Don't be siders
DLDR
Jangan lupa repiew
Happy reading
Luhan terlihat gugup dan salah tingkah karena sepasang mata terus saja menatapnya tajam. Sesekali Luhan menggaruk tengkuknya atau meminum minuman yang berada di meja. Kyungsoo yang berada di sampingnya hanya bisa berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.
" Jadi siapa kau? " tanya pemilik sepasang mata itu, yang tak lain adalah Appa Kyungsoo.
" Dia tem- " Kyungsoo hendak menjawabn pertanyaan Appanya namun segera disela oleh sang Appa.
" Aku bertanya padanya Kyungsoo. Kau siapa? Apa hubungan mu dengan Kyungsoo anak ku? " tanya Appa.
Kyungsoo menatap Luhan agar Luhan segera menjawab pertanyaan Appanya.
" Sa-saya Luhan. Saya teman Kyungsoo " jawab Luhan sedikit gugup.
" Teman? Teman di sekolah? Kenapa rambutmu aneh? Yak! Kyungsoo kenapa kau selalu membawa namja berambut aneh ke rumah?! " Kyungsoo mengusap wajahnya karena apa yang ditakutkannya terjadi.
" Yang penting dia adalah teman ku, Appa. Kenapa Appa mempersalahkan rambutnya? Eomma~~ " Kyungsoo merajuk pada Eommanya agar menolongnya dari pertanyaan Appanya yang terdengar aneh.
" Yeobo, sudahlah dia teman Kyungsoo. Kau jangan terlalu mencurigainya " kata Eomma yang duduk di samping Appa.
" Dia patut dicurigai yeobo. Apa kau salah satu dari berandalan yang dulu datang ke sini? Siapa namanya? Koi? " tanya Appa.
" Kai, Appa! Namanya Kai. Ah sudahlah, oppa sebaiknya kau pulang saja " Kyungsoo menarik tangan Luhan agar berdiri dari sofa.
Saat Luhan berdiri, terdengar suara bel pintu berbunyi. Appa yang sebelumnya ingin mencegah Luhan pergi, akhirnya menyuruh Luhan duduk kembali dengan tatapan tajamnya lalu menuju pintu masuk.
" Kau? " tanya Appa. Orang yang dimaksud pun hanya tersenyum gugup. " Masuklah " ajak Appa.
Kyungsoo dan Eomma saling bertatapan seakan bertanya siapa yang datang. Eomma hanya menggelengkan kepalanya.
" Satu lagi berandalan datang ke rumah " kata Appa sambil berlalu membuat Kyungsoo semakin penasaran siapa yang datang. Kyungsoo pun perlahan mendekati ruang tamu.
" Oppa?! " teriak Kyungsoo terkejut karena tidak menyangka yang datang adalah Kai.
Luhan yang mendengar Kyungsoo segera mengikuti Kyungsoo ke ruang tamu. Ternyata di sana ada Kai. Luhan sedikit terkejut melihat Kai mengikuti mereka ke rumah Kyungsoo. Begitupun Kai yang juga terkejut melihat Luhan berada di rumah Kyungsoo.
" Apa yang kau lakukan di sini, hyung? " tanya Kai.
" Berkunjung. Kau sendiri? " jawab Luhan dan balik bertanya pada Kai.
" Ada yang harus ku bicarakan dengan Kyungsoo " jawab Kai, dia mendekati Kyungsoo dan menarik tangan Kyungsoo agar mengikutinya.
Namun Luhan dengan segera menahan agar Kai tidak membawa Kyungsoo. Kai dan Luhan saling bertatapan dengan tajam. Kyungsoo berusaha melepaskan diri dari mereka berdua karena Kai dan Luhan menggenggam tanganya dengan kuat.
PLAK! PLAK!
" Arrghhh! " teriak Kai dan Luhan bersamaan. Mereka berdua secara refleks melepaskan genggamannya pada Kyungsoo dan memegangi kepala masing-masing.
" Apa yang kalian lakukan pada anak ku, hah?! " bentak Appa setelah memukul kepala Kai dan Luhan.
" Abeonim, apa yang kau lakukan dengan kepala ku?! " kata Kai masih memegangi kepalanya.
PLAK!
" Siapa yang kau panggil abeonim? Sejak kapan aku merestui hubungan mu dengan Kyungsoo?! " jawab Appa setelah memukul kepala Kai untuk kedua kalinya.
Luhan yang mendengar jawaban dari Appa Kyungsoo hanya bisa menahan tawa karena kenyataannya Appa Kyungsoo belum merestui hubungan mereka. Dengan begitu Luhan masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan Kyungsoo.
Setelah acara memukul kepala, Kai dan Luhan kini berada di kamar Kyungsoo. Eomma sudah membujuk Appa agar mengizinkan mereka menginap karena sudah larut malam. Sebenarnya Kyungsoo menolak, namun karena Eomma mengancamnya dengan tidak mengizinkannya menjadi fangirl lagi dengan terpaksa Kyungsoo pun menyetujuinya. Luhan melihat kamar Kyungsoo yang penuh dengan poster EXO. Matanya tertuju pada poster Kai yang berukuran besar, Luhan ingin sekali merobek poster itu.
" Hyung, kenapa kau bisa di rumah Kyungsoo? " tanya Kai yang berbaring di ranjang Kyungsoo.
" Aku sudah bilang padamu, aku hanya sedang berkunjung " jawab Luhan sambil memainkan boneka yang berada di dekatnya.
Mendengar jawaban Luhan, Kai mendengus kesal lalu berdiri.
" Apa maksudmu menyukai Kyungsoo?! Kau sudah tahu bukan dia yeoja chingu ku?! Apa semua yeoja yang ku sukai ingin kau rebut?! " bentak Kai emosi.
Luhan tersenyum, " Semua yeoja yang kau sukai ku rebut? Siapa maksudmu? Krystal? Aku tidak menyukainya, aku menyukai Kyungsoo ".
Kai mengepalkan tangannya emosi, dia menghampiri Luhan lalu menarik kerah baju Luhan membuat Luhan berdiri.
" Kau sangat menyebalkan, hyung! " Kai hendak memukul Luhan saat itu juga Kyungsoo masuk ke dalam kamar.
" Yak! Yak! Apa yang kalian lakukan?! " Kyungsoo melepaskan Kai dan Luhan.
" Sebaiknya kalian pulang! Aku bisa gila kalau kalian berada di sini! "
" Kyung, aku ingin bicara padamu " kata Kai.
" Tidak ada yang harus dibicarakan lagi, oppa! Pulanglah, aku mohon! " Kyungsoo tidak bisa menahan air matanya karena emosi yang meluap.
Dengan berat hati, Kai dan Luhan keluar dari kamar Kyungsoo. Luhan mengusap kepala Kyungsoo sebentar, dan mengikuti Kai keluar.
Luhan sudah pulang, namun Kai masih bertahan di depan rumah Kyungsoo. Kai menyederkan punggungnya di pagar, matanya terus tertuju pada ponsel yang berada di tangannya. 1 jam yang lalu dia mengirimkan pesan pada Kyungsoo untuk menenmuinya di depan rumah, namun tak ada balasan dari Kyungsoo. Saat menelepon pun Kyungsoo tak menjawabnya. Udara dingin menerpa tubuhnya, dia masuk ke dalam mobil untuk menghangatkan diri.
Kyungsoo memperhatikan Kai dari balik jendela di kamarnya. Air matanya menetes tapi tak dihiraukannya. Seharusnya dia merasa senang karena Kai telah mengakui perasaanya. Tapi entah mengapa dia merasa Kai sudah mempermainkan perasaannya.
" Oppa, kau memang bodoh " ujar Kyungsoo lirih.
Keesokan harinya
Kai tertidur di dalam mobilnya, tiba-tiba seseorang mengetuk kaca mobilnya dengan keras membuatnya terbangun. Kai mengusap matanya dan menggeliat, dengan setengah sadar dia melihat siapa yang membangunkannya.
" Yak! Pemalas cepat bangun! " teriak Kyungsoo.
Kai segera membuka pintu mobilnya, " Kyungsoo? " dia belum yakin jika Kyungsoo yang membangunkannya.
" Cepat mandi lalu sarapan, apa kau ingin diam di sini terus? " suruh Kyungsoo lalu meninggalkan Kai masuk ke dalam rumahnya. Kai mengikuti Kyungsoo,
" Kau sudah memaafkan ku? " tanya Kai.
" Memangnya kau sudah melakukan kesalahan? " Kyungsoo malah balik bertanya.
" Kejadian semalam, aku benar-benar minta ma- " Kyungsoo menutup mulut Kai.
" Cepat mandi dan sarapan atau kau akan mendapatkan masalah " kata Kyungsoo sambil melirik seseorang yang berada di belakang Kai.
Tiba-tiba saja Appa sudah berada di belakang Kai, karena takut Kai pun segera masuk ke dalam rumah Kyungsoo.
Kyungsoo mengajak Kai untuk pergi berjalan-jalan. Sebenarnya Kai bingung dengan sikap Kyungsoo yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kai ingin bertanya tapi diurungkannya karena melihat Kyungsoo yang kembali ceria. Kai memakai hoodie dan masker untuk menyembunyikan wajahnya. Mereka tidak menyadari jika dari tadi Luhan mengikuti mereka. Semalam Luhan tidak benar-benar pulang, dia diam di dalam mobilnya tidak jauh dari rumah Kyungsoo. Luhan juga melihat saat Kai masuk ke dalam rumah Kyungsoo.
Tangan Kai terus menggenggam tangan Kyungsoo agar tetap berada di sisinya. Di tengah perjalanan segerombolan pemuda mengendarai sepeda dengan cepat, Kai segera menarik Kyungsoo dalam pelukannya.
" Yakk! " teriak Kai pada segerombolan pemuda itu.
" Gwaenchana? " tanya Kai pada Kyungsoo.
" Eoh.. " jawab Kyungsoo singkat. Kai hendak melepaskan pelukannya, namun tangan Kyungsoo menahannya. Kyungsoo semakin mengeratkan pelukannya pada Kai. "Biarkan aku memeluk mu, oppa.. " kata Kyungsoo.
Awalnya Kai terkejut karena Kyungsoo memeluknya, namun akhirnya dia tersenyum dan membalas pelukan Kyungsoo. " Sudah puas? " ajak Kai.
Mereka pun meneruskan berjalan lagi. Luhan yang melihatnya dari kejauhan hanya bisa mengepalkan tangannya. " Harusnya aku yang berada di samping mu Kyungsoo " gumam Luhan.
Di tengah perjalanan, Kai melihat penjual aksesoris di pinggir jalan. Kai berhenti dan melihat-lihat aksesoris itu. Mata Kai berhenti pada sebuah jepit rambut berbentuk pita berwarna biru yang cantik.
Kyungsoo berdiri di belakang Kai " Kau mau membeli apa oppa? " tanya Kyungsoo.
Kai tidak menjawabnya, dia sibuk melihat-lihat aksesoris itu. Kai mengambil jepit rambut yang dari tadi mencuri perhatiannya. Tanpa di sadari Kyungsoo, seorang namja memperhatikan gerak-geriknya.
" Pasti itu orangnya " ucap namja itu sambil melihat foto yang terdapat gambar Kyungsoo. Namja itu adalah Donghae, dia mendekati Kyungsoo yang tidak menyadari kehadirannya. Dengan gerakan cepat Donghae merebut tas milik Kyungsoo dan berlari.
" Y-Yak! Pencuri! Berhenti kau! " teriak Kyungsoo lalu berlari mengejar Donghae.
Kai baru menyadari kalau Kyungsoo pergi meninggalkannya. " Kyungsoo! Eodiga?! " teriak Kai, dia segera membayar jepit rambut yang dia beli lalu mengejar Kyungsoo.
Di tempat lain, Eunhyuk bersiap-siap di dalam mobilnya. Dia melihat Donghae sudah menjalankan aksinya " It's showtime.. "ucapnya tersenyum sinis.
Eunhyuk menghidupkan mobilnya ketika melihat Donghae menyeberang di depannya. Eunhyuk meihat Kyungsoo mengikuti Donghae dari belakang,
" Itu dia " kata Eunhyuk, dia pun menjalankan mobilnya.
Kyungsoo menyeberang mengikuti Donghae, dia tidak tahu bahwa ada mobil dengan kecepatan tinggi melaju. Ketika mobil itu semakin dekat, Kyungsoo tersadar ada mobil di hadapannya. Kyungsoo membelalakan matanya, kakinya terasa kaku dan berat untuk menghindarinya. Kyungsoo berteriak dan menutup matanya.
BRAAAKKKKK..!
TBC
Annyeong epribadehhhh, akhirnya ane bisa ngelanjutin epep ini lagi. Maap ye kalo lama, ane sibuk soalnya. Ane terima kasih karena udah pada nyemangatin ane, *kecup atu-atu.
Jangan lupa repiew ye? Kalo mau kenal lebih lanjut bisa PM ane, ane terima dengan tangan terbuka, apelagi yang cewek hahahahaha.
