Naruto © Masashi Kishimoto
Pair : NaruHina
Warning : AU, OOC, Typo, Gaje, DLL
She Love You, Baka!
.
.
DONT LIKE DONT READ!
.
.
Chapter 4
.
.
.
Disekolah
Hari ini sama seperti hari lainnya di Konoha High School, sekarang masih pukul 09.20 murid-murid tengah melangsungkan pembelajaran dan 10 menit lagi bel istirahat akan berbunyi, tapi entah kenapa ada suara berisik disudut kanan bagian sekolah itu. Terdengar suara gesekan suatu benda dengan lantai, ternyata ruangan yang berisik itu adalah toilet. Disana terlihat orang yang tidak asing lagi si pembuat suara berisik itu.
"ah! Kusso, aku dihukum membersihkan toilet hari ini" gerutu Naruto sambil tetap mengepel lantai
FLASHBACK ON
Kediaman Uzumaki 07.15 pagi
Terlihat disebuah ruang makan dikediaman Namikaze, sudah ada sepasang manusia yang sedang melakukan rutinitas tiap pagi. Minato yang duduk dengan tenang sambil membaca sebuah koran sambil sesekali mengesap kopi yang telah tersedia dihadapannya dan Kushina yang mengatur dan meletakkan piring-piring diatas meja. Jadi kemana si pemeran utama kita?
"dimana Naruto ?" tanya sang kepala Namikaze membuka suara mengalihkan perhatiannya dari surat kabar yang dia pegang
"ah anak itu belum juga bangun" jawab Kushina lalu segera menuju kamar Naruto untuk membangunkan putra tunggalnya itu meninggalkan Minato sendirian didapur.
TOK! TOK! TOK!
"NARUTO! BANGUN, KAU AKAN TERLAMBAT KESEKOLAH!" teriak Kushina dari balik pintu kamar Naruto
"sebentar lagi kaachan" jawab Naruto yang masih enggan keluar dari dalam selimut hangat nyaman miliknya
"SEKARANG!" perintah Kushina
"hai' kaachan...hoooaaamm" jawab Naruto yang dengan terpaksa mendudukkan dirinya diatas tempat tidur miliknya sambil menguap lebar-lebar tak lupa merengangkan kedua tangannya keatas, lalu menghadapkan wajahnya kesebelah kiri untuk melihat jam weker yang bertengger manis diatas nakas samping tempat tidurnya.
"Ehh!?" pekik Naruto "sudah lewat Jam 7? Aku terlambat!" sambungnya lalu bergegas menuju kamar mandi, memakai seragam sekolah lalu turun kelantai bawah.
"kenapa kaachan tidak membangunkanku dari tadi?" kata Naruto yang baru saja tiba diruang makan lalu dengan segera menyambar roti yang ada diatas meja lalu meminum susu setelah roti yang dia makan telah tandas habis dan segera berlari menuju pintu rumah " ittekimasu" teriak Naruto dengan buru-buru keluar rumah
"itterasai" jawab kedua orang tua Naruto bersamaan
Minato hanya menggeleng-gelengkan kepalanya "dasar anak itu" komentarnya
"kau juga akan terlambat kalau berlama-lama" kata Kushina dengan kedua tangan dipinggang sambil menatap Minato
"hai' hai'" jawab Minato
.
.
Sekarang sudah lewat jam 8 yang artinya bel pertanda masuk telah berbunyi sekitar beberapa menit yang lalu, Naruto kini masih diperjalan menuju sekolah dengan menggunakan motornya yang kemarin telah dia ambil dibengkel, dia melaju dengan kencang namun tetap hati-hati hingga dipembelokan terakhir menuju sekolah dia sudah melihat gerbang sekolah masih terbuka. Namun, dia hanya bisa bernafas lega selama dua detik saja karena gerbang sebentar lagi akan ditutup oleh petugas yang berada disitu.
'aku harus bisa sampai tepat waktu' batinnya
Naruto mulai menambah kecepatan, namun pintu gerbang telah tertutup dengan selang waktu hanya sekitar 2 second :v #rasainluNar
Naruto hanya bisa mengerang kesal "tidak! Aku terlambat, kusso" katanya sambil meremas surai kebanggaan miliknya.
"jadi ada yang terlambat yah, hahaha selamat menjalankan hukuman dariku Anak Muda" ucap seseorang yang tiba-tiba sudah berada dihadapan Naruto
Dan 'GLEK', Naruto hanya bisa menelan ludahnya susah payah mengetahui siapa orang itu. Guru yang penuh semangat dan tak pernah mengeluh, guru yang digosipkan merupakan Rival dari guru Hatake Kakashi dan merupakan guru yang selalu berkoar-koar tentang semangat masa muda bersama murid favoritnya yang juga merupakan teman sekelas Naruto aka Rock Lee. Dialah guru Olahraga dengan "semangat masa muda" yang menjadi jargon andalannya guru Maito Guy.
Semua orang tahu bahwa hukuman dari guru Guy si guru semangat masa muda ini kepada siswa yang terlambat adalah mengelilingi lapangan sebanyak 20x ( wew :O sungguh malang kau Naruto )
Dan walaupun Naruto telah menyelesaikan hukuman dari guru Guy, tapi dia harus melaksanakan hukuman lagi dari guru Kedisiplinan yaitu guru Kurenai, dan hukumannya adalah membersihkan toilet dan disinilah Naruto berakhir.
FLASHBACK OFF
"ck, sial" entah sudah berapa kali keluhan, gerutuan yang keluar dari mulut Naruto. Sebenarnya dia memang sering terlambat, tapi tidak pernah mendapat hukuman karena dia masih bisa melewati pintu gerbang dan masih bisa masuk kedalam kelas dan alasan biasanya dia terlambat adalah karena malam harinya dia bersama Sasuke main game dirumahnya atau begadang karena hal lain dan anehnya Sasuke sama sekali tak pernah datang terlambat sekalipun. Lupakan, sekarang yang menjadi alasannya terlambat adalah pembahasan tentang kemarin, salahkan saja kemarin teman-temannya yang mengatakan hal aneh bahwa Hinata menyukainya dan ketika dia bertanya tentang kebenarannya mereka semua malah diam dan malah mulai membahas hal utama dari tujuan mereka kemarin yang menghabiskan waktu cukup lama. Yah walaupun waktu mereka lama terbuang karena pembicaraan tentang wanita. Tapi mereka tetap menghasilkan kesimpulan dari tujuan mereka yaitu destinasi tempat ketika liburan musim panas nanti untuk laporan yang harus mereka buat ya apalagi kalau bukan pantai, walaupun Kiba dan Shino yang menyarankan untuk ke kebun binatang, Chouji yang menyarankan mereka untuk menghabiskan waktu di kedai YakiniQ langganannya, atau Lee yang menyarankan untuk berolahraga, melatih diri dan hal-hal yang merepotkan lainnya. Mendoukusai. Lupakan tentang itu, gara-gara kemarin pernyataan teman-temannya mengatakan Hinata menyukainya, Naruto selalu memikirkan itu sampai-sampai dia tidak bisa tidur karena memikirkannya semalam yang membuatnya bangun terlambat, datang terlambat sampai dia disini sekarang. Menjalankan hukumannya. Naruto benar-benar terlalu memikirkannya, 'apa Hinata benar menyukainya? Dan apa benar dia tidak peka?' pikirnya. Naruto menghentikan aktifitasnya sejenak dan mengenai soal Hinata "dia baik, pintar, cantik dan-
-manis" ucapnya tersenyum sambil membayangkan wajah Hinata, dia menggeleng pelan "sepertinya aku mulai gila, mungkinkah aku mulai menyukainya?" "cih dasar, Bagaimana kalau mereka hanya berbohong? Bagaimana kalau Hinata sama sekali tak menyukaiku? Pasti akan sakit" sambungnya tidak semangat "hah " Akhirnya dia melanjutkan kegiatan membersihkannya, beruntung tidak ada yang datang ketoilet saat itu mendengar Naruto yang mungkin sudah tidak waras karena bicara sendiri.
Kelas XII.1 Waktu Istirahat
Naruto memasuki kelasnya karena telah selesai melaksanakan hukumannya. Naruto melemparkan dirinya ketempat duduknya disamping Sasuke dan meminum minuman yang kebetulan berada di atas meja Sasuke dan kebetulan milik Sasuke.
"terlambat lagi dobe? Tidak biasanya tertangkap basah" tanya Sasuke melirik sahabat dobenya
"hm ya dan aku sangat lelah teme" jawab Naruto masih meminum minumannya- ehm minuman Sasuke
"bagaimana hukuman hari ini Naruto?" tanya Kiba memutar badannya kebelakang menghadap Naruto
"sangat buruk, toilet" jawab Naruto singkat yang tiba-tiba saja berlari keluar kelas
"oi kau mau kemana?" tanya Kiba yang melihat Naruto buru-buru
"toilet" jawab Naruto melanjutkan larinya keluar kelas
"padahalkan dia tadi dari sana, dasar" komentar Kiba
"hn"
.
.
Sementara itu ditaman belakang sekolah terlihat Sakura, Ino, Hinata dan Tenten yang sedang berkumpul. Sebenarnya mereka bertiga Ino, Hinata dan Tenten sedari tadi bingung melihat Sakura yang sedari tadi senyum-senyum sendiri dengan rona merah yang entah sejak kapan sudah bertengger manis diwajahnya
"kau kenapa Sakura?" tanya Ino buka suara "apa yang terjadi?" tanya Tenten ikut penasaran "Sakura-chan?" panggil Hinata yang melihat Sakura tak menggubris dua pertanyaan teman-temannya.
"eh iya Hinata?" jawab Sakura menatap Hinata
"oi forehead, dari tadi kami bertanya kau sama sekali tak mendengarkan ya?" kesal Ino
"eh? Memangnya kalian bertanya apa?" tanya Sakura polos
"dasar kau itu" komentar Tenten
Ino dan Tenten memperhatikan Sakura dengan intens dan mereka melihat wajah Sakura semakin memerah,
TING
Tiba-tiba Ino ingat sesuatu yang hampir dilupakannya, ini mengenai wajah merona Sakura . Mungkin ketika tadi Sakura menjadi pusat perhatian karena tadi pagi dia datang bersama pacar barunya aka Sasuke yang menimbulkan jiwa penasaran ehm kepo milik Ino keluar sehingga dia diberi pertanyaan yang menuntut dari Ino walau semua tidak terjawab karena bel tanda masuk telah berbunyi.
"nah aku hampir saja melupakan sesuatu Sakura" kata Ino "jadi... kenapa kalian bisa datang kesekolah bersama?" tanya Ino menyelidik
"e-eh!" Sakura mengerti siapa kalian yang dimaksud oleh Ino karena tadi dikelas dia sudah menanyakannya. "ahaha, ano.." ujar Sakura salah tingkah sambil menggaruk pipinya yang semakin merona
"ayo jawab!" tuntut Ino "aku juga ingin tahu" kata Tenten "uhm, aku juga Sakura-chan" kata Hinata
"s-sebenarnya, a-aku.. a-aaku dan Sasuke-kun sudah menjadi sepasang ke-kekasih" ucap Sakura menjawab pertanyaan teman-temannya dengan malu
"HAA!?" itulah respon dari Ino dan Tenten, sedangkan Hinata mengerjapkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan Sakura
"kau serius" tanya Tenten penasaran
"benarkah?" tanya Ino yang pastinya juga penasaran
"iya teman-teman" jawab Sakura yang masih terlihat merona
"wah... hebat Sakura, kau bisa menjadi kekasih Sasuke orang yang merupakan pujaan hatimu" jelas Tenten panjang lebar
"hweee kau curang Sakura" rengek Ino "dan jangan lupa menceritakannya" sambungnya "untung saja aku sudah merelakan Sasuke-kun" sambungnya lagi
"hee? kau serius Ino?" tanya Tenten tak percaya, sepertinya banyak hal-hal yang tak dapat dipercaya didengarnya hari ini.
"benarkah?" tanya Sakura memastikan yang mendapat anggukan mantap dari Ino "yokatta, setidaknya aku tidak akan bermusuhan dengan sahabatku sendiri" sambung Sakura bernafas lega
"memang apa yang membuat Ino-chan berhenti menyukai Sasuke-kun?" tanya Hinata penasaran
"oh iya benar juga, aku juga ingin tahu" kata Sakura dan juga Tenten dengan menganggukkan kepalanya tanda dia juga ingin tahu
"ah itu.. ano.. sepertinya aku jatuh cinta dengan orang lain" jawab Ino dengan mode meronanya
Dan pernyataan Ino membuat ketiga sahabatnya lebih penasaran lagi.
"siapa dia?" tanya Sakura kepo
"aku penasaran" kata Tenten
"ah, apa aku harus bilang?" tanya Ino polos yang dijawab cepat tentu saja oleh ketiga sahabatnya yang sangat penasaran
"dia ... Sai" jawab Ino yang makin merona setelah menyebut nama orang yang disukainya
"hah!?" teriak Sakura dan Tenten
"apa itu benar Ino-chan?" tanya Hinata yang mendapat anggukan kecil dari Ino. Sepertinya dia malu untuk sekedar berucap.
"apa yang kau lihat dari dia Ino?" tanya Tenten penasaran
"benar, dia kan menyebalkan" ketus Sakura berkomentar tentang orang yang pernah mengatainya jelek
"hey apa maksud kalian? kalau kalian perhatikan dia itu tampan, dia punya mata seperti Sasuke-kun ya kan? Dan dia pernah mengatakan aku cantik" jawab Ino yang membuat pipinya merona karena kalimat terakhirnya
Sakura menepuk jidatnya "dasar kau ini, padahal diakan hanya berpura-pura mengatakan kau cantik"
Ino menunjuk Sakura "hei Sakura, jangan mengatakan seperti itu hanya karena dia pernah mengatakan kau jelek, lagipula dia memang benar mengatakan kau jelek dan aku cantik" katanya bangga
"apa? Dasar Ino gendut" balas Sakura
"diam kau forehead" balas Ino tak terima
Mereka berdua melipat tangan didepan dada dan saling membelakangi yang membuat Hinata tertawa melihatnya dan Tenten yang menggeleng-gelengkan kepala.
"oi oi, sudahlah kenapa kalian malah bertengkar?" kata Tenten memegang pelipisnya
"hmm oh ya Tenten, kau sendiri siapa orang yang kau suka?" tanya Ino tiba-tiba
"ah aku? Aku...tidak ada" jawabnya
"ah..jangan bohong Tenten, kaukan suka dengan ketua OSIS kita" kata Sakura menggoda Tenten.
"t-tidak, siapa bilang?" kata Tenten menyangkalnya
"Tenten-chan suka dengan Neji-niisan? " tanya Hinata yang mulai penasaran
"ah tidak Hinata, aku tidak-"
"ah jangan mengelak kau tomboi" potong Sakura dengan menepuk bahu Tenten dengan bahunya
Hinata tersenyum "tidak apa-apa nanti aku sampaikan pada niisan" katanya
"ah jangan...jangan" jawab Tenten cepat dengan rona merah yang tiba-tiba muncul di kedua pipinya
Dan mereka bertiga tertawa melihat tingkah sahabat tomboinya itu membuat siempunya menggembungkan pipi kesal.
"nah Hinata, kau sendiri bagaimana?" tanya Tenten agar membuat teman-temannya berhenti menggodanya, padahal dia sudah tahu siapa orangnya. Dasar Tenten
"eh!?" Hinata terkejut mendengar pertanyaan Tenten
"ah iya benar, ne Hinata jadi kapan kau akan mengatakan padanya?" tanya Ino yang mulai tertarik. Sepertinya misi pengalihan Tenten berhasil.
"mm me-mengatakan pada siapa Ino-chan?" tanya Hinata dengan rona merah yang menjalar dikedua pipi gembil miliknya. Sepertinya, rona merah ini secara berurutan datang pada mereka -_-
"ayolah Hinata, semua orang tahu kalau kau suka dengan Naruto" kata Sakura gemas melihat sahabatnya yang satu ini
DEG
Tepat pada saat itu Naruto telah selesai dari toilet dan sedang dalam perjalanan menuju kekelas kembali tapi tiba-tiba perjalanannya terhenti karena tak sengaja mendengar namanya disebut...
Naruto begitu terkejut mendengar kalimat yang diucapkan Sakura, "jadi benar ya?" bisiknya sambil tersenyum. Sepertinya Naruto senang karena teman-temannya tidak berbohong. Tapi senyum itu tiba-tiba luntur "lalu apa yang harus aku lakukan?" tanyanya pada diri sendiri. Tapi, dia lupakan dulu hal baru yang membuatnya bingung, kini ia mulai menguping ketika mendengar suara Hinata.
"benarkah semua orang tahu?" tanya Hinata menatap ketiga sahabatnya
"ya semua orang, kecuali Naruto baka itu" jawab Ino sedikit kesal mengingat sifat ketidakpekaan yang dimiliki Naruto
"kau benar Ino, dia itu benar-benar baka sampai tidak tahu" komentar Sakura yang juga kesal dengan Naruto
Sedangkan Naruto yang mendengarnya hanya bisa menundukkan kepalanya "gomen Hinata" ucapnya lirih sambil berlalu melanjutkan perjalanannya menuju kelas.
"jadi bagaimana Hinata ? kau akan mengatakan padanya kan?" tanya Tenten
"a-aku tidak tahu" jawab Hinata
Sakura memegang kedua pundak Hinata "ganbatte ne, kau harus mengatakan padanya" kata Sakura menyemangati Hinata
"benar Hinata, kau pasti bisa" kata Ino juga menyemangati
Tenten mengangguk "benar, perasaanmu akan sangat lega ketika telah mengatakannya" sambungnya
"uhm arigatou minna" kata Hinata tersenyum manis
"hee..lalu kenapa kau tidak mengatakannya pada Neji?" kata Ino menggoda Tenten
"eh!? Kau juga sama kan Ino" balas Tenten tak terima
"huh, aku akan mengatakannya pada Sai secepatnya" jawab Ino
"hahahahaha"
Dan mereka tertawa bersama menghabiskan waktu istirahat mereka bersama. Hinata sangat bersyukur memiliki sahabat-sahabat seperti mereka.
.
Setelah mengetahui sesuatu yang mengejutkan tadi Naruto kembali berjalan menuju kelas. Namun, tidak seperti biasanya dia tidak sesemangat tadi. Dia berjalan dengan pelan karena memikirkan hal itu.
.
Dikelas XII.1
Naruto sedari tadi hanya diam dan memikirkan kejadian tadi hingga membuat sahabatnya bingung. Sasuke biasanya merasa terganggu jika Naruto begitu berisik tidak bisa diam. Tapi kini dia merasa risih dengan sifat diam Naruto sedari tadi. Apa maumu Sasuke?
"oi dobe, ada apa ?" tanya Sasuke yang jengah melihat kejadian langka pada sahabatnya
"tidak ada apa-apa" jawab Naruto singkat tanpa menoleh
Sasuke mengernyitkan alisnya bingung "kau serius ?" tanyanya lagi
"iya"
"hn, baiklah terserah kau saja" kata Sasuke menyerah
Selama pembelajaran berlangsung Naruto hanya memikirkan hal itu dan sesekali melirik Hinata.
Tteeet...tteeet...teeett
Sekarang sudah jam 2 siang waktu jam pulang disekolah Konoha High School. Semua siswa berjalan keluar kelas untuk pulang, tapi tiba-tiba saja Neji memanggil Naruto yang baru akan keluar kelas
"Naruto" panggilnya
Mendengar namanya dipanggil dia berbalik menghadap Neji "ada apa?" tanyanya
"kau langsung akan pulangkan?" tanya Neji
"ya begitulah" jawab Naruto "kenapa?" sambungnya sambil berjalan mendekati Neji
"bisakah aku minta tolong padamu?" kata Neji
"apa itu?" tanya Naruto
"bisakah kau mengantar Hinata pulang?" pinta Neji
"eh? Apa? Kenapa aku?" tanya Naruto yang cukup terkejut
Neji melihat tingkah Naruto mengernyit bingung "memang kenapa kalau aku memintamu?" tanya Neji
"a-ah tidak, itu.. memangnya kenapa kau tidak mengantarnya? Apa kau ada kencan dengan Tenten?" tanya Naruto yang sukses mendapat deathglare dari Neji
"aku masih ada urusan disekolah" jawab Neji
"lalu kenapa tidak bersama teman-temannya saja?" jawab Naruto
"kau tau Sakura pulang dengan Sasuke dan mereka tak ingin diganggu, Ino dan Sai yang tiba-tiba pulang bersama dan Tenten yang masih ada kegiatan klub disekolah" jawab Neji menjelaskan
"kenapa bukan orang lain saja selain aku?" tanya Naruto lagi
Neji mulai kesal "hei, memangnya kenapa kalau aku memintamu? Lagipula semuanya pasti sudah pulang duluan dan kau salah satu sahabatku jadi aku percaya padamu" jawab Neji kesal
"iya iya baiklah" jawab Naruto setelah mendengar celoteh Neji. Sebenarnya dia masih belum siap bertemu Hinata.
"kupercayakan Hinata padamu, kalau terjadi sesuatu- Neji menatap Naruto serius -bersiaplah" sambungnya
"iya tenang saja" jawab Naruto sambil melangkah keluar kelas
Naruto berjalan menuju parkiran sekolah untuk mengambil motornya. Sesampainya, dia langsung menaiki motornya lalu menuju ketempat Hinata yang tengah berdiri didekat gerbang.
"Hinata" panggil Naruto ketika telah berada didekat Hinata
"h-hai' Naruto-kun" jawab Hinata ketika melihat Naruto memanggilnya
"hari ini Neji tidak bisa mengantarmu pulang karena masih banyak kesibukan jadi dia menyuruhku mengantarmu pulang" jelas Naruto
"souka" jawabnya mengerti
"kalau begitu ayo naik" kata Naruto sambil menepuk jok dibelakang yang dijawab anggukan oleh Hinata
Selama diperjalan pulang mereka hanya terdiam, tidak ada yang membuka suara sedari tadi. Naruto yang biasanya banyak bicara kini hanya diam membatu sedangkan Hinata yang memang pemalu tak dapat memulai percakapan. Hinata bingung dengan sikap Naruto hari ini, sedari tadi disekolah sampai sekarang dia memperhatikan Naruto lebih banyak diam dan terlihat dingin. Sampai akhirnya mereka telah sampai dikediaman Hyuuga.
"arigatou gozaimasu Naruto-kun" kata Hinata sesaat setelah turun dari motor Naruto yang dijawab anggukan oleh Naruto dan langsung melajukan motornya kembali, Hinata yang melihatnya merasa sedih. 'apa yang terjadi padamu Naruto-kun?' batinnya
.
.
*SKIP TIME*
.
.
Dua minggu telah berlalu setelah kejadian itu semuanya berjalan lancar seperti biasa. Tapi sepertinya ada satu hal yang tidak berubah bahkan semakin menjadi. Seperti...
"Naruto-kun" panggil Hinata yang melihat Naruto sedang berjalan dikoridor sekolah menuju ruang kelasnya tapi diabaikan begitu saja oleh Naruto dan menambah laju jalannya lebih cepat
Itu dia masalahnya sekarang, sudah dua minggu ini Naruto selalu mencoba menjauhi bahkan mengabaikan Hinata yang membuat gadis itu jadi bingung, sedih dan-
-sakit" Hinata menaruh tangan kanannya di dadanya 'sakit, sangat sakit' batinnya 'kenapa Naruto-kun? Hiks' hatinya menangis mendapat perlakuan seperti itu dari orang yang disukai bahkan dicintainya. Apa yang telah dia lakukan? Bahkan dia belum mengatakan perasaan sesungguhnya pada Naruto, apa yang akan terjadi bila dia mengatakannya?
'tidak, walau apapun terjadi aku akan tetap mengatakannya' batin Hinata menyemangati
.
.
Skip Time
Baru saja bel tanda istirahat berbunyi, semua bergegas keluar untuk sekedar menjernihkan otak mereka dari hal-hal merepotkan yang disebut pelajaran. Begitu juga dengan si jabrik Namikaze, baru saja dia berdiri seseorang sudah menarik tangannya memaksa Naruto melangkahkan kakinya mengitu si penarik. Semua yang melihatnya nampak begitu terkejut. 'apa tidak salah?' batin mereka saling memandang.
Sebelumnya..
Hinata POV
Saat ini sedang jam pembelajaran, tapi pikiranku sama sekali tidak tertarik dengan pelajaran kali ini. Yang aku pikirkan hanya dia. Bahkan sedari tadi aku tidak merespon pertanyaan sahabat-sahabatku yang terlihat khawatir padaku.
"Hinata kau yakin tidak apa-apa?" bisik Tenten padaku
"tidak apa-apa Tenten-chan" jawabku yang juga berbisik
"serius Hinata? Kau bahkan terlihat tidak baik-baik saja" komentar Sakura cukup keras membuat kami mendapat peringatan dari guru yang mengajar.
'Maaf teman-teman aku tidak tahu harus menjelaskan apa pada kalian'
Bel pertanda istirahat telah berbunyi, semua siswa berjalan keluar kelas menuju kantin dan tempat lain yang ingin mereka kunjungi. Aku telah memantapkan hatiku untuk mengungkapkan padanya hari ini, tidak peduli dengan jawabannya asal aku telah mengatakan yang sebenarnya. Aku segera berdiri lalu berjalan cepat kearah belakang melihat Naruto-kun yang baru saja berdiri dari duduknya aku langsung memegang tangannya sedikit kuat lalu menariknya keluar kelas.
POV End
Semua pasang mata yang melihat Hinata melakukan hal itu begitu terkejut, apalagi sahabat-sahabat Hinata memandang tak percaya pada Hinata yang sangat berani melakukan itu dan sahabat-sahabat Naruto yang diam menganga tidak percaya dengan kejadian itu. Tapi, sepertinya tidak ada yang berniat menegur.
Sementara...
Naruto POV
Aku sangat terkejut ketika tahu siapa orang yang tiba-tiba mengenggam tanganku cukup erat lalu menyeretku keluar kelas. Hyuuga Hinata. Orang yang dua minggu ini kujauhi. Apa yang dia inginkan? Padahal aku harus bersusah payah untuk menghindarinya. Tapi dia tidak pernah menyerah bahkan ketika dengan terang-terangan aku menyuruhnya untuk menjauhiku pun tak digubis sama sekali olehnya. Dan lihat sekarang, dia mau membawaku kemana? Tapi dia cukup berani menarikku seperti ini. Pasti dia sangat malu sekarang karena kami mendapat perhatian dari setiap orang yang kami lewati, pasti wajahnya saat ini sedang memerah. Ah, sayang aku berada dibelakangnya jadi aku tidak bisa melihat wajah merona itu. Pasti sangat manis. Ahk, kenapa aku jadi memikirkan itu.
POV End
.
.
.
.
Continue tentu saja , heheee9
Nah ini chap 4, makasih yang masih setia dgan fic ini #gaadatuh *pundung*
Makasih buat yang view, review, fav, dan follow.
Maaf dgan bgtu bnyaknya kekurangan, sya memang Payahh
Konflik masih Menunggu,
Salam,
Mell chan
