MinnimieMing Present,
FanFiction
.
.
Cast : CHO KYUHYUN
LEE SUNGMIN
VICTORIA SONG
CHODONGHAE
.
.
Chapter : 4
.
Genre : Romance, Family, Drama, Hurt.
.
Rate : T
.
Warning GS!
.
.
"jadi ini yang kau lakukan saat jam kerja? Memalukan sekali" ujar Donghae sarkastik, Kyuhyun yang awalnya geram dengan sikap Donghae mendadak hilang saat matanya menangkap bayangan Sungmin yang tengah mengambil sesuatu di lantai.
Map itu. bukankah map itu berisi berkas rapatnya siang ini? Jadi tujuan Donghae kesini hanya untuk mengantar Sungmin memberikan map itu.
"Donghae, apa yang kau lakukan?" ucap seorang wanita yang begitu cantik, tubuhnya yang sangat proposional layaknya seorang model international, dan jangan lupakan pakaian glamournya yang mempesona.
Sungmin pernah melihat wanita itu, wanita yang berada di dalam pigura di kamar Kyuhyun. Wanita yang bersama Kyuhyun tengah tersenyum bahagia di pantai.
Sungmin menundukkan kepalanya, matanya terpejam berusaha untuk menormalkan detak jantungnya.
'jika dibandingkan dengannya, aku tidak ada apa-apanya, pantas saja Kyuhyun tidak ingin mengenalku lagi'
"Min, serahkan berkas itu dan kita cepat-cepat pergi dari sini" ujar Donghae kesal, lebih baik tadi ia menunggu Sungmin di dalam mobil dari pada harus bertatap muka dengan adik angkatnya serta tunangannya itu.
"ma..maaf tuan muda, ini berkas anda" Sungmin berjalan pelan kearah Kyuhyun yang masih terdiam, tangan mungilnya sedikit bergetar, wajahnya pun hanya menunduk menatap map ditangannya. Namja tampan itu menatap Sungmin dengan sendu, sebelum akhirnya mengambil map coklat yang di berikan Sungmin
"kau siapa?" tanya sosok wanita cantik di samping Kyuhyun, oh jangan lupakan bibir wanita itu yang sedikit membengkak karena ciuman panas antara wanita itu dengan tunangannya.
"dia adalah pelayan baru di keluarga Cho" jawab Donghae datar, wanita cantik itu. Victoria Song, menatap Sungmin dari bawah ke atas. Pakaian mewah yang dikenakan Sungmin membuat wanita cantik itu sedikit tidak percaya dengan ucapan Donghae.
"kau cantik sekali, aku Song Qian, kau bisa memanggilku Victoria. Aku adalah tunangan Kyuhyun" Victoria mengangkat sebelah tangannya untuk bersalaman dengan Sungmin, sontak gadis manis itupun ikut bersalaman dengan Victoria dengan memberikan senyum terbaiknya. Padahal tidak ada yang tau kini Sungmin tengah berperang melawan batinnya.
"senang bertemu dengan anda nona"
"tidak perlu seperti itu, aku rasa kita lahir ditahun yang sama". Victoria sangat baik, laki-laki manapun pasti sangat kagum melihat kesempurnaan wanita ini.
"sudah cukup perkenalannya, lebih baik kita cepat pergi dari sini Lee Sungmin". Mendengar ucapan Donghae, Sungmin pun kembali membungkukan badannya di hadapan Kyuhyun dan Victoria. Donghae sudah lebih dulu meninggalkan ruang kerja Kyuhyun sedangkan Sungmin berlari kecil mengikuti Donghae.
.
.
.
"dasar tidak tau diri, tidak bisakah mereka mencari tempat untuk bercinta" Donghae berujar dengan keras. Namja itu mengalihkan tatapannya kearah Sungmin yang tengah melamun menatap keluar jendela mobil, bahkan Donghae hampir terkejut melihat segaris air mata turun dari mata indah itu.
Donghae memang memperhatikan perubahan sikap Sungmin saat melihat Kyuhyun dan Victoria tengah bercumbu, tapi ia berpikir mungkin saja Sungmin baru melihat hal seperti itu hingga membuatnya tegang. Namun apa yang kini namja itu lihat seperti membuktikan jika Sungmin terluka dengan apa yang baru saja mereka lihat.
"kau baik baik saja?". Sungmin dengan cepat menghapus air matanya, kejadian seperti ini sama seperti saat Donghae bertemu dengan Sungmin di kolam renang rumahnya. Saat itu Sungmin juga tengah mengusap air matanya dengan kasar.
' gadis ini seperti menyimpan banyak beban di pundaknya'
"maaf ...saya baik-baik saja tuan" Sungmin menjawab dengan pelan, suaranya sedikit serak, bahkan wajahnya pun sudah memerah sempurna. Tidak seharusnya Sungmin memperlhatkan tangisnya didepan Donghae. Ia tidak mau Donghae menaruh curiga padanya dan berakhir dengan membahas hubungannya dengan Kyuhyun.
"aku sedang malas kembali kerumah, bagaimana kalau kita pergi kesuatu tempat?"
"eh? Lalu bagaimana dengan pekerjaanku tuan?" Sungmin bertanya sedikit panik saat merasa Donghae berjalan kearah yang menjauhi rumah keluarga Cho.
"aku akan menghubungi eomma kau tidak perlu khawatir"
,
,
,
~~~MinnimieMing~~~
.
.
.
Donghae menghentikan mobilnya di sebuah tempat dimana banyak anak-anak disana, tempat yang indah. Sungmin pun yang berada disebelahnya terasa tidak asing dengan pemandangan ini, tempat ini membuatnya seperti terlempar kebeberapa tahun yang lalu. Sebuah panti asuhan, walaupun suasananya tidak seindah panti asuhannya dulu, namun semua panti asuhan akan sama yaitu menampung beberapa anak tanpa orang tua.
"eoh, bukankah itu Dokter Lee...eomma,Dokter Lee datang"
Beberapa anak yang tengah bermain di kolam pasir mendadak berteriak memanggil ibu panti mereka, dan disana seorang wanita paruh baya menatap Donghae dan Sungmin dengan lembut. Wanita itu membuka tangannya lebar, saat itu juga Donghae berlari memeluk wanita paruh baya itu. Tidak disangka beberapa anak ikut memeluk Donghae dan seorang wanita yang Sungmin yakin adalah ibu panti, Sungmin tersenyum sendu menatapnya. Gadis manis itu kembali menangis, ia merindukan ibu pantinya, ia merindukan teman-temannya dan Sungmin merindukan Kyuhyun,sahabatnya.
"aku pikir mengajakmu kesini untuk menghilangkan rasa sedihmu, mengapa menangis lagi?" Donghae berjalan kearah Sungmin yang menunduk, tangannya meraih tangan mungil Sungmin dan mengajak gadis cantik itu duduk dibawah pohon rindang di taman panti.
"aku...aku hanya merindukan masa laluku selama di panti asuhan". Jawab Sungmin menampilkan senyum menawannya, Donghae terbelalak mendengar ucapan Sungmin.
"jadi kau pernah berada di panti asuhan sebelumnya?"
"iya, ibu panti bilang sejak kecil ibu kandungku meninggalkanku di panti asuhan dan tidak pernah datang lagi untuk menjemputku". Sungmin menundukkan kepalanya, tidak berniat melihat Donghae yang menatapnya iba.
"berarti kita sama, sama-sama tidak diinginkan oleh keluarga kita sendiri" Sungmin terkejut dengan penjelasan Donghae, bukankah nyonya Cho sangat membutuhkan kehadiran Donghae bahkan hingga hampir bunuh diri. Donghae yang sedikit paham dengan tatap Sungmin pun tertawa kecil melihat wajah polos itu.
"lima bulan yang lalu aku melarikan diri dari rumah, aku sudah cukup muak dengan sikap ayah ku yang selalu menahanku dan ibuku tidak akan bisa melakukan apapun untuk membantuku. Keluarga ku memang memiliki satu putra dan itu bukan aku, publik sangat tau siapa keturunan Cho sebenarnya. Kau juga pasti tau siapa orang itu"
"Kyuhyun" gumam Sungmin pelan, matanya masih menatap kosong kehamparan taman luas yang dipenuhi pohon rindang. Telinganya masih mendengar cerita Donghae yang memilukan
"kau benar. beberapa tahun yang lalu, kami pindah ke Korea dan ayahku langsung menunjukan Kyuhyun pada publik jika putranya akan melanjutkan Cho Corp. saat itu pertama kalinya dalam hidupku aku merasa tidak dihargai sama sekali. Kau tau? Cita-cita ku yang sebenarnya adalah menjadi seorang dokter" jelas Donghae, bibirnya tersenyum penuh luka dan rasa sakit.
"tapi setidaknya kau tau dimana orang tuamu, dan kamu merasakan sedikit rasa sayang yang diberikan mereka."
"kasih sayang? Bagi mereka, kasih sayang hanya memberikan fasilitas terbaik tanpa peduli apa aku menyukainya atau tidak" Sungmin tersenyum tipis mendengar ucapan Donghae
"aku dengar mereka memanggilmu Dokter Lee, mengapa Lee? Bukankah..."
"sudah ku bilang berkali-kali, selamanya keturunan Cho hanya untuk Kyuhyun" jelas Donghae santai, Sungmin terbelalak saat otaknya mulai mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"jadi ...jadi maksudmu selama ini kau disembunyikan?" tanya Sungmin tidak percaya, matanya masih memperhatikan Donghae yang mulai tertawa keras.
"jadi kau baru paham sekarang? Mereka tidak menyembunyikanku, hanya saja aku harus menutup semua identitasku bahkan aku memperkenalkan diri kesemua orang jika namaku adalah Lee Donghae, bukan Cho Donghae". Sungmin terdiam, ia baru sadar sekarang jika tidak ada satupun di Kyunghee yang mengetahui nama lengkap Donghae. Kecuali Eunhyuk. Ya, Eunhyuk mengetahui semuanya.
"aku harap kau bisa menjaga rahasia ini Sungmin" lanjut Donghae, Sungmin tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Jadi ini alasan mengapa Kyuhyun tidak ingin Sungmin membahas masa lalu mereka, karena Kyuhyun mempunyai posisi penting di depan publik.
.
.
.
~~~MinnimieMing~~~
.
.
.
Sungmin dan Donghae akhirnya tiba dirumah keluarga Cho saat jam menununjukan pukul sepuluh malam, terlalu larut karena keduanya begitu menikmati waktu bersama beberapa anak panti lainnya. Ternyata Donghae adalah orang yang baik dan menyayangi anak-anak disana, bahkan ibu panti menceritakan pada Sungmin saat pertama kali Donghae datang ke panti saat namja tampan itu melihat seorang anak disana yang terluka hingga Donghae datang untuk mengobati anak itu. Sampai akhirnya Donghae merasa berada dititik lelahnya berada di rumah keluarga Cho, saat itu juga ia memutuskan untuk tinggal dipanti asuhan.
"kau pasti lelah sekali" ucap Donghae saat keduanya sudah masuk kedalam rumah mewah keluarga Cho. Sungmin tersenyum dan menggeleng pelan
"aku sangat senang, terima kash sudah membawa ku kesana"
"ya, kau istirahatlah. Aku juga akan kembali kekamar, selamat malam Sungmin". Donghae berjalan kearah Sungmin yang menatapnya bingung, tanpa disangka namja tampan itu mengusap surai halus Sungmin sebelum akhirnya berjalan menuju kamarnya.
Sungmin masih diam, terlalu terkejut dengan sikap Donghae padanya. Donghae begitu baik, dan seperti tidak menganggapnya sebagai seorang pelayan, melainkan seorang taman.
Donghae adalah teman laki-laki keduanya setelah Kyuhyun, karena selama ini Sungmin tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun.
Sungmin tersenyum lebar, sedikit melupakan rasa sakit di hatinya yang sempat tergores benda tajam tak kasat mata saat melihat Kyuhyun yang tengah bercumbu dengan Victoria.
Gadis manis itu melangkahkan kakinya dengan semangat menuju kamar para pelayan disudut rumah namun urung saat melewati dapur ia melihat Kyuhyun tengah memasak sesuatu diatas panci dan sepertinya itu adalah ramen . Ramen adalah makanan kesukaan Kyuhyun sejak kecil, namja tampan itu pernah merengek meminta Sungmin membuatkan ramen dimalam hari saat ibu panti dan teman-temannya tengah tertidur.
Sungmin memperhatikan Kyuhyun dari balik dinding hingga tidak sengaja mata keduanya bertemu dan Sungmin mau tidak mau harus mengucapkan salam pada majikannya itu.
"selamat malam tuan muda, ada yang bisa saya bantu?" ucap Sungmin sopan, tubuhnya sedikit membungkuk dan berjalan pelan kearah Kyuhyun. Sungmin memperhatikan ramen yang berada di dalam panci dengan terkejut. Kyuhyun memperhatikan Sungmin dengan datar, sebelum membuka suaranya.
"aku tidak bisa memasaknya" jawab Kyuhyun dingin, Sungmin memejamkan matanya sebentar sebelum akhirnya menatap Kyuhyun dengan senyum manisnya.
"baiklah, akan saya bantu membuatkannya". Dengan cepat gadis cantik itu membuka tasnya dan meletakkannya di atas meja makan lalu memakai apronnya.
"tuan bisa menunggu di meja makan" ujar Sungmin yang memulai merapihkan masakan Kyuhyun yang berantakan, bagaimana mungkin namja tampan itu membuat ramen dengan air yang hampir memenuhi pancinya.
Tidak sampai setengah jam, ramen buatan Sungmin kini sudah disajikan didepan mata Kyuhyun, Sungmin menatap Kyuhyun yang masih terdiam. Sungmin pikir mungkin Kyuhyun tidak menyukai masakannya.
"maaf..." ucap Sungmin pelan, kepalanya tertunduk. Sungmin benci menjadi lemah, entahlah Kyuhyun bisa membuatnya lemah bahkan mudan bersedih seperti ini. Sejak Kyuhyun meninggalkannya 12 tahun yang lalu, Sungmin memang merubah sifat cerianya menjadi lebih menyendiri dan pendiam, tidak jarang gadis manis itu menangis merindukan Kyuhyun.
"kenapa minta maaf?" tanya Kyuhyun dengan suara beratnya
"mungkin tuan muda tidak menyukai masakan saya"
"aku menyukainya"
"ne?" Sungmin menatap Kyuhyun tidak percaya, ada rasa bahagia saat mendengar kata-kata Kyuhyun. Namja tampan itu memulai makan malamnya, tidak. Itu bukan makan malamnya, karena nyatanya ia sudah memakan makan malamnya bersama Victoria, namun mendadak Kyuhyun ingin memakan ramen di malam hari, selama ini Kyuhyun membuat ramen sendiri tanpa orang tuanya atau pelayannya ketahui.
Sungmin masih berdiri menatap Kyuhyun yang tengah memakan ramennya, kejadian ini sama seperti yang dulu sering ia lakukan bersama Kyuhyun. Dulu setelah memasak ramen untuk Kyuhyun, Sungmin memilih untuk menemani namja tampan itu dengan duduk disampingnya, namun kini Sungmin harus tau posisinya dirumah ini, tidak mungkin Sungmin duduk disamping Kyuhyun untuk menemani namja itu.
'aku tidak tau mengapa takdir membawa ku untuk bertemu dengan mu, dengan setatus yang berbeda'
Sungmin terus menatap Kyuhyun seraya mengingat masa lalunya, tanpa menyadari Kyuhyun yang kini tengah menatapnya yang hampir menangis.
"kau menangis?"
"a...apa?" Sungmin tergagap, ia terlalu menikmati bayangan masa lalunya hingga tidak sadar air mata kembali mengalir dari matanya. Gadis cantik itu menunduk, dan sedikit terkejut ketika tangan hangat Kyuhyun menariknya.
.
.
.
Sungmin dan Kyuhyun duduk di salah satu kursi taman dibelakang rumah keluarga Cho, Sungmin terkejut saat Kyuhyun menariknya dan membawanya ketaman, ia pikir mungkin ada hal yang ingin Kyuhyun bicarakan namun tidak ingin orang-orang didalam rumah mendengarnya.
"mengapa kau datang kesini?" pertanyaan pertama Kyuhyun membuatnya tersentak, pertanyaan yang sama saat pertama kali Sungmin bertemu dengan Kyuhyun dirumah ini.
"a...aku mencari pekerjaan dan bertemu dengan Lee ahjumma"
"apa tujuanmu sebenarnya datang ke Seoul? Kau kabur dari panti? Atau kau datang kesini hanya untuk..."
"aku ingin bertemu denganmu" potong Sungmin dengan suara sedikit keras. hatinya kembali terluka, mengapa Kyuhyun seolah enggan bertemu dengannya. Apa karena kini Kyuhyun adalah anak orang kaya sedangkan Sungmin hanya seorang pelayan biasa yang hidup tanpa orang tua.
"kau bilang ingin bertemu denganku? Kau sudah gila Sungmin, kita bahkan sudah belasan tahun tidak bertemu"
"justru karena kita tidak pernah bertemu, oleh karena itu aku sangat merindukanmu". Jawab Sungmin kali ini lebih pelan bahkan hampir berbisik, Kyuhyun menatap Sungmin yang masih menunduk memainkan jari di pangkuan gadis itu.
"lebih baik kau keluar dari rumah ini". Ujar Kyuhyun sarkastik, Kyuhyun tidak melihat Sungmin yang tengah menggigit bibirnya dengan paksa seolah menahan isakan tangisnya karena terhalang rambut panjangnya.
"kenapa... Kenapa kau lakukan ini padaku Kyu? Apa salahku? Apa yang telah aku lakukan hingga kau membenciku seperti ini?". Tangis Sungmin pecah, wajahnya yeng memerah berhadapan dengan Kyuhyun yang menatapnya datar. Tidak ada sedikitpun rasa iba dari tatapan Kyuhyun dan itu membuat Sungmin tambah terluka.
"karena kau adalah bagian dari masa laluku" . Kyuhyun bangun dari duduknya, dan hendak berjalan menjauhi Sungmin sebelum ia merasa seseorang tengah memeluknya dari belakang bahkan Kyuhyun bisa merasakan punggungnya yang basah karena air mata Sungmin.
"aku tau semuanya, demi Tuhan aku tau apa yang terjadi padamu dan keluarga ini. Aku berjanji tidak akan membongkar identitasmu Kyu, aku tau jika ini adalah impianmu. Tapi aku mohon jangan perlakukan aku seperti ini"
Tidak ada seorangpun yang bermimpi untuk menjadi seorang budak, Min
"kau tidak tau apapun, dan lebih baik kau pegang janjimu. Anggap kita tidak pernah kenal sebelumnya, aku adalah Cho Kyuhyun dan kau... kau adalah Lee Sungmin". Kyuhyun melepaskan pelukan Sungmin dengan paksa sebelum akhirnya masuk kedalam rumah, tubuh tinggi itu membalikan badannya dan melihat Sungmin yang masih berada di posisinya tengah menunduk dan terisak keras.
Ingin berlari dan memeluk wanita itu hanya akan menjadi masalah untuknya. Kyuhyun memilih meninggalkan Sungmin sendirian tanpa mereka tau jika ada satu sosok lagi yang tengah menangis mendengar semuanya.
.
.
.
~~~MinnimiMing~~~
.
.
.
Sungmin demam. Semalaman ia hanya berpikir bagaimana caranya agar Kyuhyun berhenti membencinya, Sungmin juga tidak mungkin meninggalkan rumah ini karena nyonya Cho begitu baik padanya hingga rela menyekolahkannya. Untuk sekarang ini yang perlu ia lakukan hanya mengikuti permintaan Kyuhyun untuk tidak saling mengenal, mungkin selamanya Kyuhyun adalah tuan muda yang angkuh sedangkan Sungmin hanya seorang pembantu rumah tangga. Sungmin sudah menetapkan hatinya jika sampai kapanpun hubungan masa lalunya dengan Kyuhyun tidak akan bisa bersatu lagi.
Kepala Sungmin sangat berat mungkin karena semalaman tidak tidur dan hanya menghabisi waktunya dengan menangis, namun ia tetap harus membantu pelayan menyiapkan sarapan. Hari ini hari minggu dan Victoria turut hadir untuk sarapan bersama keluarga Cho. Hangeng, Heechul bahkan Kyuhyun sangat senang dengan kehadiran Victoria. Namun satu diantara mereka memilih tidak peduli dan hanya menatap malas kearah wanita cantik itu.
"kapan kalian akan menikah? Kalian sudah lama bertunangan, belum terpikir untuk memiliki anak?" tanya Hangeng ramah. Victoria tampak tersenyum malu, sedangkan Donghae memutar bola matanya malas benar-benar muak dengan ayahnya.
"kami belum membicarakan ini, tapi jika Kyuhyun benar-benar melamarku tahun ini kami pastikan akan segera menikah" jawab Victoria sopan, Hangeng dan Heechul tertawa lebar .
"jadi maksudmu anakku ini belum berani melamarmu?"
"itu...aku berencana akan melamarnya tahun ini"
'praankk
Suara pecahan piring itu menggema, membuat percakapan mereka terhenti dan beralih menatap satu pelayan muda disana yang tengah menunduk menatap piring yang seharusnya ia letakan dimeja kini hancur di sekitar kakinya, serta makanan yang mengotori baju pelayannya.
Seharusnya Sungmin tidak mendengar ini, seharusnya hatinya tidak perlu sampai sesakit ini.
Kyuhyun hanya sahabatnya dimasa lalu mengapa hatinya berteriak seolah Kyuhyun kekasihnya yang akan menikahi wanita lain.
"Sungmin, kau tidak apa-apa?" Donghae berdiri didepan Sungmin dan memeriksa tubuh Sungmin yang masih diam.
"ma..maafkan aku" Sungmin hendak berjongkok mencoba merapihkan kekacauan dilantai sebelum suara Heechul menghentikannya. Wanita cantik itu bangun dari kursinya dan meminta pelayan laki-laki yang membereskan pecahan piring dilantai. Heechul beralih memeluk pundak Sungmin yang masih tegang.
"astaga kau demam, wajahmu juga pucat. Lebih baik kau beristirahat"
"tidak apa-apa nyonya, saya baik-baik saja" ujar Sungmin pelan.
Victoria menatap Sungmin yang begitu diperhatikan oleh Heechul sedikit merasa iri, Heechul memang selalu baik padanya tapi kenapa Heechul harus begitu perhatian pada gadis yang hanya seorang pelayan. Bahkan Donghae juga sangat perhatian pada Sungmin.
"aku akan mengantarmu kekamar, ayo Sungmin". Donghae memapah Sungmin pelan, Heechul dan Victoria menatap Sungmin kasihan, Hangeng yang nampak tidak peduli hanya melanjutkan sarapan paginya yang tertunda sedangkan Kyuhyun, namja tampan itu menatap Sungmin dengan tatapan yang sulit diartikan.
.
.
.
"mengapa bisa sampai sakit seperti ini? Apa kau terlalu lelah?" tanya Donghae saat Sungmin baru saja keluar dari kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian biasa. Gadis cantik itu hanya tersenyum lemah dihadapan Donghae dan memilih untuk duduk pada kasur lantainya.
"sepertinya anemiaku kambuh, aku tidak apa-apa tuan setelah tidur beberapa jam akan pulih kembali".
"aku akan meminta eomma untuk membiarkanmu beristirahat hingga besok"
"tidak...jangan.."
"kenapa?"
"aku pelayan baru, tidak mungkin aku mengambil libur sedangkan beberapa pelayan lain masih harus bekerja. Lagi pula hari ini aku hanya membantu ahjumma mengurus taman dirumah kaca" Sungmin tersenyum lemah dibalik wajah pucatnya. Lagi-lagi ia bersyukur karena Donghae begitu baik padanya.
"kau bisa mengerjakannya sore hari, untuk sekarang lebih baik kau beristirahat" jelas Donghae, Sungmin tengah berbaring di kasur lantainya dan Donghae membantu menyelimuti tubuh mungil itu.
Namja itu sempat keluar sebentar hanya untuk mengambil sebuah baskom, handuk kecil dan air untuk mengompres dahi Sungmin.
"tuan tidak perlu melakukan ini, saya baik-baik..."
"tidak ada orang sakit yang baik-baik saja, diam dan tidurlah" potong Donghae, namja itu merapihkan rambut Sungmin dan meletakan handuk didahi Sungmin, membuat gadis cantik itu sangat nyaman.
"terima kasih banyak tuan..."
"Donghae.. panggil saja seperti itu jika tidak ada siapapun diantar kita". Sungmin sedikit geli dengan sikap Donghae, dia begitu bersahabat walaupun statusnya adalah majikan Sungmin.
Donghae terus memperhatikan Sungmin hingga gadis cantik itu jatuh kedalam alam mimpinya, bahkan namja itu masih setia mengganti handuk yang sudah kering dan kembali membasahinya hingga suhu tubuh Sungmin membaik.
"tidak tau apa yang sudah kau lakukan hingga membuatku begitu peduli padamu, yang jelas aku nyaman berada disampingmu Sungmin". Donghae mengusap rambut Sungmin sayang, tidak sadar jika seseorang tengah menatap tajam di depan pintu kamar Sungmin.
.
.
.
TBC
.
.
.
Ini pendek ya, sebenernya bukan pendek cuma saya aja yang ga bisa nentuin dimana batas TBC nya ahahaha..
Semoga kalian ga bosen sama ceritanya makanya disetiap TBC nya saya bikin biar pada penasaran, saya juga mau minta maaf soal typo dimana-mana, jujurnya ini ngetiknya di sela-sela pekerjaan dan saya suka lupa baca ulang lagi. Saya nerima saran-saran dari kalian apabila ada kekurangan dari cerita ini, karenajujursaya belum berbakat menjadi penulis hihihi. Tapi saya akan berusaha lebih baik lagi. ^_^
.
.
Thanks To Review
vha137, danactebh, rahmaotter PumpkinEvil137, , cloudswan, Shengmin137 , auliaMRQ , Michiko Haruna, nurulasyiahramadhanti , lee hye byung, ugikyu 137, Hanna, cbpark, wulankyu, xxnunxxcan , bluepink137, innae, orange girls , MinnieMinime, dwi-yomi dan para guest
.
StellaChoi. Tangerang, 12 Desember 2016
