Title : Love Is Abnormal
Author : V.D_Cho
Cast : Kibum, Kyuhyun, dan teman-teman ^^
Genre : Fantasy, Romance, Drama
Type : GS
Warning : It's a GS fanfict. As you see in other ff. DLDR. Don't be a plagiator, make your own story don't take my idea or any plot in this ff. This is all pure my own imagination. Please appreciate my hard work. Take with full credit. ^^
V.D Entertainment
.
.
Proudly Present
.
.
:::Love Is Abnormal:::
.
.
.
Chapter 1 : Tell Me Your Wish
Kibum sangat yakin kalau otak jeniusnya ini memiliki jutaan kosakata di dalamnya. Tapi, mungkin karena faktor kejutan juga, Kibum tidak bisa menemukan satupun kata yang cocok untuk menanggapi perkataan yeoja dihadapannya ini selain kata, "hah?!"
Yeoja itu menatap Kibum polos. Ditariknya lagi tangannya yang tadi mengacungkan tiga jarinya pada Kibum. Dia kemudian menggacak rambutnya frustasi sambil menggerutu, "bagaimana caraku menjelaskannya?"
"ya jelaskan saja. Kau ini siapa, bagaimana kau masuk ke sini, dan apa maksudmu dengan memberiku tiga permohonan." Ujar Kibum enteng. Yeoja itu berhenti mengacak-acak rambutnya dan menatap Kibum sebentar, sebelum akhirnya menjawab.
"kau bisa memanggilku Kyuhyun. Caraku masuk kesini? Itu karena kau yang membawaku dan tiga permohonan itu adalah wujud terimakasihku."
Kibum mengangguk, kemudian otak jeniusnya mulai memproses jawaban Kyuhyun. 'Aku membawanya? Kapan aku membawa yeoja masuk ke kamarku?' pikir Kibum.
"PSP itu. Aku sudah terkurung disana selama berbulan-bulan." Celetuk Kyuhyun yang sepertinya tahu isi pikiran Kibum. Kibum menatap horor pada Kyuhyun.
Oh! Kibum tahu kesimpulannya…
Jadi, Kyuhyun terkurung didalam PSP, lalu dirinya – yang entah bagaimana– secara tak sengaja membebaskan Kyuhyun. Lalu Kyuhyun memberikannya tiga buah permohonan sebagai tanda terimakasihnya.
Begitu?
Menarik…
Mulut Kibum perlahan terbuka dan dia mulai tertawa. Makin lama tawanya makin kencang saja suaranya. Tapi, tak berapa lama kemudian tawa Kibum menghilang dan Kibum menatap yeoja yang mengaku bernama Kyuhyun itu tajam.
"KAU PIKIR AKU PERCAYA?!"
:::Love Is Abnormal:::
Kibum rasanya sangat ingin membenturkan kepalanya ke dinding. Dirinya cukup frustasi mendengar penjelasan Kyuhyun yang sangat aneh dan diluar nalar. Kyuhyun mengatakan kalau dia bukanlah manusia melainkan seorang jin. Dia dikurung di dalam PSP karena persediaan teko di tempatnya sedang habis. Dan ibunya sendiri yang mengurungnya didalam sana karena kelakuannya yang nyaris menyamai dewa kejahilan, Loki.
Kibum menampar pipinya sendiri dengan kuat, berharap dengan melakukan hal tersebut dia akan terbangun dari mimpi anehnya ini. Tapi, alih-alih terbangun, pipinya memerah dan rasa nyeri merambati wajah tampannya. Kibum menyadari satu hal, ini bukanlah mimpi.
Dipandanginya sekali lagi Kyuhyun yang kini tengah duduk diam dan menunggu respon darinya. Tapi, tak peduli berapa kalipun Kibum memperhatikannya, Kibum tak berhasil menemukan satupun hal yang mendukung pernyataan yang dilontarkan Kyuhyun padanya tadi.
Lihatlah, Kyuhyun mengenakan sweeter lengan panjang berwarna biru muda dengan gambar tanduk setan di bagian depannya, skinny jeans hitam dan juga sepatu kets hitam. Rambut panjang cokelat ikalnya barusan ia kuncir agak tinggi. Ditelinga kirinya terdapat dua buah piercing. Mana ada jin yang berpenampilan seperti dirinya…
"ceritakan sekali lagi." Kata Kibum. Kyuhyun mendelikkan matanya.
"aku sudah menceritakannya 16 kali, Kibum!"
"aku tahu. Tapi aku belum mengerti, ceritakan lagi."
"tidak mau. Bibirku pegal, katakan saja apa permohonanmu, aku akan mengabulkannya kemudian menghilang dari kehidupanmu."
"tidak mau. Aku tidak percaya padamu."
Kyuhyun menggerang frustasi, "apa susahnya mengatakan permohonanmu? Lagi pula kalau pun tidak terkabul, tidak akan ada ruginya untukmu kan?"
"tentu saja ada."
"apa?"
"aku akan jadi korban PHP." Jawaban Kibum membuat Kyuhyun menunjukkan facepalm-nya.
"apa yang harus kulakukan agar kau percaya padaku?" tanya Kyuhyun akhirnya. Kyuhyun memiliki rencana tersembunyi dibalik pertanyaannya ini. Nanti, ketika Kibum mengatakan hal apa yang harus dilakukannya, maka Kyuhyun akan menganggap itu sebagai permohonan pertama Kibum. Dengan begitu, tugasnya tinggal dua. Hahahaha. Kyuhyun tersenyum iblis sambil menunggu jawaban Kibum.
"apa saja. Tapi, jangan anggap kalau ini permohonanku."
Senyuman Kyuhyun luntur seketika. Kibum mengetahui rencananya, "kau bisa membaca pikiran ya?"
"Tidak juga. Memang jalan pikiranmu yang gampang ditebak."
Kyuhyun berdecih tak senang. Diambilnya smartphone Kibum yang tergeletak disamping Kibum dan meremukkannya dalam sekali percobaan. Kibum menatap miris smartphonenya yang hancur seperti habis dilindas oleh sebuah truk besar, kalau Kyuhyun bisa memperbaikinya tak apa. Tapi, kalau tidak?
Kemudian, Kyuhyun dengan ogah-ogahan menyapukan tangannya diatas smartphone yang remuk tersebut, lalu, voila! Smartphone Kibum utuh kembali. Kyuhyun lalu beralih untuk melihat ekspresi Kibum, ternyata ekspresinya masih sama saja, datar. Iseng, Kyuhyun menggerakkan jari telunjuknya untuk membuat garis melengkung kebawah seperti sebuah senyuman.
"Kibum, senyum…" katanya. Dan seketika itu pula Kibum menunjukkan senyumannya. Kyuhyun nyaris tertawa melihat wajah Kibum, meskipun dia tersenyum, tapi tatapannya tetap saja datar. Kyuhyun takut, kalau nanti dia tertawa Kibum akan merajuk padanya dan membuat tugasnya semakin sulit.
Masih dengan senyuman diwajahnya, Kibum berkata pada Kyuhyun, "jangan gunakan sihirmu padaku."
"itu permohonanmu?"
"bukan. Itu perintah."
Kyuhyun mem-pout-kan bibirnya dan mengembalikan ekspresi Kibum ke wajah datarnya.
"tapi kau tampan kalau sedang tersenyum."
"bukan urusanmu." Balas Kibum dingin. Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya pelan berusaha untuk memaklumi sifat Kibum yang cuek tersebut.
"Kibum…" panggil Kyuhyun. Kibum mengalihkan pandangannya dari smartphone-nya ke Kyuhyun.
"senyum…" sambung Kyuhyun. Dan, Kibum kembali tersenyum.
"YA!" bentak Kibum. Sebelum Kibum mengomelinya, Kyuhyun sudah lebih dulu menghilang dari kamar tersebut. Bersamaan dengan itu, pintu kamar Kibum terbuka dan menampakkan sosok dari hyungnya.
"kau berbicara dengan siapa, Bum? Kenapa teriak-teriak?" tanya Siwon.
"bukan dengan siapa-siapa."
Siwon kemudian mengerutkan dahinya saat melihat ada yang aneh dengan Kibum. Dan detik berikutnya, Siwon meninggalkan kamar Kibum dan berteriak-teriak tak jelas hingga teriakannya terdengar keseluruh penjuru rumah mereka.
"KIBUM TERSENYUM! DUNIA AKAN KIAMAT! EOMMAAA…." teriak Siwon. Kibum terperangah dan merasa kalau rahangnya akan segera lepas dari tempatnya mendengar teriakan Siwon barusan. Mungkin memang dia harus membenturkan kepalanya ke dinding, kemudian dia akan mengalami amnesia dan dia melupakan semua kejadian ini, lalu dia bisa hidup dengan tentram. Ide bagus…
BLAM!
Pintu kamar Kibum tertutup dengan sendirinya. Bersamaan dengan itu, senyuman Kibum menghilang.
"separah itukah efek kalau kau tersenyum?" tanya Kyuhyun yang tiba-tiba muncul disamping Kibum. Kibum mendesah pelan dan menatap Kyuhyun intens, "kau tahu, Kyu…"
"tidak." Jawab Kyuhyun.
"makanya diam dulu. Jangan main potong seenaknya."
"baik." Ujar Kyuhyun patuh.
"kau tahu, kepalaku pusing sekarang."
"ya, lalu? Kau memintaku untuk menyembuhkan sakit kepalamu itu? Itu permohonan pertamamu?" Kyuhyun terlihat antusias. Namun wajah cerianya segera menghilang kala Kibum menggelengkan kepalanya.
"kau tahu apa yang biasanya kulakukan kalau kepalaku sedang pusing?"
Kyuhyun menggeleng, sedangkan Kibum tersenyum tipis.
"tidur. Dan aku akan melakukannya sekarang."
Kibum merebahkan dirinya ditempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Kyuhyun memutar matanya malas melihat tingkah Kibum. Dia menaiki tempat tidur Kibum dan menduduki Kibum sambil mengguncang-guncang tubuh Kibum.
"hei, tukang tidur, bangun~ katakan permohonanmu~" kata Kyuhyun. Tapi Kibum tak meresponnya sedikitpun. Kyuhyun tidak menyerah begitu saja. Dia terus melanjutkan aksinya hingga akhirnya Kibum merespon dengan menggulingkan tubuh Kyuhyun ke sisi tempat tidur yang kosong disebelahnya.
"bisakah kau diam?"
"itu permohonanmu?"
"bukan, itu perintah."
Setelahnya, Kibum kembali meringkuk dibalik selimut. Sementara Kyuhyun ikut berbaring disebelah Kibum sambil menatap langit-langit kamar Kibum dan meniup poninya.
"kapan ini akan berakhir?" gumamnya miris.
:::Love Is Abnormal:::
"anak ayam turun sejuta~ mati satu tinggal sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan~"
"anak ayam turun sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan~ mati satu tinggal sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh delapan~"
"anak ayam turun sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh delapan~ mati satu tinggal sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh~"
"anak ayam turun sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh~ mati satu tinggal…"
"anak ayamnya sudah mati semua!" potong Kibum cepat. Kyuhyun memandang Kibum dari arah balkon kamar Kibum tak suka.
"bagaimana bisa mati semua? Kan masih ada sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh enam lagi seharusnya…"
"sisanya kujadikan ayam potong." Jawab Kibum malas. Dia merasa kalau diriya sedang beradu argumen dengan bocah 5 tahun. Salahkan Kyuhyun yang menyanyi dengan lirik tak masuk di akal.
Saat ini, mereka berdua sedang berada dikamar Kibum. Kibum di meja belajarnya mengutak-atik laptopnya, sedangkan Kyuhyun berada di balkon kamar Kibum sambil menyanyi absurd seperti tadi. Kyuhyun memasang wajah kesalnya.
"siapa yang memberikanmu izin utuk memotong ayam-ayamku?"
"kata siapa mereka ayammu?"
"kataku tentu saja."
"aku tidak melihat ada namamu ditubuh mereka saat aku memotongnya."
Kyuhyun menatap Kibum sinis, kemudian menghela nafasnya pasrah. "baik, aku mengalah. Akan kuganti lagunya."
"mana dimana anak kambing saya~ anak kambing saya ada di…"
"pasar daging…" timpal Kibum.
"YA! Kenapa kau selalu memotong nyanyianku sih? Dan lagi, bagaimana bisa dia berada di pasar daging?"
"suka-suka aku. Aku yang menjualnya ke pasar daging tadi."
Darah Kyuhyun mendidih. Asap mulai keluar dari hidungnya dan tanduk mulai tampak di atas kepalanya. Kebetulan Kibum sedang memakai kaos berwarna merah. Anggap saja Kyuhyun itu banteng yang sangat ingin menyeruduk Kibum dengan tanduknya saat ini. Tapi dibatalkannya niatnya barusan. Karena, kalau nanti Kibum kenapa-kenapa, dia juga yang susah. Jadi, dia memilih untuk menetralkan emosinya dan kembali bernyanyi.
"gomsemariga, han jib e isseo~ appa gom, eomma gom, aegi gom~"
"appa gommeun tteung tteunghae~ eomma gommeun …"
"bisakah kau hentikan nyanyianmu itu?" potong Kibum lagi.
"itu permohonanmu?"
"bukan. Itu perintah."
Kyuhyun mulai berpikir, akan kah dia mati kalau dia menerjunkan dirinya ke bawah dari balkon Kibum ini? Karena dia merasa kalau bersama Kibum dia akan mati secara perlahan-lahan karena darah tinggi. Lebih baik dia mempercepatnya bukan?
"kau mau melompat dari sana? Lompat saja…" tiba-tiba Kibum berkata.
"katakan yang sebenarnya, kau memang bisa membaca pikiran kan?" tuding Kyuhyun.
"sudah kukatakan, jalan pikiranmu itu gampang ditebak."
TWITCH!
Sebuah persimpangan tercetak didahi Kyuhyun.
Teman-teman, setelah ini, tolong segera siapkan matras yang empuk tepat dibawah balkon kamar Kibum, oke? karena Kyuhyun benar-benar akan melompat dari sana…
:::Love Is Abnormal:::
.
.
.
To Be Continued…
Reviews's Reply :
Author's Note : manhi review juseyoong~ *dance Genie bareng Kyuhyun*
Sowoneul marhaebwa~
