PRETTY YOU

.

.

"sudah jam segini ya…huft waktu cepat sekali berlalu" ujar Seungcheol saat membuka matanya di pagi hari.

"kurasa lebih baik hari ini aku masuk, mungkin ada pesan penting semalam, haahhh kembali lagi ke hal yang membosankan" ujar Seungcheol dan pergi mengambil handuknya, masuk ke kamar madndi untuk membersihkan dirinya.

Setelah selesai, ia pun memilih pakaian yang bisa membuat moodnya sedikit membaik, ia pun mengambil kaos berlengan pendek berwarna kuning, kaos dengan warna favorit Jisoo dan memakai jaket denim.

"Soo ah, haahh…mau sampai kapan aku begini? Huft, ayolah Seungcheol, kau pasti bisa yak an..hahaha" ujar Seungcheol, ia mengambil handphonenya yang maish dalam keadaan off dan pergi ke kampusnya.

.

.

.

"wah tumben muncul nih, kemarin kemana aja? Galau?" goda Mingyu

"sial, kau bosan hidup?" tanya Seungcheol

"oh ya, dari tadi aku mencoba nelfon tapi hapemu mati, aku tadi ada mengirim pesan untuk tugas kita besok, syukurlah kau masuk hari ini"

"ah iya tunggu ku aktifkan" ujar Seungcheol dan menghidupkan ponselnya.

Ia pun menghidupkan ponselnya, beberapa saat setelah ponselnya aktif, Seungcheol menerima beberapa notif, setelah membaca semua notif, Seungcheol pun bingung dengan salah satu notif dengan pesan yang aneh

"JiCheol" apa ini? fikir Seungcheol

"ada apa? Kau tampak bingung? Apa pesan ku terlalu rumit?" tanya Mingyu

"ah, tidak, aku menerima pesan aneh hahaha" ujar Seungcheol dan suara sebuah notif kembali terdengar, ia pun membukanya, dari nomor yang sama

"apa kau lupa dengan janjimu? Kau bahkan tidak menemuiku di bandara, apa aku harus kembali ke Amerika? Baiklah..kurasa sia sia aku kembali ke Korea" begitulah isi pesannya

"Amerika? Janji?bandara?" tanya Seungcheol makin bingung.

Ia bersumpah ia tidak berjanji apapun akan menjemput orang di bandara

"apa sih coba lihat" ujar Mingyu dan mengambil ponselnya, ia membaca pesan tersebut

"Joshua?" tanya Mingyu

"ha?"

"ini Jisoo kan?" tanya Mingyu lagi

"Jisoo? Mana mungkin lagi pula kami…." Seungcheol diam mencoba mencerna isi dari pesan tersebut, setelah otaknya bisa mencerna dan mengartikan kata kata tersebut, ia pun segera mengambil tasnya dan meninggalkan kelas

"ya tuhan, sepertinya aku menyesal memberitahukannya, bahkan terima kasih pun tidak ada" jawab Mingyu.

.

.

Seungcheol pun segera melajukan motornya cepat, sasarannya adalah bandara, ia tidak ingin orang yang di cintainya kembali ke Amerika lagi, tidak akan, kalaupun ia harus menjemput Jisoo ke Amerika itu akan di lakukannya.

Sesampainya di bandara, ia dengan cepat menuju tempat pemberangkatan ke luar negeri mengecek seluruh isi di sana, di tempat ia menemukan Jisoo terakhir kalinya namun nihil. Takut usahanya sia sia ia pun pergi menuju ruang informasi, memohon bantuan untuk mencarikan Jisoo dengan pengeras suara, seorang diri mencari di tempat luas seperti ini akan butuh waktu lama dan kemungkinan pesawat Jisoo mlah sudah berangkat.

3 jam sudah di habiskannya mencari seisi bandara, pasrah, sedih semua menjadi satu, lagi, ia terlambat untuk menahan Jisoo pulang, di kesempatan yang sudah di berikan oleh Jisoo.

Ting

Sebuah pesan masuk, ia merogoh saku celananya dan membaca isi pesan tersebut.

"kau di mana? Aku tidak melihatmu di kampus, bahkan apartemen mu kosong, kau benar benar ingin selesai di sini? Seperti ini?"

Seungcehol pun segera membalas pesan tersebut.

"aku kira kau di bandara Soo! Kumohon tunggu aku di apartemenku, aku akan segera kesana!"

"sial! Kenapa aku tidak mengecek apartemen ku, lagipula siapa yang akan menyangka ia akan ke sana?" ujar Seungcheol dan kembali mengendarai motornya menuju apartemennya.

.

.

Seungcheol tiba di apartemennya, dan dengan segera memasuki lift, menekan tombol lima, bersyulkurlah ia tidak tinggal di lantai atas.

"tunggu! Aku…aku tidak membawa apa apa untuknya! Bodoh Cheol!" sesal Seungcheol.

Saat keluar dari lift, ia segera menuju kamarnya, namun ia harus melihat keadaan di luar kosong, tidak ada sosok Jisoo di sana, ia pun berjalan gontai memasuki apartemennya

"selamat datang!" ujar Mingyu saat Seungcheol memasuki apartemennya

"kau? Dari mana kau tau paswordnya?" tanya Seungcheol heran

"oh ayolah, kau terlalu sering membuat password dengan tanggal lahirmu" balas Mingyu

"Jisoo..apa kau melihatnya?"

"Jisoo? Tidak, memangnya dia ada di sini?" tanya Mingyu balik

"aku mencarinya di bandara, bahkan aku mendatangi ruang informasi hanya untuk meminta mereka menyuruh Jisoo ke ruang informasi, aku seperti orang gila di sana, dan kini kembali lagi aku terlambat!" ujar Seungcheol dan duduk

"ini minumlah, kau pasti haus" ujar seseorang dan memberikan minuman dingin pada Seungcheol

"hmm terima kas…JISOO?!" ujar Seungcheol

"hmm.."

"Jisoo! Jadi kau…tunggu! Mingyu! Jisoo! Apa-apa yang kalian lakukan di sini?"

"ah kurasa aku lelah dengan rahasia ini Soo, dan aku harus mengatakan yang sebenarnya" ujar Mingyu

"apa?" tanya Seungcheol bingung

"maaf ya Cheol, sebenarnya, Jisoo tidak pernah ke Amerika dan…alasan Jisoo menolakmu adalah karna aku dan Jisoo, sepasang kekasih" jelas Mingyu dan memeluk pinggang Jisoo

"APA?! Kau bercanda! Jisoo itu normal dia bahkan menangis saat aku menciumnya!"

"tentu saja dia menangis, Jisoo itu terlalu polos, karna baginya hanya bibirku yang berhak mencium dan merasai setiap inchi dari bibir manisnya"

"Soo, katakan semua ini…ini bohong kan Soo?!" bentak Seungcheol

"aku…aku…" ujar Jisoo terbata

Dunianya semakin hancur, apalagi ini? Jisoo dan Mingyu sepasang kekasih?! Dan selama ini Jisoo tidak kembali ke Amerika?! Lalu? Apa ia dan Mingyu tinggal bersama?!

"ah baiklah, aku akan masak sesuatu di sini, ku harap kau memiliki bahan bahan yang cukup Cheol" ujar Mingyu menepuk bahu Seungcheol dan meninggalkan mereka berdua

.

.

"Soo" ujar Seungcheol pelan, jujur ia masih tak percaya itu

"hmm?" tanya Jisoo dan tetap fokus pada handphonenya

"katakan itu semua bohong kan"

"soal apa?"

"kau dan Mingyu dan semua yang di ucapkannya"

"tidak, ia tidka bohong, aku memang tidak ke Amerika"

"lalu, apa kalian memiliki hubungan?!"

"hmm, ya kami memiliki hubungan dan sudah lama" balas Jisoo tenang

"tatap mataku! Katakana! Katakana kalau ini bohong dan katakan kalau kau tidak mencintainya!" uajr Seungcheol meraih pipi Jisoo memaksanya menatap matanya.

Jisoo menatap Seungcheol lama, tidak ada ekspresi apapun saat ini, ingin rasanya Seungcheol membelah tubuh Jisoo untuk melihat apa isi di dalamnya yang kini tidak menimbulkan sediktipun reaksi terhadapnya

"dengar Seungcheol, aku dan Mingyu memiliki hubungan dan sudah terjalin lama, selama ini aku bersembunyi darimu dan tinggal bersamanya di rumahnya, dan….." ujar Jisoo diam

"dan?" tanya Seungcheol

Jisoo tidak melanjutkan kata katanya, ia menarik wajah Seungcheol agar lebih dekat dan mencium lembut bibir Seungcheol yang di akhiri dengan gigitan kecil untuk menyadarkan Seungcheol

"S-Soo.." ucap Seungcheol tak percaya

"aku mencintaimu Cheol" ucapnya, terlihat semburat merah merona di pipi Jisoo, membuat wajahnya terlihat semakin terlihat menawah, bagi Seungcheol.

"jadi…kita?" tanya Seungcheol

"im yours Cheol"

"jjinja?! Lalu Mingyu?" tanya Seungcheol

"aku adalah sepupunya Jisoo tenanglah Cheol" ujar Mingyu yang tiba tiba datang membawa makanan yang sudah di masaknya

"apa?"

"kejutaannn! Hahahahha" ujar Mingyu lalu mengambil handphonenya dan menekan tombol kamera, dan mengabadikan moment indah ini

"ah aku suka mengabadikan orang yang baru saja jadian walaupun harus di beri sedikit shock terapi"

Klik

Dan kini gambar itu di posting di grup chat kampusnya, ya terlihat wajah Jisoo yang merona dan, Seungcheol yang mencium pipi Jisoo

"apa?! Jisoo jadian dengan Seungcheol?!"

"tau gitu aku akan menembak Jisoo"

"kyaaa Cheol oppa kuuuu!"

"apa ini? ingin left rasanya dari dunia ini"

"wah pasangan baru, bisa dong makan makannya"

Dan masih banyak lagi komentar komentar dari member di grup yang di buat oleh Mingyu, Seungcheol tidak perduli dengan notif notif yang kini bermunculan dari ponselnya, karna baginya, Jisoo sudah menjadi miliknya dan akan selalu menjadi miliknya.

.

.

.

END

Hahahhahahha udah ketebak?! Hahaha….bingung buat endnya, semoga kalian suka ya hehehehhe btw thanks yang udah pada reviews! Di tunggu reviews selanjutnya !

ketiiiliem : udah di lanjut sayang!

wukim9091 : wahahaha ya lupa…kemaren pas chap 2 baru sadar…makasih kritik nya hahahaha btw JiCheol anggap aja Jisoo dan Seungcheol lol…..