~Behind Her Smile~

Ansatsu Kyoushitsu

Rated : K+

Characters : Karma.A, Nagisa.S, Nakamura.R

Genre : Friendship, Romance, Humor, ect.

Disclaimer:

Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam Charactersnya saja, Kesamaan alur cerita,tempat,ect hanyalah kebetulan.

Warning:

Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silahkan pencet tombol balik

Summary:

Kelas 3E kedatangan murid pindahan dari Korea,Bukannya menyambutnya dan membantunya beradaptasi Karma justru malah menjahilinya. Apa jadinya kalau si murid pindahan justru harus tinggal bersama Karma?

Chapter Delapan….

Pagi ini salju yang turun sudah lebih tipis dari kemarin, tetapi tetap saja udara masih sangat dingin

Nagisa menatap Karma yang berjalan beberapa langkah di depannya dengan datar, sudah dua hari sejak kejadian malam itu mereka berdua tidak berbicara, Nagisa sempat bertanya pada Shiina kemarin malam (bertanya tentang apa?, tentu saja tentang Karma) sekarang Nagisa tau kalau masa lalu Karma tidak seindah yang ia pikirkan, dan Nagisa juga sadar kalau Karma pantas marah padanya karena ia berkata sembarangan. Nagisa ingin sekali meminta maaf, tapi kenapa rasanya ia gugup sekali?

Pemerintah Jepang memutuskan untuk mempercepat Opersi pembunuhan gurita berkecepatan super yang menurut mereka adalah monster. Hari ini tepatnya jam 11:59 malam pemerintah akan menembakkan leser berkecepatan ultrasonic untuk membunuh guru tercinta mereka, korosensei. Sebelum leser itu di tembakkan mereka berencana bertemu korosensei untuk terakhir kalinya, tapi tentu itu bukanlah hal yang mudah, tiga jam sebelum eksekusi di lakukan pemerintah sudah melakukan mengepungan menggunakan atmosfir antisensei dan pengaman yang sangat ketat di sekitar bukit dimana kelas 3E berada, tapi semua itu tidak menghalangi niat murid kelas 3E untuk bertemu dengan korosensei

Geng Terasaka dan Itona bertugas mengawasi keadaan menggunakan drown yang sudah di modifikasi, Anak anak perempuan bertugas menyetrum para penjaga dengan senjata yang di beli oleh terasaka dan gengnya, anak laki laki bertugas mengalihkan perhatian dan melumpuhkan para penjaga, di saat yang sama Rinka dan Chiba sudah bersiap dengan senpan jarak jauh mereka untuk melumpuhkan musuh dengan cara mencampurkan obat bius buatan Okuda dengan jarum dan beberapa helai bulu (baca: peluru buatan sendiri+racun buatan Okuda), dan tentu saja penyusun rencana sekaligus pemimpin operasi penyelundupan ini adalah Akabane Karma.

Semua penjaga sudah di lumpuhkan, kini mereka hanya tinggal melewati ketua penjaga yang kabarnya berbada sangat besar, sangat kuat dan juga sangat lincah, setelah itu mereka bisa bertemu korosensei

Tapi ternyata semua di luar perkiraan mereka, ketua penjaga itu lebih kuat dari yang mereka bayangkan, bahkan saat murid laki laki menyerangnya secara berturut-turutpun ia masih bisa mengalahkannya, melihat hal itu Karma terpaksa turun tangan, Karma diam diam melompat ke pohon yang ada di atas ketua penjaga saat murid laki laki lain sedang mengalihkan perhatian dengan cara menyerangnya, saat Itona memberi aba aba Karma langsung melompat sekuat tenaga dan menendang kepala sang ketua penjaga tanpa ampun, tapi sungguh di luar dugaan kepala penjaga itu masih bisa menyerang Karma setalah terkena tendang dengan tenaga luar biasa di bagian kepala

Selama beberapa menit Karma terpaksa terlibat pertarungan mendadak dengan si kepala penjaga, dengan tujuan mengalihkan perhatiannya, sementara teman temannya yang lain menyusun rencana kecil

Setelah bertarung mati matian selama lima menit dengan si kepala penjaga Karma mulai lelah, dan disaat lengah Karma mendapat tendangan keras di perutnya yang membuatnya terpental beberapa meter dari tempatnya berdiri, teman teman yang melihatnya langsung panic, Akabane Karma murid paling cerdik dan kuat di kelas 3E pun terkena serangannya, jika Karma mendarat dengan posisi yang salah maka kemungkinan besar kakinya akan cedara berat dan tamatlah riwayat mereka, untung saja reflek Karma sangat bagus sehingga ia berhasil mendarat dengan selamat tanpa ada sedikitpun luka atau cedera

Persiapan mereka sudah selesai, Nagisa memanjat keatas pohon yang berada di belakang target, Chiba dan Rinka sudah bersiap dengan pistol bius mereka, murid laki laki bersiap di posisi dengan beberapa tali dan murid perempuan juga sudah bersiap di posisi dengan senjata sengatan listrik mereka

'TEKK' sebuah pisau anti sensei tertancap di tanah, sang target menengok, Nagisa tiba tiba bergelantungan terbalik di pohon sambil melakukkan Tepukkan Pembunuhnya, sang target yang kaget mundur beberapa langkah, di belakangnya Karma meloncat dan menendang kepelanya untuk yang kedua kalinya bersamaan dengan Chiba dan Rinka yang menembakkan bius ke kaki kanan dan leher target, beberapa detik kemudian murid perempuan menyerang target secara bersamaan dengan senjata sengatan listrik mereka, setelah itu murid laki laki bergerak mendekati target dan mengikatnya

Baru saja beberapa detik senang dengan keberhasilan rencananya menyingkirkan semua penjaga

'BRUK' Karma yang tadinya berdiri dengan nafas yang sangat tidak teratur tiba tiba kehilangan kesimabangan badannya

tidak tahu kenapa kepalanya sakit sekali, sebenarnya ia sudah menahannya daritadi bahkan sebelum terlibat perkelahian dengan kepala penjaga kepalanya sudah sakit tapi Karma masih bisa menahannya dan memutuskan untuk bertarung dengan kepala penjaga demi mengalihkan perhatian, toh Cuma dia yang bisa melakukannya ya mau bagaimana lagi?

''Karma!'' Teriakan Nagisalah hal pertama yang Karma dengar sebelum pandangannya berubah menjadi gelap, tapi Karma masih bingung

''kenapa Nagisa yang pertama kali memanggil namanya?, bukankah seharusnya Nagisa marah karena ucapannya beberapa hari lalu yang sangat keterlaluan di situasi seperti itu?''

teman temannya yang lainpun mulai panic dan segera mendekati Karma, tapi sebelum ada yang menyentuhnya Karma berusaha berdiri lagi, teman temannya menatap Karma khawatir

"daijōbu'' belum sempat ada yang menanyakan sesuatu Karma sudah meyakinkan mereka dengan satu kata sambil tersenyum tipis kearah mereka.

Skip Time~~

Masih ada sekitar 2 Minggu lagi sebelum keluluasan tapi Rencana pembunuhan yang selama ini mereka susun bersama telah terlaksana sebelum waktunya. Murid murid kelas 3E merasa senang karena berhasil menyelamatkan bumi, tapi disaat yang sama mereka juga merasa sedih karena kehilangan Guru tercinta mereka, Korosensei

Setelah membunuh korosensei kemarin malam mereka tertidur di meja masing masih dengan mata sembap, di tengah salju yang mulai menipis mentari hangat perlahan mulai memasuki jendela kelas 3E, satu persatu anak anak kelas 3E mulai terbangun dan berjalan pulang ke rumah masing masing.

Rumah mewah kediaman keluarga Akabane terlihat sepi, seperti biasa orangtua Karma sedang bekarja keluar negri

Karma menatap aneh ke arah rumahnya sendiri ketika melihat ada sebuah mobil yang menurutnay terlihat familiar, Karma dan Nagisa berjalan memasuki rumah Mewah itu dan mereka menemukan seorang pria yang sudah lanjut usia duduk di sofa ruang tamu

''Yo, Tamatha-san'' Karma menyapanya dengan tidak sopan, mana ada coba anak SMP yang ngomong ke orangtua pake Yo? (sebenarnya ada sih, Namanya Akabane Karma)

Yang di panggil hanya tersenyum, Karma duduk di sofa yang ada di samping pria yang setahu Nagisa bernama Tamatha itu

''Jadi ada masalah apa?, kenapa tiba tiba datang kemari?'' Karma membuka mulut lagi

''Aku datang kemari setelah melihat Karma-sama di TV kemarin malam, Karma -sama pasti habis berkelahi kan?'' Karma yang mendengarnya merasa tidak suka dan langsung menjawab

''Ayolah Tamatha, aku ini sudah dewasa, luka kecil begini bisaku tangani sendiri''

''maaf Karma-sama, tapi ini tugas saya, saya juga harus menulisnya di riwayat kesehatan Karma-sama''

''Tch'' Karma akhirnya pasrah, pria bernama Tamatha yang ternyata adalah dokter pribadi keluarga Akabane itupun mulai mengobati luka Karma

Setalah Tamatha selesai mengobatiya Karma langsung naik ke lantai dua tanpa bicara apa apa lagi, sepertinya Karma ingin membersihkan diri jadi Nagisa memutuskan untuk bicara dengan Karma setelah dia selesai

Tamatha menggambil sebuah buku yang berada di rak besar berisi tumpukkan buku yang ada di sampingnya, dan mulai menuliskan sesuatu, Nagisa yakin buku itu pasti berisi Riwayat kesehatan Karma, Nagisa yang penasaran dengan isinyapun memutuskan untuk meminta izin pada Tamatha untuk melihatnya

''Tamatha-san, aku Nagisa teman Karma-kun, Umm….buku itu bolehkah aku melihatnya?''

Tamatha yang baru saja selesai dengan tulisannya menatap Nagisa sejenak, lalu tersenyum ''sepertinya kalian sangat dekat, kurasa Karma-sama tidak akan keberatan jika Nagisa-sama melihat isinya''

Tamatha beranjak dari duduknya sambil memegang buku itu dan menyerahkannya pada Nagisa

''Baiklah, saya harus pergi sekarang'' Tamatha berjalan mendekati pintu

''Tamatha-san'' Tamatha menengok saat Nagisa memanggil namanya

Nagisa membungkuk sopan ''Terima Kasih sudah mengobati Karma-kun"

''Tidak masalah'' Tamatha membalas sambil membungkuk lalu pergi

Setalah Tamatha pergi Nagisa kembali duduk di atas sofa ruang tamu sambil membuka Buku yang berisi Tentang Riwayat kesehatan Karma

Akabane Karma 2 Tahun

Kaki kiri terkilir karena tersandung bantal

Kepala benjol karena jatuh dari kasur

Awalnya Nagisa tersenyum senyum sendiri bahkan menahan tawanya saat melihat riwayat kesehatan Karma yang isinya bisa di bilang biasa tapi sangat lucu jika di bayangkan

Tapi ekspresi wajah Nagisa berubah saat melihat riwayat kesehatan Karma saat berumur 5 tahun

''kau baru membaca setengah Nagisa, Bertahanlah! Setelah membaca semuanya kau pasti akan menemukan jawabannya, Bertahan Nagisa!''

Nagisa masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat, Nagisa memutuskan untuk terus membacanya sampai ia menemukan jawaban, tapi Nagisa sudah tidak tahan lagi setelah membaca Riwayat Kesehatan Karma sampai umur 8 Tahun, air matanya sudah menetes, dan sekarang Nagisa benar benar tidak kuat lagi membacanya

Karma bingung karena Nagisa belum naik ke atas untuk bersih bersih, tapi setelah memutuskan untuk turun dan melihat Nagisa langkah Karma terhenti, Karma yakin dia mendengar suara tangisan meskipun tidak jelas, tapi tidak ada orang di rumah ini selain dia dan Nagisa, Berarti Nagisa menangis tapi Kenapa?

Karma menuruni tangga sepelan mungkin, Karma tidak ingin Nagisa menyadari dia ada disana sebelum ia tau alasan Nagisa menangis, karena Karma yakin Nagisa tidak akan memberitahunya jadi dia akan mencaritahu sendiri

Mata Karma membulat saat melihat sesuatu yang di pegang Nagisa, buku yang berisi Riwayat Kesehatannya

''Tch, gawat''

.

.

.

.

TBC~~

.

Sekali lagi Author mengucapkan Terima kasih kepada semua pembaca yang sudah menjawab pertanyaan author kemarin

Target kali ini: 30 Favorite&Follow

Jangan lupa Reviewnya juga ya!

.

.

Arigato!