Title : Love Is Abnormal

Author : V.D_Cho

Cast : Kibum, Kyuhyun, dan teman-teman ^^

Genre : Fantasy, Romance, Drama

Type : GS

Warning : It's a GS fanfict. As you see in other ff. DLDR. Don't be a plagiator, make your own story don't take my idea or any plot in this ff. This is all pure my own imagination. Please appreciate my hard work. Take with full credit. ^^

V.D Entertainment

.

.

Proudly Present

.

.

:::Love Is Abnormal:::

.

.

.

Chapter 2 : Kibum's First Wish

Kibum berjalan dengan diikuti oleh Kyuhyun dibelakangnya. Tapi, saat hampir tiba di tempat tujuan, Kibum menghentikan langkahnya dan membuat Kyuhyun yang berada dibelakangnya menabrak punggungnya.

"kenapa kau berhenti tiba-tiba, sih? Katanya mau mandi… kamar mandinya di depanmu, kenapa berhenti disini?"

"kau mau apa?" tanya Kibum balik.

"mengikutimu."

"ke kamar mandi?"

Kyuhyun menjawab dengan anggukan polosnya.

"kau sadar dengan apa yang kau lakukan sekarang?"

Kyuhyun mengangguk lagi, Kibum menghela nafas pelan.

"jangan-jangan… kau itu…" Kibum mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun, membuat Kyuhyun memundurkan kepalanya menjauhi wajah Kibum.

"… jin mesum, ya?" lanjut Kibum. Kyuhyun menatap Kibum datar sambil mendorong wajah Kibum menjauh darinya. "jaga bicaramu, tuan…" ujar Kyuhyun, kemudian ia membalikkan tubuhnya membelakangi Kibum, "aku akan menunggumu disini. Cepatlah."

"untuk apa menungguiku?"

"siapa tahu nanti kau ingin memintaku untuk mengabulkan permohonanmu…" jawab Kyuhyun masih dengan posisi membelakangi Kibum. Kibum mendesah pelan, lalu berjalan menuju ke kamar mandinya, tapi baru selangkah, dia sudah berbalik dan mendorong Kyuhyun, sambil menyuruhnya untuk pergi.

"tidak usah menungguiku, aku tidak punya permohonan."

Setelah berkata demikian, Kibum baru menyadari kalau sepertinya ada yang aneh dengan telapak tangannya. 'sepertinya ini bukan punggung…' pikir Kibum.

Kibum memperhatikan tempat tangannya 'mendarat' dan dia langsung menarik tangannya tersebut saat melihat kedua tangannya menempel di dada Kyuhyun.

OOPS!

"k-kapan kau berbalik?"

"Kim Kibum…" geram Kyuhyun.

"a… aku tidak sengaja…"

"DASAR MESUMMM!"

PLAKK…

:::Love Is Abnormal:::

Jejak 5 jari kemerahan dipipi Kibum itu tak hilang meskipun sudah satu jam berlalu. Beruntung hari ini tak ada orang dirumah, jadi tak ada yang tahu kalau Kibum memiliki 'tato' diwajahnya. Kibum memandangi Kyuhyun yang tengah tiduran dengan posisi telungkup di depan televisi sambil sesekali memakan kripik kentang yang entah didapatkannya dari mana. Dia berpikir, sebenarnya apa yang dia lakukan? Kenapa dia bisa-bisanya memiliki nasib seperti ini? Apa di kehidupan sebelumnya dia adalah seorang pengkhianat bangsa?

"terima saja takdirmu, Kibum. Kau yang membebaskanku dan aku bertanggungjawab untuk memenuhi tiga permintaanmu. Aku tidak akan pergi sebelum memenuhi ketiganya. Jadi, cepatlah temukan tiga permintaanmu itu." kata Kyuhyun.

"kau bisa membaca pikiran?"

"iya."

"lalu, kenapa kau tidak membaca pikiranku saja dan mencari tahu apa yang aku inginkan?"

"tidak bisa. Kau harus mengatakannya sendiri. Meskipun aku tahu, aku tidak bisa mewujudkannya. Manusia itu punya banyak keinginan. Dari sekian banyak, aku bisa saja mengabulkan tiga keinginan mereka. Tapi, apakah hal yang kukabulkan itu benar-benar permohonan terbesar mereka atau tidak, aku tidak tahu. Makanya, kau harus mengatakan sendiri keinginanmu. Keinginan terbesarmu saat ini." Jawab Kyuhyun.

"kenapa tidak kau kabulkan saja semuanya?" tanya Kibum lagi. Kyuhyun merubah posisinya menjadi menyamping dengan kepala yang ditopangkan pada lengan kanannya dan menatap Kibum.

"kau ini banyak tanya juga rupanya…"

"jawab saja."

"jawabannya tidak bisa. Mengabulkan semua permintaan, meskipun hanya dari satu orang itu sama saja dengan bunuh diri. Setiap kami mengabulkan permohonan, selalu ada energi kami yang terkuras, tergantung permintaannya. Di film-film, mereka yang berperan sebagai jin mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengabulkan permintaan yang berkaitan dengan hal percintaan dan kematian…"

"… Sebenarnya itu bukan karena kami para jin tidak bisa, kami bisa saja melakukannya, tapi seperti yang kukatakan sebelumnya, energi yang terkuras tergantung permintaan dan dua contoh permohonan yang kukatakan tadi membutuhkan energi yang sangat banyak. Kami bisa saja kehilangan kekuatan kami selama jangka waktu yang tak ditentukan atau yang lebih parah, mati." Jelas Kyuhyun panjang lebar.

"kalau seandainya aku memohon padamu dan memintamu untuk pergi, apa kau akan pergi?"

Kyuhyun terdiam cukup lama mendengar pertanyaan Kibum. Bisakah dia pergi kalau Kibum menjadikan hal itu sebagai permohonannya?

"aku tidak tahu. Tiga permohonan adalah tiketku untuk pulang. Kalau aku mengabulkan permohonanmu yang memintaku untuk pergi, berarti aku tidak bisa mendapatkan tiket pulangku dan aku tidak bisa pulang karenanya. Tapi disatu sisi aku harus patuh pada perintah dan permohonanmu."

"bagaimana dengan istilah dibebas tugaskan?"

"sama saja. Intinya aku hanya mengabulkan satu permohonan darimu dan aku tidak bisa pulang."

"begitu ya? Kalau begitu kau harus bersabar lebih lama lagi."

"kenapa?"

"karena aku belum punya permohonan."

Kyuhyun mengangguk pasrah. Dia lalu merubah lagi posisinya menjadi duduk menghadap Kibum lalu mengulurkan tangannya ke pipi Kibum.

"kau mau apa?" tanya Kibum lagi.

"diam saja."

Kyuhyun mengelus pipi Kibum –yang tadi ditamparnya– dengan lembut, lalu, secara ajaib bekas tamparan di pipi Kibum tadi menghilang tak berbekas. Kibum merasakan ada getaran aneh saat tangan Kyuhyun mengelus pipinya. Rasanya hangat, dia tidak tahu itu memang berasal dari tangan Kyuhyun sendiri atau berasal dari bekas tamparan Kyuhyun tadi, tapi dia menyukainya. Saat Kyuhyun menjauhkan tangannya dari Kibum, Kibum langsung menahannya, digenggamnya tangan Kyuhyun dan ditatapnya Kyuhyun intens.

"ada apa? Apa masih sakit?" tanya Kyuhyun, sebenarnya dia sedikit merinding melihat tatapan Kibum saat ini.

" apa kau…" Kibum menggantung ucapannya beberapa saat.

"ya? Apa? Kenapa?"

"… mau melakukan sesuatu untukku?"

:::Love Is Abnormal:::

Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam lewat beberapa detik, tapi tak ada tanda-tanda dari orang tua Kibum maupun Siwon. Sampai akhirnya Kibum mendapatkan pesan singkat dari hyungnya itu dan juga dari ibunya yang kebetulan isinya sama.

"Ada tugas mendadak, kembali tiga hari lagi. Kami mencintaimu."- eomma/Siwon hyung

Kibum mengalihkan pandangannya dari smartphone-nya kepada Kyuhyun yang telah menguasai seluruh tempat tidurnya. Jin manis tersebut tengah memejamkan matanya walau sebenarnya dia tidak benar-benar tertidur. Dia sedang berpikir tentang permintaan Kibum beberapa saat lalu.

"kenapa harus aku?" tanya Kyuhyun tiba-tiba tanpa membuka matanya.

"entahlah. Anggap saja itu permohonan pertamaku."

Mata Kyuhyun langsung terbuka, "benarkah? Ini lebih cepat dari yang kuperkirakan…"

"iya. Itu permohonan pertamaku."

"tapi tidakkah ini terlalu berlebihan?"

"berlebihan dari mananya? Kau mau mengabulkannya atau tidak?"

"baiklah."

"oke, kalau begitu kita akan mulai besok."

"tapi, memang ini berlebihan Kibum."

"tidak ada yang peduli."

"ish! terserahmu sajalah." Kyuhyun lalu beranjak dari tempat tidur Kibum.

"kau mau kemana?" tanya Kibum.

"tidur tentu saja. Kau mau aku tidur disini bersamamu? Tak kusangka ternyata kau semesum itu, Kibum…" ujar Kyuhyun.

"kau yang mesum, mengikutiku sampai ke kamar mandi. Ya sudah, pergilah."

"baik."

Kyuhyun berjalan menuju kearah pintu kamar Kibum, sebelum dia benar-benar keluar, Kyuhyun menyempatkan dirinya melakukan sesuatu pada Kibum.

"Kibum…" panggilnya.

"hm?"

"senyum…"

"YA! KYUHYUN!"

BLAM…

Kyuhyun dengan cepat menutup pintu kamar Kibum dan membalas teriakan Kibum dengan tawanya. "kau tahu, akan aneh kalau kau berteriak seperti itu dengan wajah tersenyum, Kibum." Sahut Kyuhyun dari luar kamar Kibum.

"tapi, kau lebih tampan saat tersenyum, Kibum~" sambung Kyuhyun, setelah itu dia menghilang.

:::Love Is Abnormal:::

Pagi yang tentram. Tanpa ada Kyuhyun disana. Ya, sejak Kibum membuka matanya –kali ini jam wekernya tepat waktu– dia sama sekali tidak melihat Kyuhyun disekitarnya. Bahkan dimanapun di rumahnya. Tidak di kamarnya, tidak di ruang tamu, di dalam keranjang cucian, di bawah tempat tidur ataupun dibalik pintu. Keberadaan Kyuhyun saat ini tak terdeteksi.

Karena sudah biasa ditinggalkan sendiri, Kibum jadi terbiasa untuk menyiapkan sarapannya sendiri, yah meskipun itu hanya sarapan sederhana. Tapi, pagi ini berbeda, diatas meja makan sudah ada pancake dan juga beberapa varian minuman, seperi susu, air putih, kopi dan jus *sepertinya yang menyiapkan sarapan tak tahu apa yang biasa Kibum minum setiap paginya*. Tanpa perlu bertanya, Kibum juga tahu siapa yang menyiapkan semua ini, jawabannya hanya satu, pasti Kyuhyun.

"dimana anak itu? tumben tidak terlihat…" gumam Kibum. Setelah selesai dengan sarapannya, Kibum berangkat kesekolahnya. Kali ini dia tidak berjalan kaki, melainkan menaiki sepedanya. Meskipun punya dan bisa mengendarai mobil, Kibum sangat jarang menggunakan mobilnya. Dia lebih nyaman dengan berjalan kaki atau mengayuh sepedanya. Lagi pula, jarak dari rumah ke sekolahnya tak terlalu jauh.

Jam pelajaran pertama dimulai. Namun, bukan guru mata pelajaran mereka yang masuk, melainkan wali kelas mereka.

"selamat pagi, anak-anak…"

"pagi, pak~" jawab para siswa dikelas tersebut serempak.

"hari ini kelas kita akan kedatangan seorang murid baru. Dia pindahan dari Cina. Masuklah, nak…"

Kibum yang awalnya sibuk menatap keluar jendela entah kenapa ikut-ikutan tertarik pada si anak baru tersebut seperti teman-teman sekelasnya yang lain. Matanya membulat terkejut saat melihat seorang yeoja yang mengenakan seragam sekolah sama dengannya, tas ransel berwarna biru, rambut cokelat ikalnya dia biarkan tergerai dengan hiasan bando simple, berdiri di depan kelasnya sambil tersenyum ramah.

"annyeong yeoreobeun…" sapanya. Dibandingkan suara murid perempuan, suara murid laki-lakilah yang lebih mendominasi balasan sapaan dari si anak baru tersebut.

"namaku GuiXian, tapi kalian bisa memanggilku Kyuhyun. Senang berkenalan dengan kalian…"

"Kyuhyun, sudah punya pacar belum?"

Kyuhyun tersenyum manis pada namja yang bertanya padanya tersebut. "sudah. Dia juga berada dikelas ini."

"siapaaa?" tanya murid-murid tersebut penasaran.

"yang duduk didekat jendela sana itu… Kim Kibum." Jawab Kyuhyun.

"APAAA?!"

:::Love Is Abnormal:::

.

.

.

To Be Continue…

Author's Note : wehehehe XD chapter ini aku buat dalam kurun waktu 2 jam tanpa edit, soalnya aku lagi gak bisa mikir. Jadi, maaf kalau mengecewakan. Jangan lupa ya, kritik dan sarannya. Kotak reviewnya diisi, please ^^

See you at next chapter, guys ^^