Title: Perang Asia Timur Raya
Summary: Mengisahkan Perjuangan Naruto Sebagai Admiral Agung Kekaisaran Jepang Dalam Perang Asia-Pasifik/Bad Summary
Rated: T+
Pair: NaruXOCXHina
Genre: WWII, Drama, Sejarah, Semi-Fantasy, Sedikit bumbu Romance.
Warning!: GAJE, OOC, TYPO EVERYWHERE, ALUR AMBURADUL, SKIP SANA SINI, Dll
Don't Like Don't Read
Chapter 3
Yokosuka Naval Base, 15 November 1940. (Kediaman Uzumaki) (07.10 A.M)
Pagi yang cukup tenang di Markas AL Kekaisaran Jepang di Yokosuka, para prajurit terlihat berjalan melakukan patroli pagi mereka. Di dermaga para kru Konstruktor kapal Perang terlihat begitu sibuk membenahi BB Yamato dan BB Musashi dibagian persenjataan, beberapa meriam utama yang dulu nya cuma 41 cm mulai akan diganti dengan meriam berukuran 46 cm. Ukuran tersebut sudah termasuk ukuran sangat besar bagi Kapal Perang di Angkatan Laut Jepang.
Beralih ke tokoh utama kita yang saat ini tengah tertidur nyenyak didalam kamar nya, sangking nyenyak nya bahkan Ia sampai lupa bahwa pagi ini Ia harus mempersiapkan beberapa hal yang akan dibahas di Perundingan di Mokswa, Uni Soviet.
SREK!
Tiba-tiba pintu kamar Naruto terbuka dengan cukup keras.
Nampak seorang wanita dengan penampilan paras wajah yang cantik dengan rambut hitam legam panjang hingga kepinggang, mata merah ruby nya menawan membuat para lelaki yang melihatnya terpana. Ditambah kimono hitam dengan corak bunga berwarna merah darah yang menambah kesan tersendiri.
Wanita itu dengan pelan berjalan kearah Naruto yang masih terlelap tidur.
(Jika Bingung Bayangkan aja Fusou Di KanColle ^_^)
"Anata bangun... Bukannya Anata hari ini ada pertemuan penting"Ucap Wanita itu sembari menggoyang-goyangkan tubuh Naruto dengan pelan.
"Hm~... Lima menit lagi Misaki-chan"Kata Naruto dengan malas
"Mou~ Anata"
Namun Naruto menutupi tubuhnya dengan selimut, selintas ide muncul di kepala Misaki.
"Baiklah, jika Anata tidak segera bangun maka Aku tak akan memberikan Jatah selama sebulan lho"
Dengan sigap Naruto segera berdiri dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi pagi nya, sementara itu Misaki hanya tersenyum melihat tingkah Naruto yang menurutnya lucu.
Sebenarnya Misaki atau lebih lengkapnya Akane Misaki adalah Istri Naruto, Ia menikah dengan pemuda berambut pirang itu karena sebuah alasan politik. Dikarenakan Naruto adalah Admiral tertinggi yang mengendalikan penuh Angkatan Laut dan Angkatan Udara Kekaisaran Jepang. Apalagi Ayahnya begitu menyetujui pernikahan tersebut karena Ayahnya yang notabene adalah seorang Perwira tinggi dari tugu Angkatan Udara.
Misaki masih ingat betul bahwa Ia begitu gugup ketika bertemu suami nya yang bergelar Admiral Agung, Ia mengira sifat Naruto itu dingin dan tegas seperti kebanyakan Perwira Militer Kekaisaran Jepang. Namun sifat Naruto begitu berbeda, Naruto memiliki sifat tulus, baik, dan ramah kepada semua orang. Hal itu yang membuat Misaki jatuh hati terhadap Sang Mantan Shinobi Konohagakure No Sato.
.
.
(Ruang Tengah)
Di ruang tengah Rumah Naruto Rookie 11 kini sedang menyantap sarapan pagi mereka, Sasuke dan Neji satu-satu nya lelaki disitu yang memakan sarapannya dengan tenang. (Sisa nya ngerusuh :v)
(Contoh nya saja begini)
"Oi Kiba kau mengambil daging ku!"Ucap Shikamaru kesal.
"Ambil saja jika bisa"Ledek Kiba. Shikamaru kini yang terkenal paling malas mulai jengkel, kemudian kerusuhan pun tak terelakan. (Author: Anjay macam tawuran aja :v)
Kedua prajurit yang diperintahkan Naruto untuk menjaga mereka hanya bisa sweatdrop melihat tingkah gaje Rookie 11.
.
.
(Sementara itu dengan Naruto)
Sesudah melakukan ritual mandi pagi nya, Ia segera melangkahkan kakinya menuju kekamarnya untuk mengambil pakaian. Di dalam kamarnya Misaki terlihat tengah sibuk mengambilkan Seragam Admiral kebanggaan Naruto.
"Misaki-chan dimana seragamku?".
"Ah.. Ini seragam nya Anata"Ucap Misaki sambil memberikan Seragam Admiral itu ke Naruto.
Naruto segera mengambil dan memakai seragamnya itu.
"Misaki-chan, dimana Kiyoko dan Miyuki? Tak biasa nya mereka tak tidur bersama kita".
"Oh mereka sekarang sedang bermain di pekarangan"Ucap Misaki sambil membantu mengancingkan kancing baju Naruto.
"Begitu ya..."
Setelah memakai seragamnya itu Naruto mengambil sebuah pedang Guntō yang terpajang di dinding kamarnya, pedang itu memiliki panjang kisaran 70 cm. Ia pasang Guntō itu di posisi yang sama seperti beberapa Perwira kebanyakan.
"Anata"Panggil Misaki.
"Hm, apa Misaki-cha-".
Misaki langsung mencium Naruto tepat di bibirnya, Naruto hanya begitu terkejut karena Misaki yang tiba-tiba menciumnya. Beberapa menit kemudian Misaki melepas ciumannya untuk mengambil nafas.
"Hah..Hah.. Anata~"Ucap Misaki sambil memandangi Naruto dengan penuh nafsu.
Glup!
"M-Misaki-chan b-bukannya kemarin malam k-kita sudah melakukan "Itu" "Ucap Naruto yang begitu panas dingin melihat tingkah Istri nya itu.
"Aku masih Kurang Anata~... Bukannya kemarin malam kan kita cuma main seronde".
Tanap disadari Naruto kini mulai melangkah mundur berusaha menghindari Istri nya yang mulai horny, Naruto semakin panik ketika Misaki mulai menanggalkan pakaiannya satu-persatu. Dengan cepat Ia segera akan menggunakan teknik Hiraishin nya, namun sudah terlambat. Karena Misaki langsung menerkamnya.
(A/N: Untuk Sisanya Harap Bayangkan Sendiri :v /Dosa Tanggung Sendiri)
.
.
Perang Asia Timur Raya
.
.
Naruto dan Misaki berjalan menuju keruang tengah untuk sarapan pagi, sesampai nya diruang tengah Naruto hanya sweatdrop melihat bagaimana berantakan nya ruang tengah rumahnya itu seperti kapal karam. Misaki hanya terdiam melihat bagaimana berantakannya ruang tengah rumah Suami nya itu. Sementara itu Kiba, Shikamaru, Lee, dan Shino yang awalnya berkelahi langsung memberhentikan berkelahiannya itu.
"Ara-ara, seperti nya nanti aku harus bersih-bersih lagi".
"Apa yang sebenarnya terjadi?"Ucap Naruto sambil menatap tajam orang-orang (Shikamaru, Kiba, Lee, Shino) yang menjadi biang kerusuhan.
"A-ano b-begini Naruto Aku bisa jelaskan".
"Semoga saja kalian bisa selamat dari amukan Admiral-sama"Batin Kedua Prajurit yang dikhususkan untuk menjaga Rookie 11.
SRRRIIINNG!
"Diem lu kepala nanas! lu mau merasakan rasa nya ditebas pedang Shin Gunto ini"Ucap Naruto sambil mengeluarkan Shin Gunto dari sarung pedang.
Dengan pelan Misaki berjalan mendekati Naruto, Ia berusaha untuk menghentikan kelakukan Naruto itu. Bisa-bisa nanti perkelahian yang sempat tertunda malah berlanjut menjadi lebih besar.
"Sudahlah Anata, tak usah bersikap begitu... Nanti aku dan beberapa pembantu akan membereskan Ruang tengah nanti"
"-menghela nafas- Baiklah Misaki-chan"Naruto kembali memasukan Shin Gunto kedalam sarung pedangnya.
Sasuke dan Neji yang awal meminum teh nya dengan tenang tiba-tiba menjatuhkan gelas teh mereka setelah mendengar perkataan Misaki, begitu juga dengan para Kunoichi juga tak kalah heboh mendengar ucapan Misaki barusan. Terutama Hinata yang memandang Misaki dengan tatapan yang begitu sulit diartikan.
"ANATA!"Teriak Rookie 11 heboh.
"N-Naruto c-coba jelaskan apa hu-hubunganmu dengan g-gadis itu?"Tanya Sakura.
"A-ano sebenarnya...".
"Jangan-Jangan!...".
"Dia Istriku"Naruto hanya tersenyum lima jari sambil merangkul pundak Misaki, Misaki begitu terkejut plus wajahnya merona merah karena Naruto yang tiba-tiba merangkul dirinya.
Mereka semua hanya terdiam dengan mulut terganga lebar seperti buaya yang berjemur dipinggir kali (LOL) setelah mendengar perkataan Naruto barusan, ditambah Gadis yang Naruto rangkul memiliki paras yang begitu cantik sekali. Bahkan Sasuke dan Neji yang terkenal anti perempuan begitu terpana ketika melihat paras wajah Misaki yang cantiknya bak Dewi Amaterasu (Author: lebay amat/SasuNeji: URUSAI!).
"I-I-Istri"
"Iya, Misaki-chan adalah Istriku"
"Anata... jangan terus merangkul ku seperti ini"Kata Misaki sambil mencoba melepaskan rangkulan suami nya.
"Memangnya kenapa sih Misaki-chan?"Tanya Naruto bingung.
"A-a-aku m-malu"Misaku menundukan kepala nya, berusaha menutupi wajahnya yang kini sudah memerah seperti kepiting rebus.
"K-Kawaii!"
Tiba-tiba perhatian mereka teralihkan ketika Hinata tiba-tiba berdiri dan berjalan pelan menuju Misaki, sorot mata lavender nya yang kosong terus menatap sang pemilik mata Ruby tersebut.
"Hinata?"Ucap Sakura yang begitu bingung dengan ulah aneh Hinata itu.
Mereka (Rookie 11) begitu terkejut tiba-tiba Hinata menusukan sebuah kunai (yang entah didapat darimana) kearah Misaki, namun dengan reflek Misaki segera menghindari serangan Hinata itu. Kedua Prajurit yang melihat aksi Hinata tersebut langsung berlari dan segera membidikan Senapan Arisaka Type 99 kearah Hinata.
"Hinata-sama! Tolong hentikan ulah anda ini"Ucap Prajurit itu.
Namun Hinata tak mengindahkan ucapan Prajurit tersebut, Ia berjalan pelan menuju Misaki sambil membawa kunai yang berada ditangan kanannya. Kedua prajurit itu terlihat bingung karena perintah Naruto yang menyuruh mereka untuk menjaga (Yang berarti tidak boleh melukai) 11 orang ini.
"Naruto-kun..."
.
.
"Naruto-kun HANYA MILIKKU!"
Hinata mulai menusukan kunai nya itu dengan brutal bahkan Kedua Prajurit itu terlihat kesusahan menghadapi serangan Hinata. Melihat kejadian itu Naruto pun segera melakukan hal yang cukup nekat, Ia berjalan pelan kearah Hinata yang masih dalam keadaan [Yandere Mode] nya. Hinata yang melihat orang yang dicintai nya berjalan kearahnya, Ia pun memberhentikan aksi nya barusan.
"Naruto-kun?"
"Gomen ne Hinata"
[Genjutsu!]
BRUKH!
"HINATA!"
Sakura segera berdiri dan langsung menghampiri Hinata, Ia memeriksa kondisi sang pemilik mata Byakugan itu. Sakura bernafas lega karena Hinata cuma tertidur, Sakura berdiri dan berniat menceramahi Naruto. Namun Ia terdiam melihat kedua bola mata Naruto yang sangat berbeda. Dan bukan hanya Sakura tetapi juga seluruh anggota Rookie 11.
"N-naruto?"
"Apa Sakura-chan?"Ucap Naruto memandang wajah Sakura yang terlihat begitu terkejut.
"Mengapa... Mengapa kedua bola mata mu itu tidak seperti biasanya"
"Maksudmu?"
Misaki cukup bingung kenapa mereka (Rookie 11) memandangi suami nya itu dengan tatapan terkejut. Ditambah lagi ucapan Sakura yang begitu membuatnya bingung, karena penasaran Ia pun berjalan mendekati Naruto. Setelah itu Ia pandangi wajah tampan sang anak Yondaime Hokage, ketika Misaki melihat kedua mata Naruto. Misaki bukannya terkejut justru sweatdrop.
"Anata?"
"apa Misaki-chan"
"Kenapa... Kenapa mata Anata menjadi kayak irisan bawang"
DONG!
Mereka semua hanya sweatdrop mendengar ucapan Misaki barusan. Berbeda dengan Naruto yang kini menunjukan ekspresi terkejut.
"K-kuso.. Kenapa akun bisa lupa menonaktifkan mata Rinnegan ku"
''Naruto... Bisakah kau jelaskan mengapa kau bisa mendapatkan mata itu?"
Naruto terdiam melihat teman-temannya yang kini menatapnya untuk memberikan penjelasan bagaimana Ia bisa mendapatkan mata legendaris Rinnegan.
Naruto hanya menghela nafas "Baiklah aku akan menjelaskannya".
.
(Beberapa menit kemudian...)
"Oh jadi begitu..."Ucap Shikamaru.
"Iya..."
Naruto menceritakan bagaimana Ia bisa mendapatkan mata legendaris Rinnegan. Ia mendapatkan mata itu karena pemberian oleh Pain atau yang memiliki nama asli Nagato, karena Nagato tak ingin ada seseorang memiliki mata legendaris tersebut. Karena itulah ia memberikan mata Rinnegan ke Naruto.
"Meski begitu sia-sia saja aku memiliki mata ini"
"Memangnya kenapa Dobe?"Tanya Sasuke.
"Di dimensi ini sangatlah sulit untuk mengisi chakra, jika di dunia shinobi kita bisa mengisi chakra kita semau kita.. Akan tetapi di Dunia ini berbeda. Contohnya bila aku mengunakan Chakra ku untuk sebuah jurus Rank B saja maka seluruh chakra didalam tubuhku akan terkuras habis secara instant." Mereka pun begitu terkejut mendengar ucapan Naruto barusan.
"K-kau tak berbohongkan N-Naruto"Ucap Sakura yang masih begitu terkejut.
"Aku tak berbohong, aku pun juga mengalami nya karena tak sengaja menggunakan jutsu Rank B ketika latihan di hutan belakang Markas"
"Dan satu lagi... Waktu untuk mengisi chakra di Dunia adalah sekitar enam bulan, jadi jangan menggunakan jutsu secara sembarangan"
Mereka terdiam mendengar penjelasan Naruto barusan.
"Tetapi untungnya aku bisa menggunakan Hiraishin, Rasengan, dan Kagebunshin tanpa perlu mengeluarkan banyak chakra. aku cukup bingung. padahal tiga jutsu barusan kan memiliki Rank S, A, S. Namun kenapa aku bisa menggunakan 3 jutsu tanpa harus kehilangan chakra."
"Oh ya sampai ngomong-ngomong kalian berdua"Ucap Naruto sambil menatap kedua Prajurit itu.
"A-apa Admiral-sama?"Ucap mereka takut.
"Nama kalian siapa?"
"Nama ku Asami Yuuki Admiral, saya berasal dari Ginza"Ucap Yuuki dengan tegas.
"Nama ku Minami Kyuuzou, saya berasal dari Yokosuka"Ucap Minami tak kalah tegas.
"Kyuuzou, kau kenal Makoto Kyuuzou?"Tanya Naruto.
"Saya kenal, karena Makoto Kyuuzou adalah Tou-san ku"
"Oh, jadi kamu anak nya"
"Benar, tapi Admiral-sama. kenapa Admiral-sama kenal dengan Tou-san ku?"Tanya Minami.
"Aku kenal Tou-san mu, dulu ketika sebelum menjadi Admiral aku sering bersama dengan Tou-san mu di Asrama Angkatan Laut"
Kemudian mereka semua kembali melanjutkan sarapan pagi mereka yang sempat terganggu. Sementara itu Minami dan Yuuki diperintahkan oleh Naruto untuk membawa Hinata kekamarnya, Naruto dan Misaki memakan makanan mereka dengan tenang. Rookie 11 bingung, mengapa? mengapa Naruto yang dulu mereka kenal berisik, membuat ulah, dan bersemangat kini berubah 180 derajat di Dimensi ini.
"Oh ya Misaki-chan aku sampai lupa memberitahumu"
"Memangnya ada apa Anata?"
"Sebenarnya nanti siang ini aku akan ke Moskow untuk membahas aliansi Jepang-Soviet, mungkin aku akan kembali nanti malam"
"Oh.."Entah mengapa raut wajahnya kini menjadi sedih ketika mendengar ucapan Naruto.
"Maafkan aku Misaki-chan karena tak bisa menemani mu dan juga mereka"
Misaki yang dengar itu hanya terdiam sebentar, kemudian Ia menampilkan senyum manis nya.
"Aku memaafkanmu kok Anata, cuma aku minta satu permintaan"
"permintaan apa itu? semoga saja permintaan nya tidak aneh-aneh"
"Aku juga akan ikut bersamamu ke Moskow"
"EEEH!"
"T-tapi Misaki-chan kau tau kan aku akan ke Moskow untuk menghadiri rapat penting"
"Aku tidak peduli, aku telah bersumpah dalam diriku bahwa aku akan selalu mengikuti mu kemana pun kau tuju. Tidak peduli dimana pun itu"Naruto dan Rookie 11 tertegun mendengar ucapan Misaki barusan.
"T-terus bagaimana dengan Kiyoko dan Miyuki? siapa yang akan mengurus mereka jika kau tak ada"
"Para pembantu bisa kok mengurus mereka selama kita pergi"
Naruto melihat wajah cantik Misaki, dari raut wajahnya. Naruto sudah menyimpulkan bahwa Misaki bersungguh-sungguh dalam ucapannya.
"Hah... Baiklah aku mengijinkan mu dan dua anak itu untuk itu"Misaki yang mendengar suami nya menyetujui permintaannya hanya bisa tersenyum.
Kemudian Naruto menatap Rookie 11.
"Kalian juga akan ikut denganku"
"Kami juga ikut Dobe?"Tanya Sasuke
"Hm, setidaknya jika kalian ikut maka kalian akan mengenal Dimensi ini kok"
.
.
.
Yokosuka Naval Base, 15 November 1940 (11.33 A.M)
"E-em~... D-dimana a-aku?"
"Akhirnya anda sadar Hinata-sama"Ucap Minami
"K-kenapa k-kalian disini?"Tanya Hinata sambil melihat Minami dan Yuuki yang sedang berdiri sambil memegang Arisaka mereka.
"Tadi anda pingsan, kemudian kami diperintahkan Admiral-sama untuk membawa anda kekamar."
"S-sudah B-berapa lama aku pingsan?"
"Hm... Mungkin sudah sekitar empat jam Hinata-sama"Ucap Yuuki mengingat-ingat sudah berapa lama Hinata pingsan.
"EEHH!... Selama itu kah"
Minami dan Yuuki hanya menganggukan kepala nya.
"Terus dimana Naruto-kun dan yang lain?"
"Mereka semua kini berada dilapangan bersama dengan seribu prajurit Nihon Kaigun"Ucap Minami datar sedatar oppai nya itu :v.
.
Minami : Apa yang Barusan lu ucapin Author bangsat!
Author : Wasem! keceplosan
Minami : Mati lu thor! #Author ditembak arisaka
.
Oke back to fic
"ngomong-ngomong Hinata-sama... Naruto-sama menyuruhku untuk memberi benda ini kepada anda"Yuuki kemudian memberikan sebuah gulungan kepada Hinata.
"Bukankah ini gulungan penyimpanan?"
Lalu Hinata membuka gulungan itu dan menaruh nya diatas lantai. Kemudian Hinata dengan cepat melakukan handseal dan langusng meletakan telapak tangannya diatas gulungan penyimpanan.
POOFT!
Minami dan Yuuki sedikit terkejut karena gulungan itu menciptakan asap yang cukup tebal, setelah beberapa menit asap itu memudar. Kini diatas kertas gulungan itu terdapat sebuah kunai bercabang tiga dan juga secarik kertas, Hinata mengambil kertas itu lalu melihat apa isi nya.
.
Dear Hinata
Jika kau membaca surat ini pasti kau sudah menerima Kunai itu kan. Cobalah kau goyang-goyangkan Kunai itu maka akan ada sesuatu yang terjadi. Tapi sebelum itu peganglah tangan Minami dan Yuuki (itu nama kedua prajurit yang bertarung denganmu tadi)
Ngomong-ngomong soal kejadian tadi di ruang tengah... Aku minta maaf karena aku sudah melukai perasaanmu Hinata, sebenarnya aku menikahi Misaki-chan dikarenakan sebuah alasan politik. Bukan berarti aku menikahi Misaki-chan maka aku akan melupakan mu. Justru sebaliknya, aku akan terus mencintaimu didalam lubuk hatiku yang paling dalam Hinata.
Aku hanya memiliki satu kata untukmu Hinata...
.
.
Aishiteru...
Tes...Tes...
Hinata terdiam setelah melihat isi surat itu. Perlahan air mata keluar mata nya, perasaan ia rasakan entah itu senang, sedih, atau haru tercampur jadi satu. Ia genggam erat kunai bercabang tiga itu, keudian ia menatap Minami dan Yuuki yang berada di depannya.
"Minami-san, Yuuki-san"Panggil Hinata dengan lembut.
"H-hai Hinata-sama" Mereka berdua tergagap saat melihat sisi lembut sang Byakugan No Hime tersebut.
"Bisakah kalian menggengam tangan kiri ku?"Pinta nya.
Sesuai permintaan Hinata, Minami dan Yuuki pun menggengam tangan Hinata.
"Begini?"Kata Minami dan Yuuki.
"Hm"Kata Hinata sambil tersenyum.
Hinata memandangi Kunai itu yang ia genggam ditangan kanan nya. Ia lalu mengoyangkan-goyangkan kunai itu sesuai isi surat Naruto barusan.
Sring!
Kemudian mereka menghilang dari kamar itu dengan kilatan kuning.
Sementara itu dengan Naruto dkk...
Sring!
Hinata, Minami, dan Yuuki begitu terkejut karena mereka tiba-tiba berada dilapangan. Di depan mereka kini ada Naruto (plus Misaki yang berdiri disampingnya) dan anggota Rookie 11, dan dibelakang mereka sudah ada sekitar seribu prajurit Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (Dai-Nihon Teitoku Kaigun) yang tampak berbaris dengan rapi.
Seorang Prajurit Nihon Kaigun tampak berjalan pelan menuju Minami dan Yuuki.
"Akhirnya kalian datang juga... Kami semua sudah menunggu kalian"Ucap Yamamoto
"Sebenarnya apa yang terjadi Yama-san?"Tanya Yuuki
"Admiral tadi seperti nya menggunakan teknik ninja nya barusan untuk memindahkan kalian kesini dengan cepat"
(A/N: Mungkin Di Chapter lain saya akan menjelaskan mengapa seluruh pasukan Nihon Kaigun disitu mengetahui kemampuan Naruto)
Sementara itu Hinata berjalan pelan untuk menghampiri Naruto yang kini terlihat mengobrol dengan Misaki. Tanpa ragu Hinata memeluk Naruto dari belakang.
"H-Hinata-chan!"
"Hm, apa Naruto-kun?"
"B-bi-bisakah kau me-melepaskan pelukanmu"Naruto tergagap bukan karena Hinata, akan tetapi karena Misaki yang kini menatapnya tajam dengan aura hitam yang menyelimuti nya.
"A-n-a-t-a"
"H-hai Misaki-chan?"
"Lebih dari ini maka tak akan ada Jatah selama sebulan"
Rookie 11 dan Tentara Nihon Kaigun hanya bersweatdrop ria ketika melihat adegan absurd didepannya.
"Suami takut istri"Batin mereka serempak.
Moskow, 15 November 1940 (11.40 A.M)
DAR! DAR! DAR! DAR!
"Chyort!"
"Medis! medis!"
Beberapa Prajurit Tentara Merah sengit menahan serangan Tentara Fasis Jerman, walaupun suplai persediaan mereka tinggalah sedikit namun mereka masih terus mempertahankan garis pertananan mereka.
"Comrade! beberapa dari kita terluka, mereka harus segera dibawa ke garis belakang!"Ucap seorang prajurit medis.
BOOM!
"Jangan bawa mereka sekarang, lihatlah! Jerman brengsek itu masih terus menyerang kita"
"Tapi jika tak segera membawa mereka maka mereka akan mati!"
"Justru jika kita membawa mereka sekarang maka mereka akan menjadi sasaran empuk bagi para brengsek itu"
"Chyort, apakah kita akan mati disini?"Ucap prajurit medis itu pasrah.
Dari kejauhan nampak 5 buah Tank Panzer berjalan menuju kegaris pertahanan mereka, prajurit-prajurit itu yang melihat dua buah Panzer yang bergerak kearah mereka kini hanya bisa pasrah. Dengan peluru yang sedikit ditambah mereka tak mempunyai senjata anti-tank maupun anti lapis baja yang membuat mereka menjadi tak berdaya.
[Fuuton : Rasenshuriken!]
SWUUUSH!
DUUUAAAR!
"Ap-apa itu?"Para prajurit terkejut melihat kumpulan tank yang barusan akan menyerang mereka tiba-tiba hancur karena sebuah benda aneh.
"Kalian tak apa"
Mereka segera membalikan badan mereka, mereka dikejutkan karena seorang pria berambut pirang dengan seragam Admiral khas AL Jepang tengah memberi salam kepada mereka, dibelakang pria pirang itu nampak prajurit-prajurit dan perwira-perwira (Perwira maksudnya Sasuke dkk plus Misaki) yang berbaris dengan rapi dengan Poker face yang terpampang manis diwajah mereka.
"*A-anda siapa?" (*=Berbicara dengan bahasa Rusia)
"*Aku Uzumaki Naruto, Admiral tertinggi Agung Kekaisaran Jepang.. Aku kesini atas permintaan Joseph Stalin"
TBC
Karena saya tak bisa berbicara banyak pada Chapter ini maka silahkan Reviev, Fav, Follow, dan Beri Kritikan pada Fic ini
.
.
Note: Saya tak menerima FLAME yang tak membangun.
Namikaze Wahyu Log Out~
