Warning TYPO!
Happy reading~~~~~~
Di apartemen Krystal
Krystal dan Kai duduk di ruang tengah apartemen Krystal. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
" Gomawo, Kai.. Kau mau menemani ku.. " kata Krystal memecahkan keheningan.
" Eoh.. Kenapa kau seperti ini Krys? Kau sangat berbeda dengan Krystal yang selama ini aku kenal " jawab Kai.
Krystal menundukkan kepalanya, " Ini semua karena.. Kau sudah tidak memperhatikan ku, Kai.. Semenjak Kyungsoo hadir, kau melupakan ku. Begitu juga dengan Luhan oppa.. Kalian semua meninggalkan aku.. " kata Krystal lalu menangis.
" Krystal.. Aku tidak pernah melupakan mu sedikit pun.. " kata Kai sambil mendekati Krystal lalu menarik kepala Krystal agar bersandar di pundaknya.
" Benarkah? " tanya Krystal pelan.
" Hmm.. Uljimma.. Aku akan ada di sampingmu sampai kapan pun " kata Kai.
" Kalau begitu.. Bisakah.. Kau tinggalkan saja Kyungsoo dan kembali padaku, Kai? Aku sadar kalau selama ini kau menyayangi ku tulus.. Kita bisa memulainya dari awal.. " kata Krystal.
Kai tidak bisa menjawab, dia memang masih menyukai Krystal namun akhir-akhir ini Kyungsoo juga selalu menyita perhatiannya.
" Kai.. Bisakah? " tanya Krystal lagi.
Kai berpikir sebentar " Aku akan memikirkannya.. " jawab Kai pelan. Mendengar jawaban Kai, Krystal tersenyum evil tanpa sepengetahuan Kai.
" Kai sudah jatuh dalam pelukan ku.. Do Kyungsoo.. Bersiaplah pergi dari hidup Kai " kata Krystal dalam hati.
Di dorm EXO
Luhan masih memeluk Kyungsoo yang menangis. Perlahan Kyungsoo melepaskan pelukan Luhan.
" Gwaenchana? " tanya Luhan khawatir.
" Gwaenchana.. " jawab Kyungsoo pelan. Luhan menghapus air mata di pipi Kyungsoo dengan lembut.
" Kyungsoo.. Tunggu di sini, aku akan segera kembali " kata Luhan lalu masuk ke dalam.
Kyungsoo masih ada di balkon, matanya menerawang jauh memikirkan Kai. " Kenapa aku tidak suka kau bersama Krystal eonnie, oppa.. Apa aku.. Mulai menyukai mu sebagai seorang namja? " gumam Kyungsoo.
Tak lama Luhan kembali dengan membawa gitar di tangannya lalu duduk di depan Kyungsoo.
" Oppa.. Untuk apa gitar itu? " tanya Kyungsoo heran.
" Diamlah.. Aku akan menyanyikan lagu untuk mu agar kau tidak sedih lagi " jawab Luhan. Tangan Luhan mulai memetik gitar sambil mencari nada yang pas. " Nah.. Dengarkan, kau pasti tahu lagu ini " kata Luhan. Kyungsoo memperhatikan dengan seksama.
nae nalkeun gitareul deureo haji motan gobaegeul
hogeun gojipseure samkin iyagireul
norae hana mandeun cheok jigeum malharyeo haeyo
geunyang deureoyo I'll sing for you
neomu saranghajiman saranghanda mal an hae
eosaekhae jajonsim heorak an hae
oneureun yonggi naeseo na malhal tejiman
musimhi deureoyo I'll sing for you
The way you cry, the way you smile
naege eolmana keun uimiin geolkka?
hagopeun mal, nohchyeobeorin mal
gobaekhal tejiman geunyang deureoyo
I'll sing for you, sing for you
geunyang hanbeon deutgo useoyo
" Eottae? " tanya Luhan setelah menyanyikan lagu itu.
" Daebak~ Suara mu bagus sekali, oppa.. " puji Kyungsoo sambil bertepuk tangan.
" Jinjja? Kau suka? " tanya Luhan lagi.
" Eoh.. Neomu joha.. " jawab Kyungsoo tersenyum. Luhan merasa lega karena melihat senyuman Kyungsoo kembali.
" Kau bisa bermain gitar? " tanya Luhan, Kyungsoo menggeleng.
" Sini, aku ajarkan " ajak Luhan lalu menyuruh Kyungsoo duduk di sampingnya. Luhan memberikan gitarnya pada Kyungsoo, jari-jarinya memegang jari Kyungsoo agar pas dengan kuncinya. Kyungsoo bisa melupakan kegundahan hatinya untuk sementara.
Keesokan harinya
Kyungsoo masih tidur di kamarnya, suara ponselnya membuat dia terbangun. Dengan mata masih tertutup tangan Kyungsoo meraba-raba mencari ponselnya. Setelah mendapatkan ponselnya,dia menggeliat sebentar.
From : Luhan oppa
Kyungsoo.. Kau sudah bangun? Kajja kita berangkat, ku tunggu kau di halte bus dekat dorm.. Jangan membuat ku menunggu terlalu lama,eoh?
Kyungsoo bangun seketika " Mwo? Dia sudah menunggu ku? Eo-eotteokkae? Aku harus cepat mandi " Kyungsoo segera bangkit dari ranjangnya, namun kegiatannya terhenti saat melihat Kai tidak ada di sampingnya. " Dia benar-benar tidak pulang.. " ujar Kyungsoo lirih. Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya lalu segera menuju kamar mandi. Keadaan di dorm masih sepi, member EXO masih tidur di kamar masing-masing.
SKIP
Kyungsoo keluar dari dorm dan berlari menuju halte bus. Sampai di sana, Kyungsoo tidak menemukan Luhan. " Dimana dia? " tanya Kyungsoo. Dia mencari-cari Luhan dari segala arah, dia pun duduk di kursi halte itu.
" Kau lama sekali.. " rengek seseorang.
Kyungsoo menoleh pada orang di sampingnya. " Oppa.. Mianhae.. Aku baru bangun, hehhehe " jawab Kyungsoo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Luhan duduk di samping Kyungsoo,
" Aigoo~ Yeoja macam apa kau? Apa kau tidak pernah bangun pagi? " tanya Luhan.
Kyungsoo hanya tersenyum malu. " Ini.. " Luhan menyerahkan kopi panas yang ada di tangannya.
" Gomawo " Kyungsoo mengambil kopi itu " Aarrgghhh.. " teriak Kyungsoo tiba-tiba.
" Ya! Gwaenchana? " tanya Luhan khawatir. Kopi itu masih panas dan Kyungsoo tidak hati-hati memegangnya.
" Gwaenchana.. " jawab Kyungsoo sambil meringis menahan sakit di jarinya. Luhan meraih tangan Kyungsoo lalu meniup jari yang terkena panas tadi. Kyungsoo merasakan hembusan lembut di jarinya yang membuat wajah Kyungsoo memerah.
" Apa masih sakit?" tanya Luhan, Kyungsoo menjawab dengan menggelengkan kepala.
" Oppa.. Kita benar-benar ke Namsan Tower? " tanya Kyungsoo.
" Eoh.. Wae? ".
" Naik bis? Tapi.. Bagaimana kalau orang-orang.. " Kyungsoo khawatir kalau fans-fans Luhan tahu.
" Gwaenchana..Aku sudah membawa ini " kata Luhan sambil mengambil kacamata dan topi dari tasnya lalu memakainya.
" Wahhh, jadi kehidupan seorang idol memang berat. Ah, itu bisnya oppa! Ayo berangkat! " ajak Kyungsoo. Mereka pun menaiki bis menuju Namsan Tower.
Sampai di Namsan
Mereka sampai di Namsan Park, Luhan mengajak Kyungsoo untuk menulis permohonan di Love Lock. Mereka membeli gembok dan menulis permohonan mereka. Kyungsoo dan Luhan duduk saling berhadapan
" Ya, selesai.. " kata Luhan.
" Nado.. Apa permohonan yang kau tulis, oppa? " tanya Kyungsoo sambil mengintip tulisan Luhan.
" Ya! Kau tidak boleh melihatnya " kata Luhan, dia menjauhkan gemboknya dari Kyungsoo.
" Baiklah.. Kau juga tidak boleh melihat permohonan ku " Kyungsoo tidak mau kalah dengan Luhan.
" Arra.. Kajja kita kunci gembok kita " ajak Luhan yang diiyakan oleh Kyungsoo.
Luhan memilih tempat yang agak tinggi untuk mengunci gemboknya, dan Kyungsoo memilih tempat tersembunyi di antara gembok-gembok yang lain. " Selesai.. Kyung, kajja kita ke sana.. Sepertinya pemandangannya indah! " ajak Luhan. Mereka pun menuju tempat yang dimaksud oleh Luhan.
Di apartemen Krystal
Kai bersiap-siap akan keluar dari apartemen Krystal, ketika akan memakai jaketnya, sebuah tangan melingkar di pinggangnya.
" Kai.. Kau mau pulang? " tanya Krystal.
" Eoh.. " jawab Kai singkat.
" Aku ikut " rengek Krystal, Kai melepaskan pelukan Krystal dan membalikan badannya sehingga berhadapan dengan Krystal.
" Jangan.. Banyak fans yang menunggu di depan dorm, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu " kata Kai.
Krystal mempoutkan bibirnya, Kai mengusap rambut Krystal lembut.
" Mianhae.. Kau istirahat saja.. " kata Kai lagi.
" Baiklah.. " tiba-tiba Krystal mencium pipi Kai sekilas.
CHU~
Kai membelalakan matanya, Krystal tersenyum melihatnya.
" Ba-baiklah.. Aku pulang Krys.. " pamit Kai, dia pun keluar dari apartemen Krystal. Senyuman terus terpancar dari bibir Krystal, setelah Kai benar-benar keluar dari apartemennya Krystal menyunggingkan senyumannya
" Hmm.. Kai sudah berada di tangan ku, tinggal satu lagi.. Luhan oppa.. " kata Krystal
Di Namsan
" Yeppeonda~ " ucap Kyungsoo melihat pemandangan yang ada di depannya. Luhan memandangi wajah Kyungsoo yang menikmati angin yang berhembus menerpa wajahnya.
" Eoh.. Neomu yeppeo.. " jawab Luhan namun masih memandangi wajah Kyungsoo.
" Kyung.. Apa permohonan yang kau tulis? " tanya Luhan.
Kyungsoo menoleh pada Luhan yang berada di sampingnya.
" Oppa.. Bukankah kau bilang itu rahasia? " tanya Kyungsoo.
" Hmm.. Aku akan menarik perkataan ku tadi, nanti aku juga akan memberitahu mu apa permohonan yang aku tulis " jawab Luhan.
" Geurrae? Baiklah.. Aku menulis.. Semoga semua member EXO dan EXO L bisa bersama selamanya, apapun yang terjadi.. " kata Kyungsoo, Luhan mengangguk sambil tersenyum. " Giliran mu oppa " Kyungsoo menyuruh Luhan untuk mengatakan apa permohonan yang ditulisnya tadi.
" Hmm.. Aku berharap.. Bisa menyatakan perasaan ku pada yeoja yang kusukai " jawab Luhan sambil memandang Kyungsoo penuh arti.
" Daebak! Berarti ada yeoja yang saat ini kau suka? Nuguya? " tanya Kyungsoo penasaran.
" Kau akan mengetahuinya nanti " jawab Luhan singkat.
" Aish.. Tapi.. Benarkah ada yeoja yang kau suka, oppa? Yeoja itu pasti sangat beruntung mendapatkan mu. Ah.. Bagaimana caramu menyatakan perasaan mu padanya? " tanya Kyungsoo. Luhan berpikir sebentar
" Aku akan menyanyikan sebuah lagu untuknya " jawab Luhan.
" Jinjja? Hwaa~ Aku sangat iri pada yeoja itu.. Lagu apa yang akan kau nyanyikan, oppa? ".
" Tentu saja lagu EXO.. My Answer.. Kau tahu kan? " jawab Luhan
" Tentu saja aku tahu lagu itu.. Aigoo~ Kau sangat romantis oppa " puji Kyungsoo sambil mengacungkan dua jempolnya.
" Benarkah? Kyungsoo.. Seandainya.. Kau adalah yeoja itu, bagaimana reaksi mu? ".
" Aku? Seandainya aku yeoja itu.. Tentu saja aku akan menerima mu dengan senang hati. Hanya yeoja bodoh yang berani menolak namja setampan dan sebaik kau, oppa " jawab Kyungsoo, membuat Luhan tersipu malu dan salah tingkah.
" Geurrae? Baiklah.. Aku akan segera menyatakan perasaan ku padanya " kata Luhan yakin.
Di gedung SM
Kai tidak segera pulang ke dorm, dia menuju gedung SM untuk latihan dance. Kai memarkirkan mobilnya di depan gedung. Terlihat banyak fans yang ada di sana, ketika melihat Kai keluar dari mobil mereka berteriak histeris.
" KAI OPPA…! " teriak mereka sambil memfoto Kai. Tangan Kai mencoba menutupi wajahnya, dia bergegas masuk ke dalam gedung.
" Kai, kau datang? " tanya Chen yang ternyata juga berada di sana.
" Ne.. Kau baru selesai latihan, hyung? " jawab Kai.
" Eoh.. Apa Kyungsoo bersama mu? " tanya Chen lagi.
" Ani.. Wae? Bukankah dia ada di dorm? ".
" Aku melihatnya pergi pagi tadi, aku kira dia bersama mu. Luhan hyung juga tidak ada, padahal dia berjanji akan berlatih bersama ku hari ini " jawab Chen.
" Luhan hyung juga tidak berada di dorm? " Kai mulai curiga kalau Kyungsoo keluar bersama Luhan.
" Eoh.. Baiklah, aku akan pulang dulu " pamit Chen. Kai masih terdiam, pikirannya malah tertuju pada Kyungsoo saat ini. Kai mengambil ponsel di sakunya, dia mencoba menelepon Kyungsoo.
Kyungsoo "Yobeoseyo?"
Kai " Kau dimana?"
Kyungsoo " Bukan urusan mu, wae?"
Kai "Yak! Bukankah aku menyuruh mu untuk tinggal di dorm sampai aku pulang?! Kau pergi kemana? Apa kau pergi dengan Luhan hyung?"
Kyungsoo " Eoh.. Wae? "
Kai " Mwo?! Y-Ya! Dimana kau? Aku akan menjemput mu sekarang! "
Kyungsoo " Shirreo! Dan jangan menelepon ku lagi, jangan khawatir ada Luhan oppa yang menjaga ku."
Kyungsoo pun menutup teleponnya. " Y-Yak! Kyungsoo! Katakan dimana kau! Yak! Yobeoseyo?! Aish..! " Kai kesal karena mengetahui Kyungsoo pergi dengan Luhan. Dia ingin menjemput Kyungsoo namun tidak tahu dimana Kyungsoo sekarang. Kai pun masuk ke dalam ruang latihan untuk menghilangkan kekesalannya.
" Aish..! " gerutu Kyungsoo ketika menutup teleponnya.
" Wae? Kai menelepon mu? " tanya Luhan.
" Ne.. Oppa.. Bisakah kita pulang? Aku tidak mau mendengar ocehan Kai oppa lagi" kata Kyungsoo sambil beranjak dari duduknya.
" Jigeum? Baiklah.. Arraseo, kajja kita pulang " ajak Luhan. Mereka pun pulang dengan naik taksi.
SKIP
Kyungsoo dan Luhan sudah sampai di depan dorm, sebelum masuk Luhan menahan tangan Kyungsoo.
" Oppa.. Wae? " tanya Kyungsoo.
Luhan menundukkan kepalanya, tangannya menggenggam erat tangan Kyungsoo. " Kyungsoo.. Apa kau ingin tahu siapa yeoja yang aku sukai itu? " tanya Luhan, Kyungsoo memandang heran pada Luhan.
" Oppa.. Kalau kau tidak ingin menceritakannya tidak apa-apa.. Jangan seperti ini " jawab Kyungsoo. Luhan memegang kedua tangan Kyungsoo dengan erat. Tiba-tiba Luhan menyanyikan sebuah lagu yang tidak asing bagi Kyungsoo.
Nan kanghae boyeodo utgo isseodo honjail ddaega manha
Neul geogjeonghana eobseo boyeodo hal mali manha
Cheom bon sungan neomuna kkeullyeoseo igeotjeogeot jaeji mothago marhaesseo
The answer is you
My answer is you
Nae modeungeol da boyeojwo bwasseo
You are my everything neomu hwagsinhaeseo
Selesai menyanyi Luhan menatap Kyungsoo penuh arti. Jantung Kyungsoo berdegup dengan kencang.
" Op-oppa.. Bukankah.. Kau akan menyanyikannya di depan yeoja yang.. " Kyungsoo menggantungkan kalimatnya, dia sadar bahwa yeoja yang dimaksud Luhan adalah dirinya.
" Benar.. Dan yeoja itu adalah.. Kau.. Kyungsoo.. " kata Luhan.
Kyungsoo merasa dunia berhenti berputar dan jantungnya berdegup begitu kencang. " Oppa.. Jangan bercanda, kau tidak mungkin menyukai ku " kata Kyungsoo gugup.
" Kau tidak percaya? Kau perlu bukti? Baiklah.. " Tiba-tiba Luhan mendaratkan ciuman di bibir Kyungsoo. Luhan memejamkan matanya, berharap Kyungsoo menyadari bahwa dia tulus menyayanginya. Kyungsoo membulatkan matanya, tidak menyangka Luhan akan menciumnya.
Sementara itu Kai mengendarai mobilnya, dia akan pulang ke dorm. Sampai di dorm, sekilas dia melihat bayangan Kyungsoo. Kai turun dari mobilnya, dia akan menhampiri Kyungsoo dan Luhan namun langkahnya terhenti seketika. Dia melihat Kyungsoo dan Luhan berciuman, entah mengapa Kai merasa sakit hati melihat itu. Perlahan mata Kyungsoo menangkap bayangan Kai, Kyungsoo langsung mendorong Luhan.
" Kai oppa.. " kata Kyungsoo lirih.
Luhan menoleh ke belakang, dilihatnya Kai berdiri tepat di belakangnya. Kai mengepalkan tangannya dan menatap tajam pada Luhan.
" Op-oppa.. Kau su-sudah pulang? " tanya Kyungsoo gugup.
Kai menghampiri Kyungsoo dan menarik Kyungsoo untuk masuk ke dalam dorm. Namun sebelah tangan Kyungsoo ditahan oleh Luhan " Kyungsoo! Aku benar-benar menyukaimu. " kata Luhan tiba-tiba sehingga langkah Kai terhenti.
" Hyung.. Michyeosseo?! " bentak Kai lalu pergi meninggalkan Luhan. Kyungsoo melihat sekilas Luhan yang masih diam dengan kepala menunduk.
Kai menyeret Kyungsoo masuk ke dalam. " Yak! Kai.. Apa yang terjadi? " tanya Suho ketika melihat Kai masuk ke dalam kamar, namun Kai tidak menghiraukannya dia malah menutup pintunya.
Kai mendorong Kyungsoo hingga punggung Kyungsoo membentur dinding.
" Op-oppa.. Ada apa dengan mu? " tanya Kyungsoo takut karena Kai menatapnya dengan tajam.
" Do Kyungsoo, apa kau sadar apa yang kau lakukan itu membuat ku sakit?! "bentak Kai, tangannya masih menahan tubuh Kyungsoo menghimpit dinding.
" A-apa maksudmu? ".
Kai menghela nafas " Aku menyukaimu Kyungsoo ! Apa kau tidak sadar?! " bentak Kai lagi.
TBC
Hai-hai~ mian yee ni chapter dikit banget soalnya ane lagi sibuk sama tugas kuliah nihh.. mungkin ada yang mau bantu ane sukarela, kkkkk~. Di chapter ni Luhan nyanyi lagu Sing For You sama My Answer ane harap readers kagak galau yeee ^^ bayangin aja Luhan hyung nyanyi lagu itu beneran. Makasih buat kalian yang udah review, ane terima kasih banget kalian juga mau koreksi bahasa korea ane yang acak adut. Jangan bosan-bosan repiew ye, jangan bosan nungguin ni ep ep juga. Ingat orang sabar jidatnya lebar! Kkkk~ yang mau kenalan ma ane PM aja~~ ane siap bales atu-atu. :3
