~Behind Her Smile~

Ansatsu Kyoushitsu

Rated : K+

Characters : Karma.A, Nagisa.S, Nakamura.R

Genre : Friendship, Romance, Humor, ect.

Disclaimer:

Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam Charactersnya saja, Kesamaan alur cerita,tempat,ect hanyalah kebetulan.

Warning:

Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silahkan pencet tombol balik

Summary:

Kelas 3E kedatangan murid pindahan dari Korea,Bukannya menyambutnya dan membantunya beradaptasi Karma justru malah menjahilinya. Apa jadinya kalau si murid pindahan justru harus tinggal bersama Karma?

Chapter Sembilan…

Karma berdiri di depan Nagisa, sejak beberapa detik yang lalu Nagisa belum mengatakan apa apa, mungkin Nagisa masih focus dengan apa yang di bacanya sampai tidak mendengar langkah kaki yang mendekat

TEP

Sesuatu yang hangat mendarat di kepala Nagisa

''Kar…''

Sesaorang yang menepuk kepalanya tersenyum

''Tidak apa apa Nagisa-chan, aku akan disini sampai kau selasai membacanya''

Nagisa menghapus airmatanya dan membalas senyuman Karma

''Hm''

5 menit kemudian…..

''Hm, bagaimana sudah baikan?'' Karma yang duduk di sampingnya mulai membuka pembicaraan

''aku tidak menyangka Karma-kun dulu begini…..'' Nagisa berdiri dari duduknya dan mulai membungkuk, Karma yang masih bingung hanya menatapnya aneh

''Maafkan aku atas ucapanku, aku benar benar tidak bermaksud seperti itu''

''Hei,hei tidak usah seformal itu, aku sudah sembuh Nagisa lagipula seharusnya aku yang minta maaf duluan, sebagai permintaan maaf bagaimana kalau sekarang kita pergi ke kedai langgananku?, aku akan bayar semua pesananmu''

''Kau gila ya Karma?, kau tidak lihat aku belum Mandi?''

''Eh?! kau jorok sekali Nagisa, kalau begitu cepatlah Mandi…'' dalam hitungan detik Muka kaget Karma yang terkesan polos langsung berubah menjadi Seringai iblis yang menjadi maskot Akabane Karma

''tapi…kalau kau tidak selesai dalam 5 menit kau harus membayar semua pesananku Nagisa''

Nagisa yang mulai berjalan ke atas langsung menengok dan menatap karma dengan tatapan Kosong (baca:Bengong) , bayangkan saja, jika iblis penggila Strawberry makan di kedai Strawberry, meneraktir Kayano si penggila pudding di kedai pudding saja sudah membuat uang jajannya sebulan habis setengah, dan sekarang….Sudah Iblis, penggila Strawberry pula, ya kalau Nagisa telat satu menit saja uang jajannya sebulan bisa melayang menuju Syurga

Melihat Nagisa bengong, si Iblis merah yang sudah cekikan itu tertawa puas "HAHAHAHA, Cepatlah Nagisa kau membuang buang waktumu, sudah lewat satu menit lho sejak kau begong''

''KARMA!''

Skip Time~~

Nagisa mengistirahatkan kepalanya di meja yang ada di depannya dengan malas, sambil menatap Karma yang duduk di depannya, Iblis merah itu sedang melihat-lihat menu, tidak biasa sekali padahal biasanya dia langsung mengatakan apa yang ada di otaknya, mungkin Karma akan memborong semuanya, begitu pikir Nagisa

''Sayonara, uang jajanku''

''Jus Strawberrynya dua''

"Hah?!'' Nagisa membulatkan matanya, ''Karma Cuma mau itu?, masa sih?, dia kesamber apa?''

''Karma kau demam ya?'' Karma yang sedang asyik dengan ponselnya langsung menoleh kearah Nagisa

''Eh?, darimana dapat pikiran seperti itu Nagisa?''

''Kau taukan aku terlambat 3 menit tadi jadi sekarang aku harus menerakirmu, bukannya seharusnya kau senang dan memesan apapun yang kau mau''

''Hee, kalau kau Terasaka-kun pasti aku akan melakukannya, tapi untuk bukan Terasaka, aku tidak Sejahat itu Nagisa'' Karma menjawabnya dengan santai lalu melatakkan ponselnya diatas meja, Nagisa hanya diam saja ''Terasaka yang malang''

''kejadian semalam terjadi begitu cepat ya Nagisa…''

''Korosensei…..''

''Hm, aku merindukan Korosensei, Karma. Waktu berjalan cepat sekali ya, aku tidak sadar kalau 2 minggu lagi kita akan lulus dari kunigigaoka''

''Nagisa"

''ya?''

''Hn lupakan, bagaimana kalau pergi ke apartemen Nakamura Rio setelah ini?, tadi Nakmura bilang padaku teman teman sudah berkumpul''

''Hm, baiklah''

Langit hampir berubah menjadi gelap, Tokyo sangat ramai di saat saat seperti ini apalagi sekarang tanggal 19 Desember, 6 hari menjelang natal

"Natal….''

Nagisa melepaskan pandangannya dari langit yang ada di atasnya dan menatap sesaorang yang ada di depannya

''Ulangtahun Karma…''

.

.

Setelah 15 menit berjalan kaki akhirnya mereka sampai di depan apartemen Rio, Karma mengetuk pintu tak lama gadis berambut pirang keluar dan mempersilahkan mereka masuk, ucapan Rio benar hampir semua teman teman mereka sudah berkumpul disana

Karma mulai membuka pembicaraan ''Ada apa ini?''

Isogai yang baru selesai meminum jus yang ada di depannya dengan cepat menjawab Karma ''aku harus membicarakan sesuatu Karma, sekarang semuanya sudah berkumpul, kalau begitu aku akan mulai''

''Aku mengundang kalian ke apartemen Nakamura karena aku yakin rumahku tidak cukup untuk seisi kelas, maksudku menggundang kalian kesini adalah untuk membicarakan tentang hadiah yang di berikan oleh pemerintah''

Seketika semua orang yang ada di ruangan itu langsung terdiam

''Aku benar benar minta maaf, tapi kita harus cepat mengambil keputusan''

Kayano mengangkat tangannya dan mulai bicara ''bagaimana kalau uang itu kita pakai untuk membeli seluruh bukit dan bangunan kelas 3E, dengan begitu semua tanah disana sepenuhnya menjadi milik kita dan tidak ada orang lain yang boleh masuk tanpa izin, dan yang paling penting disaat kita lulus nanti bahkan disaat kita sudah dewasa, kita masih bisa meninggat Korosensei dan kenangan yang kita buat bersama saat smp''

''ide yang bagus Kayano-chan, tapi aku yakin walaupun membeli seluruh area bukit uang dari pemerintah masih akan tersisa banyak''

Nagisa mengangkat tangannya dan mulai bicara ''bagaimana kalau kita menyumbangkannya untuk memperbaiki fasilitas di tempat panti asuhan Sakura? Dan juga untuk Karasuma sensei dan anak buahnya dari kementerian pertahanan , dan sisa uangnya akan kita bagi rata''

Nakamura Rio tersenyum kecil lalu mulai bicara ''aku setuju dengan dua pendapat tadi, bagaimana dengan yang lainnya?''

Murid murid kelas 3E mengangguk mantap, dan akhirnya pertemuan itupun diwarnai dengan senyuman

Ribuan Bintang bersinar terang malam itu Nagisa dan Rio berdiri di balkon apartemen Rio, di dalam teman teman mereka sedang mengobrol, sesekali terdengar suara tawa dan suara pukulan(?), mungkin Kataoka habis memukul Okajima karena perkataan mesumnya, Nagisa menengok ke arah Rio yang ada di sampingnya dan mulai berbicara

''Rio''

''iya?''

''Aku merindukan Korosensei, kira kira apa yang sedang Korosensei lakukan ya sekarang?''

''Hm, aku juga begitu, kau tidak terlalu bersedih Nagisa, lagipula kaukan yang membunuhnya?''

''Jangan ingatkan aku tentang itu Rio''

Rio menepuk pundak Nagisa sambil berjalan ke arah pintu ''Aku yakin Korosensei senang Karena kehilanggan nyawanya di tangan murid kesayangannya Nagisa'' Nagisa diam setelah mendengar ucapan Rio ucapan Rio ada benarnya, Nagisa ingat saat Korosensei berkata ''aku senang bisa mati di tangan murid muridku''

Sebelum masuk ke dalam Rio menengok ke arah Nagisa ''Jangan terlalu lama di luar Nagisa-chan, nanti kau sakit''

Nagisa menengok ke belakang sambil tersenyum''aku akan kembali sebentar lagi, aku tidak akan lama''

Rio membalas senyumannya ''Baiklah''

Nagisa menatap bulan sabit yang ada di hadapannya, karena tikus percobaan Shiiro yang mempunyai tentakel di kirim ke bulan, bulan itu tidak lagi berbentuk bulat untuk selamanya

TEP, sesuatu mendarat di lehernya, Sebuah Shall?, tunggu Shall?

''Bodoh, kau bisa masuk angina kalau berdiri disini tanpa jaketmu terlalu lama''

Nagisa menengok ke belakangnya benar saja dugaannya Suara yang sangat familiar di tambah dengan kata kata ''Bodoh" dan Shall abu-abu yang sangat familiar, Karma

''hehehe'' Nagisa tertawa garing, Karma yang tadinya berdiri di belakangnya sekarang sudah berada di sampingnya sambil menatap bulan sabit di depannya yang mulai kehilanggan bentuknya, Nagisa melakukan hal yang sama, hening beberapa saat sampai akhirnya Nagisa membuka pembicaraan

''Karma, sudah berapa kali ya kau memberikan shall ini padaku?''

''Mungkin sekitar tiga sampai empat kali, Kau sering bertindak bodoh sih di cuaca seperti ini''

Nagisa baru ingat kalau dia sering diam terlalu lama di laur tanpa baju hangat ''gomen, gomen''

''Karma''

''Hm?''

''Bagaimana kalau kau di bunuh oleh muridmu sendiri?''

"Nagisa, aku yakin Korosensei tidak akan marah padamu atau pada kita semua dan aku yakin Korosensei tidak akan senang melihatmu seperti ini, Korosensei akan senang melihat murid muridnya bahagia dan tertawa''

''Hn, Terimakasih Karma'' Nagisa tersenyum kecil, Karma hanya membalasnya dengan anggukan dan senyum tipis

Di malam yang cerah ini mereka melihat bulan bersama, di awali dengan peledakan bulan dan kedatangan guru aneh yang mengaku sebagai wali kelas mereka yang, kelas pembunuhan mereka, bulan sabit yang melambangkan satu tahun kebersamaan mereka, bulan sabit yang akan kehilangan bentuknya seiring berjalannya waktu, dan bulan sabit yang melambangkan kenangan berharga selama setahun yang singkat ini, kenangan bergarga yang perlahan-lahan akan pudar

.

.

.

.

.

.

.

.

END

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

NGGA KOK, MASIH TBC ^^

Akhirnya bisa Update juga!, Maafkan saya karena Fanfic ini makin lama menjadi tidak jelas

Author masih punya pekerjaan sekolah yang menumpuk jadi Chapter selanjutnya bakal lama Updatenya

Jangan lupa Review, Favorite&Follownya :D

.

.

Seeyou Next Chapter ^^