Thank Being born Yixing

Please be Healty

3

Bukankah kehidupan hanya terdiri dari dua bagian? Kebahagiaan dan kesedihan. Tidak ada seorangpun hanya mendapatkan kebahagiaan tanpa pernah merasakan kesedihan begitu pula sebaliknya. Hanya diri sendiri, sebagai pengatur kadar kebahagiaan dan kesedihan tanpa kita sadari sendiri.

Lay membantu Baekhyun mencuci piring bersama. Dibelakangnya disadarinya orang-orang saling berbisik. Lay sudah sangat kebal dengan hal seperti ini. Dia dulu pernah lebih mengalami hal yang lebih menyedihkan daripada sekedar dibicarakan orang dibelakang. Baekhyun tampak agak sedikit menjadi pendiam. Lay menahan semua perasaannya menekan pisau yang sedang dibersihkannya sehingga jari dan tangannya berdarah. Chanyeol, Jongdae dan Minho masih asyik berbisik-bisik.

" Bukannya tadi Siwon Hyung mengatakan dia pacar JunMyeon?." Tanya Chanyeol memastikan

" Apa? Dia pacar JunMyeon? Tapi kenapa dia?." Tanya Jongdae menunjuk punggung Lay

" Mana ku tahu. Mungkin benar juga kata orang kalau kadang penulis itu menulis kebalikan dari hidupnya sendiri." Ujar Minho sok tahu.

" Sudah! Aku katakan ya, aku bukan pacar JunMyeon. Bahkan aku baru kenal dia beberapa hari ini. Dan-dan kalian berhenti mengomentari diriku sekarang." Ucap Lay

Chanyeol, Jongdae dan Minho, terdiam melihat Lay yang tiba-tiba mengeluarkan suara. Bahkan Baekhyun yang semula berada agak jauh dari Lay beringsut mendekati Lay.

" Kalian dengar apa kata dia?. Kalau kalian tidak juga diam mengomentari hidupnya aku akan memasukkan lobak ini kedalam mulut kalian masing-masing." Ancam Baekhyun.

" Memang dia bukan pacarku. Tapi aku mencintainya. Ayo Yixing kita pergi dari sini." JunMyeon menarik tangan Lay keluar menuju mobil.

JunMyeon mengendarai mobilnya dalam diam. Lay pun turut larut dalam diam.

" JunMyeon. Maafkan karena aku family time kalian berantakan." Ucap Lay

" Tidak apa. Aku yang memaksa kau untuk ikut kesini. Seharusnya aku yang minta maaf padamu. Maafkan kelakuan adik dan rekanku." Ucap JunMyeon.

" Tidak, memang harus aku yang minta maaf." Ujar Lay lagi

" Kau tahu, itulah menariknya jika kau mencintai orang yang satu jenis denganmu. Kalian akan berebut saling minta maaf karena menilai itulah tanda sebuah gantleman." Ucap JunMyeon

" Bisakah kau berhenti mengucapkan mencintai kepadaku?." Pinta Lay

" Ani. karena aku benar mencintaimu." Jawba JunMyeon

" Kau tahu, cinta itu takkan pernah terjadi." Ucap Lay

" Maksutmu?." Tanya JunMyeon

" Simpan kembali cintamu padaku JunMyeon. Karena aku tidak akan membalas cinta itu.

" Simpan kembali perkataanmu. Bahkan, aku belum berusaha kau sudah menolakku." Ucap JunMyeon percaya diri.

Laki laki yang berada tepat disebelah Lay ini. Menyatakan cinta tapi menolak untuk menerima jawaban yang menyakitkan. Bukankah memang begitu cinta seperti burung yang jinak. Meminta untuk ditangkap tapi menolak untuk dilukai.

" Kenapa kau pucat sekali?." Tanya JunMyeon khawatir.

" Entahlah. Mungkin karena darahku ini daritadi tidak juga berhenti." Ucap Lay sambil menunjukkan tangan dan jarinya yang penuh luka

" Kenapa dengan jarimu?." Tanya JunMyeon panik melihat darah segar menghiasi jari hingga tangan Lay.

" Tadi aku cuci piring mungkin terlalu bersemangat jadi begini." Ucap Lay acuh

" Kita kerumah sakit." Ucap JunMyeon

" Tidak. Aku hanya ingin pulang." Ucap Lay

" Apakah aku tampak seperti orang yang akan membiarkan orang yang aku cintai mati di hadapanku sendiri?." Tanya JunMyeon.

Lay hanya melihat wajah panik JunMyeon dibalik konsentrasinya mengemudi. Lay mengenal ekspresi itu. Itu adalah ekspresi Luhan yang selalu mengkhawatirkannya. Ekspresi orang yang benar-benar tulus mencintainya.

" Aku rindu Luhan." Ucap Lay pelan sebelum matanya tertutup dan tangannya yang masih berdarah itu jatuh di di samping badannya.

" Yixing. Bertahanlah." Pinta JunMyeon yang tambah cemas melihat keadaan Lay.

...

Cinta tak tertangkap oleh mata, tapi diserap oleh pikiran. Logika cinta pun tak bekerja seperti penilaian atas selera. Ia bersayap tetapi buta, ia tak ubahnya seperti anak-anak. Karena di dalam memilih, ia seringkali terpikat.

JunMyeon menatap lembut Lay, walaupun dokter menyatakan Lay hanya pingsan karena kecapekan dan darah yang terus mengalir menyebabkannya lemah. Lay hemofilia. Ia harus menerima donor darah karena tragedi mencuci piring. JunMyeon berpikir bagaimana jika sesuatu terjadi yang lebih buruk lagi daripada sekedar tragedi cuci piring itu. Kenapa dia harus berpikir buruk tentang Lay. Dia sangat menyayangi Lay. Tidak mau sesuatu terjadi pada Lay. Dan siapa Luhan, nama yang terakhir disebut Lay sebelum dia pingsan. Apakah dia sahabat yang selalu disebutnya itu. Pikiran JunMyeon berkecamuk menjadi satu. Dia sangat mengkhawatirkan Lay dan yang akan terjadi selanjutnya.

Lay perlahan membuka matanya. Terasa tubuhnya sangat lemah. Mendapati mata JunMyeon yang masih awas mengawasinya. Kenapa dia harus ada disini. Kenapa dia tidak menjauhi nya saja setelah tahu siapa dia sebenarnya. Pikir Lay.

Kumohon berhentilah berusaha dan membuatku terbiasa akan keberadaanmu. Pinta Lay dalam hati

" Maaf tadi handphone mu kupinjam sebentar. Aku tidak tahu siapa lagi yang akan kuhubungi tapi kulihat nomor satu di handphone mu terpasang nama Luhan jadi dia yang kuhubungi." Ucap JunMyeon

" Apa. Kenapa kau menghubunginya? Dia pasti akan mengkhawatirkanku." Ucap Lay

Pintu kamar terbuka. Lay menatap nanar, sosok yang selama ini diharapkan muncul di pintu rumahnya. Bukan di pintu ruangan rumah sakit seperti ini. Sosok yang diharapkan datang kembali dengan senyuman, bukan dengan air mata kecemasan seperti ini.

" Yixing. Kenapa kau tidak bisa menjaga dirimu sendiri. Apa kau senang aku mati terkena serangan jantung mendapat kabar kau di rumah sakit?." Ucap Luhan penuh emosional.

" Luhan. Aku merindukan mu." Ucap Lay lemah

" Bodoh. Kau pikir hanya kau yang rindu?." Ucap Luhan sambil memeluk Lay.

JunMyeon meninggalkan kedua sahabat itu saling berpelukan dalam tangisan haru. Dengan perlahan ia keluar kamar. Untuk saat ini kedatangan sahabatnya lah obat yang sangat dibutuhkan Lay. Di luar ruangan JunMyeon menjumpai pria dingin yang duduk di kursi dekat pintu kamar Lay. Pria dingin yang sama yang mengatai Lay munafik kemarin.

" Kau lagi." Ucap JunMyeon

" Kenapa? Kau pacarnya Yixing. Apa kau ada masalah denganku?." Tanya pria dingin itu

" Aku bukan pacarnya Yixing. Aku hanya mencintainya." Ucap JunMyeon

" Oha. Cinta tak berbalas rupanya." Ucap pria dingin tanpa perasaan itu.

" Bukankah cinta lebih indah bila itu hampir tidak mungkin terjadi. Daripada kau yang terlalu buta tidak bisa melihat penderitaan pasanganmu padahal dia tepat dihadapan matamu." Ucap JunMyeon sambil meninggalkan pria dingin itu.

Sehun terdiam mendengar pernyataan JunMyeon yang menohok harinya. Luhan memang tersenyum kepadanya. Tapi Sehun tahu akhir-akhir ini senyum Luhan bukanlah senyum keceriaan yang biasa ia tampilkan. Luhan menahan sakit. Luhan menahan rindu pada sahabatnya. Kenapa Sehun yang tak ingin melihat Luhan tersakiti malah menyakiti hati perasaan pasangannya itu sendiri. Seberapa besar lagi ego yang harus Sehun tanam pada Luhan.

Luhan menatap Lay dengan hangat. Inilah punca kerinduannya selama ini. Dan beginilah kondisi yang terjadi bila ia meninggalkan Lay. Lay tidak akan mampu menjaga dirinya sendiri. Tetapi Luhan sadar. Dia tidak bisa terus menjaga sahabatnya itu. Di luar ruangan ini, ada sesosok pria dingin yang bagaikan bayi membutuhkan dirinya juga. Andai tubuh dan raga ini dapat dibelah. Luhan sanggup menitipkan setengah jiwa dan raganya pada Lay. Apa dia harus melupakan cintanya dan kembali ke persahabatannya. Luhan tidak tahu jawaban apa yang tepat untuknya kini.

" Kau kenapa?. Apa yang kau pikirkan?." Tanya Lay menatap mata Luhan yang meneteskan air mata.

" Ak-Aku minta maaf. Aku tidak ada disaat kau membutuhkan ku." Ucap Luhan menahan sendu

" Bodoh. Aku Cuma teriris pisau saja. Pasti aku pingsan karena kelamaan terkena sinar matahari tadi. Kau tahu tadi aku ke perdesaan yang cantik sekali. Aku berjumpa kawan baru namanya Baekhyun dia lucu sekali." Ucap Lay panjang lebar.

" Benarkah? Kau berjumpa orang baru? Kau menyukainya?." Tanya Luhan lagi sambil tersenyum

" Ya tentu. Dia sudah berjanji akan menjadi temanku. Kalau dia main kesini, pasti ku undang dia kerumah kita dan berkenalan denganmu. Kau pasti menyukainya juga." Ucap Lay semangat

" Pria yang tadi. Siapa dia?." Tanya Luhan

" JunMyeon? Ku tahu pasti ini terdengar gila tapi pria itu memang sinting, norak, selalu ingin tahu urusan orang dan aneh. Dia bilang suka padaku. Kau lihat bahkan gaya rambut nya saja aneh. Bahkan dia mengenalkanku pada seluruh keluarganya." Cerita Lay

" Kau menyukainya?." Tanya Luhan

" Aku menyukai keluarganya." Jawab Lay

" Kupikir dia pria yang manis dan baik. Dia pasti bisa menjagamu. Kalau kau menyukainya juga aku setuju." Ucap Luhan

" Oh yang benar saja Luhannie bahkan kau juga?." Lay mendengus mendengar perkataan Luhan

Luhan tersenyum melihat kelakuan Lay. Lay memang benar, dia masih Yixing yang dulu. Dia masih menulis secara jujur tapi dia tidak menulis karena menyudutkan seseorang, apalagi itu adalah Luhan sahabatnya sendiri. Luhan merasa kemungkinan Lay telah terkena pengaruh dirinya. Tertarik dengan dunia seperti yang Luhan dan Sehun jalani. Seharusnya Luhan telah sadar jauh dari novel Lay itu di koreksi Luhan. Lay bukan menyudutkan hubungannya, lay hanya tertarik dengan hubungan yang dijalanin Luhan hingga menjadi inspirasi dari hidupnya.

" Apa benar kau tidak tertarik dengannya?." Tanya Luhan

" Tidak Luhannie. Sudah aku mau tidur saja. Lihat darah ini kenapa terus-terus masuk dalam tubuhku. Bahkan luka ku sudah berhenti mengeluarkan darah. Aku capek mencium bau darah." Lay mengalihkan pembicaraan nya.

" Hmm baiklah unicorn. Tidurlah, aku akan memberitahu pangeranmu kau akan beristirahat dan aku akan menjagamu disini." Ucap Luhan sambil menuju pintu.

" Yak! Pangeran apanya. Dia itu si mulut besar yang selalu ingin tahu urusan orang." Ucap Lay disambut gerakan tangan melambai oleh Luhan.

...

Luhan sangat tahu siapa itu Yixing. Lay tidak pernah bercerita tentang orang yang baru dia temui dengan sangat mendetail seperti tadi. Lay tidak pernah menceritakan orang seperti ia menceritakan JunMyeon seperti dia menggambarkan tokoh idola di novelnya. Lay akan mulai menceritakan dari gaya rambutnya hingga kebiasaan-kebiasaannya di novelnya. Bergembiralah JunMyeon sepertinya cintamu disambut. Ucap Luhan dalam hati.

" Sehunnie. Kukira aku akan tinggal disini menjaga Yixing. Tidak apa kau pulang sendiri?." Tanya Luhan lembut

" Ani. bagaimana keadaanya? Apa dia baik-baik saja?." Tanya Sehun balik

" Tidak apa. Dia hanya butuh istirahat dan sedikit kasih sayang." Ucap Luhan sambil tersenyum hangat

" Baiklah. Aku pulang dulu. Besok akan ku antar baju kesini. Jaga dirimu." Ucap Sehun

" Pasti. Kau juga." Luhan memberi kecupan sayang di dahi Sehun. Sehun harus sedikit menunduk agar dahinya terjangkau oleh kekasihnya itu.

Luhan menatap kepergian kekasihnya. Sehun telah belajar untuk lebih dewasa. Ucap Luhan dalam hatinya.

" Hei kau pasti Luhan kan? Kita belum berkenalan. Aku JunMyeon." Ucap JunMyeon yang baru datang kembali setelah Sehun pergi.

" Ne. Aku Luhan sahabat Yixing. Aku ingin berterimakasih denganmu karena kau telah membuatnya bahagia selama aku tidak didekatnya." Ucap Luhan

" Ah bukan apa-apa. Tidak ada yang lebih menyenangkan selain membahagiakan orang yang tersayang kan?." Tanya JunMyeon lagi.

" Betul. Malam ini aku akan menjaganya disini. Kau bisa pulang dan kembali esok. Kuharap kau akan terus menjaganya nanti." Ucap Luhan

" Ne baiklah kalau aku sudah di usir begini haha. Aku akan kembali esok lagi." Ucap JunMyeon tanpa tahu apa maksud perkataan Luhan sesungguhnya.

...

Lay setelah ditinggal Luhan keluar. Mengproutkan bibirnya mengingat Luhan memanggil JunMyeon sebagai pangeran. Pangeran mulut besar. Pikir Lay. Ia pun meraih handphone nya yang tadi diberikan oleh JunMyeon.

Bagaimana dia tahu kode handphoneku 0707. Pikir Lay.

Lay membuka handphone nya. Mulutnya terbuka melihat tampilan tema di handphone nya. Tema unicorn yang biasa menghias temanya berubah menjadi foto dirinya yang sedang tidur di mobil JunMyeon. Melihat baju difoto itu terlihat bahwa foto itu baru diambil tadi pagi ketika perjalanan menuju perdesaan saat Lay tertidur. Ada kotak kecil di bawah foto tema itu bertulisan "You are My Unicorn" penuh dengan lambang-lambang love yang norak. Tidak perlu bertanya lagi siapa dalang dibalik pertukaran tema itu. Sudah pasti si aneh JunMyeon, yang dipastikan membuat Lay bertambah geram.

Awas kau besok. Ancam Lay dalam hati.

...

JunMyeon akhirnya sampai di parkiran rumah sakit. Sambil bersiul riang ia mengingat dimana posisi mobilnya dan akhinya dia pun menemukan ingatan parkirannya. Tiba–tiba badannya seketika merinding. Ia menoleh kanan dan kiri.

Seperti ada setan lewat. Tuhan tolong aku. Ucap JunMyeon dalam hati sambil berjalan lebih cepat menuju mobilnya.

...

TBC

Hai semua!

Yang pada sedih gara-gara Yixing pingsan di airport n di confrim mengikuti konser selanjutnya KALIAN HARUS TABAH BAH BAH seperti Yixing T_T (Ngomong tu sendiri ke diri lo thor T.T)

Dan buat kalian yang masih setia memberikan reviews terimakasih banyak hidup kalian varokah! Yang lain jangan lupa reviews dong ^^

Qwertyxing iy dong papa jumen kan harus modus kalau mau dapet Yixing haha

Regina Pearl Luce jangankan kamu aku aja authornya ga ngerti cerita ini pertamanya wkwkw canda ^^ iya aku ga sanggup juga kalau Yixing dibenci ayo kita jangan jahat-jahat banget buat jalan cerita FF nya hihi ^^

Anson yang selalu cetia ( wkwkw) udah nyatain cinta tapi mamih Yixing nya langsung nolak. ya gimana ya kan biar ada manis manis nya gitu wkwkwk

Nichi itu lah istimewanya jadi Yixing

Nowords aku screenshoot comment reviews kamu tak jadikan DP BBM ku seminggu wkwkwk

Santy yang reviews di BBM gimana bias nya udah tak masukin sek didalam FF ini (SIWON) sesama holang kaya harus berada dalam satu FF ( siwon, suho,minho) wkwkwkw ^^

Otps-daughter semangat juga baca sampai habis yah ^^