Hahahaha, pada ke-troll sama chapter 2 yang palsu xDD. Oke, sebagai permintaan maaf, inilah chapter 2 yang asli OwO. Oh iya, terima kasih atas sarannya, fic ini tidak akan Hika masukkan ke kategori crossover~ Sebelumnya, balesan review

Kiriko Alicia: oke sip OwO)7 ini sudah lanjut ^^ berarti Alice-san kelas 7 ya? xD

Guest: ini sudah update~

Kurotori Rei: terima kasih atas fave and follow-nya ^^

Tika-chan: nama desa di game nya yang asli memang seperti itu, jadi Hika tidak tahu apa yang dimaksud dengan Bluebell dan Konohana ^^" oke Tika-san juga semangat UN nya ya!

Kireina Yume: iya gue PHP wahahahahaa xDD ini sudah update, semoga puas ya!

Kurone Ryu: huahahaha ada yang kena PHP xD saya mainnya yang Back To Nature PS 1 dan DS, Wonderful Life, Innocent Life (yang satu ini gak tamat tamat-_-) sama The Tale of Two Towns, yang Hika jadikan fic ^^

akanemori: huaaa, Cam itu spouse saya di game ituuu *w* emang kece dia, tapi kalo nge blush ke-keceannya berkurang *digampar* disini gak ada character dari game TToTT, tapi chara voca semua._. Tapi Hika pasti masukin chara penjual bunga kok ^^

RinLenLovers: ini suah dilanjutkan, maaf lama menunggu, Hika baru sempat buka komputer sekarang ^^"

Xinon: aduh maaf ya kalau joke nya malah bikin marah OnO itu di publish tanggal 2 April dan baru sempet dihapus sekarang... sekali lagi gomenasai! Semoga chapter ini bisa membuat Xinon-san puas

Oke let's go to chapter 2~ gausah pake section cerita sebelumnya lagi deh, udah pada tau kan? *eh*


HMO, Harvest Moon Online

a crossover fanfiction by hikari-lenlen

Vocaloid (c)YAMAHA and Crypton Future Media

Harvest Moon (c)Natsume Inc.

Sword Art Online (c)Reki Kawahara

Pair: Rin K. x Len K.


Rin P.O.V

"Selamat pagi para pemirsa, disini Rick dengan ramalan cuaca harian! Kita mulai dengan cuaca pada hari ini, tanggal 3 musim semi. Cuaca hari ini sangat cerah, hari yang tepat untuk melakukan berbagai aktivitas baru! Sedangkan untuk ramalan cuaca esok hari—

Pip

Dengan malas, aku mematikan radio kuno yang ada di rumahku. "Huaah, desa kecil memang membosankan~" aku merentangkan tanganku bosan. Ya, kira-kira sudah tiga hari kami semua terperangkap di dalam game Harvest Moon yang satu ini. Awalnya semuanya memang panik dan sedih, namun, sekarang sebagian besar orang-orang sudah move on, alias mencoba bertahan hidupmeskipun gak ada yang bisa mati sih disini, haha. Maksudnya banyak orang yang mulai mencari nafkah, untuk menambah penghasilan. Para NPC (Non Player Characters) memang ditiadakan oleh sang Game Master, alias si orang berjubah gak jelas yang muncul tempo hari. Jadi... ya, orang-orang mulai bekerja di toko-toko, malah desa Bluebell sudah menentukan walikota nya.

Mungkin kalian berpikir bahwa aku salah. Desa 'kan pemimpinnya adalah seorang kepala desa, bukan walikota? Soal itu, aku juga tidak tahu. Yang jelas, pemimpin desa (atau kota) di seluruh game Harvest Moon disebut walikota, sekian dan terima kasih.

Tok tok tok

Oh, tunggu sebentar. Ada tamu di depan, bisakah kita melanjutkan obrolan ini lain kali? Oke, bagus kalau begitu.


Normal P.O.V

Masih dengan malas, Rin Kagamizu membuka pintu kayu yang sederhana itu, dan mendapati...

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pemandangan horor.

Eh sebenarnya gak gitu horor juga sih. Penasaran?

Baiklah, sebenarnya di depan rumah hanya ada pria biasaups-mungkin tidak terlalu biasa. Rin hanya bisa mengedip-ngedipkan matanya bingung ketika menjumpai seorang pria yang sangat tinggi, berambut ungu panjang, udah gitu diiket kuda pula. Eh, maksudnya bukan berarti rambut pria itu diiket sama kuda sih, kira-kira model ponytail gitu deh. Bajunya juga aneh, ada dua lapis baju. Dari sini, saya akan menjelaskan bagaimana baju itu terlihat di mata Rin. Lelaki itu memakai sejenis baju yang mirip baju rumah sakit, tapi warnanya hitam. Selain itu, dia juga memakai rompi berwarna ungu dengan simbol yin yang terpampang di bagian kirinya. Apalagi celananya juga sangat panjang.

"Ini orang planet apaan sih? Baju kek yang lebih bagus, gak usah baju RS juga keles!" batin Rin sweatdrop.

Tunggu, jangan salah sangka dulu! Tadi sudah saya bilang, pakaian lelaki itu terlihat seperti baju RS di mata Rin, tapi sebenarnya nggak gitu juga. Mungkin otak Rin yang sudah error kali ya?

Pandangan Rin dan si pria misterius bertemu sejenak...

.

Dan satu detik kemudian...

Bruk

Si lelaki itu menjatuhkan dirinyabukan, lebih tepatnya ia berlutut, tapi bukannya berlutut dia malah terlihat seperti kepeleset. Oh, lupakan.

"Salam, Kamui Gakupo dari Konohana!"

.

.

.

Oh, ternyata Kamui Gakupo toh namanya,

.

.

Eh tunggu! Kamui Gakupo... Gakupo... dari KONOHANA!? WTF!?

Demi jeruk cina, orang Konohana mana yang mau datang ke Desa Bluebell, yangseharusnyamerupakan rivalnya ini?!

"...K-K-K-Ka-Ka-Kagamizu Rin d-d-dari B-Bluebell!"

"Rin-dono, senang bertemu dengan anda." Gakupo kembali berdiri.


Di dalam rumah Rin

"G-Gakupo-san silahkan masuk!" Rin buru-buru membersihkan mejanya dengan panik, walaupun sebenarnya tidak ada debu sedikitpun.

"Maaf merepotkan, Rin-dono."

"Ah, akulah yang seharusnya minta maaf! Aku tidak punya makanan sama sekali untuk disuguhkan. Bisa dilihat, ladangku kosong, kandangku juga, dan"

Gakupo terkekeh. "Itulah sebabnya aku berkunjung kesini. Tampaknya Game Master telah melengkapi permainan ini dengan sistem 'Gift'."

"Eh?"

"Cobalah angkat jari telunjukmu, lalu ayunkan ke bawah." instruksi Gakupo.

Rin melakukannya, dan...

TING

...muncullah layar kecil di depan Rin yang menunjukkan statusnya, dari barang-barang yang dimilikinya sampai dengan daftar aset kebun yang ia punya, walaupun aset tersebut masih kosong. Mata Rin menjelajahi layar tersebut, ia menyadari adanya items baru di Inventory-nya.

Inventory

(NEW)

Sickle/Lv1

Hammer/Lv1

Hoe/Lv1

Axe/Lv1

Watering can/Lv1

Turnip seeds x 10/1 Star

"Waah, terima kasih Gakupo-san!" kata Rin girang, lalu ia menyentuh gambar sabit di layar tersebut, dan... gambar itu menghilang, digantikan dengan sabit yang tiba-tiba muncul di tangannya. "Hebaat..." ujar Rin lagi dengan kagum.

"Haha, kata walikota Konohana, desa kami memang sengaja memberikan semua ini gratis untuk orang-orang yang terjebak disini, bertujuan untuk mempermudah kehidupan mereka, terutama untuk mereka yang tidak punya pengalaman beternak maupun bertani." ucap Gakupo.

'Ternyata desa Konohana tidak seburuk yang kupikirkan...' batin Rin. "Eh, apa maksud dari bintang di bibit lobak ini?" tanya Rin sambil mengeluarkan bibit yang dimaksud, sepuluh kantung bibit lebih tepatnya. Jangan kagum dulu, sebab satu kantung hanya cukup untuk satu petak. Aneh bukan? Entahlah, Game Master-nya memang kurang waras.

"Itu melambangkan kualitas bibit tersebut." kata Gakupo. "Satu star adalah kualitas terendah, tetapi Rin-dono bisa mendapatkan yang lebih baik dengan menggunakan fertilizer yang dibeli dari desa kami, Konohana, seharga 1000 Gold." lanjutnya sambil tersenyum.

"Mahal..." gumam Rin pelan. Untung Gakupo tidak mendengarnya,

"Ngomong-ngomong, aku pandai besi dari Konohana. Lain kali berkunjunglah ke desa kami. Sekarang aku pergi dulu." Gakupo keluar dari rumah Rin dan berjalan pergi.

"Arigatou Gakupo-san!"


Rin P.O.V, pusat desa Bluebell

Satu jam kemudian...

"Ah, aku sedang malas menanam bibit itu..." kataku kembali bermalas-malasan di kursi di depan kafe. Eh? Mataku terpaku pada papan besar di dekat gedung wali kota. Ya, itu adalah papan tempat orang-orang menempelkan request nya.

Apa itu request? Oh, bar kujelaskan. Request adalah permintaan-permintaan yang ditulis di kertas kemudian ditempelkan ke sebuah papan besar, yang berisi permintaan untuk melakukan atau mendapatkan hal tertentu. Setiap orang memiliki hak untuk menerima request itu. Caranya, mereka tinggal mengambil kertas yang dimaksud, mendapatkan benda yang diminta, kemudian memberikannya kepada sang requester, dan... voila! Dapatkan imbalannya!

.

.

.

.

.

.

Masih bingung? Oke, ayo lihat, aku akan mencoba mengambil satu request. Umm... yang ini tampaknya bagus.

Request

Requester: Leon

Adikku menangis seharian semenjak terjebak disini! Aku butuh serangga Kobane Grasshopper untuk menghiburnya! Aku tinggal di toko ternak Lily Ranch. Terima kasih sebelumnya.

Reward

200 Gold

15 Chicken Feed

Hum, jadi intinya aku harus memberikan Kobane Grasshoppersejenis belalang kepada Leon, dan ia akan memberikan pakan ayam dan uang untukku. Baiklah, aku akan ke gunung untuk menangkap belalang itu!


Di gunung

Hum... Kobane... Kobane... belalang itu punya ciri khas, berwarna hijau, sayap kecilah itu dia! Dengan sigap, aku berlari ke arah semak-semak dimana belalang itu berada. Aku membuka tanganku, bersiap untuk menangkapnya, dan...

"Dapat!"

Eh? Siapa tadi yang berkata begitu? Bukan aku yang menangkapnya!

"Haha! Dapat juga akhirnya, tinggal diberikan ke Yuki-chan!" teriak sosok itu lagi. Aku menengadah ke atas, dan...

.

"Siapa kau?"

.

.

To be continued


Sekian untuk chapter dua~ Jika readers gak mengerti tentang sistem game nya boleh tanya kok.

Review, please?