Naruto belongs to Masashi Kishimoto
Pair : NaruHina
Warning : AU, Typo, Cerita pasaran, banyak kekurangan lainnya.
.
.
She Love You, Baka!
.
.
.
.
.
Don't Like Don't Read
But Read and Review XD
.
.
.
Chapter 6
Tap
Tap
Tap
Syuut
Dan masuk!
Saat ini Naruto tengah bermain basket bersama teman-temannya yang lain. Baru saja ia kembali mencetak angka karena berhasil memasukkan bola ke dalam ring.
"Seperti biasa, Naruto" ujar Kiba mendekati Naruto dan saling tos
"Tentu saja ttebayo" jawab Naruto
"Hey, jangan terlalu sombong dobe" ujar Sasuke yang juga mendekat
"Bilang saja kau iri padaku teme" balas Naruto
"Hn" jawab Sasuke acuh
"Mendokusai, kalian berhentilah dan lanjutkan pertandingan" ujar Shikamaru di luar lapangan. Shikamaru memang tidak ikut klub basket, ia dengan senang hati menolak kegiatan yang merepotkan menurutnya.
"Yosh" jawab Naruto dan Kiba lalu melanjutkan pertandingan
Sedikit penjelasan, Naruto, Kiba, dan Sasuke ikut klub Basket, Shikamaru ikut dalam klub Matematika yang menurut kebanyakan orang merupakan klub yang paling merepotkan, Neji ikut klub Bela diri, Sai ikut klub Melukis, Lee ikut klub bola, Shino masuk klub berkebun, dan Chouji ikut klub memasak, tentu saja ia dengan senang hati menjadi pencoba pertama dalam hal masakan. Sedang para gadis , Sakura, Ino dan Hinata masuk klub drama dan untuk Tenten seperti yang diketahui ia di klub Karate dan merupakan ketua klub disitu.
.
Kembali ke Naruto yang sedang bertanding dengan kelas lain, ia membawa bola lalu mengopernya kepada kapten yaitu Sasuke dan Sasuke dengan gerakan yang lincah ia membawa bola menghindari pemain lawan dan ia loncat dan kembali masuk menambah poin untuk timnya.
Teman-teman sekelas mereka dan para penonton kelas lain bersorak riang ketika melihat Sasuke kembali mencetak poin. Terlebih para fangirl dari Sasuke,
"Kya~ Sasuke-kun hebat"
"Kya~ Sasuke-kun keren"
"Sasuke-kun~ kya~"
Membuat kekasihnya kesal,
"Apa-apaan mereka itu" ucap Sakura di tempat duduk pemain
Perkataan Sakura membuat tiga sahabat lainnya tersenyum dan tertawa melihat sahabat gadis musim semi mereka tengah kesal mendengar teriakan para fangirl Sasuke.
"Hahaha, kenapa kau tak membuat mereka kesal juga Sakura" kata Ino sambil tertawa
"Maksudmu?" Tanya Sakura menghadap Ino yang duduk disebelah kirinya
Ino mendekat dan membisikkan sesuatu pada Sakura membuat Sakura tersenyum.
"Baiklah" kata Sakura bersemangat
"Apa yang kau katakan Ino-chan?" Tanya Hinata
"Kau lihat saja Hinata" jawab Ino
"Apa lagi rencanamu Ino" kata Tenten sedang yang ditanya hanya tersenyum misterius.
Ketiga sahabat ini sedang menatap Sakura yang tiba-tiba berdiri dan melangkah maju ke depan.
"Sasuke-kun~" teriak Sakura di luar lapangan membuat semua pemain dan penonton menatapnya. Sasuke yang masih menikmati suasana angka yang baru saja ia cetak bersama teman-temannya menoleh ketika mendengar namanya diteriakkan oleh seseorang. Ketika mengetahui sang kekasihlah yang memanggil, ia segera mendekat. Kekasih penurut.
"Ada apa Sakura?" Tanya Sasuke
Tiba-tiba Sakura mengangkat tangan kanannya yang entah sejak kapan sudah ada handuk kecil disana. Ia mengelap wajah Sasuke yang penuh peluh dengan handuk kecil tersebut membuat semua orang yang melihatnya tersentak dengan perilaku Sakura tak terkecuali Sasuke walau tak terlalu nampak. Tentu saja perbuatan Sakura membuat semua fangirl Sasuke histeris, walau mereka semua tahu Sakura memang kekasih Sasuke.
"Terima kasih" ucap Sasuke ketika melihat Sakura telah selesai yang dijawab anggukan oleh Sakura yang sudah merona hebat
"Dasar" ujar Tenten yang sudah paham sedang Hinata hanya tersenyum dan Ino terkekeh karena rencananya berhasil
"Hinata-chan~ lapkan keringatku juga" ucap Naruto yang tiba-tiba sudah ada di depan mereka
"E-eh!?" Membuat Hinata tersentak dan semua orang kini menatapnya
Baru saja Naruto akan memegang tangan Hinata, tangannya sendiri sudah di pegang oleh orang lain
"Kita harus melanjutkan permainan dobe" kata Sasuke menarik Naruto masuk kelapangan
"Ck, Kau kejam sekali teme" Jawab Naruto kesal
"Hn"
Dan mereka kembali melanjutkan permainan.
Tapi sejak tadi ada seseorang yang memperhatikan mereka, memperhatikan Naruto tepatnya. Yah tentu saja Shion.
"Siapa gadis yang disebutkan oleh Naruto?" Ucapnya
"harus ku cari tahu" sambungnya lalu berlalu
.
Shion berjalan memasuki kelasnya.
"Saara" panggil Shion ketika melihat Saara berada di bangkunya
"Ada apa Shion?" Tanya Saara melihat Shion mendekatinya
"Aku ingin bertanya sesuatu" jawab Shion lalu duduk disebelah Saara
"Apa?" Tanya Saara
"Apa Naruto punya kekasih?" Tanya Shion
"Naruto yang kemarin kau tanyakan?" Tanya Saara
"Iya Naruto siapa lagi" jawab Shion memutar bola matanya
"Hehee iya. Dia memang sudah punya kekasih" jawab Saara membuat Shion tersentak
"Be-benarkah?" Tanyanya
"Iya, memang kenapa? Dari kemarin kau selalu menanyakan tentangnya. Ohh jangan-jangan kau menyukainya?" Kata Saara yang baru mengerti
Mengabaikan pertanyaan Saara, Shion kembali bertanya "siapa nama kekasihnya?" Tanya Shion
"Namanya Hinata, mereka sekelas" jawab Saara membuat Shion menunduk lemas mendengarnya
"Sepertinya semua orang disekolah tahu ya tentang hubungan mereka?" Tanya Shion
"Yah, mungkin karena Naruto yang berisik dan selalu mengklaim Hinata adalah miliknya dan selalu mengumbar keromantisan mereka dimanapun dan jangan lupa Naruto itu salah satu pemuda populer disekolah" jawab Saara
"Jadi apa kau menyukainya?" Tanya Saara masih penasaran
"Iya" jawab Shion
"Jadi benar?" Kata Saara tak percaya
"Ya memang kenapa?" Kata Shion bingung melihat reaksi Saara
"Aneh saja, kau baru tahu namanya kemarin dan sudah menyukainya" jawab Saara
"Kupikir kau benar, tapi aku memang menyukainya" kata Shion
"Jadi setelah kau tahu Naruto sudah punya kekasih, kau sudah tak mengaharapkannya kan?" Kata Saara
"Tentu saja tidak, maksudku aku tidak menyerah" jawab Shion membuat Saara menatapnya horor
"Tapi ia sudah punya kekasih" kata Saara mengingatkan
"Biar saja, walau dia punya istri sekalipun aku akan tetap menyukainya dan aku akan merebutnya" jawab Shion
"Apa katamu? Kau benar-benar tak waras Shion" kata Saara menggeleng-geleng
"Terserahlah" jawab Shion lalu berlalu keluar kelas.
Ini bahaya, Saara tahu watak Shion yang jika menginginkan sesuatu ia akan terus melakukan apapun untuk bisa mendapatkannya. Tapi, terserahlah.
.
Naruto dan teman-temannya sedang dikantin saat ini, tentu saja kekasihnya juga ada.
"Hinata-chan, suapi aku" kata Naruto manja kepada kekasihnya membuat yang lain menatap jijik padanya
"Na-naruto-kun makan sendiri yah" kata Hinata
"Tapi tanganku sakit karena bermain basket tadi" ucap Naruto
Pletak
"Itte..." Naruto menjerit kesakitan saat dirasa seseorang menjitak kepala kuningnya
"Jangan bermanja-manja dengan adikku diitempat umum" kata Neji yang baru saja datang sang pelaku pemukul
Naruto mengusap-ngusap kepalanya, tiba-tiba dia berucap..
"Jadi jika aku hanya berdua dengan Hinata-chan, tidak apa kan kakak ipar?" Dan perkataan Naruto membuatnya mendapat hadiah sendok yang melayang kewajahnya dari Neji, membuat yang lain tertawa.
.
Shion duduk sendiri di meja kantin agak jauh dari tempat Naruto dan teman-temannya, ia sibuk memperhatikan mereka. Ia mengepalkan kedua tangannya kesal melihat Naruto bermesraan bersama sang kekasih. Tiba-tiba ia berdiri, sepertinya ia punya rencana. Ia melangkah mendekati meja Naruto lalu dengan sengaja menyenggol Hinata yang sedang menyuap makanannya, alhasil makanan itu tumpah mengenai seragam Hinata.
"Ahk" jerit Hinata
"Ah maafkan aku, aku tak sengaja" kata Shion mencoba membantu Hinata membersihkan seragamnya
Hinata tersenyum pada Shion "tidak apa-apa" ucapnya
"Ini Hinata-chan" ujar Naruto memberikan beberapa tisu pada kekasih
"Terima kasih Naruto-kun" ucap Hinata lalu membersihkan seragamnya dengan tisu
Semua pasang mata yang ada disitu menatap Shion sang pelaku penyenggol. Shion yang mengetahui dirinya ditatap semua orang kembali berucap
"Sekali lagi maafkan aku"
"Um, tidak apa-apa" jawab Hinata
"Ayo Hinata, ku antar ke toilet membersihkannya" kata Sakura berdiri lalu membawa Hinata pergi
Shion beroiji lalu ikut pergi dari situ, terlihat ia menyeringai ketika rencananya berhasil.
.
"Sudah selesai, kau tidak apa-apa kan Hinata?" Tanya Sakura
"Aku tidak apa-apa Sakura-chan" jawab Hinata
Sakura bertolak pinggang "hmm.. Sepertinya ia tadi sengaja" katanya
"Sakura-chan jangan berfikir buruk pada orang lain" kata Hinata
"Aku hanya berpendapat Hinata" balas Sakura
"Sudahlah, ayo kembali kekelas" ajak Hinata
"Yah baiklah" jawab Sakura menyerah
.
Keesokan harinya..
Naruto dan Hinata sedang berjalan bersama menuju kelas, mereka terlihat membahas sesuatu dan tertawa sepanjang jalan. Shion yang berjalan agak jauh dibelakang mereka segera berlari kecil mendekati mereka untuk menjalankan rencana lain.
Brukk
Ia sengaja menjatuhkan buku-buku yang ia bawa, membuat Naruto dan Hinata berbalik.
"Eh! Kau tak apa-apa?" Tanya Hinata pertama bersuara membantu Shion berdiri disusul Naruto yang mulai memungut buku-buku Shion
"Aku baik, tapi sepertinya buku-buku ini sangat berat untukku" jawab Shion
"Biar aku bantu membawakannya" kata Hinata
"Tidak usah Hinata-chan biar aku saja" kata Naruto
"Benar?" Tanya Hinata memastikan
"Iya, akukan laki-laki ttebayo" jawab Naruto
"Kau duluan saja kekelas hime" sambungnya
"Baiklah, aku duluan Naruto-kun" kata Hinata berlalu
"Nah, kau mau bawa kemana buku-buku ini?" Tanya Naruto menghadap Shion
"Keperpustakaan" jawab Shion
"Kalau begitu ayo kesana" kata Naruto berjalan duluan menuju perpustakaan
Shion menyusul dengan tersenyum penuh kemenangan karena rencananya kembali berhasil.
.
Saat ini jam istirahat, terlihat Sasuke dan teman-temannya telah usai bermain basket, kali ini semua pemain dari kelas mereka karena tadi jam mereka adalah jam olahraga. Baru saja mereka keluar dari lapangan tiba-tiba..
Bruk
Shion menjatuhkan dirinya dekat Naruto yang secara reflek Naruto menahannya hingga mereka berdua terduduk, membuat semua pasang mata melihat mereka berdua.
"Eh? Kau kenapa? Kau baik-baik saja?" Tanya Naruto panik
Shion tak menjawab, ia memegang kepalanya berpura-pura sakit dan sebelah tangannya mempererat pegangannya pada bahu Naruto.
"Aku akan membawanya ke UKS" ucap Naruto lalu menggendong Shion ala bridal
Semua menatap kepergian Naruto lalu kembali ke kegiatan masing-masing. Seorang gadis terlihat kesal melihat pemandangan itu.
"Dia sengaja" ucapnya
"Maksudmu?" Tanya Tenten
"Ku pikir Sakura benar" ujar Ino membenarkan ucapan Sakura
"Perempuan rambut pirang itu?" Tanya Tenten
"Ya" jawab Sakura
"Sengaja bagaimana Sakura-chan?" Tanya Hinata
"Dia sengaja melakukan itu Hinata, seperti kemarin dikantin" jawab Sakura
"Jangan berfikir buruk pada orang lain teman-teman" ucap Hinata
"Ayolah Hinata, dia memang sengaja melakukannya. Tapi yang tidak kita tahu, apa motif sebenarnya?" Kata Ino
"Tapi Hinata benar, jangan berprasangka buruk" ujar Tenten
"Ya ya, tapi kita akan segera tahu" jawab Sakura lalu mereka berlalu menuju kantin
.
UKS
Naruto membaringkan Shion di kasur diruangan itu,
"Hah~ dimana Shizune-sensei?" Kata Naruto
Tiba-tiba Shion memegang tangan Naruto,
"Naruto-kun" panggilnya
"Eh? Kau tau namaku?" Tanya Naruto menatap Shion
"Emm y-yah, siapa yang tidak kenal dengan pemain basket hebat disekolah ini" jawab Shion membuat Naruto sedikit tersanjung
"Ah ha benarkah?" Kata Naruto menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Iya itu benar Naruto-kun" jawab Shion
"Lalu siapa namamu?" Tanya Naruto
"Namaku Shion, aku murid baru disini" jawab Shion
"Souka, pantas saja aku tak pernah melihatmu sebelumnya" ucap Naruto
Setelah itu tak ada lagi yang membuka suara, hening beberapa saat. Tapi ketika manik violet milik Shion melihat seseorang diambang pintu, ia memeluk Naruto tiba-tiba.
Hinata baru saja akan memanggil Naruto yang tadi mengantar seorang gadis ke UKS. Tapi ketika ia diambang pintu UKS, ia melihat gadis itu tiba-tiba memeluk Naruto.
"Eh? Kau baik-baik saja?" Tanya Naruto
"Aku sangat sakit Naruto-kun" jawabnya manja
Dan Hinata yang melihat Shion tengah menyeringai padanya segera saja pergi dari situ dengan wajah sedih.
Sepertinya ucapan teman-temannya benar.
"Naruto-kun, antar aku pulang" kata Shion setelah melepas pelukannya
"Tapi Shizune-sensei belum datang dan memeriksamu" kata Naruto
"Biar saja, tolong antar aku pulang Naruto-kun" jawab Shion
"Tapi aku tak bisa" ucap Naruto
"Kumohon~" ucap Shion memohon
"Hah~ baiklah" jawab Naruto
Mereka berdua keluar dari UKS.
"Tapi aku harus menemui Hinata-chan dulu" kata Naruto lalu berlari kecil untuk mencari keberadaan Hinata
"Hey tunggu aku, ck" ucap Shion mengejar Naruto
.
"Hinata-chan" panggil Naruto pada Hinata yang saat ini bersama ketiga sahabatnya
"Ah Naruto-kun" jawab Hinata
Terlihat Shion berlari menyusul Naruto, membuat Sakura, Ino, dan Tenten menyipit tak suka, karena Hinata telah menceritakan kejadian tadi.
"Hinata-chan, aku harus mengantarkannya pulang sebentar. Tak apa kan? Dia sakit" Ucap Naruto
"Sakit? Tapi tadi ia berlari menyusulmu" kata Sakura
"I-itu reflek" jawab Shion. Alasan tak masuk akal.
"Kenapa kau tak pulang sendiri" ucap Sakura
"Benar, kau bisa naik taxi saja" tambah Ino
"Dan siapa kau bisa seenaknya" ucap Tenten
"A-aku takut tiba-tiba p-pingsan dijalan dan orang jahatlah yang b-bersamaku" jawab Shion dengan suara dibuat seperti orang kesakitan
"Cih, dasar licik" ucap Sakura berbisik
"Ya Shion benar, bagaimana kalau orang jahat yang ia temui" ucap Naruto membenarkan
"Jadi aku akan mengantarnya, tak akan lama Hinata-chan" sambungnya menatap Hinata dan Hinata tersenyum dan mengangguk kecil
"Hati-hati Naruto-kun" ucapnya
Naruto tersenyum lalu bergegas ke tempat parkiran diikuti Shion dibelakangnya. Ketika Naruto dan Shion sudah naik motor, Shion memeluk Naruto dengan erat lalu berbalik menatap keempat gadis yang memperhatikan mereka lalu menyeringai dan melambaikan sebelah tangannya pada mereka membuat Sakura, Ino dan Tenten terlihat sangat kesal, sedang Hinata menatapnya sendu.
"Lihat perempuan licik itu" kata Ino bertolak pinggang
"Keterlaluan sekali dia" ucap Tenten
"Dia itu seperti ular licik" ujar Sakura melipat tangan didada
"Tak apa Hinata, kami bertiga akan membantumu membasmi ular licik itu" kata Ino dan anggukan dari Sakura dan Tenten
.
3 minggu ini..
Kelakuan Shion sudah sangat keterlaluan dan berlebihan. Ia selalu sengaja mendekati Naruto, berpura-pura minta bantuan padanya, berpura-pura sakit didepannya, memaksa Naruto bertukar nomor telpon dan email dengannya, dan hal-hal lain yang membuat Sakura dan Ino begitu kesal. Padahal mereka selalu memberitahu Naruto, seperti sekarang..
"Kau dari mana?" Tanya Sakura pada Naruto yang baru saja masuk kelas
"Mengantar Shion kekelasnya" jawab Naruto
"Lalu dimana Hinata?" Tanya Ino
"Eh? Kukira dia sudah sampai duluan, tadi aku menyuruhnya untuk duluan kekelas" jawab Naruto
"Kau fikir siapa kekasihmu? Shion atau Hinata!" Teriak Ino kesal
"Hinata-chan tentu saja" jawab Naruto
"Lalu kenapa kau tidak tau dimana Hinata? Dan untuk Shion, kenapa kau selalu membantunya? Mengantarnya? Menolongnya? Begini padanya... Begitu padanya.." Ucap Sakura
"Kalian tahu ia sering sakit" jawab Naruto
"Oh manis sekali, kenapa tak suruh orang lain saja? Tidak mungkin dia tak punya teman" ucap Ino
"Aku hanya membantunya, tidak ada hal lain. Lagipula Hinata-chan tak keberatan" balas Naruto sedikit kesal
"Peka lah Naruto" ujar Tenten yang sedari tadi diam
"Hey..hey ada masalah apa ini?" Kata Kiba yang baru tiba dikelas
"Tanyakan pada sahabat kuning bodohmu itu" jawab Sakura menunjuk Naruto lalu berjalan keluar kelas bersama kedua sahabatnya
"Ada apa Naruto?" Tanya Kiba
"Tidak ada" jawabnya lalu duduk ke bangkunya
Kiba mengendikkan bahunya lalu duduk dibangkunya
.
Naruto sedang berada dikantin bersama teman-temannya, tapi tidak dengan para gadis. Tadi ia mengajak Hinata, hanya saja ia sedang melakukan sesuatu yang ditemani ketiga sahabatnya.
"Permisi" ujar seseorang membuat Naruto dan yang lain menatapnya
"Oh Shion, ada apa?" Tanya Naruto yang mengetahui bahwa itu adalah Shion
"Aku ikut makan disini ya" ucapnya lalu duduk tanpa izin disamping Naruto membuat yang lain menatap aneh padanya
"Emm yah sudahlah" kata Naruto melanjutkan makannya
"Naruto-kun ini enak, cobalah" kata Shion lalu tiba-tiba menyodorkan telur gulung pada Naruto membuatnya reflek membuka mulut, membuat Neji menatap tak suka pada Shion dan yang lain menatap tak percaya.
Sepertinya itu rencana Shion, karena ia melihat Hinata dan teman-temannya memasuki kantin dan rencananya memang berhasil untuk kesekian kali.
Hinata yang melihat itu menunduk dan berbalik pergi.
"Aku tidak lapar teman-teman" ucapnya
"Cih, dasar perempuan ular" ucap Ino melipat tangan didada
"Hinata!" Panggil Sakura lalu bergegas mengejarnya bersama Ino dan Tenten
Karena suara Sakura yang cukup keras membuat semua orang dikantin menatapnya, begitu pula rombongan Naruto.
"Bahaya" ucap Kiba
"Mendokusai"
"Dia melihatnya" ucap Sai
"Hn"
"Ck" gumam Neji lalu berbalik kembali menatap Shion. Neji memberi wajah tak sukanya pada Shion lalu berdiri dan pergi dari situ diikuti yang lain kecuali Naruto yang sudah berlari keluar lebih dulu saat ia mendengar Sakura menyebut nama Hinata. Sedang Shion, ia tengah tersenyum puas.
.
Saat Naruto baru saja masuk kelas menuju bangku Hinata karena Hinata ada disitu, Hinata tiba-tiba berdiri lalu menggenggam tangan Naruto keluar kelas. Seperti dejavu.
Ia membawa Naruto menuju atap sekolah seperti 5 bulan lalu ketika ia dan Naruto telah jadian.
Mereka saat ini tengah berhadapan, Hinata menatap Naruto begitu lekat begitu juga Naruto. Sewaktu dikelas tadi sahabat-sahabatnya menyuruhnya untuk mengatakan keluh kesah, rasa cemburu, dan rasa tidak sukanya pada Shion pada Naruto. Jadi disinilah mereka.
"Na-naruto-kun" panggil Hinata
"Iya Hinata-chan" jawab Naruto
"Ku-kumohon jauhi Shion" ucap Hinata
"Eh? Kenapa?" Tanya Naruto
"Kumohon Naruto-kun, a-aku c-cemburu" jawab Hinata menunduk
"Eh? Benarkah?" Kata Naruto sedikit terkejut
"Tentu saja Naruto-kun, aku tak suka dia mendekatimu" jawab Hinata tanpa tergagap kembali menengadah menatap Naruto
Naruto tersenyum mendekati Hinata lalu menampung wajah Hinata dengan dua tangan tan besarnya dan mendekatkan kedua wajah mereka hingga hidung mereka bersentuhan.
"Iya baiklah sayang" ucapnya dan mengecup bibir Hinata singkat dan membawanya kedalam dekapannya
Mereka berpelukan sepanjang jam istirahat.
Tapi, bisa dibilang dimana ada Naruto disitu ada Shion. Shion melihat bahkan mendengar pembicaraan Naruto dan Hinata diatap sekolah tadi. Jadi, untuk kesekian kali ia membuat rencana yang pasti akan berhasil lagi.
.
Teeett tteeet
Pertanda pulang sekolah.
Semua telah keluar dari kelas menuju rumah masing-masing. Tapi tidak dengan Hinata yang saat ini masih duduk manis di bangkunya tengah menulis sesuatu, dia sedang melanjutkan menulis naskah drama yang ia buat untuk festival kebudayaan yang akan berlangsung sebulan lagi disekolahnya. Naruto ingin menemaninya tadi, hanya saja ia lupa kalau ada pertemuan di klub basket sepulang sekolah. Jadi mereka janjian di tempat parkir saja. Sebenarnya ia ditemani ketiga sahabatnya tadi, tapi entah kemana mereka menghilang. Lihat saja tas mereka masih dikelas.
Seperti keberuntungan selalu memihaknya, Shion mendapati Hinata sendirian dalam kelasnya, kesendirian Hinata akan memudahkan rencananya lagi kali ini. Shion memasuki kelas Hinata lalu segera menarik tangan Hinata menuju keluar kelas meninggalkan semua barang milik Hinata dan teman-temannya, Hinata yang tak siap dengan cengkeraman kuat seseorang hanya pasrah terseret.
.
Shion melepaskan genggamannya pada Hinata dengan kasar, membuat Hinata menjerit kecil. Shion membawa Hinata ke taman belakang sekolah, mereka tengah berhadapan.
"Hey gadis Hyuuga" ucap Shion melipat tangan didada
"K-kau Shion?" Cicit Hinata
"Ya, kenapa?" Ucap Shion
"Kenapa kau membawaku kemari? Apa yang kau inginkan?" tanya Hinata
"Cih, aku ingin kau memutuskan hubunganmu dengan Naruto-kun" jawab Shion
Hinata terbelalak "aku tidak mau" jawabnya
"Keh, kau itu tak pantas untuk Naruto dasar gadis bodoh" ucap Shion remeh
"Tapi aku mencintainya, aku tak akan memutuskan Naruto-kun" balas Hinata
Shion bertolak pinggang "putuskan hubunganmu dengannya!" Teriak Shion pada Hinata
Hinata yang memang seorang gadis pemalu tidak bisa membalas berteriak, ia hanya menunduk dan mengatakan "a-aku tidak mau"
Shion yang geram dengan Hinata melangkah maju dan mendorong Hinata keras hingga jatuh kebelakang.
"Gadis bodoh gadis bodoh! Jauhi Narutoku!" Teriak Shion murka
"Kau yang gadis bodoh!"
.
Flashback
Sakura, Ino dan Tenten berjalan memasuki kelas, mereka membawa banyak makanan ringan dan minuman, sepertinya mereka dari kantin. Tapi mereka tak mendapati Hinata disana,
"Dimana Hinata?" Kata Ino
"Mungkin ketoilet, tasnya masih ada" kata Tenten
"Benar" kata Sakura
Tapi setelah beberapa menit Hinata belum juga muncul, akhirnya mereka bertiga pergi mencari Hinata walau mereka berasumsi..
"Jangan-jangan Hinata diculik" kata Ino
"Benar, jangan-jangan ada orang jahat yang menculiknya dan dan dan-"
Buk
"Itte.. Tenten!" Ucap Sakura tak terima karena Tenten memukul kepalanya
"Kalian jangan berfikir aneh-aneh" ucap Tenten lalu berjalan keluar kelas mencari Hinata
Mereka bertiga sudah mencari Hinata keseluruh sekolah tapi belum menemukan hasil. Sebenarnya mereka hendak mengatakannya pada Naruto agar Naruto ikut mencari Hinata yang notabenenya kekasinya, tapi mengingat statusnya Naruto sebagai kekasih Hinata mereka mengurungkan niat mereka memberitahu Naruto, karena Naruto pasti akan meresponnya secara berlebihan dan menyalahkan mereka bertiga dan memberikan ceramah panjang lebar kepada mereka.
Tempat terakhir mereka ke atap sekolah mencari Hinata. Tapi nihil, ia juga tak ada disana. Tapi ketika Sakura melihat kebawah, ia melihat siluet Hinata di taman belakang sekolah dan benar saja itu memang Hinata bersama seorang gadis berambut pirang. Mereka memang tak berfikir Hinata akan ditempat itu. Segera saja mereka bertiga turun menuju taman belakang sekolah.
Dari kejauhan mereka bisa melihat Shion mendorong Hinata kuat hingga tersungkur kebelakang membuat mereka mempercepat lari mereka menuju tempat Hinata.
Flashback off
"Kau yang gadis bodoh!" Teriak Sakura pada Shion sedang Ino dan Tenten membantu Hinata berdiri
Shion sedikit kaget dan agak takut melihat kedatangan mereka bertiga, tapi ia tidak peduli.
"Keh, bantuan rupanya" ucap Shion
"Gadis lemah memang selalu membutuhkan orang lain, kenapa ya Naruto-kun mau dengan gadis lemah sepertimu ohh mungkin kau telah memberikan semacan ilmu untuk membuatnya suka padamu" sambung Shion panjang lebar
"Diam kau dasar perempuan ular!" Balas Ino
"Kalian bisanya keroyokan" balas Shion
"Apa kau mau bertanding satu lawan satu? Kalau begitu aku ladeni" ucap Tenten
Hinata hanya diam mendengarkan, dia memang akan diam jika ketiga sahabatnya sudah mengambil alih.
"Uhh aku takut sekali" kata Shion remeh
"Kalian fikir kalian siapa hah? Aku ingin bertanding satu lawan satu dengan gadis Hyuuga itu" tunjuknya pada Hinata
"Tapi maaf, sahabat kami bukanlah gadis semacam preman sepertimu" kata Sakura balas menunjuk Shion
Perempatan muncul di kepala Shion "diam kau, dasar gadis jelek" ucapnya menunjuk Sakura
"Oh ya? Kau yang jelek, aku sudah punya kekasih sedang kau bisanya merebut kekasih orang" balas Sakura
"Aku mencintai Naruto-kun, aku akan mendapatkannya dengan cara apapun" kata Shion
"Yah karena kau perempuan licik bagai ular yang melakukan apapun untuk mendapatkan mangsamu" kata Ino membuat Shion lebih kesal karena terpojok. Tapi ketika ia melihat Naruto tengah berlari kearah mereka, ia menyeringai.
"Hiks..hiks k-kalian kejam sekali padaku hiks..hiks" ucapnya pura-pura menangis
"Apa yang ka-
"Ada apa ini?" Ujar Naruto yang baru tiba disitu
Naruto tadi hendak menemui Hinata dikelas karena ia belum ada di parkiran, tapi ia tak menemukannya disana jadi ia pergi keluar mencarinya dan menemukannya di taman belakang sekolah bersama ketiga sahabatnya dan Shion.
Dan kedatangan Naruto membuat mereka berempat mengerti kenapa tiba-tiba Shion berpura-pura menangis. Tapi mereka tak pernah menyangka jika Shion dengan berani memeluk Naruto.
"N-naruto-kun, mereka menyakitiku..hiks" ucap Shion dengan suara bergetar 'ada baiknya juga mereka bertiga datang tadi' bantin Shion
"Kalian? Kenapa kalian menyakitinya?" Tanya Naruto
"Apa? Naruto dia itu berbohong. Dia hanya pura-pura!" Jawab Ino tak terima
"Benar, dia yang menyakiti Hinata. Dia mendorong Hinata tadi" tambah Tenten
"Benar Shion?" Tanya Naruto
Shion mempererat pelukannya pada Naruto, ia menggeleng kecil "t-tidak, aku tak mendorongnya Naruto-kun, b-bagaimana mungkin aku berani mendorongnya saat mereka bersama. Tapi Hinata yang mendorongku dengan keras tadi, dia bilang dia membenciku karena selalu dekat denganmu" jawab Shion
Naruto percaya dengan apa yang dikatakan oleh Shion, tidak mungkin ia berani mendorong Hinata saat ketiga sahabatnya ada disitu.
"Kenapa kau melakukannya Hinata-chan" ucap Naruto menatap Hinata
"A-ku tidak-
"Kita sudah membahasnya tadi!" Potong Naruto dengan suara meninggi membuat Hinata dan ketiga sahabatnya tersentak mendengar Naruto teriak pada Hinata, sedang Shion menyeringai
"Hey Naruto! Jangan percaya pada perempuan ular itu" kata Ino menunjuk Shion
"Kalian jangan membela Hinata hanya karena kalian sahabatnya" kata Naruto
Sepertinya Naruto benar-benar terhasut oleh Shion.
"Naruto, Hinata itu pacarmu. Kenapa kau tak percaya padanya!" Kata Sakura kesal
Sebelum Naruto menjawab, Shion lari dari tempat itu. Naruto hendak mengejarnya, tapi ia menghentikan langkahnya ketika Sakura memanggil namanya.
"Naruto!"
Naruto berhenti tanpa berbalik
"Apa kau lebih memilih perempuan itu daripada Hinata pacarmu hah?" Ucap Sakura
Naruto berfikir, Hinata ada bersama teman-temannya, tapi Shion hanya sendiri. Jadi ia lebih memilih menenangkan Shion saat ini.
Setelah mendengar ucapan Sakura, Naruto melanjutkan larinya mengejar Shion membuat tiga gadis terlihat kesal dan satu gadis terlihat sedih.
Tapi sepertinya bukan hanya Shion yang suka menguping dan menjadi seorang penguntit, ada seseorang dibalik tembok menyaksikan semuanya dari awal. Bahkan dari saat Shion pertama kali hadir untuk menghancurkan hubungan Naruto dan Hinata. Ia terllihat tersenyum misterius, sepertinya ia tertarik.
Tertarik akan siapa? Akan apa?
Dan siapa dia?
.
.
.
.
.
.
.
.
tbc
Hah~
Maaf atas kejelekan, ketidak bagusan, keburukan, dan ke ke ke lainya dari fict ini
Dan maaf karna updatenya gak terjadwal,
Dan terima kasih atas viewer-silent reader, review, fav, dan follow
Salam,
Mell chan
