Sungmin yang awalnya melihat kerinduan dimata Kyuhyun berubah jadi pandangan dingin yang Kyuhyun berikan padanya, bahkan namja itu menepis pelan tangan Sungmin yang berada di pipinya.
"aku bukan Kyuhyunmu, aku adalah Cho Kyuhyun.. putra dari Cho Hangeng dan Cho Heechul, aku harap kau tidak membahas masa laluku pada siapapun. aku sudah menghapus semua masa lalu itu, dan itu artinya aku juga sudah menghapus namamu dari dalam hati ku"
.
.
.
MinnimieMing Present,
FanFiction
.
.
Cast : CHO KYUHYUN
LEE SUNGMIN
VICTORIA SONG
CHODONGHAE
.
.
Chapter : 2
.
Genre : Romance, Family, Drama, Hurt.
.
Rate : T
.
Warning GS!
.
.
Sungmin terdiam dikamarnya, ucapan Kyuhyun tadi seolah tidak ingin pergi dari pikirannya. Ia tidak menyangka jika Kyuhyun yang ia lihat sekarang berbeda dengan Kyuhyun yang menjadi sahabatnya dulu. Sungmin juga tidak tau apa salahnya hingga Kyuhyun begitu marah padanya.
Apa kehadirannya dirumah ini membuat Kyuhyun marah?
Tapi bagaimana dengan pekerjaannya, dengan cita-citanya, bahkan hingga janjinya dengan ibu panti yang menyuruhnya menemui Kyuhyun?
Heechul sudah sangat menyukainya bahkan mendukung semua cita-citanya, tapi apa Sungmin mampu untuk tinggal satu atap bersama Kyuhyun dengan status mereka yang kini hanyalah majikan dan pembantu?
"apa yang harus aku lakukan? Bahkan aku sangat merindukanmu Kyuhyun"
.
.
.
~~~MinnimieMing~~~
.
.
.
Pagi ini tampak berbeda dengan sebelumnya, jika kemarin di meja makan hanya diisi oleh Heechul dan Hangeng kini ada satu sosok tampan lainnya yang tengah duduk menikmati sarapan pagi bersama kedua orang tuanya.
"jangan lupa untuk datang pada meeting dengan beberapa kolega jam 10 pagi, sebelum kau pergi ke Busan". Ucap Hangeng setelah selesai dengan sarapannya, mata itu tidak berniat melihat pada siapapun hingga membuat Sungmin yang berdiri dibelakang Heechul menatap Hangeng dengan bingung. Namun tidak lama setelah itu Kyuhyun bangun dari duduknya, tanpa pamit langsung menuju pintu keluar dan pergi untuk bekerja. Sungmin memperhatikan Kyuhyun hingga menghilang dari balik dinding, namja itu berubah total. Sungmin tidak tau apa yang telah dilakukan keluarga Cho pada Kyuhyun.
"kau tidak perlu sampai seperti itu Hannie, Kyuhyun bahkan baru tiba dari Singapura kemarin". Heechul membukan suara, wanita cantik itu mendadak marah saat melihat sikap suaminya pada Kyuhyun yang benar-benar keras.
"aku hanya mendidiknya dengan caraku, tidak perlu kesalahan di masa lalu terulang lagi. Aku akan membuat Kyuhyun menjadi penerus Cho yang terbaik". Hangeng berkata begitu angkuh, sedangkan Heechul seperti tidak bisa menolak keputusan Hangeng yang terus saja menekan Kyuhyun.
Sama seperti Kyuhyun , Hangeng memilih meninggalkan Heechul sendirian di meja makan sebelum akhirnya supir mengantarnya kekantor.
Sungmin masih terdiam di belakang Heechul, gadis cantik itu masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi di keluarga ini. Yang Sungmin tangkap dari apa yang ia lihat, Kyuhyun seperti benar-benar dibuat sempurna oleh Hangeng, dan ia sadar jika Kyuhyun tidak bahagia sekarang. Kyuhyun tidak bahagia dengan keluarga barunya.
"Sungmin, kau tidak berangkat kuliah?" lamunan Sungmin hilang saat mendengar pertanyaan Heechul.
"aku akan pergi setelah merapihkan meja ini nyonya" jawab Sungmin sopan, Heechul mendekati Sungmin dan mengusap kepala Sungmin dengan sayang. Saat itu juga Sungmin merasa usapan tangan Heechul dikepalanya membawa kenyamanan, selama ini ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Lagi-lagi ia harus bersyukur karena bisa dekat dengan Heechul.
"kau anak yang baik, Lee Sungmin setelah pulang kuliah kau harus mengantarku kesuatu tempat"
"baik nyonya" Sungmin tersenyum lebar di depan Heechul dan membungkukan badannya setelah melihat Heechul menjauhi ruang makan.
.
.
.
~~~MinnimieMing~~~
.
.
.
Sungmin melangkahkan kakinya di koridor KyungHee, ini kedua kalinya ia datang ke Universitas paling mewah di Seoul. Masih sedikit belum terbiasa dengan bisikan-bisikan yang ia dengar dari beberapa wanita di sepanjang koridor membuat Sungmin harus berjalan cepat hingga sampai kedalam kelasnya.
Namun apa yang ia lihat dikoridor tadi tidak ada bedanya dengan yang ia lihat dikelasnya, semua orang tampak berbisik bahkan ada pula yang langsung menyindir Sungmin dengan keras.
"kau Lee Sungmin, benar?" wanita cantik itu menegur Sungmin dengan ramah, Sungmin pun membalas dengan senyum cantiknya dan memperkenalkan diri.
"aku Lee Hyuk Jae, kau bisa memanggilku Eunhyuk. Senang berkenalan denganmu Lee Sungmin" . wanita yang memperkenalkan namanya Eunhyuk itu mengangkat tangannya seolah ingin berjabat tangan dengan Sungmin. Tentu saja Sungmin senang karena menemukan orang kedua diKyunghaee yang terlihat tulus menyukainya setelah Heechul.
Eunhyukpun mengajak Sungmin untuk duduk dikursi bersebelahan dengan kursinya. Mengabaikan tatapan sinis dari beberapa teman dikelasnya.
"kau pasti belum mengenal banyak tentang Kyunghee, jam istirahat nanti aku akan mengajakmu untuk berkeliling"
"terima kasih Eunhyuk-ssi, kau baik sekali" ucap Sungmin senang, kehadiran Eunhyuk menambah semangatnya untuk belajar.
"kau tidak perlu memanggilku seperti itu, cukup Eunhyuk atau Hyukkie. Jangan pedulikan yang lain, mulut mereka yang sebenarnya tidak terdidik di kampus ini". Eunhyuk berujar dengan suara cukup keras, beberapa orang disana hanya membuang muka mereka mendengar sindiran keras dari Eunhyuk.
Eunhyuk memang bukan salah satu dari mereka yang selalu menindas orang-orang yang mereka anggap lebih rendah dari mereka. Eunhyuk sendiri adalah salah satu mahasiswi paling berbakat di fakultas seni karena kehebatannya dalam melakukan dance dan beberapa alat musik.
Sungmin senang karena saat ini ada yang tulus ingin berteman dengannya, ia pikir mungkin selamanya ia akan sendirian dikampus ini hingga wisuda nanti. Namun kehadiran Eunhyuk yang tidak ia sangka membuatnya kembali merasa beruntung untuk pergi ke Seoul.
.
.
.
"jadi dulu kau tinggal di panti asuhan di Jeju?". Sungmin menganggukan kepalanya pelan, kini ia berada di sebuah taman yang indah milik Kyunghee bersama teman barunya. Sungmin bahkan sudah merasa nyaman dengan Eunhyuk hingga menceritakan masa lalunya bahkan alasannya untuk pergi meninggalkan Jeju.
"aku merindukan kampung halamanku, bagaimanapun juga disana aku dibesarkan. Walaupun tanpa orang tua, setidaknya aku memiliki kenangan yang indah bersama teman-teman ku di panti asuhan"
"aku turut sedih mendengar ceritamu, tapi masa lalu itu bukan untuk dilihat lagi Sungmin. Kau harus memikirkan dan melihat masa depanmu". Sungmin tersenyum sedih mendengar kata-kata Eunhyuk.
Tidak. Sungmin tidak akan bisa melupakan masa lalunya yang begitu indah, walaupun semuanya telah berubah sejak kepergian Kyuhyun dari sisinya.
"terima kasih Hyukkie-ya"
"jangan sungkan terhadapku, sekarang kita adalah teman"
.
.
.
~~~MinnimieMing~~~.
.
.
.
Sungmin mengusap pelan dahinya yang penuh keringat, hari ini cuaca sangat panas mungkin orang-orang memilih untuk menggunakan kendaran pribadi mereka yang lebih nyaman dan tidak terkena sinar matahari langsung. Polusi udara di Seoul benar-benar buruk dibandingkan dengan udara di Jeju.
Haah...lagi-lagi Sungmin harus membandingkan suasananya dikampung dan suasananya tempat ia tinggal sekarang.
Gadis manis memasuki rumah megah milik keluarga Cho melalui pintu kecil yang langsung menuju kamar para pelayan, Sungmin memang tidak pernah menggunakan pintu depan karena menurutnya pintu kecil ini membuatnya cepat sampai dikamar pribadinya.
"Sungmin-ah, kau sudah pulang?" sapa Lee Ahjumma, Sungmin berbalik dan membungkukkan badannya dihadapan wanita paruh baya itu
"iya, di jam terakhir tadi dosen Han tidak bisa datang. Jadi mereka menyuruh kami pulang"
"Nyonya Cho menanyakanmu dan menitip pesan jika kau sudah pulang kau harus bersiap untuk ikut dengannya"
"sebenarnya kemana nyonya Cho akan membawaku pergi?". Tanya Sungmin, tadi ia tidak sempat menanyakan langsung pada Heechul dan sedikit bingung mengapa Heechul tiba-tiba mengajaknya pergi.
"entahlah, setauku nyonya Cho hanya mengajak tunangan tuan muda Cho untuk sekedar memanjakan diri ke salon" . jelas pelayan Lee, Sungmin tampak melamun mendengar kata tunangan tuan muda Cho. Sungmin pun penasaran dengan wajah asli wanita cantik yang ia lihat dalam foto dikamar Kyuhyun itu.
"apa ahjumma pernah bertemu dengannya?"
"siapa?"
"tunangan tuan muda Cho" jawab Sungmin pelan, entahlah ia merasa jantungnya sedikit berlebihan jika mengingat Kyuhyun. Sungmin selalu mengartikan perasaannya karena kerinduan yang akhirnya berujung pertemuan dengan sahabat baik yang sudah 12 tahun meninggalkannya.
"namanya Victoria Song, dia gadis China yang dikenalkan tuan besar pada Kyuhyun dan mereka baru saja bertunangan setelah 2 tahun berpacaran"
"jadi Kyuhyun dijodohkan?" tanya Sungmin tanpa sadar, Lee ahjumma yang awalnya bingung dengan ucapan Sungmin yang tanpa embel-embel 'tuan muda' langsung tersenyum lebar.
"kau ini seperti sudah lama berteman dengan tuan muda Cho"
"ah maaf, bukan seperti itu maksudku..."
"sudahlah tidak apa-apa, mungkin kau belum banyak mengenal keluarga ini. Tuan muda Cho memang dijodohkan karena kaluarga ini mendapatkan banyak bantuan dari keluarga Song. Lebih baik kau bersiap, Nyonya Cho sudah menunggumu" Lee ahjumma sedikit mengusap bahu Sungmin dan meninggalkan Sungmin di depan kamarnya.
Sungmin terdiam ditempatnya, dan berpikir apa keluarga Cho begitu menginginkan harta hingga mempertaruhkan Kyuhyun.
Tapi Sungmin pun belum menemukan jawaban sebenarnya, ia memilih cepat masuk kedalam kamarnya dan mandi sebentar sebelum akhirnya memilih pakaian yang menurutnya paling bagus dari miliknya yang lain, setidaknya Sungmin tidak membuat malu Heechul saat mereka pergi nanti.
Sungmin juga tidak pernah menggunakan make up seumur hidupnya, wajahnya yang cantik alami membuatnya tidak pusing untuk sekedar membeli obat-obat perawatan wajah. Sungmin merasa itu semua tidaklah penting, yang perlu ia pikirkan hanya bekerja dan belajar untuk masa depannya.
Setelah merapihkan tatanan rambutnya, Sungmin meraih tas kecil usangnya dan berjalan pelan menuju ruangan dimana Heechul tengah menikmati segelas teh hangat di sebelahnya. Ruangan kesukaan Heechul, sebuah tempat dimana sekelilingnya penuh dengan bunga-bunga yang indah, dan jangan lupa bahkan disana juga ada sebuah piano putih yang selalu di rawat oleh beberapa pelayan, walaupun mereka tau jika piano itu tidak pernah ada yang menggunakannya. Taman mawar milik keluarga Cho.
"Selamat sore Nyonya Cho" Sungmin membungkukan badannya dihadapan Heechul
"Sungmin, kau sudah siap?" Tanya Heechul seraya meletakkan cangkir teh tadi ke atas meja. Sungmin menganggukan kepalanya pelan.
"sebenarnya nyonya ingin mengajakku kemana?" Heechul tersenyum kearah Sungmin, dan meraih tangan mungil gadis cantik itu.
"aku akan membawamu ketempat dimana kau bisa menjadi Lee Sungmin yang baru "
"apa?"
.
.
.
Sungmin tidak paham dengan kata-kata Heechul sebelum akhirnya Heechul membawa Sungmin kesebuah butik besar dan mencocokan Sungmin dengan pakaian-pakaian yang indah.
"tubuhmu sangat bagus, semua pakaian terlihat sangat cocok kau gunakan" puji Heechul setelah melihat Sungmin tengah menggunakan pakaian ke tujuhnya. Satu persatu pakaian yang Sungmin coba tadi dimasukan ke sebuah paper bag dan Heechul membawanya. Sungmin pun yang tidak tega melihat Heechul membawa Semua baju-baju itu memilih membawanya sendiri .
"baju ini begitu banyak nyonya, apa ini hadiah untuk nona Victoria?" tanya Sungmin dengan jalan sedikit tersendat karena langkah Heechul yang anggun membuat Sungmin kesulitan mengikuti nyonya besar itu, ditambah beberapa paper bag yang berada di tangannya membuat langkah Sungmin semakin berat.
"mengapa aku harus memberikan ini pada Victoria? Aku membelikan ini untukmu" jelas Heechul setengah kesal, bagaimana mungkin ia membelikan baju pada Victoria yang jelas-jelas sudah mempunyai segudang pakaian untuk dirinya sendiri.
Semua ini berawal ketika Heechul mendengar beberapa gadis di Kyunghee yang mengejek Sungmin layaknya sampah kotor yang tidak pantas berada disana. Tentu saja Heechul yang sejak awal menyayangi Sungmin, tidak ingin gadis itu terganggu dengan beberapa mahasiswi disana dan memutuskan mengubah gaya pakaian Sungmin yang lebih baik lagi.
"tapi apa ini tidak berlebihan nyonya?, beberapa pakaian dilemariku masih layak untuk aku gunakan". Lagi-lagi ucapan Sungmin membuat hati Heechul tersentuh, selama ini Heechul memang menginginkan seorang putri yang cantik ditengah-tengah keluarga Cho. Namun sepertinya Tuhan hanya mengizinkannya memiliki satu putra yang kini Heechul rindukan keberadaannya.
Sungmin sangat sederhana, pakaian yang Sungmin gunakan memang masih layak. Namun pakaian itu tidak menarik perhatian orang-orang untuk memberikan respon positif padanya.
"jika kau masih saja keberatan dengan pakaian yang ku berikan aku akan membuang pakaian itu ketempat sampah" . ancam Heechul membuat Sungmin mengeratkan genggamannya di paper bag yang ia bawa.
Mall besar yang belum pernah Sungmin kunjungi ini memang sangat luas dengan toko-toko yang lengkap. Mereka menghabiskan waktu empat puluh menit didalam butik tadi dan kini Heechul mengajak Sungmin sebuah salon yang terlihat mewah.
"Heenim, apa kabarmu?" sapa seorang wanita cantik saat Heechul masuk kedalam salon mewah itu. Keduanya berpelukan dan berbincang hangat sekedar menanyakan kabar dan keadaan keluarga.
"Jae, kenalkan ini Lee Sungmin". Heechul menarik tangan Sungmin dan membawanya kehadapan wanita yang ia panggil Jae tadi.
"selamat sore nyonya" sapa Sungmin diikuti tubuhnya yang membungkuk hormat.
"Sungmin, ini adalah Kim Jaejoong sahabatku" ucap Heechul, wanita bernama Jaejoong itu tersenyum lebar melihat Sungmin. Walaupun ia merasa bingung saat melihat pakaian Sungmin yang terkesan sangat sederhana untuk bersama Heechul namun ia yakin jika gadis yang berada di samping Heechul adalah orang yang penting untuk sahabatnya, karena setau Jaejoong selama ini Heechul hanya mengajak Victoria untuk datang kesalon ini.
"Jae, aku ingin memintamu untuk membuat Sungmin tampak berbeda dan lebih cantik dari yang sekarang"
"tentu saja aku bisa, kau lihat. Sungmin memang tampak cantik walaupun tidak ada setitik bedakpun di wajahnya" puji Jaejoong, Sungmin hanya tersenyum malu.
"kau bisa ikut denganku Lee Sungmin"
.
.
.
Sungmin tidak percaya ini, wajahnya yang putih pucat karena tidak menggunakan make up kini terlihat sedikit bersinar karena polesan make up yang tidak terlalu tebal karya Jaejoong, ditambah lagi rambutnya yang hitam lurus panjang kini berganti menjadi coklat bergelombang. Sungmin memang terlalu sering menguncir rambut panjangnya, karena menurutnya rambut panjang miliknya mengganggu aktifitasnya selama bekerja. Tapi kali ini Sungmin harus kagum dengan rambut miliknya, bahkan ia sepert tidak mengenali sosok yang menjadi bayangannya itu.
"kau memang sangat luar biasa Jae, terima kasih untukmu" ucap Heechul senang, bukan hanya senang melihat kehebatan Jaejoong tapi ia turut senang dengan wajah baru Sungmin yang luar biasa cantik. Untuk saat ini Heechul mengakui jika pelayannya ini memiliki wajah lebih cantik dari pada calon menantunya sendiri.
"ini tidaklah sulit, wajahnya memang sudah cantik alami"
"baiklah sepertinya hari sudah mulai malam aku dan Sungmin harus pulang atau Hannie akan mencari ku, aku sudah membayarnya di bagian kasir"
"kau selalu saja seperti itu, aku melakukan ini bukan untuk dibayar oleh nyonya besar sepertimu. Apapun akan kulakukan untuk sahabatku". Ucapan Jaejoong membuat Sungmin kagum, keduanya memang terlihat saling bersahabat. Sungmin tidak pernah memiliki sahabat perempuan sebelumnya, selain Kyuhyun yang bahkan sudah tidak ingin mengenalnya lagi.
Sungmin dan Heechul meninggalkan salon milik Jaejoong dan beralih pada restoran western, keduanya tidak ingat waktu jika sekarang sudah masuk makan malam.
Mereka memilih kursi yang cukup strategis untuk melihat pemandangan kota Seoul di malam hari dari lantai lima ini.
"indah sekali" ucap Sungmin kagum, ia tidak tau jika Seoul akan terlihat indah dimalam hari karena banyak gedung-gedung yang memancarkan cahaya dari lampu-lampu mereka.
Heechul menatap Sungmin dalam, seolah ingin mengungkapkan banyak kata-kata yang ingin ia ucapkan namun tidak bisa ia ucapkan sekarang.
"eomma"
"oh, Kyuhyun-ah". Heechul tersenyum lebar melihat Kyuhyun yang menggunakan pakaian kantornya mendekati mereka. Heechul sengaja mengajak Kyuhyun untuk datang dan menyuruh supir mereka untuk kembali kerumah karena Heechul ingin makan malam bersama Kyuhyun dan Sungmin.
Kyuhyun duduk di sebelah Sungmin di depan Heechul, namja berparas tampan itu bukan tidak mengenali siapa gadis yang berada di sampingnya ini. Hanya saja Kyuhyun sedikit kagum dengan wajah Sungmin yang baru.
"jangan melihatnya terus Cho Kyuhyun, kau akan terpesona nanti" gurau Heechul saat melihat Kyuhyun yang seolah tidak ingin melepaskan pandangannya dari wajah Sungmin yang menunduk.
Mendengar candaan Heechul membuat Kyuhyun dan Sungmin salah tingkah, bahkan wajah Sungmin sudah mulai panas.
"apa tidak masalah eomma harus keluar rumah dijam segini? Appa akan mencarimu" tanya Kyuhyun dengan suara beratnya, suara lembut yang Sungmin rindukan. Walaupun 12 tahun yang lalu suara Kyuhyun masih sangat kekanakan namun setiap kata yang di ucapkan laki-laki itu membuat Sungmin merasa ada yang aneh dengan jantungnya.
"eomma sudah tau jika ayahmu menggantikanmu untuk meeting di Busan siang tadi"
"itu karena aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku di kantor"
"haah, hidupku menyedihkan sekali. tiga orang laki-laki yang ku cintai memilih meninggalkan aku sendirian dirumah" ucap Heechul dengan nada sedih dibuat-buat, namun Heechul tidak bisa menyembunyikan tatapan sendunya mengingat apa yang ia ucapkan adalah kenyataan yang ia alami.
"eomma tenang saja, aku dan Victoria akan sering-sering meluangkan waktu untuk eomma". Kyuhyun berujar begitu ringan tidak tau gadis di sebelahnya tengah menekan dadanya, Sungmin terlalu takut untuk mengartikan detak jantungnya yang tidak stabil jika Kyuhyun berada di sampingnya. Di tambah lagi laki-laki itu baru saja mengatakan nama tunangannya dan Sungmin merasa seperti ada pisau tak kasat mata yang menghujam hatinya, sangat perih dan menyakitkan. Sungmin tidak pernah merasakan sakit yang seperti ini sebelumnya.
"Sungmin, kau baik-baik saja? Wajahmu pucat" suara Heechul membuyarkan lamunan Sungmin, Kyuhyun yang berada di samping Sungmin pun menatap wajah yang masih setengah menunduk, bahkan Sungmin tidak sadar kapan pelayan membawakan pesanan mereka.
"aku baik-baik saja nyonya maaf". Sungmin menangkup kedua pipinya yang dingin, seandainya saja Kyuhyun tidak datang mungkin sekarang Sungmin akan menikmati makan malamnya bersama Heechul
"makanlah, itu adalah steak kesukaan keluarga kami di restoran ini". Sungmin menatap steak itu sebelum akhirnya mencoba memotong daging itu pelan.
TING
TING
Sungmin terus berusaha memotong daging diatas piringnya, hingga membuat kebisingan akibat benturan pisau dan piring. Heechul terkekeh geli melihat tingkah lucu Sungmin yang tidak berhasil memotong sedikitpun daging di piringnya.
"ini, makanlah"
"eh" Sungmin menatap bingung kearah Kyuhyun yang menukar piringnya dengan piring laki-laki itu, dipiring itu Kyuhyun sudah memotong dagingnya menjadi kecil-kecil, tentu saja melihat perhatian Kyuhyun membuat Sungmin tersenyum lebar.
"terima kasih, tuan muda". Ucap Sungmin pelan namun Kyuhyun hanya membalasnya dengan sebuah gumaman. Heechul yang melihat sikap Kyuhyun terhadap Sungmin membuat tawanya sempat hilang, namun senyum tulus masih tercipta di wajah cantik Heechul.
"kalian berdua makanlah yang banyak"
.
.
.
~~~MinnimieMing~~~
.
.
.
"bagaimana jika Appa sudah pulang dan memarahi eomma?" tanya Kyuhyun seraya membukakan pintu mobilnya untuk Heechul, ketiganya memilih untuk pulang setelah menghabiskan makan malam tadi.
Heechul tertawa kecil melihat kekhawatiran dari pertanyaan Kyuhyun. Ya, Hangeng memang sangat melarangnya untuk pergi kesuatu tempat hingga malam hari. kepala keluarga Cho itu memang keras. dibandingkan Kyuhyun, Hangeng lebih banyak mengkhawatirkan Heechul apa lagi hingga Heechul tidak ada dirumah saat dirinya sudah pulang dari kantor.
"kau tidak perlu khawatir, eomma sudah meminta izin padanya tadi." Heechul mengusap bahu Kyuhyun dan menolehkan kepalanya pada sosok cantik lain yang terlihat sedikit kesusahan membawa tujuh paper bag di kedua tangannya yang mungil.
"Kyu, bantu Sungmin cepat". Heechul mendorong tubuh Kyuhyun untuk mendekati Sungmin. Gadis cantik itupun bingung dengan Kyuhyun dan Heechul sebelum akhirnya Kyuhyun menarik semua pakaian yang ia bawa dan berlalu kedalam rumah.
"eh... tidak perlu seperti itu tuan muda ..aku..." Kyuhyun sama sekali tidak mendengarkannya. Hingga Heechul akhirnya merangkul pundak Sungmin dan mengajaknya masuk kedalam rumah mewahnya.
.
.
.
PLAAK
"kau masih punya muka untuk datang kemari? Kau masih ingat jika kau punya keluarga?dimana otak mu Cho Donghae!" Hangeng berteriak dengan suara beratnya, suasana rumah mewah yang sepi itu hanya ada Hangeng dan satu pemuda yang Hangeng panggil 'Cho Donghae' tadi.
"aku kemari hanya untuk mengambil sesuatu, dan penyambutan yang sangat manis, tuan besar Cho yang agung". Donghae mnenatap tajam kearah Hangeng, tangannya terkepal erat mencoba menahan segala emosi yang bercampur di hatinya. Marah, sedih dan kecewa. Itu yang Donghae rasakan saat ayahnya sendiri lagi-lagi tidak bisa menerima kehadirannya.
"kau pikir rumah ini masih rumahmu? Setelah kau meninggalkan rumah ini lima bulan yang lalu, aku sudah memperingatkanmu untuk tidak menginjakan kaki kerumah ini lagi". Namja tampan itu hanya memejamkan matanya, seandainya saja ia tidak meninggalkan barang penting dikamarnya, mungkin Donghae benar-benar tidak akan muncul dihadapan sang ayah. Awalnya ia berpikir jika hari ini ayahnya akan pergi ke Busan. Maka ia bisa diam-diam untuk datang di malam hari dan mengambil barangnya yang tertinggal, namun sepertinya semua rencana itu berantakan saat ia hendak membuka pintu, sang ayah lah yang menyambutnya.
"jika kau mengizinkanku untuk mengambil barang-barangku, maka aku berjanji tidak akan menunjukkan wajahku di hadapanmu lagi Tuan besar Cho".
"Hae..." Donghae dan Hangeng membuang pandangan mereka kearah pintu utama. Disana sudah ada sang ibu bersama satu pemuda yang sejak dulu hingga saat ini masih ia benci, tentu saja Donghae membenci Kyuhyun, karena ia pikir Kyuhyun lah yang membuatnya diasingkan oleh keluarganya sendiri, di belakang mereka ada satu sosok cantik lainnya yang tengah menatap Donghae dengan tatapan polosnya. Tatapan yang membuat ia merasa hangat dibagian dadanya, padahal ini pertama kalinya Donghae bertemu dengan gadis itu.
"Hae...kau pulang, nak?".
"aku hanya ingin mengambil barang-barangku yang tertinggal setelah itu aku tidak akan pernah datang lagi kerumah ini".
"tidak! Kau tidak boleh pergi lagi, kau tidak boleh meninggalkan eomma lagi" Heechul meneteskan air matanya, ia sudah sangat merindukan buah hatinya. Putra satu-satunya yang lahir dari perutnya, satu-satunya keturunan Cho yang sudah meninggalkannya sejak beberapa bulan yang lalu.
Donghae tidak bisa dan tidak akan bisa melihat air mata yang mengalir dari kedua mata Heechul, terakhir kali ia melihat Heechul menangis adalah saat pertengkaran hebat antara dirinya dengan sang ayah hingga memutuskan untuk meninggalkan rumah mewah keluarganya. Saat itu Heechul menangis keras mencoba menahan kepergiannya, namun itu semua tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakitnya selama ini. Sejak kecil Hangeng sudah membencinya, semua kenakalan yang Donghae lakukan selama ini hanya untuk mencoba mencari perhatian kedua orang tuanya. Sejak sekolah menengah ia sudah menolak untuk melakukan les khusus dan ia juga menolak untuk berkuliah bisnis seperti yang diharapkan Hangeng. Donghae hanya ingin masa mudanya ia habisi dengan bersenang-senang dan keluar dari jeratan sang ayah.
"mengapa harus sampai menangis? Kehilanganku tidak akan berpengaruh pada kemajuan perusahaan bukan? Kalian memiliki satu anak emas yang selalu kalian bangga-banggakan, bahkan publik pun tau siapa anak dari Cho Hangeng dan Cho Heechul". Pandangan matanya menatap tajam kearah Kyuhyun. Demi Tuhan Donghae benar-benar muak dengan Kyuhyun, karena Kyuhyun bisa mendapatkan semuanya termasuk kasih sayang kedua orang tuanya.
Tatapannnya beralih pada Sungmin yang berada di samping Kyuhyun, Donghae tersenyum meremehkan dan menatap tajam kearah Sungmin.
"apa dia korban selanjutnya?apa keluarga Song tidak bisa membantu keuangan perusahaan hingga kalian kembali memanfaatkan wanita-wanita yang akan ditunangkan pada anak emas kalian ini?"
"bukan...bukan seperti itu..."ucap Heechul terbata-bata. Donghae melangkahkan kakinya mendekati Sungmin, sebelum akhirnya tubuh Kyuhyun berdiri di depan Sungmin seolah ingin melindungi gadis itu.
"jangan menyentuhnya, atau aku tidak akan segan-segan memukulmu"
.
.
.
TBC
.
.
.
Yeaaay selamat hari senin ^_^
Maaf ya kalau FF ini masih jauh dari kata sempurna, karena saya pribadi memang lebih suka membaca dari pada menulis tapi karena saya punya beberapa imajinasi tentang KyuMin jadi saya buat sebuah tulisan di FF ini. Saya juga mau minta maaf karena penulisan yang masih berantakan, jika kalian ingin memberikan beberapa masukan mohon untuk kirim melalui Private massanger. Semua PM yang masuk akan saya balas dengan senang hati asal kalian juga bicara dengan baik-baik ^_^
Terakhir, saya mau ucapin terima kasih buat yang udah review dichap satu dan setia nunggu hingga FF ini ending.
Aku sayang kalian :D
.
THANK TO REVIEW CHAP 1 :
danactebh, leleekyumin, ratihsusi31, OSH46, ovallea, Frostbee, vha137, cloudswan, PumpkinEvil137, Shengmin137, Qnie, sifkyumin136, chjiechjie, your fans, dwi-yomi, Kyumin, 137Kyumin, orange girls, cho kyumin137, bluepink137, lee hye byung, ELFKyu317, tamu nyasar, 137Wine, kyumin1001, dhekyuminz, Nurulsonelf02, Yujiracho, minnie akut, BunnyEvil KyuMin, nurindaKyumin, MinnieMinime
.
.
.
StellaChoi, 31 OKTOBER 2016
