WARNING: CERITA BAGIAN INI HANYA LAH BAGIAN IKLAN DALAM CERITA, BUKAN LANJUTAN CERITA DAN AKAN TAMPIL DISETIAP CHAPTERNYA ^_^

-Iwak Black Coffee Ice-

Disebuah pantai terdapat segerombolan muda-muda yang lagi ngumpul dipinggir pantai, diantara mereka ada yang sedang meminum kopi hangat dan juga dingin, tiba-tiba suara desahan Kise menyebut "Iwak Black Coffee Ice"

Semua muda-muda itu langsung beriuh menghabiskan minuman mereka lalu pergi bersamaan mengambil papan selancar yang sesuai milik mereka.

Tapi tiba-tiba iklan terhenti sesaat karena:

"Akashi-kun, mana punyaku?"

"Oh, sudah kupatahkan." Jawab Akashi.

"Lalu bagaimana aku bisa ikut berselancar Akashi-kun!" Gerutu Kuroko.

"Tentu seperti ini.." Akashi memeluk pinggang ramping Kuroko lalu mengendong pemuda itu menaiki papan selancarnya dengan posisi Kuroko didepan Akashi. "Aku akan selalu memegangmu, jadi jangan takut." Jawab Akashi modus. Langsung saja mereka berdua langsung di depak dari iklan ini.

Iklan kembali di lanjutkan dengan skip sesaat adegan barusan.

Mereka mengambil papan selancar lalu berselancar di tengah ombak, lalu di tampilkan lah Aomine yang sedang berselancar dengan tubuh eksotisnya terlihat cemerlang. Gigi putih berubah jadi coklat seketika.. kemudian suara desahan Kise terdengar lagi.. Iwak Black Coffee Ice..

Kini giliran Murasakibara ditampilkan sedang berdiri di atas papan selancarnya di air yang tenang sedang memakan cemilannya. Kemudian Kise kembali mendesah.. Iwak Black Coffee Ice..

Cuplikan segelas minuman hitam sehitam Aomine kemudian muncul, dengan es kotak-kotak di dalamnya, lalu Kise kembali mendesah ..Iwak Black Coffee Ice..

Para gerombolan anak-anak itu kini kembali ke pantai, terlihat Midorima dan Takao sedang tertawa bersama—dengan Midorima tertawa terpaksa demi bayaran iklan—disusul oleh yang lain. Tiba-tiba Nijimura dengan Haizaki berdiri disampingnya dengan tangan yang ditaruh mesra dipundak Nijimura, mereka berkata bersamaan di depan kamera:

...Iwak Black Coffee Ice..So Healthy and So Refreshing.

Iklan diatas hanyalah karya fiktif belaka, mohon maaf jika mengandung kesamaan atau sara.