Disclaimer : Masashi Kishimoto
Tittle. : Namiuchi
Author : AkarisaRuru
Pairing : NaruFemSasu
Warning : FemSasu, OOC, Typo(s), ngga sesuai EYD, absurd, etc.
Cerita ini hanya untuk kesenangan belaka, tidak ada maksud untuk mengambil keuntungan materiil.
Summary : Menceritakan tentang keluarga Namikaze. Sasuke yang memiliki sifat lemah lembut. Naruto yang memiliki sifat agak dingin dengan client tapi hangat untuk keluarga. Dan Menma anak mereka yang memiliki sifat seperti kedua orangtuanya. Bagaimana keseruan keluarga Namikaze. Penasaran? Baca aja..
Up : Saturday, July 23th 2016.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Saat sedang asik-asiknya bermesraan, mereka terganggu dengan musik yang menjadi nada dering handphone Naruto.
"Siapa?" Tanya Sasuke penasaran.
"Nggak ada namanya," jawab Naruto.
"Coba diangkat. Bisa saja itu penting," suruh Sasuke.
"Hm," sahut Naruto.
"Hallo," sapa Naruto pada orang yang meneleponnya.
"..."
"Oh Menma, Tou-san kira siapa. Ada apa?" Tanya Naruto. Sasuke yang mendengarkan itu pun kemarahannya tiba-tiba hilang. Maklum saja, Menma kan anak kesayangannya.
"..."
"Baiklah. Tunggu disana, jangan kemana-mana," suruh Naruto.
"..."
"Iya, ini mau berangkat, " sahut Naruto.
"Ada apa?" Tanya Sasuke sambil memainkan kancing kemeja Naruto.
"Menma minta jemput," jawab Naruto. Sasuke yang mendengarkan itu pun bangkit dari pangkuan Naruto dan duduk disamping Naruto.
"Cepat gih sana. Jangan sampai Menma menunggu lama," suruh Sasuke. Naruto bangkit dari sofa dan mencium kening Sasuke.
"Baiklah. Aku berangkat," pamit Naruto.
"Hati-hati," sahut Sasuke.
Naruto keluar dari kamar dan masuk kedalam lift agar cepat sampai di lantai dasar. Naruto segera menaiki mobil Lamborghini Reventon yang berwarna putih susu milik Sasuke.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
shōgakkō tōkyō akademī
Sampainya ditempat Menma menuntut ilmu, Naruto menunggu Menma di dekat pohon beringin yang berada disebelah gerbang sekolahan. Tiba-tiba pintu disamping pengemudi terbuka dan memunculkan seorang anak kecil berambut raven jabrik, Namikaze Menma.
"Tou-san lupa ya, kalau aku pulangnya agak cepat?" Tanya Menma datar.
"Kau tau sendirikan dengan kondisi ibu mu," kata Naruto tak kalah datarnya. Menma yang mendengarkan itu hanya menghela nafas pendek.
"Ayo pulang. Nanti Kaa-san marah lagi," kata Menma. Entah kenapa Kaa-sannya tidak bisa ditinggal oleh Tou-sannya lama-lama. Maka dari itu pula sang Tou-san mengambil cuti beberapa hari kedepan atas permintaan sang istri tercinta.
Menma segera masuk kedalam mobil. Setelah memastikan sabuk pengaman terpasang dengan benar. Naruto menjalankan mobilnya dijalanan bergabung dengan mobil milik masyarakat.
"Tou-san, mampir ke supermarket dulu ya," pinta Menma.
"Buat apa?" Tanya Naruto. Tidak biasanya Menma begini.
"Beli tomat. Tadi aku lihat persediaan tomat di kulkas hampir habis," Jawab Menma.
"Baiklah," sahut Naruto. Naruto segera menepikan mobilnya didekat supermarket.
Menma dan Naruto turun dari mobil dan berjalan ke supermarket tersebut. Tanpa mereka berdua sadari, ada beberapa pejalan kaki wanita yang melihat mereka dengan tatapan kagum yang berlebihan. Sepertinya mereka mempunyai fans dadakan. Setelah selesai membeli tomat beberapa kilogram sekalian Naruto membeli Ramen instan 12 cup. Mereka segera pulang, tidak ingin wanita kesayangan mereka menunggu lama.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Manshion Namikaze
Sampainya mereka di Manshion Namikaze. Menma pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian begitu juga dengan Naruto, tapi kalau Naruto pergi ke kamar untuk menemui Sasuke. Setelah selesai ganti pakaian yang lebih santai Menma pergi ke kamar orangtuanya untuk berkumpul bersama-sama.
Setelah sampai di depan pintu kamar orangtuanya, Menma mengetuk pintu tersebut, takut kalau dia langsung masuk saja akan mendapatkan pemandangan yang bisa merusak mata anak kecil. Setelah mendapatkan jawaban dari dalam, Menma masuk kedalam kamar orangtuanya.
"Ada apa Menma?" Tanya Sasuke bingung. Tidak biasanya Menma kesini, kalau kesini pasti ada apa-apanya.
"Luaa ada acara perkemahan yang di selenggarakan oleh sekolahan," jawab Menma.
"Dimana kemahnya?" Tanya Naruto.
"Gunung Fuji," jawab Menma lagi.
"Berapa hari?" Tanya Sasuke khawatir. Jarang-jarang anaknya ini ikut acara begituan.
"10 hari saja Kaa-san," jawab Menma. Menma sangat mengerti bagaimana ibunya ini mengkhawatirkannya.
"Kapan berangkat?" Tanya Naruto. Padahal niatnya dia ingin mengajak keluarganya berlibur di Jerman.
"Lusa. Tapi kalau Kaa-san dan Tou-san tidak ingin aku ikut, tidak apa-apa," kata Menma.
Naruto dan Sasuke yang mendengarkan perkataan Menma merasa barsalah. Yah, maklum saja untuk saat ini Menma anak tunggalnya dan Sasuke ingin menambah anak lagi biar Menma dirumah tidak kesepian lagi.
"Baiklah Kaa-san ijinin. Tapi jaga diri baik-baik," kata Sasuke memberi ijin. Menma yang mendengarkannya merasa senang dan memandang Naruto penuh harap, bagaimana pun juga ayahnya ini keras kepala, terlalu mengkhawatirkannya.
"Kalau Menma sangat ingin ikut, akan Tou-san ijinin, " kata Naruto
"Benarkah?" Tanya Menma meninta kepastian. Jarang-jarang orangtuanya seperti ini.
"Tentu sayang," jawab Naruto dan Sasuke berbarengan. Menma yang mendengarkan itu segera memeluk kedua orangtuanya.
"Padahal Tou-san ingin mengajak kalian berlibur di Jerman. Kita kan belum pernah kesana," kata Naruto. Menma pun melepaskan pelukannya dan duduk disebelah Sasuke. Menma dan Sasuke yang mendengarkan itu hanya memandang Naruto kasihan. Ugh, kejam sekali.
"Bagaimana kalau kita ke Jerman setelah Menma pulang kemah," tawar Sasuke. Bagaimanapun juga Naruto adalah suaminya dan Naruto selalu menuruti apapun keinginannya.
"Baiklah," kata Naruto.
"Tapi biarkan aku istirahat dulu Tou-san," sambung Menma.
"Tentu," jawab Naruto.
"Apa Menma sudah menyiapkan keperluan untuk kemah lusa?" Tanya Sasuke mengingatkan.
"Besok saja Kaa-san," jawab Menma malas.
"Besok? Kau ini mirip sekali dengan ayahmu.." kata Sasuke terpotong. "Dia memang anakku Sasuke," sela Naruto memotong ucapan Sasuke. Sasuke pun memandang Naruto sinis.
"Sudah sana persiapkan untuk keperluan berkemah. Nanti kalau besok-besok lupa. Hilangkan kebiasaan burukmu itu Menma," omel Sasuke. Menma yang diomeli oleh Sasuke pun mengkerut, selembut-lembutnya Sasuke. Kalau Sasuke sudah marah bisa mengerikan. Yah, walaupun lebih mengerikkan Naruto sih, tapi Naruto kan orangnya jarang marah sama keluarga kecilnya.
"Iya-iya," sahut Menma.
"Apa perlu Kaa-san bantu?" Tawar Sasuke, dia merasa bersalah kepada Menma karena omelannya tadi.
"Tidak perlu, nanti aku tidur disini ya," pinta Menma dengan raut wajah yang dibuat semelas mungkin. Sasuke yang melihat hanya bisa mengganggukkan kepalanya, tidak tahan dengan raut wajah Menma yang seperti kucing jatuh didalam got. Naruto yang melihat itu hanya bisa pasrah, padahal dia ingin bermain sama Sasuke. 'Tenang nanti Menma tidak ada dirumah selama 10 hari,' batin Naruto seraya tersenyum mesum.
"Iya, sudah sana bereskan keperluan untuk berkemah lusa. Biar besok Menma bisa istirahat dengan santai," suruh Sasuke. Agar Menma tidak menjadi anak yang pemalas seperti suaminya itu yang suka mendadak untuk menyiapkan segala sesuatu.
"Baiklah. Aku akan membereskan keperluan untuk berkemah," kata Menma. Menma pun pergi kemarnya menyiapkan keperluan berkemah dan dimasukkan kedalam tas rangselnya.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Suasana pagi hari ini terasa suram karena Sasuke masih tidak rela ditinggal sang anak selama 10 hari ke Gunung Fuji untuk berkemah. Naruto yang merasakan aura kesuraman Sasuke hanya bisa menghibur Sasuke.
"Kaa-san tenang saja. Aku akan menjaga diriku baik-baik," janji Menma. Menma tidak ingin Kaa-sannya seperti ini, takutnya nanti Sasuke akan jatuh sakit.
"Iya Suke, kau tenang saja. Pasti Menma nanti pulang dengan selamat," hibur Naruto.
"Menma janji, Menma akan jaga diri Kaa-san," kata Menma menenangkan Sasuke.
"Menma berangkat ya Kaa-san," pamit Menma. Menma pun mencium kedua pipi Sasuke dan bibirnya. Bagi Menma dan Naruto, kalau mereka pergi beberapa hari mereka pasti mencium bibir Sasuke.
"Baiklah. Hati-hati dijalan. Jaga diri baik-baik," kata Sasuke yang akhirnya mengizinkan Menma berangkat.
"Tou-san, aku berangkat," kata Menma sambil mencium kedua pipi Naruto dan bibirnya.
"Hati-hati," kata Naruto.
TIN TIN TIN
Tak lama kemudian datanglah sebuah bis sekolah dan Menma segera masuk kedalam bis. Naruto dan Sasuke melambai-lambaikan tangan mereka.
"Ayo masuk," ajak Naruto. Sasuke dan Naruto segera masuk kedalam rumah.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
"Tumben kau ikut kemah Menma?" Tanya seorang siswa kepada Menma.
"Aku hanya ingin ikut, seperti apa sih perkemahan itu. Lagi pula ini kemahnya di Gunung Fuji, biasanya disekolahan," jawab Menma datar.
"Memangnya kenapa kalau disekolahan," tanya siswa itu.
"Hn," jawab Menma ambigu.
Setelah dua jam mereka duduk dan melihat pemandangan yang indah. Akhirnya mereka sampai juga di Gunung Fuji.
Agenda mereka untuk beberapa hari kedepan yaitu :
- hari pertama : berangkat ke Gunung Fuji, setelah sampai istirahat di Hotel* Gunung Fuji.
- Hari kedua dan ketiga : berkemah di kawasan Kawaguchi.
- Hari keempat dan kelima : berkemah di kawasan Subashiri.
- Hari keenam dan ketujuh : berkemah di kawasan Gotenba.
- Hari kedelapan dan kesembilan : berkemah di kawasan Fujinomiya.
- Hari kesepuluh atau hari terakhir : pulang ke rumah masing-masing.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Malam hari
"Sepi ya kalau tidak ada Menma," kata Sasuke.
"Ya, mau gimana lagi," kata Naruto.
"Bagaimana kalau kita membuat adik untuk Menma biar dia tidak kesepian," modus Naruto.
"Tapi.."
"Ayolah Sasu, aku tidak mendapatkan jatah selama seminggu, kau tidak kasihan padaku," kata Naruto. "Kau nanti tidak akan kesepian lagi kalau aku kerja dan Menma sekolah," bujuk Naruto.
"Naruto, jangan sekarang yah. Aku capek banget," bujuk Sasuke.
"Tapi Suke-"
"Besok deh, seharian juga tidak apa-apa. Untuk sekarang aku benar-benar malas dan capek," bujuk Sasuke.
"Benarkah?" Tanya Naruto meminta kepastian.
"Iya," jawab Sasuke.
Naruto yang mendengarkan itu pun tersenyum mesum dan matanya berbinar-binar. Jarang-jarang Sasuke mengizinkannya bermain seharian penuh.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Tidak terasa 10 hari telah berlalu. Saat ini Naruto dan Sasuke dalam perjalanan ke sekolahan Menma. Sebenarnya yang mau menjemput Menma adalah Naruto, tapi mau dikata apa kalau Sasuke sudah memaksa.
Sore hari ini, jalanan sedang macet. Tapi untungnya mereka hampir sampai disekolahan Menma. Yang mana biasanya kalau jalanan lenggang akan menghabiskan waktu 10 menit, tapi kalau macet akan menghabiskan waktu 2 kali lipat.
Tidak terasa akhirnya mereka sampai disekolahan Menma. Meraka segera mencari Menma dan memeluknya penuh dengan kerinduan.
"Menma," panggil Sasuke sambil melambai-lambaikan tangannya, memberi isyarat untuk menghampirinya.
"Kaa-san," sahut Menma sambil berlari menghampiri sang ibu. Bagaimanapun juga Menma adalah anak kecil yang suka bermain, bagaimana pun sifat dan sikapnya tapi kalau sudah bertemu dengan Sasuke, dia akan berubah menjadi manja.
"Ayo pulang," ajak Naruto.
"Ayo," sahut Menma dan Sasuke bersemangat. Naruto hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua. 'Aku akan terus melindungimu dan Menma, walaupun nyawa adalah taruhannya. Apapun akan aku lakukan untuk melihat senyum kalian berdua. ich liebe sie, was auch immer sie wollen, ich werden versuchen gewähren.,' batin Naruto seraya memandang Sasuke dan Menma yang saat ini sedang berpelukan dan saling melempar senyum bahagia dengan tatapan penuh cinta.
•
•
•
•
•
•
TBC
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Keterangan :
(*) : anggap saja disitu ada hotelnya ya :D .
ich liebe sie, was auch immer sie wollen, ich werden versuchen gewähren. : itu adalah bahasa Jerman. Dalam bahasa Indonesia yang berarti aku cinta kalian, apapun yang kalian mau, aku akan berusaha mengabulkannya.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Balasan Review :D
Yellow flash115 : ini sudah dilanjut, maaf menunggu lama.
Tomoyo to Kudo : ini sudah dilanjut. Maaf menunggu lama.
Hero Dan : belum pasti ya, kalau Sasuke hamil lagi.
Ryeon9Gyu Hatsuki NaruSasu : ini sudah dilanjut, maaf menunggu lama.
Habibah794 : belum pasti ya. Karna Sasuke belum periksa. Ini sudah dilanjut, maaf menunggu lama.
natasya agustine 12 : belum pasti ya. Ini sudah dilanjut, maaf menunggu lama.
Ydhdhfhdhfh : ugufjxizudshdchhd. Nggak tau bahasanya. Jadi, ikut-ikut aja.
Pein Yahiko : ini sudah dilanjut, maaf menunggu lama.
QRen. : Ini sudah dilanjut, maaf menunggu lama. Terimakasih atas dukungan semangatnya.
Komozaku Natsuki : menurut aku juga seperti itu, fic ini terlalu gimana gitu. Terimakasih atas saran dan ucapan semangatnya. Untuk kedepannya tolong bantu saya untuk mengkritik fic ini ya, saya butuh orang yang seperti anda. Ini sudah dilanjut, maaf menunggu lama.
askasufa : belum tentu ya, kan Sasuke belum di periksa.
D : ini sudah dilanjut. Maaf menunggu lama.
Sato : ini sudah dilanjut. Maaf menunggu lama.
Naminamifrid : doa'in aja yaa :D.
nusantaraadip : ini sudah dilanjut. Maaf menunggu lama.
Naufal618 : ini sudah dilanjut. Maaf menunggu lama.
Fukutsu227 : ini sudah dilanjut. Maaf menunggu lama.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Aku sebenarnya tidak percaya kalau banyak yang suka sama fic yang aku anggap hancur . Terimakasih banyak yang sudah mau membaca, memfav, memfoll, dan mereview fic ini. Aku pikir tidak ada yang suka sama fic ini karena jarang ada yang menulis fic NaruFemSasu kebanyakan banyak yang menulis NaruSasu.
Salam AkarisaRuru
Up : Saturday, July 23th 2016.
