Summary: Sekolah akting dadakan diadakan oleh Nijimura, alhasil dia dapat semprotan dari kalangan manusia yang memang dalam dirinya gak ada bakat akting.
"—Makanya belajar woi !"
"Bangsat, diem lu nyong entar gue cium lu !"
"Cium aja nih—nih-!"
KUROKO NO BASKET milik FUJIMAKI TADATOSHI
STORY milik AUTHOR Levy Aomine Michaelis
SETTING: GYM
MAIN CHARACTER:
GENERATION of MIRACLE
NIJIMURA
SUPPORTING CHARACTER:
KAGAMI/TAKAO/KASAMATSU/HIMURO/OGIWARA/KARMA (AC)/NAGISA (AC)/ IRINA JELAVIC (AC)
READ AND REVIEW
~Happy Reading~
Sungguh jalan cerita yang diinginkan Nijimura sudah sangat menjauhi scenario, dengan kewibawaannya sebagai pemimpin ia pun memutuskan untuk menghentikan permainan itu.
"Sudahlah, ini waktu nya untuk pulang. Ayo semuanya beres-beres."
Nijimura melengos saja meninggalkan anak buahnya, diri nya sekarang tak ingin berpikir keras dulu meski pun tatapan yang di berikan Haizaki padanya membuatnya sangat ingin menghajar sekaligus menggeret pemuda tersebut ketempat yang sepi.
Kuroko mengikuti tanpa sepengetahuannya, "Ano... Nijimura-san. Kenapa kau tidak utarakan saja perasaanmu padanya."
Nijimura sudah tak kaget lagi atas kemunculan Kuroko saat ini.
"Hm.. itu tak semudah seperti yang kau bayangkan Kuroko." Jawabnya.
Kuroko tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Jangan menunggu Nijimura-san, nanti dia keburu diambil orang lain." Kuroko mengingatkan,
"Kau jangan khawatir , dia akan menjadi milikku." Ujar Nijimura mantap.
Kuroko menatap layar ponselnya, "Kau dengar sendiri kan Haizaki-kun?"
JDER!
Nijimura yang baru menyadari dirinya di jebak muka nya langsung blushing, sementara diujung sana Haizaki juga ikut blushing. Ia menutup teleponnya lalu menyusul Kuroko dan Nijimura yang terpaku melihatnya.
"Kau harus bertanggung jawab Shuuzo!" Ujarnya dengan kurang ajar, Kuroko langsung pamit diri meninggalkan duo manusia itu untuk menyelesaikan masalahnya. Beruntung anak-anak lain sudah pulang duluan.
"A-apa kau mendengarnya?" Sahut Nijimura gugup.
"Mendengar? Oh maaf tapi yang mana ya?" Jawab Haizaki.
"Jangan mempermainkan Haizaki.. " Nijimura tak menatap wajah pemuda itu, kini Cuma mereka berdua di ruangan itu, mungkin ini saatnya bagi Nijimura.
"Haizaki.." Sambungnya, pria itu Cuma berdeham menuntut kelanjutan kata dari Nijmura.
"A-aku..aku... me-me-me—" Astaga sulit sekali untuk mengatakannya, oh ayolah mereka sesama preman masa bilang itu aja malu. "Me—apa Nijimura?" Haizaki juga tak menatap wajah Nijimura, dia seakan tahu apa yang ingin dikatakan Nijimura.
Nijimura meneguk ludah, menetapkan jiwa nya untuk menuntaskan kegelisahan hatinya—"A..ku me-mencintaimu, Haizaki." Katanya pelan.
Haizaki diam, gurat kesal di wajahnya tercipta namun sama sekali tak menghalangi rona merah di pipi nya, "Jangan bercanda Shuuzo, lagipula acara akting kita sudah usai. " Ujarnya pura-pura kesal, Nijimura menampakan wajahnya untuk melihat Haizaki dan betapa terkejutnya ia melihat wajah pria itu.
"Haizaki, pipimu merona." Usilnya.
Haizaki melayangkan tinjuan,namun tangannya di tahan Nijmura dan justru tubuhnya ditarik mendekat, "Cinta ku padamu bukanlah akting, Shougo." Bisik Nijimura dibalik telinga Haizaki, ia tahu jika wajah Haizaki makin memerah sekarang.
"A-aku.. " Haizaki bersuara,"M-mencintaimu juga, Shuuzo." Lanjutnya kemudian, Nijimura mendesah lega. Cinta nya untuk Haizaki tak bertepuk sebelah tangan rupanya.
"Terimakasih."
FIN
