N.B: kesamaan ide hanyalah sebuah kebetulan belaka
Yo, Hika datang lagi. Gomenasai, saking semangatnya sama fic Numbers: Encore, update-an fic ini jadi tertunda ._. Tapi tenang saja, lanjutannya sudah Hika siapkan~ Oh iya, fic Numbers: Encore dibaca juga ya~ tapi disarankan baca prequel-nya dulu*promosi*
Seperti biasa balesan review:
Kurotori Rei: ting tong! Iya, itu Len! Gakupo itu ceritanya kayak ngasih tutorial gitu OwO
Kiriko Alicia: eh...? Jadi Alice-san kelas berapa? OwO" yeey RinLen forever w~
Kurone Ryu: iya itu Len. Di game ini nyari Ore Stone juga ngeselin, biasanya Ore Stone nya ada di saat hujan atau badai, tapi giliran lagi nyari malah gak dapet dapet QwQ *ikut curhat*
Mikan chanX3: Hika lagi males main HM *plak* oke ini sudah lanjut dan terima kasih sudah menunggu~
Enjoy chapter 3!
HMO, Harvest Moon Online
a crossover fanfiction by hikari-lenlen
Vocaloid (c)YAMAHA and Crypton Future Media
Harvest Moon (c)Natsume Inc.
Sword Art Online (c)Reki Kawahara
Pair: Rin K. x Len K.
Normal P.O.V
The Mountain
"Haha! Dapat juga akhirnya, tinggal diberikan ke Yuki-chan!" teriak sosok misterius itu. Rin menengadah ke atas dan...
.
"Siapa kau?" tanyanya bingung.
Lelaki aneh itu terdiam sejenak, matanya mulai menelusuri tempat itu, mencari sumber suara barusan.
"Disini!" teriak Rin lagi. Si lelaki menoleh ke bawah dan terlonjak kaget mendapati Rin yang menatapnya dengan matanya yang sangat besar itu, membuatnya takut sejenak.
"Huaa! Hantu!" teriaknya.
"Aku bukan hantu! Aku Rin Kagamizu!" protes Rin kesal. "Dan akulah yang seharusnya mendapatkan serangga yang kau masukkan ke inventory barusan!" lanjutnya.
"Hei! Kau meniru namaku! Aku Len Kagamine, dan kau lihat saja, betapa miripnya kedua nama itu! Pasti kau copycat-nya!" balas lelaki itu nyolot. "Kau mau ini?" katanya lagi sambil mengayunkan jari telunjuknya ke bawah, dan tampaklah layar kecil yang merupakan inventory-nya. Ia memencet beberapa tombol di layar itu, tak lama kemudian, muncullah sebuah kandang kecil berwarna hijau yang berisi belalang yang ia tangkap barusan.
"Iya, yang itu!" ucap Rin. "Sekarang berikan padaku!" ia berusaha merebut kandang kecil itu dari Len, tapi apa daya, tinggi badan Len lebih besar daripada Rin, sehingga kandang tersebut masih berada di tangan Len.
"Ooo tidak bisa, pendek." ejek Len.
"Siapa yang kau bilang pendek?!" sanggah Rin.
"Tunggu! Pakaian itu... kau orang Bluebell ya?" selidik Len.
"Iya, memangnya kenapa?"
.
.
.
.
.
.
.
.
"MENJAUHLAH DARIKU, ANAK MANJA BLUEBELL!" Len mundur selangkah demi selangkah, lalu ia berlari kencang ke arah desa Konohana sampai punggungnya pun tidak terlihat lagi.
"Jangan tampakkan wajah sombongmu itu lagi di teritori kami, anak pengecut Konohana!" balas Rin. Kalau dilihat, penampilan Len memang agak berbeda dibandingkan dengan mayoritas kaum adam di Bluebell. Ia mengenakan kaus merah dengan jaket biru tua, serta celana biru tua dan sepatu coklat. Oh ya, ia juga memakai tali pinggang yang agak longgar sehingga tampak miring ke kanan. Agak berbeda jika dibandingkan dengan orang Bluebell yang mayoritas pakaiannya berwarma muda. Namun, yang agak unik, warna rambutnya sama dengan Rin—pirang madu, dan begitupun dengan matanya, biru jernih.
Pip pip
"Hm?"
Layar inventory Rin muncul bersamaan dengan bunyi tadi, Rin pun membaca tulisan disana.
You have received a gift, what are you going to do?
- Open
- See it later
"Tentu saja aku mau lihat sekarang." gumam Rin, lalu ia menyentuh tulisan 'open' di layar itu.
[NEW] Kobane Grasshopper
Received from Len Kagamine
"Nih, karena aku kasihan, kuberikan saja padamu, cewek manja!"
Rin mendengus kesal setelah membaca pesan dari Len itu, tapi mau apa lagi, ia memang membutuhkan belalang itu untuk memenuhi request dari Leon. Tanpa membuang waktu, Rin langsung berbalik, kembali menuju desa Bluebell.
Lily Ranch
"Selamat datang." sapa seorang wanita paruh baya begitu mendapati seorang Rin Kagamizu masuk ke tokonya. "Ada yang bisa saya bantu?"
"Maaf, saya cuma mau cari yang namanya Leon." kata Rin.
"Oh, Leon ya. Dia ada di belakang, sedang mengurus ternak. Silahkan, nanti saya antar." wanita itu tersenyum ramah, dan Rin pun berjalan mengikutinya.
.
Tap tap tap
Hening, yang terdengar hanya suara langkah kaki ringan di tempat itu. Tidak ada yang berani memulai pembicaraan, kedua orang itu merasa canggung, tidak tahu apa yang harus dibicarakan.
"Um..." Rin mencoba memecahkan suasana yang tidak enak itu. "Baa-san sudah lama main Harvest Moon?"
"Ahahaha, adik kaget ya, melihat wanita seperti aku bermain Harvest Moon? Jaman sekarang, bukan hanya remaja dan anak kecil lagi loh, yang menggemari game ini, banyak juga orang dewasa yang terjebak disini. Kau ingat pandai besi Konohana yang datang ke desa ini tadi pagi?" jawab wanita berambut pirang itu.
"Ooh, Gakupo-san ya... Kalau diingat-ingat, dia 'kan juga orang dewasa. Apakah Leon itu anak Baa-san?" tanya Rin lagi.
"Oh, bukan, dia itu anaknya teman Baa-san, jadi Baa-san bersedia menyediakan tempat untuknya disini." ia terkekeh. "Ngomong-ngomong, namaku Lily Nakamura. Itu Leon-nya, saya tinggal ya." kata Lily lagi sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Ah, aku Rin Kaga—" belum sempat Rin memperkenalkan diri, Lily sudah kembali ke tokonya. "Oh, sudahlah." kata Rin lagi. "Um... Leon-san?" tanya Rin sambil membuka inventory-nya, dan mengeluarkan sebuah kertas berisi request dari Leon. "Namaku Rin Kagamizu, aku mengambil request Leon-san, dan aku berhasil mendapatkan Kobane Grasshopper-nya." lanjutnya sambil ikut mengeluarkan kandang berisi serangga yang dimaksud.
"Ooh, kalau begitu tolong kirimkan Kobane-nya ke ID-ku ya! Reward-nya akan kukirimkan ke ID-mu sekarang juga!" kata Leon girang, lalu sebuah layar kecil juga muncul di depannya, dan ia memencet beberapa bagian layar itu untuk mengirimkan barang-barang yang dimaksud kepada Rin.
Pip pip
[NEW] 200 Gold, 15 Chicken Feed
Received from Leon
"Terima kasih."
Melihat itu, Rin tersenyum girang. "Terima kasih juga!"
Rin's house
Sesampainya di rumah, Rin kembali membuka inventory-nya dan mengeluarkan sabit, cangkul, dan bibit lobak yang ia terima dari Gakupo tadi pagi. Ya, kali ini dia akan bertani. Ia tidak bisa hanya mengandalkan request sebagai sumber uang, tentu saja. Ia malas kalau harus bertemu orang seperti Len lagi saat menjalankan request.
"Yosh! Semangat, Rin!" teriaknya sambil mengangkat sabitnya tinggi-tinggi.
SRAK SRAK
Ia mulai menyabit rumput yang tumbuh lebat di ladang rumahnya, dan menyisakan tanah yang akan ia cangkul nanti.
SRAK SRAK
SRAK SRAK
.
.
.
.
.
.
"Huh, ternyata bertani itu melelahkan juga ya..." baru saja Rin mencangkul lima petak rumput, tapi ia sudah kelelahan, dan memutuskan untuk beristirahat di depan rumahnya.
"Pffftt— begitu saja tidak bisa, dasar anak manja"
'Suara ini...' batin Rin, sebuah perempatan mulai muncul di keningnya.
"LEN KAGAMINE! PERGI DARI SINI SEKARANG JUGA!"
"Hei, dimana rasa terima kasihmu?! Kobane itu sekarang sudah menjadi milikmu tahu!" protes Len, sambil memasuki ladang rumah Rin. "Berikan sabit dan cangkulmu!"
"Tidak akan!"
"SEKARANG ATAU AKAN KUREBUT PAKSA!"
Dengan enggan, akhirnya Rin memberikan kedua alat yang dimaksud pada Len, yang diterima Len dengan kasar.
SRAK SRAK
SRAK SRAK
'Eh...?'
Tanpa disangka, sekarang ia melihat pemandangan paling absurd di sepanjang hidupnya. Len—maksudnya seorang Len—iya, Len Kagamine yang (menurut Rin) pengecut itu sekarang sedang menyabit dan mencangkul ladang Rin! Rin hanya bisa melihatnya dengan takjub, perasaan bersalah mulai muncul sedikit demi sedikit.
"Apa yang kulakukan sejak tadi...? Dimana rasa sopan santun-ku?" gumamnya lirih, namun Len tidak mendengarnya.
"Tuh! Makanya jadi cewek tuh kuat dikit! Aku muak melihatmu berdiam diri seperti pengecut disana." sanggah Len sambil mengembalikan sabit dan cangkulnya dengan cara melemparnya—untung saja kedua alat itu tidak menghantam Rin. Baru saja ia akan pergi dari sana—
"Tunggu!" teriak Rin. "Cek inventory-mu. Sudah ya!" ucap Rin, lalu masuk secepat kilat ke dalam rumahnya—meskipun lobaknya sendiri belum ditanam.
"Apaan sih?" keluh Len, sambil melakukan apa yang diminta Rin tadi.
[NEW] 5 Chicken Feed
Received from Rin Kagamizu
"Sana beli ayam buat nambah penghasilan"
"Huh, dasar sialan." umpat Len, lalu ia berbalik arah menuju desa Bluebell lagi menuju Lily Ranch, tentunya untuk membeli seekor ayam.
.
.
To be continued
Maaf ya update nya lama banget, semoga readers masih ingat sama fic ini dan puas deh sama chapter ini!
Akhir kata...
Review, please?
