~Behind Her Smile~

Ansatsu Kyoushitsu

Rated : K+

Characters : Karma.A, Nagisa.S, Nakamura.R

Genre : Friendship, Romance, Humor, ect.

Disclaimer:

Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam Charactersnya saja, Kesamaan alur cerita,tempat,ect hanyalah kebetulan.

Warning:

Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silahkan pencet tombol balik

Summary:

Kelas 3E kedatangan murid pindahan dari Korea,Bukannya menyambutnya dan membantunya beradaptasi Karma justru malah menjahilinya. Apa jadinya kalau si murid pindahan justru harus tinggal bersama Karma?

Chaper Lima…

Flashback On

Nagisa berjalan gontai di bandara yang penuh dengan lautan manusia, hari ini nagisa akan menyusul ibunya ke jepang, setelah bercerai dengan ayahnya ibunya memutuskan untuk kembali ke jepang seminggu kemudian nagisa memutuskan untuk menyusul ibunya.

Kepalanya sangat pusing tapi nagisa memutuskan untuk tetap berjalan, pesawatnya akan berangkat 30 menit lagi,istirahatnya bisa di pesawat kan? Begitu pikirnya

Saat memasuki bagian imigrasi tiba tiba badannya lemas, nagisa sudah tidak kuat berdiri lagi, sesuatu yang terakhir dia lihat adalah wajah panik seorang wanita berambut coklat dan pria berambut merah, kedunya terlihat sangat familiar, dengan baju yang formal dan tatapan yang terkesan tegas tapi sangat lembut

''Shina-san?''

Nagisa bangun dari tidurnya nagisa sangat kaget karena sekarang di berada di dalam pesawat dengan ranjang yang empuk, tunggu ranjang?, sepertinya ini bukan pesawat biasa, ini jet pribadi!

Pikiran nagisa sudah melayang kemana mana ''bagaimana kalau ini jet khusus yang isinya hanya dirinya? Itu berarti orangtuanya harus membayar berkali kali lipat lebih mahal'' meskipun di lahirkan dari keluarga yang berkecukupan, sebisa mungkin nagisa tidak mau merepotkan orangtuanya. Tapi semua pikirannya tadi hilang begitu saja saat melihat wanita dengan rambut coklat membuka pintu

''Shina-san?'' wanita itu membalas dengan senyum manisnya, raut wajah khawatirnya mulai pudar

''Nagisa-chan sudah sadar?, syukurlah'' shina mulai berjalan mendekati nagisa sambil memegang dahinya

Dan akhirnya nagisa berhasil sampai dengan selamat di jepang karena bantuan dari Shina dan suaminya.

Nagisa pertama kali bertemu dengan Shina enam bulan yang lalu, saat itu shina menjatuhkan passpornya dan nagisa mengembalikannya sejak saat itu nagisa dan keluarganya menjadi sangat dekat dengan shina dan suaminya

Tapi nagisa terakhir kali melihat Shina dua bulan yang lalu, Shina dan suaminya adalah direktur utama dari salah satu perusahaan besar di jepang jadi mereka berdua sangat sibuk, tetapi nagisa menganggap shina seperti ibu kedua baginya karena walaupun sibuk shina selalu menyisihkan waktu untuknya walaupun hanya sebentar

Flashback Off

Awalnya nagisa kira Shina-san dan Akabane-san belum punya anak, tapi akhirnya hari ini nagisa sadar kalau Karma, teman sekelasnya yang jahilnya minta ampun dan Suka berkelahi tapi memiliki otak yang kemampuannya di luar batas rata rata anak seusia mereka itu adalah anak dari Shina yang sudah nagisa anggap sebagai ibu kedua baginya.

''Karma-kun sangat cerdas Shina-san, Karma-kun selalu mendapat nilai sempurna, terutama saat pelajaran matematika, Umm… tapi karma-kun'' nagisa ragu ingin memberitahu sikap karma, nagisa takut membuat shina kecewa dan karma marah padanya

''Tentang sikapnya kan?, anak itu memang tak pernah berubah'' kata Shina sambil tersenyum manis

''eh?, Shina-san tahu tentang itu?, Bukannya Shina-san dan Akabane-san sangat sibuk?''

''Tolong bantu aku merubah sikapnya ya nagisa-chan?''

''Ha'i Shina-san, akan kucoba semampuku'' shina tersenyum lembut sambil mengelus rambutnya

''Terimakasih nagisa-chan''

''Tidak masalah Shina-san, lagipula hanya itu yang bisa kulakukan, Aku sudah merepotkan Shina-san,Akabane-san dan Karma-kun, shina-san dan Akabane-san juga sudah banyak membantuku'' Shina hanya membalasnya dengan senyuman lembut

''Aku dan akabane-san malam ini ada rapat dadakan jadi kami harus pergi sekarang, jaga diri baik baik'' shina tersenyum lembut dan mulai berjalan ke arah pintu nagisa membalasnya dengan senyuman

Setelah shina pergi nagisa memutuskan untuk tidur lagi kepalanya masih sedikit pusing, tapi baru lima menit memejamkan matanya nagisa teringat sesuatu

''Dimana aku? Ini kamar karma-kun kan?, karma-kun dimana?''

Akhirnya nagisa memutuskan untuk berdiri dan mencari karma, nagisa berjalan mengitari lantai dua rumah besar itu tapi dia tidak menemukan karma

Tiba tiba nagisa teringat sesuatu ruang keluarga yang ada di lantai satu mungkin karma disana, dugaan nagisa benar karma ada disana, karma dengan santainya duduk di sofa sambil meminum susu strawberry kesukaannya

''Yo Nagisa-chan, butuh sesuatu?'' karma melirik ke arah nagisa sambil meminum susu strawberrynya, nagisa hanya menggeleng dan sekarang nagisa bingung apa yang harus dia lakukan

''Duduklah nagisa-chan, kaukan sudah dekat dengan orangtuaku jadi santai saja dan lakukan apapun sesukamu'' nagisa duduk di sofa yang berada di samping tempat karma duduk dan menggembungkan pipinya nagisa agak sebal dengan sikap karma yang menyuruhnya melakukan apapun sesukanya

''dekat bukan berarti bisa melakukan apapun sesukanya Baka'' mendengar jawaban nagisa yang mengatainya bodoh karma malah tertawa, dan menurut nagisa itu menyebalkan sekali

''maksudku semaunya adalah kau tidak perlu izin saat ingin duduk nagisa-chan, kau benar benar polos sekali'' karma berdiri dan menepuk kepala nagisa dengan lembut, seperti menepuk kepala anak kecil sementara nagisa hanya diam saja dan memerah

Karma akhirnya menyingkirkan tangannya dari kepala nagisa saat melihat muka nagisa yang memerah

''mukamu merah, masih demam?''

''tidak aku sudah tidak apa apa, besok kita sekolah kan?''

''besok hari terkhir sekolah bodoh setelah itu akan ada libur musim dingin, jadi lupakanlah dan istirahat saja''

''tapi aku sudah tidak apa apa, aku ingin mencoba ikut kelas karasuma sensei saat musim dingin pasti latihannya akan seru'' kata nagisa bersemangat

''terserah padamu, tapi ingat jangan sakit lagi''

''Ha'i'' karma menepuk kepala nagisa untuk yang kedua kalinya sambil tersenyum tipis, tapi kali ini rasanya berbeda tidak ada aura menyebalkan seperti yang biasa nagisa rasakan

Skip Time~~

Pagi ini salju turun lebih lebat dari kemarin malam, tapi sepertinya itu tidak mempengaruhi karma sama sekali, karma berjalan santai dengan tangan di dalam saku jaket hitamnya dan tidak lupa shall abu-abu yang tidak pernah absen dari lehernya

Sementara nagisa sepertinya sudah mulai kedinginan, walaupun sudah memakai sweter,sarung tangan dan jaket tebal, karma yang melihat tingkah nagisa sebenarnya sudah ingin tertawa daritadi tapi karma menahannya karena kasihan pada nagisa

Setelah berjalan sekitar 15 menit mereka akhirnya sampai di stasiun kereta, sebenarnya tadi orangtua karma memaksanya untuk di antar naik mobil ke sekolah tapi karma menolaknya dengan alasan ingin membeli takoyaki kesukaannya yang hanya di jual di stasiun kereta, sebelum masuk ke kereta karma mengajak nagisa membeli takoyaki lagipula waktu yang mereka punya juga masih banyak, awalnya nagisa ingin menolak tapi karena kedinginan akhirnya nagisa menerima ajakan karma

Karma masih bingung di antara kasihan dan ingin tertawa melihat tingkah nagisa saat kedinginan, tapi tetap saja sejahat jahatnya karma, karma tetap tidak tega melihat sahabatnya seperti itu akhirnya karma memaksa nagisa memakai shallnya dan membelikannya coklat panas

Skip Time~~

Akhirnya kelas karasuma sensei yang nagisa tunggu tunggu pun di mulai, walaupun kedinginan tapi nagisa tetap semangat

''Yo, nagisa-chan" nakamura rio berjalan mendekatinya sambil menepuk pundaknya, nagisa menengok dan tersenyum

''Ohayo, Riochi''

''jadi kau sudah baikan kan?''

''iya aku benar benar tidak apa apa sekarang'' balas nagisa sambil tersenyum

''nagisa-chan''

''ya?''

''kalau karma-kun menganggumu langsung hubungi aku ya, akan ku marahi iblis merah itu enak saja menggangu sahabatku yang baru sembuh dari demam'' kata rio sambil melipat kedua tangannya

''karma-kun tidak melakukan apa apa kok, walaupun tingkahnya memang menyebalkan''

''baguslah kalau begitu'' kata rio semangat

''ayo nagisa-chan sepertinya gamesnya akan di mulai'' nagisa mengganguk sambil tersenyum lalu berjalan mengikuti rio

Skip Time~~

''kali ini kita tidak akan mengadakan latihan, tapi kali ini kalian akan bermain sebuah game dasar untuk para calon pembunuh, satu kelompok terdiri dari dua orang satu perempuan dan satu laki-laki dan karena gurita kuning tukang menjodohkan orang itu sedang di amerika jadi saya akan menentukannya secara acak, misi dalam game ini adalah mencari peluru BB yang sudah di tebar di dalam hutan satu tim hanya perlu menemukan satu dan kalian hanya perlu mengirim salah satu dari anggota tim untuk keluar dari hutan lebih dahulu sambil membawa peluru BB, tapi disaat mencari dan juga perjalanan kalian keluar hutan kalian harus berhati hati karena banyak sekali jebakan yang sudah saya pasang dan jika kalian terkena tinta kuning kalian di anggap mati dan harus langsung keluar dari hutan, saya sendiri juga akan berkeliling hutan dan mencoba membunuh kalian dengan tinta kuning yang ada di tangan saya, kalau tidak ada yang di tanyakan sekarang kita akan langsung memulai dan kelompok pertama yang salah satu anggotanya berhasil keluar hutan dengan selamat dan satu peluru BB akan mendapat nilai sempurna di pelajaran olahraga semester ini'' game hari ini seru juga begitu pikir nagisa, tapi dalam game ini nagisa harus berpasangan dengan terasaka dan karma berpasangan dengan kayano

Game pun di mulai, karma menjadi orang pertama yang berhasil keluar dengan selamat dengan satu peluru BB di tangannya, sementara kayano terkena jebakan kecil di tengah perjalanan dan karma menyuruhnya untuk cepat cepat meninggalkan hutan lebih dulu tapi tetap saja mereka berdua akan mendapat nilai sempurna

Sampai semua kelompok sudah keluar dari hutan tapi kelompok nagisa dan terasaka belum terlihat, baru saja karma ingin bertanya pada nakamura tiba tiba terasaka muncul dengan satu peluru BB tapi nagisa belum kembali juga

''karma-kun diamana nagisa-chan? Apa kau melihatnya saat di hutan tadi'' tanya kayano yang mulai panik

''aku belum melihatnya daritadi, akan ku tanyakan pada si terasaka bodoh itu'' beberapa orang bertanya pada karasuma sensei,tapi karma memilih tutup mulut dan berjalan mendekati terasaka

''Hei Bodoh, Dimana nagisa-chan?'' karma mulai kesal melihat tersaka yang malah duduk duduk sementara rekan satu kelompoknya belum kembali

''Bagaimana caranya aku tahu? saat game di mulai tadi aku menyuruhnya berpencar, memangnya dia belum kembali?''

Buk- satu pukulan keras mendarat di pipi terasaka, karma sudah emosi tapi terasaka diam saja, dia sadar dia salah dan pantas menerimanya

Karma mulai berjalan masuk ke dalam hutan

''orang bodoh macam apa yang menginggalkan rekan satu kelompoknya sendirian di hutan?'' dan sekarang karma tahu kalau orang bodoh itu bernama Terasaka

''Hei Karma-kun!, aku akan ikut denganmu'' teriak terasaka sambil mulai berjalan mendekati karma

''Aku bukan orang bodoh sepertimu, aku bisa menemukannya sendiri'' terasaka diam di tempat dan tidak jadi mengejar karma, sementara murid kelas 3E yang lain hanya diam saja mereka tahu kalau mencegah karma itu hanya akan menimbulkan masalah baru, tapi sepertinya kayano tidak berpikir begitu kayano harus membantu menemukan sahabatnya, kayano mulai berjalan menyusul karma tapi nakamura menepuk pundaknya

''percayalah pada karma-kun, kayano-chan''

''tapi nakamura-san, nagisa-chan dalam bahaya''

'' di dalam hutan saljunya tebal sekali dan juga licin, badanmu mulai panas kayano-chan kalau kau ikut karma-kun dan pingsan di perjalan bagaimana?, karma-kun tidak mungkin menggendong dua orang kan?'' kayano diam saja, kata kata rio ada benarnya, kayano memutuskan untuk menuruti ucapan rio dan membatalkan niatnya ikut bersama karma

.

.

.

END OR NEXT?

Maaf updatenya tengah malam author, ada acara tadi sore jadi tidak sempat menulis

Nagisa ngga apa apa kan?

Jawabannya di chapter selanjutnya

Jangan lupa Review,Favorite&Follow ya :D

Bagi yang punya Instagram bisa di follow juga : assasinationclass

Arigatou :D