KUROKO NO BASKET milik FUJIMAKI TADATOSHI
STORY milik AUTHOR Levy Aomine Michaelis
SETTING: GYM
MAIN CHARACTER:
GENERATION of MIRACLE
NIJIMURA
SUPPORTING CHARACTER:
KAGAMI/TAKAO/KASAMATSU/HIMURO/OGIWARA/KARMA (AC)/NAGISA (AC)/ IRINA JELAVIC (AC)
READ AND REVIEW
~Happy Reading~
Bibir Murasakibara manyun sepuluh centi kedepan ngalahin bibir monyongnya Nijimura gegara snack nya disita oleh Nijimura. "Berakting dulu baru kukembalikan."Ujar si pelatih seenak jidadnya setelah menyita snack.
"Mohon kerjasamanya, a-ano.. Atsushi-kun.." Ujar Himuro gugup. " Panggil saja aku Atsushi, kita seumuran kok tat-chin." Balas Murasakibara. Himuro menatap heran, "Tat-chin?"
"Aku suka menambahkan suffix –chin pada orang yang hormati." Jawab Murasakibara seolah mengerti kebinggungan Himuro. "Oh—" dalam hatinya yang terdalam Himuro agak sakit hati karena telah menyangka jika itu panggilan spesial khusus untuknya. "Ayo cepat kita bermain, agar snack-ku cepat kembali." Murasakibara langsung mengengam tangan Himuro lalu menariknya naik keatas panggung. Himuro langsung merona.
"E-eh t-tunggu Atsushi.." Himuro langsung salah tingkah, bagaimana tidak? Laki-laki yang tadi ditaksirnya beberapa jam lalu kini sedang mengenggam erat tangannya. Himuro terasa seperti sedang ditarik keatas panggung sana, dimana properti serba putih dan singgasana khusus pengantin menunggu mereka berdua untuk diduduki. Himuro memandang wajah Murasakibara yang kesal dengan mata blink-blink seolah itu adalah pemandangan dimana pria itu sangat serius untuk menikahinya.
Satu langkah menaiki panggung, telapak kaki Himuro menapak seolah ia sedang memakai sepatu kaca cinderella dengan gaun putih nan indah sebagai pengantin wanita, lalu..
PLAK!
Himuro ditampar!
Cukup terasa panas dipipi tapi hal itu membuyarkan semua imajinasi Himuro tentang pernikahannya. "Atsushi! Apa yang kau lakukan..?" Awalnya Himuro cukup terkejut namun wajahnya langsung memucat ingin menangis saat melihat ekspresi Murasakibara. Ekspresi marah yang begitu menakutkan seakan baru saja ikan bakarnya dimaling kucing tetangga. Himuro yang ketakutan refleks matanya langsung sembab dan mulai mengeluarkan cairan hangat dari pelupuknya.
"Tat-chin, aku ingin kita cerai. Kemarin aku sudah melihat mu selingkuh terang-terangan dimataku." Ujar Murasakibara. Himuro yang masih gagal sadar jika akting mereka sudah dimulai malah menjadi nangis beneran. "A-apa maksudmu Atsushi? Aku takkan mungkin menghianatimu dan melakukan hal sekeji itu . percaya lah pada ku Atsushi." Airmata Himuro makin jadi hingga menetes dilantai panggung, giliran Murasakibara yang jadi gugup. Tapi demi snacknya Murasakibara mencoba berakting lebih lagi hingga dengan polosnya ia mendorong Himuro hingga terjatuh didekat kakinya.
"Aku tak percaya, kau jangan pura-pura menangis seperti itu. aku sudah takkan temakan lagi air mata buayamu Tat-chin!" Gertak Murasakibara.
"WOOWW..." Semua penonton menatap serius akting MuraHimu, siapa sangka Murasakibara yang terkenal males berekspresi itu bisa berakting. Dan lagi tiba-tiba mereka merasa kasihan pada Himuro karena tuh anak sampai tersedu-sedu kayak gitu.
"Kayaknya Himuro-san tidak sedang berakting deh?" Sahut Kuroko.
"Seperti saat kau mendorong Akashi-san tadi ya kak?" Sindir Nagisa.
"SSsstt.. " Kuroko meletakan satu jarinya diantara bibir lalu mengedipkan sebelah mata pada Nagisa untuk diam mengenai itu.
"Ada apa Tetsuya?" Akashi yang tadi memperhatikan menoleh pada kekasihnya, "Oh aku tidak menyangka saja jika Murasakibara-kun bisa berakting sehebat itu." Bohong Kuroko. Aduuh diajarin boong ama siapa nak TwT.
"Aku pikir dia berbuat seperti itu demi snacknya, justru yang kupikirkan sekarang adalah Himuro-san. Dia terlihat seperti nangis betulan." Ujar Akashi. "Ah ya, aku juga sempat berpikir begitu." Kuroko menyetujui, pandangan teralih lagi pada pasangan yang ada diatas panggung sana.
"Hiks.. hiks.. tega sekali.. Murasakibaracchi..." Kise terbawa suasana, Midorima menghela nafas. Melihat tangis Himuro yang makin menjadi membuat Murasakibara tak tega untuk melanjutkan aktingnya, ia kemudian berjongkok mensejajarkan posisinya dengan Himuro.
"Tat-chin, kau tak apa? Apa dorongan ku tadi sakit? Maaf jika iya, tapi ini kan Cuma akting. Tat-chin tak perlu terlalu menghayati seperti ini.." Ujar Murasakibara, ia mengusap-usap puncak kepala Himuro. Disela sedu-sedannya Himuro baru tersadar jika mereka sebenarnya sedang berakting. Astaga darimana saja anda nak Xd.
Himuro hanya mengangguk, ia malu sekali untuk menunjukkan wajahnya saat ini pada lelaki didepannya itu.
"Oi lebih baik kau hentikan saja, dan cepat lepaskan aku baka!" Sahut Irina pada Nijimura yang masih fokus merekam. "Ah—suaramu menganggu saja." Jawab pemuda itu enteng, Irina jengkel lalu menendang-nendang bench.
"Ano.. kenapa tantemu diikat seperti itu Kise? Apa kita akan merape nya bersama-sama.?" Tanya Aomine dengan wajah mesum.
"Pikiran Aominecchi selalu aja mesum-ssu." Sebiji bola basket langsung menghantam Aomine hingga membuatnya pingsan dengan iler berceceran. Kagami tambah ilfeel sama Aomine.
Himuro menggeleng,tapi ia tak kuasa menghentikan tangisannya. Murasakibara jadi merasa bersalah, "Tat-chin.." Murasakibara menangkup kedua pipi Himuro agar wajah itu menghadap padanya. "Aku minta maaf, Tat-chin jangan nangis lagi ya.. " Dengan lembut tangan kekar itu mengusap airmata di pelupuk mata Himuro. sang pria berponi itu Cuma diem dengan wajah merona berat, ia tak sanggup mengatakan apapun selain tatapan tak percaya dengan hati begitu bahagia.
Niijimura memijat-mijat keningnya, ia mulai pusing dengan apa yang dilakukan oleh junior-juniornya, namun tiba-tiba dia ingat sesuatu.
Orang itu.. tidak terlihat dari tadi! Pikir Nijimura.
"Oi Aomine, apa kau lihat Haizaki?"
Aomine menggeleng males, "Ngapain juga aku ngurusin bini elu.." Sahutnya, Nijimura lempar sepatu ke Aomine. Gue masih di PHP tauk!
Nijimura berbalik meninggalkan semuanya menuju kamar mandi Gym. Loh?
Dengan membawa samurai dipunggung, Nijimura memulai operasinya mencari sang permaisuri yang ditelan angin entah dimana...
"Haizaki!" Pekiknya membuka pintu kamar mandi pertama dan ternyata hasilnya nihil, lalu ia membuka barisan selanjutnya hingga dipintu keempat dia menemukannya..
Menemukan Haizaki yang sedang tertidur pulas dengan hanya menggunakan boxer bergambar jeruk makan jeruk dan air shower sehangat kuku menerpa tubuh sixpactnya mengalir kebawah. Bahkan Nijimura dapat melihat bentuk 'milik' Haizaki dari balik celananya.
Ni anak emang mancing, goblok atau apa? Pikir Nijimura kemudian meneguk ludah. Ia takut khilaf hingga menyerang sosok polos sedang tertidur didepannya itu secara brutal.
Tak ada orang disana, sepi. Sementara dihadapannya tersaji makanan super lezat yang sangat ingin Nijimura sentuh. Apa yang harus dilakukannya? Nijimura merasa tak tega memarahi anak itu, tapi ia juga takut untuk tidak melakukan hal yang tidak-tidak pada juniornya.
Perlahan Nijimura masuk mendekati Haizaki, air showernya ia matikan namun Haizaki tetap terpejam. Benar-benar tidur rupanya..
Nijimura menatapnya cukup lama, menikmati wajah yang biasanya garang kini sangat teduh dan hangat. Deru nafas pelan begitu kelelahan terdengar, Nijimura jadi sedikit merasa bersalah karena menghajarnya tadi.
"Hai—" Baru saja Nijimura ingin membangunkannya, Haizaki mengingau.
" S-shuzoo.." Desisnya, Nijimura terkejut dan ingin tau apa yang sedang diimpikan oleh pria itu tentang dirinya. Nijimura hanya diam lalu ia melihat Haizaki tersenyum setelah menyebut nama kecilnya.
A-apa dia.. sedang memimpikanku? Nijimura tersenyum ge-er.
"Aku disini.. Haizaki.." Jawab Nijimura pelan dari balik telinga nya.
Tiba-tiba wajah Haizaki merengut.
"Baka!"
Bahkan dalam mimpinya, Haizaki tetap tsundere.
Nijimura kembali memandangnya, wajah Haizaki yang merengut terlihat imut untuknya. Ia kemudian menyentuh pipi si rambut cream lalu mendekatkan wajahnya. Nijimura tidak ingin berpikir lagi, bibir merah yang basah itu begitu menggoda imannya. Dengan lembut sekali ia mencium bibir Haizaki, mengecap rasa basah akibat guyuran air shower dibibir pria itu. namun ciuman itu makin menuntut, Nijimura merasa sangat tergoda dan menghisap-hisap pelan bibir itu bak anak kecil lagi ngemut permen. Refleks Haizaki terbangun, satu dorongan keras dirasakan Nijimura pantatnya terbentur lantai kamar mandi.
"Apa yang kau lakukan BRENGSEK!" Sergah Haizaki, pemuda itu langsung menutupi bibirnya dengan lengan, wajahnya merona berat. Nijimura ikut terkejut, akal sehatnya kembali.
"H-haizaki.. aku.. " Nijimura tergagap, wajahnya ikut merona. Ia merasa tak enak, tapi semuanya sudah terjadi. Sebelum Nijimura ingin menjelaskannya Haizaki sudah pergi dari hadapannya.
Dia sampai semarah itu.. apa mungkin tadi itu, ciuman pertamannya?
Nijimura bangkit lalu kembali kelapangan.
TBC
REVIEWER:
Indah605, J'TrimFle: Thanks udah selalu join ^^
Siucchi: Iya crosscover ^^
Momonpoi: Akashi ama tetsuya berdua hanya fujo dn tuhan yang tahu XD
Name Ale (Guest: yUps Aokaga Xd
Yuriko-chan and Miyako-nee : Disin disini ada Xd
Ale Genoveva: shsishishsi
