manyun-manyun gak jelas.
"Kau keliatan akrab dengannya, memang dia siapa –ssu?" Sesi kepo Kise dimulai.
"Tetanggaku nanodayo.."
"Whuaaatttsss!" Pekik Kise, "Jadi elo ama Niji-senpai itu tetanggaan?"
"Nijimura-senpai ngekos didekat Teiko baka, sudah diam aku sedang pusing." Gerutu Midorima, Kise kicep.
Akashi dan Kuroko melaju kepanggung perkawinan—ekhm maaf maksudnya kepanggung akting buatan abal-abal si Nijimura.
Ceritanya Kuroko lagi ngambek sama Akashi terus Akashi nangis-nangis bombay ngerayu Kuroko biar gak ngambek lagi..
"Tetsu-sayang..." Panggil Akashi dengan manja. Karma, Kise , dan Nijimura langsung menahan tawa. "Hm.. " Balas Kuroko tanpa menoleh ke Akashi, pipinya digembungin biar keliatan lagi ngambeknya gitu. Tapi perbuatannya itu malah membuat dia semakin terlihat terlihat imut, para pedo diujung sana muncrat darah.
"Jangan ngambek gitu dong sayang.. Sei salah apa.. " Dengan bibir dimanyun-manyunin dan suara rengekan Akashi membuat seruangan itu merinding.
"Itu yang dipanggung beneran Aka-chin?" Tanya Murasakibara yang sempet cengo ampe gak jadi makan. "Aku rasa Cuma cosplayernya nodayo." Jawab Midorima.
"Tapi akting Akashicchi mendalami –ssu.." Kise menatap dengan haru.
"Tidak mau, Akashi-kun sudah menduakanku." Dengan tangan yang masih dikecak pinggang Kuroko masih enggan menoleh ke Akashi, tangan Akashi dengan modusnya merambat mengelus-elus kedua pundak Kuroko. "Iiih abang Sei gak selingkuh kok. Kok Tetsuya bilang kayak gitu? Sei kan setianya sama cuya seorang... huwee .." Akashi pura-pura nangis ala bayi mewek seperti mahkluk kuning yang disana itu.
"Wah Kise-chin, kau mengajari Akachin dengan baik." Sindir Midorima.
"Diem ah."
Sementara Kagami, Kasamatsu, dan Himuro malah jadi gugup, pasalnya cowok yang bakal jadi patner mereka bikin hati doki-doki sih. Siapa juga yang gak cinta kalau liat mahluk Kisedai yang udah wangi bin bersih Xd tapi sayang bagi Kagami, dia bukan nya doki-doki karena rasa suka melainkan rasa jijik. Ia berimajinasi mungkin saja dekil-nya patner bakal nular kedia.
"Jangan sentuh aku Akashi-kun!" Kuroko tiba-tiba berbalik lalu mendorong Akashi sampai—Bruak! Brak! Jduak!
Jatuh guling-guling dari panggung.
"Pfff... buahahahaha" Kise langsung ngakak begitupula adik Akashi—Karma, Nagisa sampai harus memberi nya minum karena Karma sampai cegukan ketawanya.
"Karma-kun jangan tertawa seperti itu, lagian dia itu kan kakakknya." Nasehat Nagisa.
"Pff.. aku tak tahan Nagisa, jarang-jarang melihatnya seperti itu. apalagi yang mendorongnya itu kekasihnya sendiri." Karma meneguk pocari pemberian Nagisa.
"Sssh.. aww.. " Akashi memeganginya kepalanya yang benjol lalu melempar gunting pada Kise yang masih ketawa. "Kyaaa ampun !" Pekik Kise ala perempuan.
"Sudah sudah cukup, Irina bilang akting tadi sudah bagus." Ujar Nijimura mengarang, udah tau kan Bitch-senseii kita masih diiiket xD.
Akashi bangun dari jatuhnya, Kuroko menghampirinya.
"Maaf Akashi-kun, akting ku itu berlebihan ya?" Kuroko mengulurkan tangannya, Midorima dan Nijimura tak yakin jika aksi mendorong tadi Cuma akting Kuroko. "Ah tidak apa-apa Tetsuya, sebagai gantinya kau harus menginap dirumahku malam ini."
Nguinnggg... Alarm bahaya berbunyi dikepala Kuroko. "A-ano.."
"Aku tidak menerima penolakan Tetsuya."
Kuroko pun pasrah lalu ia dan Akashi pergi menuju tempat Midorima dan Kise. Murasakibara sudah mendekat ke Nijimura bersama partnernya—Himura tatsuya.
"Apa tadi sakit nanodayo?" Tanya Midorima, terkesan menyindir bagi Akashi.
"Seme sejati tidak akan merasa sakit hanya karena itu Shintaro."
Kise diem-diem ngikik di belakang Midorima.
"Aku tahu kau sedang mentertawakanku Kise."
Kise balik keposisi semula, "Eh engga kok Akashicchi." Kise ngasih tanda piss ke Akashi, dia juga ga mau kena gunting lagi.
"Baiklah untuk pasangan Atsushi dan Tatsuya.. hmm.." Nijimura memberikan kertas gulungan mereka.
"Aku dapat peran marah-marah niji-chin.." Sahut Murasakibara males.
"Aku dapat peran seorang istri yang tersakiti." Jawab Himuro.
"Oh bakal ada adegan hurt nih... " Sahut Aomine dari belakang Nijimura. Karma dan Nagisa noleh.
"Oh Mine-chin sudah sehat?" Sahut si jangkung.
"Sialan kalian! Menaruhku sendirian diloker dengan keadaan telanjang. Kalau aku sampai masuk angin bagaimana?"
"Gak mungkin Mine-chin, setan aja takut mau masukin Mine-chin apalagi angin."
"Haa..haa..ha..ha... paman cabul ini dikatain kayak setan!" Seru Karma sambil ngakak, membuat perhatian yang lain teralihkan.
"Oh Aomine sudah kembali.." Sahut Midorima.
"Ya, dan dia sudah membuat keributan saja." Akashi ikut memperhatikan, Aomine menyeruak ingin memukul Murasakibara namun ditahan Nijimura dan Karma.
Kagami yang ikut liat tambah deg-degan. Bagaimana ini.. bagaimana ini..
TBC
Balasan Review:
Siuicchi: Yoi..
Guess: Haha untuk smentara gak banyak nijihai di chap 2, next chap ntar ada.
Scarlet: dan momonpoi: Yupss
Ale: Iklannya ya xD
Yuriko; Heheheh iya boleh kok, makasih ya xD
Shiroimiya: Ini ada kok Xd
Ritsu: Iya, disini Irina itu tantenya Kise xD
