Beyblade (c) Takao Aoki
Warning: Canon Diverge. chit-chat sejenak. Drama labil. Kai masih jadi ham di antara apitan roti (?) #salahperumpamaan
аромат
.
by Ratu Obeng (id: 1658345)
06.
Memilih duduk di paling pojok ruangan merupakan ciri khas Kai yang paling mendasar. Utamanya adalah menetralisir diri dari keramaian dan hiruk pikuk pelanggan lain yang sibuk menggesek permukaan etalase kaca dengan jari telunjuk, memilih penganan mana yang hendak mereka cicip di tempat atau dibawa pulang dalam jumlah banyak.
"Hari ini akhir minggu spesial menjelang Golden Week, jadi aku tidak membuat Moon Cake. Tidak keberatan dengan Vatrushka?"
Gelengan abu gelap terlampir tatkala menerima sepotong kue dan secangkir latte hangat diiringi suara kursi bergeser, menampilkan figur berwajah oriental berhias helai panjang gelapnya yang khas; terikat rapi, sebagian ujungnya terkulai manja di salah satu bahu.
"Kau tidak bekerja?"
"Hari ini jam kerjaku sudah selesai, kita bisa bicara puas sampai toko tutup."
Kai bukan orang yang suka buang-buang waktu. Tapi setelah sang partner Bey meyakinkannya kalau dia butuh istirahat sesekali di akhir pekan untuk melepas penat, anak tunggal Hiwatari itu akhirnya setuju untuk bersantai sejenak.
"Jujur aku sempat kaget karena kau menulis pesan yang tidak ada hubungan dengan Beyblade. Kupikir saat itu aku akan sakit jantung." sindir yang diseberang sembari menghirup teh Camomile favoritnya, "Jadi kalian sudah sejauh mana?"
"Jangan memancingku, Rei. Kau tahu semua ini tidak masuk akal sama sekali."
Seharusnya ada yang lebih mendesak untuk dibahas, misalnya saja pertandingan Beyblade yang akan diselenggarakan dalam beberapa minggu ke depan. Seharusnya perangkat elektroniknya digunakan untuk mengirim pesan berisi tantangan, bukannya mengetik sesuatu yang konteksnya terlalu jauh bersimpangan,
Aku ditembak.
—tidak bertele-tele. Kai mungkin tidak pernah lebih pening dari ini sampai butuh teman bicara. Melupakan opsi untuk berbagi masalahnya dengan Takao atau Max, Rei yang terlihat lebih kapabel dalam urusan diskusi akhirnya menjadi pilihan utama.
"Yang menembakmu... dia, ya?"
Kai bergeming, membiarkan sang pemilik Driger melanjutkan spekulasinya, "Anak laki-laki berambut kemerahan yang datang ke kafe bersamamu waktu itu."
Kai masih bertahan dalam hening.
"Karena kupikir kau bukan orang yang mau begitu saja bersosialisasi dengan orang lain, kejadian tempo hari menjadi pemandangan ajaib untukku." Rei memaksakan senyum lebar, menampilkan deretan gigi yang rapi bersinar.
Mencoba tidak tersinggung dengan analisis (yang sesungguhnya 100% benar) tentang dirinya, Kai cekatan menyuap potongan Vatrushka dalam jumlah banyak.
"Bukannya sekarang posisi kita juga sama? Kalau anak tim Bey lain melihat kita sekarang, mereka juga pasti akan terkejut."
Rei mungkin menyesap minumannya terlalu terburu-buru karena dia seketika tersedak. Menjadi pelajaran penting untuk tidak terlibat argumen dengan mantan ketua Blade Sharks, siapapun akan menemui skak mat cepat atau lambat.
"Kenapa memilihku? Kenapa bukan Takao, atau Max?"
Seharusnya si rambut panjang sudah paham kalau kapten mereka bukan tipe yang bisa diajak bicara di luar konteks Beyblade. Dan sang ilmuwan cilik mungkin bukan orang yang anti dengan percintaan sesama jenis mengingat dia lahir di wilayah barat nan bebas, namun tetap saja bukan individu tepat untuk diajak berdebat.
"Karena kupikir kau lebih mampu."
"Lalu apa fungsiku di sini?"
"Mencoba membantu mengarahkanku, mungkin? Kira-kira apa langkah selanjutnya yang sebaiknya kupilih."
Embun di kaca semakin menjadi-jadi akibat kepulan termis yang menguar dari masing-masing cangkir mereka. Rei menangkup kedua tangan untuk menyalurkan sedikit hangatnya karena jari-jarinya mendadak beku, persis seperti syaraf lidahnya. Pendapat apapun yang Kai inginkan, jawaban jujur Rei sesungguhnya hanya satu,
"Bagaimana kalau aku bilang tolak?"
"Apa?"
"Kalau aku ingin kau menolaknya... kau akan melakukannya?"
"...kurasa,"
Rei mungkin sedang berbicara dengan Kai dari dunia paradoks. Siapapun yang tengah hadir di depannya jauh dari sosok luar biasa yang pernah dia tahu, karena yang irisnya tangkap kini hanyalah seseorang yang tengah terbalut rasa bingung pun terganggu.
Dan hal ini juga sangat mengganggu Rei.
"Kau tidak pernah ragu-ragu sebelumnya, apa yang membuat dia begitu istimewa?"
Sesungguhnya yang menjadi topik pembicaraan sama sekali tidak luar biasa, malah lebih terkesan seperti lalat pengganggu. Namun lidah Kai terlalu kelu hanya untuk sekedar berucap. Obrolan yang berjalan semakin lama semakin timpang; satu arah, karena yang abu gelap hanya menimpali dengan sepatah dua patah konsonan.
"Kalau aku? Apa aku istimewa?" pertanyaan Rei selanjutnya membuat alis Kai berkerut heran.
"Aku semakin tidak paham..."
"Karena itulah seorang Hiwatari Kai. Tidak mengerti apapun di luar zona nyamannya..." termasuk dalam urusan perasaan. Tidak ada yang tidak tahu seakan sudah menjadi rahasia umum dunia persilatan.
"Apa yang mau kau katakan?!"
Rei gelagapan seperti korban perampokan yang mendadak ditodong dengan senjata tajam. Jarinya bertaut sebentar, matanya berotasi tanpa arah, juga napasnya yang beberapa saat jauh dari konstan.
"Karena一"
Butuh sedikit waktu sampai telinga Kai menyerap jawaban.
" 一karena aku juga menyukaimu, Kai. Mungkin perasaan yang persis sama seperti dia yang lebih dulu menyatakan padamu. Atau mungkin lebih..."
Paras berhias sirip hiu itu menekan poros dahinya hati-hati dengan kedua ibu jari, menjatuhkan pandangan pada permukaan meja, "Cukup."
"Kai...?"
"Ini tidak adil. Hanya aku yang menderita di sini..."
"Apapun yang bersinggungan dengan kata cinta selalu menciptakan penderitaan." filosofi Rei tidak membantu sama sekali, malah terkesan menyerang. Seakan manusia terlahir sebagai makhluk masokis hanya karena dianugerahi hati sebagai bahan baku yang memproduksi emosi.
Isi gelas Rei sudah kosong, bahkan dia belum kunjung membuka mulutnya untuk bicara. Tapi aroma Camomile yang terhirup oleh Kai belum sedikitpun pudar.
To be continued...
.
.
.
*Vatrushka: kue tradisional khas Rusia.
A/N:
Mana katanya 6 chapter fic ini bakalan tamat?! Manaaa? *ngomong sama kaca*
R&R maybe? C:
