~Behind Her Smile~
Ansatsu Kyoushitsu
Rated : K+
Characters : Karma.A, Nagisa.S, Nakamura.R
Genre : Friendship, Romance, Humor, ect.
Disclaimer:
Ansatsu Kyoushitsu milik Matsui Yuusei-sensei. Saya hanya meminjam Charactersnya saja, Kesamaan alur cerita,tempat,ect hanyalah kebetulan.
Warning:
Typo bertebaran, penyiksaan Characters oleh author…. Jika kalian tidak menyukai fic saya, maka silahkan pencet tombol balik
Summary:
Kelas 3E kedatangan murid pindahan dari Korea,Bukannya menyambutnya dan membantunya beradaptasi Karma justru malah menjahilinya. Apa jadinya kalau si murid pindahan justru harus tinggal bersama Karma?
Last Chapter…..
Nagisa's POV
''Kita berangkat ke Korea malam ini, Nagisa''
Nagisa duduk di bangku pesawat sambil memandang salju yang turun di jendela yang berada di sampingnya. kejadian itu terjadi beberapa jam yang lalu, saat Karma dengan kepala menunduk dan ekspresi yang sulit di baca menyodorkan handphonenya, Nagisa yang mendengar kabar itu langsung menangis saat itu juga, sementara Karma berjalan kearahnya menepuk kepalanya tanpa berkata apapun lalu naik keatas untuk berkemas dan menghubungi beberapa karyawan yang dekat dengan ibu dan ayahnya
'Kenapa Karma bisa setenang itu?' selama beberapa jam perjalanan Karma dan Nagisa tidak berbicara satu sama lain, Karma daritadi sibuk dengan laptop dan ponselnya juga tidak lupa dokume-dokumen yang minta di tanda tangani
Jujur Nagisa sangat cemas dan tidak enak melihat Karma seperti itu, Ya begitulah Nagisa tau pasti kalau Karma adalah satu satunya penerus perusahaan Akabane dan tentu saja ada beberapa tugas yang hanya bisa diurus oleh anggota keluarga Akabane saja, dan Karma adalah anak tunggal
Seorang perempuan, bukan tapi seorang pramugari pesawat jet pribadi milik keluarga Akabane menghampiri Karma dan mengatakan sesuatu, Karma hanya membalas dengan anggukan
''Kalau mengantuk tidur saja dulu Nagisa, cuacanya kurang bagus jadi waktu penerbangannya jadi agak lama''
'eh?, Karma bicara padanya? Daritadi kan mereka hanya diam diaman'
''Aku tidak mengantuk kok, aku baik-baik saja tidak usah pikirkan aku Karma'' Nagisa membalasnya dengan senyum Karma juga hanya tersenyum tipis, beberapa detik setelahnya handphone Karma (yang daritadi sudah bergetar ratusan kali) beretar lagi dan pembicaraan mereka berhenti sampai disitu
Pesawat itu sampai di bandara Icheon yang merupakan bandara terbesar di Korea selatan, tanpa buang waktu lagi mereka semua langsung keluar dari pesawat, setelah keluar dari imigrasi mobil keluarga Akabane sudah menunggu mereka di luar, Karma sangat terlihat dewasa, dengan setelan Jas hitam dan dasi merah darah (yang sepertinya memang menjadi mascot perusahaan Akabane, karena semua orang yang daritadi Nagisa temui menggunakan dasi seperti itu), Handphone yang biasanya dia gunakan untuk menyimpan Aib oranglain dan laptop yang biasa dia gunakan untuk bermain game online semalaman sekarang di gunakan untuk urusan perusahaan, Karma terlihat seperti…seorang Ayah…
~~Blush~~
'Ish!, apapaan sih pikiranku, lagipula memangnya aku akan menikah dengannya?'
'Menikah…dengannya…'
~~~~Blush~~~~
'Tidak, Tidak, Tidak!'
.
.
Skip Time….
Mereka sampai di makam orangtua Karma, disana mereka disambut oleh ribuan orang berpakaian hitam dan sedikit warna merah
Nagisa mengikuti yang Karma berjalan mendekati Makam orangtuanya, Mata mercury Karma memandang lurus ke makam orangtuanya, Mata Karma yang biasanya bersianar kini terlihat sangat redup, tatapan yang sangat sulit di artikan dan tidak pernah Nagisa lihat sebelumnya Karma tersenyum lembut, senyuman yang biasanya membuat Nagisa nyaman tapi kali ini justru menyakitkan, perlahan Karma menunduk sambil meletakan karagan bunga Asphodel dan Hyacinth di makam kedua orangtuanya (Bunga Asphodel berarti "penyesalanku padamu sampai akhir" dan Bunga Hyacinth Berarti "maafkan aku", ungkapan duka cita). Nagisa meneteskan air matanya, Sesak…..perasaan yang mungkin juga dirasakan Karma saat melihat temannya, Nagisa menangis karena Kehilangan ibunya
Karma berbalik, beberapa orang yang mungkin adalah kenalan dan rekan kerja orangtuanya menghampirinya dan memberikan ucapan duka cita, beberapa orang dewasa yang terlihat dekat dengannya mengelus kepalanya, Karma hanya membalasnya dengan senyuman dan ucapan terimakasih
Sesaorang yang merupakan sekertaris Shiina (ibu Karma) menghampiri Karma dan mulai bicara, dengan jarak Nagisa dan Karma cukup dekat Nagisa bisa mendengar pembicaraan mereka
''Karma-sama, setelah ini akan mengantar anda ke Kantor Akabane-sama di Busan, ada beberapa Orang penting yang harus anda temui''
''Apa aku bisa pergi ke tempat lain sebelum kesana?''
''Anda bisa pergi Karma-sama, selama tempat itu masih berada di Butan''
Karma menengok ke arah Nagisa, Nagisa hanya menatapnya bingung
''Kita ke Makam ibumu setelah ini Nagisa''
''Pertemuan itu lebih penting, Aku bisa pergi sen-''
''Tidak apa apa Nagisa, Kau belum mengunjunginya kan?''
''Hm'' Nagisa tersenyum tulus dan mulai mengikuti Karma berjalan ke arah Mobil
Sesampainya di pemakaman umum itu Nagisa langsung mencari ibunya tentu saja di buntuti oleh Karma Berbeda dengan Karma yang membawa bunga yang melambangkan Penyesalan, setelah menemukan makam ibunya, Nagisa membungkuk sambil menaruh bunga Globe yang berarti "cinta yang abadi dan tak tergantikan" Karma yang berada di belakangnya hanya diam saja
''Karma-kun, Arigato-nee" Nagisa tersenyum lembut
'' itashimashite, Sama-sama'' Karma juga membalasnya dengan senyum, tetapi aura kesedihan dan penyesalan masih terlihat jelas
.
.
.
Skip Time
Tak terasa sudah empat hari Nagisa dan Karma di Korea, aktifitas Karma selama empat hari tetap sama saja: Mengirim Email, Pertemuan dengan orang penting, Rapat dan segala aktifitas seperti orang kantoran lainnya tapi Nagisa tidak habis pikir, Fisik Karma memang sangat Kuat, otaknya juga sangat jenius bahkan dia bisa mengerjakan soal Matematika untuk anak kuliah tapi walaupun kemapuannya itu diatas rata-rata Karma tetap masih anak SMP, kadang Nagisa mampir ke ruang kerja ayah Karma (yang sekarang di pakai oleh Karma) hanya untuk menanyakan "Daijoubu?, Kamu tidak apa-apa?'' dan Karma selalu menjawabnya dengan ''Daijoubu, Aku tidak apa-apa'' dan senyum tipis, dari penampilannya Nagisa juga yakin kalau Karma kurang tidur, Karma Tidak boleh sakit! karena karena besok siang mereka akan pulang ke Jepang untuk kelulusan mereka yang tinggal tersisa dua hari lagi, tidak lucukan kalau si peringkat satu Kunugigaoka tidak hadir saat hari kelulusan dan Baru pagi ini Nagisa menerima pesan dari Ayahnya kalau dia mendapat biayasiswa di Seoul Institue if the Arts, berarti hari kelulusan bisa saja menjadi hari terakhir Nagisa bertemu dengan kelas 3E, sebenarnya Nagisa ingin menolak tawaran itu dan melanjutkan sekolahnya di Kunugigaoka, tapi Nagisa berpikir lagi kalau itu akan menambah banyak biaya dan ayahnya harus mencari uang lebih keras untuk itu, tapi Nagisa juga berpikir tentang Karma…..dan hal itulah yang membuatnya bingung, tapi jika nanti Nagisa memutuskan untuk tetap tinggal di Jepang, dia akan bekerja Part-time agar tidak membebani ayahnya.
Nagisa masuk ke kamarnya dan mendekati handphonenya, Iphone 5s Silver yang sudah bergetar ratusan kali itu akhirnya di sentuh juga, ada ratusan Notif dari Group Line kelas 3E
Nih Isinya:
Isogai: "Karma-kun, dua jam lagi ulangtahun ya?, tanjoubi omedetou Karma!"
Kayano: "tanjoubi omedetou Karma-kun^^, aku belikan wasabi super pedas lho~ "
Kataoka: Sent you a sticker
Ritsu: Sent you a sticker
Ritsu: "Selamat ulangtahun Karma-kun!, sticker sonic ninja dari Inggris yang kau minta sudah aku kirim ya^^"
Nakamura: "HBD KARMA!"
Nakmura: ''HAPPY BIRTHDAY KARMA…..HAPPY BIRTHDAY KARMA…HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY KARMA! *ribuan emoticon ngga-jelas, dari bidadari sampe tai''
Nakamura: Sent you a sticker
Kanzaki: "tanjoubi omedetou Karma^^"
Sugino: ""tanjoubi omedetou Karma!" (ngikutin Kanzaki)
Terasaka: "Selamat ulangtahun Raja Iblis, aku Akan Membalasmu Nanti''
Okuda: Sent you a sticker
Okuda: ''Racun ularnya sudah kubuatkan Karma-kun ^^''
Fuwa: "tanjoubi omedetou Karma-kun :D"
Okajima: "Selamat ulangtahun Karma, Mau kubelikan Mai-chan special edition?''
Kataoka: "DIAM KAU RAJA MESUM!''
Okano: "Happy birthday Karma-kun ^O^''
Kimura: "tanjoubi omedetou Karma, ayahku kasih senapan-air buat Karma kayanya cocok"
Kurahashi: ''Kyaa!, Happy Birthday makhluk ganteng setelah Karasuma sensei" (Yaampun Jujur banget sih Kurahashi -_-)
Mimura: "kau dapat kupon makan ramen gratis selama seminggu Karma''
Takebayashi: ''Sonic Ninja ada Manganya Karma!,sudah kubelikan yang volume 1''
Chiba: "tanjoubi omedetou Karma"
Kirara: ''permintaanmu menyantet Asano sudah kulakukan''
Rinka: '' "tanjoubi omedetou Karma-kun"
Hara: "tanjoubi omedetou Karma-kun, aku traktir di café yang waktu itu kau bilang"
Sugaya: "tanjoubi omedetou Karma-kun, Muka Terasaka sudah kucat Pink mau lihat?"
Terasaka: "DIAM KAU SUGAYA SIALAN!"
Maehara: "Karma ulangtahun Juga akhirnya, hari minggu nanti Kuajari menggombal ya''
Okano: "Dasar Playboy Hentai!"
Maehara: Sent you a sticker
Muramatsu: "tanjoubi omedetou Bro Karma"
Itona: "Selamat ulangtahun Kak Karma"
Yoshida: "HBD Karma, service motormu yang kemarin gratis"
.
.
Hiraukan kalau biggung, intinya semuanya sudah mengucapkan Selamat ulangtahun untuk Karma
Nagisa bergulung di kasurnya sambil ikut mengucapkan selamat ulangtahun lewat Group chat kelas 3E itu, semua orang di kelas tau kalau Karma adalah tipe orang yang sangat cepat membalas pesan atau mengangkat telfon alasannya? tentu saja karena Karma sering memegang handphone Wifi rumahnya juga selalu menyala dan paket internet di handphonenya unlimited, Handphonenya canggih pula. Nagisa berguling lagi di kasurnya, sebenarnya ia ingin mengunjungi Karma tapi Nagisa takut dia justru malah mengganggu
'Tapi kok Karma belum membalas satupun ucapan selamat ya? Apalagi saat Terasaka berbicara "aku Akan membalasmu nanti" pasti Karma langsung bicara dan Group kelas bisa jadi sangat rebut, Setahuku handphonenya selalu ada di ruang kerja ayahnya dan Karma juga belum keluar darisana dari tadi siang saat aku mengunjunginya dan mengajak makan siang, Mukanya putihan sih….eh putihan?! Itu bukannya pucat ya?'
Gubrak-
Nagisa langung berlari keluar dari kamarnya menuju lantai atas, kamar Karma dan Ruang kerja ayahnya berada di atas. Nagisa membuka pintu ruang kerja ayah Karma dengan tidak sabaran dan menemukan Karma yang pingsan di meja, Nagisa menghampiri Karma, dengan wajah pucat dan sangat polos seperti anak kecil Nagisa baru sadar kalau pipi Karma lumayan cubby daripada anak laki-laki yang lainnya, Karma pasti lelah sekali kan? Nagisa jadi tidak tega
'Dia tidak apa-apa kan?'
''Karma?''
''…'' tidak ada jawaban akhirnya Nagisa memberanikan diri untuk memegang dahi Karma
''Eh?!, Panas''
'aku harus bagaimana?'
Kriett~~ suara pintu di buka menggema di seluruh ruangan, Nagisa menengok dan mendapati seorang laki laki dengan jas hitam dan dasi merah berdiri disana, dia adalah supir Karma yang waktu itu menjemput mereka di rumah Nakamura Rio
''Nagisa-san? Kenapa disini"
"Eh? Bapa ingat namaku?, Karma-kun badannya panas bisa bantu aku membawa Karma-kun ke kamarnya?"
''Tuan muda sakit?, aku akan membantumu dengan senang hati Nagisa-san"
"Arigato"
Setelah membawa Karma ke kamarnya Nagisa ngompresnya dengan handuk yang sudah di basahi air hangat, setelah membantu Nagisa pas Sam supir Karma pamit pulang dan tentu saja Nagisa tidak keberatan, Nagisa duduk di samping tempat tidur Karma, menunggunya bangun untuk mengucapkan selamat ulangtahun darinya dan dari kelas 3E karena saat Nagisa masuk tadi handphone Karma berada di lantai, mungkin jatuh Nagisa juga tidak tahu tapi yang jelas pesan dari teman temannya itu belum dilihat sama sekali, sesudah 45 menit menunggu akhirnya Nagisa tertidur di samping tempat tidur Karma
Karma's POV
'kepalaku pusing, ternyata efek tidak tidur selama 4 hari sangat parah ya'
Karma memegang kepalanya yang masih terasa sedikit pusing dan merubah posisinya menjadi posisi duduk
''Eh Nagisa?''
Karma tiba tiba teringat insiden beberapa bulan yang lalu, saat Karma dan Nagisa tertabrak mobil dan terpental ke trotoar "awas saja kalau habis ini kau sakit ya Nagisa" Karma mencubit pipi Nagisa gemas, salahkan Nagisa yang tidur seperti bayi di tambah dengan pipi putihnya mulusnya yang sangat cubby itu
''Hnn" Nagisa membuka matanya dan mendapati Karma sedang asyik memainkan pipinya
Plak/
"Hei!, apapan kau Nagisa? Menyambut orang yang siuman dengan cara seperti itu"
"Kau Bodoh Bakabane Karma, Berapa hari tidak tidur hah?" Mata Karma membulat
''Maaf soal itu Nagisa, aku tidak ingin mengecewakan Orangtuaku lagi kau tahu?, kau pasti mengerti Nagisa"
"Tidak ingin mengecewakan mereka bukan berarti memaksakan dirimu sampai begini Karma!, kau tahu seberapa sedihnya orangtua saat melihat anaknya sakit? Apalagi saat mereka sudah tiada di samping anaknya untuk merawatnya" Shiota Nagisa sudah benar benar marah, ini pertama kalinya bagi Karma melihat Nagisa semarah itu Padanya
"Tch" Karma menundukkan kepalanya, ucapan Nagisa benar Ibu dan Ayahnya akan sangat sedih melihatnya seperti itu
"kau tahu Nagisa, Aku takut semua orang meninggalkanku"
''Hm, lanjutkan Karma" Nada bicara dan suara Nagisa sudah kembali seperti biasanya
"Orangtuaku, Kelas 3E, Korosensei…..semuanya hilang satu persatu Nagisa" Karma mengangkat kepalanya dan menatap mata Nagisa, Mata mercury yang biasanya mengkilat itu sudah berkaca kaca, seringai jahilnya juga sudah di gantikan dengan senyuman miris, mukanya pucat. ini adalah Pertama kali dalam Hidupnya Nagisa melihat Akabane Karma Begitu Rapuh
Tepp- Nagisa memeluknya, Nagisa benar benar memeluknya, kali ini Bukan pelukan tidak sengaja karena kesenangan yang Karma dapat setelah kecelakaan itu tapi pelukan yang benar benar lembut
Teng….Tong…..Teng…..Tong…..Teng…Tong…..Teng…..Tong… Jam dinding yang berada di ruangan itu mulai berbunyi, menandakan jam 12 malam, Hari Natal…sekaligus…Ulangtahun Karma
Nagisa melapas pelukkannya dan tersenyum lembut "Tanjoubi omedetou Karma, teman teman juga mengatakannya lihatlah Group Chat Kelas 3E setelah ini" Mata Karma membulat 'Teman teman ingat ulangtahunnnya?', padahal dari Karma kecil teman-temannya tidak ada yang menginggatnya karena mereka sibuk dengan perayaan Natal
"Arigato, Nagisa" Karma membalasnya dengan senyuman lembut
"Aku tidak akan meninggalkanmu Karma, Kita bisa melanjutkan SMA di kunugigaoka bersama, setelah itu kuli-"
Cup-, Karma mencium dahi Nagisa, Karma benar benar menciumnya! Ucapannya terpotong Muka Nagisa langsung semerah kepiting rebus
"Ambil biayasiswa itu Nagisa, Berjanjilah untuk bertemu denganku sepuluh tahun lagi Bagaimana?"
"Karma darimana kau ta-"
"Bukan urusanmu, Berjanjilah padaku Nagisa" Karma mengacungkan Kelingkingnya ke arah Nagisa sambil tersenyum tipis
Nagisa menyambut kelingking Karma sambil tersenyum "Aku Janji Karma"
Karma dan Nagisa pergi ke balkon kamar Karma, Jutaan bintang menemani mereka di malam Natal sekaligus hari lahirnya si setan wasabi, Akabane Karma (atau yang biasa Nagisa sebut Bakabane Karma)
"Nagisa"
"Hm?"
"Daisuki, Nagisa"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Daisuki: Ungkapan Sayang untuk Orang atau Teman
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
END ^O^
Gimana endingnya? Kurang bagus ya? Hehehe~~ Maklum Authornya amatiran
Author mengucapkan Terima-kasih bagi kalian yang sudah mengikuti cerita FanFic amatiran ini
Author Juga mengucapkan Terima-kasih yang sebesar besarnya bagi para Readers yang sudah menyempatkan untuk mengirim Review, Favorite dan Follow ^o^
Untuk Silent Reader di mohon Reviewnya untuk chapter terakhir ini ^^
- Salam, Fuyuumi-chan
Owh iya, FanFic ini ada lanjutannya lho Judulnya Return di tunggu ya~~
Return akan menceritakan tentang Murid-murid kelas 3E sepuluh tahun yang akan datang, dan juga pertemuan kembali Karma dan Nagisa
-Arigato ^u^
