Tittle : HUNHAN ; Haowen's Doctor
Author : oohmydarling
Rated : M-Preg
Length : Chapter
Cast : Oh Sehun Xiao Luhan
Kim Jongin Do Kyungsoo
Park Chanyeol Byun Baekhyun
Wu Yifan Huang Zi Tao
Kim Jong Dae Kim Min Seok
Kim Jun Myeon Zhang Yixing
Tiffany Huang
*new cast* Krystal jung as Ahn Hanni
Ahn Jaehyo
Haowen Ziyu
Others : RANDOM
Genre : Romance, Hurt/Comfort, Yaoi, BxB, BoysLove, DLL
.
.
Inspiration : SIMAF Celebrity Wedding (Novel).
Chapter 4
.
.
.
"Apakah kau sudah begitu putus asanya?" Tanya Luhan dengan tatapan tidak percayanya, bagaimana tidakㅡ mereka hanya bertemu sekali kemudian saling berbicara baru-baru ini saja, wah orang ini benar-benar mengalami putus saraf.
"Tidak, besok temui aku di rooftop rumah sakit dan di sana kita akan bicarakan semuanya. Oh satu hal yang harus kau tauㅡ" Sehun berdiri kemudian mendekat kearah telinga Luhan membuat sang empunya segera menyingkir. "Aku tidak menerima penolakan.." Luhan menganga lebar, oho! Sepertinya orang ini butuh psikiater.
Walaupun berkata bahwa Sehun gila, tetapi Luhan tetap saja menuruti perintah pemilik nama asing Oh Willis itu, bertemu rooftop rumah sakit.
"Waah, kau menepati janjimu juga ternyata." Hari ini Sehun memakai turtle neck warna hitam, celana jins sobek-sobek. pemandangan itu cukup membuat Luhan kurang fokus.
"Aku tidak pernah berjanji, Tuan Ohㅡ Aku hanya menghormati." Luhan memutar bola matanya malas, tangan Luhan masih tetap di masukkan kedalam kantong jas dokternya mengamati Sehun yang tertawa kecil kemudian mengambil sebuah berkas.
"Ini adalah kontrak, jangka waktu menikah kita 2 tahun kemudian kita akan bercerai, namun jika ada salah satu atau kedua belah pihak yang memutuskan untuk melanjutkan akan di perbolehkan dan kontrak akan di hapuskan." Pernikahan kontrak, Luhan sudah mendengar semuanya dan ternyata orang ini meminta tolong kepadanya, kepada Luhan.
"Hahhㅡ begini ya Tuan Oh Yang Agung, kau tau kan cinta itu tidak boleh di buat mainan seperti ini, dan kau tau kan aku sedang terpuruk? Ya ya ya, memang kau berniat untuk membantuku atau aku membantumu. Namun, sekedar itukah cinta di matamu?" Pertanyaan Luhan barusan cukup membuat Sehun terdiam dan berfikir sejenak kemudian Ia tekekeh kecil.
"Bukankah aku sudah bilang, jika kita memutuskan untuk bersama tentu saja kontrak itu akan dihapuskan. Dan benar juga katamu kan? Kau sedang terpuruk dan aku memerlukan bantuan." Luhan terdiam, dia ingin menolak karena Ia baru saja di mainkan dan sekarang Ia dimainkan orang lain, oh please Luhan bukan boneka barbie.
"Maafkan aku, tapi aku tidak bisa.." Luhan menatap Sehun dengan tatapan kecewa, menyesalㅡ campur aduk. Sehun mengeruktan dahinya lebih dalam dan memegang tangan Luhan, Ia menggenggamnya erat.
"Please? Im begging you." Ucap Sehun perlahan, Luhan benar-benar diambang batas, Ia tidak tahu harus apa..
"Untukku?" Sehun kembali angkat bicara, Luhan berusaha melepaskan genggamannya namun Sehun tetap menggenggamnya erat.
"Untuk Haowen?" Oh tidak, jangan yang itu..
"Hanya untuk membantumu dan Haowenㅡ?" Sehun mengangguk-anggukkan kepalanya cepat.
"Tidak untuk yang aneh-aneh?" Sehun menggelengkkan kepalanya pelan. Luhan terlihat berfikir keras kemudian Ia menatap Sehun tepat pada mata indah pria itu.
"Tapiㅡ tolong beri aku waktu, Oh Sehun.. Bagimu memang mudah berkata untuk menikah, namun bagiku menikah adalah jenjang yang lebih terikat dan suci walaupun hanya sebatas kontrak tapi kau harus tau aku adalah seorang dokter dan tugas seorang dokter adalah menolong orang jadi berharaplah yang banyak.. mungkin aku berubah pikiran dan akan menghubungimu secara pribadi." Luhan tertunduk kemudian meninggalkan Sehun yang mematung, entah apa yang ada di dalam pikirannya hingga Ia bisa berkata seperti itu.
Setelah Haowen di bolehkan pulang dan kejadian itu, Luhan menjadi pendiam, tempramen, dan emosian. Sungguh seperti orang gila- Ia kadang berbicara sendiri terkadang marah-marah sendiri, entah kenapa Ia punya firasat buruk ketika Ia ingin menerima tawaran itu namun jauh di lubuk hatinya Ia ingin.. APA? OH KAU SUDAH GILA.
"Lu.. sepertinya kau harus menerima tawaran itu.." Ucap Kyungsoo yang melihat Luhan sedang asyik mendengarkan lagu di taman rumah sakit sembari menatap nanar bangku yang ada di depannya.
"Ya! Kau mendengarku tidak sih? Duh.." Kyungsoo menyenggol Luhan, kemudian lelaki itu membuka headset yang menempel pada telinganya kemudian melihat Kyungsoo.
"Oh, Kyungsoo-ah.." Sapa Luhan singkat kemudian menggeser tubuhnga memberi tempat agar Kyungsoo bisa duduk.
"Apa kau sudah memikirkan yang terbaik? Ku rasa Sehun bukan orang yang buruk untukmu." Kyungsoo menatap bangku yang ada di depan Luhan, Ia tahu itu tempat dimana Sehun dan Luhan mengobrol dan Haowen tertidur di pangkuannya.
"Sebaiknya kau hubungi Sehun, Lu.." Lanjut Kyungsoo lagi.
"Katakan padaku.." Kyungsoo menoleh kearah Luhan yang menatap lurus kedepan.
"Huh?"
"Katakan sekali lagi.. apa yang harus ku perbuat.."
"Kau harusㅡ" "AARRRGH!" Kyungsoo terkejut ketika Luhan berteriak sekeras mungkin, kemudian tertunduk lesuㅡ entahlah, Luhan serasa pusing.
"Ada apa Lulu?" Luhan kemudian memeluk Kyungsoo erat-erat, Ia ingin menangis namun Luhan hanya menghembuskan nafasnya berat.
"Aku takut.." Kyungsoo terkekeh kecil kemudian menepuk-nepuk pundak Luhan perlahan.
"Aku takut, setelah tiga bulan tidak memberinya kabar.. Ia tidak menerimaku lagiㅡ aku takut Haowen melupakanku bahkan mencampakkanku.. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi Soo.." Luhan terlihat begitu sedih dengan wajahnya yang tertekuk, Ia terlihat begitu takut namun Ia bimbang.
"Ania, Luhanku lebih kuat daripada ini. Aku sungguh percaya itu." Kyungsoo terkekeh kemudian mendorong Luhan menjauh dan memegang erat pundaknya dan tersenyum kecil.
"Selama aku bersahabat denganmu hampir dua puluh tahun ini, aku tidak pernah melihatmu begitu kacau dengan masalah sepeleㅡ aku sangat merindukan Luhanku yang kuat dan tegar dalam menghadapi masalah." Kyungsoo menepuk-nepuk pipi Luhan dan mengepalkan tangannya.
"Luhan, fighting! Aku yakin kau bisa menentukan yang terbaik untukmu dan aku yakin jika kau menerima Sehun, Ia tidak seburuk yang terlihat dan aku yakin Ia bisa melindungimu.." Lanjut Kyungsoo tersenyum, membuat Luhan ikut tersenyum tipis. Dan kedua sahabat itu berpelukan begitu erat menyalurkan rasa kasih sebagai sahabat terbaik.
"KYUNGSOO! LUHANN!!" Panggil Baekhyun dari dalam, Baekhyun salah satu sahabat mereka yang menjadi dokter bersama dengan kekasihnya dan terburu-buru menarik mereka berdua masuk ke dalam rumah sakit.
"Aish waeyo???" Tanya Luhan dan Kyungsoo berbarengan, kemudian datanglah pria yang lebih tinggi menghampiri mereka dengan wajah super khawatir.
"Oo? Cha-Chanyeol-ah? Waeyo?" Tanya Kyungsoo dan Luhan berbarengan, dan tak lama datanglah Dokter Kim dengan nafas yang tersengal-sengal dan darah yang berada di jas dan tangannya.
"OMO?!" Luhan dan Kyungsoo memekik, Dokter Kim menghampiri Luhan dan kemudian berlutut di hadapan Luhan. Tentu saja Luhan terkejut bukan main, ada apa ini?!
"Aku mohon, kau harus membantu kamiㅡ kami minta tolong.." Baekhyun dan Chanyeol kemudian ikut berlutut di hadapan Luhan membuatnya semakin bingung ada apa sebenarnya.
"N-nae Sachon, Se..Sehunie.." Mata Luhan membola, Ia segera memberdirikan mereka bertiga dan menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan dan begitu banyak tanda tanya di dalam benaknya.
"S-sehun.. Wae?" Luhan mengigit bibir dalamnya menahan air mata yang akan gugur sebentar lagi, entah karena apa.
"Dia tertembak hampir mengenai jantungnya dan Ia mengalami luka tusuk di sekitar dadanya.. Haowenㅡ Haowen ikut tertembak namun Ia begitu kuat dan Ia menangis dengan kencang hingga Ia nafasnya tersengal dan kurasa jantung yang kau operasi belum sembuh total.." Bibir Luhan menganga lebar, APA YANG SUDAH KAU PERBUAT OH SEHUN?!
"Kau harus mengoperasi keduanya." Dokter Kim kemudian memohon pada Luhan, membuat Luhan semakin bimbang.. keduanya? Kyungsoo memberikan isyarat pada Luhan untuk menerima tawaran itu.
"Ta-tapi.." Kyungsoo memberikan deathglare terganas miliknya membuat Luhan berdehem dan menatap Dokter Kim dan mengangguk kecil.
"Kalau begitu, cepat! Kita tidak punya banyak waktu untuk berbasa basi." Baekhyun dan Kyungsoo mendorong Luhan dan menuntunnya kedalam ruang operasi yang sudah di jaga oleh beberapa bodyguard di depan untuk menjaga dan siap menembak mati Luhan jika operasinya gagal.
Luhan menghembuskan nafasnya berat kemudian Ia mencuci tangannya dan masuk ke dalam ruangan dengan baju khusus, di temani oleh beberapa anastesi dan dokter lainnya memulai operasi duo ayah dan anak itu.
"Dok, pasien Oh Haowen ikut tertembak di bagian bahunya dan masih ada nanah yang tersisa di dalam jantung. Dan pasien Oh Sehun dalam keadaan kritis namun peluru untung saja tidak mengenai jantungnya karena ini peluru yang berbahaya." Luhan menatap Sehun yang masih menutup matanya, Luhan menelan Ludahnya kasar kemudian menadahkan tangannya meminta messer untuk membelah jantung pria itu.
Dokter Kim, Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo menonton dari atas dengan pengawasan bodyguard. Luhan yang fokus berhasil mengeluarkan peluru dari jantung Sehun kemudian Ia menutup beberapa luka tusuk yang tidak seberapa dalam di bagian dadanya, setelah dirasa sudah clear Luhan kemudian mempersilahkan dokter lain untuk membedah bagian perutnya yang ikut terkena luka tusuk dan katanya hingga mengenai usus dan sedikit terobek. Luhan berganti mengurus Haowen Ia mengoperasi anak itu lagi dan kini mengangkat nanah yang tersisa dan Luhan baru tahu jika Haowen mengidap penyakit asthma.
Ketika operasi sudah selesai, Luhanpun membuka maskernya dan menghembuskan nafasnya lega. Entah kenapa Ia begitu senang kedua ayah dan anak itu kembali, dan kini Luhan akan mengatakan pada Sehun jika Ia bersedia menerima tawaran tersebut.
"Kau berhasil Luluuuuuuu!!!" Baekhyun menghambur dan memeluk Luhan begitu erat membuat Luhan terkekeh dan menepuk-nepuk pundak lelaki itu.
"Selamat ya Luhan.." Dokter Kim tersenyum dan menepuk pundak Luhan bangga, begitu juga Kyungsoo yang terkekeh dan mengacungkan jempolnya pada sang sahabat.
Luhan terkejut ketika Ia melihat Dokter Kim memeluk pinggang Kyungsoo dan sahabatnya itu tersenyum malu-malu.
"Hmm ada yang berpacaran secara diam-diam dan tak memberitahuku ternyata." Luhan memicingkan matanya membuat Kyungsoo menyingkirkan tangan lelaki tan itu dan menggigit bibirnya.
"A-aku mau memberitahumu namun Baekhyun sudah menarik-narik seperti orang gila." Kyungsoo memajukan bibirnya sedikit, membuat Luhan terkekeh dan memeluk sahabatnya itu erat.
"Selamat yaa~ Dokter Kim! Jaga Penguinku ini baik-baik ya, dia sedikit nakal." Luhan mengedipkan matanya membuat Kyungsoo hendak memukul Luhan namun Luhan berhasil menghindar.
"Hahahaha, Tentu saja Luhan.. Panggil aku Jongin saja." Luhan terkekeh kecil kemudian memeluk keduanya turut merasa senang.
"Sejak kapan hm?" Tanya Luhan kemudian Kyungsoo mengigit bibirnya kecil sedikit malu-malu kucing.
"Eengg~ satu minggu.." Sudah lama dan Luhan sampai tidak tahu kabar mereka? Astaga.
"Ekhm, le-lebih baik kau menemui Sehun.." Ucap Kyungsoo dengan gugup, namun Luhan tak bergerak Ia menatap Jongin kemudian mengisyaratkannya untuk ikut bersamanya.
"Dok, bisa kau ceritakan padaku apa yang terjadi pada Sehun? Dan kau sudah pasti tahu apa yang terjadi di dalam organ tubuh keduanya kan?" Tanya Luhan, Jongin menghembuskan nafasnya perlahan kemudian memijit pelipisnya perlahan.
"Jadiㅡ kemarin, mantan istri Sehun datang.." Apa? Ahn Hanni?! Luhan benar-benar kaget ketika mendengar hal tersebut, bukankah dia ada di Amerika?
"Ehm, bukankah dia ada di Amerika?" Tanya Luhan kemudian.
"Iya memang dia ada di Amerika namun Ia datang kesini untuk membunuh Sehun entah apa yang ada di pikirannya sehingga Ia melakukan hal itu. Ahn Hanni semacam sasaeng fans Sehun ketika masih di bangku SMA dia mengencaniku untuk berpura-pura mendekati Sehun, dan betapa bodohnya aku tidak menjaga sepupuku sendiri.." Jongin menghela nafasnya berat.
"Jadi kemarin, Sehun dan Haowen sedang makan malam kemudian Ia datang tiba-tiba seperti orang kesetanan mengeluarkan pistol kemudian menembak Sehun, Ia kira Sehun sudah mati namun saat Ia tahu Sehun masih bergerak Ia mengambil pisau di atas meja dan nenusuk Sehun hingga sekarat. Haowen sempat membantu dan wanita itu menusuk Haowen tepat di bahu namun saat Ia ingin menusuk Haowen lagi polisi datang dan menangkap Hanni saat itu juga." Luhan terdiam, mengapa sekejam itu dan mengapa Sehun tidak melawan ketika Hanni menusuknya? Kenapa Bodyguard hanya diam saja? Ahhhh na micheoseo!
"Sebaiknya aku menemui Sehun dan Haowen sekarang." Dengan langkah cepat Luham menghampiri kamar vvip dimana Sehun dan Haowen di rawat dan sepertinya Haowen sudah sadar lebih dulu dan di temani oleh Baekhyun dan Chanyeol.
"Eung~ Imo.. appa kenapa belum bangun, Haowen ingin bertemu appa Imoo~" Baekhyun terkekeh ketika Haowen mulai menunjukkan aegyonya, begitu imut dan menggemaskan sayangnya Ibunya seperti neraka jahanam.
"Eey Appa sedang istirahat, nanti samchon yang akan jaga Haowen." Chanyeol mengusap rambut Haowen perlahan kemudian duduk di samping Baekhyun, merangkul kekasihnya mesra.
"Eh? Luhan Uisa-nim?" Luhan tersenyum sumringah ketika Haowen memanggilnya dan Ah! Dia masih mengingatnya!
"Halo Haowen, bagaimana keadaanmu dan tuan miki?" Luhan tersenyum kemudian menggelitik leher Haowen hingga anak kecil itu terkekeh keras.
"Hmmm, dan kalian berdua! Yak! Kenapa tidak beritahu aku kalau kalian adalah saudara dari Sehun dan Haowen?! Dasar." Luhan mempoutskan bibirnya dan duo Chanbaek itu hanya bisa menyengir bodoh, dasar!
"Uisa-nim, jangan cemberut~ bogoshipeo.." Haowen menggenggam tangan Luhan erat, dan Luhan mengubah ekspresi wajahnya dengan cepat kemudian memeluk Haowen dengan kasih sayang.
"Uisa-nim, kata appaㅡ uisa-nim tidak mau jadi kekasih appa, memangnya kekasih itu apa sih?" Kata-kata polos itu meluncur begitu saja dari mulut Haowen dan membuat Chanyeol serta Baekhyun terbahak-bahak, aish dua orang ini ingin saja Luhan cekik hingga mati. Tidak, seharusnya Sehun yang Luhan cekik hingga mati, berani-beraninya berkata seperti itu di depan anaknya sendiri! Buat malu saja.
"Ehmmㅡ nanti kalau Haowen besar, Haowen pasti tahu apa artinya." Haowen mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian Ia memegang perutnya yang sepertinha keroncongan.
"Uuhh~" Haowen mengigit bibirnya, Luhan tahu Haowen lapar dan Ia meminta tolong Chanyeol untuk membelikan makanan yang Haowen inginkan saat itu.
"Berhati-hatilah, kalau perlu pakai pesan antar sajaㅡ aku khawatir Hanni masih berkeliaran." Ucap Baekhyun berbisik pada Chanyeol dan Chanyeol mengangguk paham.
"Jangan khawatir, Ia takkan menyakitiku." Chanyeol mengecup dahi kekasihnya itu kemudian keluar dari ruangan tersebut.
"Hahh, lebih baik kau cek keadaan Sehun terlebih dahuluㅡ dari tadi Ia tidak segera siuman." Luhan mengangguk kecil kemudian menghampiri bangsal milik Sehun dan mengecek keadaan Sehun dan Ia baru sadar ketika Ia melihat ada sebotol kecil cairan obat yang sudah di masukkan ke dalam cairan infus dan obat itu akan membuatnya koma atau meninggal jika tidak tahan.
"Baek. Gawat!" Luhan berteriak dan segera memencet-mencet tombol emergency kemudian mencabut paksa selang infus pria itu.
"Siapa orang terakhir yang masuk ke sini?!" Tanya Luhan dan Baekhyun terlihat berfikir, ada seorang suster yang merawat Sehun.. dan..
"Astaga! Aku kira itu adalah suruhanmu atau Dokter Kim!" Luhan menganga, Ia tidak pernah menyuruh suster datang untuk mengecek keadaan Sehun dan tadi Ia sedang mengobrol dengan Dokter Kim bagaimana bisa salah satunya menyuruh suter untuk memberi obat atau apa. Ini pasti suruhan Hanni! Luhan membatin dan Ia pasti tidak salah duga.
Ketika para suster dan dokter datang, Luhan menceritakan apa yang terjadi pada Sehun kemudian dengan cepat mereka memindahkan Sehun ke ruang operasi lagi.
"Kami akan memberi penawar dan juga mengangkat obat itu dari tubuh pasien, dan sepertinya obat ini baru saja bekerja jadi harus di tangani dengan cepat." Ucap Dokter Choi menjelaskan kepada Luhan di depan ruang operasi, Ia tersenyum kemudian menepuk-nepuk pundak Luhan kecil.
"Jangan khawatir, kami akan melakukan sebaik mungkin." Dokter Choi tersenyum dan memberikan harapan pada Luhan, dan meninggalkan Luhan ketika ruang operasi sudah siap. Kali ini Luhan menonton operasi Sehun dari atas bersama Kyungsoo, Luhan begitu khawatir jika ada yang menyakiti Sehun lagi dan jika sudah selesai Ia akan menemani Sehun sehingga tidak ada orang yang dapat menyentuhnya.
.
.
.
TBC
A/N
HUWAAAA AKHIRNYA SELESAI JUGAAA~~ /renggangin tangan/ Aigoo gimana? Chapter 4 ini memuaskan atau tidak? Hehehe terimakasih banyak yang sudah support Haowen's Doctor! Aigoo senang sekalii, tetap dukung Author ya! di tunggu RnRnyaaaaa~ maafkan jika ada salah kata atau apapun itu hehehe muah muah
