Naruto © Masashi Kishimoto
Pair : NaruHina
Warning : AU, OOC, Typo, Gaje, DLL
Chapter kali ini, lebih ke Slight SasuSaku, jadi yg gak suka SasuSaku tolong tekan BACK!
She Love You, Baka!
.
.
DONT LIKE DONT READ!
.
.
.
Chapter 3
Minggu pukul 04.50, sang surya kini mulai menampakkan dirinya menggantikan posisi dari sang rembulan, warna jingganya mulai menghiasi langit diufuk timur.
Disebuah rumah terlihat seorang pemuda yang masih terlelap diatas tempat tidur nyamannya. Rambut kuning blondenya terlihat dibalik selimut. Disaat dia masih menikmati tidurnya, tiba-tiba...
.
.
.
.
"NARUTO!"
TOK...TOK...TOK...TOK
"CEPAT BANGUN ANAK MALAS!"
.
.
.
Pintu kamar Naruto digedor-gedor dengan tidak elitnya oleh pelaku tunggal –Kushina- yang memang selalu melakukan kegiatan itu tiap pagi. Kasian sekali nasibmu wahai pintu.
.
.
.
"enngh….sebentar lagi kaachan" ucap Naruto dengan suara serak khas bangun tidur
"SEKARANG!"
Naruto tiba-tiba bangun dan terduduk "hai' kaachan" ucapnya, lalu bergegas menuju kamar mandi lalu mencuci muka dan turun kelantai bawah, sebelum dia melihat jam diatas nakas samping tempat tidurnya "ck, ini terlalu pagi ttebayo" ucapnya yang melihat jarum pendek yang masih berada diangka 5 lalu benar-benar bergegas turun kebawah.
"hoaaam…. ayolah kaachan kenapa membangunkanku sepagi ini?" Tanya Naruto yang masih dalam mode ngantuk
"teman-temanmu kan hari ini mau datang kerumah Naruto, kau sendiri yang bilang kan?" jawab Kushina
"huwe padahal teman-temanku datang jam 9 kaachan" teriak Naruto
"ah souka, kalau begitu bantu kaasan memasak ya" ucap Kushina
"apa!?" teriak Naruto 'kenapa aku harus mendapatkan kesialan sepagi ini ttebayo?' batin Naruto frustasi
Sementara Naruto membantu kaasannya memasak, Sasuke dan yang lainnya masih bergelut didunia mimpi.
.
.
.
*skip time*
Pukul 09.25 pagi dikediaman Namikaze
Semua teman-teman Naruto sudah datang diantaranya Neji, Shikamaru, Chouji, Kiba, Sai, Lee dan Shino. Mereka sedang diruang tamu rumah Naruto. Tapi, pangeran sekolah kita Uchiha Sasuke belum datang.
"oi! apa tidak ada yang tau dimana Sasuke?" Tanya Naruto
"kaukan selalu bersamanya Naruto, apa dia tidak memberitahumu?" jawab Neji
"dia tidak bilang apa-apa kalau akan terlambat" jawab Naruto
"bagaimana bisa kau tidak tau Naruto? Kaukan ukenya? Hahaha" Tanya Kiba diselingi tertawanya
"sialan, diam kau Kiba" jawab Naruto tak terima
"dia pasti akan datang, itu karena dia tidak pernah terlambat dalam segala hal" ucap Shino
"oi bukan itu masalahnya, kau selalu saja seperti itu. Masalahnya apa yang membuat dia sampai terlambat?" kata Kiba
"kau memang tidak menggunakan logika, kalau kau ingin tau alasan kenapa Sasuke terlambat kau harus menunggunya datang itu karena hanya dia yang tau alasannya" jawab Shino
"aku juga tau itu" jawab Kiba
"lalu kenapa kau masih bertanya?" Tanya Shino
"ahhh… kau memang menjengkelkan Shino!" teriak Kiba sambil mengacak rambutnya frustasi, sedangkan yang lain hanya bisa menggelengkan kepala melihat mereka berdua yang sering berargumen.
Tok...tok...tok
Tok...tok...tok
Naruto membuka pintu rumah dan orang yang dibicarakan yang datang.
"kau datang juga Sasuke" kata Naruto mempersilahkan Sasuke masuk
" jadi apa yang membuatmu terlambat?" Tanya Shikamaru
"baka aniki" jawab Sasuke singkat
"oh begitu" ucap Shikamaru
Dan yang lain hanya mengucapkan oh tanda mengerti. Yah, semuanya tahu bahwa terkadang Sasuke dan Itachi sulung dari Uchiha sering ada masalah, jadi tidak heran.
Ibu Naruto membawa minuman dan camilan untuk teman-teman Naruto.
"nah semua sudah datang kan? Ayo diminum dan dimakan ya" kata Kushina mempersilahkan
"hai', arigatou obasan" jawab mereka semua
"hwa.. kelihatannya semua enak" kata Chouji dengan mata berbinar-binar melihat pemandangan didepannya
"ini sangat lezat mmm.., basan sangat pandai membuatnya" kata Sai yang mencoba camilannya berupa biskuit
"enak? basan dibantu Naruto membuatnya tadi pagi" kata Kushina menjelaskan
"wah..wah jadi Naruto bisa memasak? Aku harap kau bisa menjadi istri yang baik untukku suatu hari nanti Naru-chan" kata Kiba yang merangkul dan menggoda Naruto
"hahahahaha"
Wajah Naruto memerah, bukan karena tersipu tapi karena kesal "berisik Kiba!"
"hahahahahaha" Dan semua kembali tertawa melihat duo berisik ini.
"hihihi, nah basan ingin bertanya, ne ne apa Naruto punya pacar disekolah?" Tanya Kushina
Naruto yang mendengar pertanyaan kaasannya jadi tersedak "uhuk uhuk"
Semua melihat kearah kaasan Naruto.
"jangankan Naruto, kami semua belum punya pacar basan" jawab Kiba
"mungkin saja Naruto memang punya tapi merahasiakannya" kata Neji menambahkan
"aku belum pernah melihat Naruto-kun dekat dengan seorang gadis" kata Lee
"sepertinya tidak ada yang mau denganmu Naruto" kata Sasuke melirik Naruto
"Hahahahahaha" dan untuk kesekian kalinya Naruto menjadi bahan tertawaan
"kaachan..!" teriak Naruto dengan memajukan bibirnya mode merajuk
"ahaha yah sudah basan masuk kedalam dulu" kata Kushina sambil berlalu
"tapi benar juga, kita semua kan belum punya pacar" kata Kiba tiba-tiba
Semuanya diam dan manggut-manggut membenarkan kalimat si penyuka anjing itu.
"bukannya kau dekat dengan seorang gadis Kiba?" Tanya Shino
"ah Shino jangan mengarang, tentu saja tidak" bantah Kiba sambil mengibas-ngibaskan kedua tangannya
"apa itu benar?" Tanya Chouji mulai penasaran
"iya, itu karena aku pernah melihat mereka berdua bersama" jawab Shino
"owe? Apa itu benar Shino?" Tanya Naruto yang juga penasaran
"yah, dia adalah seorang gadis pecinta kucing dan- mmph" ucapan Shino terpotong karena mulutnya dibekap oleh Kiba
"ahaha kau hanya bergurau kan Shino?" tanya Kiba kikuk yang masih membekap mulut Shino
"jadi dia juga suka binatang? Dan kucing?" kata Shikamaru mengernyitkan alisnya bingung
"oh aku memang pernah melihat Kiba sedang menolong seekor kucing milik seorang gadis yang terjebak diatas pohon" kata Lee membenarkan
"hee? Aku tidak melihatmu ada disitu Lee" jawab Kiba lalu dengan cepat membekap mulutnya dengan kedua tangannya karena keceplosan
"ketahuan" kata Sasuke
"cih, kusso" ujar Kiba
"ayo bayar pajak jadiannya Kiba" kata Naruto sambil merangkul Kiba
"KAMI BELUM JADIAN!" jawab Kiba dengan nada lumayan tinggi
"ohh belum jadian? Berarti akan jadian kaaan?" goda Naruto
"sial kalian semua" maki Kiba dengan rona tipis yang muncul diwajahnya
"hmm, Kiba suka anjing dan gadis itu suka kucing, pasti gadis itu tidak akan menyukaimu Kiba karena Akamaru pasti akan selalu mengejar kucing milik gadis itu" kata Sai dengan senyum polosnya
"hahahahahaha"
"Sai, berisik!" teriak Kiba
"jadi kau merahasiakannya?" tanya Neji
"oei oei, bukannya kau sendiri dekat dengan Tenten kan?" bukannya menjawab Kiba mencoba mengalihkan topik dengan menggoda Neji
"a-apa? Tentu saja tidak" sangkal Neji dengan sedikit gugup dan sedikit rona merah yang sangat tipis sehingga tak ada yang menyadari
"benar juga, bukannya kau lebih suka dengan gadis yang kuat seperti Tenten, Neji?" kata Lee membenarkan
"oe! DIAM KAU LEE" jawab Neji dengan penuh penekanan
"Tenten? Bukannya dia ketua klub Karate?" tanya Naruto
"iya itu benar" jawab Lee
"jadi itu alasanmu selalu melatih para kohai agar selalu dekat dengan Tenten?" jelas Sasuke
"itu tidak benar, kalian tahu aku adalah ahli bela diri terbaik di KHS" sangkal Neji
"kh, sombong sekali" jawab Sasuke
"kau yang memulai" balas Neji tak terima "dan kalian berhentilah membahas makhluk yang dinamakan wanita, kita kesini bukan karena hal itu" sambung Neji
"pengalihan" komentar Sasuke
"diam kau Uchiha!" balas Neji
"kalian berdua diamlah, onna wa mendokusaina" ucap Shikamaru malas menanggapi perdebatan antara Hyuuga dan Uchiha
"benarkah?" tanya Chouji yang masih makan dengan lahapnya "bukannya kau dekat dengan siswi Suna High School?" sambungnya
"jangan sembarang menyimpulkan sesuatu Chouji" jawab Shikamaru
"tapi kalian terlihat selalu bersama setiap kali dia datang disekolah" jawab Chouji membela diri
"Itu karena kami yang menjadi perwakilan dari masing-masing sekolah, jadi kami terlihat sering bersama" sangkal Shikamaru "dan bukannya kau sendiri sering ke Kumo untuk bertemu seorang gadis bernama Karui siswi dari Kumo High School?" sambung Shikamaru sambil menyeringai
"a-ah, aku hanya kesana bertemu dengannya untuk keluar makan bersama. Kalian tahu kalau aku suka makan kan" jawab Chouji polos
Mendengar penjelasan Chouji semua hanya bersweatdrop ria. Ayolah, semua juga tahu itu dinamakan kencan.
"jadi kau sering berkencan dengan gadis bernama Karui itu Chouji?" tanya Naruto bersemangat
"wah, apa kalian belum menjadi sepasang kekasih?" sambung Kiba penasaran
"berhentilah membahasnya teman-teman, lebih baik kalian membahas Shikamaru dan gadis Suna itu saja" kata Chouji
"oei!" teriak Shikamaru tidak terima
"hmm, namanya Temari kan?" kata Sai
"Sabaku Temari...dia punya dua adik laki-laki kan?" tanya Kiba
"ya, Sabaku Kankurou dan Sabaku Gaara" jawab Neji
"kenapa kalian benar-benar mendengarkan Chouji?" kata Shikamaru mengeluh tanpa ada yang mendengarkan
"he? Gaara yang bermuka datar itu? Yang mengalahkan kedataran dari wajah Sasuke?" teriak Naruto sambil menunjuk wajah Sasuke yang dimana siempunya hanya menangkis tangan Naruto yang menunjuk wajahnya dengan tidak senonoh?
"kau memang selalu bersamanya setiap kali ada pertemuan sekolah tapi bisa saja ada sesuatu diantara kalian kan" kata Neji yang mulai kembali ke topik ShikaTema
"Neji benar" kata Sasuke membenarkan
"itu tidak benar, kau sendiri tidak punya pacarkan? Padahal semua wanita mengejar-ngejarmu Sasuke" jawab Shikamaru dengan menunjuk wajah Sasuke
"aku tidak tertarik" jawab Sasuke singkat
"benarkah? Jangan-jangan kau.." tanya Neji menggantung kalimatnya
"hahahaha" semuanya kembali tertawa mengerti akan kalimat Neji
"oi Naruto, kaukan juga belum punya pacar dan kami tidak pernah melihatmu dekat dengan seorang gadis, kau malah selalu bersama Sasuke, apa kalian berdua-" tanya Kiba dengan kalimatnya yang menggantung karena Naruto lebih dulu memotongnya
"ah kau benar Kiba, yosh kalau tidak ada gadis yang mau denganku, aku akan bersama teme saja" kata Naruto yang tiba-tiba memeluk Sasuke
"hentikan dobe, kau menjijikkan" ucap Sasuke sambil menjauhkan diri dari Naruto
HAHAHAHAHAHA!
"aku ini masih normal, lagipula aku sudah punya kekasih" sambung Sasuke
Semua diam dan melihat kearah Sasuke.
3...
2..
1..
"APA!?"
"kau serius" tanya Shikamaru dan Neji bersamaan
"siapa?" kini giliran Naruto dan Kiba bertanya bersamaan
"kau baik-baik saja kan Sasuke?" tanya Neji sedikit khawatir
"apa maksud pertanyaanmu Neji?" tanya Sasuke sedikit kesal, bagaimana tidak pertanyaan Neji seperti mengatakan bahwa dia tidak baik-baik saja dengan memiliki seorang kekasih.
"Neji benar. Itu karena, selama ini kau tidak pernah tertarik dengan seorang gadis, tidak pernah ingin dekat dengan mereka, tidak ingin menjadikan salah satu dari mereka menjadi kekasihmu padahal mereka adalah fangirlmu, selalu mengejar dan mengelu-elukan namamu, jadi kami berfikir kau benar-benar tidak normal. Dan sekarang tiba-tiba kau mempunyai seorang kekasih, jadi sangat normal jika kami semua tak percaya dengan apa yang kau katakan" jelas Shino panjang lebar yang berhasil membuat sekaligus dua perempatan muncul dikepala bungsu Uchiha.
"ck, terserahlah" jawab Sasuke kesal
"oi oi, jadi siapa kekasihmu itu teme?" tanya Naruto penasaran. Pasalnya, dia tidak pernah ingat Sasuke dekat dengan seorang gadis dan Sasuke tidak pernah menceritakannya.
"rahasia" jawab Sasuke
"oh ayolah Sasuke, kau membuat kami penasaran" ucap Kiba
"cepat katakan teme!" paksa Naruto "katakan Sasuke!" ucap Kiba yang juga ikut memaksa Sasuke
'mereka berdua benar-benar duo berisik pemaksa' batin Sasuke frustasi
"katakan saja Sasuke" ucap Neji
"hn, Haruno Sakura" jawab Sasuke singkat
Semua membulatkan mata tak percaya, bahkan Naruto dan Kiba mangap dengan tidak elitnya. 'Haruno Sakura? Apa Sasuke serius?' batin mereka. Semua tahu, Haruno Sakura si gadis musim semi itu adalah gadis yang sangat menyukai Sasuke yang paling tidak ingin Sasuke dekati apalagi berurusan dengannya karena keberisikan yang selalu dia buat dan sekarang malah menjadi kekasihnya? Oh Sasuke, apa kepalamu baru saja terbentur?
Beberapa saat suasana menjadi hening.
"S-Sasuke?" panggil Naruto memecahkan keheningan yang terjadi akibat pernyataan Sasuke "kau tidak sedang sakit kan? Kau baik-baik saja kan? Apa kepalamu telah terbentur sesuatu?" sambung Naruto dengan berbagai pertanyaan
"cih, kenapa kalian terlihat sekaget itu? Dan apa maksudmu dobe" tanya Sasuke kesal
"mendokusai"
"kau sudah membuat dua pernyataan yang membuat kami tercengang. Pertama, kau mengatakan punya kekasih dan kedua kekasihmu adalah seorang Haruno Sakura" jawab Neji menjelaskan
"hn"
"ck, dasar teme" decak Naruto
"Sasuke, kenapa kau bisa jadian dengan Sakura?" tanya Sai penasaran
"oh ya benar, jadi apa alasanmu?" sambung Naruto
Semua pasang mata dalam ruangan itu menatap Sasuke penasaran.
"kalian ingin tahu?" tanya Sasuke
"tentu!" semua menjawab bersamaan
"apa aku harus menceritakannya?" tanya Sasuke lagi
"tentu!"
"benar kalian ingin tahu?" tanyanya lagi
"tentu!"
"se-
"ceritakan saja!" potong mereka kesal
"baiklah.." ucap Sasuke menyerah dan memulai ceritanya "kau tahu dobe, kamarin sewaktu menemanimu mengambil motor dibengkel lalu aku mengantar Ino dan Sakura-" "iya, kenapa? Apa terjadi sesuatu?" potong Naruto tak sabar "hoi, jangan memotong ceritanya baka!" teriak Kiba "apa? Aku hanya penasaran!" balas Naruto teriak
Dan kepala mereka berdua mendapat hadiah indah dari sang ketua OSIS. "lanjutkan Sasuke" intruksi Neji dengan Naruto dan Kiba yang mengelus kepala mereka sayang.
"hn"
FLASHBACK
Mobil mewah milik Sasuke melaju diatas aspal Konoha. Si pengemudi sekaligus pemilik mobil mewah itu sedang fokus menatap jalan tak mengindahkan perdebatan yang terjadi antar dua manusia segender di jok belakang.
Tiba-tiba, mobil mewah itu berhenti didepan sebuah rumah yang tak bisa dikatakan kecil. Rumah Ino. Jangan bertanya bagaimana Sasuke tahu rumah Ino, dijalan tadi dia menanyakannya.
"hei, kalian berdua berhenti berdebat. Kita sudah sampai" kata Sasuke
"EH!?" pekik mereka berdua
Ino turun dari mobil Sport mewah berwarna biru dongker milik Sasuke.
"trima kasih Sasuke-kun"ucap Ino dengan memasang senyum semanis mungkin didepan Sasuke dan mendelik tajam kearah Sakura di jok belakang. 'sial, harusnya Sakura saja dulu yang diantar Sasuke-kun supaya aku bisa duduk disamping Sasuke kuunn' jerit batin Ino frustasi sambil berjalan masuk kedalam rumahnya yang menyesali perdebatannya tadi dengan Sakura tentang siapa yang akan diantar pulang duluan oleh Sasuke. Sementara Sakura dengan hati berbunga-bunga keluar dari mobil Sasuke untuk duduk didepan samping Sasuke.
Klik.
Suara sabuk pengaman yang dikenakan Sakura. Sasuke kembali menjalankan mobil Sport mewah miliknya. Dan Sasuke menyesali kebaikan hatinya untuk mengantar mereka berdua pulang, Sasuke kira Sakura akan diam setelah teman debatnya sudah tak ada tapi yang ada dia semakin cerewet dengan membahas segala hal yang tak penting bahkan saat Sasuke tak merespon semua ucapan Sakura. Karena Sakura yang benar-benar tidak bisa diam membuat Sasuke tidak fokus dan konsentrasi, akhirnya dia menghentikan mobilnya dipinggir jalan dan mematikan mesinnya. Memutar badannya kesamping menghadap Sakura, memandang Sakura yang masih sibuk berbicara dan tak sadar bahwa mobil yang mereka naiki telah berhenti juga tak sadar bahwa dirinya diperhatikan oleh Sasuke. Sasuke memperhatikan wajah Sakura dengan seksama dari rambut, dahi yang agak lebar?, alis, sepasang emerald, pipi tirus, hidung yang mancung, dan bibir yang tidak henti-hentinya berhenti bicara. Dengan niat yang memang dari tadi ingin dia lakukan, dia sedikit memajukan dirinya lalu memegang dagu Sakura lalu memutar wajah Sakura cepat hingga mereka berhadapan dan menempelkan bibirnya di bibir Sakura untuk membungkamnya.
Hening.
Sakura yang terkejut akan tindakan Sasuke hanya membulatkan mata tak percaya. 'apa ini mimpi? Kalau iya, jangan bangunkan aku kami-sama' batinnya.
Sasuke masih menempelkan bibirnya sambil menutup mata, cukup lama dengan kegiatan itu Sasuke mulai melumat bibir Sakura sebentar lalu melepasnya. Yang dia lihat pertama kali adalah wajah syok Sakura ketika onixnya menampakkan diri. Lalu beralih keobjek yang menjadi korbannya. Dia mengelus bibir Sakura dengan ibu jarinya. "sekarang kau tidak banyak bicara lagi kan?" kata Sasuke yang kembali duduk dikursi kemudi kemudian melanjutkan perjalanan menuju rumah Sakura.
.
Mereka telah sampai didepan rumah Sakura. Tidak ada yang bersuara, hanya keheningan yang melatari mereka berdua. Sakura tidak bergerak sama sekali untuk membuka pintu mobil dan berjalan masuk kedalam rumahnya. Sasuke hanya diam. Mereka sibuk dengan fikiran masing-masing setelah kejadian tadi.
Sakura mencoba untuk menghilangkan keheningan dan kecanggungan diantara mereka berdua "a-ano Sasuke kun-" "Sakura!" potong Sasuke cepat. Sakura menghadap Sasuke dan sebaliknya. Sakura melihat onix itu menatapnya serius. Cukup lama mereka dengan kegiatan pandang memandang itu, Sasuke bersuara.
"kau mau kan menjadi kekasihku?" tanya Sasuke serius menatap emerald didepannya tanpa ada keraguan sedikitpun. Sakura kembali membulatkan mata tak percaya dengan penembakan Sasuke terhadapnya. Sakura hanya diam, perlu beberapa saat sampai Sakura mengangguk.
"um, a-aku mau Sasuke-kun" jawab Sakura malu
Setelah mendengar jawaban Sakura, Sasuke tersenyum. Senyum yang tipis yang baru kali ini Sakura lihat, yang membuatnya semakin jatuh hati pada Uchiha Sasuke yang sekarang telah menjadi kekasihnya. Dia juga tersenyum sangat manis untuk Sasukenya.
"sekarang masuklah" perintah Sasuke tak lupa dengan ciuman dikening sebagai tanda perpisahan hari ini yang membuat Sakura tersipu malu dan hanya mengangguk lalu bergegas keluar dari mobil Sasuke. Tak lupa mengatakan hati-hati untuk kekasih barunya itu lalu benar-benar masuk kedalam rumah tanpa menoleh lagi karena dia sangat malu sekaligus bahagia.
FLASHBACK OFF
Dan kembali lagi mereka semua dibuat tercengang oleh cerita Sasuke.
"jadi kau membungkam mulut Sakura dengan cara menciumnya agar dia berhenti bicara?" tanya Kiba tak percaya
"hn" jawabnya Singkat. Sebenarnya, dia juga bingung kenapa dia bisa nekat melakukan hal itu dan juga menjadikan si gadis musim semi sebagai kekasihnya. Padahal dia memang agak tertarik dengan si Haruno, dasar Sasuke. Tidak mau mengakuinya.
"mendoukusai, kau bisa menyuruhnya diam saja kan?" kata Shikamaru "benar, tanpa harus menCIUMnya" sambung Neji menekankan kata Cium
"bilang saja kau memang menyukainya teme" ejek Naruto
"hn terserahlah" jawab Sasuke
"hah dasar Uchiha, tidak mau mengakuinya" ejek Naruto lagi
"itu lebih baik dibanding denganmu dobe" balas Sasuke
"apa maksudmu teme? Jangan mentang-mentang kau baru saja punya kekasih dan aku tidak punya kekasih" kata Naruto kesal
"Sasuke benar, kau kan orang yang tak peka jadi tidak ada yang mau denganmu baka" kata Kiba menunjuk wajah Naruto
"apa maksudmu aku tak peka Kiba?" tanya Naruto sedikit kesal
"yahhh.. kau tidak tau kan kalau ada seorang gadis yang sangat menyukaimu Naruto? Ya kan Neji?" jawab Kiba sambil menatap Neji yang hanya diberi delikan oleh sang ketua OSIS
"he? Apa maksudmu? Dan kenapa kau tanya Neji? Apa hubungannya?" tanya Naruto yang semakin bingung
"Naruto-kun, kau memang tidak peka. Bersemangatlah!" teriak Lee menyemangati?
"kau tidak membantu sama sekali Lee" kata Naruto "jadi Kiba, siapa gadis yang kau maksud?" sambung Naruto
Semua memutar bola mata bosan melihat kepolosan dari sahabat mereka yang satu ini.
"kau seharusnya tahu semua sifat dari teman-temanmu Naruto. Itu karena, kau akan menyakiti perasaan mereka dan membuat mereka sedih. Misalnya, kau harus tahu bahwa aku penyuka serangga atau Kiba penyuka anjing bahkan seorang gadis yang memiliki perasaan terhadapmu, kau-" "iya iya Shino, kau sudah menjelaskannya secara baik" kata Kiba memotong penjelasan Shino
"aku tidak paham ttebayo, jadi siapa gadis itu?" teriak Naruto yang makin bingung mendengar penjelasan Shino
hah semua hanya menghembuskan nafas berat karena kelakuan dari sipirang yang sama sekali belum paham.
"Gadis itu..." ucap Kiba menggantung kalimatnya yang malah membuat Naruto semakin penasaran dan kesal bersamaan
"HINATA HYUUGA"
TBC
Yah chap 3 akhirx selesai, makasih buat yg udah view, review, fav dan follow.
Next Chap kita kembali ke pair utama
Maaf atas segala kekurangan...maaf kalo adegan SasuSaku nya gk bagus gk jelas gk romantis, saya memang payahh
Dan selamat Hari Kemerdekaan ke-71 17 Agustus 2016 *besok*
Salam
Mell-chan,
