~Behind Her Smile~

Ansatsu Kyoushitsu

Rated : K+

Characters : Karma.A, Nagisa.S, Nakamura.R

Genre : Friendship, Romance, Humor, ect.

Disclaimer:

Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam Charactersnya saja, Kesamaan alur cerita,tempat,ect hanyalah kebetulan.

Warning:

Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silahkan pencet tombol balik

Summary:

Kelas 3E kedatangan murid pindahan dari Korea,Bukannya menyambutnya dan membantunya beradaptasi Karma justru malah menjahilinya. Apa jadinya kalau si murid pindahan justru harus tinggal bersama Karma?

Chapter Tujuh…..

''kok rasanya sekarang aku jadi bersikap aneh, dan apa perasaan ini? Kesal, senang, sedih, takut, semuanya tercampur menjadi satu. Dan kenapa aku harus semalu itu saat bangun di bahu Karma? Itu hal yang wajar kan? Kitakan bisa di bilang dekat, Karma-kun kelihatannya juga tidak masalah dengan kejadian tadi, atau….mungkin….aku suka pada Karma-kun, 'Mungkin' ah tidak, untuk apa aku suka pada orang seperti Karma, lagipula anak anak perempuan pernah bilang saat trip ke kyoto Karma-kun bilang dia suka pada Okuda-san, dan Okuda-san juga bilang kalau dia menyukai Karma-kun, aku tidak boleh suka pada Karma-kun, lagipula menurutku mereka terlihat serasi, matematika sangat bagus kan kalau di kombinasikan dengan science?, Tch, lagipula siapa juga yang suka pada raja iblis seperti Karma-kun…..Banyak sih, tapi yang jelas bukan aku!''

Nagisa dan Karma memasuki rumah kediaman keluarga Akabane, di sana Tuan dan Nyonya Akabane sudah menunggu mereka

Tuan Akabane mulai membuka suara, sambil tersenyum tipis melihat kedua bocah SMP yang ada di depannya ''Jadi, langsung saja pada inti pembicaraan'' lalu ia menatap Shina, memberinya isyarat untuk memberitahu apa yang sebenarnya ingin mereka sampaikan

''kami ada meeting penting di Australia besok malam, setalah itu kami ada waktu luang selama 6 hari, kami ingin kalian ikut bersama kami ke Australia, karena setelah itu kami akan mengajak kalian jalan-jalan disana, lagipula Karma-chan, sudah lama kan kau tidak pergi bersama kami? Jadi tolong, kali ini ikutlah'' dari ekspresi wajahnya Nagisa sudah tahupasti kalau Shina benar benar mengharapkan keikutsertaan Karma dan dirinya

Karma mulai angkat suara ''aku sudah membicarakannya dengan Nagisa-chan, Kaa-san kami memutuskan untuk ikut'' Shina langsung tersenyum bahagia, sementara Tuan Akabane hanya tersenyum tipis sambil menatap Karma dengan tatapan yang hangat

Karma mulai bicara lagi ''Jadi kapan kita akan berangkat?, besok pagi?''

''besok pagi Karma-chan, pesawatnya akan Take-off jam 8 pagi'' Karma membalasnya dengan anggukan, sementara Nagisa membalasnya dengan senyum

Skip Time~~

Pesawat jet milik keluarga Akabane mendarat di bandara inernasional Melbourne, Australia pada jam 1:20 siang, setelah setangah jam perjalanan menggunakan mobil akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang cukup besar tapi kelihatannya sudah lama di tinggal penghuninya, Rumah itu berada di salah satu kompleks perumahan mewah, tepatnya di daerah Victoria

Shina tersenyum hangat, kelihatannya rumah itu mempunyai kenangan tersendiri, kami duduk di ruang tamu yang cukup luas, tadinya tidak ada yang berbicara, Shina melihat ke sekeliling sambil tersenyum, Tuan Akabane membaca koran yang ia ambil dari bandara tadi, Karma juga hanya diam saja sambil menatap layar ponselnya dengan tatapan malas, sementara nagisa hanya duduk diam sambil sesekali meminum coklat panas yang ada di depannya. sampai akhirnya Tuan Akabane mulai bicara ''kami akan ada meeting jam 7 malam nanti, mungkin akan selesai tengah malam dan kami baru bisa pulang saat subuh'' Shina mulai melanjutkan ucapan suaminya ''jaga rumah baik baik ya, Karma-chan,Nagisa-chan'' kata Shina sambil tersenyum manis, (Nagisa berani bersumpah kalau Shina itu adalah wanita paling cantik dan natural yang pernah ditemuinya)

Tuan Akabane dan Shina mulai berdiri, sepertinya mereka mempunyai hal lain yang harus dikerjakan ''kami pergi dulu ya, Nagisa-chan,Karma-chan, telefon kami kalau terjadi apa apa, kalau nomor kami tidak aktif, daftar Nomor yang bisa di hubungi ada di samping TV ruang tamu'' Tuan Akabane tersenyum tipis, Shina tersenyum lembut sambil mengusap rambut merah Karma, sementara karma hanya diam saja ''Jaga Nagisa-chan baik baik ya Karma-chan'' dan ucapan Terakhir Shina sebelum mereka berlalu itu sukses membuat Nagisa memerah, sementara Karma hanya membalasnya dengan gumaman tidak jelas.

''Hei Nagisa-chan, mau pergi jalan jalan?, seingatku di dekat sini ada yang menjual eskrim yang enak'' Nagisa berpikir sebetar, lalu tak lama menjawab pertanyaan Karma ''Hmm, Ayo lagipula aku bosan duduk di pesawat selama lima jam, padahal kita sempat bermain kartu dan monopoli tapi aku masih saja merasa bosan'' Karma tersenyum tipis lalu langsung pergi ke kamarnya untuk berganti baju, Nagisapun juga melakukan hal yang sama

Skip Time~~

Sekarang memang musim dingin, tapi salju tidak turun disini, tidak seperti di jepang, tapi tetap saja anginnya sangat kencang dan dingin tentunya

Nagisa yang mulai kedinginanpun memutuskan memanggil Karma yang berjalan beberapa langkah di depannya ''Karma-kun'' Karma menengok ke belakang ''Hm, ada apa Nagisa-chan?''

''Sekarang musim dingin Bakarma (baca: Karma Baka), kau yakin mau beli eskrim?'' Karma yang baru sadar akan hal itupun jadi sedikit malu (author: aduhhh, Karma kemana otakmu yang jenius itu hah? *author di gaplok Karma) ''ah iya aku lupa, bangaimana kalau Fish&Chips?, seingatku ada yang enak di dekat pantai, tapi harus naik kereta dulu sih'' Karma memasanga tatapan bertanya pada Nagisa

''Kalau begitu ayo cepat Baka, sudah hampir senja tau!'' Nagisa kesal dengan lupanya Karma yang keterlaluan lalu langsung berjalan menuju stasiun yang berada tak jauh di depan mereka, Karma kelihatan kesal karena ucapan Nagisa tadi, tapi di saat yang bersamaan otak jahilnya mulai bekerja

''Baka ya?, kalau Akabane Karma yang mendapat nilai sempurna saat ujian akhir itu Baka, Lalu apa sebutan yang cocok untuk Nagisa Shiota?'' Karma menyamakan langkahnya dengan Nagisa sambil mulai tersenyum tipis (baca: seringai iblis), sementara Nagisa hanya bisa menundukkan wajahnya karena malu

Setelah lime menit perjalanan,Kereta yang mereka tumpangi akhirnya sampai di stasiun yang berada di dekat pantai

Sore itu memang tidak terlalu ramai seperti biasanya, selain karena sudah hampir malam, sekrang juga sudah tanggal tua (uang udah tipis vroh :v), Nagisa dan Karma berjalan ke pantai, mereka duduk di pasir sambil melihat matahari terbenam, Nagisa juga mengambil beberapa foto dengan kamera DLSRnya, setelah itu mereka pergi ke kedai Fish&Chips yang Karma bicarakan tadi. Sejauh ini semuanya berjalan lancar, hanya terhambat satu perkelahian kecil dan beberapa ejekan saja, kalau itusih sudah biasa, tapi ada satu hal yang membuat Nagisa tidak nyaman, sejak tadi orang orag terus memandangi mereka sambil memberikan beberapa komentar

''Mereka pasangan Artis yang sedang berlibur ya?''

''Lihat gadis imut dan pemuda tampan itu, mereka cocok ya?''

''Mereka berdua kelihatan sangat lucu, mungkin mereka pacaran, Kawaii!''

Muka Nagisa sudah memerah daritadi, sementara Karma kelihatan santai saja seperti biasa. Nagisa yang tak nyaman dengan komentar orang orang itupun akhirnya mempunyai ide

''Hei, Karma-kun''

''Hm?''

''kau dengar tidak apa yang orang orang katakana tadi?''

''Hn, Kenapa?'' (Hn: di baca Iya)

''Kau tidak kesal?, bagaimana kalau kita berjalan memutar saja? Kau ke kiri, aku ke kanan toh nanti ketemunya juga di tempat yang sama kan?'' Karma terdiam sebentar lalu langsung menarik tangan Nagisa

''Jangan berpikir Bodoh, ini negara orang Nagisa-chan tak usah dengarkan ucapan mereka, sebentar lagi kita sampai'' Nagisa semakin memerah saat Karma menggandeng tangannya, dan tentu saja reaksi orang orang jadi semakin aneh, tapi Nagisa memutuskan untuk diam saja 'Tidak ada gunanya kan adu mulut dengan Karma-kun?, pasti akhirnya aku yang akan kalah'

Skip Time~~

Pagi ini meeting Shina-san dan suaminya sudah selesai, sesuai keinginan Shina siang ini mereka akan pergi ke beberapa museum dan di akhiri dengan pantai (yang sebenarnya kemarin sudah Nagisa dan Karma kunjungi, tapi Mereka memutuskan untuk diam saja)

Perjalanan mereka berjalan lancar, dua hari sebelum mereka kembali ke Jepang Shina mengajak mereka untuk menginap di salah satu camp, yang lokasinya agak jauh dari kota sekitar lima jam perjalanan menggunakan mobil, perjalanan mereka tidak sia-sia, camp itu kelewatan indah, berjalan sedikit ke atas bukit mereka sudah bisa menemukan hutan pinus, dan jika berjalan ke bawah mereka akan menemukan pantai dan bentangan laut yang sangat luas, disaat sore dan pagi hari mereka akan pergi ke laut untuk melihat matahari dan awan yang begitu indah, di siang hari mereka akan menjelajahi hutan pinus dan di malam hari mereka akan membuat barberque di dekat tenda. Nagisa duduk di atas sebuah batang pohon sambil menatap ribuan bintang yang tersebar di langit malam itu 'Sungguh liburan musim dingin yang menyenangkan!' pikirnya, Tidak… Nagisa menarik kata katanya yang tadi saat ia menerima telfon dari ayahnya

''Kaa-san? Menginggal? Kenapa bisa?''

''Tanpa di sadari ternyata ada tumor ganas di kepalanya yang sudah bersarang sejak lama, dokter dan tim medis sudah berusaha menyingkirkannya tapi semuanya sudah terlambat''

''kalau operasinya dua hari lalu kenapa Oka-san tidak memberitahuku?!''

''maaf Nagisa-chan, seminggu yang lalu Shina-san meminta izin pada Oka-san untuk mengajakmu ke Australia, Oka-san tidak ingin menganggu liburanmu''

''Apakah Shina-san tahu soal ini?''

''Oka-san baru memeberitahu Shina-san lima menit yang lalu, sekarang kau sedang berada di pantai kan?,kembalilah Nagisa-chan, Shina-san pasti sangat menghawatirkanmu, Shina-san bilang akan segera menjemputmu lalu dia langsung mematikan telefon'' Nagisa diam, tak bergerak sedikitpun juga tak menjawab pertanyaan ayahnya, air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi, ponselnya di biarkan terjatuh bersamaan dengan sesaorang yang memanggil namanya

Shina duduk di samping Nagisa, dengan senyuman hangat yang di dalamnya tersembunyi rasa Sakit, penyesalan dan Kesedihan. Shina memeluknya dengan lembut sambil menepuk nepuk pundaknya pelan dan membiarkan Nagisa menangis di dalam pelukannya, Shina melakukannya dengan lembut, benar benar seperti melakukannya pada anaknya sendiri padahal Shina bukan ibunya, Nagisa berani bersumpah kalau ibunya tidak pernah melakukan hal seperti ini kepadanya, tapi dia tetap ibunya kan?, ibu yang melahirkan dan membesarkannya

Tangisan Nagisa mulia reda, Shina melepaskan pelukannya lalu mengelus kepala Nagisa dengan lembut, masih dengan senyum hangat di wajahnya

''Aku turut berduka cita Nagisa-chan, Maafkan aku jika membuatmu sedih, tapi percayalah Nagisa-chan, kehilangan orang yang kita sayangi itu akan membuat kita lebih kuat''

''Semangat terus ya Nagisa-chan, ada Ayah, aku, Akabane-san dan teman teman yang selalu medukungmu'' Shina tersenyum lembut

''terimakasih Shina-san, Shina-san bersikap sangat baik padaku seperti pada anak sendiri''

''kalau begitu ayo kita kembali ke tenda ini sudah waktunya tidur, aku dan Akabane-san akan pergi ke Korea minggu depan Nagisa-chan, kau bisa ikut bersamaku''

''aku akan disini sebentar lagi Shina-san, aku juga tidak akan pulang ke Korea, aku sudah berjanji pada ibuku untuk menyelesaikan sekolah menengah pertamaku di Jepang''

''Baiklah, kau tau yang terbaik untuk dirimu sendiri Nagisa-chan, jangan lama lama disini ya? Aku takut kau demam'' Shina melepas jaketnya, memberikannya pada Nagisa dan kembali ke tendanya untuk berkemas dan menyiapkan sarapan mereka besok.

Nagisa masih duduk diam di tempatnya dan menatap bintang, air matanya masih menetes tapi dengan cepat menghilang tertiup angin malam. Baru beberapa menit dalam keheningan Nagisa sudah bisa Mendengar jelas suara Karma yang memanggil manggil namanya, tapi Nagisa diam saja

Karma akhirnya berhasil menemukan Nagisa, Karma berdiri di belakangnya sebentar lalu memanggil namanya lagi, tapi kali ini agak pelan ''Nagisa-chan''

Nagisa menengok ke belakang dan tersenyum, dengan mata yang sembab akibat menangis dan sedikit bekas air mata, Karma duduk di sampingnya masih dalam diam, Nagisa hanya memperhatikan gerak gerik Karma yang berada di sampingnya

''aku paham apa yang kau rasakan Nagisa-chan, tidak usah tersenyum seakan tidak terjadi apa apa seperti itu Nagisa-chan, Kau boleh menangis aku tidak akan menertawakan atau meledekmu, dan semoga aku bisa menenangkanmu''

''Tch'' Karma bingung mendengar jawaban Nagisa

''Kau tidak akan mengerti Karma….'' Karma masih diam dan menatap Nagisa yang terus menunduk

''Orang yang mempunyai segalanya sepertimu tidak akan pernah mengerti!'' Karma membulatkan matanya dan berusaha menahan emosinya

''apa maksudmu dari mempunyai segalanya Nagisa?''

''KAU MEMILIKI SEGALANYA KARMA!, ORANGTUA YANG BAIK, KECERDASAN, TEMAN YANG SETIA, KESEHATAN YANG STABIL SEMUANYA!, SADARLAH!'' Karma menggepalkan tangannya dan masih mencoba menahan emosinya

''Kau tidak tahu apapun tentang kehidupanku Nagisa, lebih baik kau diam'' Karma melepaskan shallnya menundukkan kepalanya dan mulai berdiri dan melemparkannya kepada Nagisa, shall abu-abu itu jatuh tepat di pangkuan Nagisa

suara Karma agak pelan tapi Nagisa bisa mendengarnya ''pakai, dan jangan sampai kau sakit lagi'' lalu Karma segera pergi tanya berkata apa apa lagi

.

.

.

.

End or Next?

Saya mau bertanya pada para Readers, kalian ingin Fanfic ini menjadi Happy Ending atau Sad Ending ?

silahkan jawabannya di ketik di review

Chapter kali ini saya buat agak panjang, sekali lagi ini adalah permintaan maaf karena keterlambatan Update

PENGUMUMAN:

KARENA KESIBUKKAN AUTHOR DI SEKOLAH. JADWAL UPDATE FANFIC INI AKAN SAYA UBAH, CHAPTER SELANJUTNYA AKAN UPDATE KALAU JUMLAH REVIEWNYA SUDAH 35-45

MEMPERBANYAK REVIEW DAPAT MEMPERCEPAT UPDATE~~

JANGAN LUPA CLICK FOLLOW&FAVORITE JUGA YA

~~Arigato