"Pagi ini sangat segar" Himchan segera membangunkan dirinya yang sebenarnya sudah telat bangun karena Yongguk, Daehyun, dan YongJae meninggalkannya kerja duluan.

"Aku harus bangunkan JongUp!" Himnchan segera keluar kamarnya dan masuk tanpa mengetuk pintu kamar JongUp terdahulu.
"JongUp-ah, kau harus- kau sudah bangun ruapanya.." Himchan tersenyum manis.

Di kamar yg gelap itu JongUp sedang membuka lemari pakaiannya, bersama JungHong disampingnya.

"Aku akan membuka gordennya" Himchan berjalan kearah jendela kamar JongUp yg tertutup rapat.

"TIDAK!"


Chapter 3 . . .

.

.

.

.

.

.

.

.

BUGH!

"Awwhh" Himchan tersungkur. Di sudut bibirnya keluar darah dan membiru.

"JungHong! Apa yang kau lakukan?" Tanya JongUp pada JunHong panik. JunHong menatap JongUp dengan wajah geram.
"Aku benci matahari!" Ucapnya kesal.

Himchan masih bingung kenapa ia dipukul?. JongUp membantu Himchan berdiri.

"Hyeong lebih baik kau tak masuk ke kamarku" ucapan datar itu terkesan biasa. Tak terlihat marah. Himchan langsung berdiri lalu meninggalkan JongUp.

JongUp menoleh kearah JunHong dengan wajah kagetnya.

"Kau tidak boleh melakukan kekerasan pada Hyeongku!" JongUp membentak JunHong.
"Lalu apa? Bagaimana kalau mereka mengambilku darimu? Apa kau mau itu terjadi?" Sahut JunHong tak terima dengan perkataan JongUp yg sangat membela Himchan.

"Aku-"
"Jangan lemah JongUp" JunHong memeluk erat badan JongUp yang terbatu di dalam dekapannya.

.

.

(Another Mask)

.

.

Ini sudah 4 hari dan JongUp jarang keluar dari kamarnya yg gelap. Bahkan di malam hari terasa aura dingin dari kamarnya.

"Halah, kau takut sekali Hyeong.. memang dia bisa apa? Menyakitimu? Tak akan!" Daehyun menyepelekan cerita Himchan tentang JongUp.

"Jika tidak percaya, sana coba sendiri! Mulut besar!" Himchan menatap Daehyun kesal. Daehyun memutar bola matanya malas.

"Sudah jangan bertengkar!" Yongguk memisahkan kedua adiknya yang bertengkar.

"Kita selesaikan ini nanti, YongJae kita ada meeting jam 3 sore ini, Daehyun kau ikut kami menjaga perusahaan" jelas Yongguk. Himchan mengangguk pelan.

Himchan menatap pintu kamar JongUp yang bisa terlihat dari ruang tengah di lantai bawah. Himchan dengan penuh tekatnya memasukki kamar JongUp.

Himchan melihat sosok JongUp yang sedang duduk di pinggir kasurnya dengan posisi menghadapnya, tapi JongUp tertunduk.

"Kemarilah" tubuh Himchan gemetar saat mendengar suara JongUp yang sedikit menyeramkan.

Karena tak mendapat respon JongUp mendangakan kepalanya. Himchan bahkan sulit melihat bola mata JongUp yang beberapa hari kemarin ia lihat.

"Kemarilah" Himchan dengan langkah gemetar memasukki kamar JongUp. Ia mendekati JongUp yg hanya terlihat seperti bayangan.

Ia menelan salivanya dengan susah payah. Himchan mulai mendudukan dirinya di dekat JongUp.

SRAAAAK!

"Egh!" Himchan merasa daging perutnya terbelek dalam. Wajahnya yang tak terlihat itu sesungguhnya memerah menahan sakit di bagian bawah kanan perutnya.

"A-apa yang kau lakukanhh?" Mata Himchan sudah kabur, namun ia masih maksakan dirinya terbangun agar sosok di depannya sadar.

KRAAAK!

"AAGHH!" Himchan kali ini benar-benar berteriak.

CRRAT! CRAAT!

Tubuh Himchan sudah tak berdaya lagi. Ia sudah tak bisa menahan sakit yang menusuk seluruh bagia perutnya.

"Moonhh.. sa-sadarlahh"

Dreeghh..

Tangan Himchan yang tadinya berusaha meraih wajah sosok layaknya bayangan itu terkulai.

"JUNHONG APA YANG KAU LAKUKAN?!" Pekik JongUp saat terpaan sinar matahari yg masuk ke kamarnya memperlihatkan sosok JunHong yang berada diatas Himchan dan keduanya penuh darah.

"Aku- aku tak sengaja hiksss.. aku sa-sangat emosi dan terbakar che- cemburu hikss.." JunHong menangis ia menutupi wajahnya yang terlumuri darah Himchan.

"Tenanglahh tenang, kita menguburnya di hutan dibalik taman" JongUp memeluk JunHong yang terlumuri darah sambil sesunggukan.

Namun tanpa JongUp sadari, dibalik pelukan hangatnya dan tangisan dramatisnya, ia menyeringai seram.

.

Drrtt! Drrtt!
From : HimChan
'Yongguk, aku rasa aku butuh liburan.. aku akan pergi traveling terdahulu selama sebulan atau mungkin lebih, jangan hiraukan aku oke? -kecup manis Himchan'

Yongguk terkekeh melihat sms Himchan.
"Aku ingin segera memeluknya saat ia kembali nanti." Ucap Yongguk.

To : Himchan
'Baiklah, aku akan menunggumu jangan terlalu lama ya.. dan hati-hati' ia mengnyentuh tombol send di sana.

From : Himchan
'Aku akan "mengajakmu" nanti ' Yongguk lagi-lagi terkekeh saat melihat pesan balasan Himchan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Contuniued...


Maaf sebelumnya readers, chap yang ini terlalu sedikit.. tapi janji chap selanjutnya bakal lebih menegangkan, jangan lupa reviwe-nya yaaa..

gomawopta..