Tittle : HUNHAN ; Haowen's Doctor

Author : oohmydarling

Rated : M-Preg

Length : Chaptet

Cast : Oh Sehun & Xiao Luhan

Kim Jongin & Do Kyungsoo

Park Chanyeol & Byun Baekhyun

Wu Yifan & Huang Zi Tao

Kim Jong Dae & Kim Min Seok

Kim Jun Myeon & Zhang Yixing

Tiffany Huang

*new cast* Krystal jung as Ahn Hanni

Ahn Jaehyo

Haowen & Ziyu

Others : RANDOM

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Yaoi, BxB, BoysLove, DLL

.

.

Inspiration : SIMAF & Celebrity Wedding (Novel).

Chapter 2

Sinar matahari pagi mulai menerangki Seoul, memaksa masuk kedalam kamar Luhan membuat Luhan mengedip-ngedipkan matanya membiasakan cahaya yang menyilaukan. Namun, Luhan bangkit berdiri dengan cepat ketika Ia merasakan ada hal yang aneh.

"Ssh, kenapa aku bisa di sini?" Tanya Luhan dalam hati kemudian kembali mengingat-ingat kejadian semalam.

(( LUHAN's MIND ))

"Ya! Minum yang banyaakkkk! Woooooo." Sorak Luhan kemudian mengambil botol soju dan meneguknya hingga habis kemudian mendesah ceria, namun yang lain sudah tepar kecuali Dokter Kim dan Kyungsoo.

"Oey, kalian tidak minummm? Minumlah yang-hik banyak agar-hik tubu-hikmu kuaaaat!" Bruk! Luhan ambruk, Kyungsoo dan Dokter Kim terkejut melihat Luhan yang ambruk. Mereka berdua kemudian membantu Luhan berdiri.

"Kau bisa antarkan dia pulang?" Tanya pria berkulit tan itu kepada Kyungsoo yang di tanggapi anggukan setuju.

"Yasudah, aku akan menjaga yang lain. Tolong kabari saya ketika kalian sudah sampai." Cup, sebuah kecupan singkat mendarat di pipi tembam Kyungsoo membuat Kyungsoo merona.

Luhan menggelengkan kepalanya cepat,

"haaaa~~." Sedetik kemudiam Luhan menghela nafasnya, kemudian mencium bau-bau busuk tercampur bau alkohol, yang tidak lain adalah bau badannya sendiri. Dengan segera, Luhan beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi yang berada dalam satu ruangan kamar.

Selesai mandi, aroma gamjatang menyergap hidungnyaㅡ ini pasti Kyungsoo. Dengan langkah pelan, Luhan berjalan keluar kamar dan mengintip dapur. Seperti yang Luhan duga. Sahabatnya itu masih ada di sini.

"KYUNGSOO-YAAAAA~~" Luhan menghambur kearah Kyungsoo kemudian memeluknya manja.

"Eomma gomawoooo aaa hehehehe." Luhan memamerkan giginya, dan Kyungsoo hendak saja memukul Luhan dengan sendok sayur, namun Luhan mengelak secepat kilat.

"Eish, sekali lagi kau mabuk! Lihat ya, aku gak mau bantu kamu." Ucap Kyungsoo dengan nada acuh namun jauh di lubuk hatinya, Ia masih menyimpan kebaikanㅡmenurut Luhan.

"Arraaseoo, Nyonya Kim." Ucapan Luhan sukses membuat bola mata Kyungsoo melebar, kemudian membalikan badannya danㅡ

"XIAO LUHAAAANNN!" Yep, seperti biasa.

.

"Jal moggeseumnida." Luhan mulai memakan makananya namun telinganya tersumpal oleh tissue, takut jika Kyungsoo kembali berteriak.

"WUAH, igeo... jeoooooongmal massita! Kyungsoo jjang!" Luhan mengacungkan kedua jempolnya seperti anak kecil, membuat Kyungsoo tersedak kemudian menatap Luhan sinis.

"Awas sampai kau bilang ke orang-orang." Ancam Kyungsoo yang dianggap angin lalu oleh Luhan, sebenarnya Luhan juga tidak berniat memberi tahu siapapun. Toh, akhirnya akan terbongkar juga.

"Eh, omong-omongㅡ kau tahu dari mana kalau Sehun bukan pelaku penyiksaan Haowen?" Kini, giliran Luhan yang hampir tersedak, mata rusanya membulat sempurna.

"A-ahh sepertinya aku telat, aigooo aku harus memeriksa pasien, terimakasih untuk makanannya. Sungguuhhhh sangat lezat! Gomawoooo~ ppyeong." Luhan segera mengganti baju dan memakai celana skinny hitamnya kemudian mengambil ponselnya dan pergi menghindar dari Kyungsoo yang terbengong-bengong.

"Ini kan hari liburㅡ" Gumam Kyungsoo kemudian menggelengkan kepalanya, tidak paham dengan jalan pikiran sahabatnya itu.

Sesampainya di luar, Luhan menghembuskan nafasnya lega kemudian menyegat taksi karena jarak rumah sakit dan appartmentnya cukup jauh jika kita berjalan kaki. Di dalam taksi, Luhan sempat berfikir mengapa Ia membela Sehun padahal Ia belum tahu siapa pelaku sebenarnya.

Sebelum sampai di rumah sakit, Luhan sempat membelikan satu lusin cupcake dan membeli beberapa obat herbal untuk Haowen, ya walaupun tidak sesuai janjinya kemarin, tapi Ia harap Haowen semakin semangat untuk sembuh. Dan ketika Luhan sudah sampai di rumah sakit Ia melangkahkan kakinya secepat kilat menuju ruangan baru tempat Haowen di rawat.

"Hufft" Luhan menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan, Ia membuka pintu kemudian memberanikan diri memasuki ruangan tersebut dan seperti biasa, Sehun ada di samping Haowen yang terlelap.

"Oh, Dokter Luhan rupanya." Sehun menyambut Luhan dengan senyuman kemudian Luhan menaruh bingkisan itu di atas meja kemudian menghampiri Sehun dan duduk di sebelah pria itu.

"Bagaimana Haowen? Apakah Ia masih mengalami sakit ketika menarik nafas atau batuk? Aku sudah membelikan obat herbal untuknya dan menitipkannya pada suster agar segera di berikan pada Haowen." Luhan memegang kaki Haowen yang dingin kemudian Ia menyelimutinya dan menatap anak kecil itu dengan tatapan penuh kasih.

"Terkadang Ia masih merasakan sakit namun sudah sedikit mereda.." Sehun ikut tersenyum kepada Haowen yang sedang terlelap.

"Omong-omong, ini hari libur kan? Mengapa kau datang?" Mata Luhan membulat, aaish bodohnyaaa.

"A-ahh, aku di tugaskan oleh kepala bedahku untuk sering-sering mengecek pasien. Dan Haowen pasien pertamaku." Luhan mengelak namun senyumannya tetap terpatri di wajah manisnya.

Ckrek.

"Maaf mengganggu waktu anda, daepyo-nim." Seseorang dengan jas semi formal, mengenakan sebuah alat di telinganya yang Luhan yakin mereka adalah orang kepercayaan Sehun.

"Tidak apa-apa, ada apa?" Baru kali ini, Luhan melihat sosok Sehun yang begitu bijaksana, EH?

"Ada hal penting yang harus saya sampaikan." Mengerti apa maksud ucapan pria itu, Sehun meminta tolong Luhan untuk menjaga Haowen kemudian Ia berjalan keluar bersama lelaki itu.

Namun karena rasa penasaran Luhan, Iapun mengendap-endap kemudian menggeser pintu sedikit, untuk mendengarkan lebih jelas Luhan menempelkan telinganya pada pintu.

"Jadi begitu daepyo-nim, apakah anda ingin kami menangkapnya?" Body guard Sehun terlihat menunduk sedikit namun ekspresi Sehun terlihat berfikir keras.

"Aku ingin memancingnya terlebih dahulu." Sehun berucap dengan tenang membuat sang bodyguard terkejut.

"Ma-maksud anda daepyo-nim?" Sehun memegang dagunya kemudian menghembuskan nafas terlihat sedikit berfikir.

"Aku akan melakukan pernikahan kontrak." Ucapan itu membuat pekikan dari Luhan dan sang bodyguard muncul namun Luhan segera membalik badan dan menutup pintu kembali kemudian berpura-pura memeriksa kabel infus Haowen sebelum Sehun datang.

'Mwo? Pernikahan kontrak? Sshh apakah Sehun benar-benar sekejam itu? Perceraiannya kan belum di setujui, apakah benar Sehun pelakunya sehingga Ia mencari orang yang mengancamnya untuk menyebar luaskan kejahatannya? Aigoo sungguh membingungkan.' Batin Luhan mengigit bibirnya dan mengerutkan dahinya.

"Eo? Uisa-nim?~~" Suara lembut Haowen terdengar, Luhan menolehkan pandangannya kemudian tersenyum manis.

"Halo Haowen, bagaimana keadaanmu?" Tanya Luhan kemudian terduduk di sampingnya, menguaap surai Haowen lembut.

"Uhm, sudah lumayan membaik~ terimakasih Uisa-nim~." Luhan terkekeh kecil dengan tingkah laku Haowen yang sangat sopan walau wajahnya yang begitu dingin seperti ayahnya.

"Uisa-nim~ Appa sedang berada di mana?" Tanya Haowen, matanya berkaca-kaca dengan raut wajah yang begitu takut.

"Appa ada di depan sedang ngobrol dengan bawahannya~ jangan khawatir.." Mendengar penjelasan Luhan, raut wajah Haowen berangsur tenang, kemudian Luhan mengambil kotak cupcake dan memberikanya pada Haowen.

"Tadaaaa~ sesuai janji karena Haowen mau di periksa, aku membelikannya untukmu." Luhan tersenyum lebar, wajah Haowen begitu gembira ketika menerima bingkisan kue yang begitu lezat.

"Gomapseumnida, Uisa-nim~" Haowen sedikit membungkuk dan Luhan mengusap rambut lelaki kecil itu dengan sayang.

"Makan yang banyak yaa, biar kau sehat. Oh ya, nanti sore kita jalan-jalan di taman ya? Haowen mau tidak?" Tanya Luhan ketika Haowen mengambil satu cupcake dan memakannya seperti Ia tidak pernah memakan kue sebelumnya, sembari mengangguk-anggukkan kepalanya kecil.

"Ahahaha makan pelan-pelan Haowen.."

Grek.

Pandangan Luhan dan Haowen terarah pada Sehun yang baru masuk kemudian duduk di samping Haowen dengan senyuman khasnya.

"Wahhhh jagoan appa sudah bangun rupanya." Sehun tersenyum kemudian mengecup dahi Haowen yang asik makan.

"Appa~ Uisa-nim mengajak Haowen untuk jalan-jalan sore di sekitar sini, boleh tidak?" Tanya Haowen dengan wajah belepotan, membuat Sehun berusaha menahan tawanya.

"Oh? Tentu saja.." Sehun mengambil tissue kemudian mengusap wajah Haowen penuh kasih sayang.

"Appa juga harus ikut bersama kami jalan-jalan." Ajak Haowen dengan tatapan memelas, Sehun terkekeh kemudian mengangguk pelan.

"Wah bolehkah? Oke, call !" Sehun tersenyum sumringah kemudian membuat gestur seperti ingin menelfon dan melirik Haowen yang terkekeh.

.

Sorepun tiba Luhan, Haowen dan Sehun berjalan bersama di taman rumah sakit, terlihat Luhan dan Haowen menggandeng boneka mickey mouse bersama-sama menikmati angin sore yang tidak begitu dingin. Haowen terlihat begitu senang ketika berada di luar, Ia menangkap kupu-kupu kemudian menyematkan bunga daisy di telinga Sehun dan Luhan.

"Kau sangat beruntung mempunyai anak se manis Haowen." Luhan tersenyum kemudian menatap Haowen yang terlelap dalam pangkuan Sehun.

"Terimakasih, hari ini Haowen begitu bahagia dan, sudah lama aku menantikan tawa bahagia Haowen." Sehun mendekap Haowen erat kemudian tersenyum kepada Luhan.

"Memangnya sudah berapa lama?" Tanya Luhan tanpa sadar, Sehun menatap Luhan dalam kemudian terkekeh pelan.

"Sejak Haowen lahir kedunia. Kau mungkin sudah tahu aku adalah presdir dari sebuah perusahaan dan kau pasti sudah membaca berita tentangku dan istriku." Luhan terdiam, pikirannya berkecamuk.

"Haowen lahir tidak terencana, wanita itu menjebakku dengan akal bulusnya agar aku bisa menjadi suaminya. Ia dulu adalah sasaeng fansku waktu SMA, akal bulusnya sudah bisa tertebak Ia menginginkan harta dan wajahku bukan karena cinta yang tulus. Setelah Haowen lahir, aku meminta tolong sepupuku beserta kekasihnya untuk menjaga Haowen dan Ibunya selama aku sibukㅡ tetapi wanita itu mengusir sepupuku dan kekasihnya ketika Haowen berumur 1 tahun Hahaha, aku merasa benar-benar bodoh.. Haowen setiap hari di siksa dan di jadikannya pelayan tanpa sepengetahuanku, aku terlalu sibuk dan.. hanya tiap malam aku bisa melihat Haowen tertidur di depan gerbang rumah aku kira Ia memang bermain kemudian tertidur, ternyata dugaanku salah." Penjelasan Sehun yang panjang lebar seperti menampar Luhan bolak balik 10000 kali. Tapi... bisa saja pria ini berdusta, kan?

"Aku menceraikan istriku karena aku ingin menyelamatkan Haowen, namun sepertinya Ia punya segala cara agar Ia bisa membunuh Haowen begitu juga membuatku bangkrut." Lagi dan lagi, ada sisi pro dan kontra di dalam hati Luhan. Hm, entah kenapa dirinya merasa begitu khawatir.

FLASHBACK

"Aku akan melakukan pernikahan kontrak." Sehun sebenarnya mendengar pekikan Luhan dan Ia sedikit melirik kearah pintu kemudian kembali berfikir serius.

Ia tahu dengan siapa Ia harus meminta tolong.

.

.

TBC

A/N

Waaahhhh terimakasih banyak atas dukungan kalian, semoga di chapter dua ini bisa menjelaskan semuanya dan juga sudah ada "bau-bau" couple baru nih hahahahahaha, tetep dukung author ya! Supaya selalu giat bikin Fnya. Di tungu Fav, Follow dan Reviewnya.

P.S : Maafkan Author jika ada salah-salah kata! :3