Disclaimer : BLEACH © Tite Kubo
WARNING! Typo(s), OOC, Gaje, Crack Pairs, Alur dan Konflik yang tak jelas serta Penempatan tanda baca yang tidak sesuai, dan banyak sekali kesalahan-kesalahan lainnya.
LOVE
.
.
.
.
Sudah satu jam lamanya Orihime berada di ruangan itu, namun sepertinya ia masih harus menunggu lebih lama untuk segera bertemu dengan gadisnya itu. Apa yang sebenarnya yang sedang Ukitake-Soutaichou dan Orihime diskusikan saat ini?
Renji dan Toushiro yang sedang duduk mengapit Kapten tampan itu saling memandang, heran. Meski raut wajahnya nampak dingin dan tanpa ekspresi apapun namun keduanya tahu benar bahwa pria keturunan bangsawan ini sedang cemas, khawatir dan tidak sabar untuk segera bertemu kembali dengan sosok gadis yang pernah menyelamatkan hidupnya itu.
"Ia akan segera keluar, Kuchiki-Taichou."
Byakuya melirik dingin pada sosok Kapten berambut jabrik disampingnya, sial! Bahkan tatapannya lebih dingin dari Bankai yang ia miliki. Kekasih Rangiku itu kemudian menutup mulutnya rapat-rapat, tak ingin membuat rekan sejawatnya itu murka, namun berbanding terbalik dengan ekspresi Renji Abarai, pemuda nyentrik itu malah tertawa terbahak melihat Toushiro yang menutup mulutnya seketika ketika mendapat lirikan dingin sang Kapten.
Byakuya sendiri tak memahami, bagaimana bisa Abarai dan Hitsugaya bisa berada di tempat ini bersamanya. Ia menghela napas panjang kemudian mengeluarkannya, "Kau bisa menutup mulutmu, Abarai?"
Pfft.
Renji menutup mulutnya rapat. Kali ini Toushiro menyeringai penuh kemenangan, memandang Renji yang melipat kedua tangannya di depan dada, kesal.
"Sebenarnya, mengapa kalian berada di sini? Tidakkah kalian memiliki urusan lain selain mengurus urusanku?"
"Orihime-chan yang meminta kami menemanimu, Kuchihi-Taichou! Ia tahu benar bahwa kau akan bosan menunggu, itu mengapa kami berada di sini."
Lagi-lagi suami mendiang Hisana itu menghela napas panjang, Orihime meminta mereka menemaninya? Apa yang dipikiran gadis itu sebenarnya?
"Katakan padaku, Kuchiki-Taichou!"
"Huh?" Byakuya mengalihkan pandangannya pada sosok Kapten yang kini tingginya hampir menyamai tinggi Renji itu.
"Kau mencintainya."
Hening. Tak ada sahutan, Renji yang terkenal berisik itupun kini tampak diam, memperhatikan kedua pria yang menjabat sebagai Kapten itu, tak ingin menyela pembicaraan keduanya. Ia cukup tahu diri untuk tidak bergabung ke dalam pembicaraan ini dan lebih memilih untuk menenggak Sake-nya.
"Kau harus jujur dengan perasaanmu, Kuchiki-Taichou." Toushiro tersenyum penuh arti kemudian menunjuk pintu dimana Orihime dan Ukitake keluar, keduanya nampak akrab dan senyum nampak pada gadis Inoue dan Soutaichou itu.
Byakuya mengikuti arah dimana jari Toushiro menunjuk gadisnya, benarkah ia mencintainya?
"Toushiro-kun, Byakuya-kun, Renji-kun…!" pekiknya, ia melangkahkan kaki jenjangnya cepat untuk menghampiri ketiga pria berlainan warna rambut itu, senyumnya merekah ketika sampai di hadapan sang kekasih, "Aku akan bekerja dengan Unohana-Taichou dan aku tidak akan merepotkanmu lagi karena aku akan tinggal di divisiku nanti, kau tidak perlu khawatir! Aku akan bekerja keras dan membuktikan padamu bahwa aku layak untuk bersanding bersamamu." Ujar gadis itu menggebu, ia menyunggingkan senyuman cerianya, sementara Ukitake tersenyum lembut menatap pasangan baru di Soul Society itu.
"Abarai! Ikut aku!" Toushiro menarik tangan Letnan Abarai untuk mengikuti Ukitake yang terlebih dulu meminta mereka untuk mengikutinya, menyisakan Orihime dan Byakuya yang berdiri berhadapan.
"Ta…ta… tapi, Kapten!"
"Ukitake-Soutaichou meminta kita untuk masuk ke dalam ruangannya." timpal Toushiro, tak mau lagi mendengar ocehan Letnan berambut merah menyala itu.
Melihat kepergian keduanya, Byakuya menghela napasnya panjang, "Kita pulang."
"Tapi bagaimana dengan Renji-kun dan Toushiro-kun?"
"Ukitake-Soutaichou menunggu kalian!" suara berat Byakuya membuat Renji mendengus dan memicingkan matanya pada sang Kapten, "Ada masalah, Abarai?"
Pemuda itu menggelengkan kepalanya dan bergegas mengikuti Kapten Hitsugaya yang terlebih dahulu meninggalkannya untuk menemui sang pemimpin Soul Society yang baru, ia benar-benar penasaran dengan pembicaraan apa yang akan dibahas oleh sepasang kekasih itu, namun enggan karena melihat ekspresi sang Kapten yang sedingin es itu, benar-benar menyebalkan.
Orihime terkekeh melihat polah tingkah wakil Byakuya yang unik itu, ia memandang Renji mulai menjauh dan kemudian mengalihkan pandangannya pada sosok tinggi dan rupawan di sampingnya. "Satu masalah telah selesai, selanjutnya menyelesaikan urusan dengan anggota klan Kuchiki, apa semua akan baik-baik saja?"
Baik-baik saja?
Hal yang tak bisa dijanjikan Byakuya padanya, ini adalah kedua kalinya ia akan melanggar janjinya pada orangtua dan klan miliknya, pemimpin macam apa dirinya sebenarnya, namun ia benar-benar telah menyerahkan hati dan jiwanya pada gadis penyembuh ini, ia tak ingin ia disakiti siapapun, bahkan dirinya, telah banyak yang Orihime korbankan demi hidupnya, jika harus melanggar janjinya pun, akan ia lakukan.
Perlahan ia mengangkat jemarinya, mengusap lembut pipi sang gadis, "Kau percaya padaku, 'kan?"
Orihime menyunggingkan senyum cerianya dan mengangguk.
Jika Byakuya berada di sampingnya maka tidak ada satupun hal yang membuatnya ketakutan, ia akan berjuang untuk dapat diterima dalam klan orang yang ia cintai, ia tidak akan menyerah begitu saja, karena ia tahu bahwa Byakuya akan selalu ada untuknya.
=L=
Kuchiki Mansion
Orihime mengerucutkan bibirnya. Gadis itu benar-benar menggemaskan dengan ekspresinya saat ini. Sementara itu Byakuya dengan tenang menyesap tehnya tak peduli saat ini Orihime tengah merajuk.
Setelah sampai di Mansion keluarga Kuchiki, banyak hal yang mereka bicarakan hingga akhirnya menghasilkan keputuan bahwa Byakuya melarangnya untuk tinggal di barak Divisi 4, bagaimanapun juga ia tidak ingin jauh-jauh dengan sosok cantik di depannya, ia ingin ia datang ke Divisi 4 jika dibutuhkan saja, ia calon Nyonya Kuchiki, banyak yang harus ia pelajari sebagai istri bangsawan, sebagai istri ketua klan dan ia tak ingin ia menjadi pusat perhatian dari pria-pria di Divisi lain seperti Kyouraku atau bahkan Zaraki Kenpachi, padahal dia tahu benar bahwa Kapten nyentrik itu tengah menjalin hubungan dengan Unohana Taoichou.
"Tapi aku akan sangat bosan. Kau akan sibuk dengan pekerjaanmu, begitupun juga dengan Rukia-chan dan Ran-chan. Lalu bagaimana denganku?"
Pria berambut sebahu itu menghela napasnya, "Keputusanku tidak bisa berubah. Rukia akan membantumu untuk mempelajari semua hal tentang tata krama menjadi seorang bangsawan…" Byakuya terlihat berpikir sebentar.
"Byakuya-kun?"
"Dan mungkin salah satu bibiku akan membantu. Kau. . . . tidak perlu mendengarkan jika ia mengatakan sesuatu yang tidak berkaitan dengan pelajaranmu. Apa kau mengerti?"
Orihime terdiam. Apa ada masalah? Apa keberadaannya di dalam klan Kuchiki tidak disambut hangat oleh anggota keluarga pria dihadapannya ini?
Ah! Orihime kau benar-benar bodoh?! Apa yang kau harapkan? Tentu saja mereka tidak akan menerimamu begitu saja! Kau dari kalangan biasa, manusia semasa hidupmu sedangkan pria di sampingmu, pria yang sekarang menguasai hatimu ini adalah sosok pria bangsawan dan Shinigami.
"Kau melamun!"
Byakuya menatapnya tajam, "Jangan biarkan dirimu dikuasai oleh pikiranmu sendiri! Jangan menduga-duga! Kau akan menyakiti hatimu sendiri!"
Lagi, gadis itu mengerucutkan bibirnya, mengambil langkah menjauh dari Byakuya yang duduk dengan tenang melihat tingkah polah gadisnya itu, Orihime mendudukkan tubuhnya pada futon yang sudah tergelar rapi di tengah ruangan, "Aku mau tidur. Selamat malam, Byakuya-sama! Jangan lupa matikan lilinnya!"
Gadis itu segera menarik selimut dan tidur, memejamkan matanya, berusaha tak mempedulikan kehadiran sosok tampan itu, Esok akan menjadi hari yang melelahkan untuknya.
"Pergilah! Kau harus ke Divisimu besok!" Perintah Orihime Inoue pada sang kekasih.
Benar-benar gadis yang aneh!
Byakuya beranjak dari tempatnya duduk, mendekati gadisnya dan…
"Byakuya-kun, apa yang kau lakukan?!"
Histeris, Orihime menarik selimut yang berusaha ditarik oleh Byakuya dan mendudukkan tubuhnya.
"Bahkan kau sudah histeris seperti ini karena ku goda! Bagaimana reaksimu jika aku benar-benar melakukannya padamu?" bisik Byakuya dan menarik tubuh mungil gadis itu dalam dekapannya, kedua mata gadis itu terbelalak, tubuhnya kaku karena kata-kata yang diungkapkan oleh Byakuya padanya saat ini.
Byakuya kemudian melepaskan dekapannya dari Orihime, "Tidurlah Hime! Selamat malam."
Pria itu menyunggingkan seringaian penuh kemenangan, hal yang tidak mungkin ia lakukan beberapa minggu yang lalu, sebelum gadis ini benar-benar membuatnya hatinya 'terisi' kembali.
Selamat malam, Hime…
…
"Byakuya-sama?"
Salah satu pelayan keluarga Kuchiki menganggukkan kepalanya pada sosok wanita paruh baya yang terlihat tidak suka pada informasi yang diberikan oleh pelayan yang ia percaya, ia mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.
Bagaimana bisa keponakannya itu melakukan hal yang memalukan klan Kuchiki berkali-kali?
Menikahi gadis Rukongai, mengangkat adiknya ke dalam klan dan kali ini akan kembali menikahi wanita yang sejatinya adalah Manusia, Manusia yang seharusnya dilahirkan kembali selepas kematiannya. Bagaimana keponakannya itu berbuat tak bertanggung jawab?!
"Ini tidak bisa dibiarkan! Apa dia telah melupakan sumpahnya pada makam kedua orang tuanya dulu?!"
"Beliau berjanji tidak akan melanggar aturan keluarga Kuchiki lagi."
"Kau benar, Imari!" ungkap wanita itu, "Kita dari ras roh dan dia? Dia hanya seorang wanita biasa, wanita cengeng yang butuh perhatian."
"Ta…tapi…"
"Aku harus bertindak secepatnya! Ginrei-sama harus mengetahui ulah apa yang dilakukan oleh cucu kesayangannya saat ini."
=L=
"Apa ada yang bisa kami bantu lagi, Orihime-sama?"
Orihime-…Sama?! Sufiks yang tak pernah ia bayangkan akan ia sandang sebelumnya, melihat bayangan dirinya pada cermin ia tersenyum lembut pada pelayan yang telah membantunya untuk mandi dan berpakaian juga menata rambutnya.
Segala protokoler yang harus ia jalanin sebagai calon menantu bangsawan, padahal ia sudah terbiasa hidup mandiri dan melakukan apapun sendiri, "Terima kasih, tapi kalian boleh pergi sekarang."
"Baiklah Orihime-sama, jika anda memerlukan apapun segera panggil kami!"
Orihime mengangguk.
"Dan Byakuya-sama juga Rukia-sama tengah menunggu anda di ruang makan, sebaiknya anda segera menuju ruang makan!"
"Baiklah."
Ahhhh~ Byakuya! Bagaimana ia bisa…?
Tiba-tiba wajahnya memerah mengingat kejadian semalam, pria itu! bagaimana bisa ia menggodanya sedemikian rupa?! Bagaimana bisa ia memandang mata pria itu setelah kejadian semalam?
Bahkan aroma papermint yang menyeruak dari tubuhnya tak bisa begitu saja hilang dari ingatannya.
Arghhhtttt!
Orihime menggelengkan kepalanya, berusaha untuk menghilangkan pikiran-pikiran 'aneh' yang mulai 'menyerangnya'.
"Orihime-sama…"
"Yyaa…?!"
"Mari…" pelayan mempersilahkannya untuk keluar, entah sejak kapan pintu yang setahunya tadi tertutup menjadi terbuka, euh… jadi ia telah cukup melamun tadi.
Semburat merah kembali menghiasi gadis itu.
Oh Byakuya-kuchiki, andai kau tahu apa yang telah kau perbuat pada gadismu…
…
Derap langkahnya terasa berat untuk memasuki ruang makan, ia sudah berada di ambang pintu dan dapat ia lihat dua sosok yang sedang menyesap the mereka, ingin rasanya ia membalikkan badannya dan pergi.
"Byakuya-sama, Orihime-sama sudah tiba."
Seorang pelayan yang seringkali membantunya sejak kedatangannya di Kuchiki Mansion ini dengan ceria mengumumkan kedatangannya pada Byakuya dan Rukia, Rukia tersenyum cerah, "Ayo duduk! Kami telah lama menunggumu."
Tak mampu lagi untuk menghindar, Orihime berjalan tertutunduk, gadis cantik itu mengambil tempat duduk di samping sahabat, "Se-Selamat pagi, Rukia-chan! Byakuya-kun."
"Selamat pagi Orihime-chan!"
"Hn." Jawab Byakuya singkat yang secara otomatis membuat gadis itu mendongakkan kepala. Tak ada ekspresi berarti dari pria Kuchiki itu, membuat Orihime sedikit kecewa karena sepertinya pria yang lebih tua darinya itu telah melupakan peristiwa yang terjadi diantara mereka semalam.
Kau benar-benar pria yang menyebalkan, Byakuya Kuchiki-sama!
"Sebaiknya cepat makan makananmu, Orihime-chan! Kita akan memulai pelajaran pertamamu setelah sarapan."
Bisakah kita lewatkan saja segala urusan tentang pelajaran kebangsawanan ini?
Namun, Orihime hanya bisa menyimpan itu dalam hatinya, "Baiklah." Ia mengangguk lemah dan segera memakan makanan yang sudah dihidangkan oleh pelayan-pelayan klan Kuchiki.
"Mi…Miyako-sama! Tolong, hentikan! Byakuya-sama, Rukia-sama dan Orihime-sama tengah menikmati sarapan mereka."
"Jadi aku mengganggu mereka sementara ini adalah rumahku juga."
Pelayan itu terdiam. Tak mampu menjawab perkataan wanita paruh baya itu. Miyako Kuchiki, saudara jauh dari Ginrei Kuchiki, kakek Byakuya kini tengah menatap tak suka pelayan yang hanya mampun menundukkan kepalanya, tak berani memandang wajahnya yang sedikit errr, menyeramkan.
"Byakuya-sama!"
Ketiga sosok yang tengah menikmati lezatnya makanan itu mengalihkan perhatiannya pada Miyako.
"Miyako Obaa-san."
"Ijinkan saya untuk mengajarinya tentang keluarga bangsawan seperti kita, Byakuya-sama."
Rukia menatap horror pada wanita ini, ia tahu benar perangai buruk wanita tua ini.
Cihhh! Apalagi yang akan diperbuat wanita tua jelek ini?!
"Tapi Sayuri Oba-san dan Rukia akan mengajarinya, jadi Obaa-san tidak perlu khawatir akan hal itu."
"Benarkah demikian?! Tapi, sayang sekali karena Sayuri harus menangani beberapa urusan klan untuk saat ini, jadi yang mampu untuk mengambil alih urusan ini adalah saya."
Wanita licik ini!
Rukia berusaha mati-matian untuk mengendalikan emosinya, wanita ini benar-benar membuatnya kesal! Ia yakin benar bahwa wanita tua ini sedang merencanakan sesuatu yang buruk pada hubungan kakaknya dan Orihime.
Ia memandang sang kakak memelas.
Ku mohon! Jangan terima ide ini Nii-sama!
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Hola?!
I'm back! Finally Bleach mencapai endingnya di chapter 686. Sungguh membahagiakan bahwa kapal saya berlayar, meskipun sebenarnya tak jadi masalah jika Orihime berakhir bersama Uryuu atau Byakuya hahaha.
Arghhtt! Kazui sangat imut, Ahhhh Ichika! Benar-benar cerminan dari Rukia dan Renji.
*Oops terlalu banyak ngomong*
Well terimakasih telah setia menunggu fiksi ini, walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini xD.
Apa yang akan terjadi di chapter depan pada our lovely lady?
Let's wait and see…!
ENJOY^^
