Thank being born Yixing!

Sudah seminggu, Lay menghitung hari sejak Luhan pergi meninggalkannya. Benarkah Luhan semarah ini dengannya sehingga sanggup tidak menjumpainya. Pikir Lay putus asa. Lay menimbang ingin menghubungi Luhan, tetapi ia terlalu pengecut untuk menyadari kesalahannya. Sungguh, inilah yang ditakutkan Lay. Menjadi penyebab kesedihan Luhan. Luhan sudah cukup menerima segala kesedihan dunia. Ia ingin Luhan dan dia bahagia menjalani hidup selanjutnya. Saling menyayangi layaknya sebuah keluarga. Yang tidak mereka dapatkan dari kecil.

Semua berjalan sesuai dengan harapan Lay, ketika Luhan bahagia menjalani hidup yang di berikan Lay dengan mati matian.

" Aku suka membaca, tapi semua buku di perpustakaan kota sudah selesai kubaca. Aku tidak punya uang untuk membeli buku." Cerita Luhan ketika Lay bertanya mengapa dia berwajah murung pada hari festival anak.

" Baiklah kalau kau suka membaca, aku akan menjadi penulis cerita untuk kau baca." Lay berkata seakan dia yakin bisa menyenangkan Luhan.

" Benarkah? Apa kau bisa menulis?." Tanya Luhan tidak yakin

" Bisa. Aku akan belajar demi dirimu." Jawab Lay

Lay hanya memiliki tekat yang kuat, apa yang ingin ia dapatkan akan ia kerjakan dengan bersungguh-sungguh. Demi keinginan membaca Luhan yang tinggi. Lay pun belajar menulis dan mencari ide. Lay sang penulis yang tidak pernah memberikan cerita dongeng untuk Lay terus berusaha hingga tidak terasa banyaknya karya yang dia ciptakan hanya untuk teman baca Luhan. Lay menulis tentang kehidupan, tentang ramainya kota, indahnya perdesaan hingga cerita tentang dia dan Luhan sang anak panti.

Luhan menjadi terbiasa menilai karya Lay. Tidak semua karya Lay lolos di bawah pengawasan Luhan. Beberapa karyanya yang sesungguhnya hanya untuk menjadi teman suntuk Luhan menjadi bahan ujian Luhan. Luhan banyak mengoreksi hingga karya tersebut kembali di buat Lay menjadi bagus. Luhan jugalah yang diam diam mengirimkan karya Lay ke penerbit.

" Yixing, kalau kau diberikan kesempatan untuk menamai dirimu nama apa yang akan kau pakai?." Tanya Luhan ketika mereka bersandar santai di atas batang pohon besar.

" Lay mungkin." Jawab Lay asal

" Kenapa Lay?." Tanya Luhan penasaran

" Lay bisa juga artinya syair. Aku ingin seperti syair." Jawab Lay serius

" Bagus juga." Kata Luhan pendek

Luhan pun mengirimkan naskah-naskah karya Lay menggunakan nama yang diinginkan Lay. Alasan Luhan satu. Jadilah seorang yang baru untuk memulai hal yang baru Yixing.

Lay memang berbakat. Beberapa naskah nya lolos di tangan penerbit dan diterbitkan menjadi sebuah novel. Di jual dalam ribuan eksemplar dan menjadi best seller. Lay tidak akan menduga jalan hidupnya benar-benar menjadi seorang penulis. Luhan lah sosok dibalik semua kehidupan Lay yang sekarang. Tanpa Luhan mungkin sampai kini mereka masih bermimpi menciptakan masa depan.

Lay rindu Luhan.

Luhan cepatlah kembali. Pinta Lay

...

Kembali ke kafe yang sama. Lay melirik sekelilingnya berharap pemuda yang dikatai nya sinting kemarin tidak mendatanginya. Ia melihat sudut pojok tempatnya menulis masih kosong. Ia pun segera melangkah kesana dan bersiap bertempur kata di laptopnya. Tumben dia tidak ada. Pikir Lay.

" Mau pesan apa?." Tanya ramah seorang pria berkulit agak coklat sehingga giginya terlihat sangat putih.

" Aku tidak tahu nama kopi itu biasa aku dituangkan langsung oleh pelayan bernama JunMyeon." Jawab Lay.

" A-Apa pelayan JunMyeon? Haha dia pemilik sekaligus boss kami sebenarnya. " kata lelaki berkulit coklat itu

" Ha? Bos?! Oh maaf aku tidak tahu." Lay merasa tidak enak

" Haha tidak apa. Baiklah sepertinya aku tahu kopi apa yang kau maksut. Pasti kopi racikan boss. Akan ku ambilkan." Lelaki tan itu pergi meninggalkan Lay yang terbengong.

Pantas saja dia memberiku hutang sehari kemarin. Teringat Lay.

...

JunMyeon mengendarai mobilnya sesekali melirik kanan dan kirinya. Memeriksa jam di mobilnya. Hari ini agak kesiangan dia menuju kafenya. Dia berharap Yixing sang penulis galak sudah ada di kafenya. Entah mengapa, ia merasa sangat bahagia bila melihat sosok Yixing di dalam kafenya. Lelaki dengan wajah lembut dan tatapan mata yang kosong. Sering lupa waktu bila sudah berhadapan dengan laptopnya. JunMyeon senang melihat Yixing mengerjakan tulisannya dari jauh. Mengantar kopi panas baru bila terlihat kopi Yixing yang telah mendingin. Didalam hidupnya JunMyeon memang banyak melintas banyak wanita. Tetapi belum ada seorangpun yang di undang singgah dalam hatinya. JunMyeon memang tidak tertarik dengan wanita.

Setelah mengambil parkiran tidak jauh dari kafenya. JunMyeon melangkah keluar dengan harapan si lelaki muka lembut yang galak itu sudah ada didalam. Pandangannya teralih melihat dua laki-laki yang sepertinya sepasang kekasih yang sedang berbicara. Laki laki yang lebih rendah terlihat wajahnya sedikit murung menahan beban. Sedangkan pria yang lebih tinggi menatapnya dengan tatapan penuh kasih sayang.

" Betul kau tidak mau ikut masuk sayang?." Tanya pria yang lebih tinggi itu

" Tidak. Aku akan menunggu saja disini. Cepat beli yang kau mau setelah itu kita pergi." Jawab pria yang lebih rendah.

JunMyeon masuk mendahului pasangan itu menuju kafenya. Langsung menyapa hangat karyawannya dan melihat sudut ruangan. Ah sosok yang didamba nya memang telah ada disana. JunMyeon menuju mesin kasir.

" Biar aku saja yang menjaga. Kau bisa membantu Jongin. Hari ini sangat ramai." Kata JunMyeon pada lelaki bermata bulat yang menjaga kasir.

" Baiklah bos." Jawab lelaki bermata bulat itu.

" Baik pesan apa? Kami punya beberapa kopi dengan rasa baru, ingin mencoba?." Tanya JunMyeon

Rupanya pria tinggi yang di jumpainya di luar.

" Bubble tea. Satu topping mocca, satu topping ice cream vanilla." Jawab lelaki tinggi itu dingin

" Baikla. Tunggu sebentar." Jawab JunMyeon masih dengan senyum nya.

Lelaki dingin itu menjawab dengan membelakangi JunMyeon dan melihat suasana kafe. Matanya yang tajam tertuju pada sosok disudut ruangan.

" Yixing." Ucap pria tinggi itu pelan.

JunMyeon yang rupanya mendengar ucapan pria tinggi itu mengikuti pandangannya. Ya memang yang disebutnya adalah pria Zhang Yixing, pria lembut yang galak itu. JunMyeon yang penasaran langsung bertanya pada pria tinggi itu.

" Kau mengenal Yixing?." Tanya JunMyeon

Pria tinggi itu menoleh kebelakang melihat JunMyeon dengan tatapan dinginnya seakan menilai.

" Seharusnya aku yang bertanya padamu bagaimana kau tahu namanya." Jawab dingin pria tersebut.

" Ya-ya tentu. Aku teman nya." Jawab JunMyeon sangsi

" Benarkah? Setahuku dia tidak mempunya teman. Apalagi yang seperti kau." Ujar lelaki dingin itu

" Seperti aku? Apa maksutnya?." Tanya JunMyeon mulai terganggu

" Ya jenis-jenis metropolitn sepertimu bukan jenis teman yang dipilih Yixing untuknya." Jawab pria dingin itu lagi.

" Asal kau tahu saja aku dan dia sedang menjalin hubungan." Jawab JunMyeon tanpa berpikir lagi. Hati dan pikirannya telah panas mendengar ucapan pria dingin itu.

" Apa? Hubungan? Haha tak kusangka dia munafik juga." Pria dingin itu tertawa dengan tatapannya yang dingin.

" apa maksutmu mengatai dia munafik. Bukannya pacarmu juga seorang laki laki?. Sudah ini pesananmu. aku malas melihat tatapan matamu itu." JunMyeon memberikan pesanan pria itu dengan membalas tatapan dingin pria itu.

Setelah kepergian pria dingin itu, JunMyeon melihat Yixing. Mengapa ada orang yang sanggup mengatainya munafik. JunMyeon iba melihat Yixing yang masih menatap laptopnya dengan tatapan lembut.

Sehun masuk kemobilnya menutup pintu mobil dengan sedikit kasar. Wajahnya yang dingin terlihat kesal. Luhan yang menunggu disampingnya terkejut melihat prilaku Sehun yang tiba-tiba.

" Kau kenapa?." Tanya Luhan

" Maaf. Aku tidak apa-apa sayang. Ini minuman mu ayo kita pergi." Sehun menghidupkan mobil meninggalkan kafe itu.

Sehun berpikir Luhan tidak sebaiknya tahu ia melihat Lay di dalam kafe itu dan pernyataan bahwa Lay kini tengah menjalin hubungan dengan pria. Sehun tidak ingin Luhan kembali memikirkan Lay, kembali kerumah Lay dan meninggalkan Sehun.

...

Lay masih mengerjakan tulisannya dan handphone nya berbunyi. Ternyata alarm. Ya Lay kini menyetel alarm agar dia tahu waktu berhenti menulis di kafe itu. Sudah saatnya sampai disini dulu. Ucap Lay dalam hati. Ia mematikan laptopnya dan melihat sekeliling. Masih ada beberapa orang ia bukan yang terakhirnya lagi berada disana. Lay pun menuju mesin kasir berniat membayar.

" Berapa? Meja no 07." Tanya Lay pada penjaga kasir.

" Ini bill nya." Jawab ramah pria bermata bulat pada Lay.

" Ini. Kembalian nya ambil saja. Terimakasih." Ujar Lay

" Terimakasih kembali. Sampai berjumpa lagi." Ucap pria bermata bulat itu

Lay pun melangkah keluar. Tas ranselnya yang hanya berisi laptop itu bergoyang goyang di punggungnya. Lay menutup matanya membuka kedua tangannya seakan memeluk udara. Ritual menjadi unicorn nya sedang terjadi.

" Hai. Kok cepat pulangnya?." Ucap JunMyeon mengagetkan Lay.

Lay yang menyadari posisinya yang aneh langsung menurunkan kedua tangannya. Menatap JunMyeon dengan tatapan kesal.

" Ya aku capek. Jadi ingin pulang lebih awal." Ucap Lay sambil meninggalkan JunMyeon

" Tadi kau kenapa? Kau mau peluk siapa? Apa kau ingin memeluk ku?." Yanya JunMyeon yang berlari kecil mengejar Lay.

" Kenapa kau sangat cerewet dan ingin tahu sekali. Pergilah sana aku mau pulang." Ujar Lay

" Aku akan mengantarkanmu pulang. Kalau kau mau aku tidak akan banyak bertanya lagi. Aku janji." Teriak JunMyeon.

Lay menghentikan langkahnya. Menimbang. Rasanya tidak apa-apa dia diantar pulang toh mereka berdua laki-laki. Tidak akan mungkin terjadi apa-apa. Lagian postur tubuh JunMyeon tidak terlalu besar hingga bila terjadi apa-apa pasti Lay bisa menjaga dirinya sendiri. Daripada dia terus-terus bertanya pertanyaan yang konyol. Pikir Lay.

" Baiklah. Aku setuju. Ingat tepai janjimu."

JunMyeon mengerakkan tangannya yang seperti mengunci mulutnya dan tanda janji di jarinya.

...

TBC

Makasih buat para guest yang terus reviews ^^

varokah hidup kalian heheh ^^

akuaXing10 sama aku juga mewek baca persahabatan mereka hiks beberapa kejadian dari kejadian asli mereka ^^

Luhan terimakasih udah pernah jaga Yixing ^^

Oh iya selamat buat lope lope kesayangan Zhang Yixing aka Lay aka our unicorn yang MV SOLO What U Need nya udah tembus 2M views dalam 2hari! ^^

terus reviews ya kurang silap agar aku bisa membetulkannya ^^

jangan capek bacanya yah.. Terimakasih sekali lagi semua nya ^^