Don't Let Me Down
Rate : T
Pair : Sasusaku
Chap 3 : Sasuke-sama
Seluruh tubuh Sakura rasanya sulit digerakkan. Ia yakin telah melihat mimpi buruk semalam. Selain sulit digerakkan tubuhnya terasa begitu dingin. Di benaknya terlintas saat kelab malam tampak hancur karena ulah beberapa orang berjas hitam.
" Ugh..."
Sinar mentari terasa menyilaukan begitu ia membuka mata. Sakura menatap sekeliling. Ia sama sekali tak terkejut mendapati dirinya terikat diatas kursi, beberapa tahun sebelumnya ia bahkan telah mengalami hal yang buruk.
Berkali-kali ia ditinggalkan.
Beberapa pria disana merokok. Sakura yakin mereka takkan menggubrisnya sekalipun ia berteriak.
" Ini buruk" Pria dengan surai tak beraturan itu menginjak putung rokoknya.
Ia lalu mengambil yang baru. " Sasuke-sama jadi sering memungut gadis jalanan. Ck, apa yang sebenarnya ia pikirkan?''
" Setidaknya aku akan menganggapnya waras jika ia mengambil beberapa wanita bertubuh indah" Pria diujung menanggapi, satu diantaranya mengangguk mengiyakan.
" Sudahlah, kepalamu akan digantungnya sebagai hiasan jika kau menentangnya" Mereka tersenyum takut. Keringat dingin membasahi dahi Sakura, membayangkan seberapa bahaya pria yang membawanya kesini.
Pria di sisi kiri terbatuk-batuk, ia lalu berdehem. " Kemampuan pedangnya sangat menakjubkan. Sepuluh pria bersenjata takkan cukup untuk mengalahkannya, Sasuke-sama benar-benar berbahaya"
" Hei. Kudengar ia bergabung dengan Akatsuki, bukankah Sasuke-sama telah membunuh salah satunya?"
Satu-satunya pria yang suka memakai tage name itu menghela nafas. " Aku yakin ia lebih suka bertarung seorang diri"
Sakura meneguk ludahnya. Yang ia tahu Akatsuki adalah kelompok yang paling berbahaya. Mereka bahkan pernah membantai habis sebuah klan. Jika orang yang mereka sebut-sebut sebagai 'tuan' bahkan lebih mengerikan dari pada Akatsuki.
Apa yang akan terjadi padanya setelah ini?
" A-Ano..!"
Suigetsu, pria ber tage name itu yang satu-satunya tersenyum. " Tenanglah, kami takkan berbuat apa-apa tanpa perintah, Ojou-chan"
" A-Arigatou. Tapi...apa Sasuke-sama itu benar-benar berbahaya?"
Sai, pria berkulit pucat itu tampak tenang. " Ia adalah pria baik selama kau tak membantah perintahnya"
" OJI-SAN TACHI!"
Sontak semua langsung menoleh. " Oji-san?"
Sai dan Suigetsu saling memalingkan wajahnya setelah terlibat aksi pukul, tepat setelah Boruto datang meneriakinya 'paman'. Orochimaru hanya menghela nafas panjang. Meski begitu mereka tak melepaskan tali ikatan pada tubuh Sakura.
" Sasuke-sama memberiku perintah untuk membawa gadis culun itu ke tempatnya"
Boruto berdehem. " Sasuke-sama meminta membawanya sekarang juga"
" Awas kau bocah"
Sai yang tampak paling kesal. " Setelah kembali akan kuberi kau pelajaran"
Sakura lega, tali-tali itu tak mengikat lagi tubuhnya. Tanpa aba-aba Sai langsung menariknya memasuki mobil, Sakura nyaris tak bisa mengikuti langkah cepatnya. Jari-jari kakinya terasa sakit karena menendang batu-batu kecil.
Brmmmmm!
Suigetsu dan Orochimaru berada di kedua sisinya sementara Sai yang mengemudi. Sakura merasa seperti tawanan.
Selama di perjalanan tak satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Wajah Suigetsu masih tampak kusut, juga sedikit lecet begitu pun Sai. Sakura menoleh, Orochimaru tampak baik-baik saja.
" Kalian menuruti Sasuke-sama karena takut dibunuh, kan? Sasuke-sama itu pembunuh, kan?"
Sai berdehem. " Tidak seperti yang kau kira. Kami akan tetap bersamanya kapanpun, meski tak bisa dipungkiri jika semua takut ketika ia memegang katana"
" Sasuke-sama itu tak pernah menggunakan senjata selain katana?"
Suigetsu menggelengkan kepalanya. " Hampir tidak pernah sama sekali"
" Tambahan dia itu suka sekali memakai yukata. Nah, Ojou-chan ayo kita turun" Ucap Suigetsu.
" Eh? Sedekat ini?"
Sakura tak bisa mengalihkan pandangannya. Dihadapannya adalah sebuah hotel mewah berbintang.
" Sasuke itu tidak punya rumah?"
To Be Continued...
