A.N. : makasih ya buat yang udah baca dan review

Pairing :-Sasunaru

-Nejinaru

-Sainaru

-Gaanaru

-Sasusaku & sasuhina(slight)

ENJOY

-00-00-

AUTHOR'S POV

Di belakang sekolah, terlihat ino masih shock dengan apa yang barusan terjadi . " si…si naruto berani banget …." Kata ino salut. Tapi, tiba-tiba dia teringat akan sesuatu. "WAAAAAH ! ini sih bukan waktunya buat salut ! sekarang aku harus memikirkan caranya biar bisa lari dari si sasuke dkk" teriak ino yang baru ingat akan bencana yang barusan juga menimpanya. Dia pun langsung pergi dari tempat itu dengan terburu-buru.

BRUUUK

Terdengar ribut-ribut dari arah gudang di belakang sekolah. Mari kita

Mari kita lupakan tentang ino,dan kita lihat keadaan naruto.

lihat…

"uwaaaaaa! Iteeeee !" teriak naruto . "itu akibatnya karena kau telah membicarakan kami" kata sai dingin.

Tiba-tiba neji menarik kerah baju naruto .

BUGH

"Akh !" rintih naruto. Terlihat darah menetes dari hidung naruto. "itu akibatnya jika kau berani macam-macam dengan kami" sahut neji. "dan,masih banyak lagi. Akibat yang akan kau terima jika kau berani Cari masalah dengan kami" kata sasuke .

"kita pergi! aku tak mau membuang-buang waktuku di sini. Lagipula, kita harus masuk kelas sekarang," kata gaara pada teman-temannya.

"ck ! jangan bilang kau kasihan padanya !" kata sai.

"tapi, kita sepertinya memang harus masuk kelas sekarang. Pelajaran di mulai 5 menit lagi." Kata neji membenarkan perkataan gaara.

"pulang sekolah ,temui kami !" kata sasuke pada naruto .

Sasuke keluar. Diikuti teman-temannya.

"nih ,hapus darahmu"kata gaara yang ternyata masih tinggal di gudang itu.

"ah, terimakasih !" sahut naruto.

Saat gaara pergi, tinggallah naruto sendirian di tempat itu. "oh iya ! aku harus cepat-cepat masuk ke kelas " kata naruto yang baru ingat bahwa dia harus masuk

Di perjalanan, naruto sepertinya masih larut dalam pikirannya sendiri

NARUTO'S POV

Ukh! Aku yakin hidungku merah sekarang. Untung saja, neji hanya menonjok hidungku ! kalau mereka sampai mengeroyokku, aku tak tau bagaimana nasibku .

tapi… ada satu hal yang tak bisa ku percaya !

Neji yang kukira baik hati ternyata sifatnya se-mengerikan itu !

Baiklah ! lupakan tentang sifat neji…

Yang harus ku pikirkan adalah gimana caranya, biar aku bisa kabur dari mereka saat nanti pulang sekolah ! ck ! padahal aku baru masuk sekolaaaaah ! aku malah berurusan dengan mereka ! menyedihkan - - .

DEG

Aku sudah di depan kelas….

masuk ato enggak…. Ukh ! masuk saja deh !

GREEEEEK

saat pintu di buka, suasana kelas jadi tak enak. Semua menatapku seolah aku adalah makhluk aneh bersayap yang masuk ke tempat mereka.

Sepertinya yang dikatakan ino benar.

Tak ada yang berani pada mereka.

Buktinya, bajuku yang acak-acakan dan hidungku yang berdarah saja tak di tanyakan oleh mereka.

Lalu saat hampir sampai di tempat dudukku, aku merasa pusing. Pandanganku mulai kabur.

Sepertinya, leukimia ku kambuh.

Ukh … aku merasa kepalaku semakin berat. Lalu, semuanya menjadi gelap.

"ukh" aku mengerjapkan mataku.

Dan, yang pertama kali ku lihat adalah, ruangan putih yang berbau obat-obatan. Seperti di rumah sakit. Tapi, sepertinya ini bukan rumah sakit, melainkan UKS. "ah, naruto, kau sudah sadar ?" kata seseorang dari balik tirai.

Aku mengenali suaranya.

Kalau tidak salah…. Suara ini… INO ! benar , itu adalah ino.

"ino-chan."panggilku. "ya ?"

"kau yang membawaku ke sini ?" tanyaku. "iya, tadi kau pingsan di kelas. Kebetulan, saat itu sensei datang. Jadi aku meminta ijin untuk mengantarmu ke UKS" jelas ino.

"naruto…" panggil ino. "ya ?"

"gommenne." Ino minta maaf padaku.

"eeeh ? untuk apa ?" tanyaku yang jelas bingung. "masalah yang tadi…" suara ino ,menjadi semakin kecil. "ah , tak apa-apa. Sudah lupakan saja." Jawabku. Yah, memang sih, itu semua bukan kesalahan ino. Dia hanya mencoba memberitahuku saja.

"naruto, kau mau tahu mengapa sasuke menjadi seperti itu ?" tanya Ino.

"menjadi seperti itu ?" aku tak mengerti.. "dulu, saat SMP, aku satu sekolah dengan sasuke. Dulu, sasuke tak seperti itu….. walaupun aku bukan teman baiknya…." Ino mulai menceritakan semuanya..

AUTHOR'S POV

FLASH BACK

BRUUUUK

"iteeeeeeeeeeee " terlihat seorang gadis kecil terjatuh karena tertabrak oleh pemuda di depannya . "sasukeeeeeeee ! sakiiiit tauuuuuu !" teriak gadis kecil itu pada pemuda yang belakangan di ketahui bernama sasuke

."eeeh ?! ino-chaaan ? gommenne ! sini biar kubantu" kata sasuke pada sang gadis yang bernama ino itu.

"kau mau ke mana siiiih ?" Tanya ino sambil menarik uluran tangan sasuke. "eeeh ? eto… aku ingin ke rumah hinata –chan hehe.." kata sasuke.

"ckckck anak-anak jaman sekarang…" kata ino yang berlagak seperti orang tua.

"eeeeh ! ino! Kau kan juga masih anak-anak !" kata sasuke sebal

"hahahaha , ya sudah sana !"Kata ino sambil tertawa.

"bye-bye inooo" teriak sasuke. "yaaaa" teriak ino.

Tapi, tiba-tiba….. "hiks hiks"

"eeeeh ? sasukeeeee ? kok cepat sekaliiii ? kau kan baru pergi beberapa menit yang lalu !"

Tanya ino, yang masih ada di sana karena menunggu neneknya yang sedang berbelanja.

"uuuh, hinata chan…hiks… dia… hiks"

"eeeeh sasukeeeee ?! tunggu !" teriak ino. Sebelum selesai menjelaskan, sasuke sudah pergi duluan,

Sambil menangis tentunya.

Ino yang penasaran pun akhirnya pergi melihat ke tempat tadi sasuke pergi. Belum beberapa lama, ino melihat Hinata sedang berciuman dengan lelaki lain.

'pantas saja' batin ino yang langsung pergi kembali ke depan toko, untuk menunggu neneknya.

Sejak saat itu, ino mulai merasakan sasuke yang mulai berubah.

Dia menjadi lebih dingin. Sejak saat itu, ino tak pernah berbicara lagi. Dengan sasuke.

END OF FLASHBACK

NARUTO'S POV

setelah ino menjelaskan semua, aku ingin berkomentar.

Tapi, ino menyela lagi."dan, naruto, kau tahu nama keluarga hinata ?"

"tentu tidak ! bertemu saja tidak pernah !" kataku. " nama keluarga hinata adalah Hyuuga., sama dengan nama keluarga neji !" jelas ino tanpa ku minta. Tapi, tunggu ! bukankah itu berarti …

"hei, ino… kau bilang tadi marga mereka sama…. Bukankah berarti mereka saudara ? tapi mengapa sasuke mau berteman dengan neji ?" tanyaku

"iya ! benar ! itu dia !sasuke mau berteman dengan neji karena, ternyata, neji juga membenci hinata… walaupun tak mudah di percaya sih… tapi itu kenyataannya… sekarang hinata sedang pergi ke amerika … dis akan pulang 3 bulan , mereka sedang membuat rencana mengerikan untuk hinata…. "

Jelas ino. Walaupun aku tak ingin tahu tentang hal ini, tapi ino memberitahuku…

Aku jadi penasaran…. "ngomong-ngomong, mengapa neji membenci hinata ?" tanyaku pada ino. "ah, masalah itu… aku juga belum tahu.." jawab ino. "oh iya, naruto, mengapa tadi kau bisa pingsan ?" Tanya ino , seakan ingin mengganti topic baru.

"eto…. Tolong jangan beritahu siapa-siapa ya… sebenarnya….., aku menderita leukemia." Jawabku pada ino.

"eeeeeh ! narutooo ! kalau begitu kenapa kau tidak berobat saja !" Tanya ino

"eto… aku hanya… tak mau membebani orang tuaku lebih dari ini… lagipula, biaya pengobatan leukemia sangat mahal. Aku mana punya uang sebesar itu … aku bisa masuk ke sekolah ini saja, karena beasiswa… jadi, tak mungkin 'kan aku memaksa orang tuaku hanya untuk kepentingan diriku…" jawabku jujur.

"naruto…"ino tiba-tiba memelukku. Aku pun balas memeluknya.

Ino memang seorang teman yang baik. Dia sangat peduli pada orang lain…

Dan, akhirnya kami pun tak masuk ke kelas sampai pulang sekolah.

Itu agar kami bisa menghindar dari sasuke.

Kami bercerita Banyak hal di UKS.

Saat pulang sekolah, aku dan ino kembali ke kelas. Terlihat kelas sudah kosong. Tak ada sasuke dkk.

'aman' batinku.

Kamipun mengambil tas kami dan menuju gerbang di depan gerbang sekolah, kami sangat terkejut karena ternyata sasuke dan teman-temannya ada di sana.

"kalian ingin mencoba menghindar dari kami ya~" kata sai sambil menarik dasiku.

"coba saja jika bisa." Sekarang giliran sasuke yang angkat bicara.

Entah kenapa, tiba tiba aku merasakan ada seuatu yang mengalir ke mulutku..

Saat ku lihat, ternyata, aku mimisan ! "naruto !" terik ino panic. Tiba-tiba, sai langsung melepaskan peganganya dari dasiku.

Aku pun terjatuh.

"naruto, kau tak apa-apa ?" Tanya ino panic sambil mengeluarkan saputanganya dan menghentikan mimisanku.

"daijobu desu" jawabku menenangkannya.

"hah ! apaan tuh ! padahal belum di apa-apain , udah mimisan duluan ! " teriak gara sambil mencemooh ku.

"diam kalian ! kalian tak tau ya ! naruto itu terkena leu" sebelum ino selesai bicara, aku langsung mencubit tangannya. "ino-chan!" bisikku.

"biar saja naruto ! mereka tidak boleh menindasmu ! jika mereka menindasmu terus, bisa-bisa kau mati tau ! bisa saja, nanti saat mereka menindasmu, kau pingsan lagi, dan tak ada siapa-siapa yang akan menolongmu !" jawab ino sambil berteriak pada mereka. Sepertinya ino sangat marah sekarang.

"ho, jadi kalian punya rahasia ya.. " kata sasuke.

"beri tahu aku !"bentak sasuke. " tidak, mengapa kami harus memberitahu rahasia kami padamu sasuke " jawabku sesopan mungkin.

"karena apa katamu ?! ya tentu saja karena aku tidak menyukai kalian, dan aku harus tau rahasia kalian agar bisa memanfaatkanya untuk menghancurkan kalian !" teriak sasuke.

"mengapa kau tak menyukai kami ?" Tanya ku pada sasuke.

"karena, kalian telah melanggar salah satu peraturan yang ada. Yaitu, tak ada orang yang boleh membicarakan tentang kami, khususnya sasuke." Jawab sai.

"jadi, kami akan memberikan kalian sedikit pelajaran~" sahut gaara.

Kulihat mereka mendekat ke arah kami. Kami langsung bangun dari posisi kami, dan berjalan mudur.

Aku memegang erat tangan ino. Saat posisi kami sudah mentok, hanya satu yang bisa kami lakukan.

Aku langsung menggendong ino ala bridal style dan langsung lari. "HUWAAAA! Narutoooo ! apa yang kau lakukan hah !" teriak ino sambil memeluk leherku . "lari ! apa kau mau di bully mereka habis-habisan !" jawabku dengan berteriak juga.

"HOI ! jangan berani lari kalian !" teriak gaara, yang sepertinya mengejar kami. Aku menambah kecepatanku. Sampai akhirnya dia tak terlihat lagi. Aku pun menurunkan ino. "hah capek juga ya" kata ku padanya dengan napas tersengal-sengal.

"hei,naruto, kau tak apa ?" Tanya ino yang tampaknya cemas. "ah, tidak"jawabku.

"ya sudah, biar kau ku antar pulang saja." Tawar ino. "ah, baiklah" jawabku, yang jujur, sangat kelelahan ini.

Lalu ino pun menelepon seseorang, yang sepertinya supirnya.

Tak lama kemudian datanglah mobil milik pun meminta alamat rumahku dan memberinya pada supirnya.

AUTHOR'S POV

Mobil ino mulai pergi. Mereka bercanda sambil menunggu sampai di rumah naruto, tanpa mengetahui apa yang menanti mereka besok…

TBC

AUTHOR'S NOTE

Gommen, kalau di sini kebanyakan scene naru sama ino… tapi, mereka Cuma bakal jadi temen kok terus,maaf juga ya kalo misalnya alurnya kecepetan, soalnya carens bikin ini terburu-buru banget… carens takut ketahuan mama… jadi bikinnya ngumpet-ngumpet deh, tapi,, chapter depan, carens janji bakal perbaikin alurnya kok

Hehe… BTW thx ya udh mau baca chp ini.

See ya!