~Behind Her Smile~
Ansatsu Kyoushitsu
Rated : K+
Characters : Karma.A, Nagisa.S, Nakamura.R
Genre : Friendship, Romance, Humor, ect.
Disclaimer:
Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam Charactersnya saja, Kesamaan alur cerita,tempat,ect hanyalah kebetulan.
Warning:
Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silahkan pencet tombol balik
Summary:
.Kelas 3E kedatangan murid pindahan dari Korea,Bukannya menyambutnya dan membantunya beradaptasi Karma justru malah menjahilinya. Apa jadinya kalau si murid pindahan justru harus tinggal bersama Karma?
Chapter Empat….
''Karma-kun,M…maafkan aku''
''lho maaf kenapa?'' karma masih diam saja,karma tak tahu harus menjawab apa
''Aku…aku benar benar minta maaf'' Nagisa masih menunduk dan menahan tangisnya
''tidak perlu minta maaf nagisa-chan,kau tidak punya salah pada siapapun,sekarang kita harus cepat pulang badanmu sudah panas sekali lho kau tidak mau di rawat disini kan?,lagipula menurut ramalan cuaca hari ini akan turung salju lebat malam nanti'' karma sudah sangat khawair saat ini,karma juga masih bingung dengan sikap nagisa yang tidak seperti biasanya
''Karma-kun kenapa kau baik sekali padaku?'' nagisa mengangkat kepalanya dan menatap karma,mata karma membulat, otak jeniusnya mendadak tumpul dia bingung harus menjawab apa
''Karena aku temanmu,dan aku sudah banyak menjahilimu wajarkan kalau aku membantu?'' karma tersenyum tipis berusaha meyakinkan nagisa dengan jawabannya sekaligus menenangkannya. Nagisa masih diam saja tapi nagisa sudah berhenti menangis
''Karma-kun,Terima kasih'' nagisa tersenyum lembut karma membalasnya dengan senyuman tipis
''ayo pulang nagisa-chan,kau pakai shallku ya?'' karma membantu nagisa berdiri dan duduk di Kasur
''Hm'' nagisa membalas dengan senyum sambil berusaha berdiri,entah kenapa badannya lemas sekali
Skip Time~~
Salju mulai Turun lebih lebat
karma dan nagisa ketinggalan kereta terakhir menuju komplek rumah karma,jadi mereka terpaksa berjalan kaki (tepatnya karma menggendong nagisa karena nagisa sakit),sudah setengah jalan mereka berjalan tapi belum ada yang membuka pembicaraan nagisa yang mulai bosan dan kedinginan akhirnya memutuskan untuk bicara duluan
''karma-kun,tanganmu tidak apa apa?''
''Tidak apa apa''
''tapi dokter bilang tanganmu akan sakit jika di gerakkan,apalagi menggendongku?aku sudah tidak apa apa karma-kun aku bisa jalan sendiri''
''Jangan bodoh nagisa-chan berdiri saja kau lemas,tanganku tidak apa apa,diam dan tidurlah kau ingin demammu cepat turun kan?'' Nagisa menggembungkan pipinya kesal dengan sifat karma yang keras kepala tapi nagisa memutuskan untuk diam saja,nagisa terlarut dalam pikirannya sendiri ''kenapa karma-kun bisa sangat kuat ya?,bahkan dia bisa menggendongku disaat tangannya hampir patah''
''karma-kun,bagaimana caranya menjadi kuat?'' karma diam beberapa detik
''kuat dalam hal apa?''
''segalanya,seperti karma-kun''
''hee,Segalanya kau bilang? Kenapa bertanya padaku nagisa-chan kau sudah punya jawabannya'' karma berpikir sejenak,karma menginggat satu hal tujuannya untuk membantu nagisa
''sesaorang untuk kau lindungi''
''maksud karma-kun?'' nagisa tampak kebingunggan,tentu saja dia bingung dengan otaknya yang masih polos itu bagaimana caranya nagisa mengerti ucapan karma?
''kau hanya perlu mencari sesaorang untuk di lindungi ,kalau nagisa-chan sudah menemukannya aku yakin nagisa-chan akan jadi kuat dengan sendirinya''
''tapi sekuat kuatnya manusia pasti punya kelemahan kan karma-kun?''
''Hm''
''kalau boleh aku tau apa kelamahan karma-kun?'' karma menghentikan langkahnya,Mata karma membulat,karma masih tak percaya dengan pertanyaan nagisa barusan karena hanya dengan satu pertanyaan nagisa tadi semua yang selama ini karma sembunyikan bisa terbongkar
Salju mulai turun lebih lebat,karma masih diam,sementara nagisa merasa sangat bersalah karena menanyakan pertanyaan seperi itu
''maaf Karma-kun pertanyaanku benar benar aneh ya?,karma-kun tidak perlu menjawabnya''
''aku akan menjawabnya,tapi berjanjilah setelah aku menjawab kau akan tidur''
''aku janji'' jawab nagisa semangat
''aku takut sendirian'' karma menjawab dengan setengah berbisik tapi nagisa mendengarnya
''mak—'' belum selesai nagisa bicara karma sudah memotong ucapannya
''orangtuaku,teman temanku,kelas 3E,korsensei,dan juga kau nagisa-chan aku takut jika semua orang meninggalkanku'' Nagisa tegun dengan jawaban karma,nagisa tersenyum lembut
''Aku tidak akan meninggalkan karma-kun kok'' kata nagisa sambil tersenyum,semburat merah tipis mulai muncul di pipi karma,karma sangat bersyukur karena nagisa tidak melihatnya
Karma berani bersumpah,seumur hidupnya tidak ada yang pernah mengatakan itu sebelumnya,nagisalah orang pertama yang mengatakannya, tapi kenapa harus nagisa?,bukankah nagisa kesal padanya karena selalu menjadi korban kejahilan karma yang sudah sangat keterlaluan?
''kenapa nagisa-chan begitu yakin?'' karma memberanikan diri untuk membuka mulutnya dan bersiap menunggu jawaban nagisa
''tentu saja karena karma-kun temanku,karma-kun sudah banyak membantuku jadi aku akan menemani karma-kun''
Karma tersenyum tipis dan tidak menjawab,karena saljunya makin lebat karma memutuskan untuk berjalan lagi
''karma-kun mampir ke kedai strawberry yang waktu itu yuk karma-kun bisa istirahat juga,pegal kan menggendongku?'' otak jahil karma mulai bekerja,menjahili nagisa sedikit tidak apa apa kan?
''kau mencoba mengajakku kencan ya nagisa-chan?,kalau kau suka padaku bilang saja'' karma tersenyum miring meledek nagisa,sementara muka nagisa sudah sangat merah karena malu di tambah demam
''Bukan begitu,DASAR KARMA-KUN BAKA!'' nagisa memukul punggung karma,nagisa panic karena ucapan karma tadi, sementara karma tertawa puas setelah nagisa memukulnya menurut karma karena nagisa memukulnya hal itu menjadi semakin lucu
Karma masih tertawa,karma berusaha berhenti tapi rasanya susah sekali tapi sekarang nada bicaranya sudah berubah seperti biasa lagi
''cepat tidur bodoh,tepati janji yang tadi'' beberapa detik hening,karma menengok ke belakang dan nagisa sudah tertidur,karma baru sadar kalau dia sudah tertawa lebih dari lima menit
Skip Time~~
Setelah berjalan sekitar 45 menit akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Akabane,rumah besar dan mewah yang kelihatan sepi tapi itu sudah biasa bagi karma
Nagisa masih tertidur,karma membuka pintu rumahnya dengan pelan,karma tidak ingin membanunkan nagisa karena nanti akan sulit menyuruhnya tidur lagi
Karma berjalan menaiki tangga,menuju kamarnya yang ada di lantai dua,merebahkan nagisa di ranjangnya dan langsung keluar untuk Mandi dan berganti baju
Tok~Tok~~
Tapi Belum sempat karma Mandi sesaorang sudah menganggunya
''Tch,siapa sih malam malam begini?'' di dalam hatinya karma bersumpah kalau itu adalah korosensei akan dia bunuh gurita itu malam ini juga
Klek~~ suara pintu yang di buka mulai menggelegar di ruangan besar yang sepi karma membulatkan matanya, di depannya seorang pria dengan tinggi sekitar 187cm dengan rambut merah darah,mata coklat muda dan kacamata tipis berdiri dengan senyum tipis,di sebelahnya wanita dengan tinggi kira kira 177cm dengan rambut coklat dan mata emas tersenyum manis,mereka berdiri berdampingan lengkap dengan koper besar dan beberapa orang anak buah di belakangnya
''Oka-san?Kaa-san?,kenapa kalian disini? Bukannya sekarang seharusnya kalian ada tugas di Australia?'' karma masih bingung,wanita dengan rambut coklat itu mulai maju dan memeluk karma sambil mengatakan sesuatu
''memangnya karma-chan pikir kami akan tetap bekerja kalau mendengar anaknya kecelakaan?''
Karma masih diam dan menatap ayahnya,ayahnya hanya tersenyum tipis,tapi seakan mengerti arti tatapan karma ayah karma mulai membuka mulut
''korosensei memberitahu kami tentang kecelakaan itu''
Di dalam hatinya karma sudah kesal,DASAR GURITA SIALAN,TIDAK PERLU BILANG ORANGTUAKU JUGA, AKU BISA MELAKUKANNYA SENDIRI KOK
Skip time~~
Mereka mulai berjalan memasuki rumah,sementara anak buah ayah dan ibu karma masih sibuk membereskan barang barang majikannya
Keluarga kecil itu duduk di ruang tamu dan mulai berbincang bincang
''jadi ada yang terluka?'' ayah karma memulai pembicaraan
''kepalaku terbentur trotoar,dan tanganku hampir patah tapi aku tidak apa apa'''
Ibunya masih menatapnya dengan tatapan khawatir
''yakin tidak apa apa?'' ibu karma bertanya memastikan
''iya,aku yakin lagipula sudah tidak terlalu sakit kok''
''nagisa-chan bagaimana?''
''nagisa-chan menungguku sadar semalaman dan sekarang dia demam,saat perjalanan dari rumah sakit nagisa-chan ketiduran dan sekarang ada di kamarku'' ekspresi wajah ibu karma mulai panik
''nagisa-chan sudah minum obat?,sudah di kompres belum?''
''belum,aku baru mau Mandi lalu kalian datang''
Ibu karma mulai berjalan menuju kamar karma dengan baskom berisi air dan beberapa buah obat,ayah karma menuju ke dapur untuk membuat minum dan karma melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda
Ibu karma membuka pintu kamar karma dan mulai mendekat kearah nagisa,nagisa sepertinya baru bangun
''nagisa-chan?'' nagisa kebingungan,wanita yang ada di depannya sepertinya dia pernah melihatnya tapi dimana ya? Dan apa hubungan mereka? tapi saat melihat matanya nagisa langsung sadar bahwa wanita itu adalah ibu karma
''Shina-san?''
''iya ini aku nagisa-chan,nagisa-chan belum tau ya tentang anakku?,maaf tidak memberitahumu waktu itu''
''íya shina-san tidak apa apa,maaf ya shina-san aku merepotkan lagi'' nagisa tersenyum manis
''tidak apa apa nagisa-chan,ayahmu menitipkanmu padaku kuharap kau bisa akrab dengan karma-kun,dengar dengar kalian sekelas ya?''
''iya shina-san kami sekelas''
.
.
.
END OR NEXT
Jadwal update saya majukan satu hari karena besok saya akan liburan :D
Jadi bagaimana ni? Mau End atau Lanjut ?
Jangan lupa reviewnya ya,Author agak sedih dengan chapeter kemarin karena reviewnya sedikit :(
untuk mensupport Author silahkan click Follow dan Favorite juga
bagi kalian yang punya social media seperti Instagram silahkan follow Instagram saya : assasinationclass
Di tunggu reviewnya ya,kalau mau juga bisa kirim private message ke saya,saya mengusahakan untuk membalas :D
-Jadwal update bisa saja berubah,untuk mempercepat jadwal update silahkan di Review,Follow dan Favorite-
Terima Kasih :D
