Title : Gargoyle

.

.

Genre : Fantasy, Romance.

.

.

Pairing : Saat ini masih WonKyu. Akan bertambah sesuai bertambahnya chapter

.

.

Disclaimer: Semua member suju milik orang tuanya. Tapi kalau boleh egois WonKyu adalah milikku.

.

Warning: OOC, Yaoi, Typo(s) bertebaran, Crack Pairing, FF tentang Angel.

.

.

Summary : Kau harus menjauhi nya. SUKA atau TIDAK. Tidak seharusnya malaikat mencampuri urusan manusia. Lupakan dia, dan kembalilah bertugas seperti biasanya.

.

.

Malam kian pekat, rintik-rintik hujan kian deras mengguyur kota Seoul. Membuat jalanan dikota yang biasanya tekenal sibuk dan padat ini menjadi sepi. Dikarnakan banyak orang yang berlindung atau menetap sementara waktu digedung atau pingiran jalan sambil menunggu hujan sedikit reda.

Namun berbeda bagi Siwon. Sebagai seorang gargoyle, ia tak memperdulikan keadaan yang terjadi. Dengan kedua sayapnya yang hitam kelam, ia menerobos derasnya hujan. Tak memikirkan seberapa berat sayap nya yang sudah menampung tetesan air hujan.

Pikiran nya kalut, jika biasanya setelah selesai menghabisi iblis, maka ia akan kembali ke atap gedung, meneliti dan merasakan keberadaan iblis. Namun sekarang berbeda, ia lebih memilih terbang jauh, menuju satu - satunya tempat yang bisa menuntaskan rasa penasarannya.

Lagi - lagi pikirannya kembali ke kejadian yang baru beberapa menit lalu terjadi. Tepat ketika seorang bocah manusia dapat melihat sosoknya. Sosok yang harusnya tersembunyi dan rahasia, mampu dilihat di dalam kedua mata bocah itu. Belum lagi perasaannya yang aneh ketika pertama kali bertemu.

Berdebar... Namun sesak.

Masih teringat jelas pikirannya ketika pertama kali ia menyentuh kulit namja berambut coklat itu. Begitu halus, namun rapuh. Begitu putih, namun terlalu pucat. Berat bocah itu juga sangat ringan. Terlalu ringan untuk ukuran manusia yang sudah berumur sekitar 20an. Ada yang aneh. Entah dirinya atau bocah itu.

Bermil-mil jarak yang ia tempuh membuat ia sampai pada sebuah bangunan kosong yang letaknya sangat jauh dari keramaian kota seol. Sedikit demi sedikit, ia mulai terjun kebawah dan menekuk kedua sayap hitamnya. Kakinya yang telanjang menempel tepat di genangan air yang dingin, membuat dirinya menggigil sesaat. Sambil memantapkan hati, ia mulai menuju ke arah pintu dan mulai mengetuknya pelan.

Ketukannya pelan, namun terdengar nyaring di dalamnya. Ia terus menunggu hingga pintu itu terbuka, dan menampilkan sosok makluk kecil yang memiliki tinggi sekitar 60 cm, dengan tangan dan kaki yang panjang lurus, serta kepala dan mata yang terlalu besar. Makhluk itu bertelinga seperti manusia, namun disisi ujungnya memanjang dan lancip. Kulitnya berwarna kuning kehitaman, wajahnya mengkerut dan jelek, ditambah lagi ia hanya memakai pakaian seperti sarung bantal yang ikatannya melorot di bahunya.

Peri Rumah. Siwon tau jenis apa mereka. Mereka adalah para budak yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk melayani sebuah keluarga, institusi, dan lain-lain. Mereka sangat bahagia dalam perbudakannya dan hampir seluruhnya beranggapan bahwa bila mereka sampai dibebaskan, itu adalah tanda aib yang besar. Ras mereka tidak memiliki kebudayaan sendiri dan keberadaan mereka hanya untuk melayani.

Siwon berdeham pelan, lalu dengan suara lembut dan sopan ia pun mulai bertanya. " Bisa bertemu dengan tuanmu?".

Wajah peri rumah itu mengernyit heran, terlalu aneh dengan sikap Siwon yang teramat sopan padanya. Siwon tahu, banyak orang yang memperlakukan peri rumah dengan sikap yang buruk dan semaunya. Tapi Siwon bukan termasuk makhluk - makhluk yang suka bersifat kasar dan buruk, ia ada gargoyle. Darah malaikat mengalir dalam dirinya, dan sudah sepantasnya ia memperlakukan semua makhluk hidup dengan baik dan sopan. Pengecualian untuk jenis iblis atau setan.

Menunggu, Siwon masih sabar menunggu hingga pertanyaan yang ia ajukan belum juga dijawab oleh peri rumah itu. Menghela nafas pelan dan kemudian ia mulai menggulangi pertanyaan yang barusan ia lontarkan.

Peri rumah itu pun berkedip. Dan dengan wajah yang menyesal dan membungkuk kan badan, ia mulai berucap maaf dan mulai menjawab pertanyaan Siwon.

" PomPom tidak bermaksud kurang ajar. PomPom hanya... Hanya..."

" Tidak apa - apa. Jadi?"

Pintu rumah dibuka lebar guna menjawab dari pertanyaan Siwon. Membiarkan sang tamu untuk masuk kedalam.

Siwon melangkah masuk, dan seketika bau teh dan roti yang baru dipanggang pun menyeruak di hidung nya, membuat perut yang sudah berminggu - minggu tak diisi memberontak. Mengeluarkan suara yang terdengar bagai guntur. Siwon menyentuh perutnya dan memberikan senyum maaf pada peri rumah itu.

Peri rumah yang bernama PomPom balas memberi Siwon dengan cengiran jelek nya. Ia menuntun Siwon untuk masuk lebih dalam, menuntunnya pada salah satu ruangan yang disetiap sudutnya berjejer rak rak buku. Ruangan itu terasa tenang dengan dinding bercat coklat dan lantai kayu yang terbuat dari kayu jati. Terlihat nyaman dan hangat. Ditengah - tengah ruangan terdapat sebuah meja dan kursi nyaman. Di atas kursi terlihat seorang namja yang terlihat masih berumur 25 tahun, walau sebenarnya umurnya sudah lebih 8 Abad. Rambut namja itu hitam lebat, dengan belah pinggir kanan yang ditata se elegan mungkin. Kulitnya kuning langsat, hidung nya mancung dan bibirnya merah merekah. Tampan sekaligus indah. Sosok yang hanya bisa dimiliki oleh kaum malaikat.

Siwon melangkah kan kakinya makin mendekat ke arah sosok indah itu. Mensejajarkan dirinya dengannya . Namun Siwon ragu, sosok itu begitu tenang dan damai dalam dunia bacaannya. Terbesit rasa enggan untuk mengusiknya. Maka ia hanya berdiri membatu dan menunggu.

" Sampai kapan kau akan terus seperti itu" sosok indah itu berbicara. Suaranya begitu lirih, namun terdengar merdu dan sendu. Tiap kata yang ia ucapkan terasa seperti lantunan melodi. Begitu indah dan merdu.

" Leeteuk hyung..."

Sosok indah yang ternyata bernama Leeteuk menutup bukunya pelan. Matanya yang hitam kelam dengan pinggiran berwarna emas menatap lembut wajah Siwon. Senyum merekah diwajahnya, memperlihatkan sebuah pipit yang bersarang di sebelah kanan pipinya.

" Siwon... Sejak kedatangan mu ke Korea, kau tak pernah berkunjung kesini. Pasti ada alasan lain hingga kau mau datang kemari kan".

Kepala di angguk kan sebagai jawaban. Leeteuk kembali memamerkan senyumnya dan menyuruh Siwon untuk duduk di kursi satunya, yang dengan senang hati Siwon turuti. Memanggil PomPom sejenak untuk membawakan teh dan roti hangat.

Setelah teh dan roti diantar, Siwon segera memakannya. Tak kuasa menahan aroma makanan yang dibawa PomPom. Setelah selesai memakan, Siwon meminum habis teh nya dan menunggu Leeteuk selesai memakan rotinya.

" Katakan apa yang mau kau bicarakan Siwon. Aku mendengar kan" kata Leeteuk.

Maka tanpa disuruh 2kali, Siwon pun menceritakan semuanya. Mulai dari mengikuti iblis yang baru turun dari bar, pembasmian Medusa, sampai bagian bocah yang dapat melihatnya. Siwon menceritakan semua pada Leeteuk, tanpa ada satu pun yang terlewatkan. Berharap semoga Leeteuk bisa menjawab hal yang menganjal pada dirinya.

" Jadi manusia itu bener - benar bisa melihatmu?".

" Tak salah lagi hyung, dia bahkan membalas pertanyaanku, mendengarkan suaraku".

" Lalu apa yang kau lakukan setelahnya?".

Siwon menghela nafas pelan dan menundukkan kepalanya. "Aku membuat nya tertidur hyung. Menggendongnya kerumah, begitu juga noonanya. Aku bingung hyung. Dan hanya itu yang terpikir oleh ku".

Leeteuk meletakkan cangkir teh nya. Menghela nafas keras hingga membuat Siwon kembali menatapnya.

" Aku tak tahu dia apa Siwon. Ini baru, keberadaanmu adalah rahasia Siwon. Bahkan manusia tidak akan percaya jika gargoyle itu ada. Mereka hanya percaya jika gargoyle adalah makhluk fiksi, makhluk yang hanya muncul di dongeng atau sebuah novel. Kau adalah rahasia tuhan Siwon" kata Leeteuk.

" Tanpa kau bilang aku sudah tau itu hyung" ucap Siwon. Leeteuk yang tak tega mendengar ucapan Siwon menggengam jemarinya, dan mengelus lembut.

"Namun tentang perasaan mu. Aku harap kau tak bertemu dengannya lagi Siwon. Mungkin dia bisa melihat mu, tapi dia adalah manusia. Sedangkan kau adalah gargoyle, malaikat pelindung. Tak seharus nya malaikat memiliki rasa seperti itu. Manusia adalah makhluk yang kehidupannya singkat. Berbeda dengan dirimu yang dapat hidup beribu - ribu tahun".

Menghela nafas pelan dan menatap tajam hyung nya. Sekeras mungkin menyampaikan kata - kata dalam tatapan matanya. Ia tak perlu dijelaskan lagi tentang masa depannya, tentang berapa lama ia akan hidup.

" Jadi?"

" Kau harus menjauhi nya. Suka atau tidak. Tidak seharusnya malaikat mencampuri urusan manusia. Lupakan dia, dan kembalilah bertugas seperti biasanya".

.

.

OOOOOOOOOOooooooooOOOOOOOOOO

.

.

Silau. Itu lah yang dirasakan namja berambut coklat ketika pertama kali dirinya membuka mata. Dengan kepala yang masih pening, ia mulai bangkit dari posisi tidurnya dan mulai menatap sekitarnya. Mengira - ngira, dimana dirinya berada dan apa yang terjadi padanya semalam.

Melirik seluruh ruangan, hingga matanya mulai perlahan - lahan mengenali seluruh desain dan perabotan yang terasa familiar. Kursi sofa kecil yang dibeli dengan harga murah, tv yang berukuran sedang, rak buku, lukisan dan perabotan lainnya yang sudah tak asing lagi di matanya. Sudah dipastikan, dirinya berada di dalam ruang tamu.

Tapi bagaimana dirinya berada disini? Dirumah? Didalam ruang tamunya?

Memijat pelan kening nya dan mulai memaksa pikirannya untuk mengingatkan memori yang terjadi semalam.

Dan detik selanjutnya, kepalanya terasa terhantam oleh kenangan dan kejadian yang terjadi kemarin malam. Bagaimana ia menerobos hujan untuk segera pulang, menemukan noona nya yang berpenampilan molek namun aneh, sebilah pedang yang menusuk jantung noona nya dan...

Dan...

Sesosok lelaki yang memiliki sepasang sayap hitam kelam yang berdiri angkuh ketika menusuk tepat jantung noona nya. Sosok yang memiliki wajah tegas namun tampan luar biasa. Dengan rambut cepak yang ditata berantakan. Badannya yang berotot namun berkilat karna terkena guyuran air hujan dan sepasang matanya yang hitam legam dengan pinggiran emas cemerlang.

Sosok itu indah dan sedikit bercahaya. Seolah - olah sosok itu bukan manusia, melain kan sesuatu yang gaib. Sesuatu yang hanya bisa ia gambarkan seperti malaikat atau pangeran yang biasa ia baca di novel romantis.

Walaupun samar, dirinya masih bisa merasakan bagaimana harum sosok itu. Bau vanila, hutan dan hujan. Percampuran yang unik dan memabukan. Namun, kembali ia memikirkan bagaimana dirinya bisa berada diruang tamunya. Terakhir kali ia mengingat, dirinya dan sosok itu saling berpandangan. Menerka - nerka apa yang sedang sosok itu pikiran. Masih teringat jelas bagaimana terkejutnya ia ketika dirinya mengaku dapat melihat wujudnya. Namun sebelum namja itu menjawab, matanya mulai menutup, pandangannya mulai menghitam dan dirinya tau, bahwa saat itu juga dirinya tak sadarkan diri.

Menghilang beberapa pikiran negatif, ia mulai meraba sekitar dan mulai bangkit berdiri. Namun ia kembali terkejut ketika tangannya mulai kembali menyentuh sesuatu yang terasa halus dan lembut. Namja yang baru saja memasuki usia 20 tahun kembali dibuat kaget ketika menemukan tangan nya sedang menyentuh kaki seseorang. Pandangan mulai naik ke atas, dan dirinya memekik keras ketika menemukan wajah noona nya yang sedang tertidur dengan polosnya.

" AAAAAAAAAHHHHHHH…."

" Yak, siapa yang berani berteriak seperti itu?" kata yeoja itu sambil duduk tegak. Menatap sekeliling nya hingga mata coklat nya menatap tajam namja yang diketahui ada dongsaeng nya.

" Kenapa kau berteriak seperti itu Kyuhyun? Tanpa berteriak, noona akan bangun" ketus nya.

Namja berambut coklat yang ternyata bernama Kyuhyun mulai menggerakkan tangannya. Menyentuh wajah, tangan, badan wanita yang berada di depannya. Memastikan apa yang tertangkap diretina nya ini asli, bukan hayalan atau bayangan.

" Noona Masih hidup? Bagaimana jantung noona? Sakit kah?"

Yeoja yang memiliki mata sewarna dengan namja di depannya menatap bingung. Alisnya yang hitam dan lebat mengkerut aneh. " Kau aneh Kyu, tentu saja noona sehat. Kau mengharapkan noona mu ini sakit eo? Mengharapkan noona mu ini mati hem?".

" Buk...bukan begitu. Aku... Aku hanya..." berhenti berucap dan kemudian memeluk noona nya erat. Beberapa menit lalu, ia merasa takut ketika sosok bersayap itu membunuh noona nya. Entah bagaimana ia akan menjalani hidupnya, memberitahu orang tuanya. Namun sekarang ia tak perlu takut lagi. Noona nya ada disini, dipelukannya, hidup dan nyata. Rasa takutnya pun sudah hilang digantikan rasa syukur dan senang.

" Aigo lepas Kyu. Noona baru bangun, belum mandi. Badan noona lengket" ucap noona nya sambil melepaskan pelukan kyuhyun. Bangkit berdiri dan sedikit merengangkan otot - otot nya yang kaku.

" Omong - omong Kyu, kenapa kau meletakkan noona di ruang tamu? Kenapa kau tak meletakkan noona di tempat tidur. Aigo badan noona pegal semua" keluh wanita cantik itu.

" Entahlah noona, aku sendiri juga bingung kenapa aku bisa ada disini? Jika boleh memilih, aku juga ingin diletakkan di tempat tidurku".

" Hah memilih diletakkan? Apa maksud mu?"

Mulut dibungkam dengan kedua tangan nya. Alih - alih menjawab, kyuhyun mulai berdiri dan berlari ke arah kamarnya. Meninggalkan noona nya yang diam membatu menunggu jawabannya.

.

.

OOOOOOOOOOooooooooOOOOOOOOOO

.

.

Mematut dirinya ke kaca sekali lagi. Pakaiannya yang semalam kusut dan lembab kini berganti dengan pakaian yang layak untuk berpergian. Sepasang kaus hitam polos dan celana jins. Tak lupa jaket tebalnya ia pakai, hari ini udara kota seol sangat dingin walau sekarang bukan saat nya musim dingin. Dirapat nya lagi jaket tebalnya dan mulai mengguma 'puas''.

Dengan langkah ringan, Pintu kamar dibuka dan tak lupa mengucapkan salam perpisahan pada noona nya. Melangkah keluar rumah, namun kembali langkah nya terhenti. Matanya yang coklat susu menatap teliti halaman rumahnya, mencari - cari sesuatu yang mencurigakan. Hingga tanpa sengaja matanya bertemu dengan benda asing.

Melangkah pelan - pelan, dan memungut benda asing itu.

Sehelai bulu, berwana hitam kelam. Panjang bulu itu sepanjang telapak tangannya. Permukaannya lembut dan halus, walau sedikit basah terkena air hujan kemarin. Mendekat kan bulu itu ke hidung nya, dan ia merasakan perasaan tertampar ketika indra penciumannya tak asing dengan bau yang tertinggal di bulu itu. Bau vanila dan hutan, walaupun terasa samar tapi dirinya tak akan bisa lupa dengan bau tersebut. Karna itu membuktikan bahwa sosok yang kemarin ia temui nyata, bukan mimpi atau hanya halusinasinya.

.

.

OOOOOOOOOOooooooooOOOOOOOOOO

.

.

Kris Wu tau dirinya tampan. Bukannya ia sombong, tetapi sejauh ia melangkah, sejauh ia menapakkan kakinya, orang - orang akan memandang nya. Tak peduli yeoja, namja, anak kecil, bahkan orang berumur pun menatap dirinya dengan tatapan memuja. Wajahnya yang tampan namun dingin, bibirnya yang merah darah, sikapnya yang angkuh dan pakaian nya yang selalu elegan membuat dirinya hampir tiap hari menjadi santapan orang - orang.

Walau memasang wajah datar, Kris merasa perasaan risih. Hampir tiap hari dirinya merasa jengah ketika melihat tatapan orang - orang yang tak pernah lepas milirik tubuhnya... Wajahnya. Jika boleh berharap, Kris ingin menjadi seorang pemuda normal, pemuda yang terlihat biasa dan tak mencolok. Namun apa boleh buat, menjadi Anak - Anak Malam menjadikan dirinya sosok yang indah dan elok. Walau dibalik sosok indah nya tersimpan sosok bahaya dan ganas dalam dirinya, apalagi jika sudah menyangkut dengan darah.

Langkah nya yang semula mantap kini melambat. Ia mendongak wajahnya ke atas, menatap galak gedung yang berlantai 8, yang letak nya masih sangat jauh dari tempatnya berada. Menggeram pelan dan mulai berbalik memutar badannya. Namun matanya yang tajam menangkap siluet sosok yang tak asing. Sosok yang diketahuinya adalah teman kerjanya.

" Yo Kyuhyun hyung" ucap Kris

Merasa namanya terpangil membuat Kyuhyun yang semulai menatap kebawah kini mendongakkan ke atas dan balik menatap sosok tinggi Kris. Melambaikan tangan sesaat dan bergerak cepat menghampiri sosok angkuh Kris.

"Kenapa berhenti disini? Ayo jalan sebelum Heechul hyung memarahi kita karna datang terlambat kerja" Kyuhyun menarik tangan Kris yang dengan lembut segera dihentakkan.

" Lewat jalan memutar saja hyung"

" Hah! Kenapa" tanya bingung Kyuhyun.

" Sudah turuti saja".

Kris mencengkram pergelangan tangan Kyuhyun, berjalan ke arah Kyuhyun tadi datang dan memaksanya untuk mengikuti langkah kaki panjangnya. Ini buruk, selama 2 abad Kris menetap di Seoul dan hari ini ia bertemu dengan sosok yang mati - matian ia hindari. Dirinya harus lekas bertemu dengan Heechul hyung, terlalu berbahaya jika tanpa sengaja Heechul hyung melewati daerah sana. Nanti yang ada hyung nya yang galak akan menghilang untuk selamanya.

.

TBC

.

Gargoyle adalahbanyak dewa mengantakan gargoyle adalah makhluk berwujud setengah manusia dan setengah hewan. Gargoyle dimaksudkan untuk menakut-nakuti roh jahat yang datang, atau dimaksudkan untuk menunjukkan iblis yang lewat bahwa roh-roh jahat sudah bekerja di sana sehingga tidak perlu bagi iblis untuk masuk.

Peri Rumah adalah makhluk gaib fiksi yang ada dalam seri Harry Potter karya J.K. Rownling. Peri rumah memiliki bentuk seperti manusia kecil –walaupun jelas terlihat berbeda dari manusia- yang menghabiskan hidup mereka untuk melayani sebuah keluarga.

Anak – Anak Malam sering disebut sebagai Vampire. Karna mereka biasanya berkeliaran ketika malam hari tiba, dan bersembunyi ketika matahari muncul.

.

Konflik nya belum muncul. Harap bersabar. Pairing masih akan bertambah. Ditunggu aja next chapter nya. Maaf jika ff nya lambat, gak tau kenapa gak sreg aja kalau tiap adegan di cepet - cepetin. Maaf banyak typo, gak sempet edit lgi.

Sayonara... Jangan lupa review. Review kalian membangkitkan semangat menulisku.

Big gomawo buat:

balqistzahwa. imayrochdiana1. jihyunelf. Cuttiekyu94. Yong Do Jin316. michhazz