Tittle : HUNHAN ; Haowen's Doctor

Author : oohmydarling

Rated : M-Preg

Length : Chapter

Cast : Oh Sehun Xiao Luhan

Kim Jongin Do Kyungsoo

Park Chanyeol Byun Baekhyun

Wu Yifan Huang Zi Tao

Kim Jong Dae Kim Min Seok

Kim Jun Myeon Zhang Yixing

Tiffany Huang

*new cast* Krystal jung as Ahn Hanni

Ahn Jaehyo

Haowen Ziyu

Others : RANDOM

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Yaoi, BxB, BoysLove, DLL

.

.

Inspiration : SIMAF Celebrity Wedding (Novel).

Chapter 3

.

.

(( FLASHBACK ))

Sore itu, di salam gedung mewah sedang mengadakan acara penyambutan

Presdir baru Oh Company. Acara tersebut di datangi oleh keluarga besar, wartawan dan beberapa kerabat yang lainnya. Namun di tengah-tengah acara seseorang perempuan mencoba untuk menerobos masuk ke dalam gedung.

"Noona, kau tidak bisa memasuki gedung iniㅡ" Tetapi perempuan itu tetap memaksa masuk bahkan mengancam dengan membunuh bodyguard-bodyguard itu.

Ketika perempuan itu berhasil masuk, Ia berlari dan berhenti tepat di depan pintu acara, Ia menyunggingkan seringainya.

"OH SEHUN! AKU MINTA KAU BERTANGGUNG JAWAB! Akuㅡ hamil." Ucap perempuan itu dengan tatapan polos uang di buat-buat olehnya di depan keluarga besar Oh, Sehun yang mendengar perkataan mengerutkan dahinya kemudian menghadap perempuan itu.

"Mwo?" Sehun mengangkat sebelah alisnya, Ia bingung. Sepertinya Ia tidak pernah melakukan hubungan intim dengan siapapun.

"Tu-tuan, maafkan kami. Dia memaksa masuk dan kami tidak bisa menahannya." Sehun mengangguk kecil kemudian beberapa bodyguard itu mencoba untuk menarik sang gadis, yang masih mencoba perlawanan.

"Kau seharusnya malu! Kau yang memaksaku! Lepas-kan!" Gadis tersebut menunjuk-nunjuk Sehun, dan bisik-bisik wartawan mulai terdengar sampai ketelinga Sehun.

"Maaf nak, tetapi apa boleh kami tahu bagaimana kejadiannya?" Tanya Ibu Sehun, Perempuan itu menatap Sehun dengan tatapan getir seperti Ia mengalami siksaan batin.

"Sebulan yang lalu, di club- kau.. memperkosaku, memaksaku untuk melakukan hubungan intim tanpa pengaman. Aku berusaha menolak namun kau mengancamku. Hiks" Kini hisakan perempuan itu terdengar di seluruh penjuru ruangan, Sehun hanya bisa berdiam diri dan memutar otaknya.

"OH SEHUN!" Bentak Ibu Sehun kemudian menampar anak laki-lakinya itu.

"BERANINYA KAU MELAKUKAN HAL SEKEJI ITU PADA SEORANG GADIS! IBU TIDAK MAU TAHU, KAU HARUS MENIKAHI DIA!" Sehun hanya menunduk kemudian mengangguk perlahan, tanda Ia terpaksa setuju.

Beberapa detik kemudian, sang Ibu memegangi kepalanya yang begitu sakit dan berdenyut-denyut, kemudian wanita itu jatuh pingsan di tangan Sehun. Keadaan semakin ricuh dan wartawan mulai mengambil foto kemudian menghampiri Sehun dan Hanni, mempertanyakan hal-hal yang membuat Sehun frustasi.

'Calon Presdir Oh Company terlihat sedang mabuk-mabukan di sebuah club ternama Korea.'

'Oh Company mempunyai Calon penerus yang memiliki citra buruk.'

Setelah berita itu tersebar, Sehun dan Hanni resmi menikah. Dan setelah menikah dengan acara yang tidak terlalu mewah Sehun kembali ke dunia pekerjaannya yang super sibuk dan tak sempat untuk berbicara dengan Hanni hingga Haowen lahir, Sehun mengambil cuti beberapa bulan untuk menemani Haowen.

"Hah, berisik sekali sih! Kau tidak bisa mendiamkannya apa?! Aku mau tidur, aku lelah habis shopping!" Ucap Hanni yang mendengar suara tangis Haowen pecah, tanpa mengeluh Sehun buru-buru menghampiri Haowen dan menggendong putra pertamanya sembari menyanyikan lullaby agar Ia bisa kembali terlelap.

Saat Haowen berumur 5 Bulan, Sehun meminta tolong saudaranya dan kekasihnya untuk menjaga Haowen dan Ibunya karena Ia harus kembali bekerja. Namun di saat itulah Hanni memulai aksinya, Ia mulai menyiksa Haowen dengan cara mencubiti atau bahkan memukulnya dengan keras ketika anak itu menangis, atau ketika Baekhyunㅡ saudara Sehun menggendong Haowen, Hanni tiba-tiba muncul dan merebut Haowen.

"Heh, jangan sentuh Haowen ya! Nanti Haowen akan tertular! Kau gay menjijikkan!" Mendengar perkataan itu, Baekhyun sempat emosi dan sempat bertengkar fisik dengan Hanni namun Chanyeolㅡ Kekasih Baekhyun melerai pertengkaran mereka.

"Hih, dasar kalian berdua ini sama-sama tidak berguna." mendengar perkataan itu, Baekhyun hendak menjambak rambut wanita itu tetapi di halangi oleh Chanyeol.

"KAU LEBIH TIDAK BERGUNA! DASAR WANITA MURAHAN! BITCH." Teriak Baekhyun berapi-api, namun tidak di hiraukan oleh Hanni sedikitpun.

Jam berganti hari, bulan berganti tahun kini Haowen sudah bertumbuh dewasa tanpa pengawasan Sehun, Ia di didik layaknya budak oleh Hanni. Setiap Sehun pulang, Ia menemukan Haowen tertidur dengan kulit yang penuh corengan dan baju yang lusuh, Ia bertanya kepada maid namun tidak satupun dari mereka ingin menjawab.

Ia mulai curiga, dengan taktiknya Sehun mencoba menghubungi Baekhyun dan Chanyeol memintai kepastian, betapa terkejutnya Sehun dengan perbuatan yang di lakukan oleh Hanni.

"Aigooo, kau itu lihat apa sih sebenarnya?" Tanya Ibu Sehun ketika mendengar penjelasan dari Baekhyun dan Chanyeol.

"Aku di jebak, sebetulnya aku tidak memperkosanya. Tetapi seingatkuㅡ waktu itu aku di culik dan di bawa ke sebuah ruangan, yang berisi.. beberapa dokter danㅡ aku tidak tahu.." Sehun menggelengkan kepalanya, Ia hanya ingat ketika Ia bangun, Ia sudah ada di appartmentnya.

"Aku kira itu hanya mimpi." Sehun memijit pelipisnya, sedetik kemudian Chanyeol menjentikkan jarinya dan menunjuk Sehun.

"Dokter itu mengambil sel spermamu, dan memasukkannya ke dalam tubuh Hanni sehingga Ia bisa hamil." Mata Sehun membulat, begitu juga Baekhyun dan Ibu Sehun. Tumben sekali otak Park idiot itu encer.

"Coba kau datangi sepupumu, Jongin. Mungkin dia bisa membantumu merawat Haowen." Saran Ibu Sehun yang diangguki oleh anaknya itu, kemudian Ia mengusap pipi Sehun perlahan.

"Maafkan Eomma.." Sehun menatap Ibunya dan tersenyum kecil kemudian menggenggam tangan Ibunya erat.

"Tidak apa-apa Eomma, aku akan membereskan ini semua." Sehun tersenyum kemudian memeluk Ibunya itu hangat. Dari situlah, Sehun berniat untuk memulai aksinya menyingkirkan Hanni.

Prak.

"Xiao Luhan, keturunan China-Korea dan dia adalah asisten bedahku siapa tahu kau membutuhkannya." Sehun menerima berkas teraebut kemudian menelitinya dengan seksama.

"Apakah Ia sedang ada di sini sekarang?" Tanya Sehun kemudian diangguki oleh sepupunya itu. Sepersekian detik kemudian, Sehun memasukkan kembali berkas itu dan membawanya pergi meninggalkan Jongin yang terbengong-bengong.

"Dasar anak itu.." Gumamnya membiarkan Sehun pergi.

Saat itu, Sehun melihat sosok Luhan sedang dikelilingi dengan anak-anak kecil yang terlihat begitu ceria ketika mendapatkan permen dari Luhan, disaat itu juga, senyuman Sehun mengembang. Namun, ketika sedang asyik melihat Luhan dari jauh, lelaki itu seperti sedang mengangkat telefon dan kemudian tersenyum manis dengan pipi yang mulai memerah, dengan langkah yang cepat Luhan meninggalkan anak-anak itu menuju lobby dimana ada seorang pria yang sudah berdiri di sana, lengkap dengan kemeja putih serta celana kain hitam. Rambut pria itu berwarna coklat kemerahan dan mempunyai wajah yang yah tidak lebih tampan dari Sehun.

"Chagiyaaa~~" Seru Luhan kemudian Ia memeluk pria itu dengan bahagia, menyisakan Sehun yang berdiri dari jauh dengan mulut yang sedikit terbuka.

Tap.

Sehun menoleh, Jongin sudah ada di sampingnya dengan senyuman jahil yang begitu lebar sehingga Sehun ingin menyobek mulut sepupunya itu.

"Tenang, mereka belum menikahㅡ tapi akan. Hahahahahha!" Tawa Jongin kemudian berhenti ketika Sehun menjejalkan tangan sepupunya itu ke mulitnya sendiri, kemudian meninggalkan lelaki berkulit tan itu.

"Yak! Oh Mija! Awas kau!! Aish anak itu tidak tahu berterimakasih, dasar." Gerutu Jongin melihat Sehun yang tak acuh itu menghilang dari pandangannya.

Setelah banyaknya bukti yang Sehun dapat, Iapun memutuskan untuk menceraikan Hanni, kembali berita bermunculan di media massa.

'Oh Sehun, menjalani sidang pertama perceraian. Istri Sehun melarikan diri?'

'Presdir terbaru Oh Company akan terus menguggat cerai Ahn Hanni.'

Sesuai dugaan Sehun, Hanni tidak ingin di ceraikan. Melainkan melarikan diri entah kemana dan untung saja Haowen tidak di bawanya namun hampir saja terbunuh oleh perempuan itu. Hanni sengaja mendorong Haowen yang saat itu sedang membersihkan kolam renang kemudian dengan sengaja pula Ia menahan kepala Haowen sehingga Ia tidak bisa kemana-mana. Setelah aman, Ia segera kabur sebelum maid menemukan Haowen mengambang.

Tentu saja Sehun terkejut ketika pulang kerja mansionnya begitu ramai, untung saja hanya keluarga dan maid tidak ada polisi atau wartawan yang datang.

"Tu-tuannn... Ha-haowen.." Mendengar hal itu, Sehun segera melempar tasnya kesembarang arah, kemudian berlari melihat Haowen yang sudah pucat dengan bibir keunguan itu sedang di bopong oleh petugas ambulans, tanpa banyak bicara, Sehun mengambil alih gendongan kemudian ketika Ia merebahkan Haowen di sebuah tandu, para petugas ambulan memberikan bantuan CPR, setelah berhasil mereka memasangkan infus dan oksigen pada Haowen.

"Kau beruntung tuan, jika di biarkan lebih lama lagiㅡ kau akan kehilangannya." Sehun terdiam kemudian menatap Haowen yang terkulai lemah, Sehun menggapai tangan anak itu dan menggegamnya erat.

'Appa mianhae.. eum? Haowenie..' Gumam Sehun sebelum Ia berjanji dalam dirinya akan terus menjaga Haowen dan menyelesaikan masalahnya dengan Hanni.

Ketika sampai dirumah sakit, Sehun berlari mengikuti Haowen yang di bawa ke ruang ICU, Jongin yang panik kemudian memberi tahu Sehun untuk segera mengoperasinya.

"Aku mau menggunakan Luhan sebagai kepala bedah, dan aku ingin melihat anakku selamat di tangannya." Ucap Sehun, Jongin hanya bisa mengangguk dan segera menyuruh anak buahnya untuk meminta tolong Luhan mengoperasi Haowen.

"Dokter, semuanya sudah siap, Luhan akan segera ke ruang operasi." Jongin mengangguk kemudian, Ia menyuruh Sehun untuk bertemu Luhan sekedar meminta tolong untuk menyelamatkan Haowen dan segera di setujui oleh Sehun.

(( FLASHBACK END ))

Pagi itu, Luhan sedang menemani Haowen yang mulai membaik. Sudah lima hari ini Luhan tidak bertemu dengan kekasihnya karena asyik menemani Haowen yang ternyata anak yang manis dan lucu. Dan hari inilah, hari di mana Ia dan kekasihnya mengadakan hari jadi yang ke dua tahunㅡ Luhan sudah menyiapkan tempat di dekat rumah sakit dan tempat itu sebuah restoran sederhana dengan makanan yang lezat. Luhan sengaja tidak memberi tahu kekasihnya, Jaehyo dan akan memberitahunya ketika Luhan sudah di tempat.

Hari ini, Luhan begitu ceria dengan senyuman indah yang menghiasi wajahnya. Hal itu langsung disadari oleh Sehun yang menatapnya curiga.

"Kau senang sekali hari ini.." Ucap Sehun to the point membuat Luhan langsung limbung dan salah tingkah.

"A-ahh itu.. a-aku dan kekasihku akan merayakan hari jadi.." Jelas Luhan dan entah kenapa mood Sehun menurun tiba-tiba dan wajahnya berubah menjadi datar.

"Chukkae." Balas singkat Sehun kemudian menatap Luhan dengan dingin. "Seharusnya kau bersiap-siap bukan menjaga Haowen." Deg. Luhan terdiam ketika Sehun berkata seperti itu, YA! Menyebalkan sekali orang ini.

"Waee? Aku kan ingin menemani Haowen, apa salahnya sih?!" Bantah Luhan tiba-tiba.

"Hah, omong kosong." Gumam Sehun membuat Luhan ingin mencekik pria itu, saat itu juga.

"Uisa-nim.. punya kekasih?" Kata-kata Haowen membuat Luhan mengalihkan pandangan tajamnya dari Sehun ke Haowen.

"Ehehehe.." Luhan menggaruk tengkuknya kikuk, namun ekspresi Haowen terlihat begitu tidak senang, begitu juga dengan sang ayah sangat-sangat kompak.

Malampun tiba, Luhan dengan kemeja kebesaran berwarna putih lengkap dengan jeans hitam ketat sehingga membentuk kakinya yang mulus, Luhan sangat suka memakai aksesoris makanya malam itu Ia memakai cartier, gelang hingga cincin yang sederhana. Luhan tak bisa memakai aksesoris ini tentu saja karena Ia harus bekerja sebagai dokter, bukan ingin fashion show.

Restoran kecil itu, sudah si sulap oleh Luhan dengan balon-balon kecil berwarna pastel di sudut-sudutnya kemudian di mejanya sudah ada dua gelas wine putih dan sebuah vas bunga berisi mawar merah segar dengan candelier yang menggantung cantik ketika kau menatap ke langit-langitnya, Luhan tahuㅡ ini memang berlebihan namun sekali-srkali Ia ingin memberikan balasan kepada Jaehyo.

Detik demi detik berlalu, Luhan mengetuk-ngetukkan kakinya sambil melihat ponselnya yang tidak di balas sama sekali oleh sang kekasih. Apakah Ia lupa? Atau bagaimana?

Ting nung.

Luham terkejut dari lamunannya kemudian menatap pesan yang baru saja masuk, danㅡ

(( 차갸 ))

Luhan, maafㅡ aku rasa kita harus menyudai hubungan kita. Aku tidak ingin membiarkan kisah cinta ini berlarut-larut, aku sudah muak menjalani kisah cinta yang keliru, maaf jika aku dari awal mempermainkanmu namun harus kau tahuㅡ aku dulu sempat menyukaimu namun aku lebih mencintai yeoja.Happy failed anniversary.Lupakan semua kisah cinta kita, Lu.

Deg!

Terlalu terkejut, itulah yang di rasakan Luhan hingga bibirnya kelu mengatakan apapun. Ia mencintai Jaehyo, sangat mencintai pria itu. Baginya, Jaehyo adalah segalanya dan Luhan tidak ingin menyudahi ini.

Jahat! Jaehyo Jahat!

ㅡ Aku membencimu!

Sangatttt!

BODOH!

Dasar bodoooh!

Brengsek!

Kata-kata itu keluar dari bibir mungil Luhan, Ia berlari menjauh dari restoran itu, berlari sejauh mungkin dan berhenti di taman rumah sakit. Luhan menunduk, tangisanya pecah dan berhamburan kemana-mana, nafasnya tersengal-sengal seakan jantungnya sebentar lagi meledak.

Grep.

Luhan tidak terkejut akan siapa yang memeluknya, Ia semakin menangis sejadi-jadinya dan memukul dada pria yang sedang memeluknya itu seakan-akan pria itu adalah Jaehyo.

"Kau bodohhh! Kau bilang kau mencintaikuㅡ namun nyatanyaㅡ nyantanya kau lebih memilih orang lainnnnnn!!" Luhan berteriak kencang dan tamgisannya semakin histeris.

"Menangislah sepuasmu, Lulu." Sehun tersenyum kemudian mengeratkan pelukannya pada Luhan kemudian entah oleh dorongan apa Sehun mengecup lembut dahi Luhan berkali-kali kemudian mengusap rambut Luhan dengan sayang.

Luhan sudah selesai menangis, Sehun mengajaknya ke kedai makanan di dekat rumah sakit untuk mengisi perut Luhan yang Ia yakin sama sekali kosong. Namun Ia masih dalam keadaan tidak sadar dan terus saja termenung kemudian menghela nafasnya berat. Luhan mengambil sebotol soju berperisa peach kesukaannya kemudian menuangkannya pada gelas sloki.

One shoot!

Luhan dengan cepat menghabiskan satu sloki soju, kemudian mengulanginya lagi, kemudian lagi, lagi, lagi, lagi dan..

"Cukup." Sehun menahan tangan Luhan kemudian Luhan menatap Sehun dengan tatapan nanar, Sehun menghela nafasnya Ia benar-benar kelewat khawatir entah kenapa melihat keadaan Luhan yang seperti ingin mati jika di tinggal kekasihnya itu, walaupun Sehun takjub sih hari ini Luhan begitu camtik dengan wajah yang natural. Haish, Fokusㅡ Oh Sehun.

"Cukup Luhan, aku membawamu kesini bukan untuk mabuk, kau tahu. Aku ingin kau mengisi perutmu namun semua makanan dihadapanmu tidak ada satupun yang masuk ke dalam perut." Omel Sehun tidak jelas, yaㅡ Sehum sudah di buat tidak jelas oleh Luhan beberapa hari ini lewat bagaimana Ia berinteraksi dengan Haowen seperti Ia adalah anak kandung Luhan sendiri, bagaimana Luhan tersenyum, bagaimana Luhan sedang serius dan masih banyak yang lainnya dan Sehum benar-benar frustasi dengan perasaanya sendiri.

"Maaf." Ucap Luhan kemudian menaruh gelas sloki itu disampingnya kemudian Ia menghadap Sehun namun tidan sepenuhnya, kepalanya terdunduk danㅡ Brukk!!

"Hahhhhh!!" Desah Luhan frustasi ketika kepalanya berhasil di jedotkan ke meja, kemudiam Luhan melakukannya lagi, lagi, lagi, lagi, danㅡ

"uri kyeolhonhaja (ayo kita menikah)." Sehun berucap datar, tak lama kemudian Luhan mengangkat badannya perlahan lengkap dengan mata yang terbelalak sempurna.

"Mworago?!" Pekik Luhan, Sehun hanya tersenyum tipis dengan tangan uang bersendekap di dada.

"Ayo menikah." Ulang Sehun untuk yang kedua kalinya dan, APA?! Pria ini gila?

Oh tidak, benar-benar tidak waras!!

.

.

TBC

A/N

Whaaaa~ 정말 고마워! Banyak bangetnyang suka aigooooo jadi seneng deh :3 tetap dukung author yaaa. Makasih banyak buat semua yang rela-relain baca dan maaf ya di sini isinya hampir semua flashback ._. soalnya biar jelas gitu loh~ Hehehehehe, Oh ya! Spoiler dikit bakal ada FF Chanbaek! Di tunggu yaaa ;)

Dont forget to reviewww~

아잉 :3