Love and Hate
Tittle: Love and Hate
Author: Pink Seokjin
Genre: Romance, Family
Rate: T
Cast: Taehyung, Jimin, Jungkook, Chanyeol, Baekhyun, Jin, Suga, Rapmonster dll
Pair: Vmin, ChanBaek, slight – Vkook/TaeKook, JiKook/MinKook
Warning: YAOI, Boy x Boy, Boy's love, Bromance
Taehyung tidak suka jika eommanya, Baekhyun, menikah lagi dengan Pria! Padahal Baekhyun juga Pria.. sebenarnya itu bukan masalah utamanya, tapi... pria itu adalah appa dari Jimin, Chanyeol.
Kenapa harus appanya Jimin? Apa tidak ada yang lain?
"Tsk, berhenti mengerjai Jimin! Kau melakukannya karna kau menyukainya kan?"
"Apa kau bercanda? Maldo andwae! Aku sudah punya Jungkook"
"Ku dengar Jimin mendekati Jungkook"
"Sungjae, kusarankan kau berhenti sebelum garpu ini merobek perutmu"
"Kau tau Jimin sangat sexy?"
"Yah!"
ARE
YOU
READY?
.
.
CHAPTER 2
.
.
.
Chanyeol, seorang presdir sukses di asia timur itu menatap puas pada kantor barunya yang luas, sebenarnya bukan masalah kantor baru, tapi… Seoul. Seoul adalah tempatnya, kampung halamannya, paling tidak ia merasa nyaman dan lega di sini.
"Presdir, manager byun datang" miss Lee masuk, dia asisten sementara Chanyeol. "baiklah, suruh dia masuk"
Tak lama kemudian seorang pria, eh… mungil? Chanyeol tidak percaya pria itu bahkan seumuran dengannya. "Selamat pagi presdir" sapa manager Byun, Chanyeol mengangguk "silahkan duduk di sana , Baekhyun-ssi, tunggu aku menyelesaikan ini dulu"
Baekhyun segera duduk, menempati sofa yang di depannya terdapat meja penuh makanan dan dua gelas orange juice. "Makanlah, aku menyiapkan itu untukmu" Baekhyun terkejut saat tiba-tiba Presdirnya sudah duduk di sampingnya. "Ah, ne.." dengan canggung Baekhyun mencomot satu tteokboki di depannya.
"Sebenarnya aku memanggilmu kemari untuk memintamu menjadi sekertarisku, aku sudah melihat hasil kerjamu dan profilmu, kau bahkan seumuran denganku, jadi ku rasa kita akan jadi partner yang baik, bagaimana?"
"Anda serius?" Tanya Baekhyun tidak percaya, ini bagaikan mimpi baginya "Tentu… dan, oh jangan terlalu formal denganku"
"Ngomong-ngomong Baekhyun, kau punya anak yang seumuran dengan anakku? Bahkan mereka sekolah di sekolah yang sama" Tanya Chanyeol ceria lalu meminum orange juiceny. Baekhyun mengernyitkan dahinya, benarkah?
.
.
Love and hate
.
.
Istirahat tiba.
Dengan semangat Jimin membereskan buku-bukunya kemudian bersiap untuk pergi ke kantin, ia merasa sangat lapar. "Jiminnie? Ayo cari makan!" ajak teman sebangku Jimin, namanya Minwoo, dia anak yang manis. Jimin mengangguk lalu berjalan mengikuti Minwoo, ia juga berniat akan mencari teman barunya, Jungkook.
"Wah, ada Udon di menu hari ini! Jiminnie suka udon?" Jimin mengangguk, ia bukan tipe yang suka memilih-milih makanan, tentu ia mau udon meski di jepang dulu sudah terlalu sering makan udon. "Aku pesankan" ucap Minwoo final.
Mata jimin berkeliling mencari sosok Jungkook saat tiba-tiba matanya menemukan apa yang ia cari dengan kejadian yang sangat tidak ia inginkan.
"Ah, kau memesankan makanan untukku, baiknya uri Kookie~"
"Tapi aku mau jjajangmyun, bukan udon!"
"Heh! belikan aku Macaron!"
"Kau tadi tidak mau macaron, kenapa seka-"
"Diamlah Sungjae, aku bicara pada Kookie!"
Jungkook di bulli, di depan seluruh penghuni kantin, dan hebatnya… tak ada yang menolong, mereka hanya menonton seakan-akan di hadapan mereka ada drama korea terbaru.
Jungkook menunduk pasrah, ia diam saja saat nampannya sudah direbut seseorang yang Jimin kenal sebagai teman sekelasnya, mereka semua temn sekelas Jimin. Sungjae, Sanghyuk, Seungcheol, dan dia… yang paling brengsek, Taehyung. Jimin memang pandai dalam mengenal seseorang dengan waktu singkat, jadi ia sudah mengenal hampir seluruh isi kelasnya.
SRET
"Eh?"
Mereka terkejut saat tiba-tiba Jimin merebut kembali nampan Jungkook
"Pergi kalian! Jangan ganggu Jungkook!"
"Jiminnie, untuk apa kau melindungi anak ini, dia sudah biasa jadi eh…. Asisten kami? Kookiie anak yang baik kok…" Sungjae menepuk pundak Jimin, tapi Jimin langsung menepisnya.
"Kalau tidak mengganggu Jungkook, siapa lagi yang akan kami ganggu…" Taehyung, si brengsek itu akhirnya bergerak, mendekat pada Jimin, sementara Jimin semakin mengeratkan pegangannya pada Jungkook
"Kau… kau bisa menggangguku, jangan Jungkook" kata Jimin penuh penekanan, Taehyung terkekeh pelan "kenapa? Apa dia teman barumu? Oh, kalian berteman, menarik sekali…"
Jimin tidak menyukainya, Jimin tidak menyukai mereka semua.
"Okay, mulai besok kalian jangan ganggu Kookie lagi, Jimin bersedia menggantikannya, kalian mengerti?"
"Tapi Tae -"
"Sssttt, ini keinginan Jimin sendiri, yakan Jiminnie?"
Jimin membenci mereka.
.
.
Love and hate
.
.
"Hyung, harusnya kau tak perlu melakukan itu…" ini sudah tiga puluh menit dari bel pulang sekolah di kumandangkan dan Jungkook masih saja membahas itu, astaga.
"Kookie-ah, dengarkan aku… aku baik-baik saja, bullian mereka bukan apa-apa bagiku, baiklah, ku ceritakan padamu. Sebenarnya aku…"
"apa?"
"Jangan menyelaku!"
Jungkook tertawa, lucu sekali. Jimin baru tau jika Jungkook punya gigi kelinci.
"Aku atlet karate"
"Sungguh?!" melihat mata bulat Jungkook yang berbinar membuat Jimin menyunggingkan senyuman manisnya, senyuman yang membuat kedua matanya hilang, yah.. Jimin itu kan sipit.
"Kookie, jemputanmu kapan akan datang, ini sudah terlambat." Jimin mulai gelisah, masalahnya appanya sudah menunggu dari tadi sementara Jungkook belum di jemput juga, Jimin tak mau meninggalkan Jungkook begitu saja.
"Memang biasa terlambat kok, jangan khawatir hyung"
Biasa? Tapi kenapa?
"Ah! Itu dia, aku pulang dulu Hyung! Sampai bertemu besok!"
Jimin memandangi kepergian Jungkook, dia di jemput mobil mewah ngomong-ngomong. Apa Jungkook anak orang kaya? Tapi kenapa dia di bulli?
Aneh.
"Chim! Sampai kapan kau akan berdiri di situ?"
"Eh? Appa! Okay, ayo pulang!"
.
.
Love and hate
.
.
Bermain game adalah kegiatan rutinan Taehyung sambil menunggu eommanya pulang, bukan rahasia lagi jika Taehyung sebenarnya seorang otaku.
"Sedikit lagi… AAARRGGHH bagaimana aku bisa kalah! Sial, ah aku bosan."
Taehyung membanting joysticknya asal kemudian meraih camilan yang beberapa saat lalu ia lupakan.
Eommanya pulang tepat saat Taehyung ada mood ingin bermain game lagi, ia mengurungkan niatnya untuk menyambut eommanya.
"Taetae-ya! Eomma pulang!" teriak Baekhyun nyaring hampir menulikan pendengaran Taehyung.
Baru saja Taehyung akan balas berteriak tapi Baekhyun sudah memeluknya erat, Taehyung mengerutkan dahinya bingung, kenapa eommanya?
"Eomma?" Taehyung balas memeluk eommanya saat ia merasa Baekhyun menangis. Baekhyun jarang menagis, tapi dia memang cengeng.
"Aku tidak berharap naik jabatan, tapi dia memintaku jadi sekertarisnya! Bayangkan, dia mempunyai cabang hampir di seluruh wilayah asia timur! Dia mempercayaiku Tae… Akhirnya aku bisa membelikan mobil sport yang kau inginkan, tunggu saja, aku akan membelikannya untukmu"
"Eomma…."
.
.
Love and hate
.
.
Pagi ini Jimin berangkat seperti biasanya, terlalu pagi. Tapi ia tau, Jungkook pasti juga sudah datang. Oh, Jimin bahkan sudah tau dimana letak kelas Jungkook, sekarang Jimin sedang berjalan menuju ke sana.
Itu Jungkook!
Ia seperti mencari sesuatu.
"Kookie? Ada apa?"
Jungkook menoleh pada Jimin dengan raut bingung "Hyung, diary ku hilang.."
"Diary? Kau menulis diary?" Tanya Jimin bingung, baginya sesuatu seperti diary itu aneh dan buang-buang waktu. "Ya, seperti buku catatan, tapi aku sering menuliskan perasaanku di sana. Warnanya merah, ada gambar super marionya, itu dari ibuku! Aku harus menemukannya!"
"Tenang Jungkook, mungkin kau menjatuhkannya"
"Aku harus menemukannya, jika tidak…"
"jika tidak?" jimin mengulangi ucapan Jungkook, tapi jungkook malah menunduk dalam. "Aku tidak mau orang lain menemukannya, aku menuliskan sesuatu yang gila di sana" gila? Jimin mengerutkan dahinya.
"Aku menulis… bahwa aku menyukai Taehyung. Dan jika ada yang baca maka… aku… hyung! Katakan aku harus bagaimana?!"
Jungkook tidak bilang ia menyukai si berengsek itu kan? Pasti Jimin salah dengar, ia pasti salah…
"hei anak-anak!" seorang berpakaian seragam basket berdiri di pintu kelas, di tangannya ia membawa bola basket. "Min-seonsaenim" gumam Jungkook. Jimin tidak mengenalnya, ia seorang guru?
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
banyak typo, jadi aku perbaiki... ^^
