Title : Love Is Abnormal
Author : V.D_Cho
Cast : Kibum, Kyuhyun, dan teman-teman ^^
Genre : Fantasy, Romance, Drama
Type : GS
Warning : It's a GS fanfict. As you see in other ff. DLDR. Don't be a plagiator, make your own story don't take my idea or any plot in this ff. This is all pure my own imagination. Please appreciate my hard work. Take with full credit. ^^
V.D Entertainment
.
.
Proudly Present
.
.
:::Love Is Abnormal:::
.
.
.
Chapter 7: The End
"KIBUM!"
Kyuhyun, Tiffany dan Nichun sontak berteriak memanggil nama Kibum saat kayu palang yang tadinya hampir mengenai Kyuhyun secara tiba-tiba berubah haluan menuju ke arah Kibum yang tadinya berlari untuk menyelamatkan Kyuhyun. Kayu palang tersebut berhenti tepat di depan betis Kibum, kayu tersebut melayang di udara bersamaan dengan terhentinya waktu. Minho muncul tepat disebelah Kyuhyun dan mencoba untuk membantu kakaknya tersebut berdiri, namun tangannya ditepis pelan oleh Kyuhyun.
Selain Kyuhyun dan Minho, tak ada satupun makhluk di hutan ini, baik manusia, hewan, tumbuhan atau lain sebagainnya yang dapat bergerak, melihat maupun mendengar apa yang sedang dilakukan dan dibicarakan oleh Kyuhyun dan Minho.
"Aku tak akan membiarkanmu menyentuhku kalau yang ingin kau lakukan hanyalah membawaku pulang ke Gee-World sekarang. Aku akan kembali, itu pasti. Tapi tidak sekarang Minho." Ujar Kyuhyun setelah dirinya berdiri sempurna dihadapan Minho.
"Kau sendiri yang mengatakan padaku kalau aku boleh membawamu pulang jika kau kenapa-napa, Kyu!" Balas Minho.
"Aku tahu. Tapi aku tidak bisa pergi begitu saja. Tidak disaat seperti ini. Semua orang pasti akan bertanya-tanya jika aku menghilang tiba-tiba. Mengertilah Minho…"
"Aku tidak peduli. Kalau aku terlambat, pasti palang tadi sudah mencelakaimu. Aku harus segera membawamu pulang sebelum hal yang lebih parah terjadi."
"Yang jelas palang itu tidak jadi mengenaiku, bukan? Aku baik-baik saja sekarang. Dan apa maksudmu dengan mengarahkan palang itu ke Kibum, hah? Dia tidak bersalah. Kau tahu itu!"
"Aku hanya ingin mengetesnya saja." Balas Minho enteng. Kyuhyun menatap adiknya tersebut dengan tatapan menusuk.
"APA?! Mengetes katamu? Kau bisa saja membunuhnya, Minho!"
Minho berdecih tak suka kala mendengar perkataan Kyuhyun yang seolah sedang melindungi Kibum tersebut.
"Tapi aku tidak mencelakainya. Sebegitu sukanya kah kau kepada manusia itu?" Sinis Minho.
"Aku mencintainya, Minho. Ada yang salah dengan itu?"
"Tentu saja salah! Dunia kita berbeda dengan dunianya. Kau tidak bisa mengajaknya ke dunia kita dan begitupun sebaliknya, kau tidak bisa masuk ke dunianya. Manusia tidak ditakdirkan untuk bersanding dengan kaum kita Kyuhyun. Sadarlah!" ujar Minho penuh emosi. Dia tidak habis pikir, bagaimana bisa kakaknya itu menjadi sekeras kepala ini?
"Aku sadar Minho, sangat sadar. Tapi itulah yang kurasakan." Ujar Kyuhyun pelan, "Beri aku waktu sampai besok. Biarkan aku berpamitan dengan semua orang yang sudah membantuku…" Lanjut Kyuhyun.
Tapi, Minho menolaknya mentah-mentah, "Tidak, Kyuhyun. kau sudah terlalu sering mengulur-ulur waktu denganku. Aku –"
"Aku memohon sebagai kakakmu, Minho. Ini yang terakhir. Hanya satu hari." Kyuhyun memotong perkatan Minho dan menatap Minho dengan tatapan sendu yang menyiratkan rasa sakit yang teramat dalam.
Miho mengerang frustasi, kalau sudah begini, dia tidak akan bisa menolak lagi. Dan berakhir dengan dirinya yang mengabulkan permintaan Kyuhyun.
"Baik. Satu hari, tidak lebih. Dan berusahalah untuk tidak membuat onar atau kau akan benar-benar langsung ku bawa pulang ke Gee-World tanpa banyak omong." Putus Minho.
"Aku janji. Terimakasih, Minho."
"Kalau kau bukan kakakku, aku tidak akan mau bersusah payah seperti ini. Aku pergi. Tapi jangan harap aku akan menurunkan pengawasanku terhadap dirimu."
Kyuhyun memutar bola matanya malas, "Ya, ya, aku tahu. Pergilah."
Dan akhirnya, Minho pun menghilang tanpa jejak dari tempatnya semula. Berbarengan dengan hal itu, waktu pun kembali berputar dengan normal. Kayu palang tajam yang tadinya nyaris melukai Kibum juga jatuh begitu saja ke tanah tanpa menggores Kibum sedikitpun.
Kyuhyun berlari menuju Kibum dan langsung memeluk namja tersebut erat dan Kibum yang masih belum tersadar sepenuhnya dari efek 'penghentian-waktu' tadi hanya terdiam sembari membalas pelukan Kyuhyun. Ini mungkin adalah pelukan terakhir mereka, jadi, biarlah mereka berdua seperti ini untuk saat ini.
Tak jauh dari mereka berdua, Tiffany dan Nickhun sibuk menatap kesekeliling mereka.
"Astaga! Apa yang baru saja terjadi? Aku merasa sempat beku beberapa saat tadi…" Ujar Nickhun dengan ekspresi ling-lung, begitu pula dengan Tiffany.
"Lupakan itu, sekarang lebih baik kita bergabung dengan Kibum dan Kyuhyun." Kata Tiffany.
"Kau baik-baik saja, Kyu? Ada yang terluka?" tanya Kibum.
"Aku baik-baik saja. Hanya sedikit lelah." Jawab Kyuhyun.
Tak lama kemudian, Tiffany dan Nickhun ikut bergabung dengan Kibum dan Kyuhyun. mereka mulai menanyai Kyuhyun berbagai macam hal yang harus berakhir dengan pekikkan kaget Tiffany dan wajah panik dari ke dua namja yang ada disana saat Kyuhyun yang masih berada dalam pelukkan Kibum tiba-tiba saja tak sadarkan diri.
"Lupakan tentang benderanya. Kita kembali ke kemah sekarang."
:::Love Is Abnormal:::
Hari semakin malam dan langit semakin menunjukkan kegelapannya dimana tak ada satupun bintang yang tampak menggantung disana untuk menemani sang rembulan yang bersinar dengan indahnya dilangit.
"Kibum-ah, makan malam sudah siap. Segeralah berkumpul dengan yang lain." Ajak Nickhun.
"Lanjutkan saja. Aku masih ingin disini."
"Baiklah. Kami akan menyimpankan makanan untukmu dan Kyuhyun nanti."
"Ya. Terimakasih."
Nickhun menutup kembali tenda tempat Kibum berada sekarang. Itu adalah tenda tempat para siswa yang membutuhkan perawatan medis beristirahat. Kibum memang baik-baik saja dan tidak membutuhkan perawatan apapun, dia berada disini karena dia ingin menemani Kyuhyun yang belum juga sadar dari pingsannya sejak sore tadi.
Saat Kibum ingin keluar sebentar dari tenda untuk mencari udara segar, Kyuhyun membuka matanya dan hal itu otomatis membuat Kibum membatalkan keinginannya untuk keluar tenda. "Ini, minumlah." Kibum menyodorkan segelas air kehadapan Kyuhyun setelah sebelumnya ia membantu Kyuhyun untuk duduk. Ait tersebut langsung diterima oleh Kyuhyun, setelah air di gelasnya habis, Kyuhyun mulai meregangkan seluruh tubuhnya.
"Bagaimana perasaanmu?"
"Sangat hebat! Aku bagaikan sebuah baterai yang sudah terisi penuh setelah tidur panjang tadi, Kibum." Jawab Kyuhyun. Kibum menaikkan sebelah alisnya, "Tidur panjang?" tanya Kibum.
"Yah, begitulah. Tidur."
"Aku kira kau pingsan."
"Aku tertidur Kibum."
"Oh, astaga! Cara tidurmu yang tiba-tiba itu membuat orang salah paham. Aku, Tiffany, Nickhun dan seluruh orang yang melihat keadaanmu mengira kalau kau pingsan!"
"Wow~ Tenang Kibummie. Aku tidak apa-apa. jangan bersikap terlalu bersemangat begitu."
Kibum mamandang Kyuhyun datar, "Aku sedang kesal, Kyuhyun! bukan bersemangat…"
"Kesal? Kesal kenapa?"
"Tidak tahu. Pikirkan saja sendiri." Balas Kibum acuh. Setelah itu dia meninggalkan Kyuhyun sendiri di dalam tenda.
Kyuhyun mematung di tempatnya, "Apa yang salah dengan perkataanku?" gumamnya.
Oh, Kyuhyun, dirimu sepertinya tidak menyadari penyebab dari kekesalan Kibum. Ya, siapa yang tidak kesal kalau ternyata orang yang tiba-tiba pingsan dihadapanmu dan membuat hampir semua orang panik tersebut ternyata hanya sedang tertidur dan setelah dia sadar dia bahkan dengan santainya menjelaskan bahwa dia sedang tertidur seolah tak ada suatu hal pun yang terjadi.
Kyuhyun turun dari tempat tidurnya dan menyusul siswa-siswa peserta camping yang lain menuju ke tempat dimana mereka akan mengadakan pesta api unggun. Kyuhyun terus mengedarkan pandangannya keseluruh arah untuk mencari Kibum, namun dia tidak berhasil menemukan namja itu ditengah kerumunan para siswa lainnya. Kyuhyun lantas mengambil kesimpulan bahwa Kibum sedang marah padanya.
"Huh, kekanakan sekali dia. Marah hanya karena hal seperti itu…" gerutu Kyuhyun.
Dia melangkahkan kakinya menuju ke sungai kecil yang berada tak jauh dari tempat api unggun berada, lokasinya hanya dipisahkan oleh beberapa pohon besar. Dibandingkan dengan ikut bersenang-senang di dekat api unggun raksasa bersama dengan teman-temannya, Kyuhyun lebih memilih untuk memandangi alirah air sungai yang tenang tersebut. Rasanya rileks dan damai. Semilir angin malam yang bertiup sepoi-sepoi membuat Kyuhyun semakin terbuai. Dia menutup matanya dan ke dua belah bibirnya mulai bersenandung pelan.
KRETAK…
Kyuhyun menghentikan senandungnya dan membuka matanya saat mendengar suara ranting patah dari arah belakang. Dia menoleh kebelakang dan mendapati ada tiga orang namja yang sedangberjalan kearahnya. Sebagian wajah mereka ditutupi oleh masker hitam. Kyuhyun mendesah pelan.
'Apa lagi ini? Ninja?' pikir Kyuhyun.
"Ini buruk." Gumam Kyuhyun saat melihat salah satu dari orang tersebut melemparkan sebuah pisau kecil kearahnya. Kyuhyun hanya diam ditempatnya dengan tenang. Pisau tersebut melesat kearahnya dan walau tidak mengenainya secara telak, pisau tersebut berhasil menggores lengan kirinya.
Tak ada ringisan maupun rintihan yang terdengar dari mulut Kyuhyun. Kyuhyun masih diam ditempatnya dengan mata terpejam tanpa mempedulikan para 'Ninja' yang berjarak semakin dekat dibelakangnya. 'Kekuatanku, ku mohon, kembalilah…' batin Kyuhyun.
Detik berikutnya, Kyuhyun tiba-tiba berdiri dan dengan berani berjalan mendekati para ninja tersebut. Iris matanya berubah warna menjadi hijau terang dan seketika membuat ke tiga ninja jadi-jadian tersebut bertekuk lutut dihadapannya.
"Katakan padaku, siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Kyuhyun. menurut Kyuhyun, lebih baik dia langsung bergerak untuk menyerang ketuanya dari pada harus menguras tenaga hanya untuk menghajar anak buahnya.
"Kami di perintahkan oleh nona Jaekyung." Jawab mereka bertiga bersamaan.
"Diaman dia sekarang?"
"Dia sedang berada di sekitar api unggun."
"Baik. Aku akan membebaskan kalian. Setelah ini, kalian tidak akan mengingat apapun tentang kejadian hari ini, maupun kejadian saat kalian diberikan perintah oleh Jaekyung. Lupakan semuanya."
Setelah selesai dengan ketiga ninja jadi-jadian tersebut, Kyuhyun segera bergegas menuju ke tempat api unggun berada dan disana dia menemukan Jaekyung yang sedang berusaha mendekati Kibum, namun Kibum malah lebih memilih untuk sibuk dengan gelas minuman dan juga komik ditangannya dan menganggap kalau Jaekyung itu tidak ada.
Kyuhyun sempat mengeluarkan seringaian mengerikannya sebentar sebelum seringaian itu menghilang digantikan dengan tatapan tajam Kyuhyun yang diarahkannya pada seseorang yang berdiri tak jauh dibelakangnya. Orang tersebut bersembunyi di balik salah satu pohon besar yang ada disana. Orang tersebut baru saja menembakkan sebuah peluru bius kepada Kyuhyun. Kyuhyun mencabut peluru berukuran sebesar jari kelingking tersebut dari lehernya.
"Wah, Jaekyung tidak main-main rupanya. Dia sampai menggunakan obat bius padaku…" gumam Kyuhyun pelan. Dia melirik sekilas kearah Jaekyung yang masih sibuk dengan usahanya, kemudian dia berjalan menuju kea rah orang yang bersembunyi di balik pohon tersebut. Dan sepertinya orang tersebut tahu kalau dirinya sedang terancam, jadi dia mencoba untuk secepatnya melarikan diri, namun usahanya gagal saat ia mendapati bahwa dirinya tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya.
Kyuhyun tiba di depan orang itu, ditariknya masker yang dikenakan orang tersebut dan kemudian Kyuhyun bersiul saat melihat wajahnya, "Lizzy, Lizzy, Lizzy…"
"Aku tidak menyangka kalau gadis dengan tampang sepolos dirimu akan melakukan hal seperti ini…" Lanjut Kyuhyun.
"A-apa yang kau lakukan padaku? Kenapa aku tidak bisa bergerak?" tanya Lizzy setengah takut pada Kyuhyun.
"Aku tidak melakukan apa-apa. Jadi, Lizzy, kau mau aku lepaskan sekarang atau…"
"UGH!" tiba-tiba saja Lizzy merasa seperti ada sebuah tangan yang mencekik lehernya dengan kuat.
"A-ampun, Kyuhyun… Lephaskhan…" Pinta Lizzy. Dan Kyuhyun menurutinya.
"Jangan ikut campur lagi. Atau kau akan tahu akibatnya…" Ujar Kyuhyun dengan nada mengancam. Lizzy terduduk di tanah sambil memegangi lehernya dan berusaha meraup udara sebanyak-banyaknya. Padahal dia hanya di cekik sebentar entah oleh siapa, tapi rasanya dia hampir mati karena itu.
Kyuhyun meninggalkan Lizzy dan kembali focus pada Jaekyung.
"Jaekyung-ssi, bisa ikut aku?"
Jaekyung tampak terkejut dengan kehadiran Kyuhyun yang tiba-tiba. Sedari tadi dia tidak melihat Kyuhyun dimanapun dan mengira bahwa rencananya berhasil, tapi ternyata semua di luar dugaannya.
Kibum menatap Kyuhyun dan Jaekyung bergantian. Dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi setelah ini, dan itu bukanlah sesuatu yang baik. Jadi, Kibum memutuskan untuk mengikuti ke dua yeoja tersebut ke dalam hutan.
Kyuhyun berjalan duluan di depan, dibelakangnya Jaekyung mengikuti. Kibum berjarak cukup jauh dari mereka berdua karena ia tidak mau ketahuan. Dia juga mengira kalau ini hanya au mulut biasa saja, tapi semuanya salah.
Jaekyung menarik keluar sebuah pisau lipat dari saku celananya dan menghunuskan pisau tersebut ke punggung Kyuhyun. Kyuhyun yang saat itu sedang dalam keadaan tidak fit-nya akibat dia menggunakan kekuatannya untuk mengatasi Lizzy dan tiga orang yang menyerangnya tadi hanya bisa meringis saat pisau lipat tersebut menancap di bahu kanannya.
Jaekyung menarik kembali pisau tersebut dan mencoba untuk menusuk Kyuhyun untuk yang kedua kalinya, tapi beruntung Kibum berhasil menghentikannya.
"Cukup, Jaekyung!" bentak Kibum.
Jaekyung menarik tangannya dari genggaman Kibum, kemudian dia tertawa kencang.
"Kalau aku tidak bisa mendapatkanmu, maka dia juga tidak boleh mendapatkanmu, Kibummie! Dia itu pengganggu! Pengganggu harus dimusnahkan!" teriak Jaekyung.
Kyuhyun berdiri dengan bantuan Kibum. Tepat saat Kibum berbalik, Jaekyung yang kalap hampir saja menusuknya jika teriakan dari pak Ryu tidak terdengar.
"Lee Jaekyung! Apa yang kau lakukan?!" Pak Ryu beserta para guru dan siswa lainnya berusaha untuk menjauhkan Jaekyung yang terus memberontak dan berkata bahwa dia ingin membunuh Kyuhyun.
"Kau sakit, Jaekyung." Kata Kibum.
"Kyuhyun harus mati! Lepaskan aku!" rontaan Jaekyung baru berhenti saat dokter Lee menyuntikkan obat penenang padanya.
"Baik, karena keadaan tak terduga ini, semua siswa diharapkan untuk kembali ke tendanya masing-masing sekarang." Ujar pak Ryu.
Kyuhyun kembali di bawa ke tenda medis oleh Kibum, setelah lukanya selesai ditangani, dia baru kembali ke tendanya bersama Tiffany yang menjemputnya. Tak jauh dari lokasi mereka, Minho memperhatikan semuanya.
"Kau akan ku habisi, dasar yeoja gila…" geramnya.
:::Love Is Abnormal:::
Keesokkan harinya, seluruh peserta kemah di kejutkan dengan keadaan Jaekyung yang mengerikan. Dia di temukan oleh Miss Yue yang kebetulan terbangun pagi-pagi sekali di tepi sungai dalam keadaan tidak bernyawa. Tak ada yang tahu kapan persisnya kejadian ini terjadi, tapi hal ini cukup membuat hampir seluruh siswa bergidik ngeri melihatnya.
"Aku tahu siapa yang melakukannya." Ujar Kyuhyun pada Kibum pelan.
"Siapa?"
"Adikku, Minho."
Kibum tidak terlihat terlalu terkejut akan hal ini. Baginya ini tidaklah penting. Yang penting sekarang Kyuhyun baik-baik saja meski pun ia sempat tertusuk oleh pisau Jaekyung.
Kyuhyun menggenggam erat tangan Kibum yang berada dalam dekapannya saat dia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Kau kenapa?"
Kyuhyun menggeleng pelan, "Aku tidak apa-apa. hanya saja perasaanku tidak enak."
"Itu hanya perasaanmu saja Kyu. Lebih baik kau beristirahat lagi."
Kyuhyun menggeleng lagi, "Temani aku jalan-jalan di sekitar sini."
Kibum menatap Kyuhyun sebentar, lalu mengangguk, "Baik. Ayo…"
Sepanjang perjalanan mereka, baik Kyuhyun maupun Kibum hanya saling berdiam diri. Kyuhyun berjalan di samping Kibum sambil memeluk lengan kiri Kibum dan menyandarkan kepalanya pada bahu Kibum. Sedangkan Kibum hanya diam karena dia tidak tahu mau membicarakan apa.
"Kibum…" Panggil Kyuhyun akhirnya.
"Hm?"
"Apa yang akan kau lakukan kalau aku sudah kembali nanti?"
Kibum terdiam beberapa saat, kemudian menjawab, "Melanjutkan hidupku tentu saja. Dan mungkin mencari wanita cantik yang lain…"
Kyuhyun mengangkat kepalanya dari bahu Kibum dan mencubit pinggang namja itu kuat.
"Akh! Kyuhyun, sakit!" ringis Kibum.
Kyuhyun menatapnya tajam, "Semudah itu kau melupakan aku yang cantik, imut dan manis ini?" narsis Kyuhyun.
"Jangan terlalu percaya diri, Kyuhyun."
"Itu kenyataan Kibum."
Kibum terkekeh pelan, dia mengacak rambut Kyuhyun pelan, kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan Kyuhyun yang sibuk membenahi tatanan rambutnya sambil menggerutu. Saat dia selesai, Kyuhyun baru sadar bahwa Kibum sudah meninggalkannya.
"Ya! Kibum! Tunggu aku!"
Kyuhyun berlari mengejar Kibum dan memeluknya dari belakang. Kibum hanya tertawa dan menarik Kyuhyun kesampingnya. Mereka kemudian melanjutkan jalan-jalan mereka dengan saling bergandengan tangan sepanjang jalan.
:::Love Is Abnormal:::
Waktu makan siang tiba, saat ini semua siswa sudah berkumpul di tengah lapangan yang sudah di sulap oleh Pak Ryu dengan bantuan beberapa siswa menjadi sebuah tempat piknik. Masalah Jaekyung untuk sejenak ini, marilah kita lupakan. Jasad Jaekyung sudah di bawa ke rumah sakit tadi pagi ketika Kyuhyun dan Kibum sedang berjalan-jalan.
Ketika sedang menikmati santapan siang mereka, lagi-lagi Kyuhyun merasakan firasat buruk itu. dia tidak tahu apa yang terjadi, hanya saja dirinya merasa bahwa sesautu yang buruk akan terjadi, entah pada siapa. Rasa penasarannya itu baru terjawab saat sebuah panggilan masuk ke ponsel Kibum.
"Ya, eomma?"
"Maaf, tapi aku bukan eomma-mu. Aku menghubungimu agar kau bisa segera ke Seoul Hospital sekarang." Jawab seorang namja dari seberang line.
"Apa yang terjadi, tuan?" tanya Kibum.
"Eomma-mu mengalami sebuah kecelakaan lalu lintas. Mobil yang di kendarainya sempat terbalik beberapa kali dan beruntung, orang-orang sempat menolongnya sebelum mobil tersebut meledak." Jelas namja tersebut.
"Aku akan segera kesana!" kata Kibum. Suara Kibum yang terdengar cukup kuat tersebut membuat semua orang yang ada disana menatap kearahnya.
"Saem, bisakah aku pulang sekarang? Ada keadaan darurat. Eommaku baru saja masuk rumah sakit."
"Pergilah. Kau perlu mobil saem? Bawalah…" jawab pak Ryu.
Sebelum Kibum sempat menerima kunci mobil tersebut, Kyuhyun menahannya.
"Aku ikut." Kata Kyuhyun.
'Tapi, kau…"
"Tidak ada tapi-tapian Kibum. Jarak dari sini ke sana 4 jam. Belum lagi kalau macet. Kau membutuhkanku."
"Kyuhyun, kau bisa lihat sendiri bagaimana keadaanmu kan?"
"Aku tahu. Tapi aku ingin ikut. Ajak aku atau aku pergi sendiri!"
"Kibum-ah, bawalah Kyuhyun bersamamu." Saran Miss Yue.
"Baik. Kau boleh ikut."
"Baik, lupakan tentang kunci mobil, ikut aku."
Setelah mengucapkan salam pada semua yang ada disana, Kyuhyun menarik Kibum masuk ke hutan.
"Aku tidak mungkin melakukannya di depan orang banyak, jadi kita akan berteleportasi disini."
"Apa? kau bercanda? Bukannya kau masih sakit?"
"Kibum, berhentilah mengkhawatirkanku. Eomma-mu lebih penting saat ini."
Dalam hitungan detik, mereka sudah berpindah tempat. Kini mereka sedang berada di bagian ruang lobi Seoul Hospital. Tanpa banyak bicara, Kibum langsung mengajak Kyuhyun ke meja resepsionis untuk bertanya dimana keberadaan eommanya saat ini.
"Nyonya Kim masih berada di dalam ruang UGD, beliau sedang ditangani oleh dokter. Ruangannya ada di ujung lorong ini." Setelah ditunjukkan oleh sang petugas resepsionis, Kibum dan Kyuhyun bergegas menuju ke tempat tersebut.
Sesampainya disana, mereka hanya bisa menunggu karena tanda bahwa operasi sedang berlangsung masih menyala. Kibum hanya diam di kursinya sambil terus berdoa dalam hatinya. Dia juga sudah menghubungi ayahnya dan juga Siwon dan mereka berkata akan secepatnya tiba di rumah setelah mendapatkan penerbangan tercepat dari tempat mereka masing-masing.
Berjam-jam sudah berlalu, ayah Kibum dan juga hyung-nya Siwon, sudah ikut berkumpul bersama Kibum dan Kyuhyun. tidak ada tanda-tanda operasi akan segera berakhir.
'Separah itu kah? Ini sudah cukup lama sejak kami datang tadi…' batin Kyuhyun.
Satu jam kemudian, seorang dokter keluar. Dia menurunkan masker yang dikenakannya. Dilihat dari raut wajahnya, kentara sekali bahwa dokter tersebut sangat kelelahan. Tentu saja, operasi tersebut berlangsung hampir selama 8 jam!
"Bagaimana keadaan isteri saya, dokter?" tanya Tuan Kim.
"Maafkan kami tuan, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun Tuhan berkenhendak lain. Kami harap anda bisa tabah menerima hal ini. Nyonya Kim tidak berhasil kami selamatkan. Pendarahan di bagian kepalanya sangat parah, ditambah lagi dengan penyakit jantung yang nyonya Kim derita, kami mohon maaf sekali lagi. Jasad nyonya Kim dapat anda lihat setelah kami selesai mengurusnya."
Kyuhyun bisa melihat, betapa hancurnya hati ke tiga namja dihadapannya ini saat mendengar berita tersebut. Kyuhyun juga merasakan hal yang sama. Selama ini nyonya Kim telah menggantikan posisi eomma-nya selama dia berada di dunia manusia. nyonya Kim sangat baik dan sangat menyayanginya.
Setelah Tuan Kim, Siwon dan Kibum secara bergantian memberikan ucapan perpisahan terakhir mereka pada nyonya Kim, Kyuhyun diam-diam masuk ke dalam ruangan tempat jasad nyonya Kim di tempatkan.
"Eommonim, aku berterimakasih padamu. Selama ini eommonim sudah mau menjaga dan menyayangiku. Aku ingin membalas kebaikanmu itu. walau mungkin ini akan menjadi saat terakhirku bertemu dengan kalian semua. Aku sangat berterimakasih. Jika aku sudah tidak disini lagi, aku meminta tolong pada eommonim untuk mencarikan Kibum yeoja yang baik, kalau bisa yang sepertiku. Hehehe…"
Kyuhyun masih sempat tertawa disela tangisnya. Tiba-tiba saja, pintu kamar tempatnya berada di buka dan menampakkan sosok Kibum yang berdiri disana dengan tampang panik.
"Kyuhyun, aku tahu apa yang akan kau lakukan. Jangan lakukan itu!" ujar Kibum.
Kyuhyun berjalan mengitari tempat perbaringan terakhir nyonya Kim, membuatnya semakin menjauh dari Kibum.
"Jangan mendekat Kibum. Ini satu-satunya cara agar aku bisa membalas semua kebaikan kalian padaku."
"Kyu –"
Kibum merasa lidahnya kelu. Dia juga tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Dia tahu ini adalah ulah Kyuhyun.
Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan dingin nan kaku milik nyonya Kim, dan perlahan, sebuah cahaya putih menenangkan muncul melingkupi tubuh nyonya Kim. Tak lama kemudian, Kyuhyun melepaskan genggamanannya dan berjalan menuju Kibum.
Walaupun tubuh dan suaranya sudah kembali seperti semula, namun Kibum hanya diam saat Kyuhyun mengelus pipinya lembut dan memeluknya.
"Eommonim akan sadar sebentar lagi, Kibummie. Kuharap kau, Siwon oppa dan abonim bisa tersenyum lagi."
Kyuhyun mendongakkan kepalanya untuk mencium Kibum. Mereka berciuman sangat lama. Ciuman yang sarat akan cinta sekaligus penuh luka didalamnya. Airmata Kibum jatuh begitu saja saat perlahan-lahan, sosok Kyuhyun dihadapannya mulai mengabur.
"Aku mencintaimu, Kyuhyun." ucap Kibum di sela-sela ciuman mereka.
"Aku juga sangat mencintaimu, Kibum. Selamat tinggal…"
Kata-kata itu menjadi kata-kata terakhir Kyuhyun sebelum akhirnya sosoknya lenyap bagaikan ditelan bumi.
Setelah Kyuhyun pergi, Minho yang baru saja tiba langsung menunduk lemas, "Aku terlambat…" gumamnya lirih.
Namun, setelah itu keajaiban terjadi, nyonya Kim membuka matanya. Kibum buru-buru menghapus airmatanya dan memanggil dokter.
"Ini adalah sebuah mukzizat dari Tuhan!" ujar sang dokter penuh kekaguman.
"Kami akan memeriksa keadaan nyonya Kim sekali lagi." Lanjutnya setelah itu.
"Kibum, kau tidak ikut?" tanya Siwon saat Kibum masih terdiam ditempatnya.
"Tidak hyung. Kalian duluan saja. Nanti aku menyusul."
"Kami bisa saja kehilangan kekuatan kami selama jangka waktu yang tak ditentukan atau yang lebih parah, mati…"
Kata-kata yang dulu pernah Kyuhyun ucapkan kembali berputar dikepala Kibum. Dia tidak tahu, yang mana yang terjadi pada Kyuhyun setelah dia menghidupkan kembali eommanya tersebut.
Kibum berjalan mendekati jendela dan menatap keluar jendela dimana langit sedang menghujani kota Seoul dengan butiran-butiran air hujan yang turun dengan derasnya.
"Terimakasih, Kyuhyun, aku mencintaimu, selamat tinggal…"
:::Love Is Abnormal:::
.
.
.
The End
.
.
.
.
.
Epilog…
:::Love Is Abnormal:::
4 years later…
"Ini pesanan anda, Kibum-ssi." Ujar seorang pelayan sambil meletakkan segelas kopi mocca di meja Kibum. "Terimakasih, Minji." Balas Kibum.
"Ada lagi yang anda perlukan, Kibum-ssi?"
"Tidak ada."
"Baik. Saya permisi kalau begitu."
"Hm…"
Kibum kembali sibuk dengan laptopnya. Dia sedang menyusun bahan materi untuk rapat nanti. Saat ini dia sedang berada di dalam sebuah kafe sambil menunggu panggilan untuk penerbangannya ke Jepang.
"Ku kira kau sudah lepas dari dunia komikmu itu, Kibum…" ujar Tiffany yang tanpa izin langsung mengambil tempat duduk di depan Kibum. Dia sempat melirik sekilas layar laptop Kibum, ternyata Kibum tidak benar-benar sedang melakukan pekerjaannya, dia sedang membuat sebuah komik di sana.
"Kau mau pergi juga?" tanya Kibum.
"Ya, aku dan Nickhun akan ke Thailand untuk meminta restu orang tuanya secara resmi."
"Selamat untukmu kalau begitu." Ucap Kibum.
"Hei, kau masih memikirkan Kyuhyun?"
"Setiap saat."
"Waah~ kau setia juga ya…" puji Tiffany.
"Selagi belum ada kepastian, aku yakin dia masih hidup entah dimana."
"Yah, silahkan lanjutkan pekerjaanmu Kibum. Nickhun sudah menungguku, senang bertemu denganmu."
"Ya."
Kibum kembali sibuk dengan komiknya. Sampai akhirnya ada yang duduk lagi di bangku kosong yang tadi di duduki oleh Tiffany.
"Kenapa kembali lagi?" tanya Kibum tanpa menolehkan pandangannya.
"Jadi, kau ingin aku pergi begitu? Aku datang karena ingin menemanimu. Tapi sepertinya kau mengusirku, ya sudah, aku pergi saja lagi…"
Kibum mematung ditempatnya saat mendengar suara yang berbeda dari suara Tiffany. Dia mengangkat kepalanya, namun dia tidak menemukan siapapun disana selain dirinya dan beberapa pengunjung kafe lainnya. Kibum berlari keluar kafe untuk memeriksa kebenaran pendengarannya, namun nihil, orang yang dia cari tidak dia temukan dimana pun.
Sampai akhirnya panggilan untuk penerbangan menuju ke Jepang terdengar. Dengan berat hati Kibum membereskan seluruh barang-barangnya dan naik ke pesawat.
"Bisa tolong bantu aku?"
Suara itu lagi. Kibum buru-buru menoleh kearah seorang yeoja yang tengah berdiri di samping kursinya dengan memegang sebuah tas ransel yang kelihatannya cukup berat. Tas ransel tersebut seketika terlepas dari pegangan si yeoja saat Kibum tiba-tiba memeluknya.
"Kibummie, lepaskan… ini di pesawat…" kata si yeoja sambil berusaha untuk melepaskan pelukan Kibum.
"Diam Kyuhyun. Kenapa kau lama sekali?"
"Err, tuan, nona… bisa kalian kembali duduk ditempat anda? Pesawat sudah mau take off…" ujar salah seorang pramugari.
Kibum melepaskan pelukannya dan kemudian duduk di bangkunya dengan Kyuhyun disampingnya. Perlahan, pesawat yang mereka tumpangi mulai lepas landas.
"Butuh waktu 4 tahun untukku pulih dari keadaan kritis setelah aku menolong eommamu. Bagaimana kabarnya?" Ujar Kyuhyun setelah posisi pesawat stabil.
"Eomma sangat sehat. Bagaimana kau bisa berada disini?" tanya Kibum.
"PSP itu. kau selalu membawanya bukan?"
Kibum mengeluarkan sebuah PSP hitam yang dulu membuatnya bertemu dengan Kyuhyun. Kyuhyun mengambilnya dan mengelus-elus PSP ini.
"PSP ini, seperti sebuah GPS. Dia yang membuatku tahu dimana keberadaanmu setiap saat."
"Apa setelah ini kau akan pergi lagi?"
Kyuhyun tersenyum, dia melepaskan seatbelt nya dan duduk dipangkuan Kibum dengan posisi menyamping, kedua tangannya dia lingkarkan dileher Kibum, sedangkan Kibum memeluk pinggang Kyuhyun.
"Tidak. Aku akan bersamamu, selamanya…" jawab Kyuhyun.
Detik berikutnya, bibir mereka kembali menyatu. Mereka berdua menyalurkan luapan kerinduan dimasing-masing hati mereka melalui ciuman tersebut. Mereka tidak peduli dengan banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Yang jelas, kini mereka sudah bersama kembali setalah terpisah 4 tahun lamanya.
"Aku mencintaimu, Kibum."
"Aku mencintaimu, Kyuhyun."
:::Love Is Abnormal:::
Yah, itulah ceritaku. Kisah cinta kami memang tidak bisa dikatakan normal. Ini adalah sebuah kisah cinta yang abnormal dimana seorang jin sepertiku, bisa jatuh cinta dan dicintai oleh seorang manusia seperti Kibum yang terkenal dingin dan menyebalkan hanya karena sebuah PSP yang dulu mengurungku.
Sepertinya aku juga harus berterimakasih pada eommaku. Karena, kalau bukan karena dirinya, aku tidak mungkin bisa bertemu dengan Kibum. Eomma, terimakasih…
:::Love Is Abnormal:::
2 years later…
Suara tangisan bayi terdengar dari dalam sebuah ruang bersalin di rumah sakit tersebut. Tak lama kemudian, seorang dokter keluar dengan menggendong seorang bayi laki-laki yang sangat tampan.
"Waa~ Kibum, anakmu lucu sekali…" pekik Tiffany gemas.
Kibum menerima bayi tersebut dan menatap takjub pada bayi yang ini berada dalam gendongannya itu, "Bagaimana dengan ibunya?" tanya Kibum.
"Nyonya Kim baik-baik saja. Dia akan segera dipindahkan ke ruang rawat inap setelah ini."
"Kau akan memberikannya nama siapa, Kibum?" tanya Heechul.
Yah, semenjak Kyuhyun resmi menjadi isteri Kibum sekitar satu setengah tahun yang lalu, Heechul jadi sering muncul di dunia manusia, terlebih saat mengetahui bahwa Kyuhyun hamil. Dia senang bukan kepalang, begitupun dengan eomma Kibum, beliau sangat antusias merawat Kyuhyun dan mengajak Kyuhyun melakukan perawatan ini dan itu selama masa kehamilannya.
"Sehun. Aku akan memberinya nama Kim Sehun."
"Nama yang bagus." Timpal tuan Kim.
"Sehunnie, jal sara~" ucap semua yang ada disana kemudian.
:::Love Is Abnormal:::
"Kau sudah bangun, sayang?" tanya Kibum.
"Ya. Bagaimana dengan anak kita?"
"Dia sedang tertidur di boks nya. kau mau melihatnya?"
Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan cepat, Kibum menggendong Sehun yang sedang tertidur tersebut dan memberikannya pada Kyuhyun.
"Dia tampan sepertimu."
"Ya. Dia kan anakku…"
"Siapa namanya?"
"Kim Sehun."
"Sehun sudah bangun?" tanya Kyuhyun saat melihat mata Sehun terbuka. Bayi itu mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali dengan lucu. Kemudian, tangan mungilnya bergerak-gerak tak tentu arah, selanjutnya, kejadian yang mengejutkan terjadi, sebuah mainan kerincingan kecil yang merupakan hadiah dari Tiffany melayang menuju Sehun dan jatuh di samping Kyuhyun. belum hilang rasa keterkejutan Kibum dan Kyuhyun, tiba-tiba warna rambut Sehun yang tadinya hitam, kini berubah menjadi cokelat lalu berubah lagi menjadi warna pelangi.
"Lihat anakmu, Kibum…" Ujar Kyuhyun dengan wajah takjub.
"Sepertinya ada bagian dari dirinya yang mengikuti dirimu…" Timpal Kibum.
"Ya, dan aku sama sekali tidak mengira bahwa itu akan terjadi."
Kibum mencium kening Kyuhyun dan Sehun secara bergantian membuat Sehun kecil sedikit menggeliat karenanya.
"Itu bukan masalah. Terimakasih, Kyuhyun. aku mencintai kalian berdua…"
"Kami juga mencintaimu, Kibum appa…"
:::Love Is Abnormal:::
.
.
.
Real End…
Author's Note:
KYAAAAA! Akhirnya, akhirnya, FF ini selesai juga…
Yaampun, lama banget ya nunggunya? Mian, ne? Grey terlalu sibuk sama tugas kampus. Sebenarnya, FF ini bakalan Grey update hari jum'at, tapi karena ada masalah jaringan dan entah kenapa akun FFn Grey gak bisa kebuka waktu itu, jadi Grey baru bisa update sekarang.
Jeongmal, jinjja, really, neomu, hountou ni, thankyou buat yang udah bersedia membaca, mereview, mem-follow, dan mem-favorite FF abal ini. Sampai jumpa di lain waktu, teman-teman. Gamsahamnida ^^
Dan mian sekali lagi karena Grey gak bisa balas satu persatu review kalian disini. Mianhae…
BIG Thanks To :
Jihyunelf – Mifta Cinya – Rahma94 – Dona Tan 144 – Blessinglight53 – Ciekyu – ZakuraFreezee – GaemGyu92 – Gnagyu – FiWonKyu0201 – Miss Chocoffee – Clouds1709 – Chokyulate – Eun Jae AR2 – DeraElf – KyuraCho – SuJuELF – ChocoSnow – Retnoelf – Iloyalty1 – Augesteca – Ika Zordick – Lullaby Dick – Ukekyushipper – Dhesparkyutte JDH – Dewiangel – Ghaida – ArunyKyu21 – Ratna94 – Phiexphiexnophiex – Sayangsemuamembersuju – Dyayudya – AninKyuELF – Dewdew – Rui – Aiiukiu – Abnormal – Fane – Omaikyu – Yumi – Rheina KyuHae – Hee Seol – CuttieKyu – Arcan'sGirl – Dini – Taenggo – Hyunnie02 – Kiichan Elpeu – Aryo Bangun 739 – Kyuli 99 – Vietakyu33 – Choi Yewon11 – Sofyanayunita1
