HIYORIN P.O.V

Hari ini, aku sedang mengawasi jalannya Syuting. Ai sedang melakukan syuting. Syo dan Natsuki juga ada di film Ai.

"Terima kasih... karena sudah berada di sampingku." Ucap Ai.

"Dan CUT !" Seru Sutradara.

Ai pun disuruh istirahat, aku langsung menyiapkan naskah untuk menghapal adengan berikutnya.

"Kerja bagus semuanya." Aku memuji Ai dan lainnya.

"Terima kasih, Tsuki-chan." Kata Natsuki.

"Tapi, pastikan jangan banyak kesalahan." Kataku sambil memberikan mereka tatapan tajam.

"Huh, bilang saja kalau kau kesal karena kami melakukan banyak kesalahan." Ledek Syo.

"Oy, Cebol, kalau bisa, kau diam saja." Ejekku.

Saat Syo ingin membalasku, ada orang yang sepertinya memanggil kami berempat.

"Minna-san !" Panggil Haruka dari kejauhan.

Haruka berlarian kesini.

"Haru-chan !"

"Nanami !"

Aku dan Ai hanya diam. Ini seperti reuni keluarga saja.

"Kerja bagus Minna-san." Puji Haruka kepada mereka bertiga.

"Terima kasih, Haru-chan." Kata Natsuki.

"Kau ngapain disini Nanami ?" Tanya Syo.

"Aku ingin membahas lagu Mikaze-senpai." Jawab Haruka.

"Oh, aku sudah dengar demonya ! lagunya sangat hebat !" Seru Syo.

"Ya, cocok sekali dengan temannya." Tambah Natsuki.

"Tentu saja, itu lagu tema, harus sempurna." Ucap Ai dengan wajah datarnya.

"Senangnya kalau ada Haru-chan dan Tsuki-chan disini." Kata Natsuki. "Ya kan, Syo-chan ?" Tanya Natsuki.

"Uh, ya..." Jawab Syo yang terihat agak bingung.

"Aku bingung." Kata Ai tiba-tiba.

Semua pandangan mata langsung melihat ke arah Ai.

"Apa maksudmu ?" Tanyaku kepada Ai.

"Kenapa setiap kali ada Haruka, kalian berdua selalu senang ?"Tanya Ai.

"Ah, apa itu jadi masalah untukmu ?" Tanya Syo.

"Dan masih ada satu lagi, aku tak mengerti bagian ini, 'Terima kasih sudah berada di sisiku'. Padahal kalau sendiri itu lebih efisien." Tambah Ai yang serius.

"Bagaiana kau tak mengerti bagian itu ? padahal aktingmu itu bagus." Ujarku.

"Tapi, bukankah 2 orang itu membuat pekerjaan lebih berat lagi ?" Tanya Ai yang rasanya bertubi-tubi.

"Itu tidak ada hubungannya." Kataku sedikit jengkel.

"Mikaze-san ! kita siap untuk adengan berikutnya !" Seru seorang Kru.

Ai langsung berdiri dan langsung mulai berakting lagi.

"Daritadi dia tidak melakukan kesalahan sedikit pun." Kata Syo.

"Dia sangat hebat." Puji Natsuki.

"Woah, hebat." Mata Haruka langsung berkerlap-kerlip.

"Baiklah, ayo lanjutkan !" Seruku.

Natsuki dan Syo langsung berdiri dan langsung melanjutkan akting. Karena tugasku tidak terlalu berat, Aku pergi berkeliling di sekitar tempat syuting Ai. Ada mansion yang sangat besar.

Setelah diberi waktu istirahat. Aku, Haruka, dan Ai sedang membahas lagu.

"Lagu Mikaze-senpai sangat hebat, liriknya penuh cinta, dan mengharukan." Puji Haruka.

"Aku setuju, saat klimaks nanti, kau akan menyanyikannya kan ? Aku sudah tak sabar." Ujarku.

"Mengharukan.." Guman Ai yang sepertinya sedikit tidak meperhatikan.

'Apa sih isi kepalanya ? Dari tadi cuek terus...'

"Hujan mau turun." Kata Ai tiba-tiba.

"Eh ?" Aku dan Haruka langsung memandang jendela.

Dan ternyata benar, Hujannya mau turun. Aku hanya terdiam diam sedikit terkejut.

Beberapa saat kemudian aku pergi keluar ruangan dan jalan-jalan sekitar.

Hiyorin~ Seseorang mau bicara sama Hiyorin~

Nada dering ponselku berbunyi. Aku langsung mengangkatnya dan menjawabnya.

"Moshi-moshi..."

'Yorin ! kau dimana ? apa sedang ada pekerjaan ?'

"Ya, aku sedang mengawasi jalan syutingnya Ai."

'Kenapa gak bilang, aku dana Momo-chan menunggu di rumahku.'

"Mendadak sih, jadi gak sempat datang."

'Oh, apa berjalan dengan baik ?'

"Ya, tidak ada masalah sampai sekarang."

'Aku sudah dengar demonya loh ! aku sudah tak sabar melihat Ai menyanyi nanti nee~'

"Ya, aku akan segera datang begitu ini semua selesai, kalau ada waktu."

'Baiklah nee~ Oh, jangan lupa bawa payung, diluar sedang hujan loh~'

"Iya, jangan kawathir, sedia payung kok."

'Baiklah, bye-bye'

Aika langsung mematikan ponselnya. Aku melihat keluar dan beneran hujan.

'Apa sekarang Ai seorang peramal cuaca ?'

Aku langsung berkeliling dan bertemu dengan Natsuki dan Syo.

"Tsuki-chan lihat Ai-chan gak ?" Tanya Natsuki.

"Aku juga tidak melihatnya, aku juga ingin mencari Haruka." Jawabku.

"Kalau begitu ayo kita cari bareng." Saran Syo.

"Tumben jadi baik." Ledekku.

"Aku tidak memberi saran kepadamu !" Omel Syo.

"Ayo kita mencari mereka." Kataku tak peduli dengan perkataan Syo.

Kami bertiga langsung mencari Ai dan Haruka. Aku dan Syo hanya adu mulut sambil mencari Ai dan Haruka.

"Haru-chan !" Panggil Natsuki kepada Haruka.

Ternyata ada Haruka di depan pintu kaca teras mansion. Kami bertiga langsung mendatanginya.

"Minna-san, Mikaze-senpai pingsan !" Seru Haruka tiba-tiba yang membuat kami shok.

Kami semua langsung mendatangi Ai yang pingsan di tengah hujan yang lebat. Tepat di teras mansion. Aku memegang keningnya.

"Waaa ! Panas sekali."

"Ayo bawa ke tempat peristirahatan !" Seru Natsuki sambil menggendong Ai gaya bridal style.

Kami langsung menidurkan Ai di tempat tidur. Haruka langsung memanggil ambulance. Aku berusaha memeriksa kondisi Ai. Tiba-tiba Ai terbangun, anehnya, matanya terlihat sangat langsung terbangun dan melihat kami dengan tatapan kosong.

"Ada ruangan perbaikan." Ucap Ai yang membuat kami bingung.

"Ai ?"

"Ai-chan ?"

"Mikaze-senpai ?"

"Ai ?"

"Sekarang kalian tau kalau aku ini robot." Kata Ai dengan tatapan kosong.

"EEEEEEEEEEEE ?!"

Kami semua terkejut dengan perkataan Ai.

"Apa maksudmu Ai ?" Tanyaku tidak percaya.

"Aku adalah seorang Robot Idol." Jawab Ai.

"Robot Idol ?" Syo tidak percaya.

"Kau dipogram oleh siapa ?" Tanya Natsuki.

"Shining." Jawab Ai.

"Ternyata bos..." Kata Syo.

"Kalau dia, kita tak bisa apa-apa." Ujarku.

"Lantas saja daritadi kau tak melakukan kesalahan." Kata Syo.

"Aku tak tau kalau aku bisa melanjutkannya sampai berakhir." Ucap ai yang membuat kami bingung.

"Apa maksudmu ?" Tanyaku kepada Ai.

"Tenagaku tinggal 70%, sepertinya aku akan kehabisan tenaga sebelum aku menyelesaikannya." Jawab Ai.

"Kalau begitu, aku akan membantumu !" seru Natsuki.

"Aku juga, aku akan melakukan apa yang aku bisa !" seru Syo.

"Beritahu kami apa yang harus kami lakukan." Tambah Haruka.

"Aku tak perlu bantuan." Kata Ai yang langsung membuat mereka bertiga suram.

"Huft... robot memang ribet ya, kami hanya ingin menolong kok." Kataku sedikit jengkel.

"Mungkin aku bisa membuatnya menjadi normal dan tenaga rendah, tapi mungkin saja akan menyebabkan panas." Kata Ai.

"Kau harus bisa bertahan sampai akhir Ai." Kataku sedikit kawathir.

"Aku tak yakin..."

Jika ini gagal, QUARTET NIGHT bisa dapat masalah dan itu bisa menambah beban TRIANGLE. Aku hanya menghela nafas sambil menggenggam tangan Ai.

"Kau pasti bisa, aku yakin kok ! Aku yakin kalau Ai bisa melakukannya !" Aku menghibur Ai sebisa mungkin.

Aku langsung melepas tangan Ai dan keluar ruangan untuk membantu kru yang sedang melakukan persiapan untuk adengan berikutnya.

'Aku tak menyangka, aku melakukan hal aneh di depan mereka. Kenapa harus genggam tangannya Ai segala ? Ugh, pasti wajahku merona tadi... apa yang telah kuperbuat hingga dapat nasib sial seperti ini sih ?' Batinku.

Tiba-tiba Ai datang.

"Kau sedang apa disini ?" Tanyaku kepada Ai.

"Menunggu untuk adengan berikutnya." Jawab Ai.

"Hn... baiklah, kau jangan memaksakan dirimu." Nasihatku.

Akting pun dimulai. Aku hanya berharap agar Ai tidak apa-apa. Setelah akting, Ai langsung berteduh ditempat istirahat.

"Kerja bagus, Ai." Aku memuji Ai untuk menghiburnya.

Beberapa saat Ai tidak membalas kalimatku, aku melihat Ai hampir tumbang. Tepat Aku menangkapnya.

"Oy, apa kau baik-baik saja ?" Tanyaku kepada Ai.

"Ai-chan !"

"Ai !"

"Mikaze-senpai !"

Natsuki, Syo, dan Haruka mendatangi kami. Natsuki langsung memegang kening Ai.

"Dia panas." Kata Natsuki.

"Demam ya ? kalau manusia minum obat dan istirahat kalau robot harus didinginkan!" Jelas Syo setengah berteriak di akhir kalimat.

"Aku setuju." Kata Natsuki dan Haruka.

Aku hanya mengangguk.

Aku, Haruka, Natsuki, dan Syo langsung mengambil naskah dialog dan mengipaskan Ai. Tiba-tiba, Natsuki dan Syo dipanggil oleh seorang Kru.

"Aku bingung, mereka membuat kesalahan lebih sedikit daripada tadi siang." Kata Ai.

"Mereka melakukan itu untukmu." Kataku.

"Benarkah ?" Tanya Ai.

"Ya, karena mereka berdua peduli kepadamu, jadi kau juga harus berusaha sebaik mungkin." Jawabku.

Ai langsung melihatku dengan tatapan terkejut. Ai mengangguk yang mungkin artinya 'aku juga akan berusaha'.

Adengan berikutnya Ai hampir pingsan seperti sebelumnya. Aku langsung mendatanginya, memberikannya payung agar tidak basah.

"Ai, apa kau baik-baik saja ?" Tanyaku.

Dia mengangguk. Aku, Syo, Dan Natsuki langsung membantunnya masuk ke dalam mansion tempat istirahat Ai.

"Kenapa kalian melakukan ini ?" Tanya Ai.

"Kau sedang bermasalah, kalau seseorang sedang bermasalah, pasti ada yang akan menolongnya, ini sudah wajar." Jawab Syo.

Ai hanya diam. Kami langsung mengistirahatkan Ai sebentar. Adengan berikutnya tiba. Ai harus pura-pura pingsan. Saat di awalnya, dia terlihat baik tapi, adengan pingsannya...

'Matanya berubah lagi...' Batinku.

Ai langsung terjatuh.

"CUT !" Seru Sutradara. "Itu adalah adengan yang sangat bagus Mikaze-kun." Tambah Sutradara.

Aku langsung mendatangi sutrada untuk membahas masalah Ai.

"Pak Sutradara, apa syuting bisa ditunda untuk beberapa menit ?" Tanyaku.

"Hmmm, ada apa ?" Tanya Sutrada.

"Aku mengecek keadaan Mikaze, dan sepertinya dia lelah, bolehkah ini ditunda sebentar ?" Ujarku.

"Hmmm... sepertinya begitu, baik syuting akan ditunda." Jelas Sutrada.

Aku langsung ke ruang tempat aku membahas lagu sebelumnya bersama Ai. Di dalam ruangan sudah ada Ai, Haruka, Natsuki, dan Syo.

"Syuting akan ditunda sebentar." Ucapku.

"Apa ? kenapa ditunda ? kan, tinggal adengan klimaksnya." Tanya Ai.

"Pingsan yang tadi itu, tidak sengajakan ?" Tanya Natsuki balik.

"Aku hanya melakukan freeze karena terlalu panas." Jawab Ai.

"Kau tak boleh memaksakan dirimu Ai, kau harus beristirahat sebentar." Nasihatku.

"Aku ingin melanjutkannya." Kata Ai yang sepertinya memaksa kami.

"Ai, kami menghawathirkanmu, kami mohon, jangan memaksakan dirimu." Kata Natsuki.

Ai melihat kami semua dengan tatapan kosong seperti biasa.

"Jadi ini perasaan kawathir ya..." Ai melihat kedua tangannya lalu melihat kami lagi. "Aku akan melanjutkannya." Ucap Ai.

Aku, Natsuki, Syo, dan Haruka tidak tau harus apa, tapi itu keinginan Ai, kami biarkan. Ai langsung mulai bernyanyi di bawah hujan yang lebat. Untungnya, ada angin kencang yang membuat adengan nyanyiannya makin bagus.

"Terima kasih... karena sudah berada di sampingku." Kata Ai sambil pura-pura pingsan.

Syuting langsung selesai. Aku langsung mendatangi Ai. Dia tertidur di pangkuan Haruka.

"Syukurlah, dia baik-baik saja, panasnya juga sudah turun." Kataku sambil menyentuh kening Ai.

Kami langsung pulang ke Asrama Agensi.

Ai P.O.V

Keesokan harinya, aku bangun kesiangan. Mungkin karena terlalu lelah, tanagaku terisi lebih lama daripada biasanya.

"Oh, Ai ada tamu yang menunggumu di sofa." Kata Syo sambil menunjuk sofa tempat Syo dan Natsuki selalu duduk.

Aku bangun dari tempat tidurku. Aku melihat Tsukiyama sedang tertidur pulas di sofa itu.

"Apa yang Tsukiyama lakukan disini ?" Tanyaku.

"Dia menunggu dari pagi untuk merekam lagu tema karaktermu." Jawab Syo.

Aku langsung mendekatinya dan membangunkannya.

"Bangun."

Matanya langsung terbuka. Dia langsung bangun.

"Oh, Ai, keadaanmu pasti sudah membaik, apa kau bisa bersiap-siap agar kita bisa merekam lagumu lebih cepat lagi ?" Tanya Tsukiyama.

Aku mengangguk. Aku langsung bersiap-siap secepat mungkin. Setelah itu, aku dan Tsukiyama pergi ke studio rekaman. Dia mengatur mesin.

"Baiklah Mikaze aku mulai merekam lagumu." Tsukiyama memberi aba-aba.

Aku pun mulai bernyanyi. Tsukiyama merekamnya. Di akhir lagu, aku melirik ke Tsukiyama.

'Wajahnya berbeda dengan perempuan lain tapi, hatinya sangat baik walaupun dia tidak ingin mengakuinya.' Batinku.

Aku langsung tersenyum ke arah Tsukiyama. Setelah selesai bernyanyi, Aku keluar dan mendekati Tsukiyama yang sedang sibuk sendiri dengan mesin rekamannya.

*Chu

Aku mencium pipinya dengan cepat. Terlihat pipinya merona sedikit.

"Aku menerimamu, Tsukiyama." Ucapku.

"Kalau begitu jangan mendadak melakukannya." Keluh Tsukiyama.

'Apa ini perasaanku atau apa ? setiap kali berada di sekitar Tsukiyama, rasanya sangat berbeda...' Pikirku.

"Apaan tuh ? ekspresimu berbeda dari biasanya." Tanya Tsukiyama sambil menepuk kepalaku.

Aku hanya terdiam.

"Hebat loh, kau bisa berusaha sampai bagian klimaksnya. Padahal, jika robot biasa yang melakukan itu, pasti sudah hancur." Puji Tsukiyama sambil mengelus kepalaku. "Ya, lakukan yang terbaik di masa mendatang nanti." Tambah Tsukiyama yang langsung keluar dari studio.

Aku langsung meraba kepalaku. 'Tangan Tsukiyama lembut...'


Bonus Chapter 5

NORMAL P.O.V

"Nee~ Yorin, sekali-kali ajak kami ke agensi dong." Pinta Aika.

"Huh ? Untuk apa ?" Tanya Hiyorin.

"Kami Cuma mau keliling. Lagian sudah lama gak ke agensi nee~" Jawab Aika.

"Sabar Aika, nanti kita akan mulai tinggal disana." Ucap Momoka.

"Nantinya kapan ?" Tanya Aika.

"Beberapa bulan lagi." Jawab Momoka dan Hiyorin kompak.

"Eh ?! yang benar ?!" Tanya Aika tidak percaya.

Keduanya hanya mengangguk yang artinya Iya.

"Lagipula, jika aku mengajak kalian kesana duluan, pasti ada yang sudah tau kalau kita TRIANGLE." Ujar Hiyorin.

"Loh, emangnya sudah ada yang menyadarinya ?" Tanya Momoka.

"Ada yang nyaris menyadarinya." Jawab Hiyorin.

"Mungkin benar, mendingan nongkrong di cafe ini dulu..." Guman Aika.

"Jadi, apa ada perkembangan ?" Tanya Momoka.

"Perkembangan apa ?" Tanya Hiyorin yang kebingungan.

"Hubunganmu dengan mereka." Jawab Momoka.

"Oh, Yorin kerja di tempat yang banyak dengan pangeran tampan ! apa ada hubungan ?!" Tanya Aika yang ikut-ikutan.

"Aku dapat pelukan dari Otoya dan Natsuki lalu, dapat ciuman kecil dari Ai." Jawab Hiyorin.

"APA KAU SUDAH MEMACARI SALAH SATUNYA ?!" Tanya Momoka dan Aika kompak.

"Kan tidak diperbolehkan pacaran. Suka aja gak boleh." Jawab Hiyorin polos yang membuat kedua temannya menyesal menanyakan pertanyaan sebelumnya.

'Entah mengapa aku menyesal menanyainya...' Guman Momoka dan Aika.

"Nyeselkan bertanya begituan." Ledek Hiyorin.

"bocah kurang dihajar..." Guman kedua teman Hiyorin yang sepertinya sudah siap membuat Hiyorin babak belum.

'Buruan pergi ah.'

Hiyorin langsung keluar dari Cafe tersebut dan berlari kecil menuju asrama.


Konnichiwa ! kok tumben Update hari kamis ? ya, itu karena besok agak sibuk, takutnya, sibuknya sampe hari sabtu / minggu. jadi, Update hari ini deh. Kalah hari minggu atau hari Sabtu ada waktu, hamba Update lagi. Ok, hamba izin pamit dulu. Hamba bukan pemilik Uta no Prince-sama.