Don't Let Me Down
Rate : T
Pair : Sasusaku
Chap 4 : Flashback
" Aku benci Sasuke!"
Gadis bersurai merah cerah itu lagi-lagi menamparnya. Setelah bertahun-tahun menjadi pembunuh hanya gadis itu yang menangis sedih ketika wajahnya ada di koran setelah terlibat kasus pembantaian yang dilakukannya satu bulan lalu.
" Akuilah jika bukan kau yang membantai mereka! Semua ini hanya kesalahpahaman!"
Karin, gadis itu sebenarnya bukan pacar atau pun teman dekatnya. Satu tahun terakhir ia sering melihat gadis itu kemana pun ia pergi. Entah itu kebetulan atau memang Karin yang mengikutinya. Tapi gadis itu selalu berkata tentang takdir.
" Dan jika itu benar...''
Mereka berkenalan saat Sasuke tak sengaja menabraknya. Sebagai pembunuh bayaran, bulan-bulan sebelumnya ia tak menerima pesanan. Mereka jadi dekat. Karin membawanya ke banyak tempat yang tak pernah diketahuinya di kota ini.
" ...Berhentilah dan jadilah orang yang baik" Gadis itu tersenyum.
Ia akui bersama Karin adalah masa yang menyenangkan.
" Jika tidak maka aku akan melompat dari sini"
Posisi mereka tak bagus. Mereka berada di jembatan yang cukup tinggi. Karin akan kehilangan nyawanya jika melompat kebawah sana. Keringat dingin mengalir di dahi Sasuke, ia khawatir gadis itu akan benar-benar melompat, meskipun begitu ia tak bergeming.
" Aku yakin berita itu benar jika Sasuke adalah seorang pembunuh, tapi jika Sasuke akan berhenti dari pekerjaannya aku akan tetap bersamanya sampai kapan pun"
Sasuke menggertakkan giginya.. " Aku takkan berhenti dari pekerjaanku"
Mata gadis itu membulat. Air matanya juga mengalir semakin deras. " Sasuke-kun...? Jadi, kau mengharapkan aku mati dan melompat dari sini?!" Emosinya tak terkontrol.
Sasuke menarik nafasnya perlahan. " Demi Tuhan, aku benar-benar tak ingin kau terjun kesana"
Karin melepaskan sepatu hak tingginya lalu melempar ke sembarang arah. Ia memanjat jembatan. " Kau mengecewakan!"
Manik gelap Sasuke mengecil. Gadis itu benar-benar melompat. Angin sore membuat gaun berenda milik Karin berkibar. Karin menutup matanya, tak mungkin Sasuke akan mengikutinya terjun kesana. Sudah pasti yang akan mati seorang diri adalah Karin.
" KARIN!"
Begitu karin membuka mata yang ia lihat adalah tangan Sasuke yang terulur untuknya. Yang ia rasakan adalah pria itu memeluknya erat sebelum mereka sama-sama tercebur kedalam air dingin. Juga sebelum semua menjadi gelap.
BYURRR!
Hari mulai gelap, sementara Karin belum membuka matanya. Sekujur tubuh Sasuke basah kuyup. Dingin sekali sebentar lagi akan musim salju. Suatu keanehan ketika Sasuke ikut melompat bersama Karin ke sungai.
Hati kecilnya mendorongnya untuk melompat menyelamatkan Karin.
Sasuke sendiri tak menyangka ia akan selamat—maksudnya ia merasa seperti burung yang kehilangan sayapnya tadi selain itu ia tak mengira jembatan itu tinggi sekali. Tubuh gadis itu lemah sekali, padahal mereka tak berbenturan dengan apapun.
Ah, semoga Karin baik-baik saja.
Deg
" Kenapa aku berharap dia baik-baik saja?"
SRAK SRAK SRAK
" Aku yakin sekali tadi melihat gadis itu terjun dari atas jembatan!"
" Baiklah, baiklah kami akan mencarinya lagi, nek"
Hari ini ia benar-benar tak beruntung. Sebentar lagi para polisi akan berkumpul di tempat ini, selain itu keluarga Karin pasti bingung dan khawatir karena gadis ini tak kembali. Yang lebih sial ia tak membawa senjata apapun jika para polisi itu tak sengaja melihatnya.
Wajahnya telah tersebar dimana-mana
Sasuke melirik Karin. Setelah ini mungkin ia akan pergi jauh dari kota ini, mungkin keluar negeri. Sasuke menyibakkan helaian rambut yang menutupi wajah Karin, ia lalu tersenyum. Ia bahkan bingung dengan apa yang dirasakannya sekarang.
" Sayonara"
Bersama angin malam Sasuke pun menghilang dari kota untuk waktu yang lama.
Satu jam setelahnya mereka menemukan Karin di bawah jembatan. Ibunya menangis haru mendapati Karin yang tak terluka. Suatu keajaiban ia bisa selamat setelah melompat dari sana. Karin memeluk tubuhnya sendiri.
Ia yakin Sasuke ada.
Sasuke ikut terjun untuk menyelamatkannya.
Karin terisak. " Bodohnya aku..." Lirihnya.
To Be Continued...
