HIYORIN P.O.V
Hari ini, aku, Haruka, Otoya, Natsuki dipanggil di ruangan Saotome. Akhirnya, proyek pertama dimulai juga, yang artinya, semakin banyak pekerjaan merepotkanku.
"Hahahahahaha ! Proyek pertama Cross Unit adalah and Mr. Shinomiya ! Kalian akan bernyanyi di Pertunjukan Musik Rock !" Jelas Saotome sambil berteriak dan tertawa seperti orang gila.
"Oh, maksudnya Pertunjukan Drama Musik Rock yang baru saja diberitakan itu ?" Tanyaku sambil facepalm melihat bos yang segila ini.
"That's Right ! dan langsung diminta oleh Isurugi Gen !" Jawab Saotome.
Otoya dan Natsuki terlihat bingung, seperti sama sekali tidak mengenal orang yang dimaksud ini. "Isurugi Gen ? Siapa dia ?"
"Dia adalah Direktur jenius dari Broadway." Jawab Sotome.
Aku menghela nafas sambil melipat tanganku. "Bisa dikatakan, dia yang akan menyutradarai kalian nanti."
Keduanya mengangguk mengerti.
"Dan ! Miss Nanami akan membuat lagu tema acaranya sementara Miss Sakakibara akan membuat lagu tema karakternya atau bisa dikatakan lagu solonya !" Tambah Saotome.
"Woah, 2 lagu sekaligus." Seru Natsuki.
"Aku akan menantikan lagunya !" Seru Otoya.
"Aku akan berusaha !" Seru Haruka.
Aku meguap sambil menggaruk kepala belakangku yang tidak gatal. "Aku akan melakukan yang terbaik."
"Kalau begitu, silahkan hafalkan dialognya." Ucap Saotome sambil memberikan kami masing-masing sebuah naskah dialog.
Kami langsung keluar dan membahas sedikit tentang Dramanya.
"Hmm... perannya jadi pangeran ya, dan tidak ada peran putrinya." Ujarku sambil mulai membaca naskahnya.
"Benar, tapi, rasanya agak memalukan juga ya." Ucap Natsuki.
Haruka menggeleng. "Nggak kok, malah itu sangat hebat." Puji Haruka.
"Ngomong-ngomong, kita akan banyak bernyanyi ya, aku sudah tidak sabar." Ucap Otoya yang terlihat kegirangan.
Aku mengehela nafas."Hm... jangan terlalu semangat, bisa-bisa nanti malah dapat kesusahan. Si Isurugi itu sangat keras dan menyebalkan."
"Hehehe..." Mereka hanya tertawa aneh sambil mengangguk mengiyakan saja.
'Mereka tidak mendengarkanku... dasar sial...'
Haruka langsung melihat sampul buku tersebut, "Judul Dramanya 'Dua pangeran : Sebuah tali dan konser busur'."
"Saat dua pangeran mendengar kerajaan mereka akan berperang, mereka memberhentikan peperangan dengan kekuatan musik." Ucap Natsuki yang membaca sipnosisnya.
"Kita jadi pangeran nee~ jadi tidak sabar." Ujar Otoya.
"Kalau begitu latihan sana." Sahutku yang masih sibuk membaca naskahnya.
"Kalau begitu, ayo latihan di kamarku." Ajak Otoya.
Aku dan Natsuki mengangguk. "Bagaimana denganmu Haruka ?" Tanyaku.
Haruka menggeleng pelan. "Aku akan membuat lagunya sekarang. Tsukiyama-sensei bisa menemani mereka kan ?"
Aku mengangguk. Kami langsung meninggalkan Haruka dan mulai latihan (Kok aku bisa ke kamar cowok ? aku sudah terbiasa mengilingi asrama laki-laki).
Keesokan harinya, mereka langsung mulai mempraktekkannya di panggung. Sejauh ini, keduanya terlihat baik-baik saja. Hanya saja, si Isurugi ini sepertinya tidak terlihat puas.
"Bukankah kita menjadi teman melalui musik ?" Tanya Natsuki.
"Itu adalah cerita lama, aku sudah melupakannya." Jawab Otoya.
"Jangan bohong padaku ! kau tidak mungkin melakukannya !" Seru Natsuki.
Otoya terkekeh lalu memalingkan pandangannya. "Kau tidak berubah ya."
"Kau juga belum berubah." Balas Natsuki.
"Apa buktinya itu ?" Tanya Otoya.
Natsuki menunjuk sebuah tas gitar. "Gitar itu, kau masih menyimpannya." Jawab Natsuki yang membuat Otoya terkejut.
"Itu..."
"Kita berdua masih mencintai musik !" Seru Natsuki.
"Tapi aku-"
Aku menghela nafas begitu Otoya langsung terdiam. 'Uh, Otoya salah dialog.'
Tepukan tangan 2 kali dari Isurugi yang membuat semua orang berhenti latihan. Semua lampu langsung dinyalakan kembali.
Otoya terlihat bersalah, ia langsung melakukan ojigi. "Aku mohon, biarkan kami lakukan sekali lagi !" Pintanya.
Isurugi hanya diam dan langsung pergi. Aku menghampiri keduanya yang sedang merenung.
"Sudahlah, kalian ini seperti bocah saja. Lakukan saja yang terbaik untuk latihan berikutnya." Ucapku yang disusul anggukan dari keduanya.
Kami langsung kembali ke asrama untuk membahas masalah mereka.
Otoya mengacak-acak rambutnya. "Haaaa ! Aku tak percaya mereka membatalkan latihannya gara-gara kami !"
"Aku merasa bersalah kepada yang lain." Tambah Natsuki.
Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu. Ternyata Tomochika, Ren, Masato, dan Cecil.
"Woah ! apa yang terjadi ?" Tanya Tomochika begitu masuk.
"Ya, kalian seperti baru bangun dari kematian." Tambah Masato.
"Jika ada masalah, cerita saja kepada kami." Ucap Cecil.
Aku menghela nafas berat lalu langsung menceritakan masalahnya.
Masato mengangguk mengerti. "Memangnya, peran apa yang kalian dapatkan ?" Tanya Masato.
"Aku dapat peran Pangeran intelektual dan beremosi dan terkadang dingin." Jawab Otoya.
"Dan aku dapat peran Pangeran yang Ceria dan sopan yang menangani masalah dengan frontal." Jawab Natsuki.
Ren menatap keduanya sedikit terkejut. "Wah, kalian dapat peran yang berbeda dengan kebiasaan kalian." Ucapnya.
Ucapan Ren sukses membuat Otoya dan Natsuki tambah sedih.
Aku mendengus kesal. "Tsk, Kalau Proyek pertama sampai gagal, aku akan memaksa Saotome menghentikan Proyek Cross Unit ini." Ancamku. "Kalian pikir masalah akan selesai jika kalian merenung seperti orang bodoh ?"
Mereka semua langsung terkejut.
"Hmm... Ikki bukan tipe orang yang dingin sementara, Shinomin bukan tipe orang yang ceria." Ujar Ren.
"Dingin... dan Ceria..." Masato berusaha berpikir.
"Itu mengingatkanku akan Tokiya dan Syo." Sela Cecil.
Otoya dan Natsuki terkejut. Mereka berdua saling tatap lalu segera bergegas keluar ruangan.
"Apa yang terjadi ?" Tanya Tomochika.
"Mereka ingin meniru..." Jawabku dengan sweatdrop. "Otoya akan meniru Tokiya sementara Natsuki akan meniru Syo..."
Aku pun langsung keluar dari ruangan menuju kamarku untuk tidur siang.
Aku berjalan memasuki sebuah kafe yang tidak jauh dari agensi. Aku sudah buat janji dengan dua orang yang kumaksud.
Aku langsung masuk dan melihat Momoka dan Aika sedang ngobrol santai. Aku langsung menghampiri mereka sambil menepuk punggung mereka. Penampilan mereka berdua terlihat berbeda dari yang dulu.
"Yorin !" Seru mereka berdua begitu melihatku.
Aku langsung duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Aku rindu Yorin nee~" Ucap Aika sambil memelukku.
"Baru 2 tahun, tapi sudah rindu." Cibirku yang tidak membalas pelukan Aika.
"Lagian, kami bukan cuma rindu, tapi juga khawatir tau ! karena kau kena kecelakaan." Tambah Momoka.
Aku terkekeh. "Ini semua murni bukan kesahalanku."
Kami bertiga langsung cerita satu sama lain hingga Momoka menjadi serius.
"Ayo, ke inti saja sekarang." Ucap Momoka.
Aku dan Aika mengangguk.
"Jadi, TRIANGLE betulan akan kembali ke media ?" Tanya Aika. "Bukannya kau sudah muak dengan idol ?"
Aku menunduk sebentar. "Walaupun aku muak dengan idol, tetap saja aku tidak ingin seperti ini terus. Masa aku seperti ini terus ? memangnya aku sedepresi itu ?" aku menghela nafas lalu menatap keduanya. "Dan ya, Triple S satu-satunya kesempatan agar kita kembali ke media." Jawabku.
Keduanya saling tatap sesaat lalu mengangguk.
"Oh ngomong-ngomong, apa itu Triple S ? dari awal kami berdua bingung." Tanya Aika.
"Super Star Sport." Jawabku.
Keduanya menatapku terkejut. "SUPER STAR SPORT ?!" Seru mereka berdua tidak percaya.
Aku langsung memukul mereka berdua karena sangat ribut. "Aw ! gomen..."
"Kau yakin ? kita bakal nyanyi disana ?" Tanya Momoka sambil memegangi bagian yang habis terkena pukulanku.
Aku mengangguk.
Aika mengangguk menyetujui. "Benar apa yang dikatakan oleh Yorin. Ini satu-satunya kesempatan kita."
"Baiklah, dan kau bekerja di agensi yang mana ? kok bisa dapat kesempatan masuk Triple S ?" Tanya Momoka.
"Shining Agency." Jawabku.
Aika menatapku heran. "Agensi lama kita ? bagaimana kau bisa kembali bekerja disana ?" Tanya Aika.
Aku menghela nafas berat. "Kalian tau Haruka Nanami ?" Tanyaku kembali.
"Ya, komposernya STARISH. Kami diberitahu oleh Ringo dan Ryuuya." Jawab mereka berdua berbarengan.
"Aku bertemu dengannya saat kita baru lulus. Dia baru masuk saat itu. Dia ingin jadi komposer dan dia ingin aku menolongnya. Alhasil, aku jadi mentornya. Beberapa bulan yang lalu, dia mengajakku ke agensi dan Ringo menawarkanku pekerjaaan. Ya, aku terima. Dengan syarat, kita bertiga berkerja kembali." Jelasku panjang lebar.
"Oh, aku juga dengar dari Ringo kalau STARISH sedang melakukan Proyek Cross Unit, lancar ?" Tanya Aika.
Aku menggeleng sambil menidurkan kepalaku di meja. "Enggak, Otoya dan Natsuki mendapat peran drama yang terbalik. Alhasil mereka malah pusing tapi, aku yakin mereka bisa melakukan yang terbaik."
Aika bertopang dagu. "Sama seperti saat kita sedang bersiap untuk Drama Musik Klasik ya..." Guman Aika.
"Oh, waktu itu kita dapat masalah juga loh." Tambah Momoka.
Aku terkekeh mengingat kenangan lucu itu. "Iya, padahal kalau kita setuju di peran yang sudah ditentukan, pasti kita berhasil melakukannya tanpa masalah apapun." Ujarku.
"Lagian, Yorin minta ganti peran segala." Cibir Aika yang mendapat tawa yang dipaksakan dariku.
"Dan pastinya direkturnya adalah 'Isurugi Gen' !" Seru kami bertiga kompak.
Aku langsung bertompang dagu sambil melihat keluar jendela. "Tapi, kita berhasil karena bantuan Ichigo dan Ryuzo kan..." Gumanku.
"Iya, dia sering memikirkan tentang kita sampai-sampai membuat melodi warna tentang kita nee~" Ujar Aika. "Dia itu seolah bisa melihat warna saat sedang mendengar kita bernynayi dulu."
"Dan hasilnya, kita berhasil dengan baik." Tambah Momoka.
Aku hanya menghela nafas. 'Dulu... Ichigo memang sangat baik kepada kami tapi semenjak kejadian itu... semuanya hancur ya... padahal dulu saat masalah seperti ini dia sangat memikirkan kami bertiga, bahkan sampai membuat melodi warna...'
Sesaat, aku langsung dapat Ide untuk membantu Otoya dan Natsuki. 'Melodi warna ya...'
"Yorin, kalau boleh tanya, kau bekerja sebagai apa ?" Tanya Momoka yang membuyarkan lamunanku.
Aku langsung menoleh kepada Momoka. "Komposer. Sekarang aku sedang membuat lagu tema karakter atau lagu solo mereka. Sementara Haruka, dia membuat lagu tema dramanya." Jawabku.
"Gambate nee~ Yorin." Hibur Aika.
"Kami akan menantikan lagunya." Tambah Momoka.
Aku mengangguk. "Kalau begitu aku duluan. Aku belum membuat lagunya."
Mereka berdua mengangguk mengerti. Aku langsung meninggalkan kafe dan kembali ke asrama. Aku langsung membuat lagu yang sama dengan peran yang mereka dapatkan.
Keesokan harinya tiba. Mereka latihan lagi. Kali ini lebih baik daripada sebelumnya. Setelah selesai, mereka menemui Isurugi.
"Kalian terlalu berlebihan, jadilah seperti diri kalian." Kritik Isurugi yang membuatku jengkel melihatnya.
Aku, Natsuki, dan Otoya hanya diam tidak menanggapinya. Isurugi langsung pergi setelahnya..
"Jangan dengarkan pria tua bodoh itu, lakukan latihan kalian seperti biasa saja." Ucapku. "Sekarang ayo pulang, aku lelah."
Keduanya hanya mengangguk menanggapi ucapanku. Aku kembali menghela nafas. 'Sebaiknya aku segera menemui Haruka. Mood mereka tidak baik sekarang.'
Kami langsung pulang ke asrama agensi.
Begitu sampai, Aku langsung menemui Haruka di kamarnya.
"Haruka, apa kau pernah memikirkan mereka ?" Tanyaku, begitu memasuki kamarnya.
Dia menatapku heran. "Apa maksudmu Tsukiyama-sensei ?"
"Begini..."
Aku langsung menjelaskan seluruhnya, setelah itu Haruka membuat lagu tentang mereka. Malam pun tiba, tinggal beberapa lagi hari mereka tampil. Aku memanggil Otoya dan Natsuki untuk menemui kami di ruang latihan.
"Ada apa ?" Tanya Natsuki.
Aku menunjuk Haruka yang berada di belakangku. "Haruka membuatkan kalian sesuatu."
Haruka langsung mulai memainkan pianonya dengan lembut. "Ini warna Ittoki-kun."
Haruka mengganti melodinya. "Ini warna Shinomiya-san."
Setelah bermain. Haruka langsung memberikan lirik dan lagunya. Mereka berdua langsung melihat lirik dan lagunya. Mereka berdua terkejut dengan lagunya Haruka. Haruka langsung pamit untuk kembali ke kamarnya. Aku masih bersama mereka.
"Suara kami..."
"Warna kami..."
"Yang dimaksud suaranya Natsuki kan ?" Tanya Otoya.
"Suara Otoya juga sangat bagus." Puji Natsuki.
"Natsuki selalu baik kepada anggota STARISH dan fans."
"Otoya selalu membawa STARISH ke tempat yang lebih tinggi."
Mereka berdua saling tersenyum dan mengagguk.
'Baguslah...' Gumanku.
Aku langsung medekati mereka. "Ini lagu kalian, semoga beruntung." Kataku sambil menepuk kepala mereka berdua lalu meninggalkan mereka.
Beberapa hari kemudian, hari yang telah ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Drama yang mereka mainkan berjalan dengan baik. Aku hanya bisa melihat mereka di TV bersama anggota STARISH dan QUARTET NIGHT. Sementara Haruka menontonnya langsung.
"Yosh, Proyek Cross Unit yang pertama berhasil !" Seru mereka semua.
Setelah drama selesai, mereka berdua kembali.
Karena masih malam. Seperti biasa, Aku hanya berkeliling di sekitar dan bertemu dengan Otoya. Dia sedang menyanyikan lagu buatanku. Lagu solonya sendiri. Dia sangat cocok menyanyikannya, tepatnya, saat malam begini. Latarnya cocok dengan lagunya. Setelah dia selesai bernyanyi, dia langsung menyadari keberadaanku dan mendatangiku.
"Bagaimana dengan penampilanku ?" Tanya Otoya.
"Kau bernyanyi dengan baik Otoya. Liriknya cocok dengan lagu yang kubuat." Jawabku.
Otoya menyungging senyuman tipis. "Ngomong-ngomong, kau sedang apa disini malam-malam begini ?"
"Kebetulan saja sih, bintang-bintangnya sedang terlihat bagus." Jawabku sambil melihat ke langit. "Itu adalah keajaiban kau bertemu dengan Haruka..." Gumanku.
"Maksudnya ?" Tanya Otoya.
"Dengan cepat, dia membuat kalian kembali semangat. Aku bangga terhadapnya. Dia pasti sangat spesial untuk kalian semua." Jawabku.
Otoya tersenyum sambil memalingkan pandangannya. "Aku senang saat ada Nanami karena dia yang membuat kami bisa menang di Utapri Award." Tambahnya
"Intinya, Haruka selalu membuat lagu yang membuat perasaan yang mendengar lagunya menjadi bahagia." Ujarku.
Otoya menepuk kepalaku dengan pelan.
"Arigato Yama-chan..." Guman Otoya.
"Untuk apa ?" Tanyaku yang membuat Otoya cekikikan.
"Untuk menjadi senior kami." Jawabnya.
"Karena ?"
Dia tidak menjawab melainkan memelukku.
"Erm... Otoya, apa yang kau lakukan ?" Tanyaku kepada Otoya.
"Seandainya saja aku bisa bilang kalau aku men-" Kata-kata Otoya langsung terpotong karena ada helikopter yang terbang tepat diatas kami. Di ekor helikopternya ada sebuah kain yang sangat panjang dan ada tulisannya. Tertulis 'DILARANG JATUH CINTA'.
Aku dan Otoya langsung sweatdrop.
"Lebih baik kita kembali ke kamar masing-masing." Ucapku sambil melepas pelukan Otoya. "Saotome juga sepertinya menyadari kita berdua disini. Lebih baik kita kembali daripada membuat skandal yang tidak diinginkan."
Saat aku mulai berjalan, tanganku tiba-tiba ditarik.
"Apa lagi ?" Tanyaku kepada Otoya.
"Aku ingin bilang, aku menerimamu sebagai senior karena lagu yang kau buat sangat bagus. Aku sangat senang saat kau memutuskan untuk menjadi senior kami dan yang sebelumnya aku cuma ingin bilang kalau aku suka musikmu." Jelas Otoya.
Aku hanya memberikan tatapan datar meninggalkannya di malam yang gelap penuh bintang. "Dasar..."
Keesokan siangnya, aku bertemu Natsuki yang sedang memainkan biolanya di halaman. Aku langsung menghampiri sosoknya itu.
"Itu lagu dariku ?" Tanyaku kepada Natsuki.
Dia menoleh ke arahku lalu tersenyum, "Ya. Aku suka menyanyikannya. " Jawab Natsuki lembut.
"Silahkan nikmati lagunya, mungkin saja itu yang terakhir dariku karena aku takkan ada disini tidak lama lagi." Ucapku.
"Eh ? Aku ingin Tsuki-chan disini terus karena aku suka lagu Tsuki-chan." Ucap Natsuki yang tiba-tiba memelukku.
'Dipeluk ? lagi ?' batinku sambil menghela nafas. "Ada apa Natsuki ?" Tanyaku.
"Tsuki-chan punya perasaan padaku ?" Tanya Natsuki balik.
"Heh, lucu juga kau. Aku tidak punya perasaan kepada kalian sama sekali. Hubungan kita cuman sekedar senior-junior, tidak lebih." Jawabku.
"Oh... Tsuki-chan cuma menganggap kami seperti itu ya..." Guman Natsuki mempereerat pelukannnya. "Padahal sejak pertama kami bertemu denganmu, hatiku menjadi 'doki-doki'..."
Aku hanya terdiam. 'Dia... ini... jangan-jangan... itu ya ?'
"Aku ingin Tsuki-chan disini, rasanya sangat berbeda jika Tsuki-chan disini..." Tambah Natsuki.
"Emangnya, bagaimana rasanya ?" Tanyaku.
"Rasanya hangat, lagu Tsuki-chan seperti melelehkan hati yang membeku." Jawab Natsuki yang membuatku heran.
'Maksudnya hati yang membeku ? Natsuki lebih hangat daripada diriku, kenapa dia berpikir seperti itu ?' Batinku heran.
Tiba-tiba saja, ada yang memanggil kami.
"NATSUKI ! YAMA-CHAN !" Panggil seseorang.
Natsuki langsung melepaskanku. Kami berdua melihat orang yang memanggil kami.
"Oh, ternyata kau. Apa maumu ?" Tanyaku.
"Apa Natsuki sudah bicara padamu ?" Tanya Otoya balik.
Aku mengangkat sebelah alisku. "Bicara soal apa ?" Tanyaku lagi.
"Aku menerima Tsuki-chan sebagai senior kami." Jawab Natsuki.
OTOYA P.O.V
Aku melihat Tsukiyama. Wajahnya yang sedari kebingungan terlihat terkejut.
"Eh ? ada apa Yama-chan ?" Tanyaku.
Dia langsung mengedipkan matanya beberapa kali, seperti baru saja tersadar dari lamunannya. "Eh ? oh... maaf, aku cuma sedikit terkejut mendengarnya."
Kami berdua hanya menatapnya heran sekaligus khawatir. Dia langsung meraih kepalaku dan Natsuki lalu mengacak-acaknya.
"Payah, jangan tunjukkan belas kasih atau kekhawatiran kepadaku !" Seru Tsuki sambil mengacak-acak rambut kami. "Lakukan saja yang terbaik..."
Kami berdua saling mengangguk.
"Aku dan Natsuki akan berusaha sebaik mungkin !" Seruku.
Tsuki mengangguk. "Aku juga akan berusaha sebaik mungkin, Otoya, Natsuki."
NATSUKI P.O.V
Sepertinya Tsuki sudah terbiasa di lingkungan sekitar. Dan aku sangat senang saat dia memanggilku Natsuki ! Aku sangat suka caranya dia memanggil namaku. Dia terlihat sangat manis !
"Selagi kita masih berkumpul, aku sudah membuatkan kue untuk kita bertiga." Kataku sambil mengeluarkan sekantung kue Piyo-chan.
Aku melihat Mata Tsuki yang terlihat ingin mencobanya, sementara Otoya memasang mata melotot.
"Ada apa Otoya-kun ?" Tanyaku.
"Maaf, aku sudah kenyang, selamat tinggal." Jawab Otoya yang langsung pergi.
"Sayang sekali..." Guman Tsuki yang langsung mencoba makananku.
"Bagaimana rasanya ?" Tanyaku kepada Tsuki.
Dia hanya diam dan langsung pingsan.
"Waaaa ! Tsuki-chan !"
Bintang merah dan kuning berhasil masuk di ruang hatinya, membuatnya tidak bisa kembali ke kehidupan normalnya. Dasar bodoh... bukannya dia punya phobia ?
