Title : Love Is Abnormal
Author : V.D_Cho
Cast : Kibum, Kyuhyun, dan teman-teman ^^
Genre : Fantasy, Romance, Drama
Type : GS
Warning : It's a GS fanfict. As you see in other ff. DLDR. Don't be a plagiator, make your own story don't take my idea or any plot in this ff. This is all pure my own imagination. Please appreciate my hard work. Take with full credit. ^^
V.D Entertainment
.
.
Proudly Present
.
.
:::Love Is Abnormal:::
.
.
.
Chapter 6: Camping Time!
Kedua orang tua Kibum dan juga Siwon terlihat terkejut saat melihat Kibum masuk kerumah dengan menggendong seorang yeoja yang tak lain dan tak bukan adalah Kyuhyun.
"apa yang terjadi, Kibummie?" tanya eomma Kibum cemas.
"nanti kujelaskan, eomma. Aku akan membawa Kyuhyun kekamar dulu."
"siapa dia, yeobo?" tanya ayah Kibum.
"iya eomma. Siapa dia?" sambung Siwon.
"namanya Kyuhyun. Calon menantu kita, appa." Jawab eomma Kibum santai.
"calon menantu?" ulang appa Kibum, eomma Kibum mengangguk memastikan. Siwon kembali ke kursinya dengan lemas.
"aku dilangkahi oleh adikku…" ratapnya.
:::Love Is Abnormal:::
Seragam yang tadi dikenakan oleh Kyuhyun kini sudah berganti dengan sebuah kaos oblong berwarna cokelat polos dan juga celana pendek selutut milik Victoria –sepupu Siwon dan Kibum– yang tertinggal dirumah mereka. Di dahinya menempel sebuah handuk basah dan selalu diganti secara berkala oleh Kibum. Kibum sendiri duduk di sisi tempat tidur yang kosong, tepat disebelah Kyuhyun.
Sudah hampir tengah malam dan panas Kyuhyun sama sekali belum turun. Kibum juga masih terjaga walau sebenarnya dia sudah merasa lelah dan matanya mulai terasa berat. Kibum mengambil handuk kecil di dahi Kyuhyun, mencelupkannya ke dalam air es dan meletakkannya kembali di dahi Kyuhyun, terus begitu sampai akhirnya dia sendiri tertidur di samping Kyuhyun.
Ketika Kibum sudah terlelap, seseorang tampak berdiri di luar kamar Kibum, tepatnya di balkon Kibum. Dia berdiri diam disana sambil memperhatikan Kyuhyun dan Kibum.
"meskipun dia tulus padamu, aku tidak bisa membiarkanmu berlama-lama disini, Kyuhyun. Secepatnya aku akan membawamu kembali ke Gee-World. Dengan atau tanpa izin darimu." Gumam Minho –orang itu–, setelahnya Minho langsung menghilang dari tempatnya.
:::Love Is Abnormal:::
Kibum baru terbangun pukul 9 pagi. Sepertinya eommanya sengaja tidak membangunkannya karena tahu Kibum baru tidur sebentar gara-gara dia menjaga Kyuhyun semalaman. Untuk kesekian kalinya Kibum bolos sekolah. Yah, Kibum memang cukup sering membolos. Tapi, setiap kali dia bolos orang tuanya pasti tahu. Karena meskipun membolos, Kibum tidak akan kemana-mana melainkan berdiam diri dirumah, mendekam dikamarnya seharian.
Kibum menoleh kesamping, dia langsung merubah posisinya menjadi duduk saat tak menemukan Kyuhyun disebelahnya. "kemana lagi anak itu?"
Setelah membersihkan dirinya, Kibum turun kelantai satu dan langsung menuju kedapur karena ia tahu, jam segini pasti eommanya masih berada di dapur, mencoba beberapa resep baru yang berhasil ditemukannya di internet.
"kau sudah sembuh? Kenapa ke dapur? Kembali kekamar dan istirahatlah." Celetuk Kibum saat melihat Kyuhyun yang sedang membantu eommanya membuat adonan kue. Kyuhyun menatap Kibum malas.
"aku sudah sembuh Kibumku sayang~ tenang saja."
Eomma Kibum tersenyum tipis mendengar jawaban dari Kyuhyun. Dia sangat senang melihat interaksi antara keduanya. Apalagi ketika dia melihat Kibum yang menyentuh dahi Kyuhyun untuk memeriksa suhu tubuhnya yang memang sudah kembali normal. Ya Tuhan, Kyuhyun benar-benar harus menjadi menantunya.
"ekhem… jadi, eomma dilupakan disini?" tanya eomma Kibum dengan ekspresi merajuk yang dibuat-buat.
Kyuhyun melepaskan tangan Kibum yang menempel di dahinya, lalu menggamit manja lengan eomma Kibum.
"eommonim jangan cemburu. Kyuhyun cuma sayang sama eommonim, kok…"
"jadi kau tidak sayang padaku yang sudah bersusah payah merawatmu semalaman?" kali ini gantian Kibum yang merajuk.
"astaga! Apa ini? Kibummie bisa merajuk juga?" kaget eommanya. Kibum memutar matanya malas. Sedangkan Kyuhyun terkekeh pelan.
"aku juga sayang padamu, Kibum. Terimakasih…"
"kalau kau berterimakasih, berikan aku hadiah." Timpal Kibum.
Kyuhyun tampak berpikir sejenak. Setelahnya dia kembali berkata, "kalau begitu, tutup matamu."
Meskipun bingung, Kibum tetap melakukan apa yang dikatakan Kyuhyun. Apa yang ingin Kyuhyun lakukan padanya? Menciumnya kah? Ahahaha… pikiranmu terlalu jauh, Kibum-ssi…
Kibum langsung membuka matanya saat merasakan ada benda cair kental yang melekat di pipinya, itu adonan kue yang tadi dibuat Kyuhyun. Kibum menyeringai pada Kyuhyun.
"sifat jahilmu sudah kembali rupanya." Desis Kibum. Kyuhyun yang tadinya tertawa langsung terdiam saat merasakan aura tak menyenangkan dari Kibum dan bersembunyi di belakang eommanya Kibum.
"eommonim, tolong aku…" cicit Kyuhyun. Bukannya menolong, eomma Kibum malah memberikan Kyuhyun pada Kibum dengan cara mendorong Kyuhyun kearah Kibum.
"eommonim!" pekik Kyuhyun kaget saat Kibum menahan pinggangnya. Eomma Kibum terlihat cuek dan melanjutkan kegiatannya memasukkan adonan yang tadi di buat oleh Kyuhyun kedalam loyang muffin. "eomma tidak mendengarmu~"
"anggap saja eomma tidak ada disini. Jadi, apa yang harus kulakukan untuk membalasmu, hm?"
"kau jangan macam-macam Kim Kibum…"
Kibum mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun, di sebelah mereka, eomma Kibum tampak cekikikan melihat tingkah lucu Kyuhyun dan Kibum.
"Kibum, jangan melakukan hal yang tidak-tidak!" Kyuhyun menahan dada Kibum agar Kibum tidak bergerak lebih dekat dengannya.
"kata siapa aku mau melakukan hal yang tidak-tidak? Aku mau melakukan hal yang iya-iya padamu."
Kibum semakin mendekatkan wajahnya ke Kyuhyun yang tengah menutup matanya karena takut, tiba-tiba saja, dengan cepat Kibum menorehkan beberapa krim cokelat ke pipi chubby Kyuhyun. Kyuhyun yang awalnya hanya mengerjab bingung pun membalasnya dengan melemparkan tepung pada Kibum. Eomma Kibum yang tadinya bersikap acuh, mau tak mau harus melemparkan tatapan membunuhnya saat secara tak sengaja Kibum dan Kyuhyun menyenggol salah satu loyang berisi adonan muffin yang terletak diatas meja sehingga membuat loyang tersebut terjatuh dan adonannya berserakan di lantai.
"Kibum… Kyuhyun…" geram eomma Kibum.
"eomma/eommonim…" ujar mereka bersamaan dengan suara pelan.
"rasakan ini anak-anak nakal!"
Mereka bersiap menerima kemarahan dari eomma Kibum, tapi ternyata, alih-alih marah, eomma Kibum malah melempari mereka dengan tepung terigu. Kyuhyun yang melihat itu tertawa senang.
"Kibum, ayo serang!"
Dan acara membuat kue yang tadinya berlangsung tenang itu seketika berubah menjadi medan pertempuran. Tepung dimana-mana. Dapur kacau dibuatnya. Tapi, tak apalah, jarang-jarang bisa melihat Kibum segembira ini, ya kan?
:::Love Is Abnormal:::
Jaekyung mengumpat habis-habisan karena rencananya untuk menyingkirkan Kyuhyun selalu gagal gara-gara Kibum yang selalu berada disisi Kyuhyun. Entah kenapa, semenjak insiden Kyuhyun sakit beberapa hari yang lalu, Kibum jadi lebih protektif terhadap Kyuhyun. Tanpa Kyuhyun minta, dia pasti akan menemani Kyuhyun kemana pun.
"karena sebentar lagi kelas tiga akan menghadapi ujian akhir, sekolah memutuskan untuk mengadakan acara camping khusus untuk kelas tiga sebagai hiburan bagi seluruh murid kelas tiga sebelum mereka melaksanakan ujian. Camping ini akan diadakan selama tiga hari dua malam, lalu bla… bla… bla…"
Selagi wali kelasnya berkoar-koar di depan menjelaskan tentang rencana camping yang akan diadakan minggu depan, Jaekyung menyeringai senang.
"tunggu saja tanggal mainnya, Kyuhyun…"
:::Love Is Abnormal:::
"Kibummie~ ayolah, boleh ya? Ya? Ya?"
"tidak. Lagi pula itukan bukan agenda wajib."
"tapi aku mau ikut~" rengek Kyuhyun. "Kibum…" kali ini Kyuhyun menunjukkan puppy eyesnya. Tapi itu sama sekali tidak berpengaruh pada Kibum. Kibum masih tetap dengan pendiriannya yang melarang Kyuhyun untuk ikut camping.
"kenapa tidak boleh?"
"tidak boleh. Itu akan merepotkan."
"aku tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh. Aku janji. Boleh ya? Kibum, kau sayang padaku kan? Kalau begitu izinkan aku ikut…"
Kibum memandang Kyuhyun jengah. Belakangan ini, Kyuhyun selalu menjadikan kata 'kau sayang padaku, kan?' sebagai senjatanya. Kibum sendiri sebenarnya bingung dengan hubungan mereka. Terlepas dari kepura-puraan status mereka sebagai sepasang kekasih di sekolah. Kalau di luar lingkungan sekolah, mereka dikatakan pacaran, tapi mereka tidak pacaran. Dikatakan hanya teman, tapi kelakuan mereka seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran. Membingungkan.
"aku tidak sayang lagi padamu." Balas Kibum ketus. Kyuhyun mem-pout-kan bibirnya kesal. Berarti senjatanya tinggal satu. Dan itu adalah hal yang paling dihindari oleh Kibum. Karena, begitu Kyuhyun melakukan hal itu, maka dia tidak akan bisa menolak lagi.
"kau jahat! Hiks… HUWEEE…!"
Kyuhyun mulai menangis. Makin lama suaranya makin kencang sampai-sampai membuat seisi kelas memandang kearah mereka. Kibum berdecak kesal. Ini lah yang dia hindari, dia tidak bisa melihat Kyuhyun menangis. Kibum mendesah pelan.
"baiklah, baiklah. Kita akan ikut acara camping itu."
Dalam hitungan detik, wajah Kyuhyun langsung kembali ceria mendengar keputusan Kibum.
"assa! Terimakasih, Kibum. Aku tahu kau itu sebenarnya sayang padaku." Setelah berkata demikian, Kyuhyun lalu sibuk memainkan smartphone Kibum. Sedangkan Kibum hanya tersenyum simpul melihat tingkah Kyuhyun.
:::Love Is Abnormal:::
"kenapa kau masih disini?" tanya Kyuhyun pada Minho. Saat ini mereka sedang berada di taman belakang sekolah. Kibum tidak bisa menemani Kyuhyun kali ini karena dia harus membahas sesuatu dengan Tiffany.
"sudah kukatakan, aku akan membawamu kembali ke Gee-World."
"urusanku disini belum selesai, Minho. Tidak ada gunanya kau menungguku disini."
"aku ini adikmu. Aku tahu dengan jelas bagaimana sifatmu. Urusanmu itu tak akan pernah selesai kalau kau terus-terusan begini, Kyuhyun."
"aku akan menyelesaikannya. Aku berjanji. Sekarang, pulanglah."
"Kyuhyun…"
"aku kakakmu. Kau dengarkan apa yang kuperintahkan. Sekarang, kau harus pulang, Minho."
"aku mengkhawatirkanmu. Kami mengkhawatirkanmu."
"sifat brother complex-mu keluar lagi. Pulanglah, Minho. Aku akan baik-baik saja disini untuk beberapa waktu lagi. Kalau aku membutuhkanmu, aku akan memanggilmu. Aku berjanji. Katakan pada appa dan eomma kalau aku menyayangi mereka."
"baiklah. Kau harus berjanji. Kalau terjadi sesuatu padamu nanti, tanpa banyak bicara, aku akan langsung membawamu pulang."
"lakukan sesukamu."
Minho mengecup dahi Kyuhyun sebentar, lalu menghilang. Sepeninggalan Minho, Kyuhyun melihat ada pergerakan dari arah semak-semak yang berada di tak jauh darinya. Didekatinya semak-semak itu. Kyuhyun nyaris terjungkal kebelakang saat seekor kucing berbulu oranye melompat kearahnya. Kyuhyun menangkap kucing tersebut dan menggendongnya.
"oh, kau terluka ya? Akan kusembuhkan…" ujar Kyuhyun saat melihat salah satu dari kaki kucing itu terluka, bahkan darahnya mengenai seragam yang dipakai Kyuhyun.
Kyuhyun mengarahkan satu tangannya ke kaki kucing tersebut dan berkonsentrasi untuk menyembuhkan lukanya. Namun, tak ada perubahan yang terjadi. Luka di kaki kucing itu tidak sembuh sama sekali. Kyuhyun mengernyitkan dahinya bingung. Dia terus mencoba berkali-kali, tapi tetap tidak berhasil. Kyuhyun mulai panik. Dia meninggalkan kucing tersebut lalu berlari mencari Kibum yang sedang berada diperpustakaan.
"Kibum!" panggil Kyuhyun. Kibum yang tadinya sedang berdiskusi dengan Tiffany menoleh dan terkejut saat melihat darah di seragam Kyuhyun.
"apa yang terjadi padamu?" tanyanya.
"Kibum, bagaimana ini?" tanya Kyuhyun balik dengan nada panik yang kentara.
"ada apa?"
Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Kibum dan berbisik, "kekuatanku menghilang!"
:::Love Is Abnormal:::
Kekuatan Kyuhyun tidak benar-benar menghilang. Hanya saja kekuatannya itu sekarang hilang timbul. Kadang bisa digunakan kadang tidak, itu membuat Kyuhyun sedikit kesulitan ketika dia harus menyembunyikan dirinya. Beruntung ada Minho yang membantunya. Meskipun awalnya Minho menolak dan bersikeras ingin menyeret Kyuhyun kembali ke Gee-World, tapi berkat kemampuan Kyuhyun dalam meyakinkan adiknya itu, Minho akhirnya masu membantunya meski dengan berat hati.
"kalian sudah membawa semuanya? Tidak ada lagi yang tertinggal, kan?"
"sepertinya sudah semua, eommonim." Ujar Kyuhyun.
"baiklah, kalau begitu eomma pulang dulu. Selamat bersenang-senang diperkemahan."
"eomma tidak apa-apa dirumah sendirian?" tanya Kibum. Dia sedikit khawatir dengan eommanya yang hanya sendirian dirumahnya nanti. Kalau hari sudah malam, para pekerja akan pulang kerumah masing-masing dan hanya akan menyisakan dua orang satpam saja. Ayah dan hyungnya sedang dinas ke luar kota, biasanya Kibum tidak secemas ini karena dia selalu berada dirumah. Tapi kali ini eommanya tak ada yang menjaga. Tempat kemahnya kali ini pun cukup jauh dari rumah. Di daerah Haenam, daerah paling ujung dari Korea Selatan.
Eomma Kibum tersenyum. "eomma akan baik-baik saja, Kibummie. Kau jagalah Kyuhyun baik-baik disana."
"baiklah. Kalau ada apa-apa segera keluar dari rumah, jangan pedulikan apapun."
"eih~ eomma tahu. Pergilah, nanti kalian ditinggal oleh yang lain."
Sebelum pergi, Kyuhyun menyempatkan diri untuk mencium pipi eomma Kibum sebentar. Setelahnya mobil eomma Kibum langsung melaju meninggalkan gerbang sekolah.
"sepertinya kau sangat menyukai eommaku."
"eommaku jauh disana, aku merindukannya. Dan eommamu sangat mirip dengan eommaku, mereka sama-sama baik dan menyenangkan."
Setelah semua murid berkumpul, satu per satu dari mereka mulai menaiki bis yang telah ditentukan sebelumnya. Kyuhyun terlihat antusias dengan perjalanan kali ini, sedangkan Kibum terlihat lebih banyak diam karena dia mengantuk. Kibum dan Kyuhyun duduk di kursi paling belakang. Karena bus yang mereka naiki penumpangnya sedikit, kursi yang seharusnya digunakan oleh 5 orang tersebut menjadi sangat luas karena hanya di duduki oleh dua orang saja, sedangkan sisanya lebih memilih untuk duduk di depan.
"dasar tukang tidur…" ujar Kyuhyun saat Kibum menjadikan pahanya sebagai bantal sedangkan kakinya ia panjangkan hingga tak ada ruang lagi di kursi panjang tersebut.
"bangunkan aku kalau kita sudah sampai."
"yes, sleeping prince. Selamat tidur…" gurau Kyuhyun.
:::Love Is Abnormal:::
Mereka berangkat pukul 8 pagi dan tiba di Haenam sekitar pukul 12 siang. Sesampainya disana, para siswa langsung sibuk memasang tenda untuk tempat mereka bermalam nanti, lalu dilanjutkan dengan makan siang bersama. Tiffany dan Kyuhyun terlihat semakin akrab. Begitupun dengan hubungan antara Kyuhyun dengan Krystal, Suzy dan Hyuna. Sepertinya, setelah kejadian 1 vs 3 beberapa waktu lalu, Hyuna, Suzy dan Krystal mulai berubah haluan menjadi pendukung Kyuhyun.
"kita masih punya cukup waktu, ada yang mau bermain?" tanya pak Ryu yang menjadi salah satu pembimbing mereka. Tawaran pak Ryu disambut antusias oleh para peserta camping.
"baiklah, kami sudah menyiapkan 7 buah bendera dengan warna berbeda sebelumnya dan bendera-bendera itu sudah di sembunyikan dibeberapa tempat di dalam hutan oleh pak Kim dan juga pak Jang. Tugas kalian adalah menemukan setidaknya 4 dari 7 bendera tersebut. Kalian bisa mencuri bendera milik tim lawan. Tim tercepat yang kembali kemari dengan membawa 4 buah bendera adalah pemenangnya." Jelas Miss Kwon.
Seorang siswa mengangkat tangannya, "timnya ditentukan sendiri?" tanyanya.
"satu tim terdiri atas 4 orang. Dan untuk masalah anggota, silahkan kalian tentukan sendiri. Dan satu lagi, selain 7 bendera tadi, ada juga bendera-bendera lainnya yang memiliki warna yang sama dengan bendera yang asli. Bendera yang asli memiliki lambang sekolah kita di tengahnya. Setelah kalian selesai membentuk tim, silahkan datang ke pak Ryu untuk meminta peta, lalu kembali lagi kesini."
Tim selesai di bentuk. Tim Kyuhyun terdiri atas dirinya sendiri, Kibum, Tiffany dan juga Nickhun. Disisi lain, Jaekyung juga membuat tim, yang terdiri atas dirinya, Ilhoon, Eunkwang dan Lizzy.
"semuanya berbaris!"
"aku akan meniup peluit ini, dan begitu peluitnya berbunyi, perlombaan akan segera dimulai. Satu… dua… prittt…"
Satu per satu tim mulai memasuki kawasan hutan. Entah kebetulan atau disengaja, kelompok Jaekyung juga memilih jalur yang sama dengan kelompok Kyuhyun. Kyuhyun dan Tiffany memimpin didepan, dibelakang mereka ada Kibum dan Nickhun, lalu dibelakangnya lagi dengan jarak agak jauh, ada Eunkwang dan Jaekyung dan dibarisan terakhir ada Lizzy dan Ilhoon.
"itu benderanya!" pekik Kyuhyun sambil menunjuk kearah sebuah bendera berwarna merah yang disangkutkan di atas dahan sebuah pohon.
"itu bendera palsu, Kyuhyun. Tidak ada lambang sekolah kita disana." Ujar Tiffany. Kyuhyun menunduk lesu, padahal dia sudah bersemangat karena mengira kalau kelompok mereka sudah mendapatkan satu bendera.
"itu benderanya?"
"itu?"
"bagaimana dengan yang itu?"
"yang itu bukan?"
"sepertinya itu benderanya."
"aish! Yang mana bendera yang asli sebenarnya?"
Sepanjang perjalanan mereka yang terdengar hanyalah suara ocehan dari Kyuhyun yang dari tadi menanyakan apakah itu bendera yang mereka cari atau bukan. Ditengah perjalanan, Kyuhyun tiba-tiba memutar kebelakang dan berjalan sejajar dengan Kibum. Sebelumnya dia sudah meminta Nickhun untuk maju kedepan menemani Tiffany.
"kenapa?" tanya Kibum.
"aku lelah."
"lalu?"
"bisa gendong aku?"
"katamu kau tidak akan berbuat yang aneh-aneh…"
"minta digendongkan bukan perbuatan yang aneh. Ayolah, kau mau aku pingsan lagi seperti yang ditaman waktu itu?" rengek Kyuhyun. Kibum berjongkok di depan Kyuhyun dan Kyuhyun dangan senang hati naik ke punggung Kibum.
"dasar manja." Ejek Kibum. Kyuhyun hanya membalasnya dengan cengiran bodoh.
Dibelakang mereka, Jaekyung menatap Kyuhyun dengan tatapan membunuh. Enak sekali dia bisa digendong oleh Kibum, pikirnya. Jaekyung sudah selesai menyusun rencananya. Dia hanya perlu mencari celah saat dimana Kyuhyun terpisah dari Kibum.
Tiffany sesekali melirik kebelakang. Dia tersenyum miris melihat Kyuhyun yang sedang digendong oleh Kibum. Sepertinya dia memang sudah kalah. Tak peduli bagaimanapun dia malakukannya, Kibum tak pernah menoleh kearahnya.
"kau demam lagi…" gumam Kibum saat merasakan pipi Kyuhyun yang menempel pada pipinya memanas. Kyuhyun tak menjawab karena dia merasa tubuhnya lemas lagi.
"kita beristirahat disini dulu." Ujar Tiffany. Mereka berempat langsung beristirahat di bawah sebuah pohon rindang dihutan itu, tapi tidak dengan kelompok Jaekyung. Mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka tanpa mempedulikan kelompok Kyuhyun.
"Kyuhyun kenapa, Bum?" tanya Nickhun.
"demam." Jawab Kibum singkat.
"aku membawa obat penurun panas. Kenapa dia bisa tiba-tiba demam seperti ini, ya?"
Tiffany menyerahkan sebutir obat penurun panas dan juga sebotol air mineral pada Kibum. Kibum menerimanya dan langsung memberikannya pada Kyuhyun yang dalam keadaan setengah sadar.
"bagaimana? Mau dilanjutkan atau kita kembali saja ke kemah?" tanya Nickhun lagi.
"sebaiknya kita kembali ke kemah dan membiarkan Kyuhyun beristirahat di sana." Ujar Tiffany. Kibum mengangguk setuju, tapi Kyuhyun menggeleng pelan, "istirahat saja dulu disini sebentar. Aku akan segera baikan." Katanya.
Benar saja, sekitar 15 menit kemudian, panas Kyuhyun turun dan mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka. Setelah hampir dua jam lebih menyusuri hutan, kelompok mereka sudah berhasil menemukan 3 buah bendera berwarna hitam, merah dan biru dengan lambang sekolah mereka ditengahnya. Tinggal satu lagi dan mereka akan jadi pemenangnya. Selagi belum ada peluit yang dibunyikan, berarti belum ada tim yang kembali ke kemah, jadi mereka masih memiliki harapan.
"Tiffany, bisa temani aku?"
"kalian mau kemana?" tanya Kibum pada Kyuhyun.
"aku mau buang air kecil. Ayo, Fany." Kyuhyun menarik tangan Tiffany dan membawanya menjauh dari para namja.
Setelah selesai menuntaskan panggilan alamnya, Kyuhyun berniat menemui Tiffany yang menungguinya dengan posisi membelakanginya. Tapi langkahnya terhenti ketika tiba-tiba saja terdengar suara auman harimau tak jauh dari mereka disusul dengan teriakan-teriakan dari para siswa lainnya yang juga berada di dalam hutan itu.
"Kyuhyun, cepat kemari!" panggil Tiffany yang ketakutan setelah mendengar auman tersebut. Kyuhyun segera berlari menuju ke Tiffany, tapi kakinya tak sengaja menyandung sebuah tali yang tersambung dengan sebuah perangkap yang dipasang oleh penduduk sekitar untuk menangkap buruan mereka.
Kyuhyun terjatuh. Detik berikutnya, sebuah kayu palang berukuran sedang dan berujung runcing melesat dengan cepat bersiap menghantam tubuhnya yang tersungkur ditanah.
"KIBUM!"
.
.
.
To Be Continue…
Author's Note: Wehehehe XD
Gimana? Moment KiHyun-nya udah cukup belum? Apa yang terjadi selanjutnya? Kira-kira siapa yang terkena kayu palang runcing itu? Kyuhyun atau Kibum? Mereka bisa selamat gak ya? Kalau mau tahu kelanjutannya, review yang banyak ^^
Review's Reply:
Rahma94: jadi manusia gak ya? Kita lihat aja nanti, oke? ^^
Mifta Cinya: itu peer buat Mifta. Kyuhyun gak kenapa-kenapa kok. Cuma demam doing. ^^
Lullaby Dick: yang kedua boleh tuh. Penasaran juga, kira-kira gimana ya kalau Kibum jadi jin? XD
FiWonKyu0201: gimana ya? Kita buat aja si nenek lampir itu dimakan harimau gimana? Waks XD
Dona Tan 144: tenang aja tenang. Semua akan berjalan dengan baik kok ^^
Aninkyuelf: entah kenapa Kyuhyun emang cocok banget buat adegan sakit-sakitan gitu. Iya, Kyuhyun mulai melemah. Tapi, kalau kamu ngereview lagi di chapter ini, Kyuhyun bakalan baik-baik aja kok. /modus/ XD
Hee Seol: iya, ini emang ada ngutip dikit-dikit dari drama itu. Endingnya gak sama seperti drama itu kok. Tenang aja. ^^
Kyujaena: Wah! Dirimu punya pemikiran berbeda dari readers yang lain. Aku suka. Oke, requestnya disimpan dulu ya. Gomawo ^^
Ecca: Oke, oke, sip! ^^
Jihyunelf: benar sekali. Semua bakalan indah pada masanya. ^^
Gnagyu: ehehehe :v iya, Grey lagi kehabisan kata-kata buat dirangkai. Otak Grey rada ngadat gegara kemasukan ide terlalu banyak, hahaha. Kalau tentang Kyuhyun bakalan gimana-gimana di akhirnya nanti, Grey gak bisa kasih tau. Coba tebak aja ^^
Dyayudya: panjang review-nya beb XD Kyuhyun gak mau dibawa ke rumah sakit itu karena dia gak bakalan terdeteksi sama peralatan rumah sakit. Lagi pula dia bisa sembuh sendiri kalau emang udah waktunya sembuh. Gitu. Ini lanjutannya ^^
Dewiangel: Minho itu adeknya Kyuhyun. Hubungan mereka emang membingungkan, lha, Kibumnya sendiri aja bingung tuh diatas. XD
Arcan's Girl: kalau udah baca chapter ini, jadi gak penasaran lagi kan? Ini lanjutannya ^^
Arinykyu21: Grey juga merasakan rasa sakit yang sama denganmu Ariny *apasih?* /plakk. Semuanya tergantung dengan keputusan Kyuhyun nanti. ^^
Phiexphiexnophiex: Kyuhyun gak apa-apa kok. Cuma, yah, begitulah. Hahaha XD
Miss Chocoffee: ini lanjutannya nona manis ^^
Fitripratty: gomawo. Ini lanjutannya^^
Vietakyu33: annyeong juga Vieta^^, tenang aja, selagi otak kriminal Grey gak bekerja, semuanya akan aman-aman saja. ^^
Clouds1709: hmm… bisa di pertimbangkan sarannya. Tungguin aja chapter depannya ^^
Retnoelf: oke, ini lanjutannya ^^
Chocosnow: eyy~ ngapain juga JK yang itu nyasar ke Korea. Ngejar-ngejar Kibum pula. Ya ampun… gak bisa dibayangin, hahaha XD. Masalah Kyuhyun bakalan berubah jadi manusia atau nggak, itu rahasia dan semuanya sudah terancang buat ending nanti. ^^
KyuraCho: gak kok. Kyuhyunnya Cuma sakit bentaran doang. Dia masih tetep jadi jin penunggu PSP. Gyahahaha XD
SuJuELF: mereka kan emang pacaran –kalau di sekolah–. Gimana ya? Grey betah sama hubungan mereka yang begini ini. Gak jelas juntrungannya. Ahaha XD. Bercanda. Pacaran itu cuma status, Grey bakalan tetap nunjukkin KiHyun moment meskipun mereka gak pacaran, so, tenang aja ^^
Thanks To :
Jihyunelf – Mifta Cinya – Rahma94 – Dona Tan 144 – Blessinglight53 – Ciekyu – ZakuraFreezee – GaemGyu92 – Gnagyu – FiWonKyu0201 – Miss Chocoffee – Clouds1709 – Chokyulate – Eun Jae AR2 – DeraElf – KyuraCho – SuJuELF – ChocoSnow – Retnoelf – Iloyalty1 – Augesteca – Ika Zordick – Lullaby Dick – Ukekyushipper – Dhesparkyutte JDH – Dewiangel – Ghaida – ArinyKyu21 – Ratna94 – Phiexphiexnophiex – Sayangsemuamembersuju – Dyayudya – AninKyuELF – Dewdew – Rui – Aiiukiu – Abnormal – Fane – Omaikyu – Yumi – Rheina KyuHae – Hee Seol – CuttieKyu – Arcan'sGirl – Dini – Kyujaena – Ecca – Fitripratty – Vietakyu33
(Buat yang namanya gak ada, mian, mungkin ketinggalan. Tapi tetap, aku berterimakasih buat yang udah baca dan ngereview FF ini. Gomawo, yeoreobeun ^^)
See you at next chapter, guys ^^
