Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pair : NaruHina

Warning : Begitu banyak kekurangan

She Love You, Baka!

.

.

.

.

Chapter 5

Hinata membawa Naruto disuatu tempat. Atap sekolah. Tadi ada beberapa siswa ditempat itu, tapi melihat sinyal dari Naruto bahwa mereka butuh privasi dengan terpaksa para siswa itu meninggalkan mereka berdua.

Hening menjadi latar mereka sesaat para siswa tadi pergi.

"Hey apa kau akan terus-terusan menggenggam tanganku?" Ujar Naruto buka suara

"Go-gomen" ucap Hinata segera melepaskan genggamannya

Kembali hening.

Naruto jengah dengan suasana hening seperti ini. Tapi ia memberikan waktu bagi Hinata untuk membuka suara.

'Aku bisa..aku bisa' batin Hinata

Saat ini Naruto dan Hinata berdiri berdampingan didepan pagar besi atap sekolah. Hinata menghadap lurus kedepan sedang Naruto sedang memandangi Hinata. Hinata mulai menghadap kesamping menatap Naruto yang juga menatapnya.

"Naruto-kun, a-aku aa-aku -

"Hinata" potong Naruto

"Jangan mengatakannya" sambungnya.

"E-eh!?" Ucap Hinata. Apa ia akan ditolak bahkan sebelum Hinata mengatakannya.

"Maafkan aku Hinata" ujar Naruto

Jadi benar ia akan ditolak? Hinata menundukkan kepalanya. Sedang Naruto masih memandang Hinata yang menundukkan kepalanya.

"Maafkan aku atas sikapku padamu dua minggu ini" ujar Naruto membuat Hinata kembali menengadah menatap Naruto.

"Aku tahu kau ingin mengatakan apa padaku Hinata" sambung Naruto

"Tapi aku tidak bisa- membuat Hinata kembali menunduk. Naruto sudah tahu dan ia benar akan ditolak.

-tidak bisa membuatmu mengatakannya" sambung Naruto

"Karena aku yang akan mengatakannya"

.

.

She Love You, Baka!

.

.

Naruto belongs to Masashi Kishimoto

.

.

Don't Like Don't Read

Tapi Read and Review XD

.

.

.

"Karena aku yang akan mengatakannya" sambungnya lagi membuat Hinata kembali mengangkat wajahnya menatap Naruto yang juga masih menatapnya.

Naruto menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya.

"Hinata, maafkan sikapku padamu selama dua minggu ini. Aku tahu perasaanmu padaku jadi aku mencoba menghindarimu. Aku ingin tahu bagaimana perasaanku padamu. Dua minggu yang kulakukan untuk menghindarimu malah membuatku selalu memikirkanmu, aku selalu ingin melihat kehadiranmu, aku selalu merindukanmu, aku selalu tersenyum setiap mengingatmu, dan aku ingin sekali membalas setiap panggilan dan sapaanmu padaku. Tapi aku harus menahannya agar aku tahu apa yang kurasakan terhadapmu. Dan sekarang aku tahu bahwa...aku menyukaimu. Aku menyukaimu Hinata"

Naruto menggenggam kedua tangan Hinata.

"Sekarang kau sudah tahu semuanya. Jadi Hinata, apa kau mau jadi kekasihku?" Tanya Naruto sambil tersenyum menatap Hinata yang saat ini berkaca-kaca setelah mendengar pernyataan serius dan romantis dari Naruto. Terlihat dewasa. Kemana sikap Naruto yang biasanya?

"U-uhm a-aku mau Na-Naruto-kun" jawab Hinata

Naruto mengusap air mata yang mengalir diwajah Hinata lalu segera membawa Hinata kedalam dekapannya. "Arigatou Hinata-chan" ujar Naruto

.

Setelah kejadian diatap saat ini mereka sedang berjalan menuju kelas sambil bergandengan tangan, membuat semua orang yang mereka lewati berbisik-bisik memandang mereka membuat Hinata hanya menundukkan kepala sedangkan Naruto mengacuhkan mereka.

"Wah wah...sepertinya ada sesuatu yang telah terjadi" ujar Kiba ketika melihat Naruto dan Hinata masuk kedalam kelas sambil bergandeng tangan. Perkataan Kiba membuat semua orang dalam kelas memandang objek yang tengah berdiri didepan kelas. Naruto yang dipandang seperti itu hanya tersenyum lima jari dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu kembali berjalan menuju bangkunya dengan tetap menggenggam tangan Hinata. Tapi..

"Apa-apaan kalian?" Teriak Naruto tak terima ketika Sakura dengan paksa melepaskan genggaman mereka

"Sudah sana hus..huss" usir Ino mendorong Naruto menuju kumpulan teman laki-lakinya. Membuat Naruto merenggut kesal.

"Kami ada perlu dengan Hinata" ujar Tenten

"Jadi Hinata, kau pasti telah mengatakannya kan?" Tanya Sakura

"Dan dia pasti menerimanya melihat kalian berdua seperti tadi" sambung Tenten

"I-iya memang benar teman-teman. Aku dan Na-naruto-kun telah jadian. Tapi, bu-bukan aku yang mengatakannya. Naruto-kun yang mengatakannya" jawab Hinata

"Wahh~ benarkah Hinata?" Tanya Ino yang dijawab anggukan oleh Hinata

"Lebih dari apa yang diharapkan" ujar Tenten

"Kau benar Tenten, mengingat 2 minggu ini Naruto selalu menghindari Hinata" jelas Sakura

"Jangan berfikir bahwa kami tidak tahu Hinata" kata Ino menatap Hinata yang ditanggapi senyuman oleh Hinata

Sedang..

"Jadi kalian telah..." Tanya Kiba

"Ya" jawab Naruto singkat

"Jadi kau normal Naruto?" Tanya Sasuke berbentuk sindiran tepatnya

"Sialan kau teme" umpat Naruto

"Apa yang kalian bicarakan tadi?" Tanya Kiba penasaran sambil merangkul Naruto

"Itu rahasia" jawab Naruto

"Kau pelit sekali Naruto" kata Kiba

"Nah Naruto" ujar Ino yang tiba-tiba berdiri sambil menunjuk Naruto membuat semua menatap Ino penasaran.

"Karena kau dan Hinata telah menjadi sepasang kekasih...

...kalian harus membayar pajak jadian" kata Ino bersemangat

"Nah, itu ide yang bagus" ujar Kiba menanggapi ucapan Ino

"Yah baiklah, kalian makan sepuasnya dikantin. Biar aku yang bayar" ucap Naruto membuat semua yang mendengar bersorak senang

"Tidak tidak tidak, sebentar lagi bel masuk akan bunyi" kata Ino mengibaskan jari telunjuknya kekanan kekiri

"Kalau begitu besok saja kan?" Jawab Naruto

Ino menggeleng.

"Lalu?" Tanya Naruto menaikkan sebelah alisnya

"Pulang sekolah nanti, di Cafe" jawab Ino dan anggukan mantap dari Sakura

"Apa? Kau mau memerasku? Jika kalian bertiga tidak masalah. Tapi aku harus mentraktik kalian semua!" Ujar Naruto kesal

"Ayolah Naruto..uang mu tidak akan habis hanya untuk traktir kami" kata Ino memohon

"Tidak" jawab Naruto cepat membuat Sakura dan Ino kesal.

"TIDAK ADA PENOLAKAN!" Teriak mereka berdua membuat Naruto bergidik ngeri.

"Tak apa Naruto-kun, a-aku juga ikut membayar kan" ujar Hinata menatap Naruto

"Hah~ baiklah. Ini karena Hinata-chan yang minta" kata Naruto "tapi mana mungkin aku membiarkanmu ikut membayarnya Hinata-chan. Jadi, biar aku saja yang membayarkan orang-orang gratisan ini" sambungnya menatap Hinata dan menunjuk teman-temannya

"a-arigatou Naruto-kun" jawab Hinata tersenyum manis pada kekasihnya

"Yey~"

"Hore~"

"Yossha~"

Sorakan yang diteriakkan teman-teman Naruto dan Hinata.

.

Skip Time

.

Sekarang mereka semua berada di Cafe Rikudou seperti yang direncanakan. Sedikit terlambat memang, mengingat 30 menit mereka pakai untuk memberi penjelasan kepada Neji. Bagaimana tidak, sang ketua OSIS baru saja kembali dari ruang OSIS tiba-tiba mendengar bahwa adik sepupu manisnya berpacaran dengan seorang Naruto. Jadi, saat jam pulang tiba mereka semua harus menjelaskan kepada Neji sebelum ke Cafe.

Kembali ke mereka yang sudah duduk manis dimeja Cafe dan memakan pesanan mereka. Para gadis tentu memilih meja yang berbeda, mengingat mereka hanya berempat sedang para laki-laki ada Naruto, Sasuke, Neji, Shikamaru, Kiba, Sai, Chouji, Lee dan Shino.

Mereka sangat memanfaatkan kesempatan ini, mengingat yang membayar semuanya adalah Naruto. Lihat saja Chouji yang tak henti-hentinya memesan makanan dan minuman bahkan Kiba dengan sengaja menumpahkan minumannya untuk meminta yang baru. Melihat itu membuat Naruto berharap tak pernah putus dengan Hinata dan menjalin hubungan baru. Dan mengenai pajak jadian...

"Bukannya kalian berdua lebih dulu jadian?" Tanya Naruto menatap Sasuke dan Sai bergantian. Ya Sai telah resmi jadian dengan Ino seminggu yang lalu.

"Lalu?" Tanya mereka berdua

"Seingatku kalian tidak pernah membayar pajak jadian" jelas Naruto yang dijawab oh oleh Sasuke dan senyum dari Sai.

"Hee, benar belum kan?"

"Hn"

"Lain kali saja" jawab Sai

"Daripada seperti itu, lebih baik kita bertiga patungan saja ttebayo" ujar Naruto

"Tidak!"

"Tidak!"

"Huh" kata Naruto membuang muka membuat semua menertawakannya.

.

Mereka semua telah pulang, saat ini Naruto mengantar Hinata pulang walaupun harus berdebat dulu dengan Neji. Tadi sewaktu berangkat ke Cafe dia harus mengalah pada Neji sehingga Hinata berangkat dengan Neji juga Tenten dengan mobilnya dan sekarang mana mau dia mengalah lagi. Terima kasih saja kepada para gadis sehingga Naruto bisa menang untuk mengantar Hinata pulang. Naruto heran saja, waktu itu Neji yang menyuruhnya mengantarkan Hinata pulang kenapa sekarang dia malah menghalanginya. Aneh.

.

Mereka telah sampai didepan rumah Hinata, hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk Hinata dan Naruto tentunya.

"Aku pulang dulu Hinata-chan" kata Naruto

"Hai', h-hati-hati Naruto-kun" jawab Hinata tersenyum pada Naruto

Cup

Bruumm

Naruto menancap gas setelah berhasil mencuri ciuman dipipi Hinata yang membuat Hinata membeku ditempat dengan wajah memerah.

.

.

Makin hari hubungan mereka makin harmonis. Mereka selalu terlihat bersama, dari berangkat sekolah bersama, pulang sekolah bersama, makan dikantin bersama atau Hinata yang membawa bento yang mereka makan bersama, menjadi pasangan untuk tugas bersama, dan berbagai hal lain yang mereka lakukan bersama. Untuk hari Minggu ini, Naruto akan menjemput Hinata dan membawanya kerumah. Bukan kemauan Naruto, tapi paksaan dari kaasannya yang sangat ingin bertemu dengan calon menantunya? Salahkan saja semalam ketika Naruto tengah asik berbincang ditelepon dengan kekasihnya, Kushina dengan cepat merebut HP Naruto lalu berbincang dengan Hinata dan memaksanya kerumah hari ini. Apalagi mengetahui ayah Hinata Hyuuga Hiashi adalah teman baik ayah Naruto Namikaze Minato.

"Naruto kenapa kau lama sekali ttebane? Cepatlah, jangan membuat calon menantuku menunggu terlalu lama!" Teriak Kushina dari lantai bawah

"Iya kaachan, aku akan segera menjemput dan membawa calon menantumu dihadapanmu" jawab Naruto menuruni tangga membuat Kushina terkekeh mendengarnya

"Hihihi ingat anak nakal, jangan membuat menantuku lecet sedikitpun" kata Kushina lalu berjalan kedapur

"Huh, kemana kata calonnya tadi?" Ujar Naruto lalu bergegas menjemput kekasihnya.

.

Mendengar suara motor Naruto yang memasuki halaman rumah, segera saja Kushina berjalan keluar untuk menemui calon menantunya.

Penampilan Hinata sangat manis dengan dress selutut biru muda yang ia kenakan.

"Kau sangat cantik Hime, ayo" kata Naruto menggenggam tangan Hinata hendak berjalan memasuki rumah sebelum..

Greb

Kushina memeluk Hinata.

"Wah calon menantuku sangat cantik ttebane" teriak Kushina setelah melepas pelukannya lalu dengan tidak sabar menarik tangan Hinata memasuki rumah meninggalkan Naruto yang mendecih sebal karena diabaikan.

.

Naruto tengah duduk disofa sambil menonton tv saat ini, ia bosan menunggu ibu dan kekasihnya yang masih tengah asik didapur. Tadi ia sempat kedapur untuk menggoda Hinata, tapi Kushina dengan tegas menyuruhnya keluar karena mengganggu konsentrasi menantunya.

"Hahaha, Hinata-chan serius?"

"Iya kaasan"

"Hahahaa, Naruto memang seperti itu"

"Uhm"

"Hahahaa"

Dengar saja, mereka berdua tengah asik mengobrol membuat Naruto sangat kesal karena dilupakan. Juga ibunya yang menyuruh Hinata memanggilnya dengan sebutan kaasan. Tapi ia juga senang karena Ibunya dan Hinata bisa sangat akrab dipertemuan pertama mereka, walau kedua kepala keluarga memang saling mengenal baik.

.

"Nah Hinata-chan, acara masak-masaknya sudah selesai. Kau panggil Naruto, mungkin saat ini ia tengah kesal hihihi" kata Kushina

"Baik kaasan" kata Hinata berjalan keluar dari dapur

"Kalau dia tak ada disitu, pasti dikamarnya" teriak Kushina dari dalam dapur

"Hai' kaasan" jawab Hinata

Dan benar saja, Hinata tak menemukan keberadaan Naruto disofa. Akhirnya ia mengikuti ucapan kaasan Naruto yang mengatakan bahwa Naruto ada dikamarnya. Menaiki tangga menuju lantai dua. 'Pasti ini kamarnya' batin Hinata menebak setelah melihat tulisan didepan pintu kamar bertuliskan "Ini kamarku Ttebayo!". Hinata terkikik membaca tulisan itu.

Tok tok tok

"Naruto-kun"

"..."

Tok tok tok

"Naruto-kun, kaasan menyuruh untuk makan"

"..."

"Naruto-kun kau baik-baik saja?"

"..."

"Apa mungkin Naruto-kun tertidur yah?" Kata Hinata bermonolog sendiri

Karena tak mendapat jawaban Hinata memberanikan diri membuka pintu kamar Naruto.

Ceklek

Dan benar saja, Naruto tengah berbaring dikasurnya menyamping membelakangi Hinata. Hinata mendekat..

"Naruto-kun?"

"..."

"Apa Na-

Sret

Bruk

-ru Eh!?"

"Kau jahat sekali Hinata-chan" kata Naruto memeluk pinggang Hinata yang berada diatasnya setelah berhasil menariknya

Wajah Hinata memerah karena posisi mereka saat ini "Na-Naruto-kun l-lepaskan aku" kata Hinata berusaha melepaskan diri yang membuat Naruto malah mempererat pelukannya

"Kau jahat sekali Hinata-chan, mengabaikanku" kata Naruto lagi

"Go-gomen Naruto-kun" ucap Hinata

"Tidak ku maafkan" kata Naruto

"tolong lepaskan ya" sambung Hinata

"Tidak"

"na-nanti kaasan melihat"

"Biar saja"

"Hah~" susah menghadapi kekasihnya jika sedang merajuk seperti ini.

Sret

Dalam satu detik posisi mereka kini bertukar, Hinata mengerjapkan matanya dan terkejut melihat sepasang shappire menatapnya intens. Hinata tak bersuara begitupun Naruto, mereka hanya memandang satu sama lain, terhipnotis dengan pesona pasangan masing-masing. Naruto semakin mendekatkan wajahnya, hanya beberapa senti lagi, Hinata memejamkan matanya.

Cup

Kedua bibir itu menempel, kedua pasang iris itu menutup, kedua insan itu menikmati ciuman pertama mereka. Naruto melumat bibir Hinata, sangat manis rasanya. Naruto memiringkan wajahnya untuk memperdalam ciumannya. Saling melumat tetap didominasi oleh Naruto. Tapi mereka harus mengakhiri ciuman itu karena kebutuhan oksigen.

"Hah..hah.."

"Hah..hah.."

Naruto tersenyum melihat wajah kekasihnya memerah, diwajah tannya sendiri juga muncul rona tipis. Naruto menopang tubuhnya dengan satu tangan dan tangan satunya ia gunakan untuk mengelus bibir Hinata dengan ibu jarinya. "Sekarang sudah kumaafkan" ucapnya tersenyum.

"Bagaimana kalau kita melakukannya tiap hari" saran Naruto yang mendapat pukulan kecil dari Hinata

"Dasar mesum" jawab Hinata membuat Naruto terkekeh

"Aku menyayangimu Hime~" ucap Naruto lalu memeluk Hinata

"Aku juga menyayangi Naruto-kun" jawab Hinata membalas pelukan Naruto

Tak tahukah kalian posisi kalian saat ini sangat berbahaya?

.

.

End

.

.

.

.

.

.

Belum kok XD

.

.

Skip Time

.

Konoha High School

07.40 a.m

Naruto tengah berlari dikoridor sekolah, sepertinya dia terlambat lagi. Ini pertama kalinya ia terlambat semenjak pacaran dengan Hinata. Entah apa yang ia lakukan semalam hingga ia bangun kesiangan. Sebenarnya Hinata terus saja menghubunginya ketika Naruto belum juga datang menjemputnya seperti waktu biasa dan mengatakan akan menunggunya seperti biasa, tapi Naruto mengatakan tak perlu menunggunya tak ingin kekasihnya ikut terlambat karena ulahnya. Jadilah ia hanya sendiri berangkat sekolah dan saat ini tergesa-gesa berlari menuju kelasnya. Sudah di pembelokan terakhir lalu ia akan sam-

BRUK

-pai.

"Ittai.."

Mendengar suara seseorang meringis segera saja Naruto sadar bahwa ia telah menabrak seseorang. Dan oh ternyata seorang gadis. Gadis itu jatuh terduduk dilantai karena ulah Naruto. Sedang Naruto hanya sedikit terdorong kebelakang mengingat fisiknya sebagai seorang laki-laki.

"apa kau tidak apa-apa?" Ujar Naruto berjongkok didepan sang gadis

Gadis itu mendongak menatap seorang pemuda yang berjongkok dihadapannya. Blue Shappire. Saat itu juga ia terpesona melihat iris pemuda didepannya. Gadis berambut pirang pucat itu seolah terhipnotis dengan pemuda yang ada didepannya sekarang hingga tak mampu mengeluarkan sepatah katapun.

"Hey kau?" Ucap Naruto melambaikan tangan didepan wajah sang gadis

"Ah i-iya?" Jawabnya gugup

"Kau tak apa-apa?" Tanya Naruto kembali

"Iya aku rasa a-aku baik-baik saja" jawab sang gadis

"Syukurlah, maafkan aku. Tadi aku sangat terburu-buru" ujar Naruto seraya membantu sang gadis berdiri

"Iya tidak apa-apa" jawab sang gadis

"Namaku-

"Maafkan aku, aku harus pergi. Aku terburu-buru" potong Naruto lalu kembali berlari meninggalkan..

-Shion" ucap lirih sang gadis

"Kau telah menjeratku dalam pertemuan pertama kita, tapi kau belum memberitahukan namamu, tapi aku akan mendapatkanmu" ujar Shion lalu kembali berjalan.

.

.

BRAK

Tap tap tap

Sret

"Hinata-chan aku merindukanmu ttebayo" ucap Naruto yang tengah memeluk Hinata

Semua teman-teman Naruto menganga dengan tidak elitnya melihat kelakuan si pirang Namikaze. Bagaimana tidak, ia datang terlambat lalu tiba-tiba membuka pintu kelas dengan sangat keras lalu berjalan cepat kearah Hinata menarik lengannya dan langsung memeluknya didepan mereka semua dan mengatakan 'aku merindukanmu'. Yah semua orang tahu mereka sepasang kekasih, tapi hey bisakah Naruto tak membuat suasana romantis pagi-pagi dihadapan mereka? Masalahnya banyak yang belum punya kekasih disini, membuat mereka iri. Author salah satunya #pundung

"Na-Naruto-kun sudah lepaskan, semua teman-teman me-memandangi kita" kata Hinata

"Biar saja, biar mereka tahu kalau Namikaze Naruto sangat menyayangi Hyuuga Hinata" teriak Naruto

"Cih"

"Dasar pamer"

"Aku jadi iri"

"Romantisnya~"

Beberapa tanggapan dari teman-teman Naruto mendengar teriakan si pirang Namikaze.

Seharusnya ada yang murka kan? Harusnya Naruto saat ini telah babak belur oleh seseorang. Tapi lihat orang itu, dia malah diam memandangi Naruto yang masih memeluk adik sepupu kesayangannya. Hyuuga Neji. Sepertinya ia sudah terbiasa dengan kelakuan ehm calon adik iparnya.

Sementara..

Shion adalah murid baru di Konoha High School dan ia merupakan pindahan dari Ame High School. Saat ini ia berada dikelas XII.C mengikuti pembelajaran setelah memperkenalkan diri beberapa menit lalu. Tak ia sangka ia bertemu dengan teman SMPnya Saara, gadis cantik berambut merah panjang yang dua tahun lalu pindah ke Konoha dari Ame.

"Hei Saara" panggil Shion ditengah pembelajaran berlansung

"Ya Shion?" Jawab Saara berbisik tanpa berbalik karena ia duduk didepan Shion

"Aku ingin bertanya" ucap Shion

"Apa?" Tanya Saara

"Apa kau tahu siapa nama pemuda yang memiliki ciri berambut pirang dan bermata biru?" Tanya Shion

Saara tampak berfikir "rambut pirang dan bermata biru? Hmm.." Gumamnya

"Mungkinkah Naruto?" Ujar Saara lirih

"Apa? Siapa?" Tanya Shion tak terlalu mendengarnya

"Naruto, mungkin yang kau maksud Namikaze Naruto. Karena ia yang memiliki rambut pirang dan bermata biru" jelas Saara

"Oh~ Naruto ya?" Gumam Shion

"Iya, memang kenapa?" Tanya Saara penasaran

"Tidak, tidak apa-apa" jawab Shion

"Ayolah Shion, apa kau ada urusan dengannya?" Tanya Saara

"Iya" jawab Shion

"Hah? Urusan apa?!" Ucap Saara teriak

"Hey, jangan berisik!" tegur guru yang sedang mengajar

"Go-gomen sensei" ucap Saara dan diam tak bertanya lagi

'Naruto ya? Sekarang aku sudah tahu namamu, hanya tinggal membuatmu menjadi milikku' batin Shion sambil menyeringai

.

.

.

TBC

.

.

Maaf kalo terlalu pendek dan banyak kekurangan. Saya memang payahh

NaruHina udah jadian...

Tapi Shion datang...

Thx for viewer, for Review, for Fav n' Follow.

Salam,

Mell chan