~Behind Her Smile~

Ansatsu Kyoushitsu

Rated : K+

Characters : Karma.A, Nagisa.S, Nakamura.R

Genre : Friendship, Romance, Humor, ect.

Disclaimer:

Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam Charactersnya saja, Kesamaan alur cerita,tempat,ect hanyalah kebetulan.

Warning:

Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silahkan pencet tombol balik

Summary:

Kelas 3E kedatangan murid pindahan dari Korea,Bukannya menyambutnya dan membantunya beradaptasi Karma justru malah menjahilinya. Apa jadinya kalau si murid pindahan justru harus tinggal bersama Karma?

Chapter Enam…

Salju turun semakin lebat, bukannya menggugurkan niatnya untuk masuk lebih jauh lagi ke dalam hutan tapi karma malah berjalan makin jauh, karma khawatir nagisa pingsan lagi

Tadi pagi sebelum berangkat sekolah karma di beritahu oleh ibunya kalau nagisa bisa pingsan secara tiba tiba kalau ia kelelahan

"NAGISA-CHAN!NAGISA-CHAN!''

''Tch, Sapi bodoh itu bisanya membuat masalah saja (baca: Terasaka)'' tapi tidak lama setelah karma menggerutu karma akhirnya menemukan nagisa

''Nagisa-chan?, kau tidak apa apa'' nagisa masih duduk dan menunduk tapi karma yakin dia tidak pingsan, tapi anehnya muka nagisa pucat sekali

''Tolong jangan mendekat karma-kun'' muka nagisa memerah saat karma mulai mendekatinya

''Ada apa?, kalau merasa kurang sehat bilang saja nagisa-chan, sebaiknya kita segera keluar dari hutan sebelum saljunya makin tebal''

''ayo kita pulang saja karma-kun'' karma benar benar bingung, ''ada apa dengan nagisa hari ini tadi nagisa memaksa ingin pergi ke sekolah dan sekarang nagisa mengajaknya pulang?''

''kita akan pulang setelah menggambil tas di kelas dan bertemu teman teman, mereka sangat khawatir padamu nagisa-chan mereka ingin ikut membantu mencari tapi aku menolaknya, kau kedinginan kan? Pakai jaketku ok?'' karma melepas jaketnya dan memakaikannya di pundak nagisa, tapi saat karma ingin memakaikannya dia melihat sesuatu di rok nagisa Darah?

Flashback On~~

Karma mengingat sesuatu, saat usianya 6 tahun karma melihat hal yang sama di rok ibunya

''Kaa-san, ada sesuatu berwarna merah di rok kaa-san'' muka shina langsung memerah, ''tunggu sebentar ya karma-chan'' lalu shina bangun dari duduknya, menepuk kepala karma lembut dan masuk ke kamarnya, sementara karma kecil hanya menatap ibunya bingung

Lima menit kemudian shina keluar dari kamar, karma kecil sepertinya sudah menunggunya

''Tadi itu apa Kaa-san?'' karma kecil menatap ibunya dengan muka penasaran

''Semua perempuan mengalami itu kalau sudah masanya karma-chan, kau akan tahu saat sudah besar nanti'' karma kecil hanya membalas dengan anggukan dan langsung memeluk ibunya

Flashback Off~~

''jadi nagisa-chan sudah mencapai masanya, apa karena itu dia malu kembali ke kelas dan tidak ingin aku mendekatinya?, hm…jaketku kan bisa menutupinya jadi tidak ada seorangpun yang melihat''

''Nagisa-chan mukamu pucat, Kau demam lagi ya?''

''Aku tidak apa apa, aku Tidak demam karma-kun''

''Lalu kenapa mukamu pucat, Kedinginan? Kan sudah pakai jaketku''

''Perutku sakit sekali, aku tidak tahu kenapa''

''kalau begitu sekarang kita kembali ke sekolah dan mengambil tas, lalu kita pulang sepertinya pelajaran terakhir sudah selesai jadi kita bisa langsung pulang setelah mengambil tas'' nagisa membalasnya dengan senyum sambil bangun dari duduknya

''kau bisa berjalan kan?'' karma yang melihat nagisa agak gemetaran jadi makin khawatir

''Um, aku bisa perjalanan keluar hutan tidak jauh kan?'' karma merubah posisi berdirinya dan berjongkok di depan nagisa

''Tch jauh bodoh aku saja perlu waktu sepuluh menit berlari agar sampai disini, naik tidak usah memaksakan diri lagi nanti kalau kau pingsan ibuku bisa marah marah''

''Aku bisa berjalan sendiri, nanti kalau aku sudah tidak kuat aku akan memberitahumu''

''Aku tahu itu tidak akan terjadi nagisa-chan, kau pasti akan memaksakan dirimu mungkin sampai kau pingsan, tidak usah banyak bicara dan cepat naiklah aku mulai kedinginan'' Karena tahu nagisa pasti akan kalah adu mulut dengan karma akhirnya nagisa memutuskan pasrah dan naik ke punggung karma

''Karma-kun aku membawa banyak masalah untukmu ya?, maaf karma-kun''

''Tidak apa apa, dan nagisa-chan harus ingat aku lebih suka mendengar satu terima kasih daripada seribu maaf''

Nagisa tersenyum mendengarnya ''lagi lagi karma-kun begitu baik, aku setuju dengan ucapan anak anak kelas 3E, karma-kun memang sering membolos tapi karma-kun pasti akan datang di saat ada yang membutuhkannya'', ''Ma…maksudku, Terima kasih karma-kun'' karma membalasnya dengan senyum tipis tapi tentu saja nagisa bisa melihatnya

Setelah 20 menit berjalan akhirnya mereka berhasil keluar dari hutan, di depan mereka gedung sekolah tua sudah terlihat, anak anak kelas 3E juga sepertinya sudah menunggu mereka di luar gedung daritadi

''KARMA-KUN, NAGISA-CHAN!'' kayano dan murid kelas 3E yang lain berteriak menyambut mereka sambil berlari ke arah karma dan nagisa

Karma menurunkan nagisa, nagisa pun langsung di bawa ke dalam gedung oleh anak anak perempuan sambil mengunggu nagisa, karma memutuskan untuk mengobrol bersama teman laki lakinya yang menunggu di luar, sampai akhirnya mereka satu persatu pulang, anak perempuan juga sudah banyak yang pulang akhirnya karma memutuskan masuk ke dalam gedung

''Nakamura-sannnnnn, kau dimana?''

''aku di UKS karma-kun, cepatlah kesini'' karma pun mempercepat langkahnya menuju UKS dan membuka pintunya, nakamura tersenyum ke arahnya dan mengisyaratkannya untuk mendekat

''karma-kun setelah ini kau bisa gendong nagisa ke rumahku sebentar kan?'' kata nakamura setangah berbisik karena tidak mau nagisa mendengarnya, karma membalasnya dengan anggukan

.

.

.

''kenapa harus di gendong nakamura-sannn?, aku bisa jalan sendiriiiii nagisa ngamuk tidak mau di gendong''

''nagisa-chan berjalan saja kau tidak bisa tegak, sudah ikuti saja perintahku kau tidak mau kan lama lama dalam keadaan begitu?'' nagisa hanya pasrah dan membiarkan karma mengendongnya, untung apartemen nakamura tidak terlalu jauh jadi mereka cepat sampai dan nagisa tidak perlu di gendong lama lama, nakamura membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan mereka masuk

''tunggu disini sebetar ya karma-kun, aku akan keluar sebentar lagi'' kata nakamura sambil menarik nagisa ke kamarnya

Sudah 10 menit berlalu tapi nakamura dan nagisa belum keluar juga, karma memutuskan diam saja dan mulai mengotak ngatik ponselnya, tiba tiba ada pesan masuk dari ibunya karma yang menganggap itu penting langsung membukanya

To: Karma-chan

From: Kaa-san

Karma-chan dan nagisa-chan sekarang dimana?, kalau kalian ada urusan cepatlah pulang saat sudah selesai, ada hal penting yang harus kami beritahu pada kalian

.

.

To: Kaa-san

From: Karma

Aku dan nagisa-chan akan segera kesana

.

Tidak lama setelah karma membalas pesan ibunya nakamura keluar dan langsung duduk di sofa yang ada di depan karma

''Jadi bagaimana?''

''Nagisa-chan sudah baikan, tapi perutnya masih sedikit sakit dan agak lemas untuk berjalan terlalu lama, karena rumahmu cukup jauh daripada mengendongnya lebih baik telfon supirmu saja'' karma mengangguk dan langsung mengirim pesan pada supirnya untuk segera datang

''Nakamura-san, sepertinya orangtuaku akan mengajak aku dan nagisa-chan keluar negri, dengan kondisinya yang seperti itu apakah nagisa-chan bisa ikut?''

''Nagisa-chan bisa ikut, perkiraanku besok pagi dia akan baik baik saja, kalian tidak pergi malam ini kan?''

''aku tidak tahu, tapi sepertinya tidak''

Drrrt, ponsel karma bergetar bersamaan dengan pintu kamar nakamura yang dibuka oleh nagisa, karma membuka ponselnya di saat yang sama nagisa keluar dari kamar nakamura dan berdiri di samping tempat nakamura duduk

''nakamura-san, supirku sudah sampai aku dan nagisa-chan akan pulang sekarang, kau tidak apa apa kan sendirian?''

''Memangnya kau pikir aku ini gadis biasa apa?, cepat pulang sana ibumu sudah menunggu kan'' karma cekikikan melihat nakamura yang kesal karena dianggap tidak bisa menjaga diri

''okay,okay, kalau kau mengusirku aku akan pulang, terima kasih nakamura-san''

''sama sama, partner in crime'' karma membalasnya dengan senyum sambil mengambil tasnya dan tas nagisa yang tergeletak di atas sofa

''ayo, nagisa-chan'' nagisa berjalan membuntuti karma, dan mempercepat langkahnya agar bisa sejajar dengan karma

''karma, kau ini bodoh atau apa? Kau meninggalkan nagisa tau!, orang sakit bukannya di tuntun malah di tinggal''

''eh?, aku tidak apa apa nakamura-san, nakamura-san terima kasih banyak ya, aku jadi banyak merepotkan aku akan pulang sekarang'' nakamura tersenyum lalu melambaikan tangannya sampai mereka menghilang di belokkan tangga

.

.

.

''karma-kun kembalikan tasku'' kata nagisa sambil menjulurkan tangannya meminta tasnya kembali

''tidak akan, kau isi apasih tasmu? berat tau''

''makanya kubilang kembalikan!''

''Tidak mau sebelum kau jawab pertanyaanku'' nagisa mendengkus kesal dan akhirnya membuka mulut

''laptop,botol minum,novel dan beberapa manga'' karma cekikan, karma puas mendengar jawaban nagisa, akhirnya nagisa mengaku kalau dia seorang otaku, karena nagisa tidak pernah mengakuinya dengan jelas apalagi di hadapan karma, biasanya nagisa hanya menjawab kalau isinya adalah buku dan botol minum

''kalau kau orang biasa, tidak mungkin lho membawa bawa benda berat seperti laptop dan sekotak manga, apalagi ke sekolah'' nagisa memerah, karena kesal identitasnya sebagai otaku gila ketahuan dan juga karena perutnya masih sakit

''sekarang kembalikkan tasku!'' karma tersenyum tipis sambil menengok ke kiri jalan

''untuk apa?, kita sudah sampai''

Disana terparkir sebuah mobil mewah yang familiar bagi nagisa, itu mobil keluarga Akabane

Nagisa dan karma masuk ke dalam mobil, mereka di sambut senang oleh supir karma, tapi tidak seperti dugaan karma baru saja berjalan selama 5 menit tiba tiba lalu lintas menjadi padat ternayata ada kecelakaan

''tidur nagisa-chan''

''aku tidak mengantuk''

''perutmu masih sakit kan?, masih banyak waktu tidur saja nanti kalau sudah sampai kubangunkan, kau perlu tenaga karena sepertinya orangtuaku akan megajak kita keluar negri'' nagisa membulatkan matanya dan menengok ke arah karma

''kapan kita akan berangkat dan kemana?''

''aku tidak tahu, jangan tanya padaku tanyakan saja pada ibuku, kalau kau tidak mau ikut bilang saja aku juga sering menolak saat mereka mengajakku keluar negri'' semburat merah tipis terlihat di pipi karma ''tapi tidak tau kenapa rasanya kali ini aku ingin ikut''

Nagisa tersenyum melihat karma yang seperti itu, baru pertama kali dalam hidupnya nagisa melihat karma blush seperti itu, padahal saat gadis paling populer se kunigigaoka menyatakan cinta dan meminta karma untuk menjadi pacarnya pun karma tetap dengan tenang menolaknya dan tidak blusing sedikitpun ''mungkin karma-kun sedang tidak enak badan'' nagisa akhirnya memutuskan untuk berpikir begitu dan menepis semua pikiran anehnya tadi ''aku akan ikut karma''

Karma menengok semburat tips yang ada di pipinya juga sudah hilang ''kalau begitu aku juga akan ikut, dan sekarang tidurlah baka'' nagisa memutuskan pasrah menyenderkan kepalanya ke jok mobil dan mulai memejamkan matanya

Skip Time~~

''nagisaaaa, hei bangun bodoh kita sudah sampai lima menit yang lalu tau'' nagisa membuka matanya, kaget karena tangan dingin karma mencubit cubit pipinya juga karena suara karma yang kencang, tapi yang paling penting…Posisinya sekarang!, kenapa nagisa merasa bersandar pada sesuatu yang lebih tinggi dari dirinya dan karma sangat dekat dengannya

''KYAAAA!'' pipi nagisa sudah semerah kepiting rebus yang baru matang, nagisa menatap karma horror sambil bergeser dengan cepat ke sisi lain mobil (baca:Melompat), sementara karma hanya menatapnya bingung

''karma-kun kenapa kau bisa sangat dekat denganku?''

''tanyakan itu pada dirimu sendiri bodoh, kenapa kau tidur di bahuku?''

''HAHHHHH?!" muka nagisa semakin memerah, karmapun melanjutkan ucapannya lagi

''lima menit setalah kau tidur kau tiba tiba menempel ke arahku dan tak bergerak selama 20 menit, awalnya kukira kau mati tapi ternyata kau hanya tidur''

Pipi Nagisa semakin memerah, sekarang warnanya sudah lebih merah dari rambut karma

''Gomen karma-kun!, aku tidak bermaksud—'' belum selesai nagisa bicara karma sudah memotongnya lagi

''iya aku tau, santai saja nagisa-chan'' karma mulai membuka pintu dan keluar dari mobil baru beberapa langkah berjalan karma sudah menengok lagi dan tersenyum iblis, otak jahilnya mulai bekerja

''kalau kau ingin tidur di bahuku bilang saja nagisa-chan, tidak usah tsundere seperti itu'' nagisa memerah lagi dan langsung melemparkan sepatu sekolahnya ke arah karma, tapi tentu saja karma bisa menghindarinya dengan mudah, karma cekikikan sendiri

''AKU TIDAK TSUNDERE PADAMU BAKAAAA!''

"HAHAHAHA!'' karma sudah tidak bisa menahan tawanya lagi saat nagisa berteriak seperti itu dengan muka semerah rambutnya

Seperti yang karma duga, nagisa sembuh lebih cepat dari perkiraan Rio, karma juga sudah menemukan cara yang bagus untuk membuat nagisa sembuh lebih cepat

''menjahilinya, terutama tentang tsundere dan masalah percintaan''

.

.

.

.

.

End or Next Nih?

Kemarian author banting laptop setalah membaca fanfic ini dari awal sampai akhir, ceritanya benar benar berantakan _ ,Iya kan Minna?

Chapter kali ini saya bikin agak panjang, anggap saja permohonan maaf karena keterlambatan update yang seharusnya kemarin

Saat ini Author lihat visitornya sudah 900+, jadi bagi yang sudah membaca fanfic ini di harapkan Reviewnya

Author minta tolong pada semua pembaca fanfic saya untuk mengetik Review, kalau baik boleh juga pencet Favorite&Follow

WARNING:

DI DALAM FANFIC SAYA SPAM REVIEW,COMPLAIN,PERBAIKAN PENULISAN,MINTA MEMPERCEPAT UPDATE, DAN SEBAGAINYA ADALAH HAL YANG DI PERBOLEHKAN, BAHKAN DI WAJIBKAN

MEMPERBANYAK REVIEW,FAVORITE&FOLLOW BISA MEMPERCEPAT JADWAL UPDATE

~Arigato!