Title: Perang Asia Timur Raya

Summary: Menceritakan Perjuangan Naruto Sebagai Admiral Agung Kekaisaran Jepang Dalam Perang Asia-Pasifik/Bad Summary

Rated: T(Bisa berubah sewaktu-waktu)

Pair: NaruXOCX?

Genre: WWII, Drama, Sejarah, Semi-Fantasy, Sedikit bumbu romance

WARNING: GAJE,TYPO,ALUR AMBURADUL, PERUBAHAN SEJARAH,Dll

Don't Like Don't Read !

Chapter 2


*Flashback Chapter Sebelumnya*

"Menurut intelijen kita yang berada di Jerman... Kata mereka sebenarnya Jerman cuma memanfaatkan kita demi rencananya dan Soviet seperti sedang kuwalahan dalam menghadapi Jerman yang memakai strategi Blitzkrieg mereka"Kata Yamashita

"Jadi Jerman hanya memanfaatkan kita., Cih! sudah kuduga mereka mempunyai rencana-rencana licik"Kata Naruto sambil menahan amarahnya

"Besok anda harus ke Moskwa sebagai perwakilan Jepang"

"Bukannya hal itu diwakili oleh Menteri luar negeri?"

"Entah tapi ini adalah keinginan mereka seperti ada hal khusus yang akan di perbicangkan"

"Baik aku akan berangkat.. Kapan waktu nya?"Tanya Naruto

"Besok pukul 12 siang"Kata Yamashita

"oke Aku mengerti... Terima kasih atas informasinya Yamashita"

"Tak apa-apa, baiklah aku mohon undur diri dulu Admiral"Yamashita pun memberi hormat yang lalu dibalas oleh Naruto setelah itu Yamashita berbalik dan berjalan kearah pintu, lalu Ia membuka nya dan menutupnya dan berjalan pergi.

"Seperti nya besok adalah hari yang sangat sibuk"Batin Naruto

*Flashback End*


14 November 1940, Moskwa

Siapakah yang tak tau kota yang bernama Moskwa, ya kota yang memiliki keindahan dan nilai sejarahnya yang cukup kental. Namun kota ini tidaklah seindah dulu, bagaimana tidak saat ini kondisi kota Moskwa kini telah Menjadi medan peperangan. banyaknya bangunan-bangunan yang hancur atapun terbakar dan jangan lupa mayat-mayat prajurit yang bergelimpangan di tengah-tengah jalanan entah mereka mati tertembak Tentara Werchmact mungkin juga terkena serangan udara dari para Luftwaffe.

Di sebuah ruangan rapat yang berada di dalam Kremlin, yang saat ini tengah dipakai rapat darurat para petinggi dari seluruh Angkatan Militer Uni Soviet. Bahkan Sang Pemimpin Uni Soviet yang terkenal akan Kekejamannya tentunya itu adalah Joseph Stalin. Entah mengapa atmosfir di ruangan itu terasa sangat berat.

"Jadi Bagaimana ini Stalingrad dan setengah kota Moskow telah jatuh ketangan Nazi... Dan juga hampir setengah Moskwa telah ditaklukan"Kata Zakhaev salah satu Petinggi Militer Uni Soviet

"Apa mungkin sebentar lagi kita akan kalah"Kata Petinggi B dengan frustasi

Namun seluruh ruangan rapat dikagetkan dengan masuknya seorang Perwira wanita entah dari Divisi mana yang masuk dan langsung berjalan kearah Stalin, Perwira itu pun memberi hormat kepada Stalin yang juga Dibalas oleh Stalin.

"Oh Nonna... Sedang apa kau disini apa ada hal penting yang ingin kau kabarkan?"Kata Stalin

"Iya Stalin-sama"Kata Nonna

"Jadi hal penting apa yang ingin kau bicarakan"Kata Stalin sambil menatap Nonna dengan Serius

Sementara disitu Semua Petinggi yang mendengar nama itu langsung kaget dan menatap takut Nonna, Bagaimana tidak Nonna adalah pemimpin Dari NKVD yang terkenal kejam dan jangan lupa Nonna termasuk Komandan Yang ditugaskan di Gulag Siberia yang menurut rumor Gulag paling Ganas dan Berdarah dari semua Gulag di Uni Soviet.

"Sepertinya Jepang menyetujui permintaan kita, dan menurut Divisi Intelijen kita yang berada di Jepang bilang bahwa sepertinya Jepang akan keluar dari Blok Jerman dan Italia"kata Nonna

"Jadi begitu.. Tapi kenapa mereka keluar dari Blok Jerman?"Tanya Stalin

"Entah aku tak tau hanya informasi itu saja yang diberikan Divisi Intelijen"kata Nonna

"Terima kasih atas info nya Nonna... kau boleh pergi"kata Stalin

"Baiklah saya undur diri"setelah itu Nonna berjalan keluar dari ruangan itu

"Semua ku perintahkan kalian mempertahankan seluruh wilayah Moskwa yang belum tercakup Nazi brengsek itu!... Entah bagaimana cara nya kalian semua harus mempertahankannya sampai besok siang hari setelah perudingan Antara Kita dengan Jepang Mengerti!"Kata Stalin dengan tegas

"SIAP MENGERTI!"Kata Semua Petinggi serempak

"Bagus kalau begitu sekarang kita susun strategi untuk mempertahankan Moskwa... Zhukov kau yang akan menjadi pimpinan dalam pertahanan Moskwa ini"kata Stalin

"Baik Stalin-sama saya akan berusaha sebaik mungkin"kata Zhukov

"Setidaknya ini yang bisa kulakukan... semoga saja tak akan hal merepotkan setelah ini"Batin Stalin


Yokosuka Naval Base, 15 November 1940 (00.01 A.M) Admiral Room

Sementara itu di ruangan Admiral, tengah Naruto sibuk mengerjakan kertas-kertas terkutuk. jika kalian ingin membayangkan seberapa banyaknya kertas-kertas yang Naruto kerjakan, bayangkan aja tinggi gunung Fuji. Sembari mengerjakan kertas-kertas itu Naruto tetap memikirkan strategi-strategi untuk persiapan Perang Besar nanti. Setelah Puluhan menit Naruto habis kan untuk mengerjakan kertas-kertas laknat itu akhir nya tugas Nya selesai juga.

Naruto pun membereskan meja kerja nya yang terlihat berantakan, setelah itu Ia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan nya untuk berkeliling. Sembari menyusuri lorong di Kantor nya, Ia mencoba memikirkan sesuatu Yang sangat penting.

NARUTO P.O.V On*

Perkenalkan Nama ku Uzumaki Naruto, aku adalah seorang Admiral tertinggi di Kekaisaran Jepang. Seperti itulah pendapat orang-orang tentang diriku, namun mereka tak tau kalau sebenarnya aku dulu adalah seorang Ninja, lebih tepatnya aku adalah orang yang berasal dari Dimensi lain, aku terdampar ke dimensi ini sudah sekitar beberapa tahun yang lalu. Ini terjadi tepatnya setahun setelah Pain menginvasi Konoha, ketika itu aku Sedang mencoba berlatih jurus hiraishin di luar Desa. Namun ketika aku mencoba jurus hiraishin, muncul sebuah portal besar aneh yang berada didepan ku dan aku pun terhisap ke dalamnya.

NARUTO P.O.V End*

"Bagaimana cara nya memindahkan 1000 Prajurit dari Yokosuka ke Moskow dalam waktu singkat, jarak dari Yokosuka ke Moskow sekitar 1000 Km mungkin lebih. Jika aku menggunakan transportasi darat mungkin Memakan waktu berjam-jam, kalau mengunakan pesawat mungkin sangat beresiko karena rapat aliansi antara Jepang-Soviet adalah rahasia penting, Bisa jadi pesawat-pesawat tempur Soviet nanti akan menyerang Pesawat angkut kami. Tak ada pilihan lain sepertinya aku harus menggunakan itu"

Naruto sadar bahwa ada seseorang yang tengah mengikuti nya dari belakang, orang itu terus mengawasi Naruto dari jauh entah apa yang Ia pikirkan. Naruto hanya berjalan dalam keadaan siaga, prinsip militer nya Merasakan bahwa orang yang menguntit nya bukan orang sembarangan. Dengan segera Naruto berlari untuk menghindari orang itu, namun seperti nya orang itu juga mengikuti nya, Naruto mengeluarkan Pistol Nambu Yang Ia bawa Dan segera membidikan searah orang tadi

"Siapa Kau! Mengapa Kau Mengikuti ku!"Kata Naruto dengan tangan yang masih memegang Pistol Nambu

"K-Kau N-Naruto?"Kata Orang itu

"Kutanya Siapa Kau! Mengapa Kau Tau Nama ku"Kata Naruto dengan tegas

"Ini Aku Shikamaru... Apa Kau Sudah Lupa Dengan Ku?"

"Mana Mungkin! Sejak Kapan Shikamaru Yang Kukenal Berpenampilan Kayak Gelandangan Gitu"Kata Naruto sambil menunjuk Shikamaru dengan tatapan terkejut

"Ini Aku Naruto"Kata Shikamaru

"Jika Itu Kau Kenapa Kondisi Mu Bisa Seperti Ini?"Kata Naruto Bingung

"Nanti Akan Kuceritakan Tapi Setelah Menolong Mereka"Kata Shikamaru

"Mereka?"

Tiba-Tiba Shikamaru bersiul dengan sedikit keras, setelah Shikamaru bersiul. Terlihat dari semak-semak munculah 11 orang yang berkondisikan seperti Shikamaru.

"K-Kalian"Kata Naruto denga terkejut ketika melihat 11 Orang itu keluar

"Naruto!"Kata 11 orang yang tak kalah heboh

"Sakura-Chan Hinata-chan Teme Minna Bagaimana Kalian Bisa Disini"Kata Naruto

"Ini gara-gara portal aneh itu kami semua bisa kesini"Kata Sasuke

"Naruto Baju apa yang kau pakai?"Tanya Kiba

"Ini Baju Dinas Militer Disini... Aku adalah Admiral Tertinggi Di Jepang"

"APAAAAAAA!"Teriak Semua Rookie 11 yang mengakibatkan semua prajurit yang berjaga di Markas itu berdatangan kearah mereka

"Siapa Kalian! Apa Yang Kalian Lakukan Terhadap Admiral!"Kata Salah Satu Prajurit sambil menodongkan senjata kearah Rookie 11 itu

"Tenanglah Mereka adalah Teman ku turunkan senjata kalian"Kata Naruto dengan penuh wibawa yang membuat Rookie 11 itu cengo akan sikap Naruto yang begitu berbeda dari mereka kenal dulu.

"Sejak Kapan Si Dobe Itu Bersikap Begitu"

"Naruto-Kun Kakoi~"

"Bagaimana Mungkin Si Baka Itu Bisa Bersikap Seperti Itu"

"Baiklah Admiral!"Setelah itu seluruh prajurit itu menurunkan senjata mereka, namun mereka masih dalam posisi siaga

"Oh Ya Tolong Kalian Carikan Baju Yang Cocok Dengan Mereka, Setelah Itu Antarkan Mereka Ke Rumah Ku Mengerti?"Kata Naruto

"Dimengerti Admiral... Baiklah kalian semua ikut kami"

"Tenang saja mereka tak akan melukai kalian..."Setelah itu Naruto berjalan pergi meninggalkan Rookie 11


Saat ini Naruto tengah berjalan pulang menuju ke kediamannya, sepanjang perjalanan Ia pulang. Naruto hanya berjalan sembari menatap lautan biru yang luas, Ia juga sempat melihat Kapal Perang Yamato dan Musashi Yang tengah di upgrade persenjaatannya."Seperti nya mereka telah mengerjakan tugas ini dengan baik"Batin Naruto dengan sedikit senyum yang mengembang di wajahnya, Setelah berjalan beberapa menit akhir Naruto Sampai ke kediamannya. Sebenarnya rumah Naruto itu tak jauh dari Kantor AL Kekaisaran Jepang, mungkin sekitar beberapa meter, jika berjalan kaki mungkin memakan waktu 10 menit.

Rumah Naruto sama namun sedikit berbeda seperti kebanyakan rumah-rumah perwira-perwira tinggi lainnya, rumah Naruto berbentuk gaya arsiktektur Jepang kuno. mempunyai pekarangan luas dengan kolam yang di Penuhi ikan koi. Rumah Naruto memiliki 5 kamar tidur, 1 dapur, dan 2 kamar mandi, untuk 1 kamar tidur bisa ditempati sekitar 4 orang.

Sekarang Naruto sudah berada di depan pintu gerbang rumahnya, terlihat beberapa tentara yang membukakan gerbang itu. Setelah gerbang terbuka Naruto berjalan masuk dan memberi hormat kepada para tentara itu Dan berjalan pergi, baru saja berjalan beberapa meter dari gerbang. Ada 2 orang anak kecil yang berkelamin kan perempuan yang tengah berlari kearah Naruto, dengan sigap Naruto memeluk kedua anak perempuan itu.

"Tou-chan kemana saja! mengapa Tou-chan selalu tak ada di rumah"

"Iya betul kata Nee-chan... Tou-chan kemana aja selama ini kami berdua kesepian"

"Maafkan Tou-san Kiyoko Miyuki... Beberapa Bulan ini Tou-san banyak sekali tugas"Kata Naruto sambil mengelus lembut pucuk kepala kedua Anak itu yang bernama Kiyoko dan Miyuki

"Hmp!... Pokok nya Tou-chan harus bermain bersama kami nanti"Kata Kiyoko

"Iya Tou-chan akan bermain bersama kalian nanti"

"Janji?"Kata Kiyoko dan Miyuki dengan kompak

"Tou-san janji kok"Kata Naruto sambil tersenyum, Miyuki dan Kiyoko sangat senang bahwa Tou-san nya akan bermain dengan mereka

Naruto sering tak berada di rumah, akibat banyak tugas yang menumpuk tinggi laksana gunung Fuji. Dan juga sering terjadi rapat yang membahas ini dan itu, terakhir kali Naruto berada di rumah sekitar 3 Bulan yang lalu Meski hanya sekitar dua hari saja sih. Hal ini membuat Miyuki dan Kiyoko selalu kesepian di rumah, mereka berdua tidak diperbolehkan keluar rumah oleh Naruto. Itu pun karena Naruto khawatir bila terjadi apa-apa Dengan Kiyoko Dan Miyuki.

"Nah Kalian pergi main sana... Tou-san mau kedalam rumah dulu"Kata Naruto

"Hai Tou-chan... Ayo Miyuki"Kata Kiyoko berlari bersama Miyuki ke Halaman rumah, Naruto hanya tersenyum melihat tingkah kedua putri nya itu. Ia pun kembali melangkah kan kaki menuju ke rumah nya.


Sementara Itu Dengan Rookie 12

Saat ini Shikamaru dkk tengah menunggu di sebuah ruangan ganti yang sengaja dipersiapkan untuk mereka, tampak beberapa prajurit yang tengah memilihkan baju untuk mereka. Mereka cukup bingung untuk saat ini, Bagaimana tidak mereka masih bahwa mereka sekarang sedang melakukan perjalanan pulang setelah ditugaskan untuk membunuh Kabuto karena berniat untuk mengobarkan Perang Dunia Shinobi Ke-4. Dan Ketika Mereka dalam perjalan tiba-tiba muncul portal hitam yang menyedot mereka.

Dan ketika mereka sadar, pertama kali mereka sudah berada di kuil di dekat Markas Arsenal Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Pelabuhan Yokosuka. Kebingungan begitu melanda mereka ketika melihat hal-hal yang begitu Asing dimata mereka, seperti sebuah kotak besi berjalan (Mobil) dan burung yang terbuat dari besi (Pesawat).

Namun yang begitu membuat mereka kebingungan adalah mereka semua tak bisa menggunakan cakra mereka. Bahkan untuk berjalan diatas air pun mereka tak bisa, selama dua hari di dimensi itu mereka sudah seperti Gelandangan. Setelah itu mereka bersembunyi di daerah hutan dekat Markas AL Jepang, ketika Shikamaru mencoba keluar untuk melihat situasi. Ia sangat terkejut ketika melihat seseorang yang berpenampilan persis Seperti Naruto.

Setelah beberapa menit prajurit-prajurit itu pun membawakan baju baru untuk mereka, Shikamaru dkk segera berganti baju di ruangan ganti yang telah ditentukan. Setelah berganti mereka segera keluar dari ruang ganti, Seluruh penampilan mereka berubah. Para laki-laki memakai seragam Angkatan Darat Kekaisaran Jepang sementara perempuan memakai kimono.

"Bagaimana apa kalian puas?"Rookie 11 hanya menggangukan kepala sebagai jawaban

"Baiklah sekarang kami akan mengantarkan kalian menuju rumah Admiral Naruto"

"Apa tak jauh?"Tanya Kiba

"Tenang tak jauh mungkin cuma beberapa meter dari sini"

"Baik ayo kita berangkat"setelah itu mereka semua segera berjalan untuk menuju ke rumah Naruto


==SKIP== (Kediaman Uzumaki)

Sebal, itulah perasaan yang dialami Naruto sekarang. Bagaimana tidak di ruang tengah rumahnya itu ditaruh gunungan tugas (lagi) dan terdapat secarik catatan kecil disana. Naruto pun mengambil dan membaca secarik Kertas itu, Ia hanya meremas kertas itu dengan kuat.

(Admiral ini tugas tambahan yang tadi maaf telat)-Sekretaris Ooyodo

"Cih jika pakai cara manual ini akan lama mending pakai cara itu"Batin Naruto

Dengan cepat Naruto pun membuat segel tangan dan...

'Kage Bunshin No Jutsu!'

POOFT! POOFT!

"Ada apa Bos?"Kata Bunshin 1

"Apa ada yang bisa kami bantu"Lanjut Bunshin 2

"Begini tolong kalian taruh seluruh tugas-tugas terkutuk ini kekamar kerjaku sekalian juga tolong kalian kerjakan mengerti"

"Baik Bos! Ayo cepat!"Kedua Bunshin itu pun melakukan hal yang tadi Naruto perintahkan

Sembari menunggu kedatangan teman-temannya, Naruto hanya duduk di teras dan mengawasi Miyuki dan Kiyoko dari kejauhan. Yah memang sih keliatannya Naruto sudah begitu (Over) Protective kepada kedua putri nya Itu, Namun karena Naruto begitu besar perhatiannya kepada Miyuki Dan Kiyoko hingga membuat Ia dulu pernah mendapat julukan Lolicon dari teman-temannya di Angkatan Laut.

Seorang prajurit tiba-tiba mendekati Naruto dan memberi hormat kepada nya.

"Lapor Admiral-sama! Tamu anda tunggu sudah datang"Kata Prajurit itu dengan tegas

"Suruh mereka masuk dan persilahkan mereka menunggu di ruang tengah"

"Siap Admiral-sama"

Naruto P.O.V On*

Akhirnya mereka semua datang, tapi mengapa mereka lama sekali padahal jarak dari sini ke Markas Angkatan laut kan cuma beberapa meter. Hah nanti akan kutanyakan ini pada Prajurit yang mengawal mereka, Aku pun Segera berjalan menuju kamarku untuk berganti baju. Aku juga sedikit risih jika memakai seragam ini, Karena aku tak begitu suka formalitas.

Sesampainya di depan kamarku, aku pun menggeser pintu itu dengan pelan. Karena yang menempati kamar ini bukan aku dan ada satu orang lagi tapi tak akan kuberitahu tentu nya, Nanti kalian juga akan tau sendiri. Dengan kecepatan melebihi hiraishin aku pun sudah selesai berganti baju.

Setelah itu aku keluar dari kamarku dan tak lupa menutup kembali pintu itu dengan perlahan. Semoga saja mereka semua tidak lama menunggu.

Naruto P.O.V End*


Setelah memasuki rumah Naruto, mereka segera dipersilahkan menunggu di ruang tengah. Mereka semua cukup sedikit terkejut ketika melihat rumah Naruto untuk pertama kali, Berbeda dengan Sasuke. Ketika Ia melihat Rumah ini Ia hanya teringat rumahnya dulu yang berada di Distrik Uchiha.

"Bagaimana Naruto bisa begitu beradaptasi dengan Dimensi ini"Kata Kiba

"Entahlah, setelah ini mungkin kita akan meminta penjelasan terhadapnya"Kata Sasuke

"Dan sepertinya Naruto mempunyai jabatan penting disini"Kata Shikamaru

"Benar jika kalian melihat seragam yang dikenakan Naruto banyak sekali lencana-lencana dibaju nya"Kata Kiba

Omongan mereka terhenti ketika 2 Prajurit yang tadi mengawal mereka terlihat sudah dalam posisi tegak, Kini terlihat Naruto sudah mengenakan Yukata berwarna hitam. 2 Prajurit itu pun memberi hormat kepada Naruto Yang juga dibalas hormat oleh Naruto.

Naruto P.O.V On*

Aku pun menanyai kedua prajurit itu, kutunjukan ekspresi tegas yang biasa aku berikan kepada seluruh bawahanku. Aku hanya bisa menahan tawa ku ketika kedua Prajurit terlihat ketakutan meskipun ditutupi oleh raut Datar mereka.

"Mengapa kalian lama sekali kesini, Apa ada hal aneh yang terjadi"

"M-Maafkan kami Admiral-sama, T-tadi ada sedikit hambatan yang menyebabkan k-kami terlambat"Kulihat raut datar mereka mulai hilang dan digantikan oleh wajah yang sudah ketakutan, selintas ide jahil muncul di Pikiran ku.

"Untung saja kalian terlambat beberapa menit, jika puluhan menit mungkin aku sudah menyuruh kalian untuk melakukan Seppuku"

Kedua prajurit langsung melakukan Dogeza di depan ku, Aku hanya tertawa di dalam hati karena tingkah kedua prajurit ini yang menurut sedikit berlebihan. Bahkan teman-teman seperti cukup terkejut karena sikap ku Tadi padahal aku cuma iseng kepada mereka.

"Hiks M-Mohon ampuni kami Admiral-sama, jangan menyuruh kami melakukan Seppuku"Kulihat Prajurit itu menangis dan memohon ampun, Apa jahil ku ini sedikit berlebihan. (Author: Itu Mah Udah Keterlaluan Nar -_-)

"K-Kami a-akan melakukan apapun asal kami tidak melakukan Seppuku"Seperti aku harus meluruskan kesalahpahaman ini.

"Tenang saja aku tak akan menyuruh kalian melakukan itu, Aku tak akan melakukan seluruh bawahan ku seperti itu"Namun sepertinya kedua prajurit masih menangis, jika kulihat baik-baik mereka berdua adalah prajurit Wanita. Ini sih pemandangan langka menurut ku, karena begitu jarang sekali aku melihat wanita mengikuti kegiatan kemiliteran kecuali petugas medis di garis belakang.

"Baiklah kalian berdua akan kuberi misi yaitu kalian harus menjaga 12 orang ini sampai besok sore, jika kalian bisa menjaga mereka sampai waktu yang kuberikan maka aku akan memaafkan kalian"

"B-Benarkah?"

"Iya"Kataku sambil tersenyum kearah mereka, kulihat muka mereka menjadi merah. Entah mereka sakit atau apa, Setelah itu aku menyuruh mereka pergi untuk menjaga kedua putriku untuk sementara. Setelah mereka Berjalan pergi aku pun segera masuk kedalam ruang tengah dan menutup pintu geser itu agar tak ada seseorang yang tahu.

Naruto P.O.V End*

"Naruto bukannya kau tadi sedikit keterlaluan terhadap mereka"Kata Kiba

"Iya, Bahkan mereka melakukan dogeza di hadapanmu"Lanjut Shikamaru

"Ah gomen padahal tadi aku cuma iseng"

JDUAKH!

"I-Ittai Sakura-chan"Kata Naruto sambil mengelus kepala yang habis dijitak Sakura

"Ini hukuman karena kau telah membuat mereka menangis"Kata Sakura yang terlihat begitu marah

"Ngomong-ngomong jelaskan bagaimana kalian bisa terjebak didimensi ini"

Setelah itu Shikamaru menjelaskan hal itu kepada Naruto, dimulai dari pertarungan mereka melawan Kabuto sampai terhisap oleh portal hitam. Naruto mendengarkan penjelasan Shikamaru dengan seksama, yah mungkin Kepribadiannya sebagai admiral yang sudah begitu melekat didalam tubuhnya. Setelah mendengarkan penjelasan Shikamaru, Naruto hanya sedikit terkejut karena beberapa hal yang terjadi di dunia Elemental yang tidak Diketahui nya.

"Aku mengerti, Namun aku sedikit tertawa akan nasib kalian disini untuk pertama kali"Kata Naruto

"Mou~ Naruto-kun jangan begitu"Ketika mendengarkan perkataan Hinata tadi, entah mengapa tubuh langsung merinding. Seingatnya sifat Hinata dulu pemalu namun mengaap sekarang seperti Hinata di dunia Tsukuyomi Milik Obito.

"Oh ya Naruto, bagaimana pengalamanmu ketika kau pertama kali disini?"Tanya Kiba

"Mungkin sama namun tak segaje kalian sih"

"Naruto, Bolehkah aku bertanya sesuatu?"Kata Sasuke dengan serius

"Kau ingin bertanya apa Teme"Kata Naruto

"Apa kau bisa menggunakan Ninjutsu di dunia ini?"Karena perkataan Sasuke itu, semua orang disitu menatap Naruto dengan tajam

"A-ano E-eto Bagaimana menjelaskannya,"

TBC


Silahkan Review, Fav, Follow bila anda begitu ingin fic ini dilanjutkan